Kamis, 05 Mei 2016

YESUS TERANGKAT KE SORGA










Kamis, 5 Mei 2016 

Ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepadaNya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita
                      (Lukas 24:51-52)

Hari ini kita umat kristiani memperingati saat Yesus terangkat ke Sorga atau lebih dikenal sebagai hari Kenaikan Yesus. 

Yesus telah menyelesaikan tugas yang diterimaNya dari Bapa dan kembali ke Sorga, kemudian Yesus akan datang lagi ke dunia dengan cara yang sama seperti saat terangkat ke Sorga. 

Kisah 1:11 
berkata kepada mereka: "hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." 

Apa makna peristiwa ini bagi kita? 

Menurut kitab Ibrani, Yesus membuka jalan bagi umat manusia dapat masuk ke tempat yang kudus yakni Sorga melalui pengorbanan diriNya menanggung dosa manusia. 

Ibrani 10:19-21 
saudara2, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 

Yesus telah memulihkan hubungan Allah dengan manusia yang terputus akibat dosa yang dilakukan oleh Adam-Hawa. 

Oleh sebab itu sudah sepantasnya kita membersihkan diri kita dari perbuatan dosa supaya kita pantas menghadap Allah yang Maha Kudus. 

Ibrani 10:22 
Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 

Pengetahuan ini pasti diketahui oleh setiap orang dan hendaknya segera memutuskan untuk menjalani hidup dengan menjaga kemurnian diri dari segala pikiran, hati, dan perbuatan dosa.

Sebab penebusan dosa yang dilakukan Yesus hanya untuk satu kali saja dan tidak akan penebusan berikutnya dan apabila kita masih melakukan dosa maka kita akan dihakimi dan tidak ada lagi penghapusan dosa kedua kalinya. 

Ibrani 9:27-28 
Sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. 

wow..jangan meremehkan firman Tuhan niscaya menyesalpun tidak ada gunanya bila mengalami kematian dan tidak akan ada lagi yang menanggung dosa sebab penghakiman dijalankan. 

Tuhan Allah itu memang teramat sangat baik kepada setiap orang dan memberikan kesempatan untuk bertobat sebelum kematian datang menjemput namun IA juga Tuhan Allah yang sangat tegas akan menghakimi setiap dosa yang masih saja dilakukan oleh setiap insan sampai menjelang kematiannya. 

JADI, 

Makna dari peristiwa Yesus terangkat ke Sorga yang paling utama yang harus kita ingat sepanjang hidup kita di dunia ini adalah berhentilah berbuat dosa sebab Yesus hanya sekali menanggung dosa kita dengan mengorbankan diriNya bagi kita. 

Ingatlah dan lakukanlah semua yang telah dikatakan Yesus dan jangan pernah kembali lagi kepada kehidupan di dalam lumpur dosa maka dengan demikian pengorbanan Yesus atas diri kita menjadi tidak sia-sia. 

2 Petrus 2:20-22 
Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya." 

REFLEKSI DIRI 

Sudahkah aku tinggalkan sikap dan cara hidupku yang tidak berkenan bagi Allah dan membersihkan diriku dengan cara menguburkan semua dosa-dosaku? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Hari Raya Kenaikan Tuhan 
Warna Liturgi : Putih

Kisah 1:1-11 
Mazmur 47:2-9 
Ibrani 9:24-28; 10:19-23 
Lukas 24:46-53 
BcO : Efesus 4:1-24 

============= ☆☆☆ ============ 

Rabu, 04 Mei 2016

ROH KEBENARAN







Rabu, 4 Mei 2016 

Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.  
                                    (Yohanes 16:13) 

Roh Kebenaran disebut juga Roh Kudus adalah Pribadi ketiga Allah Tritunggal dimana sampai sekarang umat katolik masih belum bisa menerima sepenuhnya peranan dari Roh Kudus. 

Boleh dikatakan, sebagian besar masih ragu-ragu dan bertanya-tanya; apakah betul sesuatu yang terjadi itu berasal dari Roh Kudus; pro dan kontra masih berlangsung sampai saat ini. 

Sedangkan sebagian lagi umat katolik menerima dan mempercayai Roh Kudus terutama dari kalangan karismatik katolik lebih fokus memaknai karya Roh Kudus dalam pertumbuhan imannya. 

Injil Yohanes pasal 14 dan pasal 16 menjelaskan tentang Roh Kebenaran / Roh Kudus dimana Yesus sendiri yang mengatakan bahwa : 

Yohanes 14:16-17 
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. 

