Kamis, 08 September 2016

BERBAHAGIALAH VS CELAKALAH









Rabu, 7 September 2016 

Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga ....
                   (Lukas 6:23)


Setelah Yesus memanggil dan memilih duabelas rasul sebagai muridNya, lalu Yesus turun dan berhenti di tempat berkumpulnya murid-muridNya yang lain dimana mereka mendengarkan Yesus (Lukas 6:17) dan pada saat itulah Yesus mengucapkan perkataan bahagia dan sekaligus perkataan peringatan. 

Yesus berkata kepada mereka yang berkumpul di tempat itu yaitu murid-muridNya selain ke-12 rasul dan banyak orang datang dari Yudea, Yerusalem, Tirus, dan Sidon mengenai beberapa hal, yakni : 

Berbahagialah kamu
+ orang miskin 
+ orang lapar 
+ orang menangis 
+ orang dianiaya 
(Lukas 6:20-22) 

Celakalah kamu
- orang kaya 
- orang kenyang 
- orang tertawa 
- orang suka dipuji 
(Lukas 6:24-26) 

Terlihat sangat kontras sekali antara berbahagialah dan celakalah. 
Mari kita coba mendalami perikop ini. 

A. Orang Miskin versus Orang Kaya 

Orang miskin adalah orang yang tidak memiliki harta dunia dan tidak mampu mencukupi keperluan hidupnya; keadaan hidup mereka menderita. 

Orang kaya adalah orang yang memiliki harta dunia berkelimpahan melebihi dari keperluan hidupnya; keadaan hidup mereka dalam kesenangan duniawi. 

Tentu ada yang betanya : 
apakah Yesus membenci orang kaya? 

Coba kita perhatikan perkataan Yesus tentang orang kaya : 
Lukas 6:24 
celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. 

artinya : 
orang kaya yang mencari penghiburan dari kekayaannya itulah yang celakalah seperti yang dikatakan oleh Yesus. 

orang kaya model begini tidak mencari penghiburan dari Tuhan tetapi larut di dalam kepuasan penghiburan duniawi. 

Mengapa orang miskin dikatakan berbahagialah oleh Yesus ? 

Lukas 6:20 
Yesus memandang murid-muridNya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah

Sebab orang miskin tidak punya apa-apa sehingga mau mendengarkan Yesus dan menuruti pengajaran Yesus. 

Orang kaya yang tenggelam dalam penghiburan duniawi, tidak tertarik dan tidak mau mendengarkan Yesus dan pengajaran Yesus. 

Sebab mereka punya prinsip hidup yang terbukti membuat diri mereka kaya dan mendapatkan banyak kesuksesan. 

Pertanyaannya : 
apakah orang miskin pasti selalu mendengarkan perkataan Yesus? 
apakah orang kaya pasti tidak mau mendengarkan perkataan Yesus? 

Bukan kondisi atau keadaan orang yang menjadi tolok ukurnya tetapi sikap orang yang menanggapi perkataan Yesus dan diterapkan di dalam hidupnya. 

Orang miskin yang tidak mendengarkan perkataan Yesus berarti celakalah hidupnya; sangat tragis yach... 
sudah miskin malah menjaih dari Yesus. 

Orang kaya yang mau mendengarkan perkataan Yesus berarti berbahagialah sebab sikap rendah hati membutuhkan Tuhan di dalam hidupnya. 


B. Orang Lapar versus Orang Kenyang 

Orang lapar adalah orang yang tidak tercukupi atau tidak terpenuhi kebutuhan makanannya dan mereka membutuhkan makanan bagi tubuh jasmaninya. 

Lukas 6:21a 
Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. 

Orang kenyang adalah orang yang sudah makan dan sudah dipuaskan dan tidak butuh makanan lagi bagi tubuhnya. 

Lukas 6:25a 
Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. 

Kita manusia membutuhkan makanan jasmani maupun makanan rohani. 
makanan jasmani = asupan makanan 
makanan rohani = Sabda Tuhan 

Orang yang lapar berarti juga orang yang lapar akan makanan rohani atau yang lapar akan kebenaran Firman Tuhan. 

