Kamis, 06 Juli 2017

PERCAYALAH DAN YAKINLAH (BAGIAN-3)










Kamis, 6 Juli 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
KEJADIAN 22:1-19 

Abraham disuruh Tuhan persembahkan anaknya, Ishak sebagai kurban bakaran di gunung Moria dan Abraham mentaatiNya 

Ishak tidak jadi kurban bakaran dan domba jantan yang tersangkut dalam belukar menjadi penggantinya. 

Tuhan meneguhkan kembali janjiNya pada Abraham dimana ketururunannya akan sangat banyak dan memberkati segala bangsa karena ketaatan Abraham yang rela mengurbankan anaknya. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 116:1-6,8-9 

Mazmur ini berisikan pujian kepada Tuhan yang mengasihi dirinya dimana Tuhan mendengarkan permohonan dan meluputkan dirinya dari kesesakan. 

C. BACAAN INJIL 
MATIUS 9:1-8 

Yesus menyembuhkan orang lumpuh dan berkata : dosamu sudah diampuni. 
Tetapi beberapa ahli Taurat mengatakan bahwa Yesus telah menghujat Allah. 
Yesus menjawab bahwa diriNya berkuasa mengampuni dosa manusia. 

RENUNGAN HARI INI 

Ahli Taurat adalah kaum cendikiawan bidang keagamaan yang menguasai hukum Taurat Musa dan menduduki jabatan dalam mahkamah agama Yahudi.

Sayangnya pemahaman kitab Taurat yang dikuasainya hanya sebatas pengetahuan saja dan tidak sampai pada kedalaman makna sesungguhnya dari Taurat Musa. 

Tidak heran bila mereka bentrok dengan ajaran kasih yang diusung Yesus dan cilakanya mereka iri hati kepada Yesus sehingga apa saja yang dilakukan Yesus, selalu saja mereka tolak dan berdebat. 

Ironinya mereka tidak percaya meskipun menyaksikan sendiri bagaimana kuasa Yesus menyembuhkan penyakit, mengusir setan, dan berbagai mukjizat lainnya. 

Kali ini mereka mempertanyakan tentang Yesus mengampuni dosa orang lumpuh yang menurut mereka, Yesus menghujat Allah sebab Yesus adalah manusia dan hanya Allah yang mengampuni dosa. 

Yesus menyatakan diriNya berkuasa mengampuni dosa dan hal ini berarti Yesus adalah Allah. 

Matius 9:6a 
Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa...

Disini terlihat bahwa ahli taurat ini tidak mampu mendalami nubuat Nabi tentang kedatangan Mesias dan tanda-tandanya sangat nyata di dalam diri Yesus. 

Tanda tersebut adalah mukjizat dimana orang lumpuh berdiri, orang buta sembuh melek kembali, bahkan membangkitkan orang mati, mengusir setan, dan semua itu dilakukan Yesus. 

Mereka menyaksikan bagaimana kuasa Yesus melakukan mukjizat tetapi mereka menutup hati, tidak percaya pada Yesus. 

Bagaimana dengan kita? 

Semoga tidak mencontoh sikap mereka yang seharusnya percaya kepada Yesus dan yakin bahwa Yesus adalah Mesias sebab pengetahuan tentang Firman Tuhan yang tertulis di kitab Taurat dan kitab Nabi yang mereka kuasai ternyata tidak menyentuh sampai kedalaman hati. 

Pengetahuan Firman Tuhan penting untuk meneguhkan iman percaya kepada Yesus Kristus dan selanjutnya kita mendalami makna Firman Tuhan hingga mengalami perjumpaan dengan Yesus melalui saat teduh berrelasi intim denganNya dan mengalami kasihNya

Roma 10:27 
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 

Iman Ahli Taurat melalui pengetahuan kitab Taurat dan kitab Nabi sedangkan iman Abraham bertumbuh lewat relasi langsung dengan Tuhan. 

Abraham mengalami kasih Tuhan melalui kelahiran anaknya Ishak saat di usia 100 tahun (bisa berarti mukjizat ya) dan ahli Taurat entah mengalami Tuhan atau tidak sebab tidak tertulis di Alkitab, selain mengandalkan pengetahuan Tauratnya. 

Ahli Taurat dan Abraham percaya kepada Tuhan tetapi Abraham yakin bahwa Tuhan pasti berbuat segala sesuatu untuk kebaikan sehingga ia mempercayakan segenap hidupnya kepada Tuhan. 

