Sabtu, 05 September 2015

MURID YESUS MEMETIK GANDUM DI HARI SABAT



Shalom,
Bacaan hari Sabtu 5 September 2015 menurut kalender liturgi katolik :
Kolose 1:21-23
Lukas 6:1-5
Mazmur 54:3-4,6,8
Hari ini gereja Katolik memperingati Beata Teresa dari Kalkuta.
 
Bacaan Injil Lukas hari ini mengenai murid-murid Yesus memetik
gandum pada hari Sabat dan ditegur oleh beberapa orang farisi.

Lukas 6:1-2
pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum,
murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara
mereka menggisarnya dengan tangannya tetapi beberapa orang Farisi
berkata: "mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan
pada hari Sabat?"
orang-orang farisi tidak mampu mengerti makna terdalam hari Sabat
mereka terpaku pada hal-hal lahiriah saja yaitu pada peraturan saja
dan tidak melihat mana yang lebih penting :
menolong orang ataukah mentaati peraturan secara kaku.
kita bisa saksikan sekarang ini juga ada orang-orang tertentu yang
sangat saklek atau sangat kaku memberlakukan peraturan.
di satu sisi memang baik, menjunjung tinggi ke disiplinan dan ketaatan
tetapi di sisi yang lain, tidak mampu membedakan manakah yang harus
didahulukan antara perbuatan kasih dengan disiplin dan ketaatan.
peraturan hari Sabat sangat keras,
Keluaran 31:14-15
haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu;
siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati,
sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu
harus dilenyapkan dari antara bangsanya.
enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang
ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi
Tuhan setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat,
pastilah ia dihukum mati maka haruslah orang Israel memelihara hari
Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.
tentu orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat akan mengatakan bahwa
peraturan hari Sabat ini merupakan peraturan yang ditetapkan Allah
padahal mereka menambahi peraturan hari Sabat.
( menurut ahli teologi ada 39 peraturan tambahan hari Sabat ).
Yesus sangat jelas mengatakan bahwa :
Lukas 6:5
kata Yesus lagi kepada mereka:
"Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
lebih jelas dari Injil sinoptik lainnya menjelaskan tujuan ditetapkannya
peraturan hari Sabat, yaitu dari :
Markus 2:27-28
kata Yesus kepada mereka: "hari Sabat diadakan untuk manusia dan
bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga
Tuhan atas hari Sabat."
Anak Manusia = Yesus Kristus
jadi Yesus adalah Tuhan atas hari Sabat.
Yesus berhak menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan
pada hari Sabat tetapi pada dasarnya mereka tidak mengakui Yesus
adalah Mesias, tentu saja tidak mengakui Yesus adalah Tuhan.
kita manusia ini mana bisa menentang Tuhan, yang menciptakan kita.
sepuluh perintah Tuhan diberikan melalui Musa, disebabkan bangsa
Israel kerapkali tidak mau hidup seturut kehendak Tuhan; mereka mau
hidup menurut cara mereka sendiri.
kita bisa baca kitab keluaran, bilangan, ulangan, yang banyak memuat
tentang perilaku bangsa Israel yang tegar tengguk, berulangkali melawan
peraturan dan ketetapan Tuhan.
JADI
hari Sabat ditetapkan supaya mereka mau beribadah kepada Tuhan
maka ditetapkan satu hari untuk beristirahat dari kegiatan duniawi.

demikian juga berlaku bagi kita umat beriman kepada Yesus,
seharusnya kita memprioritaskan waktu kita ber-relasi intim dengan
Tuhan setiap hari; bukan dari sisa waktu yang kita berikan untuk Tuhan.
disamping itu, setiap peraturan dan ketentuan yang kita ketahui,
hendaknya tidak dilihat dari sisi pengetahuan saja melainkan harus
dimengerti makna terdalam yang terkandung didalamnya.
seringkali orang beriman bertengkar memperdebatkan kebenaran
firman Tuhan yang dipahaminya, seakan-akan itulah kebenaran yang
absolut dan mengklaim kebenaran yang ia yakini adalah kebenaran
yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
tiada kebenaran dimulai dari kericuhan sebab kebenaran itu seharusnya
memerdekakan kita dari keinginan nafsu kedagingan dan kebenaran
yang absolut ada pada Tuhan, bukan ada pada manusia.
banyak orang yang belagak tahu kebenaran padahal semua itu untuk
kepentingan diri sendiri dan terkadang ia tidak tahu makna terdalam
dari kebenaran yang diagungkannya tetapi belagak mengerti.
1 Timotius 6:3-4
jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan
sehat yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus dan tidak menurut ajaran
yang sesuai dengan ibadah kita, ia adalah seorang yang berlagak tahu
padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan
bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga....
Semoga kita dengan sadar menjauhi sikap orang-orang farisi yang
lebih mengutamakan kebenaran menurut pendapat mereka sendiri
sebaliknya hendaklah kita dengan rendah hati mau terus-menerus
hidup di dalam kebenaran Tuhan, dengan cara bergaul karib dengan
kebenaran firman Tuhan yang tertulis di kitab suci maupun
yang diwahyukan Tuhan kepada masing-masing pribadi.

