Rabu, 25 Mei 2016

HARGAI PENGORBANAN YESUS









Rabu, 25 Mei 2016 

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.  
                     (1Petrus 1:18-19) 

Kita umat kristiani menjelang Paskah biasanya menyaksikan tablo atau film tentang penyaliban Yesus dan membuat hati terenyuh dan menitikan airmata. 

Setelah lewat hari Paskah, sepertinya kita kembali melakukan kebiasaan rutin yang seringkali melanggar dan berbuat dosa untuk memuaskan keinginan kita. 

Kita mudah diserang penyakit lupa dimana di saat Paskah, hati kita tersentuh melihat pengorbanan Yesus dan dalam hati berjanji kepada Yesus untuk merubah sikap kita tetapi begitu pesona duniawi menari di depan mata maka hati kita terpikat dan meraihnya. 

Kesadaran untuk hidup berjalan bersama Yesus mendadak sirna karena memilih mengikuti jalan dunia yang lebih instant bisa memenuhi keinginannya. 

Lupa bagaimana diri kita ditebus dengan darah Yesus dan kenangan penebusan tersebut di ingatan kita sebatas Paskah. 

Kalau mau jujur, berapa banyak umat kristiani menghargai pengorbanan Yesus yang rela disiksa dan mati di Salib. 

Mana ada orang yang mau mati untuk kita; boro-boro mau berkorban demi kita, menolong saja kagak, tak peduli kepada orang lain yang membutuhkan dirinya. 

Anda pasti pernah dikecewakan oleh orang lain yang semula anda berharap kepadanya tetapi kenyataannya pahit, menolak menolong anda. 

Sebetulnya kita sudah tahu bahwa tidak bisa berharap kepada orang lain namun seringkali kita masih saja berharap malah sampai menista diri sendiri alias menjilat (maaf) seperti anjing berharap tuannya memberikan sepotong tulang. 

Mengapa kita mutung atau ngambek kepada Yesus karena permintaan kita belum dikabulkan sedangkan kepada orang kaya; bisa bermanis muka dan merengek-rengek memelas minta belas kasihan darinya. 

Oleh sebab itu, lebih baik berharaplah terus menerus kepada Yesus sebab sudah terbukti di Injil bisa kita saksikan bahwa hati Yesus penuh belas kasihan dan Yesus tidak akan tahan melihat airmata kita. 

Kita masih ingat hati Yesus tidak tahan melihat airmata Maria yang memohon Yesus menyembuhkan Lazarus. 

Lukas 11:33  
Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hatiNya. Ia sangat terharu. 

Maria bersimpuh di kaki Yesus sedangkan Marta sibuk melayani, artinya kita harus dekat dengan Yesus; berdoa, bersaat teduh bersama Yesus. 
Yesus tidak butuh dilayani oleh kita kecuali Yesus suruh kita pergi melayani. 

Markus 10:45 
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang

Banyak orang tidak mengerti hal ini dan dikiranya dengan sibuk pelayanan seperti Marta maka permintaannya akan segera dikabulkan dan ternyata belum dikabulkan Yesus, lalu ngambek dan muntaber dari pelayanan. 

Serupa tapi tidak sama, yang terjadi pada Yohanes dan Yakobus yang minta jabatan kepada Yesus. 

Markus 10:35,37 
Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepadaNya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!" 
Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaanMu kelak, yang seorang lagi di sebelah kananMu dan yang seorang di sebelah kiriMu." 

Coba saja lihat disekitar kita, 
demi ambisi bergabung ke komunitas satu ke komunitas lainnya dengan tujuan mencari kemuliaan diri sendiri; pengen namanya ngetop, dipuji banyak orang atau demi kepentingan bisnis. 

Yesus tahu motivasi kita, seperti halnya motivasi Yohanes dan Yakobus yang mau ngetop menjadi wakil Yesus di sebelah kanan dan di sebelah kiri Yesus. 

Melayani itu bukan sekedar jadi panitia atau pengurus komunitas tertentu tetapi lebih dari itu, memberi diri bahkan sampai mengorbankan diri dan bisa mengalami seperti Yesus mati disalib. 

Markus 10:38 
Tetapi kata Yesus kepada mereka: 
"Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?"  

Orang itu jika sudah berambisi biasanya pikirannya gelap karena tertutup oleh keinginannya membabi-buta dan kita dengar jawaban Yohanes-Yalobus. 
Jawab mereka: "Kami dapat." (ayat 39a). 

Kita tidak perlu berambisi di pelayanan sebab Allah yang akan promosikan diri kita ke tingkat pelayanan tertentu sesuai kapasitas kita memikul tanggung jawab yang lebih besar lagi. 

