Rabu, 16 Agustus 2017

HADIRAT DAN URAPAN TUHAN










Rabu, 16 Agustus 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
ULANGAN 34:1-12 

Sebelum mati, Musa diijinkan Tuhan melihat negeri Kanaan dari gunung Nebo. 
Bangsa Israel berkabung 30 hari lamanya 

Yosua diurapi roh kebijaksanaan untuk gantikan Musa memimpin bangsa Israel. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 66:1-3,5,8,16-17 

Pujil├áh dan muliakanlah Tuhan. 
Lihatlah pekerjaan dan perbuatan Tuhan begitu dashyat. 

C. BACAAN INJIL 
MATIUS 18:15-20 

Bila saudaramu berbuat dosa, 
tegorlah dia di bawah empat mata. 

Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga

Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam NamaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka. 

RENUNGAN HARI INI 

Injil hari ini ada tiga hal yang disampaikan Yesus yaitu : 
1) bagaimana menasehati sesama 
2) hal keterikatan di dunia dan di Surga 
3) Tuhan hadir atau hadirat Tuhan. 

Kita tahu Tuhan Allah Maha segalanya; Maha Pengasih, Maha Hadir, dsbnya. 

Banyak hal dalam hidup ini tidak dapat diatasi dengan menggunakan kekuatan dan kemampuan diri kita sehingga kita sangat membutuhkan Kehadiran Tuhan di dalam kehidupan kita. 

Jangan pernah mengabaikan Tuhan bila keadaan hidupmu saat ini bergelimang kesuksesan dunia dan memiliki harta kekayaan dunia. 

Sebaliknya dalam keadaan hidupmu sedang terpuruk, jangan pernah kecewa kepada Tuhan dan mengabaikanNya. 

Dalam segala situasi hidup, hendaknya kita berada dalam Hadirat Tuhan supaya kita diberikan kekuatan dan kuasaNya untuk menghadapi permasalahan hidup. 

Mazmur 62:9 
Percayalah kepadaNya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapanNya; Allah ialah tempat perlindungan kita. 

Memang di dunia ini banyak kekuatan lain diluar Tuhan yang menunjukan kuasa dan bisa membantu menyelesaikan masalah hidup tetapi biasanya menuntut upah berupa tumbal/kurban darah yang akan menyeret orang kedalam kehancuran. 

Kekuatan kuasa diluar Tuhan terbukti membawa manusia menjauh dari Tuhan dan pada akhirnya menjerumuskan orang ke jurang alam maut yang tiada bertepi yang tiada keselamatan kekal. 

Untuk mengalami Hadirat/Kehadiran Tuhan membutuhkan ketekunan menjalin relasi intim bersama Tuhan. 
Saat Hadirat Tuhan datang maka Urapan Tuhan menyelimuti menguasai diri kita

Urapan adalah impartasi atau kuasa Ilahi diberikan Tuhan kepada orang percaya sehingga mampu melakukan tugas sesuai dengam kehendak Tuhan. 

Yesus diurapi Allah pada saat dibaptis oleh Yohanes P di sungai Yordan. 

Lukas 3:21-22 
Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atasNya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah AnakKu yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan. 

Yosua juga diurapi Allah melalui Musa menumpangkan tangan kepada Yosua. 

Ulangan 34:9 
Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya
Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. 

Seseorang yang hidupnya senantiasa dalam Hadirat Tuhan, biasanya ia adalah seorang yang rendah hati dan menjaga kekudusan dalam hidupnya dan giat melakukan pelayanan rohani. 

Sayangnya, 
Banyak umat kristiani tidak mengerti akan pentingnya Hadirat dan Urapan Tuhan. 
Dan juga banyak orang mencari kuasa dari dunia ini sebab disangkanya akan mengubah hidupnya sesuai keinginannya 

Semoga permenungan ini menyadarkan anda betapa membutuhkan Hadirat dan Kuasa Tuhan di dalam hidup ini. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Selasa, 15 Agustus 2017

TUHAN MENYERTAI DAN MENUNTUN KITA








Selasa, 15 Agustus 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
ULANGAN 31:1-8 

Musa berpesan bahwa Yosua akan memimpin bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan sesuai Sabda Tuhan. 