Bayangkan bagaimana iman Abraham yakin kepada Tuhan ketika : 

Pertama 
Abraham percaya kepada Tuhan dan yakin janji Tuhan memberkatinya dimana Abraham disuruh Tuhan meninggalkan rumahnya, dari sanak famili untuk pergi ke suatu tempat yang ia tidak tahu keadaannya. 

Kejadian 12:1-2 
Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 

Kedua 
Abraham percaya pada janji Tuhan akan berikan keturunan kepadanya pada saat ia berusia lanjut, 75 tahun. 

Kejadian 15:5-6 
Tuhan membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firmanNya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. 

Ketiga 
Abraham tunduk sepenuhnya kepada Tuhan sekalipun perintah Tuhan sangat berat baginya ketika diperintahkan mempersembahkan Ishak anaknya sebagai kurban bakaran. 

Kejadian 22:2,9-10 
FirmanNya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihiyakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya

Ketiga peristiwa membuktikan Abraham sangat percaya dan yakin kepada Tuhan. 

Roma 4:18,20-21 
Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. 

Bandingkan dengan ahli Taurat

mereka percaya kepada Tuhan tetapi tidak yakin pada janji Tuhan yang berjanji akan datang Mesias dengan segala tanda kedatanganNya. 

Mereka telah melihat tanda ajaib pada diri Yesus dan kuasa Yesus melalui mukjizat tetapi mereka tidak yakin Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Tuhan. 

Yesaya 35:4-6a 
Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. 
Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!" 
Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. 
Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai.... 

Jelaslah, 
Percaya saja tidak cukup jika tidak yakin kepada Tuhan melainkan hendaknya kita percaya dan yakin kepada Tuhan dalam segala situasi hidupmu. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Rabu, 05 Juli 2017

PERCAYALAH DAN YAKINLAH (BAGIAN-2)







Rabu, 5 Juli 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
KEJADIAN 21:5,8-20 

Abraham mengusir Ismael dan ibunya Hagar sesuai keinginan Sarah, isterinya yang disetujui Tuhan sebab keturunannya berasal dari anaknya Ishak, sesuai janji Tuhan menjadikan keturunannya sangat banyak sedangkan keturunan dari Ismael akan dijadikan suatu bangsa. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 34:7-8,10-13 

Orang tertindas berseru dan Tuhan akan mendengarnya serta menyelamatkannya. 

Oleh sebab itu, takutlah kepada Tuhan dan setialah kepadaNya maka Tuhan memerintahkan MalaikatNya berkemah di sekeliling orang yang setia kepadaNya dan meluputkan mereka dari bahaya. 

C. BACAAN INJIL 
MATIUS 8:28-34 

Yesus mengusir setan yang merasuki dua orang ketika melewati daerah Gadara. 
Setan tahu Yesus adalah Anak Allah dan meminta Yesus mengusir mereka ke dalam kawanan babi dan terjun ke jurang 

RENUNGAN HARI INI 

Setan adalah musuh manusia sejak awal manusia diciptakan dan terus-menerus memusuhi manusia sampai akhir jaman. 

Sudah banyak jatuh korban akibat setan memperdayai manusia dan anehnya ada diantara manusia yang justru mencari setan untuk kepentingan pribadi dan tunduk kepada setan demi menggapai cita-cita atau tujuannya. 

Mengapa setan memusuhi manusia? 

Jika kita membaca kisah Hawa dibujuk setan dan kemudian terpedaya oleh setan sehingga Hawa mengajak Adam makan buah terlarang dan akhirnya berdosa. 

Tuhan menghukum Adam dan Hawa yang mewakili manusia dengan diusir dari taman Eden dan setan juga kena kutukan dari Tuhan sehingga terjadi permusuhan setan terhadap manusia. 

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang setan yang merasuki dua orang di tanah Gadara dan dilepaskan oleh Yesus yang saat itu melewati daerah tersebut. 
Setan tahu Yesus adalah Anak Allah dan meminta Yesus mengusir mereka ke babi 

Kita hendaknya sadar bahwa setan harus kita lawan dan tidak boleh kita takut dan apalagi tunduk kepada setan. 

Efesus 6:12 
Perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 

Untuk melawan setan, roh jahat, Iblis cs, tak ada jalan lain kecuali kita mendekat kepada Tuhan dan menggunakan kuasa Tuhan menghancurkan setan/Iblis cs. 

Yakobus 4:7 
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! 

Iblis/setan/roh jahat tunduk kepada Yesus dan mendengar nama Yesus saja, pasti kabur dan lari tunggang langgang seperti yang terjadi di bacaan Injil hari ini. 

Filipi 2:9-10 
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi... 

