Rabu, 18 Januari 2017

KEDEGILAN ORANG FARISI








Rabu, 18 Januari 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
IBRANI 7:1-3,15-17 

Pertama 
Melkisedek adalah imam Allah dan juga raja Salem, raja damai sejahtera dimana Ia memberkati Abraham 

Ibrani 7:1,2b 
Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. 

Kedua 
Abraham memberikan persepuluhan kepada imam Melkisedek 

Ibrani 7:2a 
Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. 

Ketiga 
Kristus adalah Imam menurut peraturan Melkisedek 

Ibrani 7:15-17 
Dan hal itu jauh lebih nyata lagi, jikalau ditetapkan seorang imam lain menurut cara Melkisedek, yang menjadi imam bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa. Sebab tentang Dia diberi kesaksian: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." 


B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 110:1-4 

Mazmur ini mengenai penobatan raja imam ditulis oleh raja Daud. 

Mazmur 110:1,4 
Mazmur Daud. Demikianlah firman Tuhan kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kananKu, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu." 
Tuhan telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek."


C. BACAAN INJIL 
MARKUS 3:1-6 

Pertama 
Yesus menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya di hari Sabat. 

Markus 3:2-3,5b 
Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!"  lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu

Kedua 
Yesus berdukacita melihat kedegilan orang farisi yang tidak mengerti makna hari Sabat 

Markus 3:5a 
Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekelilingNya kepada mereka

Ketiga 
Orang Farisi mau membunuh Yesus karena menentang peraturan hari Sabat 

Markus 3:6 
Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia. 

RENUNGAN HARI INI 

Sifat manusia bersikukuh pada pendapat sendiri dan cenderung sulit menerima pendapat orang lain, apalagi menyangkut keyakinan iman dan prinsip hidup. 

Sumber konflik adalah memaksakan kehendak sendiri kepada orang lain dan sebaliknya orang lain juga memaksakan kehendaknya. 

Seperti yang dilakukan orang farisi dan ahli taurat menambahkan peraturan hari Sabat secara kaku karena meyakini apa yang mereka lakukan demi membela agama Yahudi. 

Inti masalahnya adalah mereka tidak percaya kepada Yesus adalah Mesias meskipun tanda-tanda Mesias itu sangat nyata di dalam diri Yesus. 

Begitu banyak mukjizat dilakukan Yesus dan pengajaranNya penuh kuasa Urapan Allah namun orang farisi dan ahli taurat menutup hati mereka meskipun mungkin saja mereka sebetulnya sadar bahwa Yesus adalah Mesias. 

Suatu pelajaran berharga buat kita : 

Pertama 
Bersikap terbuka menerima pendapat atau nasehat orang lain terutama terhadap kebenaran firman Tuhan 

Amsal 3:7a 
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan..

Kedua 
Keyakinan iman kepada Yesus hendaknya mengakar di dalam diri kita 

Kolose 2:6-7 
Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. 

Ketiga 
Bersikap rendah hati dan tidak sombong sebab hikmat, kepintaran, kekayaan, kuasa, kemuliaan diri, semuanya adalah pemberian dari Tuhan Allah 

Amsal 21:4 
Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa. 

Ulangan 8:17-18a 
Janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan... 

Semoga kita mengambil hikmatnya atas bacaan Injil hari ini yang mengisahkan kedegilan orang farisi yang bersikap congkak hati dan tidak bersikap terbuka melihat dan mau menerima kebenaran yang Yesus lakukan. 

Sesungguhnya kita manusia ini mampu mencerna kebenaran Tuhan namun tidak mau melakukan sepenuhnya kebenaran tersebut sebab cenderung mau melakukan kebenaran menurut keinginan sendiri. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Selasa, 17 Januari 2017

PERATURAN VERSUS BELAS KASIHAN












Selasa, 17 Januari 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
IBRANI 6:10-20 

Pertama 
Allah setia pada janjiNya sebab Allah bersumpah demi diriNya sendiri 

Ibrani 6:13,17 
Sebab ketika Allah memberikan janjiNya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diriNya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari padaNya, Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusanNya, Allah telah mengikat diriNya dengan sumpah. 