Salam Kasih,
Surya Darma

Rabu, 02 September 2015

YESUS MENYEMBUHKAN IBU MERTUA PETRUS










Shalom,
Bacaan hari Rabu 2 September 2015 menurut kalender liturgi katolik :
Kolose 1:1-8
Lukas 4:38-44
Mazmur 52:10-11
Bacaan Injil Lukas hari ini mengenai Yesus menyembuhkan ibu mertua
Petrus dan menyembuhkan orang-orang lainnya.
Lukas 4:38-39
kemudian Yesus meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah
Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta
kepada Yesus supaya menolong dia maka Ia berdiri di sisi perempuan
itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia.
perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.
orang-orang mencari Yesus dengan berbagai tujuan;
- ada yang minta disembuhkan dari penyakitnya
- ada yang minta dibebaskan dari belenggu setan
- ada yang minta pemulihan relasi keluarga
- ada yang minta berkat berupa uang dan harta
pokok e semua orang mencari Yesus memohon kesembuhan.
berita kesembuhan ibu mertua Simon menyebar luas dan mengundang
banyak orang berbondong-bondong datang kepada Yesus supaya
mereka juga mengalami kesembuhan dari berbagai penyakit dan
terbebas dari belenggu kuasa setan.
Lukas 4:40
ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya
orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit.
Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan
menyembuhkan mereka.dari banyak orang keluar juga setan-setan
sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah."

sebelumnya di Kapernaum tatkala Yesus mengajar di rumah ibadat
setan tidak tahan dan keluar dari tubuh seseorang yang kerasukan
dan setan juga mengenal Yesus, dengan mengatakan :
"hai Engkau, Yesus dari Nazaret, apa urusan_mu dengan kami?
Engkau datang hendak membinasakan kami.
aku tahu Engkau Yang Kudus dari Allah"
(Lukas 4:34)
setan mengenal Yesus adalah Anak Allah sedangkan saat itu
murid_murid Yesus mengenal Yesus adalah seorang Rabi, dan
mereka belum mengerti bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Mesias.
sekarang saja masih ada orang beriman kepada Yesus tetapi masih
ragu-ragu mengakui Yesus adalah Anak Allah, atau sebagai Allah
sebab berdasarkan logika lebih pas jika Yesus adalah Nabi.
pemahaman tentang Allah TriTunggal Maha Kudus masih dangkal
sehingga tidak heran jika masih diliputi keraguan.
ada seorang teman mengeluh dan mempertanyakan :
mengapa di kitab suci Yesus menyembuhkan semua orang yang sakit
yang datang kepada-Nya sedangkan di jaman sekarang ini tidak semua
orang yang memohon kesembuhan dari Yesus dikabulkan?

ternyata ia kecewa kepada Yesus sebab ia memohon kesembuhan
buat ibunya, tidak dikabulkan malah ibunya meninggal dunia.
sedikitnya ada empat penyebab seseorang mengalami sakit :
1. pola makan tidak teratur dan porsinya berlebihan
2. makanannya tidak bersih atau ada virus dan sejenisnya
3. pengaruh psikis / mental / jiwa
4. pengaruh roh jahat / setan
sakit disebabkan pola makan tidak teratur dan oleh virus,
dapat diatasi dengan minum/makan obat dokter atau obat tradisional
sakit yang disebabkan pengaruh roh jahat / setan, seperti kerasukan
tidak ada jalan lain kecuali melalui kuasa doa dan puasa.
sakit yang disebabkan pengaruh psikis / tekanan mental atau kejiwaan,
memerlukan kesabaran sebab tergantung pada keinginan si penderita
apakah ia mau melepaskan beban yang menekan pikiran, perasaannya.
terkadang seorang mengalami sakit karena ia mendendam kepada
orang lain dan akibatnya perasaannya terluka sehingga kesehatannya
terganggu karena tidak dapat mengendalikan emosi dan perasaannya.