Oleh sebab itu hendaknya kita senantiasa percaya dan yakin kepada Yesus sebab tidak ada kuasa di dunia ini yang mampu mengalahkan kuasa Yesus. 

Alangkah bodohnya jika masih ada orang, apalagi umat kristiani yang percaya dan tunduk kepada setan/iblis/roh jahat dengan tujuan untuk memperoleh berkat harta duniawi padahal Tuhanlah sumber segala berkat dan empunya harta dunia. 

Hagai 2:9 
KepunyaanKulah perak dan kepunyaanKulah emas, demikianlah firman Tuhan semesta alam

Baca kitab Kejadian pasal 1 dan pasal 2 bagaimana Tuhan Allah menciptakan segala sesuatu bumi dan langit serta alam semesta ini. 

Mengapa mesti percaya kepada yang lain diluar Tuhan dan sungguh pandir sekali orang seperti ini telah dikelabui oleh setan/iblis/roh jahat. 

Yohanes 8:44 
Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. 

Mau bicara apalagi jika masih tidak mau percaya kepada Yesus dan yakin bahwa kuasa Yesus sanggup menghancurkan segala kuasa di dunia ini. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Selasa, 04 Juli 2017

PERCAYALAH DAN YAKINLAH (BAGIAN-1)









Selasa, 4 Juli 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
KEJADIAN 19:15-29 

Tuhan menurunkan hujan belerang dan api ke atas Sodom dan Gomora karena kebejatan penduduk kota tersebut. 

Lot dengan keluarganya melarikan diri ke kota Zoar namun isterinya menengok ke belakang sehingga menjadi tiang garam karena melanggar larangan dua Malaikat Tuhan yang menyuruh mereka pergi dan tidak menengok ke belakang. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 26:2-3,9-12 

Mazmur ini menunjukan keyakinan akan kesetiaan kepada Tuhan karena dirinya hidup dalam kebenaran Tuhan. 

C. BACAAN INJIL 
MATIUS 8:23-27 

Murid-murid berteriak minta tolong pada Yesus ketika perahu mereka diterjang angin ribut dan saat itu Yesus tertidur, lalu Yesus bangun, menghardik angin ribut maka danau menjadi teduh kembali. 

RENUNGAN HARI INI 

Kita tahu bagaimana dinamika kehidupan ini yang kerapkali mempengaruhi hidup sehari-hari; ada begitu banyak peristiwa yang menggoncangkan keyakinan iman percaya kita kepada Yesus Kristus. 

Seperti yang dialami murid-murid Yesus yang setiap hari bersama Yesus dan yang sering menyaksikan peristiwa mukjizat dan sering mendengar pengajaran Yesus. 

Namun masih tergoncang imannya saat menghadapi peristiwa dimana perahu mereka diterjang oleh angin ribut padahal Yesus ada disitu meski sedang tidur. 

Sama halnya dengan kita dimana tahu sih ada Yesus yang kita imani akan menolong kita dari kesulitan yang kita hadapi tetapi seperti murid Yesus, kitapun ketakutan dan berteriak minta tolong pada Yesus. 

Mari kita dengar apa yang Yesus katakan ketika murid2Nya meminta tolong karena ketakutan dimana perahu tergoncang oleh angin ribut. 

Matius 8:25-26 
Maka datanglah murid-muridNya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. 

Darisini dapat disimpulkan bahwa para murid seharusnya tidak takut menghadapi masalah saat itu sebab ada Yesus berada di perahu mereka. 

Artinya sama juga, kita seharusnya tidak perlu merasa takut sebab kita yakin akan ditolong Tuhan berdasarkan kepercayaan iman kita kepada Yesus. 

Mengapa demikian? 
Jawabannya ada pada Mazmur hari ini. 

Mazmur 26:3 
Sebab mataku tertuju pada kasih setiaMu, dan aku hidup dalam kebenaranMu

Dengan hidup dalam kebenaranTuhan maka fokus kita hanya tertuju padaNya sehingga kita siap menghadapi masalah yang sewaktu-waktu datang seperti angin ribut menerjang perahu murid Yesus. 

Mazmur 26:2 
Ujilah aku, ya Tuhan, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. 

Karena ketidak-yakinan mempercayai Tuhan menjadi penyebab iman goyah dan tergoncang di saat menghadapi masalah. Ketidak-yakinan ini disebabkan tidak hidup di dalam kebenaran Tuhan

Istri Lot menoleh ke belakang padahal ia sudah mendengar larangan Malaikat yang mengatakan demikian dan hal ini karena tidak yakin pada perkataan Malaikat. 

Kejadian 19:17 
Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap." 

