Sabtu, 07 Oktober 2017

PERINGATAN BAGI ORANG PINTAR DAN ORANG BIJAK









Sabtu, 7 Oktober 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
BARUKH 4:5-12,27-29 

Keluhan bangsa Israel dijajah bangsa lain sehingga kehilangan anak lelaki dan anak perempuan. 

Mereka berharap dan berseru kepada Allah dan berharap agar dibebaskan dari penderitaan. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 69:33-37 

Tuhan mendengarkan orang miskin dan tidak memandang hina orang dalam tahanan. 

Sebab Allah akan menyelamatkan Sion dan membangun kota-kota Yehuda, supaya orang-orang diam di sana dan memilikinya; anak cucu hamba-hambaNya akan mewarisinya, dan orang-orang yang mencintai namaNya akan diam di situ. 

C. BACAAN INJIL 
LUKAS 10:17-24 

Pertama 
Yesus menasehati ke 70 murid agar mereka tidak bersukacita karena setan takluk kepada mereka demi nama Yesus tetapi bersukacitalah sebab namamu ada terdaftar di sorga. 

Kedua 
Yesus bersyukur kepada Bapa karena berkenan kepada orang kecil dan menyembunyikan segala sesuatu bagi orang pandai dan orang bijak. 

Ketiga 
Semua telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu. 

Keempat 
Yesus kepada murid-muridNya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya." 

RENUNGAN HARI INI 

Bacaan Injil hari ini mengenai dua perikop yakni tentang kembalinya ke-70 murid yang diutus Yesus serta ucapan syukur dan bahagia. 

Ke-70 murid melaporkan hasil perutusan pada Yesus dan mereka gembira ternyata roh jahat/setan tunduk kepada mereka. 

Lukas 10:17 
Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: 
"Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi namaMu."  

Yesus mengingatkan agar mereka tidak bergembira terlebih dahulu sebab yang terutama adalah nama mereka terdaftar di sorga. 

Lukas 10:20 
Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga. 

Kemudian, dikatakan Yesus bergembira dalam Roh Kudus dan berkata : 

Lukas 10:21 
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: 
"Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepadaMu." 

Mengapa Yesus mengatakan demikian? 

Pada umumnya orang pintar dan orang bijak merasa pengetahuan akalbudinya hebat sehingga kepercayaan dirinya tinggi dan tidak merasa penting menerima masukan orang lain. 

Tidak semua orang pandai itu sombong dan merasa diri hebat namun cenderung bersikap demikian. 

Dan tidak salah bila Yesus katakan kepada orang pintar dan orang bijak hal Kerajaan Allah itu tersembunyi bagi mereka sedangkan kepada orang kecil; maksudnya orang yang mau menerima masukan orang lain; dalam hal ini hal Kerajaan Allah dinyatakan kepadanya. 

Pengetahuan rohani mengenai ajaran Yesus / Firman Tuhan lainnya, bukanlah hal utama yang mereka perlukan dan itu terlihat mereka jarang sekali mengikuti seminar rohani tetapi sangat antusias sekali mengikuti seminar duniawi, misal: seminar tentang memaximalkan profit taking dan bagaimana strategi marketing 

Di jaman Yesus, 
Kalangan dari orang farisi, ahli taurat, kaum tua Yahudi mengklaim diri mereka memahami hukum taurat dan bertindak sebagai penguasa di bidang agama yang mengawasi penerapan hukum taurat. 

Mereka tidak suka atau menentang Yesus sebab merasa lebih suci dan lebih hebat dari Yesus sehingga merasa menuduh ajaran Yesus adalah sesat dan harus dihentikan, bahkan disingkirkan/dibunuh. 

J A D I 

Ada tiga point menjadi pelajaran bagi kita untuk direnungkan dan mengambil hikmat dari bacaan hari ini. 

Pertama 
Bersedia diutus Tuhan untuk beritakan Kerajaan Allah dan melakukan pelayanan 

Kedua 
Jadilah orang kecil yang mau menerima segala hal yang dinyatakan Tuhan dengan rendah hati dan tidak sombong 

Ketiga 
Setialah hidup dalam kebenaran Tuhan supaya kita tiba di rumah Bapa di Sorga 

Ketiga hal ini hendaknya menjadi motto hidup kita agar supaya senantiasa tekun di dalam Tuhan dan di dalam melakukan tugas perutusan dan pelayanan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Jumat, 06 Oktober 2017

JANGAN KERASKAN HATIMU, BERTOBATLAH !










Jumat, 6 Oktober 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
BARUKH 1:15-22 

Bangsa Israel mengaku dosa mereka tidak mendengarkan suara Tuhan dan tidak berbakti kepadaNya serta melakukan apa yang jahat dalam pandangan Tuhan. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 79:1-5,8-9 

Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmatMu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami. 

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan namaMu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena namaMu! 