Markus 10:39b-40 
Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. 
Tetapi hal duduk di sebelah kananKu atau di sebelah kiriKu, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan."  

Yesus menasehati mereka berdua bahwa harus menjadi pelayan atau hamba bagi orang lain yang dilayani. 

Markus 10:43-44 
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya

wow...mudah-mudahan tidak sampai menyurutkan niat anda mau melayani setelah mendengar nasehat Yesus? 

Sungguh mengherankan bila masih terlihat berambisi di area pelayanan rohani padahal sudah tahu tidak boleh, memang aneh yach, semakin dilarang semakin dilanggar!!! 

Padahal melayani itu tidak mudah sebab harus mau berkorban; tidak hanya uang tetapi waktu, tenaga, ego kita, bahkan banyak ujian iman lainnya. 

JADI, 

Sekarang kita mengerti betapa berat derita yang ditanggung Yesus untuk melayani kita manusia dengan satu tujuan yakni mau menyelamatkan kita manusia dari alam maut. 

Yesus mengorbankan dirinya sampai habis dengan bercucuran darah demi menyelamatkan kita. 

Masihkah kita anggap remeh dan tidak menghargai pengorbanan Yesus, dengan berbuat dosa semaunya dewek? 

REFLEKSI DIRI 

Sudahkah aku tinggalkan cara hidupku yang lama yang sia-sia menuruti dunia? 
Apakah aku menjaga diriku agar tidak berbuat dosa lagi demi menghargai pengorbanan Yesus? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Beda Venerabilis, Gregorius VIi 
Warna Liturgi : Hijau 

1 Petrus 1:18-25 
Mazmur 147:12-15,19-20 
Markus 10:32-45  
BcO : 2 Korintus 10:1-11:6 

============= ☆☆☆ ============

Selasa, 24 Mei 2016

MENGIKUT YESUS KEPUTUSANKU










Selasa, 24 Mei 2016 

Berkatalah Petrus kepada Yesus: 
"Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" 
                                (Markus 10:28)


Tema renungan ini : Mengikut Yesus keputusanku, dikutip dari judul lagu kristen dimana esensinya ada kaitannya dengan bacaan Injil hari ini. 

Dari berbagai sumber, diketahui bahwa lirik lagu ini diambil dari kata-kata terakhir yang diucapkan seorang pria dari Asam, India saat dieksekusi mati pada pertengahan abad ke 19 sambil menyanyikan lagu ini. 

Ia beserta istrinya dieksekusi karena mempertahankan iman percayanya kepada Yesus dan mereka tidak takut diancam dan tidak menyangkal Yesus sampai mereka mati. 

Kita resapi lirik lagunya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia : 
_______________________________________

Mengikut Yesus keputusanku  ) 3x 
Ku tak ingar  ) 2x 
Tetap ku ikut walau sendiri  ) 3x 
Ku tak ingkar  ) 2x 

Salib di depan, dunia di belakang  ) 3x 
Ku tak ingkar  ) 2x 
Ku ikut sampai ku lihat Yesus  ) 3x 
Ku tak ingkar  ) 2x 
_______________________________________

Mengikut Yesus sampai mati, ada salib yang kita panggul seperti Yesus. 
Tidak akan ada kebangkitan, tanpa memikul salib .... ini fakta yang tak bisa dipungkiri bagi setiap umat kristiani. 

Memang ada gerakan dari kalangan teologi kemakmuran yang mengakan : 
Yesus mati di Salib agar umat kristiani menikmati kemenangan berupa hidup makmur dan sejahtera di bumi dan di Surga nanti. 

Mereka menafsirkan firman Tuhan dibawah ini untuk kepentingan sendiri. 
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. (2 Korintus 9:6). 
Padahal ayat berikutnya menjelaskan secara utuh maksud dari ayat 6 ini. 

Ada lagi mereka mengutip dari : 
Maleakhi 3:10 
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.  

Apakah sikap menolak salib Yesus ada di kalangan teologi kemakmuran saja? 

Tentu saja tidak, 
siapa saja umat kristiani yang menolak salib Yesus adalah yang menginginkan dilimpahi Berkat Tuhan tetapi tidak mau memikul salib dan menyangkal diri sebelum mengikuti Yesus. 

Banyak kesaksian orang-orang yang gigih mempertahankan imannya kepada Yesus walau harus menderita aniaya dan sedikitnya di intimidasi serta menerima perlakuan tidak adil. 