Orang yang kenyang berarti juga orang yang tidak membutuhkan lagi makanan rohani karena merasa sudah mengerti semua Sabda/Firman Tuhan. 

Dengan kata lain, 
Orang lapar mengandalkan Tuhan di dalam hidupnya dan orang kenyang tidak mengandalkan Tuhan. 

Amsal menasehati kepada orang miskin dan orang kaya; kepada orang lapar dan orang kenyang. 

Amsal 30:8b-9 
Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkalMu dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku. 

Mengapa orang lapar dikatakan berbahagialah oleh Yesus ? 

Yesaya 49:10 
Mereka tidak menjadi lapar atau haus; angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air


C. Orang Menangis vs orang Tertawa 

Orang menangis adalah orang yang sedang bersedih hati. 
Orang menangis berarti juga orang yang menyesali akan dosa-dosanya. 

Lukas 6:21b 
Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. 

sedangkan orang tertawa adalah orang yang sedang bergembira hatinya. 
Orang tertawa berarti juga orang yang tidak menyesali perbuatan dosanya. 

Lukas 6:25b 
Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. 

Mengapa orang menangis dikatakan berbahagialah oleh Yesus ? 

Mazmur 126:2-3 
Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. 

Yohanes 16:20-22 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu


D. Orang Dianiaya versus orang Dipuji 

Orang dianiaya adalah orang yang menderita karena memberitakan Injil. 

Yesus sudah memperingatkan bahwa : 
Yohanes 15:18-19 
Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. 

Yesus dan para nabi dianiaya dan dibunuh karena memberitakan Injil dan kebenaran firman Tuhan. 

1 Tesalonika 2:15 
Bahkan orang-orang Yahudi itu telah membunuh Tuhan Yesus dan para nabi dan telah menganiaya kami. Apa yang berkenan kepada Allah tidak mereka pedulikan dan semua manusia mereka musuhi... 

Orang yang dipuji dalam kaitannya telah melakukan perbuatan jahat membunuh nabi maka orang ini celakalah seperti yang dikatakan Yesus. 

Lukas 6:26 
Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu. 

Mengapa orang yang dianiaya dikatakan berbahagialah oleh Yesus? 

Lukas 6:22 
Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. 

Sebab orang yang dianiaya karena Injil dan bertahan tetap setia sampai mati maka memperoleh hidup yang kekal. 

Lukas 21:19 
Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu. 

Yohanes 12:25 
Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku termasuk berbahagialah seperti yang dikatakan Yesus? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan Biasa ke 23 
Warna Liturgi : Hijau 

1 Korintus 7:25-31 
Mazmur 45:11-17 
Lukas 6:20-26 
BcO : 2 Petrus 2:9-22 

============= ☆☆☆ ============

Rabu, 07 September 2016

KRITERIA MENJADI MURID YESUS








Selasa, 6 September 2016 

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-muridNya kepadaNya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebutNya rasul
             (Lukas 6:13)

Yesus memilih ke-12 murid utama diantara sejumlah orang yang bersedia menjadi muridNya dan menetapkannya menjadi rasul-rasul Kristus. 

Kita ketahui dari Injil bahwa selain ke-12 murid utama, ada juga 70 murid lainnya. 

Lukas 10:1 
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahuluiNya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungiNya. 

Darisini kita ketahui, ada kriteria tertentu untuk menjadi murid Yesus; baik yang menjadi rasul (12 murid) maupun murid biasa (=70 murid). 

Apa kriteria menjadi murid Yesus? 

1) Dipilih sesuai kehendak Yesus 

Markus 3:13 
Naiklah Yesus keatas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendakiNya dan merekapun datang kepadaNya. 

Jaman sekarang ini pengaruh gaya hidup hedonisme sangat kuat sehingga tidak banyak orang beriman kristiani bersedia menjadi murid Yesus sebab tujuan hidup fokus pada pengejaran kesenangan dan kenikmatan duniawi. 

