Sabtu, 21 April 2018

ROH YANG MEMBERI HIDUP













Sabtu, 21 April 2018 

KISAH 9:31-42 
MAZMUR 116:12-17 
YOHANES 6:60-69 

Yohanes 6:63 
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. 

Roh disini maksudnya Tuhan Allah. 
Ayat 63 ini sudah teramat jelas bahwa Tuhan Allah yang memberi hidup bagi kita

Masih adakah yang meragukan Tuhan memberi hidup kepada setiap orang? 
Secara aklamasi, pasti kita berseru ya percaya, Tuhanlah memberi hidup. 

Benarkah demikian? 

Mari kita diam sejenak, tanyakan pada diri kita masing-masing, setelah itu jawablah sejujur-jujurnya di hadapan Tuhan? 

Kita akan terkejut bila ternyata suara hati nurani ada yang mengatakan masih ada keraguan bahwa Rohlah/Tuhanlah yang memberi hidup. 

Berapa banyak orang yang masih tidak percaya kepada Tuhan, yang memberi hidup bagi umat manusia? 

Memberi hidup disini, bukan hanya artinya terbatas pada pengertian bahwa manusia hidup karena diciptakan Tuhan tetapi ada makna yang lebih dalam dari itu. 

Rohlah yang memberi hidup maksudnya adalah percayakanlah seluruh hidupmu hanya kepada Tuhan Allah. 

Seringkali kedagingan mengambil alih peranan Tuhan dalam mengendalikan diri kita dan hidup kita. 

Itu sebabnya Yesus katakan : 
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna (ayat 63a). 

Sering kita dengar pernyataan orang yang hidup dalam kedagingan, berkata : aku hidup sebagaimana keadaanku saat ini karena kekuatanku dan kehebatanku; bukan karena Tuhan. 

Lihatlah hidup mereka menjauh dari Tuhan sebab mengandalkan harta benda dunia yang mereka miliki karena mereka berhasil dalam karier dan bisnis. 

Tuhan tidak dibutuhkan lagi sebab tanpa meminta tolong kepada Tuhan; toch mereka mengklaim keberhasilan karena kemampuan mereka sendiri. 

Mereka tidak perlu ke gereja, tidak perlu terlibat dalam kegiatan gereja, tidak perlu berdoa, apalagi membaca kitabsuci. 

Setiap hari mereka bekerja mencari uang sebab falsafah hidup mereka adalah banyak uang menjamin hidup didunia ini. 

Kita sudah membahas perkataan Yesus mengenai : bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal

Sayangnya, mereka tidak membaca ayat Yohanes 6:27a karena beranggapan tidak perlu baca kitabsuci sehingga tidak tahu kebenaran ini. 

Yang mereka klaim sebagai kebenaran adalah menurut pendapat dunia dan bukan perkataan Yesus. 

Padahal perkataan Yesuslah memberi hidup, bukan perkataan dunia. 
Yohanes 6:63b 
Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. 

Dengan katalain : 
Perkataan-perkataan dari dunia akan menjerumuskan kita kepada kematian sedangkan perkataan-perkataan Yesus akan memberi kehidupan bagi kita. 

Se-ekstrim itukah akibat yang timbul dari mendengar perkataan-perkataan dunia? 

contoh : 
Sedari kecil, kita ditanamkan prinsip hidup harus menjadi orang pintar supaya dapat uang yang banyak menjadi orang kaya dan hidup senang/bahagia. 

Terbukti ya, sekarang di dunia ini banyak orang pintar tetapi akibatnya mereka mengandalkan kekuatan kemampuan diri sendiri dan cenderung mengabaikan Tuhan di dalam hidup mereka. 

Orang menjadi khawatir dan takut jika ia tidak memiliki uang yang banyak untuk menjamin hidupnya senang/bahagia. 

Uang adalah jaminan hidup senang di dunia ini sebab tanpa uang maka hidup terasa menyesakkan sedangkan dengan uang maka hidup terasa menyenangkan. 

Bagi yang kesulitan memperoleh uang maka berusaha sekuat tenaga bekerja siang-malam 20 jam sehari dan lupa bahwa ada Tuhan yang mampu menolong kesulitan hidupmu. 

Bagi yang sudah kaya, tetap bekerja siang-malam untuk menumpuk harta dunia dan melupakan Tuhan. 