Kitapun seringkali bersikap seperti istri Lot, sudah tahu tidak boleh melakukan perbuatan yang dilarang Tuhan tetapi tetap saja melakukannya. 

Keyakinan itu sangat penting, lebih dari sekedar percaya kepada Tuhan dan keyakinan itu muncul karena menghidupi kebenaran Tuhan yang kita percayai, yang terbaik seharusnya kita lakukan dan hidup di dalam kebenaranNya. 

Mazmur 1:2 
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam

Mazmur 119:105-106 
FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Aku telah bersumpah dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum-hukumMu yang adil. 

Oleh sebab itu, bergaullah dengan Firman Tuhan dan lakukanlah dengan taat sebab kita yakin dan percaya Tuhan pasti akan memberkati hidup kita dan menolong kita di saat angin ribut (=masalah) menerjang perahu (=bahtera hidup) kita. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Senin, 03 Juli 2017

PERCAYALAH MESKI BELUM MELIHAT YESUS








Senin, 3 Juli 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
EFESUS 2:19-22 

Rasul Paulus mengatakan pada jemaat di Efesus bahwa mereka termasuk anggota-anggota keluarga Allah yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 

Di dalam Kristus Yesus maka mereka menjadi bait Allah, tempat kediaman Allah, di dalam Roh. 

TANGGAPAN 
MAZMUR 127:1-2 

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintaiNya pada waktu tidur. 

C. BACAAN INJIL 
YOHANES 20:24-29 

Tomas Didimus, seorang dari ke12 murid Yesus, tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit ketika mendengar kesaksian dari murid-murid lainnya. 

Delapan hari kemudian Yesus datang di tengah-tengah mereka padahal pintu rumah terkunci dan berkata kepada Tomas : 

"Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungKu dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."  (Yohanes 20:27) 

Selanjutnya Tomas menjadi percaya dan mengakui Yesus adalah Tuhan dan Allah, lalu Yesus berkata bahwa : 

"Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."  
(Yohanes 20:29). 

RENUNGAN HARI INI 

Kalender Liturgi Gereja Katolik hari ini menetapkan sebagai Pesta St. Tomas dan bacaan Injil hari ini juga mengenai Tomas yang baru percaya setelah Yesus menampakan diri di hadapannya. 

Kitapun umat kristiani meski mengaku percaya kepada Yesus tetapi seringkali tidak mempercayai perkataan Yesus sebab kita cenderung mengandalkan intelektual kemampuan diri sendiri. 

Terlebih jika seseorang terkenal sukses di mata dunia dan mendapat pujian atas kecerdasan otaknya yang genius atau yang sukses dalam karir atau bisnis dan sukses memiliki harta kekayaan dunia. 

Hal-hal mengenai rohani dan segala yang ada di dalam kitabsuci, dianggap sebagai sejarah masa lalu yang setiap tahun diulang-ulang kisahnya dan oleh Gereja dirayakan, seperti hari ini kisah mengenai Tomas diceritakan kembali. 

Pertanyaannya adalah hal apa saja yang bisa kita pelajari dari kisah Tomas ini? 

Jawabannya adalah Percayalah kepada Yesus dalam segala hal walau menurut pemikiran akalbudi, itu tidak mungkin

Jujur saja, tidak banyak diantara kita umat kristiani mempercayai Yesus? 
Benarkah demikian? Mari kita tanya pada diri kita masing-masing! 

Kita mulai dengan kalimat bertanya : 

Apakah percaya, Yesus pasti sembuhkan sakit penyakitmu yang sekian lama belum sembuh padahal sudah berdoa? 

Apakah percaya, Yesus pasti menolong kesusahanmu yang sekian lama berdoa tetapi tidak kunjung selesai penderitaan hidupmu yang mesti engkau tanggung? 

Apakah percaya, Yesus pasti mengasihi dirimu sedangkan dirimu terluka dianiaya atau dihina orang lain, hidupmu terpuruk dalam kesendirian dan tiada seorangpun disekitarmu peduli kepada dirimu? 

Apakah percaya, Yesus pasti menetapi janji-janjiNya memberikan AnugerahNya kehidupan kekal diSorga bagi orang yang bersedia menjalani hidup sangkuli? 
(sangkal diri, pikul salib, ikut Yesus) 

Ke4 pertanyaan ini seringkali terlontar dari mulut orang yang berkeluh-kesah berjuang dalam kehidupannya sebab apa yang dilihatnya, didengarnya, dialaminya, tidak seperti harapannya memperoleh pengggenapan janji-janji Tuhan. 