C. BACAAN INJIL 
LUKAS 10:13-16 

Yesus mengecam ketiga kota yakni kota Khorazim, Betsaida dengan berkata : "celakalah" dan juga kota Kapernaum diperingatkan dengan keras. 

RENUNGAN HARI INI 

Jarang sekali Yesus mengecam, kecuali kepada orang-orang farisi dan ahli taurat. 

Hari ini Yesus mengecam ketiga kota yakni Khorazim, Betsaida, Kapernaum yang tidak mau bertobat padahal banyak mukjizat terjadi di 3 kota tersebut. 

Lukas 10:13,15  
"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. 
Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! 

Apa kesalahan dan dosa ketiga kota itu? 

Dari bacaan Injil Lukas ini kita tidak dapat mengetahui penyebab mereka tidak mau bertobat meski banyak melihat mukjizat. 

Kemungkinan penduduk ketiga kota itu : 
1) tidak percaya kepada mukjizat Yesus 
2) tidak peduli / tidak tertarik hal rohani 
3) keadaan hidup mereka nyaman 
4) sombong 
5) yakin pada kemampuan diri sendiri 
6) menjalani hidup bergelimang dosa 

Dari Lukas 10:13,15 menunjukan sikap mereka tidak bertobat berarti mereka hidup dalam dosa. 

Dosa adalah sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Tuhan; melalui pikiran maupun perbuatan. 

Apakah sikap masa bodoh / tidak peduli akan hal-hal rohani termasuk dosa? 

Ketidak-pedulian akan hal-hal rohani berarti tidak mau hidup secara rohani melainkan hidup secara duniawi. 

Kita tahu bahwa hidup duniawi menyeret kita menjalani hidup menurut ukuran dan prinsip kebenaran dunia; yang bertolak belakang dengan prinsip kebenaran Allah 

Hidup duniawi berorientasi pada hal-hal dunia yang sarat dengan pengejaran kenikmatan dunia yang berlumuran hawa nafsu kedagingan. 

Jelaslah, 
Penduduk ketiga kota itu mengandalkan kekuatan dan prinsip hidup diri sendiri sehingga tidak hidup mengandalkan dan bergantung kepada Tuhan. 

Mereka tidak bertobat, mungkin merasa tidak berbuat salah dan merasa benar yang mereka lakukan. 

Bukankah hal seperti ini juga terjadi saat ini dimana banyak orang tidak peduli akan hal-hal rohani dan menjalani hidup sesuai keinginan sendiri. 

Banyak orang tidak peduli tentang dosa; yang penting diri mereka senang dan bersikap masa bodoh sebab tidak penting apakah perbuatan mereka itu dosa atau tidak berdosa. 

Mengenai mukjizat, 
Setelah mereka menerima mukjizat penyembuhan atau mukjizat lainnya, lalu mereka meneruskan hidup seperti biasa yang mereka lakukan. 

Coba saja kita lihat di sekitar kita. 
Banyak orang ketika sakit, datang kepada Tuhan agar menyembuhkan penyakitnya dan setelah sembuh, mereka kembali ke hidup semula dan meninggalkan Tuhan. 

Kemungkinan seperti inilah gaya hidup ketiga kota yang dikecam Yesus dan mereka tidak bertobat tetapi tetap hidup seturut keinginan sendiri. 

Bukankah ada orang yang tidak mau dinasehati dan hidup semaunya sendiri. 
Tidak takut akibat dosa dan tidak peduli tentang sorga dan neraka sebab yang penting hidup saat ini; bukan hidup akan datang, yang belum tentu benar adanya

Semoga kita tidak mengeraskan hati bersikukuh pada pendapat sendiri tetapi mau percaya dan bersandar pada Tuhan. 

Bertobat dan berbalik kepada Tuhan adalah solusi terbaik yang membawa kita kepada keselamatan dan beroleh hidup kekal di Sorga. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Kamis, 05 Oktober 2017

YESUS MENGUTUS 70 MURID









Kamis, 5 Oktober 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
NEHEMIA 8:1-12 

Berkumpullah seluruh rakyat di halaman di depan pintu gerbang Air. Mereka meminta kepada Ezra, ahli kitab itu, supaya ia membawa kitab Taurat Musa, yakni kitab hukum yang diberikan Tuhan kepada Israel. 

Ezra membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 19:8-11 

Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata bercahaya. Takut akan Tuhan itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil semuanya

C. BACAAN INJIL 
LUKAS 10:1-12 

Yesus mengutus 70 murid lainnya untuk pergi berdua-dua ke setiap kota agar mereka menyembuhkan orang sakit dan beritakan Kerajaan Allah sudah dekat. 

Yesus berpesan agar tidak membawa pundi atau bekal atau kasut dan jangan memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan (ayat 4) sebab mereka diutus seperti anak domba ke tengah-tengah serigala (ayat 3). 

