Kamis, 09 Juli 2015

YESUS MENGUTUS KE 12 MURIDNYA









Shalom,  
Bacaan hari ini Kamis 9 Juli 2015 menurut kalender liturgi  katolik :
Kejadian 44:18-29, 45:1-5
Matius 10:7-15
Mazmur 105:16-21

Bacaan Injil hari ini mengenai Yesus mengutus murid-muridNya ;
sama persis seperti bacaan Injil tanggal 11 Juni 2015 lalu.

Matius 10:7-8
Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.  
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah
orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya
dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

renungan kita hari ini lebih baik fokus kepada bacaan pertama tentang
Yusuf berhadapan dengan saudara-saudaranya yang datang ke Mesir
karena di negeri tempat mereka tinggal (Kanaan) mengalami musim
paceklik sehingga terjadi kelaparan hebat.

Yusuf teringat atas perlakuan saudara-saudaranya yang membuangnya
ke sumur, kemudian menjual dirinya ke Mesir karena iri hati kepadanya.
banyak penderitaan yang ia alami, mulai ia difitnah oleh istri Potifar dan
dijebloskan ke penjara. ( baca Kejadian pasal 37 dan pasal 39 ).

ketika di penjara, Yusuf menolong juru minuman dan juru roti dengan
mengartikan mimpi mereka sehingga akhirnya raja Firaun melepaskan
mereka dari penjara, namun sayangnya mereka melupakan Yusuf.
( baca Kejadian pasal 40 ).

singkat cerita, dua tahun kemudian raja Firaun bermimpi buruk dan
meminta Yusuf mengartikan mimpinya.
Allah mengasihi Yusuf dan memberi hikmat kepada Yusuf sehingga
dapat mengartikan mimpi Firaun bahkan menjadi kenyataan.
akhirnya Yusuf diberi kuasa oleh raja Firaun atas seluruh tanah Mesir.
( baca Kejadian pasal 41).

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kisah Yusuf ?
jawabannya selain Kejadian 45:5, ada juga pada Mazmur 105:16-21 :

ketika Allah mendatangkan kelaparan ke atas negeri Mesir dan
menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutus-Nyalah seorang
mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak.
mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam
besi sampai saat firmanNya sudah genap, janji Tuhan membenarkannya.
raja menyuruh melepaskannya, penguasa bangsa2 membebaskannya
diijadikannya dia tuan atas istananya, dan kuasa atas segala harta
kepunyaannya, ....

ternyata,
Allah mengutus Yusuf ke Mesir menjadi penguasa supaya bangsa Israel
terbebas dari bahaya kelaparan yang melanda seluruh negeri Kanaan.
( bejadian 41 sd 45).

Yusuf mungkin tidak menyangka bahwa penderitaan dan penghinaan
yang ia alami selama 13 tahun, bukanlah waktu yang singkat sampai
pada akhirnya ia menjadi penyelamat bagi bangsanya.
Yusuf dibuang ke sumur pada saat berusia 17 tahun (Kejadian 37:2)
Yusuf menjadi penguasa Mesir saat berusia 30 tahun (Kejadian 41:46).

dan bacaan kita hari ini pasal 44-45,
bagaimana pergumulan Yusuf menghadapi saudara-saudaranya yang
jahat yang telah membuangnya ke sumur dan menjualnya ke Mesir.

dengan kedudukannya sebagai penguasa, sangat mudah bagi Yusuf
untuk membalas dendam namun tidak dilakukannya karena Yusuf
mengerti semua ini adalah rencana Allah terhadap dirinya.

Kejadian 45:1-5
setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga kedengaran kepada
orang Mesir dan kepada seisi istana Firaun dan Yusuf berkata kepada
saudara-saudaranya: "akulah Yusuf ! masih hidupkah bapa?"
tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka
takut dan gemetar menghadapi dia.
lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "marilah dekat-dekat."
maka mendekatlah mereka. katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu,
yang kamu jual ke Mesir tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan
janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk
memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.

