Kamis, 26 November 2015

TANDA KEDATANGAN ANAK MANUSIA












Renungan Harian 27 November 2015 
TANDA KEDATANGAN ANAK MANUSIA 
(Lukas 21:29-33) 

Daniel 7:2-14
Tambaham Daniel 3:75-81


Saudara/i dalam Yesus Kristus, 

Injil Lukas hari ini mengenai perkataan Yesus tentang Kerajaan Allah sudah dekat bila pohon ara bertunas. 

Lukas 21:29-31 
Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. 
demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. 

kita tidak tahu mengapa pohon ara bertunas menjadi tanda Kerajaan Allah sudah dekat yang artinya menunjukkan kedatangan Anak Manusia (=Yesus). 

pohon ara banyak dijumpai di Israel dan konon kabarnya setiap tahun berbuah. 

nabi Yeremia mendapat penglihatan tentang dua keranjang buah ara yang berisikan buah ara yang sangat baik dan buah ara yang sangat jelek. 
(baca Yeremia pasal 24)

buah ara yang jelek menunjukkan negeri Israel akan lenyap dihancurkan karena perbuatan mereka dan tidak bertobat. 

Yeremia 24:10 
Allah akan mengirimkan perang, kelaparan dan penyakit sampar ke antara mereka, sampai mereka habis dilenyapkan dari atas tanah yang telah Kuberikan kepada mereka dan kepada nenek moyang mereka

penglihatan buah ara yang jelek terbukti pada tahun 70 Masehi tentara Romawi dipimpin jendral Titus menduduki kota Yerusalem dan Bait Allah dihancurkan. 

sedangkan, 
buah ara yang baik menunjukan negeri Israel akan dibangun dan tidak akan dihancurkan karena mereka bertobat. 

Yeremia 24:6 
Allah akan mengarahkan mataKu kepada mereka untuk kebaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke negeri ini. Aku akan membangun mereka, bukan meruntuhkannya; Aku akan menanam, bukan mencabutnya. 

namun untuk penglihatan buah ara yang baik tidak akan diperoleh selama bangsa Israel tidak bertobat karena mereka tidak mengakui Yesus sebagai Mesias. 

namun Yesus mengatakan bahwa : 
perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas berarti sudah Kerajaan Allah sudah dekat. (Lukas 21:29-31) 

tanda pohon ara bertunas menunjukan bahwa pada tahun 1948 tepatnya 14 Mei 1948 bangsa Israel terbentuk setelah selama 1878 tahun atau hampir 19 abad mereka orang-orang Yahudi tercerai-berai di pelosok dunia. 

Yeremia 31:10 
dengarlah firman Tuhan, 
hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya! 

meskipun orang-orang Yahudi telah membentuk negara Israel tahun 1948 namun baru tahun 1967 merebut kota Yerusalem dan menguasai bekas bangunan Bait Allah. 

kabarnya tahun 2011 Bait Allah dibangun kembali di Yerusalem meskipun masih ada kendala sebab di tanah dimana Bait Allah yang telah diruntuhkan tahun 70 tersebut telah berdiri masjid al-aqsa yang merupakan halaman Bait Allah di jaman raja Salomo sedangkan ruang Maha Kudus dimana sekarang berdiri bangunan dome of the rock. 

meski Bait Allah dibangun raja Salomo dengan megah di tanah yang dibeli raja Daud yang membangun Mezbah yang tidak semegah Bait Allah. 
(2 Samuel 24:18-25) 

Daud setia sampai mati menyembah Allah sedangkan Salomo mengkhianati Allah dengan menyembah Asytoret dan illah lain dari para istrinya dan tidak hidup menurut ketetapan Allah. 
(baca 1 raja pasal 11). 

bangsa Israel mengenang raja Daud 
Yesus lahir dari keturunan raja Daud. 

Kisah 15:16-17 
Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milikKu demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini. 
(baca juga Amos 9:11-15) 

dari berbagai sumber informasi maka kita bisa menelusuri sejarah mengenai kota Yerusalem yang berulangkali dihancurkan dan kemudian dibangun kembali, termasuk Bait Allah. 

selanjutnya, 

setelah kita membaca kitab Yeremia dapat kita ketahui hubungan antara pohon ara yang bertunas dengan Kerajaan Allah sudah dekat maka sekarang kita mencoba menemukan makna dari : 

Lukas 21:32-33 
Aku berkata kepadamu: sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu

ada yang menafsirkan bahwa akhir jaman atau kedatangan Yesus kedua akan tiba bila bangsa Israel bertobat dan mengakui Yesus sebagai Mesias. 

