Selasa, 05 Mei 2020

AKULAH GEMBALA YANG BAIK (BAGIAN-2)












SELASA, 5 MEI 2020

KISAH 11:19-26 

Barmabas bersukacita melihat beberapa orang Siprus dan Kirene memberitakan Injil bahwa Yesus adalah Tuhan. 

Barnabas mengajak Saulus ke Anthiokhia untuk mengajar jemaat disana dan untuk pertamakalinya mereka disebut Kristen. 

MAZMUR 87:1-7 

Tuhan lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. 

YOHANES 10:22-30 

Orang-orang Yahudi mempertanyakan apakah betul Yesus adalah Mesias tetapi Yesus berulangkali sudah jelaskan siapa diriNya namun mereka tetap tak percaya sebab mereka bukanlah domba-dombaKu kata Yesus. 

RENUNGAN 

Orang-orang Yahudi tetap tidak percaya Yesus adalah Mesias meskipun Yesus sudah menjelaskan dan bisa dilihat dari tanda Mesias pada diri Yesus melalui mukjizat Yesus lakukan dan ajaran Yesus penuh kuasa Tuhan (Matius 7:28-29). 

Sebab selama ini mereka mengklaim sebagai bangsa pilihan Allah yang menerima janji diselamatkan Allah sedangkan bangsa-bangsa lain tidak diselamatkan berdasarkan keyakinan: 

Pertama 
Janji-janji Allah diberikan pada bangsa Israel sedangkan bangsa-bangsa lain tidak diberikan 

Roma 9:4 
Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji

Janji Allah diberikan kepada Abraham, nenek moyang orang Israel: 

Kejadian 12:2-3 
Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." 

Kedua 
Firman Allah, ketetapan, hukum Allah diberikan pada bangsa Israel sedangkan bangsa-bangsa lain tidak diberikan 

Mazmur 147:19-20 
Allah memberitakan firmanNya kepada Yakub, ketetapan-ketetapanNya dan hukum-hukumNya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukumNya tidak mereka kenal. Haleluya! 

Kisah 14:16 
Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing 

Sungguh ironi, orang-orang Yahudi atau bangsa Israel dikatakan Yesus bahwa mereka bukanlah domba-dombaKu. 

Yohanes 10:25-26 
Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama BapaKu, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-dombaKu. 

Artinya mereka tidak beroleh hidup kekal sebab tidak percaya kepada Yesus. 

Yohanes 3:16 
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 

Domba-dombaKu kriterianya adalah
1. Mendengar suara Yesus 
2. Mengikuti Yesus 
3. Yesus mengenal dombaNya 

Yohanes 10:27-28 
Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu. 

Yesus mengatakan domba-dombaKu mengenal Aku berarti yang dinilai adalah kesetiaan ikuti ajaran, ketetapan, perintah, kehendak-Ku sebagai tolok-ukur sebagai domba domba-Ku atau murid-muridKu. 

Selanjutnya, 

Kepongahan bangsa Israel sampai hari ini masih berlanjut dimana mereka tidak mau menerima Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah tersebut. 

Timbul pertanyaan: apakah benar Allah hanya menyelamatkan bangsa Israel? 

Jelas keliru pandangan seperti ini dan ternyata diadopsi oleh sebagian besar umat Kristen yang mengatakan tidak ada keselamatan diluar Yesus, artinya yang tidak percaya kepada Yesus tidak akan diselamatkan berdasarkan ayat Firman Tuhan berikut ini: 

Yohanes 14:6 
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku

Markus 16:16 
Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum

Benarkah demikian? 

Sebelumnya mari kita simak perkataan Yesus terlebih dahulu yang mengatakan akan menuntun domba lain. 

Yohanes 10:16 
Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. 

Memang ayat ini bisa terjadi multi tafsir: 
ada yang menafsirkan domba lain itu: 
* bangsa lain diluar bangsa Israel 
* orang-orang belum percaya Yesus 
   - orang Israel 
   - orang beriman agama/keyakinan lain 

Bagaimana pandangan Gereja Katolik tentang keselamatan bagi orang yang belum beriman kepada Yesus Kristus? 

Gereja Katolik berdasarkan: 
Katekismus Gereja Katolik No. 847 
Lumen Gentium.16 No.33 

Sebab mereka yang tanpa bersalah tidak mengenal Injil Kristus serta GerejaNya tetapi dengan hati tulus mencari Allah dan berkat pengaruh rahmat berusaha melaksanakan kehendakNya yang mereka kenal melalui suara hati dengan perbuatan nyata, dapat memperoleh keselamatan kekal. 