Kata Musa kepada Yosua : jangan takut, kuatlan, teguhkan hatimu sebab Tuhan akan menyertaimu memasuki negeri yang dijanjikan Tuhan kepada nenek moyang mereka dengan sumpah setiaNya. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
ULANGAN 32:3-4,7-9,12 

Serukan nama Tuhan dan hormat kepada Tuhan, Allah kita. 
Ingatlah Tuhan menetapkan Yakub menjadi milikNya serta menuntun dan menyertainya. 

C. BACAAN INJIL 
MATIUS 18:1-5,10,12-14 

Suatu ketika murid-murid bertanya pada Yesus tentang : siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga? 

Yesus menjawab : 
Pertama 
Barangsiapa tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini maka tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. 

Kedua 
Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini maka dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. 

Ketiga 
Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu, maka ia menyambut Aku. 

Kemudian Yesus mengatakan bahwa : 
Bapa di Surga tidak menghendaki seorangpun dari anak-anak ini hilang. 

RENUNGAN HARI INI 

Dunia ini menghormati dan menghargai orang yang terbesar meraih kesuksesan sehingga banyak orang terobsesi dan mengejar sesuatu yang besar supaya ia dihargai dan dihormati orang lain. 

Sukses saja tidak cukup jika tidak dapat melambungkan namanya menjadi terbaik dari antara yang berhasil meraih sukses. 

Pepatah Tiongkok mengatakan bahwa diatas langit ada langit lain, maksudnya kejarlah terus kesuksesan. 
Apa yang engkau capai kesuksesan hari ini, tidak ada artinya sebab esok hari dan hari-hari selanjutnya akan ada orang lain lebih sukses daripada kesuksesanmu. 

Tidak heran bila murid-murid Yesus bertanya : siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga

Kesuksesan menurut dunia amat berbeda dengan kesuksesan menurut Yesus atau menurut kehendak Tuhan. 

Rendah hati dan menjadi seperti anak kecil adalah kunci sukses untuk menjadi yang terbesar di dalam Kerajaan Surga. 

Matius 18:4 
Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. 

Sikap seorang anak kecil paling menonjol adalah kepolosan apa adanya dan sangat percaya kepada orangtuanya tanpa ragu sedikitpun. 

Demikian pula hendaknya mempercayai Tuhan tanpa keraguan sedikitpun menjadi sikap kita kepada Tuhan, seperti seorang anak kecil mempercayai orangtuanya. 

Kita mesti yakin dan percaya kepada Tuhan yang senantiasa menyertai dan menuntun hidup kita di dunia ini hingga sampai pada kehidupan kekal di Surga; seperti halnya Tuhan menyertai dan menuntun bangsa Israel memasuki negeri Kanaan yang dijanjikan Tuhan. 

J A D I 

Kita umat kristiani hendaknya belajar dari pengalaman bangsa Israel menuju ke negeri Kanaan, negeri yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham. 

Kitapun dijanjikan Yesus; suatu tempat, di rumah Bapa di Surga, melebihi dari janji Tuhan kepada bangsa Israel. 

Yohanes 14:1-3 
Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. 

Jangan sampai mengulangi kesalahan bangsa Israel yang tegar tengguk yang seringkali menentang Tuhan sebab tidak bersikap rendah hati melainkan sombong mengandalkan pengertian sendiri dan menuruti keinginan sendiri dan menolak menuruti kehendak Tuhan. 

Disinilah tantangannya yaitu kita harus bersikap rendah hati mempercayai dan menyerahkan kendali atas hidup kita hanya kepada Tuhan. 

Sekali lagi, jadilah seperti anak kecil dalam hal mempercayai Tuhan dan mau berserah serta bergantung sepenuhnya; bukan sebagian atau bagian tertentu saja kita berserah kepada Tuhan, yang pasti menyertai dan menuntun hidup kita. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Senin, 14 Agustus 2017

PUJILAH TUHAN, HAI JIWAKU !!!











Senin, 14 Agustus 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
ULANGAN 10:12-22 

Hendaknya orang Israel hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan Allah dan beribadah kepadaNya. 