memang masih belum jelas apakah bangsa Israel akan segera bertobat setelah Bait Allah selesai dibangun namun bila menilik dari sikap bangsa Israel yang angkuh menonjolkan diri sebagai bangsa pilihan Allah, sepertinya kata peribahasa : jauh panggang dari api 

kita tidak perlu terjebak mengurusi kapan akhir jaman tiba sebab sudah jelas Yesus katakan : 

Markus 13:32 (=Matius 24:26) 
tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja

bagi kita, 
tanda-tanda sebelum akhir jaman tiba adalah suatu peringatan keras yang harus kita tanggapi dengan serius agar membenahi segala sesuatu yang belum menyelesaikan tugas dari Tuhan dan memperbaiki segala kelakuan buruk yang tidak berkenan di mata Tuhan. 

kita kudu mesti harus percaya kepada segala perkataan Yesus yang tidak akan pernah berubah sampai selamanya. 

perkataan Yesus bukan hanya janji saja tetapi segala nasehat, pengajaran, dan teguranNya harus kita turuti/lakukan dengan setia. 

REFLEKSI DIRI 

apakah tanda-tanda menjelang akhir jaman menyadarkan diriku untuk segera membenahi dan memperbaiki sikap hidupku agar seturut perkataan Yesus dan sesuai kehendakNya? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Rabu, 25 November 2015

PENDERITAAN DAN PENGANIAYAAN



Renungan Harian 25 November 2015 
PENDERITAAN DAN PENGANIAYAAN 
(Lukas 21:12-19) 

Daniel 5:1-6, 13-17,23-28 
Tambaham Daniel 3:62-67


Saudara/i dalam Yesus Kristus, 

Injil Lukas hari ini melanjutkan tentang tanda-tanda akhir jaman yaitu akan ada penganiayaan orang/umat beriman yang percaya kepada Yesus Kristus. 

penganiayaan dilakukan oleh : 
1) raja-raja dan penguasa-penguasa 
2) orangtuamu, saudara-saudaramu dan kaum keluargamu 
3) sahabat-sahabatmu 

Lukas 21:12 
kamu akan ditangkap dan dianiaya; 
kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena namaKu

Lukas 21:16 
kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh

penganiayaan sudah terjadi namun itu semua, baru permulaan penderitaan yang akan dialami setiap orang beriman yang mau hidup di dalam Tuhan. 

2 Timotius 3:12-13 
memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. 

bukankah hal tersebut sudah menjadi kenyataan dimana orang jahat semakin bertambah jahat. 

tidak heran bila terjadi penindasan dan penganiayaan yang semakin mencekam membuat orang beriman menjadi gentar tak kuasa menguasai diri agar tenang meski tahu bahwa Tuhan membelanya. 

Lukas 21:14-15 
sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu 

seringkali penganiayaan yang dialami oleh seseorang berlangsung agak lama dan pertolongan Tuhan tidak segera datang melepaskan dirinya dari aniaya. 

bahkan nabi Habakuk sempat berseru kepada Tuhan dan mempertanyakan mengapa sepertinya Tuhan membiarkan penindasan dan ketidak-adilan itu. 

Habakuk 1:2-4 
berapa lama lagi, Tuhan, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepadaMu: "penindasan!" tetapi tidak Kautolong? mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi. Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik

mengapa demikian? 

Yesus sudah mengingatkan bahwa kita akan mengalami penganiayaan dan tidak usah takut karena Tuhan akan membela dan menolong menyelamatkan kita. 
(ayat 14-15) 

artinya : 
penindasan dan penganiayaan yang kita alami adalah bagian dari ujian iman kita; apakah kita tetap setia kepadaNya? 

hal ini kita harus mengerti dan menerima ujian iman sebagai pengikut Yesus yang harus memanggul salib! 

Sirakh 2:1-5 
anakku, jikalau engkau bersiap untuk mengabdi kepada Tuhan, maka bersedialah untuk pencobaan. Hendaklah hatimu tabah dan jadi teguh, dan jangan gelisah pada waktu yang malang. Berpautlah kepada Tuhan, jangan murtad dari padaNya, supaya engkau dijunjung tinggi pada akhir hidupmu. Segala-galanya yang menimpa dirimu terimalah saja, dan hendaklah sabar dalam segala perubahan kehinaanmu. 
sebab emas diuji di dalam api, tetapi orang yang kepadanya Tuhan berkenan dalam kancah penghinaan. 

