Selasa, 20 Februari 2018

BAPA SUDAH TAHU KEBUTUHAN KITA









Selasa, 20 FEBRUARI 2018 

YESAYA 55:10-11 
MAZMUR 34:4-7,16-19  
MATIUS 6:7-15 

Matius 6:7-8 
Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepadaNya. 

Doa adalah komunikasi dua arah antara kita manusia dengan Tuhan Allah. 
Namun seringkali doa kita hanya satu arah yakni kita saja yang berbicara dan tidak memberikan kesempatan Tuhan bicara lewat saat teduh bersamaNya. 

Isi doa di dominasi 70%-90% permohonan berupa minta berkat rejeki, kesehatan, dan pemulihan relasi keluarga. 
Hanya 10%-30% isi doa mengucap syukur berterimakasih dan doa syafaat untuk orang lain (inipun untuk kerabat/teman). 

Akan tetapi bila doanya lama dikabulkan maka mulailah kecewa, menggerutu, dan bisa ngambek kepada Tuhan. 

Padahal Firman Tuhan hari ini amat jelas mengatakan bahwa : Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepadaNya. (Mat 6:8b). 

Pahami, simpan dalam hati dan pikiran kita bahwa Bapa kita di Surga sudah tahu kebutuhan dan keinginan kita. 

Bila belum dikabulkan doanya, gak usah ngambek, apalagi mutung alias murtad tidak mau percaya lagi kepadaNya. 

Bapa di Surga pasti memberikan terbaik menurut Bapa dan bukan menurut kita. 

Doa Bapa kami yang diajarkan Yesus itu adalah intisari doa kita kepada Allah Tritunggal Maha Kudus.

Saat tiba-tiba datang masalah hidup mengguncangkan diri kita, biasanya kita tidak mampu berdoa maka doa Bapa kami adalah solusi doa kita pada Tuhan. 

Dalam keadaan normal, kita bisa berdoa dengan bahasa kita sendiri dan tidak selalu berdoa Bapa kami. 

Kita bisa mengungkapkan isi hati kita kepada Tuhan dan berbicara langsung seperti halnya kita bicara kepada bapa atau papa/ayah kita.

Doa Bapa kami termasuk doa pengakuan iman kita yang percaya kepada Bapa di Surga yang pasti memelihara hidup kita. 

Oleh sebab itu, berdoalah pada Bapa di Surga dengan penuh keyakinan dan bukan dengan penuh tuntutan karena keyakinan iman kita Bapa di Surga pasti memberikan jawaban doa yang terbaik dan berguna bagi hidup kita. 

Salam Kasih, 
Surya Darma 

Senin, 19 Februari 2018

BERTANGGUNG-JAWAB ATAS PERBUATAN KITA









Senin, 19 FEBRUARI 2018 

IMAMAT 19:1-2,11-18   
MAZMUR 19:8-10,15 
MATIUS 25:31-46 

Matius 25:31,34 
Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaanNya. Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan

Setiap perbuatan yang kita lakukan mesti kita pertanggung-jawabkan di hadapan Tuhan Allah. 

Setiap orang tahu akan kebenaran ini namun sayangnya sebagian orang lalai melakukan perbuatan baik pada sesama karena mengejar kesenangan diri sendiri

Mengapa bisa terjadi demikian? 

Banyak orang tanpa sadar sebetulnya tidak takut akan konsekwensi akibat melanggar kehendak Tuhan karena lebih memilih memuaskan keinginan pribadi dan menganggap remeh Firman Tuhan. 

Disangkanya Tuhan pasti mengampuni dan tak akan menghukum karena Tuhan sangat mrngasihi manusia. 

Tuhan memang Maha Pengasih dan Maha Pengampunan namun Tuhan juga Hakim Agung menegakkan keadilan dan akan menjatuhkan hukuman bila orang berbuat kejahatan. 

Matius 25:46 
Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal. 

Menurut saya, 
Lebih baik takut akan hukuman Tuhan daripada beranggapan Tuhan tidak akan menghukum karena mengasihi kita. 

Takut disini berfungsi mengendalikan keinginan kita berbuat dosa karena kita tunduk pada kehendak/Perintah Tuhan

Lagipula Firman Tuhan mengatakan: 

Ibrani 12:5-6 
Sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkanNya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak." 

Berarti hukuman Tuhan pasti terjadi bila kita berbuat dosa dengan maksud untuk mendidik kita agar tidak melakukan lagi perbuatan dosa tersebut. 

Memang dosa-dosa kita diampuni tetapi kita mesti bertanggung-jawab akibat dari dosa yang kita lakukan. 

Contoh nyata adalah Daud. 
Dosa Daud memang diampuni tetapi Daud meski ia seorang raja bangsa Israel, tidak terlepas dari hukuman. 
(silahkan baca 2 Samuel 12:1-25). 

Pertobatan serta Pengampunan selalu mewarnai dinamika di sepanjang hidup kita di dunia ini. 