Contoh : 
Lihatlah perjalanan hidup orang jujur, orang yang berusaha hidup benar sesuai kebenaran Tuhan... 
begitu banyak rintangan dan masalah hidup yang menerpa orang jujur dan orang benar tersebut? 

Bukankah seharusnya orang jujur dan orang benar itu hidupnya lebih baik dari pada orang jahat dan orang yang tidak hidup di dalam kebenaran Tuhan? 

Berapa banyak diantara kita bersikap seperti Tomas, yang meminta bukti bahwa Yesus hadir sebab sebelumnya Yesus mati di salib, sedangkan kita minta bukti Yesus hadir di saat kita sedang menghadapi masalah hidup

Ketika hidupmu baik-baik saja; 
keluargamu baik-baik saja, keuanganmu lancar, tabungan/nvestasimu lebih dari cukup buat keperluan hidupmu sekian tahun, kesehatanmu baik-baik saja, yach segalanya dalam keadaan baik-baik saja maka engkau percaya kepada Yesus karena telah melihat bukti nyata bahwa janji2 Tuhan digenapi dalam hidupmu. 

Bagaimana bila suatu hari... entah hari ke 100, hari ke 1000, hari ke 10.000 dari hidupmu, engkau sakit berat, hartamu terkuras oleh hutangmu, orang jahat mengusik ketenangan hidupmu, dsbnya, apakah engkau masih percaya kepada Yesus bila perubahan keadaan hidupmu membuat engkau menderita? 

Apalagi doa-doamu mohon dipulihkan keadaan hidupmu ternyata sekian tahun belum ada titik terang, bahkan terkadang semakin berat penderitaan hidupmu? 

Barulah ke4 pertanyaan diatas muncul dan mengiang-ngiang di telingamu dan meresahkan hatimu!!! 

Sudah banyak orang jujur, orang benar, menanggung penderitaan hebat yang menguji ketahanan iman percayanya kepada Yesus Kristus? 

Iman percaya kita akan diserang terus oleh segala bentuk penderitaan dunia hingga teruji ketaatan kita tetap percaya kepada Yesus Kristus

Salahsatu kuncinya yang tidak boleh kita gadaikan dengan kesenangan duniawi, dan tidak boleh kita lupakan perkataan Yesus kepada Tomas : 

Yohanes 20:29 
Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya

Jadi ada 2 hal untuk menangkal ujian hidup ini yakni : 
(melihat Yesus = mengalami Yesus) 

Pertama 
Percaya setelah melihat Yesus 

Cara ini paling banyak diantara kita umat kristiani lakukan supaya iman kita kuat. 

Hidup di dunia ini berat sekali bila kita tidak bersandar kepada Yesus tetapi tidak mudah dilakukan sebab biasanya kita diperhadapkan pilihan lain yang lebih cepat dan instant dari solusi dunia asalkan kita mau pakai cara-cara dunia bertentangan dengan kebenaran Tuhan. 

Setelah mengalami pertolongan Tuhan maka biasanya iman kita bertumbuh tetapi bila tak kunjung tiba pertolongan Tuhan maka iman kita menjadi lemah dan tergoda mengikuti cara-cara dunia

Hendaknya kita adalah orang yang tahu berterimakasih dan tahu balas budi agar tidak gampang melupakan pertolongan Tuhan di masa lalu, sebelum datang masalah hidup saat ini kita hadapi. 

Karena kita telah mengalami kebaikan Tuhan maka iman percaya kita tidak kendur tetapi berjuang tetap bertahan mempercayai Tuhan berdasarkan atas pengalaman masa lalu telah menerima pertolongan Tuhan. 

Kedua 
Percaya meskipun belum melihat Yesus 

Inilah kualitas iman yang paling baik sebab mencerminkan sikap rendah hati. 

Orang yang rendah hati, biasanya telah keluar dari sifat mementingkan dirinya dan mau menerima nasehat, pengajaran dari orang lain sehingga lebih mudah percaya meski belum ada buktinya. 

Mengapa demikian? 
Karena hatinya terbuka lebar dan tidak menyimpan akar kepahitan/kekecewaan dan menerima kekurangan orang lain. 

Bila suatu hari ia mengalami ujian iman berupa penderitaan hidup maka ia rela menanggungnya sebab sebelumnya ia mau menerima nasehat/pengajaran dari orang lain; termasuk saat mendengar tentang siapa Yesus dan kebenaranNya

Semoga iman kita tetap teguh percaya kepada Yesus Kristus dalam segala keadaan hidup kita saat ini. 


Salam Kasih, 
Surya Darma