biasanya pendekatan konseling dan pendekatan psikologi mampu
untuk mengatasi tekanan mental atau kejiwaan seseorang.
terkadang kasus tertentu seperti halnya dendam atau kebencian,
menyangkut iman seseorang; apakah ia mau mengampuni atau tidak?
ke 4 penyebab timbulnya suatu penyakit harus dipahami dahulu,
dan seringkali orang beriman cepat mengambil kesimpulan bahwa
Tuhan Yesus tidak mau menyembuhkan penyakit dirinya atau orang lain
yang didoakannya.
Ada 4 faktor mempengaruhi proses kesembuhan / pemulihan

1. Iman
    Matius 17:20b
   sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja
   kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana
   maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.


melalui iman,
sifat dan sikap seseorang dapat berubah
pola pikiran seseorang dapat berubah
perasaan seseorang dapat dikendalikan
perbuatan seseorang dapat dipertanggung-jawabkan
2. Rencana Tuhan
selain iman, satu hal yang tidak boleh kita lupakan bahwa :
ada Rencana Tuhan yang ditujukan kepada si sakit atau keluarganya
atau bisa juga ditujukan buat menyatakan Kemuliaan Tuhan, seperti
yang dialami orang buta sejak lahir.
Yohanes 9:1-3
waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat
dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena
pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
3. Ujian / Pencobaan
1 korintus 10:13
pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan
biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan
karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui
kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan
kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
kita masih ingat kisah Ayub yang menderita sakit kusta dan mengalami
kematian anak-anaknya dan kehilangan harta karena ada pencobaan
didalangi setan dan atas ijin Tuhan untuk menguji kesetiaan imannya.
Ayub 1:9,11-12
jawab Iblis kepada Tuhan: "apakah dengan tidak mendapat apa-apa
Ayub takut akan Allah? tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala
yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."
maka firman Tuhan kepada Iblis: "nah, segala yang dipunyainya ada
dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu
terhadap dirinya." kemudian pergilah Iblis dari hadapan Tuhan.
JADI,
ada banyak faktor penyebab mengapa permohonan doa kepada
Tuhan untuk kesembuhan / pemulihan dikabulkan atau tidak, yaitu :
pelajari dan pahami dahulu ke 4 penyebab timbulnya penyakit
dan 3 faktor proses kesembuhan.
sekali lagi faktor Iman seseorang itu sangat vital dan peranannya
teramat sangat penting untuk menentukan cepat atau lambatnya
proses penyembuhan / pemulihan dalam diri seseorang.
seringkali bukan karena tidak percaya kepada Tuhan yang menjadi
penyebab suatu doa belum terjawab tetapi adanya keraguan atau tidak
yakin bahwa Tuhan mau menolong dirinya.
hal ini disebabkan masih ada dosa yang belum dibereskan sehingga
hatinya terintimidasi oleh dosanya.
1 Yohanes 3:21-22 
saudara-saudaraku yang kekasih,
jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian
percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta,
kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala
perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
selain itu kita tidak sabar menanggung penderitaan sehingga seringkali
kita mengeluh dan pengharapan kita tergerus oleh kekhawatiran
akibatnya kondisi kita semakin lemah dan pada akhirnya putus-asa.

Amsal 18:14 
orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya,
tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?
Amsal 17:22 
hati yang gembira adalah obat yang manjur,
tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
jangan pernah hilang pengharapan di dalam hidup kita walaupun
situasi hidup sedang dalam penderitaan sebab semangat yang patah
membuat sakit kita semakin parah dan hidup menjadi semakin suram
tidak ada kegembiraan dan kegairah hidup lagi.