Akibatnya, bagi yang susah maupun yang kaya dan yang melupakan Tuhan maka tanpa mereka sadari, mereka sudah berjalan menuju kepada kematian. 

Kematian dimulai dari iman mereka mati, rohani mereka mati, hingga akhirnya tubuh jiwa mati maka roh juga mati. 

Orang yang mengutamakan Yesus dan bersandar kepada Yesus, pada saat tubuh jiwa mati (=semua orang pasti mati) maka rohnya hidup. 

Pengetahuan ini sebenarnya setiap orang pasti sudah tahu tetapi persoalannya terletak pada percaya atau tidak, mau atau tidak menuruti perkataan Yesus. 

Oeh sebab itu, simaklah sekali lagi dan temukan maknanya serta bertindaklah sesuai yang dikatakan ayat firman ini : 
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup (Yohanes 6:63). 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Jumat, 20 April 2018

YESUS ADALAH ROTI HIDUP (BAGIAN-4)







Jumat, 20 April 2018 

KISAH 9:1-20 
MAZMUR 117:1-2 
YOHANES 6:52-59

Yohanes 6:54 
Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 

Bermula dari ayat 51 ketika Yesus katakan dagingKu akan Kuberikan untuk hidup dunia maka orang-orang Yahudi bertengkar memperbincangkan tentang bagaimana mungkin makan daging Yesus (Yohanes 6:52). 

Yang dimaksud makan dagingKu dan minum darahKu adalah Yesus korbankan diriNya untuk memberikan kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. 

Roti dari sorga itu adalah Yesus dan barangsiapa makan roti sorga artinya barangsiapa percaya kepada Yesus akan menerima hidup kekal di sorga. 

Semoga tidak bingung seperti orang-orang Yahudi dan bertanya-tanya: apa hubungannya roti sorga dengan daging dan darah Yesus. 

Ini suatu pelajaran bagi kita juga bahwa kita tidak perlu bertengkar tentang ayat Firman Tuhan yang bisa multi tafsir, seperti halnya makan dagingKu dan minum darahKu sebab makna perkataan Yesus tentang roti hidup dan makan dagingKu dan minum darahKu adalah menyatakan kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. 

Perikop Roti Hidup ini oleh gereja Katolik dibagi sampai 4 kali bacaan harian dan bisa saja ada yang berkomentar : 
ngapain sih dibahas sampai 4 kali padahal intinya adalah sama yaitu mengenai Yesus adalah roti hidup dan barangsiapa percaya kepadaNya akan beroleh hidup kekal selama-lamanya. 

Orang-orang Yahudi bertengkar karena tidak mengerti maksud perkataan Yesus, demikian juga bisa terjadi pada kita umat kristiani bertengkar karena berbeda penafsiran mengenai suatu ayat atau suatu perikop Firman Tuhan. 

Jangan disepelekan dampak dari berbeda penafsiran ayat Firman Tuhan di kitabsuci sebab sejak jaman dulu akibat yang ditimbulkan sangat mengerikan. 

Gara-gara tidak sependapat menafsirkan ayat Firman Tuhan dapat terjadi saling intimidasi dan bisa sampai dibunuh. 

Contohnya : 
Pada bacaan pertama diceritakan terjadi pembunuhan umat kristen karena iman percaya mereka kepada Yesus. 

Orang Farisi, ahli taurat, imam kepala, tua-tua Yahudi yang notabone adalah pemuka agama Yahudi, tidak sepaham dengan Yesus tentang hukum Taurat sehingga timbullah konflik hingga Yesus dibunuh disalibkan. 

Persoalannya tidak selesai bahkan terus berlanjut pembunuhan kepada murid2 Yesus dan setiap orang yang percaya kepada Yesus. 

Paulus sebelumnya adalah seorang pemuka agama Yahudi bertindak sadis membunuh pengikut Yesus hingga akhirnya mengalami peristiwa mukjizat, perjumpaannya dengan Yesus di tengah perjalanan menuju ke Damsyik. 
(Silahkan baca Kisah 9:1-20). 

Dari peristiwa Paulus ini, kita bisa memetik pelajaran penting bahwa: 

Pertama 
Perjumpaan dengan Yesus akan mengubah pandangan dan sikap hidup 

Kedua 
Yesuslah jawaban dari segala persoalan hidup ini. 