Luar biasa yach rencana Allah begitu sempurna dan mendatangkan
kebaikan bagi kita manusia dan baru saja kita membaca kisah Yusuf.
bila Tuhan mengutus seseorang, segala sesuatu sudah dipersiapkan,
Ia memberi Kuasa-Nya agar orang yang diutus-Nya dapat mampu
melakukan tugas perutusan.

2 Timotius 2:3-4
Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus 
 seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya
dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian
ia berkenan kepada komandannya.

Selanjutnya,
silahkan baca kembali renungan harian 11 juni 2015 yang menguraikan
tentang pesan-pesan Yesus kepada para Rasul saat pergi diutus untuk
memberitakan Injil Kerajaan Sorga.


Salam Kasih, 
Surya Darma

Rabu, 08 Juli 2015

YESUS MEMANGGIL KE 12 MURID-NYA














Shalom,

Bacaan hari ini Rabu 8 Juli 2015 menurut kalender liturgi katolik :

Kejadian 41:55-57, 42:5-7a
Matius 10:1-7
Mazmur 33:2-3, 10-11, 18-19

Injil Matius hari ini tentang perikop Yesus memanggil ke 12 murid-Nya :
ayat 2-4
inilah nama kedua belas rasul itu : 
Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, 
Yakobus dan Yohanes saudaranya (anak Zebedeus),
Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai,
Yakobus anak Alfeus,Tadeus, Simon orang Zelot dan
Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

ada beberapa hal menarik untuk kita ketahui dalam perikop ini :

1. Yesus memberikan kuasa kepada para murid-Nya.
    ayat 1
    Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa
     kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan
     segala penyakit dan segala kelemahan.

2. Murid Yesus diutus hanya kepada umat Israel saja
    ayat 5-6
    kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada
    mereka: janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau
    masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada
    domba-domba yang hilang dari umat Israel.

3. Tugas perutusan spesifik yakni memberitakan Kerajaan Sorga
     ayat 7 
     pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

dari ketiga hal tersebut diatas menjadi pedoman bagi kita bahwa : 
jika Tuhan mengutus kita maka Ia pasti memberikan kuasa-Nya untuk
memperlengkapi kita menghadapi musuh kita yaitu setan / iblis.
disamping itu setiap perutusan itu sangat jelas tugas-tugas detail yang
mau disampaikan dan kepada siapa kita diutus. 

sangat simple,
yang penting kita bersedia menjawab panggilan Tuhan untuk melakukan
tugas perutusan namun kenyataannya sangat sedikit orang beriman mau
menanggapinya dan menyanggupinya.
mengapa yach ? 

jawabannya juga simple,
karena manusia amat sangat egois; cenderung memikirkan kepentingan
diri sendiri dan kurang peduli kepada kepentingan orang lain !
mau bukti, lebih baik tanyakan pada diri kita sendiri deh ...
supaya tidak menghakimi orang lain, lebih baik menghakimi diri sendiri. 

Apa faktor pendorong seseorang mau melakukan tugas-tugas perutusan?
Pertama
orang tersebut mengalami perjumpaan dengan Tuhan lewat peristiwa
yang menolong dan menyelamatkan hidupnya.
Kedua
orang tersebut amat sangat bersyukur hidupnya dipulihkan Tuhan dan
ia mau membalas kebaikan Tuhan.
Ketiga
orang tersebut sudah membangun relasi intim dengan Tuhan sehingga
ia mau menyenangkan Tuhan karena ia mengasihi Tuhan.
Keempat
orang tersebut percaya pada janji Tuhan yang tertulis di Alkitab karena
sering menerima penggenapan janji Tuhan di dalam hidupnya.
Kelima
orang tersebut menata hidup baru di dalam kebenaran Tuhan. 

ke 5 faktor ini memurnikan motivasinya melakukan tugas perutusan
maupun tugas pelayanan kasih.
orang tersebut sudah tidak lagi memikirkan untung rugi buat dirinya,
tidak mencari populeritas mau mencari pujian orang sebab fokusnya
hanya tertuju untuk menyenangkan Tuhan, mendapat pujian dari Tuhan. 

ke 5 faktor ini membentuk karakternya dan mengubah dirinya menjadi
orang yang berbelas kasih dan buah-buah Roh nampak di dalam dirinya,
yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,
kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Galatia 5:22-23).
paling tidak ada satu dua buah Roh ber-proses sampai  menghasilkan
9 buah Roh tersebut di dalam dirinya. 