itu sebabnya sebagian orang beriman memilih hidup diluar jalanTuhan meski mereka di mulut mengaku percaya tapi perbuatannya sehari-hari mengikuti cara dunia yang bertolak-belakang dengan cara hidup menurut kebenaran Tuhan. 

hal ini disebabkan oleh ke-egoisan diri orang beriman yang maunya Berkat Tuhan terutama rejeki duit dan harta dunia tetapi menampik atau menolak sangkuli (sangkal diri, pikul salib, ikuti kehendak, sikap hidup Yesus). 

memang tidak mudah menanggung penganiayaan sebab membutuhkan kekuatan dari Tuhan meskipun kita sadar harus mau menghadapi segala bentuk penganiayaan; aniaya fisik dan aniaya psikis atau aniaya terhadap batin namun jangan sampai penganiayaan mengakibatkan kita terpisah dari Tuhan. 

Roma 8:35 
siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 

kita patut mencontoh teladan Rasul Paulus yang bertahan dari penderitaan penganiayaan yang ditanggungnya bahkan ia mengatakan : 

2 Korintus 12:10 
karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. 
sebab jika aku lemah, maka aku kuat. 

wow luar biasa!!! 
bagaimana dengan kita??? 

ternyata setelah dicermati hal apa yang mendorong para rasul, para martir, yang rela bahkan bersukacita bisa mengalami penganiayaan dan kematian karena iman kepada Yesus adalah mereka memilih tetap setia kepada Yesus sebab mereka tahu bahwa melalui Yesus maka mereka akan sampai ke rumah Bapa Surgawi dan menerima kehidupan kekal

Kisah 5:41 
Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. 

para rasul mengetahui kebenaran yang diajarkan Yesus kepada mereka. 

Matius 5:10-11 
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. 

mereka menerima penganiayaan atas diri mereka dan tidak mengeluh sebab mereka tahu pasti Tuhan pasti memberi kekuatan supaya mampu menanggung segala derita dari penganiayaan. 

yang membuat kita salut, 
justru mereka tidak menghindar dari penganiayaan yang disebabkan oleh nama Yesus untuk menunjukkan bahwa mereka setia kepada Yesus. 

memang membutuhkan proses untuk sampai memiliki iman seperti para rasul namun paling tidak langkah awal adalah kita mau menanggung penganiayaan tanpa keluh kesah, kemudian kita bisa sampai tahap bersukacita atas aniaya yang dialami di dalam hidup kita. 

penganiayaan yang dialami para rasul itu kelas super berat karena akibatnya bisa sampai mati dan itu terjadi pada mereka 

kita mulai dari bentuk penganiayaan yang ringan dulu, misalnya : 
@ bersikap jujur meski harus kehilangan pekerjaan atau dikucilkan rekan kerja. 
@ mengatakan kebenaran firman Tuhan meski dijauhi dan dikucilkan oleh teman atau bisa juga oleh keluarga kita. 

masih banyak contoh lainnya dimana kita dianiaya secara psikis dan fisik dalam skala ringan tatkala kita memilih setia kepada Yesus di tengah lingkungan keluarga, komunitas, teman, kantor, bisnis, yang lebih mengutamakan prinsip kebenaran dunia daripada kebenaran menurut Tuhan. 

jika kita bertahan dan tetap setia pada kebenaran Tuhan maka disitulah ada kesempatan kita bersaksi tentang Yesus dimana kita mengalami hidup sukacita dan damai sejahtera Ilahi. 

Lukas 21:13 
hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. 

mereka yang menganiaya kita menjadi heran dan mengusik keinginan tahu ada apa sih yang membuat kita tenang dan mau menanggung derita dari aniaya. 

kita mesti yakin janji Tuhan menolong kita jika tetap setia kepadaNya meskipun akibatnya kita dibenci, dianiaya, bahkan bisa mati terbunuh. 

Lukas 21:18-19 
tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu. 

kita mau belajar terus agar iman kita semakin hari menjadi semakin teguh dan hingga suatu hari nanti kita juga bisa seperti para rasul, para martir yang bersukacita di dalam penderitaan aniaya bahkan memberkati orang-orang yang menganiaya diri kita seperti Stefanus. 

Roma 12:14 
berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! 

Kisah 7:59-60 
sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" dan dengan perkataan itu meninggallah ia. 


REFLEKSI DIRI 

sudahkah aku memilih tetap setia kepada Tuhan Yesus walaupun oleh karena nama Yesus maka aku harus menanggung penderitaan dan penganiayaan bahkan bisa sampai kehilangan nyawa sekalipun? 


Salam Kasih, 
Surya Darma