Apalagi tingkat kesulitan hidup semakin tinggi maka tidak banyak orang yang teguh iman kepercayaannya kepada Yesus karena iming-iming uang, harta, dan kesenangan duniawi. 

Mengikut Yesus adalah suatu keputusan dan bukan warisan iman keluarga; karna orangtuanya Katolik/Kristen maka anak ikutan saja dan biasanya dampaknya si anak kurang mengalami relasi dengan Tuhan. 

Tidak mudah mengikut Yesus jika masih senang dengan gemerlap duniawi sebab bertentangan dengan kehendak Yesus. 

Dunia menawarkan kenikmatan instant sedangkan mengikuti Yesus harus melewati lembah airmata dan mendaki gunung tinggi sebelum menemukan mataair menyegarkan jiwaraga. 

Tuhan Allah menghendaki diri kita kudus dan menjauhi hawa nafsu serta hidup taat sesuai kehendakNya. 

1 Petrus 1:14-16 
Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. 

Belum lagi ada ujian iman yang pasti kita alami selama hidup di dunia ini namun jika kita taat dan mau dibentuk oleh Tuhan Allah maka menerima upah dari kesetiaan kita berupa damai sejahtera dan sukacita Ilahi selama kita masih ada di dunia ini, bahkan memperoleh hidup yang kekal. 

Markus 10:29-30 
Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal

Saudara/i-ku dalam Yesus Kristus, 

Hati ini semakin miris menyaksikan begitu mudahnya anak-anak Tuhan terseret oleh arus gelombang semakin membesar mendekati tsunami yang memporak-porandakan iman percaya kepada Yesus dan terbenam dalam hidup yang bertentangan dengan Tuhan. 

Faktor penyebab utamanya adalah tidak tahan mengalami badai derita yang terus menerus menerjang sendi kehidupan pribadi sehingga kegelapan menyelimuti dirinya yang sudah tersengal-sengal menjalani hidup yang seakan-akan sudah tidak ada pengharapan. 

Padahal jika saja mereka ini tahu bahwa kesulitan hidup adalah ujian iman maka pengharapan kepada Yesus tidak akan hilang malah akan semakin berharap dan bersandar kepada Yesus. 

Sayangnya mereka ini menjalani hidup menurut cara-cara dunia sedangkan kita ini bukan orang dunia dan seharusnya hidup sebagai anak-anak Allah dan sebagai ahli waris Kerajaan Allah. 

Galatia 4:6-7 
Karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah

Banyak anak-anak Allah hidupnya tidak karuan ikuti pola hidup orang dunia dan tidak tahu atau seandainya tahu tapi menjual hak ahli warisnya seperti yang dilakukan Esau menjual hak anak sulung kepada adiknya Yakub, demi semangkuk sup kacang merah. 

Kejadian 25:30-34 
Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu." Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu

Ada sebuah ilustrasi yabg saya kutip dari sebuah sumber (maaf lupa darimana). 
Alkisah ada seekor anak burung rajawali yang hidup bersama dengan sekelompok ayam dan suatu hari ia melihat burung rajawali terbang melintasi angkasa dan ia termenung bayangkan seandainya dirinya adalah burung rajawali wow betapa menyenangkan. 

Lihatlah, dia tidak menyadari bahwa dirinya adalah burung rajawali juga yang proses kelahirannya dierami oleh induk ayam ketika ia masih berupa telor. 

Demikian juga dengan orang katolik atau kristen yang tidak tahu dirinya adalah anak-anak Allah (Yohanes 1:12) karena hidup di lingkungan anak-anak dunia. 

Apalagi sengaja menjual hak ahli waris dari Allah dengan menukarkan hal-hal sementara dari kenikmatan duniawi, weleh konyol sekali seperti Esau. 

Sudah terbukti bila hidup menuruti dunia berarti tunduk kepada roh-roh dunia dan menjadi hamba dunia. 

Galatia 4:8-9 
Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah. Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya? 

Tentu saja kita harus mengikuti cara dan jalan yang Yesus lakukan sebab Allah mengutus Yesus supaya manusia tahu jalan tersebut jika mau percaya kepada Yesus dan mengikuti Yesus. 

Kita ini diberi akal budi yang sempurna oleh Tuhan Allah; mosok kagak ngerti juga sering dinasehati dan di Injili; apalagi sudah dibaptis ??? 

Makanya jangan meremehkan firman Tuhan sebab akan meremehkan pula hak ahli waris sebagai anak-anak Allah. 

Amsal 13:13 
Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan. 

Mazmur 119:105 
FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. 