Selanjutnya, 

Tugas perutusan lebih fokus memberitakan tentang Kerajaan Sorga
telah dekat artinya memberitahukan kepada orang-orang untuk segera
menanggapinya bahwa hidup di dunia ini sementara sebab rumah kita
sesungguhnya ada di Sorga, bukan di dunia ini. 

untuk sampai ke rumah di Sorga, orang-orang harus bertobat dan
melepaskan keterikatan keduniawian, kemudian mengikuti jalan-jalan
kebenaran Tuhan supaya beroleh hidup kekal. 

jadi intisari tugas perutusan adalah mengajak orang untuk datang kepada
Yesus supaya mengalami hidup baru di dalam kebenaran Tuhan yang
akan membawa kepada kehidupan kekal. 

Tugas pelayanan lebih tertuju pada perbuatan kasih menolong sesama
secara nyata yang dilandasi belas kasihan.
seperti yang dilakukan Marta (Lukas 10:40).
ukuran keberhasilan tugas pelayanan adalah pengorbanan diri yang
mau menyangkal kepentingan diri sendiri demi menolong orang lain. 

Semoga kita mencontoh para Rasul (selain Yudas Iskariot) yang mau
menerima tugas perutusan yang Yesus perintahkan dengan taat dan
setia sampai rela mengorbankan nyawa. 

Salam Kasih,
Surya Darma , 


Selasa, 07 Juli 2015

YESUS MENYEMBUHKAN SEORANG BISU DAN BELAS KASIHAN YESUS KEPADA ORANG BANYAK

Shalom,

Bacaan hari ini Selasa 7 Juli 2015 menurut kalender liturgi katolik :

Kejadian 32:22-32
Matius 9:32-38
Mazmur 17:1-3,6-8

Bacaan Injil Matius hari ini, perikop tentang seorang bisu disembuhkan
dan perikop tentang belas kasihan Yesus terhadap orang banyak. 











Matius 9:32-33
dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan dan setelah
setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata maka heranlah orang
banyak, katanya: "yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." 


musuh manusia adalah setan / Iblis, yang terus menerus mencelakakan
dan hendak menghancurkan manusia.
sebagai orang beriman, kita tidak boleh dipengaruhi oleh tipu daya Iblis
dan harus berani katakan "tidak" setiap godaan Iblis yang menawarkan
kepada kita suatu kenikmatan kedagingan dan kemilau duniawi. 

Yohanes 8:44
Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan
keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia
sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak
ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya
sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. 


Yesus menyembuhkan orang bisu yang dirasuki setan dan membuat heran
orang banyak yang belum mempercayai Yesus termasuk orang Farisi
yang selalu menghalangi orang lain untuk mempercayai Yesus. 

Matius 9:34
tetapi orang Farisi berkata:
"dengan kuasa penghulu setan, Yesus mengusir setan."

tidak aneh bila pelayanan yang kita lakukan mendapat cemoohan
dan tidak disukai orang lain bahkan berusaha menyingkirkan kita.
setan / iblis seringkali menghasut melalui pikiran orang terutama
mereka yang mulai menjauh dari Tuhan, meskipun terhadap orang
beriman, setan/iblis gencar juga memutar-balikan kebenaran Tuhan. 

oleh sebab itu kita mesti waspada dan tidak membuka celah dalam
diri kita untuk dipengaruhi oleh setan/iblis, yang mengintai terus pada
saat iman kita sedang goyah menghadapi gelombang kehidupan ini. 

Efesus 6:11-12 
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat
bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah
melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah,
melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia
yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 


biasanya setan/iblis masuk melalui kedagingan kita, terutama melalui
apa yang kita senangi, apa yang kita sayangi, atau segala sesuatu yang
mengikat diri kita sehingga tidak mau melepaskannya.

Roma 8:5-7
mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging;
mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup
dan damai sejahtera sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap
Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak
mungkin baginya.

Selanjutnya,
hari ini kita diajak untuk menyaksikan bagaimana Yesus berkelana
memberitakan Injil, menyembuhkan penyakit dan membebaskan orang
dari kuasa jahat setan / iblis.