Lihatlah di sekitar kita, 
semua pada sibuk mengejar duit dan menginginkan memiliki harta dunia sebanyak-banyaknya. 

Kecenderungan memikirkan diri sendiri lebih mendominasi tujuan utama hidup daripada menjadi murid Yesus. 

Pertanyaannya adalah : 
Apakah boleh menolak menjadi murid Yesus? 

Mari simak Sabda Tuhan dibawah ini : 

Yeremia 1:7 
Tuhan berfirman kepadaku: 
Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan

Matius 28:19-20 
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman

Tuhan yang akan tentukan kita diutus kemana dan hal-hal lain apa saja yang Tuhan kehendaki agar kita kerjakan. 

Sudah waktunya kita tinggalkan zona nyaman dan  mulailah menanggapi panggilan Tuhan untuk tugas perutusan dan tugas pelayanan. 

Mosok setiap hari kita bergelut urusan duniawi saja dan sedikit waktu atau samasekali tidak ada waktu untuk hal kerohanian .... 

2) Mengandalkan Firman/Sabda Tuhan 

Yohanes 8:31-32  
Kata Yesus kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya: "Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." 

Kita percaya kepada Yesus berarti kita seharusnya menyerahkan hidup kita diatur dan dikendalikan oleh Yesus. 

Hendaknya kita mengikuti dan menuruti apa yang Yesus perintahkan, salahsatu perintahnya adalah supaya kita hidup di dalam kebenaran firmanNya. 

Bukankah kita tahu bahwa kemampuan kita terbatas tetapi kenapa masih saja mengandalkan kemampuan / kekuatan diri sendiri dan mengabaikan Tuhan? 

Amsal 3:5-7 
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan

Buktinya : 
seberapa banyak orang beriman yang menomor-satukan Firman Tuhan sebgai pedoman hidupnya? 

Mazmur 119:105 
FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. 

Baca Alkitab saja ogah alias kagak mau, karena tidak tertarik dan menganggap tidak penting bagi dirinya.

Sebab lebih tertarik mengikuti seminar motivasi & kiat-kiat meraih kesuksesan karir / bisnis dan rela membayar jutaan bahkan puluhan juta rupiah. 

Amsal 13:13 
Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan. 

Kita ini murid Yesus karena kita percaya kepada Yesus maka kita seharusnya mau menekuni firman Tuhan dan mau menjalani hidup sesuai firman Tuhan. 

3) Bersedia bekerja di ladang Tuhan mewartakan Injil 

Yohanes 4:35b 
Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. 

Yesaya 6:8 
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" 

Kita bisa belajar dari perjalanan hidup Musa selama 120 tahun, sebelum ia meninggalkan dunia ini. 

40 tahun : hidup di istana Firaun (Mesir) 
40 tahun : hidup berkeluarga di Midian 
40 tahun : memimpin bangsa Israel 

artinya : 
hanya sepertiga hidupnya menanggapi panggilan Tuhan Allah untuk bekerja di Ladang Tuhan yakni memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir menuju ke tanah Kanaan. 
(meskipun semula Musa menolak) 

Keluaran 3:10 
Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umatKu, orang Israel, keluar dari Mesir

Abraham 
menanggapi panggilan Tuhan Allah saat berusia 75 tahun yakni meninggalkan rumahnya di Haran menuju tempat yang ditunjukan Tuhan Allah. 

Kejadian 12:1,4 
Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. 

Hanya sepertiga usia hidup mereka yang menanggapi panggilan Tuhan, 
artinya duapertiga usia hidup mereka dihabiskan mengurusi urusan duniawi. 

Bagaimana dengan kita? 
Apakah saat ini sudah menanggapi panggilan Tuhan untuk pergi diutus dan meninggalkan kehidupan lama yang penuh dengan urusan duniawi? 

4) Berbuah banyak 

Yohanes 15:8 
Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu. 