RENUNGAN HARI INI 

Kebiasaan Bangsa Israel sejak jaman Perjanjian Lama ketika mereka menderita, mereka bertobat dan berbalik kembali kepada Allah; sebaliknya ketika hidup mereka diberkati Allah maka gampang sekali kepercayaan mereka kepada Allah berubah dan menyembah ilah-ilah lain. 

Dalam bacaan pertama dari Nehemia dimana bangsa Israel bersatu berkumpul membangun kembali bait Allah di kota Yerusalem dan beribadah kepada Allah. 

Bagaimana dengan kita? 

Apakah kita baru datang kepada Yesus pada saat ada masalah hidup dan minta diberkati Tuhan sedangkan saat hidup berlimpah berkat maka kita mengabaikan Tuhan, sedang asyik nikmati kesenangan dan kenikmatan dunia? 

Selanjutnya, 

Di jaman Yesus berkarya,  bangsa Israel saat itu dijajah bangsa Romawi sehingga mereka sangat merindukan keturunan raja Daud membebaskan mereka dari belenggu penjajahan. 

Dalam keadaan demikian berbondong-bondong mereka mengikuti Yesus yang nyata sekali perbuatanNya yang ajaib menyembuhkan segala penyakit dan mengusir roh jahat serta membangkitkan orang mati. 

Mereka bersedia diutus Yesus, apalagi mereka diberi kuasa oleh Yesus untuk menyembuhkan orang sakit dan juga kuasa memberitakan Kerajaan Allah. 

Yesus berpesan kepada mereka bahwa

Pertama 
Tidak membawa pundi/bekal/kasut 

artinya segala keperluan tugas perutusan dicukupkan dan tidak perlu khawatir akan segala kebutuhan hidup sebab Tuhanlah menyediakan semua itu. 

Tuhan bisa pakai orang lain mencukupkan segala kebutuhan kita saat melaksanakan tugas perutusan dan tugas pelayanan. 

Lukas 10:8 
Jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu. 

Kedua 
Janganlah memberi salam pada siapapun selama dalam perjalanan 

artinya tidak menyimpang kesana kemari tetapi fokus pada tujuan pelayanan. 

Hendaknya dijauhkan segala kepentingan pribadi pada saat kita melakukan tugas perutusan maupun tugas pelayanan. 

Kedua hal ini sangat penting diperhatikan sebab seringkali terjadi pertengkaran disebabkan perbedaan pendapat yang akibatnya ada yang muntaber alias mundur tanpa berita atau menarik diri dari tugas pelayanan. 

Untuk tugas perutusan, ada rintangan dari luar berupa intimidasi dan ancaman yang menghambat kita memberitakan Injil; sedangkan rintangan dari dalam berupa kekhawatiran kekurangan dana/uang. 

Yesus memperingatkan akan ada bahaya ketika menjalankan tugas perutusan. 

Lukas 10:3 
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. 

Semua itu bisa kita atasi jika motivasi kita semata-semata terpanggil melayani dan memberitakan Injil. 

Masalah uang seringkali menjadi batu sandungan dan hendaknya kita tidak terperangkap ke dalam masalah uang. 

Jika tujuan kita melayani atau pewartaan Injil untuk mencari nafkah hidup maka biasanya terpengaruh oleh besaran uang yang akan diterimanya. 

Sebisa mungkin kita tidak menerima uang atau istilah stipendium setelah selesai kita menjalankan tugas pelayanan atau tugas pewartaan Injil supaya kemurnian hati kita tidak ternoda oleh uang. 

Memang diperbolehkan menerima uang stipendium dan hal ini dipertegas rasul Paulus yang mengatakan bahwa : 

1 Korintus 9:13-14 
Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu. 

Dan rasul Paulus memberi contoh teladan sebab ia tidak menerima stipendium atas pelayanan dan pemberitaan Injil yang dilakukannya. 

1 Korintus 9:15 
Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya akupun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapapun juga! 

Tujuan utama pelayanan dan pewartaan Injil adalah membawa jiwa-jiwa datang kepada Yesus agar mereka diselamatkan dan mengalami hidup didalam kasihNya

Oleh sebab itulah seharusnya kita mau diutus dan gereja sangat mendukung kita terlibat dalam pelayanan rohani dan mau mewartakan kabar sukacita Injil. 

Tugas pewartaan Injil semakin diperlukan mengingat akhir-akhir ini banyak orang terperangkap dalam pengejaran uang atau harta dunia dan tenggelam dalam kenikmatan hawa nafsu duniawi. 

Tugas pelayanan rohani juga semakin dibutuhkan mengingat akhir2 ini banyak orang mengalami penderitaan dan banyak terbelenggu oleh persoalan/masalah yang menjauhkan mereka dari Tuhan. 

Semoga hati kita tergerak untuk terlibat dalam pelayanan rohani dan mewartakan Injil sebab sedikit sekali yang bersedia menjawab panggilan Tuhan untuk bekerja di ladangnya Tuhan. 

Lukas 10:2 
KataNya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. 


Salam Kasih, 
Surya Darma