Masing-masing berpandangan menurut ajaran gerejanya namun menurut Firman Tuhan ini mengatakan bahwa Allah menghendaki keselamatan semua orang 

1 Timotius 2:3-4 
Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran 

Semoga kita umat kristiani belajar dari kesalahan bangsa Israel agar mawas diri bahwa percaya kepada Yesus bukanlah diucapkan dengan pengakuan percaya dan dibaptis saja melainkan hendaknya melalui perbuatan kasih pada sesama dan menjalani hidup sesuai dengan kebenaran Tuhan dimana Yesus adalah Gembala yang baik bagi kita. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Senin, 04 Mei 2020

AKULAH GEMBALA YANG BAIK (BAGIAN-1)









SENIN, 4 MEI 2020

KISAH 11:1-18 

Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah sebab Allah mengaruniakan pertobatan kepada bangsa-bangsa lain agar mereka beroleh keselamatan hidup. 

MAZMUR 42:2-3,43:3-4 

Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?" 

Suruhlah terangMu dan kesetiaanMu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunungMu yang kudus dan ke tempat kediamanMu! 

Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepadaMu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! 

YOHANES 10:11-18 

Yesus mengatakan Akulah gembala baik melindungi keselamatan domba-domba dari serigala bahkan dengan nyawaNya. 

RENUNGAN 

Dalam bacaan Injil, Yesus mengatakan Akulah gembala yang baik.

Kriteria sebagai Gembala baik adalah

1. Mengenal domba-dombaNya 

Yohanes 10:14 
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku. 

Mengenal domba-dombaKu artinya Yesus tahu kelemahan kita dan siap menolong dengan memberkati dan memelihara hidup kita. 

Yehezkiel 34:15, 16b 
Aku sendiri menggembalakan domba-dombaKu dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan Allah. Yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. 

2. Memberikan Nyawa bagi domba2-Nya 

Yohanes 10:11 
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. 

Buktinya Yesus bersedia mati di salib demi menebus dosa manusia agar selamat dan beroleh hidup kekal bagi yang percaya dan mengikutiNya. 

3. Melindungi domba-dombaNya 

Yohanes 10:18 
Tidak seorangpun mengambilnya dari padaKu, melainkan Aku memberikannya menurut kehendakKu sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari BapaKu. 

Bagaimana dengan kita? 

Kita masing-masing menjadi gembala baik di keluarga, lingkungan, komunitas, di perusahaan, dan di masyarakat. 

Menjadi gembala baik harus memiliki hati yang berbelas kasih dan belas kasihan melihat kesusahan orang lain sehingga segera bertindak menolong dan bukan hanya sekedar kasihan dan tidak berbuat apa-apa atau menunjuk orang lain tetapi ia sendiri tidak menolong. 

Contoh
Ada orang yang rajin mengumpulkan dana buat membantu orang lain yang sedang susah tetapi dia sendiri tidak sumbang dana. 

Atau ada orang berjanji akan sumbang dana bila proyek/bisnis yang sedang ia kerjakan menghasilkan untung besar. 

Padahal berikan saja yang ada saat ini yang bisa kau berikan daripada berjanji dengan syarat tunggu dapat rejeki. 

2 Korintus 8:12 
Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu. 

JADI 

Kasih dan belas kasihan adalah dasar utama yang harus dimiliki gembala baik. 

Sedikit orang berkualitas menjadi seorang gembala yang baik sebab pada umumnya banyak orang maunya diberi dan ditolong; bukan memberi dan menolong. 

Menjadi dombapun maunya menuntut gembalanya memenuhi keinginannya tetapi tak mau tunduk pada gembalanya. 

Kita umat kristiani mengakui Yesus adalah Gembala Baik sebab kita percaya kepadaNya tetapi bagaimana sikap kita sebagai domba-dombaNya, apakah kita tunduk kepadaNya dengan menuruti perintahNya dan kehendakNya? 

Apakah setiap hari berkomunikasi dengan Tuhan Yesus? Apakah sediakan waktu khusus bersaat teduh bersamaNya? Apakah ada waktu merenungkan Sabda atau FirmanNa? Lalu apakah kasih dan belas kasihan memenuhi hati kita? apa sudah berbuat kasih setiap hari? 