Lihatlah selanjutnya sepak-terjang Paulus setelah berjumpa dengan Yesus, terjadi perubahan besar dalam hidupnya, dari seorang yang tidak percaya kepada Yesus menjadi seorang militan yang mewartakan Yesus hingga korbankan nyawanya. 

Paulus menemukan jawaban dari perbedaan pemahaman kitab Taurat yang selama ini ia imani setelah berjumpa dengan Yesus. 
(sama halnya dengan Nikodemus). 

JADI, 

Bisa dibayangkan seandainya Paulus mengeraskan hati tidak mau percaya meski sudah berjumpa dengan Yesus maka hidupnya tidak diselamatkan. 

Jelaslah bahwa percaya kepada Yesus akan menyelamatkan hidup kita, bahkan memberikan kita kehidupan kekal. 

Tentu saja tidak sekedar percaya kepada Yesus dengan tanda dibaptis, kemudian menjalani hidup semaunya dan tidak mau hidup di dalam Yesus maka jangan harap memperoleh hidup kekal. 

Kita kudu mesti hidup di dalam Yesus, artinya hidup seturut kehendak Yesus, mengikuti jalan Yesus. 

Yohanes 6:56 
Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 

Untuk mengetahui kehendak Yesus dan jalan Yesus maka kita harus bergaul karib dengan kitabsuci dan bangun relasi intim dengan Yesus lewat doa dan saat teduh bersamaNya. 

Dengan demikian, kita tidak tersesat mengikuti jalan lain sebab kita sudah tahu jalur jalan Yesus yang menuntun kita, sampai kepada kehidupan kekal. 

Sesederhana itu petunjuk memperoleh hidup kekal yakni percaya kepada Yesus dan hidup di dalam Yesus dengan mengikuti jalan Yesus. 

Pertanyaannya ; 
Mengapa masih banyak yang sudah tahu kebenaran ini tetapi mengabaikannya? 

Apalagi yang belum tahu kebenaran ini maka menjadi tugas kita untuk beritahu agar mereka mempunyai kesempatan untuk menentukan pilihan hidup mereka 

Pertama 
Percaya kepada Yesus atau tidak mau percaya kepada Yesus? 

Kedua 
Mau hidup di dalam Yesus atau hidup di luar Yesus? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Kamis, 19 April 2018

YESUS ADALAH ROTI HIDUP (BAGIAN-3)









Kamis, 19 April 2018 

KISAH 8:26-40 
MAZMUR 66:8-9,16-17,20 
YOHANES 6:44-51

Yohanes 6:50-51a 
Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. 
Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya 


Sekali lagi wow ... Amazing Grace !!! 
Sampai sejelas itu Yesus katakan bahwa barangsiapa (=setiap orang) makan roti yang turun dari sorga maka ia tidak akan mati tetapi akan hidup selama-lamanya. 

Anehnya, masih banyak orang yang tidak percaya Yesus adalah roti hidup yang turun dari sorga; sejak jaman Yesus hingga sekarang ini. 

Mengapa demikian? 

Menurut rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma, mengatakan: 

Roma 3:23 
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. 

Dosa menghalangi orang untuk datang mendekat kepada Tuhan Allah. 
Adam dan Hawa menyembunyikan diri dari Tuhan Allah setelah berbuat dosa. 

Kejadian 3:8 
Ketika mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap Tuhan Allah di antara pohon-pohonan dalam taman

Lalu Tuhan Allah berinisiatif memanggil Adam dan Hawa. 

Kejadian 3:9 
Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" 

Jadi, inilah yang dimaksud Yoh 6:44 yang mengatakan bahwa manusia tidak dapat atau lebih tepatnya tidak mau datang kepada Yesus jika tidak ditarik atau dipanggil oleh Bapa. 

Yohanes 6:44 
Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. 

Ayat 44 ini mesti diartikan dengan hati terbuka sebab bisa saja diartikan Bapa memilih/memanggil orang tertentu dan ada orang yang tidak dipanggil oleh Bapa 

Padahal tidak demikian sebab ayat 45 dikatakan bahwa semua orang dipanggil dan diajar oleh Allah menurut kitab nabi-nabi (baca Yesaya 54:13). 

Yohanes 6:45 
Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah
Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepadaKu. 

Artinya orang yang menjawab panggilan Bapa, mau percaya kepada Yesus. 