Roh Kebenaran atau Roh Kudus adalah penolong yang menyertai kita selamanya wow, bukan sebentar tetapi selamanya, bahkan Yesus mengatakan bahwa setelah ia pergi meninggalkan dunia ini maka Roh Kudus yang menyertai kita. 

Yohanes 16:7 
Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu 

Adalah mengherankan bila masih ada umat katolik yang meragukan peranan Roh Kudus? yang seharusnya sudah tahu tentang hal ini dan hari ini Injil Yohanes mengajak kita untuk mengenal peranan Roh Kudus. (Yohanes 16:12-15). 

1) Roh Kudus memimpin kita ke dalam 
     seluruh kebenaran (ayat 13). 
2) Roh Kudus memberitakan hal-hal 
     yang akan datang (ayat 13). 
3) Roh Kudus memberitakan segala 
     sesuatu dari Yesus (ayat 14-15). 

Yesus berulangkali mengatakan diriNya dan Bapa adalah satu (Yohanes10:30); segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya (Yohanes 16:15a) dan hubungan diriNya dengan Roh Kudus. 

Setelah memahami kebenaran ini maka hendaknya tidak ada keraguan tentang peranan Roh Kudus. 

Kita bisa mengetahui karya Roh Kudus di kitab kisah para rasul, contohnya : 
Paulus dan Silas melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia (Kisah 16:6). 

Sepanjang kitab Perjanjian Baru ada begitu banyak karya Roh Kudus bisa kita ketahui, terutama setelah wafat, kebangkitan, dan kenaikan Yesus ke Surga yang besok kita peringati setiap tahunnya. 

Bagaimana dengan keadaan sekarang, apakah peranan Roh Kudus masih berlangsung dalam hidup kerohanian kita? jawaban setiap orang bisa berbeda tergantung sejauh mana seseorang mau membuka hati bagi karya Roh Kudus. 

Anda harus mengalami Roh Kudus dan bila belum mengalamiNya maka minta kepada Bapa supaya Roh Kudus menggema di hatimu. 

Lukas 11:13 
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya. 

Bagi anda yang terlibat dalam pelayanan dan dalam tugas perutusan / pengInjilan maka peranan Roh Kudus begitu penting melalui KaruniaNya; Karunia Roh Kudus. 

Silahkan baca 1 Korintus 12:7-11 mengenai 9 macam Karunia Roh Kudus dan juga tertera di kitab Roma. 

Roma 12:6-7 
Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. 

Jikalau begitu, hal-hal apalagi bagi anda yang masih ragu-ragu mempercayai peranan Roh Kudus. 

Dan semestinya bukan hanya kalangan karismatik katolik saja yang giat menggali serta mendalami Roh Kudus tetapi hendaknya setiap orang percaya kepada Yesus, seharusnya juga percaya kepada Roh Kudus dan kepada Allah Bapa dalam kesatuan Allah Tritunggal Maha Kudus. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku mengalami Roh Kudus dan hatiku terbuka bagi Roh Kudus berkarya di dalam hidupku? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan VI Paskah 
Warna Liturgi : Putih

Kisah 17:15,22-18:1 
Mazmur 148:1-2,11-14 
Yohanes 16:12-15 
BcO : Kisah 21:40-22:21 

============= ☆☆☆ ============ 

Selasa, 03 Mei 2016

JALAN, KEBENARAN, DAN HIDUP








Selasa, 3 Mei 2016 
       
Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 
                                       (Yohanes 14:6)

Banyak jalan menuju Roma, ungkapan yang biasa dikatakan banyak orang untuk menjelaskan bahwa ada banyak pilihan alternatif yang bisa diputuskan menurut pemikiran masing-masing. 

Saking banyaknya pilihan maka bisa saja menimbulkan konflik sebab merasa pilihan yang dipilihnya adalah yang terbaik dibandingkan pilihan orang lain. 

Agama adalah salah satu alternatif yang berpotensi merusak hubungan sesama manusia sebab keyakinan iman setiap orang berbeda-beda tergantung situasi dan kondisi yang melatar-belakangi keputusannya untuk percaya kepada suatu agama tertentu. 

Ada sebuah kesaksian dimana tadinya ia beribadah kepada agama 'X' namun saat didoakan oleh seorang umat kristiani, penyakit yang dideritanya disembuhkan dan menggugah hatinya menjadi percaya kepada Yesus, lalu dibaptis. 

Sebaliknya bisa terjadi pada seorang umat katolik yang melepaskan iman percaya kepada Yesus karena menikah dengan pasangannya yang beragama non katolik. 