Kedua 
Kita manusia berharaplah terus kepada Tuhan Allah dan jangan pernah meragukan penggenapan janji Allah. 

Ibrani 6:19, 11 
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir
Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 111:1-2,4-5,9-10 

Mazmur ini tentang kebajikan Tuhan yang kita syukuri dengan segenap hati sebab Tuhan pengasih dan penyayang. 

Mazmur 111:1-2, 4-5 
Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. Besar perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. Perbuatan-perbuatanNya yang ajaib dijadikanNya peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang. DiberikanNya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia
Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjianNya. 


C. BACAAN INJIL 
MARKUS 2:23-28 

Pertama 
Orang-orang Farisi mempermasalahkan murid-murid Yesus memetik bulir gandum di hari Sabat sebab ketentuan hari Sabat tidak diperbolehkan melakukan kegiatan apapun

Markus 2:23-24 
Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-muridNya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepadaNya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" 

Kedua 
Hari Sabat ditetapkan untuk manusia tetapi tidak berarti manusia dijadikan budak hari Sabat

Markus 2:27 
kata Yesus kepada mereka: 
Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat 

Ketiga 
Anak Manusia (=Yesus) lebih besar daripada peraturan Sabat. 

Markus 2:28 
jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat." 

RENUNGAN HARI INI 

Kembali kita diperlihatkan bagaimana sejak dahulu kala manusia tidak mampu mendalami makna terpenting dari suatu ketentuan dan peraturan yang ditetapkan Tuhan Allah sehingga seringkali menjadi bias karena manusia menekankan pada hal-hal kurang penting tetapi sekaligus mengabaikan terpenting dari peraturan/ketentuan tertentu. 

Orang-orang Farisi adalah contoh nyata manusia yang mementingkan tampilan diluar atau dipermukaan saja untuk menunjukkan dirinya atau kelompoknya memiliki kuasa menetapkan peraturan dan menonjolkan diri sebagai pihak yang taat kepada peraturan tetapi motivasinya atau tujuannya hanya untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya. 

Masih banyak kita jumpai model begini dan sungguh menyedihkan di dalam hal-hal rohani nampak jelas masih terjadi. 

Peraturan hari Sabat ditetapkan untuk tujuan kebahagiaan manusia dimana Allah menghendaki agar manusia lebih dekat kepadaNya. 

Maka diaturlah pada hari ke-7 manusia beristirahat dan beribadah kepada Allah setelah 6 hari mengurusi hal dunia atau pekerjaan di dunia. 

Keluaran 20:8-10 
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. 

Tetapi orang-orang farisi dan ahli taurat menambahi peraturan hari Sabat dimana menurut para ahli Alkitab terdapat tanbahan 39 peraturan yang melarang tidak boleh melakukan kegiatan. 

Jika mau konsekwen maka para Imam termasuk melanggar karena melakukan suatu kegiatan yaitu menyembelih hewan korban dan mengangkatnya keatas mezbah dan menyalakan api tetapi tidak termasuk pelanggaran. 

Matius 12:5 
Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? 

Itu sebabnya kenapa Yesus katakan bila diriNya lebih besar dari Bait Allah berhak menentukan peraturan hari Sabat. 

Matius 12:6,8 
Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat. 

Artinya : 
untuk kegiatan yang berhubungan dengan ibadah atau untuk pelayanan maka ketentuan hari Sabat boleh tidak dilakukan seperti Daud yang pernah memberi makan kepada pasukannya yang kelapatan dengan roti sajian yang seharusnya hanya para Imam yang boleh makan (baca 1 Samuel 21:1-6). 

Dengan kata lain, 
kebutuhan hidup harus didahulukan meski terpaksa melanggar peraturan namun tidak berarti semaunya saja kita melanggar peraturan. 