Matius 9:35
demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa;
Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil
Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. 


Hati Yesus penuh dengan belas kasihan melihat banyak orang yang
menderita kelaparan, yang tersisihkan, yang dicampakkan masyarakat.

Matius 9:36
melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan
kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba
yang tidak bergembala. 


demikian juga hendaknya kita mau peduli melihat masih banyak orang
yang menderita yang membutuhkan pertolongan dari kita.
memang tidak banyak orang tergerak hatinya untuk memberi diri
untuk melayani orang lain sebab lebih cenderung melayani diri sendiri.

Yesus menyadari hal tersebut sehingga Ia menyuruh murid-muridNya
untuk menjadi pekerja di ladangnya Tuhan.

Matius 9:37-38
kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi
pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian,
supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." 


Bagaimana dengan kita?
apakah kita bersedia menjawab panggilan Yesus bekerja bersamaNya,
menjadi perpanjangan tangan Yesus dan menjadi saluran berkatNya
untuk melayani kepentingan banyak orang yang membutuhkan bantuan
dan pertolongan dari penderitaan yang mengekang hidup mereka? 

mintalah kepada Yesus supaya hati kita dipenuhi oleh belas kasihan
supaya hati kita tergerak mau peduli kepada orang lain dan
mintalah kepada Yesus supaya kita diberikan kekuatan untuk mengatasi
kedagingan dan ke-egoisan diri kita supaya kita mau berbagi dan mau 
melayani orang lain dengan penuh kerelaan hati. 

Mazmur 17:8 
Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam nauangan sayapmu.

Salam Kasih, 
Surya Darma

Senin, 06 Juli 2015

YESUS MEMBANGKITKAN ANAK PEREMPUAN DAN MENYEMBUHKAN PEREMPUAN PENDARAHAN 12 TAHUN

Shalom,

Bacaan hari ini Senin 6 Juli 2015 menurut kalender liturgi katolik :

Kejadian 28:10-22a
Matius 9:18-26
Mazmur 91:1-4, 14-15

Bacaan Injil Matius hari ini Yesus membangkitkan anak kepala rumah
ibadat yang meninggal dan Yesus menyembuhkan seorang perempuan
yang mengalami sakit pendarahan selama 12 tahun lamanya. 














Matius 9:18
sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah
seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata:
"Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan
letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup." 














Matius 9:20-21
Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya
menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan
menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya:
"asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."

Kepala rumah ibadat sangat yakin kepada Yesus 
dapat membangkitkan kembali anak perempuannya. 
demikian juga perempuan yang sakit pendarahan begitu yakin kepada
Yesus; dengan menjamah jumbai jubah Yesus maka sakitnya sembuh.
tidaklah heran jika Yesus mengatakan iman perempuan tersebut telah
menyembuhkan dirinya bahkan telah menyelamatkan dirinya.

Matius 9:22
Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "teguhkanlah hatimu,
hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau."
maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

coba dibayangkan betapa menderitanya perempuan tersebut selama
12 tahun menanggung penyakit pendarahan.
suatu penantian yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan luar biasa
untuk mempertahankan pengharapan kesembuhan dan bagaimana ia
menjaga imannya tetap percaya kepada Allah.

Ada beberapa hal menarik yang bisa kita contoh dari iman perempuan
sakit pendarahan dan iman kepala rumah ibadat :

Pertama
Memiliki iman percaya yang sungguh luar biasa

Matius 17:20
Yesus berkata kepada mereka: karena kamu kurang percaya.
sebab Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sekiranya kamu
mempunyai iman sebesar biji sesawi saja,
kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana,
maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

perempuan sakit pendarahan tersebut menderita phisik dan batin
sedangkan kepala rumah ibadat batinnya tertekan tetapi yang menderita
adalah anak perempuannya.

sekarang kita bisa membaca Alkitab tetapi mereka apakah membaca
kitab taurat ? kenyataannya iman percaya mereka mengagumkan.
kita bisa mengetahui janji-janji Tuhan di Alkitab untuk meneguhkan iman
kepercayaan kita kepada Tuhan.

sayangnya, kecendrungan kepercayaan kita kepada Tuhan menjadi luntur
pada saat ditengah-tengah persoalan hidup, misalnya saat mengalami
penyakit fisik yang menahun tidak kunjung sembuh.