Dari firman Tuhan yang tertulis di Alkitab maka kita mengetahui status kita ini adalah anak-anak Allah dan ahli waris, juga banyak hal tentang sifat Allah dan kehendak Allah yang kita ketahui serta buanyak hal-hal peringatan dan nasehat yang menuntun langkah kaki kita dalam menjalani hidup ini. 

Tsunami masalah silih berganti adalah salah satu tanda bahwa seseorang telah mengabaikan firman Allah sebab jikalau ujian iman dari Allah, biasanya tidak akan melampaui kekuatan kita. 

1 Korintus 10:13 
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Allah akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 

Dibalik ujian iman selalu ada berkat Allah yang akan dicurahkan kepada orang yang mau dan setia menanggungnya. 

Ini adalah janji Tuhan bahwa di saat ini juga kita akan menerima 100x lipat berkat Tuhan bahkan sebagai ahli waris maka kita menerima hidup yang kekal. 


REFLEKSI DIRI 

Apakah aku senantiasa mengikuti Yesus setiap saat dari hari ke hari hingga suatu saat kelak aku menerima warisan Allah memperoleh hidup yang kekal di Sorga? 

Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Hari Biasa 
Warna Liturgi : Hijau 

1 Petrus 1:10-16 
Mazmur 98:1-4 
Markus 10:28-31 
BcO : 2 Korintus 9:1-15 

============= ☆☆☆ ============

Senin, 23 Mei 2016

HIDUP KEKAL : YES YES YES !!!









Senin, 23 Mei 2016 

Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihiNya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihatNya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.  
           (1Petrus 1:8-9)


Kehidupan kekal itu seperti apa dan belum ada seorangpun mengalaminya namun mengapa banyak orang percaya merindukannya bahkan menjadi tujuan utama dalam hidupnya saat ini di dunia. 

Memang tidak semua orang yakin ada kehidupan kekal dan mereka memilih menikmati sepuasnya hidup di dunia ini daripada memikirkan kehidupan kekal nanti sehingga tidak heran mereka amat serius mengejar kenikmatan duniawi dan mengabaikan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan kekal. 

Apalagi untuk mencapai kehidupan kekal harus melalui proses pemurnian yang berat sebab harus menyangkal diri dari keinginan hawa nafsu dunia yang sarat dengan pemenuhan keinginan daging dan harus memanggul salib penderitaan sedangkan saat ini mereka sedang bersukaria dalam kenikmatan duniawi yang menyenangkan diri mereka. 

Di dunia ini dalam segala hal kehidupan, kita diperhadapkan pada dua pilihan sejak Adam dan Hawa memakan buah dari pengetahuan baik dan yang jahat menurut penilaian Tuhan Allah. 

Standard pengetahuan baik dan yang jahat berdasarkan Firman Tuhan/Sabda Allah yang tertulis di Alkitab dan karya Roh Kudus secara langsung ke setiap pribadi kita masing-masing

Kita tidak perlu membuang energi untuk berdebat dan mengklaim kebenaran menurut sudut pandang menurut dunia yang setiap orang menyerapnya sebagai prinsip hidup masing-masing. 

Prinsip dunia yang paling banyak diserap sebagai prinsip hidup manusia adalah mengumpulkan uang dan harta dunia sebanyak-banyaknya yang diyakini dapat membuat hidupnya bahagia dan sebagai jaminan hidup selama di dunia. 

Istilah populernya menjadi orang super kaya alias konglomerat atau setidaknya minimal menjadi orang kaya. 
Dengan harta kekayaan yang dimilikinya maka ia merasa aman dan nyaman bisa menikmati hidup di dunia dengan hati tenang dan menyenangkan. 

Tidak heran si orang kaya keberatan melepaskan harta kekayaannya ketika Yesus mengatakan : 

Markus 10:21-22  
Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. 

Bagi orang kaya adalah hampir mustahil mereka mau melepaskan harta kekayaan untuk mengikuti Yesus !!! 
Markus 10:23 
Yesus memandang murid-muridNya di sekelilingNya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." 

Bukan hanya orang kaya saja tetapi kepada setiap orang berlaku persyaratan untuk memperoleh hidup kekal adalah melalui dan mengikuti Yesus. 

Yohanes 14:6 
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 

Sangat jelas yakni mengikuti jalan Yesus, kebenaran Yesus, dan hidup Yesus maka kita memperoleh hidup kekal di Sorga. 

Sorga itu dimana? tentu saja di rumah Bapa dan untuk masuk ke rumah Bapa maka kita harus mengenal Bapa melalui Yesus dan untuk mengenal Yesus harus mengikuti jalan, kebenaran, hidupYesus. 