Pertanyaannya adalah : 
apakah orang tersebut divonis sebagai pengkhianat atau murtad oleh agama semula yang dipercayainya dan dipuji oleh agama yang baru ia akui percaya? 

Bacaan Injil hari ini, Yesus mengatakan bahwa diriNya adalah Jalan, Kebenaran, dan hidup bagi orang yang mau percaya kepadaNya sebab hanya melalui diriNya maka orang tersebut akan mengenal Bapa dan memperoleh hidup kekal di rumah Bapa di Surga. 

Kita tidak perlu repot2 mempersoalkan apakah perkataan Yesus ini terkesan arogan dan berlebihan sebab agama lain yang non kristiani, tidak ada yang berani mengatakan pernyataan seperti yang Yesus deklarasikan. 

Kita fokus mau merenungkan dari sisi iman kristiani atau khususnya dari sisi iman katolik yang kita imani. 

Kita mau percaya pada perkataan Yesus dengan iman teguh tanpa ragu-ragu sebab kita yakin hanya melalui Yesus maka kita diselamatkan dari kematian kekal di alam maut dan memperoleh kehidupan kekal di Surga. 

1 Korintus 15:2 
Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. 

Ini dasar iman percaya kita pada Yesus dan jangan sampai tergoyahkan oleh karena penderitaan hidup yang dialami saat ini sehingga menjadi tawar hati, kemudian berbalik arah meninggalkan iman percaya kepada Yesus. 

Seperti bangsa Israel yang mudah sekali goyah di saat keinginan mereka belum dikabulkan oleh Allah. 

Sudah terlalu sering kita dengar dan sampai hafal merenungkan perkataan Yesus mengenai jalan, kebenaran, hidup, terlebih lagi pada ayat dibawah sangat diharapkan terealisasi dalam hidup kita. 

Yohanes 14:14 
Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya 

Kita harus mengenal cara kerja Tuhan dari Alkitab dan dari mukjijat yang kita alami atau dari kesaksian orang lain. 
Terlebih penting lagi dari hubungan kita dengan Tuhan di dalam doa dan relasi intim bersaat teduh bersamaNya. 

Contohnya kita bisa memetik pelajaran dari yang dialami raja Hizkia dimana jalan Tuhan menetapkan bahwa ia akan mati. 

2 Raja 20:1 
Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman Tuhan: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi

Tetapi Hizkia memohon agar diberi umur yang panjang karena 

Hizkia protes kepada Tuhan karena merasa dirinya telah berbuat kebaikan dan telah hidup dengan setia. 

2 Raja 20:2-3 
Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada Tuhan: "Ah Tuhan, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mataMu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat

Hizkia menangis dengan sangat, dapat diartikan ia merasa Tuhan tidak adil terhadap dirinya yang ia klaim sudah hidup di dalam kebenaran Tuhan dan selayaknya ia diberi kesempatan hidup. 

Kita lihat disini, Hizkia berpandangan berbeda dengan Tuhan mengenai jalan, kebenaran, dan hidup. 

Jalan = ia merasa sudah di jalan Tuhan 
Kebenaran = sudah hidup setia & tulus 
Hidup = ia menuntut hidup lebih lama 

Akhirnya Tuhan menuruti keinginan Hizkia dimana umurnya diperpanjang 15 tahun lagi. 

2 Raja 20:5-6 
Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umatKu: Beginilah firman Tuhan, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah Tuhan. Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hambaKu. 

Bukankah kita seringkali tidak terima keputusan Tuhan yang telah mengatur jalan, kebenaran, dan hidup kita, seperti yang Hizkia lakukan. 

Tuhan ijinkan keinginan kita diturutinya tetapi kita harus menanggung akibatnya sebab IA adalah Tuhan atas hidup kita. 
IA sudah tahu apa yang akan terjadi pada hidup kita sekian tahun ke depan sedangkan kita hanya tahu hidup masa lalu sampai hidup hari ini, hidup saat ini. 

Tahukah anda bahwa akibat Hizkia protes tidak mau menerima keputusan Tuhan maka setelah ia mati 15 tahun kemudian, ia digantikan anaknya bernama Manasye sebagai raja Yehuda. 

Manasye lahir pada masa umur Hizkia diperpanjang 15 tahun sebab ia menjadi raja menggantikan Hizkia, ayahnya pada saat Manasye berusia 12 tahun. 
Ternyata Manasye semasa memerintah Yehuda telah berbuat jahat. 

2 Raja 21:1-2 
Manasye berumur dua belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh lima tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Hefzibah. 
Manaaye melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau Tuhan dari depan orang Israel. 