Mengapa demikian? 
mari kita dengar jawaban Yesus. 

Matius 12:7 
Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. 

Atas dasar belas kasihan karena melihat orang lain kelaparan maka terpaksa melanggar peraturan. 

Memang pernyataan ini mengundang pro-kontra, seperti dialami Yesus dan kitapun akan mengalami hal yang sama bila berbuat seperti ini. 

Orang-orang fundamentalis seringkali terjebak pada satu sisi saja yakni sisi ketaatan secara militan sebab menurut pemahaman mereka hal ini dikehendaki Tuhan Allah tetapi mereka lupa bahwa sifat Tuhan Allah adalah welas asih atau penuh belas kasih. 

Orang berdosa sekalipun, Tuhan Allah kasihan dan mau mengampuni supaya orang berdosa itu mau bertobat dan kembali ke pangkuan Tuhan Allah. 

Lukas 5:32 
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat. 

Tetapi orang fundamentalis dan juga orang fanatik merasa telah membela Tuhan padahal sebenarnya yang dibela adalah kepentingan nama baik dan reputasi diri mereka sendiri. 

Ini yang dinamakan mencuri kemuliaan Tuhan untuk kemuliaan diri sendiri !! 

Suatu tragedi umat manusia yang tidak mau belajar memperbaiki kesalahan di masa lalu dan menjalani hidup dengan menuruti pemikiran dan keinginan diri sendiri dan lamban memahami firman Tuhan yang memuat kehendak dan perintah Tuhan Allah. 

Tuhan Allah menghendaki kebahagiaan senantiasa ada di dalam hidup kita dan segala peraturan dan perintahNya adalah semata-mata untuk kesejahteraan kita dan inilah keyakinan pengharapan kita yang digenapi Tuhan karena IA telah berjanji demikian

Semoga kita semua memahami dan berpegang teguh pada keyakinan iman kita kepada Tuhan Allah dan kitapun hendaknya dipenuhi oleh belas kasihan kepada sesama supaya kita hidup saling mengasihi, bukan sekedar menjalankan peraturan tapi dari kedalaman hati kita. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Senin, 16 Januari 2017

PENGHARAPAN DI TAHUN BARU













Shalom, 

Tahun 2017 sudah 16 hari kita jalani dan apakah secuil perubahan mulai terlihat dari setumpuk harapan yang digemakan saat menjelang count down atau detik detik terakhir pergantian tahun 2016 menuju tahun 2017. 

Salah satu harapan dikumandangkan adalah keadaan dunia yang lebih baik dari tahun 2016 sebelumnya. 

Berharap keadaan ekonomi-keuangan lebih baik, kebutuhan pangan tercukupi, situasi politik-keamanan stabil, dan paling banyak diharapkan adalah rejeki atau berkat materi untuk kepentingan pribadi melimpah-ruah, dan sebagainya. 

Pertanyaannya adalah : 
Apakah betul keadaan dunia menjadi lebih baik di tahun 2017? 

Bukankah setiap pergantian tahun, banyak harapan terjadi perubahan dunia menjadi lebih baik namun kenyataannya semakin merosot keadaan dunia. 

Benarkah demikian? 
Salah satu Firman Tuhan terlihat makin digenapi: 2 Timotius pasal 3. 

Ayat 1 
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 

Inilah tanda-tanda dunia akan berakhir dimana semakin hari keadaan dunia semakin mengalami masa sukar. 

Darisini saja sudah menggambarkan bahwa keadaan dunia tidak akan makin damai, tenteram, keadaan tidak akan lebih baik padahal sebagian besar orang berharap keadaan dunia semakin lancar. 

Apakah kita menjadi pesimis menjalani hidup di dunia ini? 
Bukan begitu maksudnya. 

Yang hendak disampaikan adalah situasi dan kondisi dunia mendekati akhir jaman menjelang kedatangan Yesus keduakali adalah tanda-tanda yang dikatakan Firman Tuhan supaya kita umat kristiani mawas diri dan berjaga-jaga menjalani kehidupan ini. 