Iman itu harus dipupuk, dipelihara, supaya iman bertumbuh.
misalnya : dengan kita membaca dan mendengarkan firman Tuhan
berarti kita memberi makan rohani kita, mendapat asupan gizi iman kita.

Roma 10:17
iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

dengan membaca dan mendengar Firman Tuhan berarti kita dapat
ketahui, hal-hal apa saja Tuhan berkenan dan yang tidak berkenan
sebagai penuntun langkah kita ketika melakukan perbuatan kasih.

kita harus mau terus menerus memperbaharui cara pandang dan
prinsip hidup kita supaya semakin hari kita diubahkan dan dibentuk
oleh Kuasa Firman Tuhan.

Roma 12:2
janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah
oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan
manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah
dan yang sempurna.

dengan demikian iman kita semakin hari semakin teguh dan kokoh
supaya  mampu menghadapi segala rintangan dan tantangan hidup ini.

Kedua
Mengandalkan Tuhan di sepanjang hidup ini.

Mazmur 91:14-15
sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya,
Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia
dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.

serahkan hidup kita seluruhnya dan seutuhnya hanya kepada Tuhan;
bukan di saat mengalami kesesakan hidup saja melainkan di waktu
sedang mengalami kesuksesan hidup, kita tetap mengandalkan Tuhan.

Iblis senantiasa berusaha menawarkan jalan singkat / jalan toll untuk
memenuhi dan memuaskan segala keinginan kita supaya kita pindah
jalur mengikuti jalan Iblis dan menjauh dari jalan Tuhan.

Matius 4:8-9
Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan
memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan
kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "semua itu akan kuberikan
kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."

Iblis mau kita mengandalkan dirinya dan tidak mengandalkan Tuhan.
Iblis sanggup memberikan apa saja yang kita minta kepadanya bahkan
yang tidak kita mintapun Iblis berikan kepada kita agar supaya kita mau
mengikuti dan menyembah Iblis.

Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan tetapi satu hal
yang pasti adalah Tuhan memberikan jalan kehidupan kekal kepada kita
sedangkan Iblis memberikan kehidupan sementara di dunia ini saja.

Andalkan Tuhan di segala aspek kehidupan kita supaya Iblis tidak dapat
memasuki setitik-pun kehidupan kita...

Ketiga
Kesabaran dan kesetiaan menunggu pertolongan dan berkat Tuhan

Mazmur 27:14
nantikanlah Tuhan !  kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu !
ya, nantikanlah Tuhan !

kita kudu harus sabar menantikan pertolongan Tuhan.
kita tahu bahwa semua pemberian Tuhan adalah terbaik untuk kita,
meskipun tidak seperti yang kita inginkan.

waktu Tuhan sangat berbeda dengan waktu kita.
kita diberi Tuhan waktu 24 jam sehari sedangkan
Tuhan memiliki waktu yang tak terbatas.

2 Petrus 3:8
saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan,
yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan
seribu tahun sama seperti satu hari.

juga kita tidak boleh memaksakan keinginan kita, seakan-akan keinginan
kita adalah yang berguna bagi kita, padahal menurut Tuhan belum tentu
keinginan kita tersebut bermanfaat bagi diri kita.

Yeremia 29:11-13
Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku
mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai
sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan
kepadamu hari depan yang penuh harapan.
apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka
Aku akan mendengarkan kamu;
apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku;
apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.

Semoga kepercayaan kita kepada Tuhan, senantiasa tak pernah pudar
oleh gelombang dan badai kehidupan yang menggetarkan hati dan
yang menggoyahkan iman sebab kita yakin bahwa Tuhan-lah sumber
keselamatanku dan tempat perlindungan kita.

Mazmur 91:1-2
orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam
dalam naungan Yang Mahakuasa dan akan berkata kepada TUHAN:
"tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku,
yang kupercayai."

​Salam Kasih, 
Surya Darma