Setelah menjadi domba-domba setia yang mau dituntun dan tunduk pada Gembala Agung kita yakni Yesus Kristus maka langkah berikutnya menjadi gembala baik di segala bidang kehidupan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Sabtu, 02 Mei 2020

APAKAH SAAT INI IMANMU GOYAH ?










SABTU, 2 MEI 2020

KISAH 9:31-42 

Saat mengunjungi di koda Lida, Petrus menyembuhkan Eneas dari lumpuh selama delapan tahun dan menghidupkan Dorkas dari matinya. 

MAZMUR 116:12-17 

Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebajikanNya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan, akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umatNya. 

YOHANES 6:60-69 

Bukan hanya orang-orang Yahudi tetapi murid-murid Yesus juga terkejut bahkan ada yang meninggalkan Yesus karena tergoncang imannya mendengar Yesus mengatakan bahwa jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahNya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. 

RENUNGAN 

Murid-murid Yesus ternyata tergoncang imannya mendengar perkataan Yesus tentang tubuh dan darah Yesus adalah makanan dan minuman maka beroleh hidup kekal (Yoh 6:54). 

Mengapa demikian? 

Karena pemahaman mereka terhadap ajaran Yesus sangat dangkal sehingga iman mereka mudah goyah menghadapi sesuatu diluar pemikiran mereka dan akibatnya mereka meninggalkan Yesus. 

Yohanes 6: 60,66 
Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?" Mulai dari waktu itu banyak murid-muridNya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. 

Memang kita harus mengenal Yesus secara pribadi supaya memahami segala sesuatu yang diajarkan dan dikehendaki olehNya dan sekarang ini kita hanya bisa mengetahui ajarannya melalui Alkitab. 

Kita harus memberi asupan bergizi pada roh kita agar iman kita bertumbuh makin hari semakim kuat dan teguh. 

Kenyataannya, 

Banyak orang lalai memelihara rohnya atau rohaninya sebab yang dipelihara hanya tubuh jasmani dan jiwanya saja. 

Tubuh diperhatikan bentuknya biar maco atau langsing agar elok dipandang. 
Perasaan hatinya diupayakan senang dan gembira agar terasa hidupnya bahagia. 

Bagaimana dengan rohnya/rohaninya? 

Cukuplah seminggu sekali ke Gereja menerima Hosti untuk menguatkan iman dan diberkati Tuhan. 

Begitu juga sehari ada waktu 24 jam, berapa lama waktu berdoa, renungkan Firman Tuhan di Alkitab, memuji dan menyembah Tuhan? 

Syukur-syukur masih berdoa dan baca kitabsuci, bernyanyi memuji-menyembah Tuhan atau bersaat teduh (=meditasi) meski sekitar 5-15 menit atau 30 menit; atau jangan-jangan tidak ada 1 menitpun waktu khusus ber-relasi dengan Tuhan? 

Sikap hidup seperti ini, jangan harap iman bertumbuh; tidak kering alias tidak mati imannya saja masih lumayan daripada imannya mati samasekali. 

Tatkala datang badai persoalan hidup maka kalang-kabut imannya diandalkan untuk memgatasi masalahnya. 

Benarlah yang Yesus katakan bahwa: 
Yohanes 6:63 
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. 

JADI 

Perkataan Yesus bahwa
Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia (Yohanes 6:56)

DagingKu dan darahKu adalah diri Yesus agar kita tinggal di dalam Dia

Yohanes 15:5 
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 

Bila roh kita melekat pada Yesus maka tentunya iman kita kepada Yesus makin kuat dan dimampukan mengatasi segala persoalan/masalah hidup. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Jumat, 01 Mei 2020

BUKALAH HATI MENERIMA YESUS












JUMAT, 1 MEI 2020

KISAH 9:1-20 

Saulus terkejut berjumpa dengan Yesus ditengah perjalanan ke Damsyik, Saulus rebah ditanah dan menjadi buta. 

Lalu Ananias disuruh Tuhan menemui Saulus untuk menyembuhkan matanya sebab Tuhan berkata Saulus akan dipakai sebagai alat untuk memberitakan Injil ke bangsa lain dan orang-orang Israel. 

MAZMUR 117:1-2 

Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! Sebab kasihNya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya. Haleluya! 