Contohnya adalah : 

Kisah 8:27 
Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. 

Seorang sida-sida ini dengan rendah hati mengakui bahwa dirinya minta dibimbing untuk memahami Firman Tuhan dan setelah ia mendengarkan penjelasan dari Filipus maka ia percaya kepada Yesus. 

Kisah 8:36-37 
Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?" [Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."] 

Selanjutnya, 

Yesus katakan bahwa diriNya roti hidup dan barangsiapa makan roti hidup maka ia beroleh hidup kekal (ayat 47-48). 

Manna yang turun dari sorga adalah berkat jasmani yang diberikan Tuhan kepada bangsa Israel sebagai makanan selama di padang gurun (ayat 49). 

Kita lihat disini perbedaan antara manna dengan roti hidup. 

Manna bersifat sementara karena manna adalah berkat jasmani dari Allah. 
Sama halnya kita meminta berkat Tuhan berupa uang atau rejeki buat kebutuhan tubuh jasmani kita. 

Roti Hidup adalah diri Yesus sendiri atau dengan katalain roti hidup adalah sumber berkat di dalam diri Yesus. 
Ayat 46 Yesus menjelaskan siapa diriNya 

Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. 

Bangsa Israel makan manna itu mati tetapi orang yang makan roti hidup itu tidak akan mati melainkan hidup kekal selama-lamanya. 

Artinya : 
Kita hendaknya tidak fokus pada berkat Tuhan tetapi fokuslah pada Yesus Sang pemberi berkat. 

Sebagian umat kristiani tujuannya mau dibaptis untuk mendapatkan berkat Tuhan dan ini terlihat dari sikap mereka tidak mau mengenal lebih dalam diri Yesus; membangun relasi intim dengan Yesus, membaca dan merenungkan Firman Tuhan tertulis di kitabsuci. 

Karena tidak tekun mendalami kitabsuci sehingga tidak tahu bahwa ada begitu banyak Firman Tuhan yang menjanjikan kehidupan kekal asalkan kita hidup di dalam kebenaran Tuhan. 

Untuk mengetahui kebenaran Tuhan, yach sangat jelas tertulis di kitabsuci meski bisa juga dari Tradisi yang memuat ajaran para rasul sebab kitabsuci ditulis beberapa puluh tahun setelah Yesus bangkit dan naik ke sorga 

Yohanes 21:25 
Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu

Dikatakan bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus adalah roti hidup akan beroleh kehidupan kekal. 

Kita kudu mesti menomorsatukan Yesus diatas segala kepentingan kita di dunia ini sebab di dalam Yesus ada jaminan keselamatan dan kehidupan kekal. 

Banyak orang lebih mementingkan uang, harta dunia, jabatan dan kuasa dunia, kesenangan dan kebahagiaan dunia, segala sesuatu dari dunia ini atau lebih mementingkan beroleh berkat Tuhan tetapi tidak mau hidup bersama Yesus. 

Yesus tidak diikut-sertakan dalam hidup sehari-hari sebab Yesus hanya diperlukan sebagai sinterklas yang membagikan berkat dan diperlukan sebagai satpam yang melindungi harta bendanya dan juga diperlukan sebagai petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan nyala api yang timbul akibat kecerobohan. 

Bertobatlah sebelum terlambat. 
Makanlah roti hidup dari sorga dan bukan roti dari dunia. Hiduplah di dalam Yesus. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Rabu, 18 April 2018

YESUS ADALAH ROTI HIDUP (BAGIAN-2)








Rabu, 18 April 2018 

KISAH 8:1-8b 
MAZMUR 66:1-7 
YOHANES 6:35-40 

Yohanes 6:39 
Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya kepadaKu jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman

Garisbawahi kalimat : 
jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman

wow... amazing grace. 
Percaya kepada Yesus, tidak hanya kebutuhan hidup tercukupi tetapi kita juga dibangkitkan pada akhir jaman

Bukankah ini Anugerah terbesar dalam hidup yang kita peroleh karena iman percaya kita kepada Yesus Kristus. 

Adalah aneh bila ada yang berpaling dari iman kepada Yesus karena tertarik pada hal-hal diluar Yesus. 

Seperti Yudas, yang berpaling dari Yesus karena tertarik mendapatkan uang. 
Di jaman sekarang ini juga banyak yang seperti Yudas Iskariot. 