Bukan hanya murid Yesus saja tetapi setiap orang yang percaya kepadaNya, dipilihNya dan diperintahkan untuk pergi supaya berbuah lebat. 

Yohanes 15:16 
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu

Setelah menjadi murid Kristus, 
kita diminta untuk menghasilkan buah yang tetap; apa maksudnya? 

Kita harus bekerja keras saat Tuhan menyuruh kita melaksanakan tugasNya 

misalnya : anda menjadi seorang Prodiakon. 

Jadilah seorang Prodiakon yang rajin dan layanilah umat sungguh-sungguh sampai mereka mengalami kasih Tuhan melalui pelayanan anda. 

Itulah buah tetap yang dimaksud yaitu umat yang dilayani merasakan Tuhan baik kepada dirinya sehingga terjadi perubahan sikap hidupnya dimana ia mau berdoa, menekuni Alkitab, dan mau berbagi kepada sesama dan mau aktif terlibat di lingkungan atau di komunitas rohani lainnya. 

J A D I 

Dari ke-4 kriteria ini, 
kita menemukan suatu kebenaran bahwa Tuhan yang memanggil dan mengutus kita pergi melaksanakan kehendakNya serta perintahNya untuk menghasilkan buah tetap

Bagian kita adalah berupaya laksanakan tugas sebaik-baiknya karena kita mau senangkan Tuhan lewat ketaatan kita dan perbuatan baik. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku mau menanggapi panggilan Tuhan Allah menjalankan perutusan dengan kerelaan dan kesungguhan hati sehingga banyak orang yang kita layani mengalami hidup baru di dalam Kasih Tuhan Yesus? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan Biasa ke 23 
Warna Liturgi : Hijau 

1 Korintus 6:1-11 
Mazmur 149:1-6,9b 
Lukas 6:12-19 
BcO : 2 Petrus 1:1-8 

============= ☆☆☆ ============

Senin, 05 September 2016

BERBUAT KEBAIKAN VERSUS PERATURAN












Senin, 5 September 2016 

Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" 
             (Lukas 6:9)

Bacaan Injil hari ini masih berkutat di seputar masalah orang farisi dan para ahli taurat yang terus menerus mencari gara-gara hendak mempersulit Yesus. 

Kali ini mereka mengamati apakah Yesus menyembuhkan seorang yang mati tangan kanannya di hari sabat. 

Lukas 6:6-7 
Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia

Yesus tahu dirinya sedang diamati oleh ahli taurat dan orang farisi dan Yesus juga tahu hari itu adalah hari sabat dimana dilarang tidak boleh melakukan kegiatan/pekerjaan apapun juga. 

Suatu dilema/masalah terjadi antara mentaati peraturan ataukah melakukan perbuatan baik menolong orang lain? 

Peraturan dibuat agar sesuatu teratur dan ada patokan atau ada standardnya. 
Peraturan dapat dirubah sesuai kajian pada saat implementasi/pelaksanaan. 

Hari sabat termasuk salah satu dari sepuluh perintah Allah. 

Keluaran 20:8-11 
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya. 

Peraturan/perintah Allah adalah pasti baik adanya dan tidak dapat dirubah, artinya peraturan hari sabat tidak dapat dirubah !!! 

Ulangan 12:32 
Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya. 

Wahyu 22:18-19 
Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini." 

Ahli taurat dan orang farisi menambahi peraturan hari sabat hingga dibuatlah 39 peraturan tambahan. 
(sudah dijelaskan di renungan kemarin). 

Berani amat ya !!! 
Nah, hal inilah yang dikecam Yesus. 

Yesus terlihat konfrontasi dengan orang farisi dan ahli taurat, dengan sengaja melanggar ketentuan hari sabat yang ditambahkan didalam hukum taurat. 

Di kesempatan lain, Yesus mengatakan: 
Matius 23:23 
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. 

Jadi sangat jelas, mengapa Yesus tetap menyembuhkan orang yang mati tangan kanannya di hari sabat. 

Lukas 6:8-10 
Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. 