Bagaimana mungkin kita bisa sampai ke rumah Bapa karena belum pernah ada orang yang pernah tahu dimana rumah Bapa selain Yesus yang tinggal bersama dengan Bapa. 

Kita percaya ada rumah Bapa karena dikasih tahu oleh Yesus. 
Yohanes 14:2 
Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu

Kita percaya adanya Sorga karena kita percaya kepada Yesus (1 Petrus 1:8-9) meskipun kita belum pernah bertemu muka secara langsung dengan Yesus, seperti 12 rasul serta murid-murid Yesus lainnya dan juga masyarakat Yahudi saat itu serta para ahli taurat, orang farisi-saduki, para tua-tua dan imam-imam. 

Point terpenting adalah kita percaya kepada Yesus dan Iblis berusaha agar manusia tidak percaya kepada Yesus dengan berbagai cara terutama dalam hal mamon dan hawa nafsu daging. 

Penderitaan adalah biangkerok yang meruntuhkan orang percaya kepada Yesus sebab Iblis tahu sifat manusia adalah ingin hidup senang di dunia dan menolak hidup susah apalagi sampai menderita kelaparan dan penyakit. 

Kita dicobai oleh Iblis lewat pencobaan melalui hawa nafsu kedagingan dan harta kekayaan dunia. 
Inilah ujian iman kita yang diijinkan Allah terjadi pada kita untuk melihat kesetiaan kita percaya kepada Yesus. 

1 Petrus 1:5-7 
Kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diriNya. 

Tentu kita masih ingat kisah Ayub yang dicobai Iblis lewat penyakit kusta dan kehilangan harta kekayaan bahkan anak anaknya mati diterjang angin ribut dari padang gurun (Ayub pasal 1 dan 2). 

Ayub tetap tabah dan setia walau harta dirampas-dibakar serta anak-anaknya mati (seperti dilakukan ISIS saat ini) namun Ayub tetap setia kepada Allah dan berkata : 

Ayub 1:21 
"Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" 

Bahkan mulanya Ayub tetap percaya kepada Allah ketika badannya terkena kusta karena pencobaan dari Iblis dan ia tidak menggerutu bahkan ia memarahi istrinya dan juga kepada teman2nya. 

Ayub 2:9-10 
Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. 

Memang Ayub sempat berkeluh kesah (Ayub pasal 3) dengan mengatakan : 

Ayub 3:1-3,11 
Sesudah itu Ayub membuka mulutnya dan mengutuki hari kelahirannya. Maka berbicaralah Ayub: "Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku dan malam yang mengatakan: Seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan. Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan? 

Pada akhirnya Ayub tetap mempercayai Allah dan mengakui kebijaksanaan Allah sebagai wujud kesetiaannya walaupun begitu berat pencobaan dialaminya. 

Demikian hendaknya kita bersikap seperti Ayub yang tetap setia percaya kepada Allah dan kitapun berbuat serupa harus tetap percaya kepada Yesus walau situasi dan keadaan hidup saat ini sedang bergumul dalam penderitaan. 

Termasuk orang kaya mengalami ujian iman percayanya kepada Yesus dengan melepaskan keterikatan kepada hartanya dan mau mengikuti Yesus. 

Sekarang kita mengerti bahwa setiap kita harus diuji lewat berbagai tingkat kesulitan hidup dimulai dari yang ringan dalam bentuk penyangkalan diri hingga harus memanggul salib. 

Ujian orang kaya tersebut adalah ujian penyangkalan diri sedangkan ujian Ayub adalah ujian memanggul salib. 

Ayub lewati ujian penyangkalan diri ketika ia merelakan kehilangan hartanya dan kemudian diuji lagi ke tingkat lebih tinggi dimana ia memanggul salib derita kehilangan anak2nya dan ia sendiri alami terkena sakit kusta. 

Alhasil Ayub lulus ujian dan menerima Anugerah Allah dan kita imani bahwa Ayub memperoleh kehidupan kekal. 

Yakobus 1:12 
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. 

Bagaimana dengan kita? 

semua tergantung pada keputusan kita memilih antara hidup di dunia ini dengan mengabaikan hidup kekal ataukan kita mengutamakan hidup kekal dengan mengumpulkan harta sorga selama kita hidup di dunia ini. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku tetap setia kepada Yesus sebab memilih hidup kekal di Surga sebagai tujuan utama hidupku selama aku masih numpang hidup di dunia ini? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Hari Biasa 
Warna Liturgi : Hijau 

1 Petrus 1:3-9 
Mazmur 111:1-2,5-6,9-10c 
Markus 10:17-27 
BcO : 2 Korintus 8:1-24 

============= ☆☆☆ ============