Sunatlah hatimu dan jangan lagi tegar tengkuk sebab Allah membuat engkau banyak seperti bintang di langit padahal semula engkau hanya 70 orang pergi ke Mesir. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 147:12-15,19-20 

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, 
pujilah Allahmu, hai Sion! 
Sebab Allah memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan ebgkau dengan gandum terbaik. 

Allah memberitakan firmanNya kepada Yakub, ketetapan2Nya dan hukum2Nya kepada Israel sedangkan kepada bangsa lain, Allah tidak berbuat demikian. 

C. BACAAN INJIL 
MATIUS 17:22-27 

Hati murid-murid sedih sekali mendengar Yesus berkata diriNya akan dibunuh dan pada hari ketiga akan bangkit. 

Saat tiba di Kapernaum, Yesus menyuruh Petrus memancing di danau dan dalam mulut ikan ditemukan uang 4 dirham, lalu bayarlah bea Bait Allah. 

RENUNGAN HARI INI 

Mazmur hari ini mengumandangkan pujian bangsa Israel kepada Tuham yang memelihara hidup mereka. 

Bacaan pertama hari ini mengingatkan bangsa Israel supaya tidak tegar tengguk tetapi hendaknya beribadah dan hidup menurut jalan dan ketetapan Tuhan. 

Bagaimana dengan kita umat kristiani di jaman sekarang ini? 
Apakah pujian kepada Tuhan Allah, terus bergema hingga membahana seluruh penjuru dunia? 

Sudah sepatutnya kita senantiasa memuji mengAgungkan Tuhan di segenap hidup sebab DIAlah Tuhan yang mengasihi kita. 

Kepada penolong hidup, kita berterima kasih dan memuji kebaikannya, apalagi kepada Tuhan, tentu selayaknya dipuji dan disembah. 

Bacaan Injil hari ini Yesus mengatakan kepada murid-muridNya agar mereka membayar bea Bait Allah. 

Matius 17:27 
Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagiKu dan bagimu juga

Pemungut bea Bait Allah memungut bea yang diwajibkan ke setiap orang Israel sebagai uang pendamaian. 

Keluaran 30:11-13 
Tuhan berfirman kepada Musa: "Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan kepada Tuhan uang pendamaian karena nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan mereka, supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu. 
Inilah yang harus dipersembahkan tiap-tiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu: setengah syikal, ditimbang menurut syikal kudus — syikal ini dua puluh gera beratnya —;setengah syikal itulah persembahan khusus kepada Tuhan. 

1/2 syikal = 2 dirham 

Sebagai Anak Manusia/Anak Allah maka Yesus menunjukan kerendahan hati mau membayar uang pendamaian atau bea Bait Allah, yang Tuhan  Allah perintahkan pada Musa agar bangsa Israel mematuhi dan mempersembahkan bea tersebut. 

Yesus tidak mau menjadi batu sandungan jika ia tidak membayar bea Bait Allah. 
Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka (Matius 17:27a). 

Ada yang menarik pada ayat 27 ini yaitu Yesus menyuruh Petrus memancing ikan yang ada uang dimulutnya sebanyak jumlah bea Bait Allah yang mesti dibayar. 

Kita lihat Petrus menuruti perintah Yesus rada aneh namun Petrus patuh. 
Demikian juga hendaknya kita bersikap seperti Petrus yang tidak bertanya kenapa disuruh memancing ikan. 

Kita kudu mesti tunduk kepada Tuhan melakukan tugas/perintah Tuhan meski kelihatannya tidak logis menurut pikiran dan pandangan kita manusia. 

Amsal 16:9 
Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. 

Mazmur 37:23-24 
Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya. 

Tuhan memiliki pandangan sempurna dan setiap yang Tuhan perintahkan adalah baik dan benar. 

Yeremia 29:11 
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. 

Kita mesti yakin dan percaya kepada Tuhan dengan segenap hati dan segenap pikiran/akal budi. 

Kita seharusnya bersukacita dan memuji kebesaran dan kemuliaan Tuhan maka apapun situasi hidup sedang kita jalani hendaklah bersyukur selalu dan pujilah Tuhan di segenap hidupku. 
(baca Mazmur pasal 103) 

Mazmur 103:22 
Pujilah Tuhan, hai segala buatanNya, di segala tempat kekuasaanNya! 
Pujilah Tuhan, hai jiwaku! 

