Minggu, 15 Desember 2019

PEMULIHAN TELAH TIBA


Sabtu, 14 Desember 2019

SIRAKH 48:1-4,9-11 
MAZMUR 80:2-3,15-16,18-19 
MATIUS 17:10-13 

Matius 17:11-12 
Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." 

Seringkali orang fokus pada hal kecil dan mengabaikan hal utama yang seharusnya menjadi tujuan utama. 

Bacaan Injil hari ini mengenai pertanyaan tentang nabi Elia; apakah ia telah datang dan apakah nabi Elia yang datang adalah di dalam diri Yohanes Pembaptis. 

Yesus menjelaskan bahwa tujuan utama adalah akan terjadi pemulihan pada saat utusan Allah datang bila mereka atau masyarakat saat itu menerima dan mau menuruti apa yang diajarkan utusan Allah 

Namun ternyata mereka tidak menerima utusan Allah bahkan menolaknya dan hal ini juga terjadi ketika Yesus datang ke dunia dimana mereka menolaknya juga. 

Utusan Allah itu apakah nabi Elia ataukah Yohanes Pembaptis bahkan apakah itu Yesus, bukanlah hal utama tetapi yang terpenting adalah utusan Allah membawa pemulihan bagi mereka. 

Saat itu kehidupan masyarakat Yahudi dalam jajahan bangsa asing dan keadaan hidup mereka banyak derita dan Allah akan memulihkan keadaan bangsa Israel. 

Mazmur 80:19-20 
maka kami tidak akan menyimpang dari padaMu. Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan namaMu. Ya Tuhan, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajahMu bersinar, maka kami akan selamat. 

Demikian juga hendaknya saat ini dimana banyak orang hidup menderita dan Allah akan memulihkan keadaan ini asalkan kita berbalik kepadaNya dengan jalani hidup sesuai kehendakNya. 

Pada masa adven ini, kita menantikan pemulihan terjadi di dalam hidup kita. 

Kelahiran Yesus yang kita peringati setiap tahun merupakan juga gambaran dari masa dimana nabi Elia dan Yohanes Pembaptis datang untuk memulihkan keadaan bangsa Israel. 

Nabi Elia menyerukan pertobatan dan percaya kepada Allah. 

1 Raja 18:36-37 
Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya Tuhan, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hambaMu dan bahwa atas firmanMulah aku melakukan segala perkara ini. Jawablah aku, ya Tuhan, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya Tuhan, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali." 

Yohanes Pembaptis menyerukan bangsa Israel untuk bertobat dan mengajak mereka untuk percaya kepada Yesus. 

Markus 1:4 
demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu." 

Yesus datang mengajak mereka bertobat dan mengingatkan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat agar mereka hidup didalam kebenaran Allah. 

Markus 1:14-15 
Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kataNya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" 

Pemulihan akan terjadi setelah bertobat dan ini adalah kebenaran Allah telah dinyatakan sebelumnya melalui para nabi dan Yesus sendiri katakan demikian. 

Maka dari itu wahai saudaraku seiman dalam Yesus Kristus, segeralah bertobat agar terjadi pemulihan di dalam hidup kita sehingga kita berada dalam genggaman Allah dan dapat menikmati KasihNya. 

Sudah capek dan lelah mengalami hidup dalam penderitaan lahir dan batin maka sudah saatnya keadaan hidup kita pulih kembali dan mengalami hidup dalam kelimpahan Berkat dan Kasih Allah. 

Yohanes 10:10b 
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Sabtu, 14 Desember 2019

YA TUHANKU


*YA TUHANKU*

Saat nafasku terakhir berhembus,
Ku tak tahu bagaimana perasaanku saat itu,
Sedetik setelah nafas terakhirku,
Aku tak tahu yang terjadi padaku

Yang ada padaku tak bisa kubawa,
Hanya tinggal rohku sendirian,
Seperti apa keadaanku nanti,
Aku tak tahu yang akan kuhadapi

Ampuni aku ya Tuhan Allahku,
Segala pelanggaran dan dosaku,
Aku telah berusaha hidup kudus,
Selama aku mengarungi dunia ini

Oh Tuhan Allah-ku
Aku gemetar membayangkannya,
Meski telah kupersiapkan rohku,
Detik-detik berjumpa denganMu

Apakah Engkau akan memelukku?
Seperti yang kurindukan selama ini,
Ijinkan aku bersamaMu
ya Tuhan Allah-ku,
Tinggal di rumahMu di Sorga. 


Yang MerindukanMu, 
Surya Darma 


SIKAP MENERIMA YESUS


Jumat, 13 Desember 2019

YESAYA 48:17-19 
MAZMUR 1:1-4,6 
MATIUS 11:16-19 

Matius 11:16-17 
Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. 