Jangan keraskan hati dengan tidak mau bertobat atas perbuatan dosa serta jangan keraskan hati dengan tidak mau mengampuni kesalahan orang lain. 

Ingatlah kita ini manusia berdosa dan terus berjuang melawan keinginan dan perbuatan dosa selama di dunia ini. 

Dengan berbuat banyak kebaikan pada sesama berarti kita tunduk pada Tuhan menghendaki kita berbuat kebaikan. 

Sebab pada dasarnya kita cenderung mau hidup untuk diri sendiri dan tidak peduli kepada kepentingan orang lain. 

Mikha 6:8 
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" 

Oleh sebab itu, marilah kita bebuat baik kepada setiap orang karena Tuhan Allah menghendaki kita berbuat demikian. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Sabtu, 17 Februari 2018

YESUS MENGHENDAKI : BERTOBATLAH DAN IKUT AKU












SABTU, 17 FEBRUARI 2018 

YESAYA 58:9b-14 
MAZMUR 86:1-6 
LUKAS 5:27-32 

Lukas 5:31-32 
Lalu jawab Yesus kepada mereka, kataNya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; 
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."  

Bacaan Injil hari mengenai Lewi, seorang pemungut cukai bertobat dan kemudian mengikuti Yesus. 

Lukas 5:27-28 
Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia

Perhatikan ada 3 hal dilakuń∑an Lewi saat menanggapi ajakan Yesus. mengikutiNya 

1) Berdirilah 
2) Meninggalkan segala sesuatu 
3) Mengikuti Yesus 

Berdirilah 

Galatia 5:1 
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan

kuk perhambaan = belenggu dosa 

Meninggalkan Segala Sesuatu 

Kolose 2:12a  
Karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan... 

Ibrani 12:1b 
Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita... 

Mengikuti Yesus 

Yohanes 14:6 
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup
Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 

Matius 11:29 
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 

pikullah kuk yang Kupasang = tunduklah kepadaKu atau tunduklah kepada Tuhan. 

JADI 

Hanya dengan bertobat dan mengikuti Yesus maka perjalanan hidup di dunia ini akan dituntun dan dibimbing oleh Tuhan hingga sampai akhirnya kita selamat dan beroleh hidup kekal di Surga. 

Pegang dan jangan lupakan hal ini !!! 

Dalam keadaan separah apapun hidup kita maka kembalilah kepada Tuhan dan hiduplah di dalam kebenaran Tuhan. 

Yoel 2:13 
Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukumanNya. 

Tuhan itu Maha Pengampun dan setiap orang memohon ampun kepadaNya akan diampuni Tuhan. 

Janganlah tidak jujur mengakui semua dosamu sebab mencelakakan dirimu dan buat apa pura-pura bertobat bila masih mau melakukan perbuatan dosa lagi. 

Roma 6:12 
Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Jumat, 16 Februari 2018

PUASA YANG DIKEHENDAKI TUHAN ALLAH













JUMAT, 16 FEBRUARI 2018 

YESAYA 58:1-9b  
MAZMUR 51:3-6,18-19 
MATIUS 9:14-15 

Yesaya 58:6-7 
Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! 

A. Tuhan Allah menghendaki kita pada saat berpuasa hendaknya melakukan

1) menolong orang yang teraniaya 
2) menolong orang lapar dan miskin 
3) menolong saudara kita 

Ketiga hal ini Yesus lakukan dan kitapun diminta untuk melakukannya. 

B. Kitab Yesaya menuliskan beberapa hal tidak boleh dilakukan saat berpuasa

Pertama 
Yesaya 58:3b 
Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. 

Kedua 
Yesaya 58:4a 
Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. 
Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. 

C. Tujuan kita berpuasa

1) bertobat dari dosa kita 
2) hidup menurut kehendak Tuhan 
3) berbuat kebaikan kepada sesama 

Perhatikan point A,B,C sebagai pedoman berpuasa yang berkenan bagi Tuhan

Contoh tidak baik dari sikap puasa yang dilakukan umat Israel di mata Allah tidak menerima puasa mereka meski sepintas mereka suka mendekat menghadap Allah dan menanyakan hukum-hukum Allah namun tidak melakukannya (ayat 1-2). 

Yesaya 58:3a 
"Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" 

Motivasi dan tujuan mereka berpuasa tidak benar di hadapan Tuhan Allah dan hal ini menjadi peringatan bagi kita juga. 

Berpuasa itu merupakan wujud nyata kita mempersiapkan diri menyambut Paskah dan salahsatu tindakan iman mengambil bagian dalam sengsara salib Yesus yang mengorbankan diri untuk menebus dosa kita manusia agar beroleh keselamatan

Semoga kita sungguh-sungguh menjalani puasa ini karena sadar akan dosa-dosa dan kelalaian kita. 

Kemudian kita kembali kepada Tuhan dan memperbaiki kesalahan dan dosa dengan menjalani hidup seturut kehendak Tuhan dan melakukan perintah Tuhan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma