Jumat, 16 Mei 2014

TELADAN PELAYANAN BARNABAS



selama bulan mei 2014 bacaan harian umat Katolik berkisar dari Injil Yohanes dan dari Kisah Para Rasul.
ada yang menarik perhatian selain tokoh Rasul Paulus yaitu seorang 
tokoh bernama Barnabas.
Kisah 11:24
Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman.

yach, track record Barnabas sebagai orang yang sungguh2 melayani 

dan kalau kita baca terus akan terlihat jelas bagaimana sosok Barnabas.
saat Paulus dicurigai oleh kalangan Yahudi (setelah pertobatan Paulus) sebagai Rasul non Yahudi ternyata Barnabas menerima Paulus dalam misi pelayanannya. 

(baca kisah pasal 9 sd pasal 11)

Kisah 9:26-27
Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid, tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.

dan kita bisa lihat bagaimana Barnabas memperjuangkan Paulus agar diterima dikalangan orang Yahudi termasuk dikalangan para Rasul berasal dari Yahudi.

Galatia 2:9
setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka
Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat,
berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat.
Kepiawaian Barnabas melihat karakter seseorang didalam pelayanan teruji kembali setelah beliau menerima Markus yang ditolak Paulus untuk bersama-sama ikut dalam perjalanan misi pelayanan meski harus berpisah dengan Paulus karena perbedaan pandangan mereka dan ternyata kelak kemudian hari Markus termasuk salah seorang penulis Injil Markus. 

Kisah 15:37-39
Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. 
Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.
Seringkali terjadi perbedaan karakter didalam team pelayanan maka tidaklah heran jika perbedaan itu bisa membawa dampak perpecahan karena kita ini manusia cendrung merasa diri kitalah yang benar; pemikiran, konsep, dan program kitalah yang benar bahkan tak segan kita meng-klaim bahwa Tuhan merestui kita.

jangan ditanya apa yang terjadi jika perbedaan itu ada dikalangan politisi
yang sekarang lagi marak "menjual kebenaran diri mereka" ???
rupanya biang keladinya adalah JABATAN yang begitu mempesonakan mereka, banyak pamrih diharapkan bila berhasil memegang jabatan :
mulai level rendah sampai level tertinggi.
ada yang berteriak kencang tentang kebenaran dirinya sendiri bahkan dengan lantang berani bersumpah namun kenyataannya kelak kemudian hari dia sendiri terbukti berbuat ketidak-benaran . . .
jangan sampai kekisruhan tersebut menular dalam kegiatan pelayanan,
entah itu dalam gereja, paroki, kategorial atau pelayanan bersifat kerohanian. mudah-mudahan .... semoga .... we hope !!!

Salah satu teladan kita dalam kegiatan pelayanan adalah Barnabas.
coba kita tengok kesudahan pelayanan Barnabas :
- ia jarang disebut dan boleh dibilang hampir tidak dikenal
  jika kita tanyakan kepada umat Kristen/Katolik : siapa itu Barnabas ?
- ia melayani dibelakang layar, tak seperti Paulus tampil dihadapan publik
- ia tidak menulis atau mendokumentasikan kegiatan pelayanannya
- ia rendah hati mau menerima orang yang sedang "bermasalah"
  menurut komunitas orang beriman saat itu.
  ia menerima Paulus ketika komunitas Yahudi menolaknya
  ia menerima Markus ketika sedang diadili karna meninggalkan pelayanan
- ia melayani segenap hati, berani menentang ketidak-benaran serta
  siap mengorbankan diri
ternyata motivasi tulus tanpa pamrih, karakter rendah hati, memiliki hikmat dan bijaksana menghadapi berbagai konflik permasalahan, serta berani tanpa kompromi berjuang melawan ketidak-benaran adalah kunci keberhasilan seseorang di dalam menyelesaikan tugas pelayanan yang diembannya. Proficiat Barnabas. 

Kita semua tahu, pencobaan yang dialami Yesus di padang gurun
menjadi suatu peringatan bagi kita agar waspada terhadap pencobaan tersebut. (baca Matius 4:1-11, Markus 1:12-13, Lukas 4:1-13)
yang tak lain tak bukan adalah :
1. pencobaan terhadap tubuh jasmani kita
2. pencobaan terhadap jiwa kita
3. pencobaan terhadap roh kita
kita juga diperingatkan agar mengetahui dan menjauhi apa itu keinginan
yang tidak berkenan bagi Bapa Surgawi, yakni :
1 Yohanes 2:16 
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu :
keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup
bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
akhir kata :
Semoga kita dapat berlaku seperti Barnabas dan para pendahulu kita lainnya yang telah terbukti sampai kesudahan melayani dengan tulus tanpa pamrih dan kita mawas diri dari segala keinginan yang mencobai ketulusan hati kita agar kemurnian dan kebersihan serta  kekudusan diri kita. 
Amin.

Jumat, 18 April 2014

MAKNA PASKAH BAGIKU










Alkitab (PL+DE dan PB) ditulis oleh banyak orang yang di-inspirasikan oleh Roh Kudus, sungguh sangat mengagumkan karena didalamnya memuat kesaksian-kesaksian nyata yang ternyata sangat relevan dengan situasi kehidupan manusia dari jaman ke jaman hingga sekarang dan pasti untuk selama-lamanya.

Apa yang dialami Yesus di Minggu palma disambut meriah masyarakat Yahudi di Yerusalem hingga akhirnya Yesus "dikhianati" dihina oleh mereka yang semula mengelu-elukan Yesus!

Kini ribuan tahun kemudian ternyata masih terjadi kejadian serupa !

Ketika banyak orang berharap kepada seseorang namun kenyataannya tak sesuai dengan yang diharapkan maka berbagai tindakan, cibiran, hinaan akan diterima oleh orang tersebut.

saat engkau sukses; karir dan bisnis, namamu menjulang tinggi dipuji oleh banyak orang, justru mesti waspada sebab disaat lain ketika engkau tidak bisa memenuhi harapan dari orang yang memuji-mu maka sebaliknya engkau akan ditinggalkan mereka bahkan tak sedikit akan menghinamu

Menurut saya ada 3 hal yang bisa kita pelajari dari Yesus di pekan sunyi ini.

A. PERASAAN SUNYI SEPI / KESEPIAN

Dalam hidup ini ada suatu masa dimana kita merasakan kesendirian dan berharap ditemani oleh orang terdekat dengan kita.

Matius 26:37-38
Yesus membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

Pada dasarnya kita ini manusia butuh didampingi seseorang yang bersedia memaklumi keadaan diri kita, apalagi sedang merasa kesendirian.

sangat menusuk menyakitkan hati saat-saat mengalami kesendirian.
yah... terasa sangat sunyi sepi tiada seorangpun peduli pada dirimu.

ketika orang lain disapa, disanjung, mereka tertawa terbahak-bahak dihadapanmu sedangkan engkau tidak disapa, dicuekin, bahkan bisa jadi kehadiranmu ditolak mereka karena engkau tidak bisa berbaur dengan gaya hidup mereka, dsbnya.

Perasaan kesendirian atau kesepian bergolak di hati kita pada umumnya disaat kita mengalami berbagai penolakan, tidak diperhatikan, tidak dicintai, dicuekin, dan sebagainya.

Sebagian orang tidak mampu atasi perasaan kesendirian...biasanya sikap mereka cenderung menarik diri dan semakin tidak mau membaur bahkan mulai terbiasa menyendiri.

Orang lain yang tidak memahaminya cenderung tak peduli bahkan makin dicuekin, masa bodoh emangnya gue pikirin, itu mah urusan elo sendiri.

Sedikit nasehat bagi mereka yang mengalami kesepian, kesendirian :

DATANGLAH KEPADA YESUS !
Yesus pernah mengalaminya, sangat memahami bagaimana merasakan kesendirian ...

tumpahkan segala perasaanmu
menangislah ... hanya kepada Yesus
mengadulah ... hanya kepada Yesus
berharaplah ... hanya kepada Yesus

Jangan pernah :
menangis dihadapan orang lain
mengadu kepada orang lain
berharap kepada orang lain

B. MENERIMA DIRI SENDIRI

Yesus menerima keadaan diriNYA bahwa selama hidup di dunia ini akan diperlakukan tidak adil dan akan di salibkan oleh orang lain.

demikian hendaknya kita menyadari bahwa hidup di dunia ini akan alami segala perlakuan tidak adil dari orang lain dan akan memanggul salib kita masing-masing.

Itu sebabnya, datang kepada Yesus akan mengubah konsep hidup kita menjadi serupa karakter Yesus.

Apa itu karakter Yesus?
bacalah Injil dan mintalah Roh Kudus menerangi pikiran kita agar hati kita menjadi tenang dan hidup kita damai

C. PAHAMI TUJUAN HIDUP DIDUNIA

Jujur saja, pada bagian ini tak banyak orang mau setia pada tujuan hidup di dunia ini.
bukan tidak tahu apa tujuan hidup ini melainkan tidak bersedia melakukan apa yang menjadi panggilan hidup yang telah Tuhan tetapkan pada diri kita masing-masing.

Kalau belum bisa menerima dirinya sendiri, bagaimana bisa melakukan apa yang menjadi tujuan hidupnya.

manusia cenderung maunya sendiri
tujuan hidup dirinya, dia yang mau tentukan sendiri.
sering terjadi konflik dengan tujuan hidup yang Tuhan tetapkan.
tidak sedikit yang menolak karena membandingkan dengan orang lain.

cobalah dengarkan apa yang Tuhan mau kita kerjakan dalam hidup ini !
dengarkan hati nuranimu dan minta peneguhan Tuhan.

KESIMPULAN

Belajarlah dari Yesus :
1. KarakterNya
2. Setia pada panggilan hidupNya

dengan demikian, kita bisa menerima apapun keadaan diri kita sebab kita tahu dan mau melakukan panggilan hidup yang Tuhan tentukan pada masing-masing pribadi kita.

Tak perlu membandingkan keadaan diri kita dengan keadaan orang lain tetapi fokus dan taat melaksanakan panggilan hidup kita.

Segala perasaan kesendirian/kesepian jangan menjadi penghalang untuk menyelesaikan tujuan hidup didunia.

Ya Yesus,
Kami memaknai Paskah dengan meneladani sikap hidupMu menjadi sikap hidup kami selama berkelana di dunia ini dan berikan kepada kami sumber kekuatanMu tatkala kami harus menghadapi penyaliban diri kami supaya kami juga mengalami kemenangan melalui kebangkitan bersamaMu. Amin

Filipi 3:10
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Semoga kita sampai pada tujuan hidup kita dan beroleh hidup kekal bersama Yesus selamanya. Amin




Kamis, 20 Maret 2014

PELAYANAN MARIA DAN MARTA




Gereja Katolik menetapkan tahun ini 2014 sebagai tahun pelayanan.

Bicara mengenai pelayanan sering mengundang pro dan kontra;
1. Prioritas Pelayanan
ada yang mengatakan keluargalah yang harus menjadi prioritas utama sedangkan pelayanan kepada orang lain dilakukan setelah kebutuhan keluarga terpenuhi.

sebaliknya ada yang berpendapat melayani kepada orang lain dan melayani keluarga adalah prioritas yang sama pentingnya dan harus menjadi fokus utama tugas orang beriman kepada Tuhan Yesus.

ada juga yang tidak peduli atau tak tergerak untuk melakukan pelayanan kepada keluarga & kepada orang lain.menurutnya : seharusnya dirinyalah yang harus dilayani orang lain.
orang lain disini berarti diluar dirinya, jadi keluarga adalah termasuk orang lain 

yang juga harus melayani dia ???

2. Kegiatan / Aktivitas Pelayanan
ada pendapat (dikumandangkan atau tersirat dibenaknya sendiri) yang menganggap pelayanan dia kerjakan adalah pelayanan yang sebenarnya Tuhan mau kita lakukan sehingga tanpa disadari dia mengacuhkan pelayanan yang orang lain kerjakan.

hal ini ternyata sudah terjadi ribuan tahun lalu, saat Marta menganggap pelayanan yang dia kerjakan lebih penting daripada yang saudarinya yakni Maria kerjakan.

Lukas 10:39-40
Marta mempunyai seorang saudara yang bernama Maria.
Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya.
Marta sibuk sekali melayani.

Marta mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
---->
dari ayat ini dapat kita ketahui bahwa Marta sibuk sekali melayani, berarti ia sibuk menyiapkan segala keperluan orang2 yang berkunjung kerumahnya misalnya menyediakan hidangan buat tamu-tamunya dan sebagainya.

apa yang dilakukan Maria !
ternyata ia duduk dekat Yesus dan mendengarkan perkataan Yesus.
artinya :
Marta melayani aktivitas pelayanan
Maria melayani sang Raja yakni Jesus

mari kita dengar, apa jawaban Yesus :
ayat 41-42
Yesus menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Jawaban Jesus pada Lukas 10:41-42 menimbulkan berbagai penafsiran :

ada yang berpendapat bahwa pelayanan Maria lebih penting dari pada pelayanan yang dilakukan Marta
kalo begitu lebih baik berduaan sama Tuhan Yesus saja di kamar doa dan duduk diam seraya mendengarkan apa yang Tuhan Yesus katakan. Petrus juga pernah berpendapat demikian.


Lukas 9:28-29,33
Yesus membawa Petrus, Yohanes, Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

BAGAIMANA PENDAPAT KITA PRIBADI?

saya tertarik pada Lukas 10:41-42 dari jawaban Yesus yang mengatakan Marta kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, dan Maria memilih bagian terbaik, berarti :

1. Dengarkanlah perkataan Tuhan terlebih dahulu.
apakah kita disuruh melakukan kegiatan pelayanan atau Tuhan mau kita duduk diam bersama DIA dan mendengarkan DIA ?

2. Berserah dirilah kepada Tuhan.
setiap pelayanan yang kita lakukan, kita harus percaya bahwa Tuhan sudah tahu apa yang kita butuhkan.

Yang sering terjadi !

Pertama
Tuhan tidak suruh kita melakukan tugas pelayanan tertentu tetapi kita mau melakukan pelayanan tersebut, akibatnya mengalami banyakmasalah pada saat melakukan pelayanan itu.

Kedua
Tuhan mau kita prioritaskan waktu membangun hubungan intim bersamaNYA agar kita mengenal dan mengetahui kehendakNYA.
namun kita mau Tuhan menuruti kehendak kita.

Romo Ulun semalam mengatakan saat kita akan melakukan tugas pelayanan, kita harus YAKIN bahwa kita DIPILIH TUHAN mengerjakan tugas pelayanan.

keyakinan dipilih akan membuahkan hasil pelayanan yang membuat orang lain tersentuh mengalami jamahan Tuhan dan mengubah hidup mereka menjadi lebih dekat kepada Tuhan.
ternyata tidak cukup mau melayani bila tidak disertai dengan motivasi yang berkenan bagi Tuhan.

Matius 22:14
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.

hanya Tuhan yang mengetahui apa sesungguhnya motivasi kita mau melakukan tugas pelayanan.
kita bisa berperan ganda dinilai orang luar biasa melayani kesana kemari tetapi menyembunyikan motivasi kita tergiur mendapat nama baik, pujian, fungsi jabatan, atau uang sekalipun.
Jauhkan diri kita dari keinginan itu sebab kita bisa pandai mengelabui orang lain tetapi 

kita ini hanyalah debu tanah ditangan Tuhan.

KESIMPULAN

Kita kudu mesti harus ingat bahwa apa sih tujuan kita hidup di dunia ini?

* mengejar kesenangan tubuhkah
1 Korintus 6:13
Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. 

Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

* mengejar kesenangan jiwakah
Lukas 12:19
Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!

* melakukan tugas perutusan
Markus 1:38
Jawab Yesus : "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya 

di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."

Pilihan ditangan kita, apakah kita menyibukkan diri segala perkara duniawi yang memuaskan 

kesenangan tubuh dan jiwa kita ? ataukah
kita mencontoh pilihan Maria sebelum mengerjakan pelayanan yang Marta lakukan ?

Minggu, 09 Februari 2014

MENGANDALKAN TUHAN

























Hujan sangat "rajin" menyirami bumi meski akhir-akhir ini 
banyak orang telah "lelah", menolak kehadirannya.
entah sudah berapa banyak doa yang dipanjatkan agar 

tidak hujan namun tetap saja hujan turun.

Dalam Alkitab, dikatakan bahwa hanya Elia yang sanggup 

mencegah hujan turun, belum ada manusia lain yang doanya 
mujarab bisa membuat hujan berhenti sampai 3,5 tahun.

Padahal Elia sama seperti kita manusia namun kenyataannya 

kita tidak sama seperti Elia.

Yakobus 5:17
Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah 

bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, 
dan hujanpun tidak turun di bumi selama 36 bulan.

Timbul satu pertanyaan : kenapa ya?

apakah doa-doa kita tidak sungguh-sungguh ? 

para pendoa akan protes dan dengan lantang berkata : 
"kami berdoa bahkan disertai puasa"
tetapi kenapa hujan tetap turun?
yach, itu sudah bagian siklus hujan, kita manusia tidak kuasa 

menahan hujan turun dan pada akhirnya jawaban begini 
berkumandang : Tuhan punya rencana lain ...


 
A.  APA SIH KELEBIHAN NABI ELIA

PERTAMA
 

kita buka kitab Raja-Raja pasal 18, pada ayat 21-22

Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: 

"berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? 
kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan 
kalau Baal, ikutilah dia." 
tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah katapun. 
lalu Elia berkata kepada rakyat itu: 
"Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, 
padahal nabi-nabi Baal itu ada 450 orang banyaknya.

Jelaslah, Nabi Elia tetap berpegang teguh pada 

kepercayaannya kepada Allah meskipun ditengah-tengah 
mayoritas orang tidak percaya kepada Allah 
melainkan percaya kepada Baal.

Bagaimana dengan kepercayaan orang beriman yang hidup 

di jaman modern sekarang ini?

setiap pergantian tahun, terlebih pada tradisi orang Tionghoa 

yang percaya bahwa tahun 2014 ini adalah tahun kuda. 
ada juga yang percaya pada ramalan rasi bintang 

(aquarius, aries,dsb) kepercayaan kepada tradisi-tradisi 
masih dipegang oleh orang beriman? 

Elia (termasuk Daniel) secara TEGAS menolak 

semua kepercayaan yang tidak berasal dari Allah !

KEDUA 


Elia konsisten mewartakan Allah kepada seluruh rakyat 

termasuk kepada Ahab, raja Israel saat itu (1 Raja 18:21).

di jaman sekarang tehnologi canggih Alkitab bisa dibaca 

melalui hp, gtab, android dll yang bisa dibawa kemana saja 
dikantong baju/celana/tas kecil dan bisa dibaca kapan saja ... 
namun sepertinya "terabaikan" kalah dengan berita-berita website atau informasi dari email, bbm, WhatsApp, dsb-nya yang lebih diutamakan.

di kantor atau di kalangan bisnis, kerapkali orang beriman 

lebih memilih "ber-adaptasi" dengan cara-cara "dunia bisnis" 
atau perilaku kantoran ketimbang menjadi saksi Kristus 
dalam mewartakan kebenaran hidup melalui sikap hidup 
yang ditunjukkannya yang lebih menghargai "prestasi dunia" meski harus melanggar prinsip kebenaran Tuhan 
yang tertulis di Alkitab.

Jargonnya begini :
"kita ini masih menginjak bumi, hal sekuler berbeda dong 

dengan rohani" 
ga perlu deh fanatik-fanatik amat, 
gue nih kalo ga mark-up harga, ga bisa menangin proyek itu.
cingcay sedikitlah, Tuhan juga tahu, 

bukan maksud gue curang tapi gue terpaksalah ... 
kalo ga dikasih duit pelicin, pigimana barang gue laku ?
(kurang lebih dalihnya begitu, ha 3x).

Elia dengan TEGAS menolak segala bentuk kompromi 

dengan cara-cara nabi baal dan nabi asyera yang telah 
merasuki sendi-sendi iman percaya rakyat Israel saat itu.

KETIGA 


Elia amat sangat yakin dan percaya kepada Kuasa Allah dan 

janji-janji Allah tergenapi.

1 Raja 18:36-37
"Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini 

biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah 
di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan 
bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.
Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini 

mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan 
Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali."

baca selengkapnya pasal 18 ini,
terlihat jelas sikap Nabi Elia yang setia dan tegas 

memegang teguh iman percayanya kepada Allah.
meskipun sebagai manusia biasa, Elia sempat goyah.

berarti :
seharusnya kita juga bisa seperti Elia memiliki iman 

yang teguh, iman biji sesawi seperti yang Yesus mau 
kita bersikap demikian, dapat memindahkan "gunung" 
atau "rintangan dan masalah hidup" 

Matius 17:19-20
murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"
Yesus berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya."
Sebab Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar 

biji sesawi kamu dapat berkata kepada gunung ini: 
Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, takkan ada yang mustahil bagimu. 

BAGAIMANA KITA BISA MILIKI IMAN SEPERTI NABI ELIA

setelah kita membaca kisah Nabi Elia pada pasal 18 tersebut, 

ternyata terdiri dari 2 kata kunci: MENGANDALKAN TUHAN.

Pertanyaannya adalah :
@ apakah kita Mengandalkan Tuhan disetiap langkah kehidupan kita ?
@ apakah kita percaya pada Kebenaran Firman Tuhan?
@ apakah kita fokus & hanya bersandar kepada Tuhan saja?

Bacaan Injil hari ini 6 Feb 2014 dari Markus 6:7-13 dikatakan :
ayat 7 sd 9
Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka 

berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, 
dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa 
apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, 
rotipun jangan, bekalpun jangan, 
uang dalam ikat pinggang pun jangan, 
boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.

yach, dua kata kunci ini sangat familiar di telinga kita dan 

telah sejak lama kita ketahui ...
apalagi bagi orang yang rajin membaca renungan harian ; 
pastilah sering menjumpai dua kata tersebut didalam 
setiap renungan yang telah dibacanya.

ketika berada ditengah-tengah rintangan hidup, 

kerapkali tanpa disadari "lupa" akan pesan Yesus 
yang dikatakan kepada para murid saat akan melaksanakan 
tugas perutusan agar tidak membawa apa-apa kecuali 
alas kaki dan tongkat.

alas kaki
berbicara mengenai dasar keyakinan iman kita yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang merajai seluruh kehidupan kita dengan ketaatan kita melakukan kehendak Tuhan yang disampaikan melalui Firman Tuhan.

1 Raja 2:3
lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya ...

supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan 
dalam segala yang kautuju.

tongkat
berbicara mengenai Kuasa Tuhan yang diberikan kepada kita dalam menjalankan tugas perutusan.

roti, uang, bekal menjadi penghalang dalam hidup kita.
roti
berbicara mengenai kebutuhan tubuh jasmani kita.
uang
berbicara mengenai ambisi kita atau nafsu kedagingan kita
bekal
bebicara mengenai kesenangan jiwa.

itu sebabnya Yesus melarang para muridNya agar dalam 

menjalankan tugas perutusan tidak terpengaruh oleh 
keinginan tubuh dan jiwa yang seringkali membelenggu 
manusia termasuk para murid (=kita) 
yang sedang "melayani" tugas perutusan.

dengan kata lain :
kita harus selalu ingat dan tidak boleh lupa bahwa 

Mengandalkan Tuhan disetiap langkah kita adalah 
kunci keberhasilan menghadapi setiap rintangan hidup.

Yuk, kita bersama-sama meratakan jalan kita dengan hanya 

memakai alas kaki dan dituntun oleh tongkat dari Tuhan, 
niscaya kita dapat berkata :  
"hujan berhentilah ..."  
"gunung pindahlah ..." 
Amin.