Lebih bijaksana bila kita memuji dan bersyukur serta berterimakasih kepada Tuhan senantiasa di sepanjang hidup ini. 

Karena kebaikan, kemurahan, kerahiman Tuhan berlimpah ruah dicurahkan kepada kita manusia. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Sabtu, 12 Agustus 2017

TUNDUK DAN TAAT KEPADA TUHAN (BAGIAN-3)










Sabtu, 12 Agustus 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
ULANGAN 6:4-13 

Musa berkata kepada umat Israel : 
KasihilahTuhan Allahmu dengan segenap hati, segenap jiwa dan kekuatanmu. 

Apa yang kuperintahkan kepadamu hari ini harus engkau perhatikan dan ajarkan pada anak-anakmu dan tuliskan di tiang pintu rumahmu dan pintu gerbangmu. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 18:2-4,47,51 

Terpujilah Engkau Tuhanku, penyelamatku perlindunganku dan kasih setiaNya kepada orang yang diurapiNya. 

C. BACAAN INJIL 
MATIUS 17:14-20 

Yesus menyembuhkan orang sakit ayan setelah murid-muridNya tidak mampu menyembuhkan orang sakit ayan. 

Ketika murid-murid bertanya pada Yesus maka kata Yesus: 

Matius 17:19-20 
Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. 

RENUNGAN HARI INI 

Musa berpesan kepada bangsa Israel untuk tunduk dan taat kepada Tuhan melakukan segala ketetapan dan perintah Tuhan dan hal ini diteruskan sampai kepada anak cucu. 

Ketaatan/kepatuhan itu penting untuk menunjukan kepercayaan kita berserah dan bergantung penuh kepada Tuhan. 

Hanya berserah kepada Tuhan maka kita tidak gentar menghadapi tantangan hidup dan pencobaan hidup sebab kita yakin dan percaya kepada Tuhan yang pasti akan menolong dan memberkati kita. 

Adalah sangat bodoh sekali jika masih meragukan kasih Tuhan kepada kita. 
Masalah hidup seringkali dipakai Tuhan untuk melihat seberapa dalam ketaatan kita berserah kepadaNya dan seberapa tulus penundukkan diri kita kepadaNya

Maleakhi 4:2 
Kamu yang takut akan namaKu, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. 

Kunci utama untuk tunduk dan taat adalah percaya dan yakin kepada Tuhan dalam segala situasi hidup kita. 

Keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan hendaknya tidak berubah seperti musim atau cuaca yang selalu berubah. 

Kepada Tuhan, 
Sekali percaya tetap percaya 
Sekali tunduk dan taat, hendaknya tetap tunduk dan taat selamanya. 

Memang adakalanya kita jatuh tetapi ayo segera bangkit kembali. 
Bila saat ini berada dalam kesesakan hidup atau berada dalam kegelapan maka berjuanglah tetap percaya kepada Tuhan yaitu tetap tunduk dan setia kepadaNya. 

Murid-murid Yesus juga mengalami saat yang tidak enak dalam hidupnya sebab mereka harus berjuang setelah Yesus pergi meninggalkan mereka. 

Bagaimana mereka diintimidasi, diancam, dianiaya bahkan mati dibunuh oleh orang yang tidak percaya kepada Yesus tetapi mereka rela kehilangan nyawa demi Yesus, demi keyakinan iman mereka. 

Injil hari ini Yesus menegur murid-murid karena kurang percaya sehingga mereka tidak berhasil mengusir setan di dalam diri seorang anak yang sakit ayan. 

Matius 17:19-20 
Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"  
Yesus berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. 

Jadi jelaslah kita kudu mesti yakin dan percaya kepada Tuhan maka kita akan tunduk dan taat kepada Tuhan selamanya sampai kita mati meninggalkan dunia ini. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Jumat, 11 Agustus 2017

TUNDUK DAN TAAT KEPADA TUHAN (BAGIAN-2)

Jumat, 11 Agustus 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
ULANGAN 4:32-40 

Musa berkata pada bangsanya di padang gurun bahwa hendaknya mereka tetap berpegang teguh pada ketetapan dan perintah Allah supaya hidup selamanya di tanah yang diberikan Tuhan kepadamu. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 77:12-16,21 

Mazmur ini hendak mengingat perbuatan dan keajaiban Tuhan serta merenungkan kebaikan Tuhan sejak jaman purbakala. 