Ayat 2-9 
contoh konkrit keadaan dunia menjelang akhir jaman dan lihatlah semakin hari semakin jelas tergenapi. (silahkan baca dan direnungkan ayat Frman Tuhan ini. 

Tuhan Allah sangat sabar menantikan kita manusia berubah kelakuannya sebab IA menginginkan agar kita semua tidak binasa maka Tuhan memberikan tanda-tanda keadaan akhir jaman supaya kita manusia sadar dan berjaga-jaga mempersiapkan diri agar kemudian hari pada saat kedatangan Yesus keduakali, keadaan kita telah siap memasuki rumah abadi di Surga. 

Keadaan akhir jaman itu semakin dekat meskipun tidak ada seorangpun tahu kapan persisnya saatnya tiba. 

2 Petrus 3:8-9 
Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.  ( 2Petrus 3:8-9 )

JADI 

Apa yang kita harapkan di tahun 2017 atau setiap pergantian tahun baru? 

Kita berharap semakin hari sikap dan perbuatan kita semakin berkenan bagi Tuhan Allah kita. 

2 Korintus 4:16 
Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. 

2 Petrus 3:14 
Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapanNya, dalam perdamaian dengan Dia

Sudah saatnya keinginan tubuh jasmani yang didominasi oleh keinginan daging semakin hari semakin dimatikan dan keinginan roh kita semakin hari semakin hidup, oleh karena kita memilih hidup kekal di Sorga, bukan hidup di dunia ini. 

Oleh sebab itu pengharapan kita setiap pergantian tahun seharusnya berfokus pada hal-hal rohani sebab hanya roh kita yang hidup di dalam kekekalan dan tubuh jasmani kita mati terbenam di dalam dunia ini

Pemenuhan kebutuhan tubuh jasmani kita hanya digunakan untuk menunjang rohani kita agar senantiasa hidup. 

1 Timotius 6:6-8 
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah

Apalagi jika anda sudah diberkati Tuhan mengelola kekayaan dunia maka sudah waktunya fokus pada rohanimu sebab pada saat kita meninggalkan dunia ini semuanya tidak bisa dibawa dan harus ditinggalkan dan kita hanya membawa roh kita menghadap Tuhan Allah. 

Tentukan pilihan anda ! 
Mumpung tahun 2017 baru 2 mingguan berlalu dan mumpung masih diberi waktu oleh Tuhan untuk mempersiapkan diri sebelum dipanggil pulang. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

TUHAN MELIHAT KESUNGGUHAN HATI KITA







Senin, 16 Januari 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
IBRANI 5:1-10 

Pertama 
Jabatan imam besar dipilih untuk persembahkan korban karena dosa 

Ibrani 5:1,4 
Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun. 

Kedua 
Yesus dipilih Allah menjadi Imam Besar 

Ibrani 5:5-6 
Demikian pula Kristus tidak memuliakan diriNya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepadaNya: "AnakKu Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini", sebagaimana firmanNya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." 


B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 110:1-4 

Mazmur ini mengenai penobatan raja imam ditulis oleh raja Daud. 

Mazmur 110:1,4 
Mazmur Daud. Demikianlah firman Tuhan kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kananKu, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu." 
Tuhan telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek." 


C. BACAAN INJIL 
MARKUS 2:18-22 

Orang-orang mempermasalahkan murid Yesus tidak berpuasa sedangkan murid Yohanes dan orang Farisi berpuasa. 

Markus 2:18 
Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-muridMu tidak?" 

Yesus menjelaskan mengapa muridNya tidak berpuasa. 

Markus 2:19-20 
Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. 

Seperti biasanya Yesus menggunakan perumpamaan saat menjelaskan sesuatu kepada orang-orang Yahudi. 

Markus 2:21 
Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. 

Markus 2:22 
Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula. 