Salam Kasih,
Surya Darma 

Selasa, 01 September 2015

YESUS MENGAJAR DI RUMAH IBADAT














Shalom,
Bacaan hari Selasa 1 September 2015 menurut kalender liturgi katolik :
1 Tesalonika 5:1-6, 9-11
Lukas 4:31-37
Mazmur 27:1,4,13-14
Bacaan Injil Lukas hari ini mengenai Yesus mengajar di rumah ibadat
di Kapernaum, setelah sebelumnya mengajar di rumah ibadat di Nazaret.
Lukas 4:31
kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu
mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar
pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa
.
garis bawahi : perkataan-Nya penuh kuasa
artinya Kuasa Yesus mengalir pada saat Ia mengajar.

mereka takjub mendengar pengajaran Yesus karena tidak seperti biasa
pengajaran yang dilakukan ahli taurat atau orang farisi, yang isinya
lebih banyak menekan orang dengan berbagai peraturan.
Matius 23:4
mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya
di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya
.
sedangkan pengajaran Yesus, ada kuasa dalam perkataan-Nya
hal ini terbukti ada seorang yang kerasukan setan tidak tahan
mendengar perkataan Yesus yang penuh dengan kuasa tersebut.
Lukas 4:33-35
di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan
ia berteriak dengan suara keras: "hai Engkau, Yesus orang Nazaret,
apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan
kami? aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."

Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!"
setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak,
lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya
.

dari sini kita bisa ketahui bahwa setan tidak tahan mendengar perkataan
Yesus atau dapat dikatakan setan akan pergi ketika Nama Yesus disebut.
Filipi 2:9-11
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan
kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus
bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan
yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus
adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa !
setan tahu siapa sesungguhnya Yesus dan mengakui Yesus :
Yang Kudus dari Allah.
sedangkan manusia, masih banyak yang belum percaya Yesus
adalah Yang Kudus dari Allah.
setan kabur begitu mendengar Nama Yesus karena takut
setan tidak tahan mendengar perkataan Yesus
manusia tidak takut kepada Yesus, tidak takut kepada Tuhan Allah
manusia tidak mau mendengarkan Tuhan
patut disayangkan jika seseorang mengaku percaya kepada Yesus
tetapi tidak mau mengenal lebih dalam pribadi Yesus.
perlu dipertanyakan :
apa yang menjadi dasar kepercayaannya kepada Yesus?
motivasi apa yang mendorong dirinya mau mengakui Yesus?
tetapi tidak peduli dan tidak mau mendengarkan perkataan Yesus.
manusia memang sangat dikasihi Allah,
buktinya : manusia berbuat dosa terus menerus tetapi Allah selalu
mengampuni manusia bila mau bertobat.
Yesaya 1:18
sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju;
sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih
seperti bulu domba
.
1 Yohanes 1:9
jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga
Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita
dari segala kejahatan
.
sebaliknya tidak ada pengampunan diberikan kepada setan/iblis,
padahal setan/iblis adalah malaikat yang memberontak kepada Allah.

Yesaya 14:12-15
engkau yang tadinya berkata dalam hatimu:
aku hendak naik ke langit,
aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah,
aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan,
aku hendak menyamai Yang Mahatinggi!
sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan,
ke tempat yang paling dalam di liang kubur.
Wahyu 12:7-9
maka timbullah peperangan di sorga.
Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan
naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat
bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang
menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan
ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
Yesus adalah Juru Selamat bagi manusia.
dan kita yang sudah percaya kepada Yesus, hendaknya tetap setia
kepada Yesus yang telah menyelamatkan kita dari alam maut.
sebelum Yesus menebus manusia lewat kematian-Nya di kayu salib
Iblis berkuasa mencengkeram manusia lewat tipu dayanya sehingga
manusia terbelenggu dan terjerumus ke alam maut.
Ibrani 2:14-15
karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka
Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam
keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia,
yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian
Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam
perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
kuasa Iblis atas alam maut sejak manusia pertama (=Adam) berbuat
dosa, akhirnya telah dikalahkan Yesus dan membebaskan manusia
dari kematian kekal dan memberikan kehidupan kekal selamanya.
Wahyu 1:18
Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup.
Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya
dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut
.
Matius 28:18
Yesus berkata : kepada-Ku telah diberikan segala kuasa
di sorga dan di bumi.
demikianlah hendaknya kita mendengarkan perkataan Yesus dan
mau semakin mengenal Yesus, dengan cara membangun relasi
bersama Yesus setiap hari supaya senantiasa kita waspada dan
berjaga-jaga sampai nanti tiba saatnya pada hari kedatangan Yesus
kedua kali di dunia ini maka kita tetap setia hidup menurut perkataan
dan kehendak-Nya sehingga kita boleh menikmati kehidupan kekal.
1 Tesalonika 5:4-6
tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan,
sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena
kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang.
kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi
berjaga-jaga dan sadar.


Salam Kasih,
Surya Darma