Tragis sekali akibat kesalahan Hizkia dimana anaknya dan keturunan berikutnya berbuat serupa dengan Manasye, artinya mereka telah melakukan perbuatan yang jahat. 
(baca selengkapnya 2 Raja 21:1-18). 

Dari peristiwa Hizkia ini maka kita akan berhati-hati bila mau komplain kepada Tuhan atau mau mengambil jalan sendiri dan tidak mau mengikuti jalan Tuhan. 

Demikian juga kita tidak gegabah mengakui kebenaran menurut pendapat dan pemikiran diri sendiri. 
Hidup yang kita jalani sekarang ini akan terus berada di dalam koridor hidup sesuai jalan dan kebenaran Tuhan. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku telah menyelaraskan jalan, kebenaran, dan hidup sesuai dengan yang Tuhan kehendaki dan aku tidak berontak menurut kemauanku sendiri? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pesta St.Filipus dan Yakobus 
Warna Liturgi : Merah 

1 Korintus 15:1-8 
Mazmur 19:2-5 
Yohanes 14:6-14 
BcO : Wahyu 18:21-19:10 

============= ☆☆☆ ============ 

Senin, 02 Mei 2016

JADILAH SAKSI KRISTUS

Senin, 2 Mei 2016 

Kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. 
                                (Yohanes 15:27) 

Saksi adalah orang yang menyaksikan perbuatan orang lain dan dirinya terlibat di dalam keadaan tersebut. 

Saksi Kristus adalah orang yang melihat dan mengalami kasih Tuhan; bagaimana Tuhan Yesus mengubah hidupnya yang semula berada di dalam kesesakan menjadi hidup di dalam damai sejahtera dan sukacita Tuhan. 

Lidia adalah seorang penjual kain dari kota Tiatara mengalami jamahan Tuhan ketika mendengarkan perkataan Paulus yang menarik perhatiannya. 

Kisah 16:14 
Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 

Mesii tidak dituliskan tentang apa yang dibicarakan Paulus kepada Lidia dan perempuan lainnya namun setidaknya kita bisa menduga Paulus menceritakan dirinya mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan hidupnya diubahkan. 

Orang yang membuka hatinya di saat ia mendengarkan pemberitaan Injil maka kuasa Tuhan menjamah dirinya dan pasti ada perubahan di dalam dirinya. 

Perubahan itu biasanya drastis bagi orang yang belum tahu tentang Yesus menjadi percaya dan bersedia dibaptis dan hal seperti ini terjadi pada Lidia. 

Kisah 16:15 
Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya. 

Orang harus mengalami sendiri jamahan Tuhan untuk mengetahui seperti apa perjumpaan dengan Tuhan dan biasanya hati orang tersebut terharu merasakan betapa Tuhan itu baik kepada dirinya. 

Perjumpaan dengan Tuhan membawa kelegaan dan kelepasan beban yang menghimpit diri kita atau bisa seperti yang dialami Paulus menjadi buta saat berjumpa dengan Tuhan karena semula ia menentang dan membunuh orang yang percaya kepada Yesus. 

Kisah 9:4-5,8 
Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" KataNya: Akulah Yesus yang kauaniaya itu. 
Kemudian Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. 

Baca selengkapnya Kisah pasal 9 dimana kita melihat bagaimana Paulus mengalami perubahan drastis dari seorang pembunuh umat Kristen, lalu bertobat dan menjadi saksi Kristus hingga akhir hayatnya. 

Bagaimana dengan kita? 

Telah sekian tahun kita percaya kepada Yesus; tanyalah pada diri kita sendiri sampai sejauh mana sudah menjadi saksi Kristus? 

Tidak tergerakkah hati kita melihat orang lain yang belum tahu tentang Yesus sedang kebingungan menemukan Sang Juruselamat yang menolong hidupnya. 

Bukankah melalui kesaksian hidup kita yang mengalami kasih Tuhan akan menarik perhatian mereka untuk percaya kepada Yesus; seperti yang dialami oleh Lidia mendengarkan kesaksian Paulus. 

Kesaksian hidup kita tidak hanya membawa dampak bagi orang yang belum percaya kepada Yesus tetapi juga menyadarkan kembali orang beriman yang telah meninggalkan Yesus. 

Yesus mengingatkan kepada kita agar menjadi saksiNya dan jangan takut terhadap penolakan orang atau bahkan akan dikucilkan dan disingkirkan orang karena mereka tidak suka dengar kesaksian kita. 

Yohanes 16:2 
Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. 