RENUNGAN HARI INI 

Seringkali orang mempermasalahkan sesuatu yang bukan makna utama yang terpenting dilakukan tetapi justru hal-hal lain yang dipertentangkan menurut jalan pikirannya atau penafsirannya sendiri dan bukan berdasarkan Firman Tuhan. 

Seperti yang dipersoalkan tentang puasa yang tidak dilakukan oleh murid-murid Yesus sedangkan murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang puasa. 
(Markus 2:18). 

Mengapa Yesus tidak mengharuskan murid-muridNya berpuasa padahal saat itu peraturan hukum Taurat berlaku yang mewajibkan puasa. 

Orang-orang Farisi dengan bangga menonjolkan diri mereka mengatakan mereka berpuasa seminggu dua kali ...

Lukas 18:12 
aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku

Padahal wajib puasa menurut hukum Taurat hanya sekali dalam setahun. 

Imamat 16:29-30,34a 
Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu. Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan Tuhan. Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu, supaya sekali setahun diadakan pendamaian bagi orang Israel karena segala dosa mereka.

Coba diperhatikan dengan seksama ayat 30 diatas bahwa puasa itu dimaksudkan untuk mentahirkan diri dari segala dosa. 

Menurut hukum Taurat, 
Hanya Imam terpilih yang ditugaskan memimpin persembahan penebusan dosa di hadapan Allah. 

Imamat 16:32-33 
Dan pendamaian harus diadakan oleh imam yang telah diurapi dan telah ditahbiskan untuk memegang jabatan imam menggantikan ayahnya; ia harus mengenakan pakaian lenan, yakni pakaian kudus. Ia harus mengadakan pendamaian bagi tempat maha kudus, bagi Kemah Pertemuan dan bagi mezbah, juga bagi para imam dan bagi seluruh bangsa itu, yakni jemaah itu. 

Ibrani 5:1 
Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa

Artinya apa buat kita? 

Pertama 
Tidak perlu memberitahu kepada orang lain tentang segala hal yang telah kita lakukan menjalankan segala ibadah dan kewajiban agama untuk mengharapkan pujian orang lain. 

Matius 6:1 
Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. 

Kedua 
Tuhan Allah melihat kesungguhan hati kita saat melakukan perbuatan baik dan mematuhi peraturanNya/kehendakNya

Yesaya 1:12,16 
Apabila kamu datang untuk menghadap di hadiratKu, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait SuciKu? 
Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mataKu. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik... 

Selanjutnya, 

Kita melihat disini bahwa dahulu Imam menjadi perantara pendamaian antara Allah dan manusia; dengan cara mempersembahkan korban bakaran berupa daging domba atau lembu. 

Setelah Yesus mengorbankan diri menjadi korban pendamai hubungan Tuhan Allah dengan kita manusia. 

Roma 3:25a 
Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darahNya. 

Melalui Yesus maka segala dosa kita diampuni dan persembahan korban yang kita persembahkan di hadapan Allah memang bukan lagi berupa daging domba atau daging lembu yang dibakar tetapi sekarang kita mempersembahkan diri kita di hadapan Allah. 

JADI 

Tepatlah Yesus menjawab pertanyaan tentang mengapa murid-muridNya tidak berpuasa seperti yang ditetapkan hukum Taurat yaitu : 

Markus 2:19-20 
Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa

Hukum Taurat disempurnakan di dalam diri Yesus dengan mengorbankan diriNya sebagai korban penghapus dosa dan Yesus menjadi Imam Agung yang mendamaikan manusia dengan Allah

Ibrani 5:9-10 
sesudah Ia mencapai kesempurnaanNya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepadaNya, dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek. 

Sekali lagi diingatkan bahwa Allah melihat kesungguhan hati kita ketika datang menghadapNya. 

Persembahan diri kita seutuhnya adalah korban persembahan terbaik harum mewangi di hadapan Allah daripada segala korban persembahan lainnya yang Allah tidak berkenan (baca Yesaya 1:11,13-14). 

Roma 12:1 
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 


Salam Kasih, 
Surya Darma