YOHANES 6:52-59 

Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan dagingNya kepada kita untuk dimakan." 

Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 

Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 

RENUNGAN 

Semula Saulus menganiaya orang-orang yang percaya kepada Yesus karena menurutnya keyakinan iman orang-orang kristen berbeda dengan keyakinan iman yang dipercayainya yakni agama Yahudi. 

Di jaman sekarang ini juga ada sebagian orang memaksa orang lain mengikuti ajaran agamanya dan menghalangi orang lain beribadah menurut agamanya. 

Sikap intoleransi timbul karena merasa dirinya benar dan merasa berhak untuk menghakimi orang lain yang tidak seperti dirinya; apakah itu menurut agamanya atau menurut sikap hidupnya dsbnya. 

Termasuk dalam pelayanan, ada yang merasa pelayanannya seharusnya jadi model pelayanan sesuai dikehendaki Tuhan dan menghakimi model pelayanan orang lain. 

Banyak contoh lainnya seseorang arogan mengklaim dirinya benar dan memaksa atau menekan orang lain berbuat seperti dirinya. 

Saulus mengklaim dirinya memahami hukum Taurat dan bekerja bagi Allah sehingga ia merasa telah berbuat benar termasuk menganiaya orang-orang yang percaya kepada Yesus. 

Kisah 22:3 
Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. 

Tetapi setelah mengalami perjumpaan dalam roh dengan Yesus maka Saulus begitu kontras sikapnya berbalik percaya kepada Yesus. 

Apa penyebabnya? 

Apakah karena mengalami kebutaan dan disembuhkan dari butanya? kita tidak tahu persis penyebabnya tetapi dari kesaksian Saulus atau sekarang namanya Paulus tentang dirinya bahwa: 

Galatia 1:13-14 
Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. 

Sepertinya Paulus berpikir ulang akan kebenaran tentang Mesias di dalam diri Yesus yang selama ini ia yakini sebagai salahseorang ahli Taurat adalah bukan Mesias yang dijanjikan Allah. 

Paulus mengalami sesuatu luarbiasa saat mendengar suara Yesus dari langit yang berkata: 

Kisah 9:4 
Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" 

Perhatikan jawaban Saulus atau Paulus menyebut Yesus adalah Tuhan: 

Kisah 9:5 
Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" KataNya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu. 

Bagaimana Saulus menyebut Yesus Tuhan padahal sebelumnya ia menolak mengakui Yesus adalah Mesias, apalagi mengakui Yesus adalah Tuhan. 

Kita percaya saat itu kuasa Allah yang bekerja di dalam diri Saulus. 

Roma 8:28 
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 

Membuka hati adalah kunci utama sikap seseorang yang mau dirinya berubah sebab dengan hati terbuka maka pikiran juga terbuka menerima sesuatu ajaran atau pengetahuan baru. 

Berbeda dengan Saulus membuka hati menerima Yesus sedangkan orang-orang Yahudi lainnya tidak membuka hatinya mencerna perkataan Yesus tentang tubuh dan darahNya adalah makanan-minuman bagi yang percaya kepadaNya. 

Hal ini kita ketahui dari bacaan Injil Yohanes hari ini dimana orang orang Yahudi tidak mengerti perkataan Yesus: 

Yohanes 6:52 
Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan dagingNya kepada kita untuk dimakan." 

Perkataan Yesus atau dengan katalain Firman Tuhan yang kita dengar atau kita baca, hendaknya direnungkan dengan sungguh2 agar dapat dimengerti. 

Memang kadangkala orang berdebat dan bertengkar mengklaim kebenaran Firman Tuhan berdasarkan penafsiran dan pemahami sendiri; apalagi orang yang menyebut dirinya sebagai hamba Tuhan, janganlah menambah atau mengurangi ayat-ayat Firman Tuhan termasuk dalam hal nubuatan juga. 

Ulangan 4:2 
Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu. 

2 Timotius 2:23-24a 
Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. 

JADI 

Dengan menerima Yesus maka kita juga membuka hati dan pikiran kita segala sesuatu yang diajarkan Yesus dan segala perintah Yesus kita kerjakan dan taat melakukan kehendakNya. 

Contohlah teladan Paulus yang semula tidak menerima Yesus adalah Mesias dan Tuhan namun setelah membuka hatinya dalam perjumpaan dengan Yesus saat di tengah perjalanan menuju Damsyik. 


Salam Kasih, 
Surya Darma