Perhatikan nasehat Yesus ini supaya kita tidak tawar hati atau kecewa kepada Yesus karena sepertinya Yesus tidak membela kita pada saat kita dikucilkan dan dianiaya. 

Yohanes 16:1 
Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. 

Sudah banyak terjadi dimana semula menggebu-gebu menjadi saksi Kristus tetapi ditengah perjalanan muntaber alias mundur tanpa berita. 

Ada beberapa penghalang besar yang menyebabkan seseorang tidak mau menjadi saksi Kristus atau penyebab yang membuat seseorang mundur dan tidak mau lagi menjadi saksi Kristus adalah 

Pertama 
sibuk mengumpulkan harta dunia 

Suatu ironi yang berulangkali terjadi dari satu generasi ke generasi berikutnya dimana hampir sebagian besar umat manusia mengandalkan hidup kepada harta dunia sehingga tidak heran bila menjadi fokus dan tujuan utama hidup. 

Perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh (Lukas 12:13-21) seharusnya diperhatikan sungguh-sungguh sebagai suatu peringatan bagi orang yang ingin mengumpulkan harta dunia. 

Oleh sebab itu mereka tidak peduli dan meremehkan nasehat untuk menjadi saksi Kristus. 

Bagi mereka, menimbun harta dunia lebih menarik daripada menjadi saksi Kristus dan berpandangan bahwa nanti akan menyumbang dana buat gereja dan kepentingan pelayanan; dan biarlah orang lain saja menjadi saksi Kristus, asalkan bukan dirinya. 

1 Timotius 6:17-19 
Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya. 

Kedua 
Kesenangan dan kenikmatan dunia 

Gemerlap dunia yang menawarkan kesenangan dan kenikmatan lebih menarik daripada menjadi saksi Kristus. 

Contoh kecil saja, 
orang lebih suka menonton video atau acara televisi, atau lebih memilih main olahraga kesukaannya, atau pergi ke undangan makan, daripada pergi ke gereja atau ke lingkungan, persekutuan doa, dan acara rohani lainnya. 

Apalagi mau menjadi saksi Kristus, wah ada banyak hal terasa mengekang kebebasan karena harus rutin dan perlu komitmen tinggi sedangkan keinginan hati mau menikmati kesenangan dunia. 

Lukas 21:34 
Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. 

Ketiga 
Takut dan gentar menghadapi aniaya 

Jujur saja perasaan takut dan gentar ketika menghadapi tantangan sebagai saksi Kristus menjadi salah satu alasan yang membuat orang ragu-ragu. 

Sebab banyak terjadi intimidasi, aniaya bahkan ancaman akan dibunuh yang menimpa diri seorang saksi Kristus meskipun tahu Tuhan akan membela tetapi tetap saja menggetarkan hati bila harus berhadapan dengan hal tersebut. 

Lukas 12:11-12 
Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan. 

Keempat 
Tawar hati dan jenuh 

Menghadapi penolakan dan dikucilkan dari pergaulan merupakan hal yang tidak mengenakkan hati bagi seorang saksi Kristus sebab bagaimanapun juga kita ini manusia biasa yang perasaan hati mempengaruhi semangat melayani. 

Tidak mudah mengosongkan diri sebab ada banyak proses yang harus dilewati dan membutuhkan waktu yang lama hingga pikiran dan perasaan hati kita tegar menghadapi tantangan sebagai saksi Kristus. 

Salah satu yang sangat mempengaruhi adalah sikap tawar hati dan kejenuhan sehingga kerapkali semangat menjadi kendor dan roh kita panas dingin. 

Roma 12:11 
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. 

JADI, 

Penghalang-penghalang tersebut diatas harus bisa kita atasi dan sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu agar supaya pada saat hal itu terjadi maka kita sudah siap sedia menghadapinya. 

Menjadi saksi Kristus itu bukan suatu pilihan melainkan suatu keputusan yang didorong oleh tujuan kita membalas kebaikan Tuhan Yesus yang telah memberi diriNya untuk menyelamatkan diri kita dan juga oleh karena kita sudah mengalami hidup di dalam kasihNya. 

Lukas 21:17-19
Kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan mempeoleh hidupmu.


REFLEKSI DIRI 

Sudahkah aku menjadi saksi Kristus dengan meninggalkan zona kenyamanan hidupku yang cenderung tidak peduli kepada orang lain? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan VI Paskah 
Warna Liturgi : Putih

Kisah 16:11-15 
Mazmur 149:1-6,9 
Yohanes 15:26-16:4a
BcO : Kisah 21:1-26 

============= ☆☆☆ ============