Ada berbagai alasan, misalnya alasan mau menikah dengan pasangan yang bukan umat kristiani atau alasan untuk promosi kenaikan jabatan, dsbnya. 

Entahlah kenapa ada umat kristiani yang begitu dangkal iman percayanya kepada Yesus yang begitu mudah meninggalkan Yesus karena sesuatu dari dunia yang disangkanya akan memberikan dirinya kebahagiaan hidup di dunia ini. 

Benarlah yang dikatakan Yesus bahwa kita hidup bukan dari roti saja tetapi dari firman Tuhan (Matius 4:4) dan juga Yesus katakan bahwa : bekerjalah untuk makanan yang bertahan sampai hidup kekal (Yoh 6:27). 

Sesuatu dari dunia ini sifatnya tidak kekal karena hanya sementara saja. 

1 Yohanes 2:16-17a 
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya.... 

Seharusnya kita sadar akan hal ini agar kita dengan penuh keyakinan bersedia menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan karena iman kita kepada Yesus. 

Masalahnya adalah ada orang yang tidak yakin akan perkataan Yesus yang mengatakan bahwa diriNya adalah roti hidup. 

Sebab Kenyataannya keadaan hidup orang tersebut dalam keadaan susah dan doa-doanya belum dijawab sekian lama sehingga ia mulai ragu-ragu apakah benar Yesus adalah roti hidup bagi dirinya. 

Disinilah terlihat perbedaan kualitas iman seseorang yang mengaku percaya kepada Yesus. 

Jika iman kita tidak kokoh, memang iman kita mudah tergoncang tatkala keadaan hidup sedang bermasalah, apalagi sampai hidup kita terpuruk dalam penderitaan berkepanjangan. 

Tidak ada jalan lain kecuali kita harus berupaya terus-menerus menebalkan keyakinan iman percaya kita kepada Yesus Kristus. 

Sudah sering disebutkan bahwa beriman kepada Yesus; tidak cukup hanya dibaptis dan pergi ke gereja seminggu sekali bila dalam keseharian hidup kita, jarang berdoa, jarang membaca dan merenungkan Firman Tuhan di Alkitab, jarang bergaul dalam komunitas rohani, dan jarang terlibat di lingkungan/paroki. 

Kita tidak bisa hidup hanya untuk diri sendiri, kita harus bergaul dalam hidup kerohanian supaya saling mengisi dan saling mendoakan. 

Kita tidak bisa hidup hanya mencari duit sepanjang hari dan mengabaikan hal2 rohani untuk pertumbuhan iman. 

Tidak heran bila iman percaya kepada Yesus cepat luntur beralih iman kepada sesuatu diluar Yesus yang sekiranya memberikan keuntungan bagi dirinya. 

Padahal Yesuslah roti hidup yang memberikan makanan dari sorga dan menjanjikan kehidupan kekal di sorga bagi setiap orang yang hidup dalam iman percaya kepadaNya. 

Yach, terserahlah pilihan hidup kita masing-masing menentukan keinginan hidup seperti apa; hidup di dunia ini saja ataukah hidup kekal di sorga. 

Keputusan menentukan pilihan hidup di dunia atau di sorga akan mempengaruhi sikap hidupnya; apakah berpusat pada segala sesuatu dari dunia ini ataukah kepada hal-hal dari surgawi. 

Orang yang berpusat pada dunia akan mengabaikan hal-hal rohani sebab baginya itu tidak berguna. 

1 Korintus 2:14 
Manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. 

Buktinya bisa kita lihat orang-orang yang sibuk untuk urusan dunia, meremehkan hal-hal rohani. 

Coba undang mereka mengikuti seminar atau kegiatan di lingkugan atau paroki, biasanya jawabannya kalau sempat ya. 

Berbeda kalau diundang ke seminar atau kegiatan bisnis maka ia menyempatkan diri unruk mengikutinya sebab baginya hal ini merupakan prospek mendapatkan job/proyek yang menghasilkan duit. 

Semoga pembaca renungan ini bukan sekedar mencari selingan ditengah kemumetan hidup tetapi mau serius mendalami kebenaran Tuhan dengan merenungkan hingga menemukan makna terdalam yang berguna bagi pertumbuhan iman anda mempercayai Yesus adalah roti hidup bagi anda. 


Salam Kasih, 
Surya Darma