Bukan berarti kita boleh sembarangan melanggar peraturan Allah? 
dengan alasan Yesus juga melanggar peraturan hari sabat yang tidak boleh melakukan kegiataan/bekerja, dengan melakukan penyembuhan orang sakit. 

Essensi dan makna terdalam dari segala peraturan/ketentuan/perintah Allah itu adalah untuk kebaikan manusia agar mengalami Kasih dan hidup dalam sukacita dan damai sejahtera Ilahi. 

Demi perbuatan menolong orang lain, boleh saja melanggar ketentuan hukum taurat.... 

Orang farisi dan ahli taurat bersikukuh memegang peraturan hukum taurat tanpa mau tahu makna terdalam dari hukum taurat itu adalah : 
* keadilan 
* belas kasihan 
* kesetiaan 

Yesus mencoba memberikan contoh yaitu Daud terpaksa makan roti kudus agar tetap bisa hidup. 
(baca 1 Samuel 21:1-6). 

Lukas 6:3-4 
Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?" 

Orang farisi dan ahli taurat tetap tidak mau mengerti ... malah marah kepada Yesus dan biasalah berencana mau menangkap dan membunuh Yesus dan terbukti di kemudian hari mereka dapat menyalibkan Yesus. 

Lukas 6:11 
Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus

Di jaman sekarang masih banyak bisa dijumpai model orang farisi dan model ahli taurat, di bidang kerohanian yang meributkan dan bersikukuh harus sesuai peraturan dan tidak mau mengerti penjelasan mengapa sampai terpaksa melanggar peraturan? 

Pokok e, 
kagak sesuai peraturan.... 
kagak mau nurut kemauan pimpinan ... 
yo wess, pasti dicekal !!! blacklist .... 

Tetapi ada juga yang ngeyel, 
sengaja melanggar peraturan ... 
sengaja keras kepala meski sudah tahu peraturan yang sengaja dilanggar ... 

Orang farisi dan ahli taurat belagak suci dan taat pada hukum taurat padahal mereka sengaja melanggar diam-diam supaya masyarakat Yahudi tidak tahu. 

Tetapi Yesus tahu kemunafikan mereka: 
Lukas 13:15 
Tetapi Tuhan menjawab dia, kataNya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? 

Yach seperti itulah kebiasaan jelek dari pembuat peraturan sebab dia sendiri melanggar peraturan tetapi belagak suci dan menekan orang lain harus taat pada peraturan yang ditetapkan olehnya. 

JADI 

Peraturan memang harus ditaati tetapi hendaknya dilihat case by case atau dilihat dulu permasalahannya bila terjadi pelanggaran, artinya

Peraturan jangan sampai kaku tidak boleh ada pengecualian tanpa melihat penyebabnya namun peraturan juga jangan sampai terlalu flexsibel sehingga mendorong orang sengaja melanggar. 

Jika terbukti sengaja melanggar peraturan maka ada hukumannya namun jangan sampai dicekal/di blacklist tanpa ditanya dulu si pelanggar peraturan, lalu langsung saja dihukum. 

Prinsip keadilan harus ditegakkan juga dan tidak bisa arogansi langsung vonis, kalo begitu... sama dong dengan perilaku orang farisi dan ahli taurat yang dikecam oleh Yesus karena mereka menghakimi orang lain menurut pemikiran mereka. 

Jangan ĺupa, sekali lagi harus ingat : 
prinsip keadilan,belas kasihan,kesetiaan menjadi pedoman dasar bagi kita. 

Berbuat kebaikankah atau peraturankah 
yang harus kita lakukan? 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku menyelami dan mengerti makna terdalam dari kebenaran Firman Tuhan supaya perbuatanku diterima oleh Tuhan Allah? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan Biasa ke 23 
Warna Liturgi : Hijau 

1 Korintus 5:1-8 
Mazmur 5:5-7,12 
Lukas 6:6-11 
BcO : 2 Petrus 1:12-21 

============= ☆☆☆ ============