C. BACAAN INJIL 
MATIUS 16:24-28 

Tuhan membalas setiap orang setimpal dengan perbuatannya maka dari itu setiap orang yang mau mengikutiNya harus menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikuti Aku. 

RENUNGAN HARI INI 

Sangkuli (=sangkal diri, pikul salib, ikut Yesus) merupakan standar baku bagi orang beriman kepada Yesus Kristus. 

Matius 16:24 
Yesus berkata kepada murid-muridNya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." 

Pertanyaannya adalah : 
apakah setiap umat kristiani tunduk kepada Yesus dan taat menjalankan sangkuli? 

Silahkan anda menjawabnya dan katakan kepada Yesus sebab anda tidak dapat membohongi Yesus seperti pada sesama atas pernyataan ketaatan anda dan tunduk kepada Yesus. 

Kita harus berjuang keras mengalahkan keegoisan keinginan kedagingan kita agar menjalani hidup berdasarkan sangkuli sebagai pedoman hidup. 

Musa memperingatkan bangsa Israel agar berpegang teguh pada ketetapan dan perintah Tuhan supaya mereka dapat hidup di tanah perjanjian yakni Kanaan. 

Kitapun demikian, dengan berpegang teguh pada sangkuli maka kita beroleh hidup kekal di Sorga

Bedanya bangsa Israel dijanjikan Tuhan beroleh negeri Kanaan yang dikatakan berlimpah susu dan madu. 

Keluaran 6:1,7 
Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah Tuhan. Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah Tuhan.

Sedangkan kita umat kristiani di jaman Perjanjian Baru, bukan tanah/negeri di bumi ini yang Tuhan janjikan tetapi di Sorga beroleh hidup yang kekal. 

Yohanes 14:2-3 
Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada

Realitanya

Bangsa Israel tidak tunduk dan tidak taat kepada Tuhan sehingga akibatnya mereka berkelana di padang gurun 40 tahun dan tragisnya seluruh generasi bangsa Israel yang keluar dari Mesir tidak dapat masuk ke tanah Kanaan karena mereka mati. 

Yosua 5:6 
Sebab empat puluh tahun lamanya orang Israel itu berjalan melalui padang gurun, sampai habis mati seluruh bangsa itu, yakni prajurit yang keluar dari Mesir, yang tidak mendengarkan firman Tuhan. Kepada mereka itu Tuhan telah bersumpah, bahwa Ia tidak akan mengizinkan mereka melihat negeri yang dijanjikan Tuhan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya 

Demikian juga kita umat kristiani di jaman sekarang ini jika tidak tunduk dan taat kepada Tuhan maka nasib kita akan sama dengan bangsa Israel yaitu mati dan tidak masuk ke Sorga alias tidak beroleh hidup kekal yang dijanjikan Yesus. 

Seringkali banyak orang mengabaikan dan menganggap enteng firman Tuhan karena tidak mau tunduk dan taat pada Tuhan ... menyesal di kemudian hari saat meninggalkan dunia ini percuma sebab tidak ada lagi kesempatan bertobat untuk tunduk dan taat kepada Tuhan. 

Amsal 13:13 
Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan. 

Salasatu pedoman hidup umat kristiani adalah sangkuli; sangkal diri, pikul salib, untuk mengikuti Yesus artinya mesti mau menundukkan diri dihadapan Tuhan. 

Tiduk cukup tunduk kepada Tuhan jika tidak taat setia sampai mati menjalani hidup di dalam kebenaran Tuhan. 

Keputusan tunduk dan taat atau tidak tunduk dan tidak taat kepada Tuhan akan menentukan apakah kita memilih Sorga ataukah memilih dunia untuk kehidupan kita setelah mati nanti. 

Matius 16:26 
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? 

Matius 16:27 
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan BapaNya diiringi malaikat-malaikatNya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. 

Silahkan memilih dan tentukan keputusan segera; kehidupan kekal di Sorga ataukah kehidupan di dunia ini saja? 


Salam Kasih, 
Surya Darma