Ada berbagai sikap orang yang percaya kepada Yesus dalam hal menanggapi Firman Allah yang didengarnya ataupun dari nasehat orang lain yang beritakan Injil dan ajaran tentang kebenaran Allah. 

Salahsatu sikap yang disorot Yesus ialah sikap orang yang tidak peduli dan cari alasan/berdalih, yang pada dasarnya mengandalkan prinsip kebenaran dirinya sendiri dan menolak prinsip kebenaran yang disampaikan Yesus. 

Orang yang tidak peduli jika ditegur akan membela diri dengan alasan dan mencari kesalahan atau kelemahan orang lain. 

Perhatikan Firman Tuhan berikutnya
Matius 11:18 
Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. 

Matius 11:19a 
Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. 

Ada saja alasannya untuk membela diri padahal sesungguhnya ia tidak tertarik dan tidak mau menuruti ajaran Yesus sebab merasa dirinya tidak butuh nasehat ataupun pengajaran dari Yesus. 

Sikap seperti ini sampai sekarang masih banyak dilakukan banyak orang meski di mulut mengaku percaya kepada Yesus tetapi sijap hidupnya mengikuti ajaran kebenaran dunia. 

Ada yang berdalih begini

Yang penting tidak berbuat jahat kepada orang lain itu dan ia merasa tidak perlu membaca Firman Tuhan di kitabsuci bahkan menyindir orang lain hanya bicara Firman Tuhan tapi kelakuannya tidak baik menurut pandangannya. 

Ada lagi yang berkata: gak usah fanatik ngomongin Firman Tuhan kayak dirinya suci saja dan masih banyak komentar lain yang pada dasarnya berpendapat tidak perlu mempelajari Firman Tuhan sebab prinsip kebenaran dirinya lebih benar. 

Amsal 3:5 
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 

Percayalah kepada Tuhan bukan sekedar dibaptis dan beribadah seminggu sekali di gereja saja sedangkan sikap hidupnya sehari-hari menuruti prinsip kebenaran dunia dan mengabaikan Firman Tuhan. 

Prinsip kebenaran dunia pada dasarnya banyak yang bertolak-belakang dengan prinsip kebenaran Tuhan Allah yang tertuang dalam tulisan di kitabsuci dan kebenaran Tuhan disampaikan melalui hati nurani kita. 

Bahkan Firman Tuhan dengan tegas mengatakan bahwa: 

1 Yohanes 2:15 
Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 

Mengasihi dunia maksudnya adalah orang yang bersandar pada yang ada di dunia, apakah itu harta dunia, kesenangan dunia, termasuk prinsip kebenaran dunia. 

Seseorang dikatakan mengasihi dunia bila ia menempatkan hal-hal dunia diatas hal-hal rohani sebagai prioritas utama. 

1 Yohanes 2:16-17 
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. 

Lihat saja kenyataannya, banyak orang yang mengaku percaya kepada Yesus tetapi fokus utama hidupnya adalah hal hal dunia yakni menempatkan harta dunia dan kenikmatan dunia sebagai tujuan hidupnya sedangkan hal-hal rohani hanya sekedarnya saja sebagai keseimbangan atau balancing menurut pendapatnya. 

Orang seperti ini akan menyumbangkan sebagian kecil harta kekayaan dunia untuk kegiatan amal menjadi donatur bahkan demi gengsinya menyumbang uang terbesar buat gereja dan kegiatan sosial lainnya. 

Dia pikir dengan banyak menyumbang uang dapat megimbangi kekurangan dirinya dalam hal rohani. 

Bahkan ada yang berpikir dirinya bisa menyogok Tuhan dengan uang/hartanya supaya ketika ia meninggal dunia dapat tempat di Sorga. 

JADI 

Hendaknya iman percaya kepada Yesus diikuti dengan sikap menerima Yesus dalam segala bidang kehidupan kita. 

Sikap menerima Yesus mesti segenap hati dan segenap pikiran kita dan tidak bisa hanya sebagian atau bagian tertentu saja menerima Yesus dalam diri kita. 

Kita mesti tunduk sepenuhnya dan taat melakukan perintahNya dan setia sampai akhir hayat kita hidup di dunia ini. 

Semoga permenungan bacaan Injil hari ini menyadarkan kita untuk segera kembali kepada Yesus dengan sepenuhnya dan mengarahkan hidup kita untuk tujuan utama menuju kekekalan hidup di Sorga. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Rabu, 11 Desember 2019

DATANGLAH KEPADA TUHAN


Rabu, 11 Desember 2019

YESAYA 40:25-31
MAZMUR 103:1-4,8-10 
MATIUS 11:28-30 

Matius 11:28 
Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 

Ini berita gembira yang dijanjikan Yesus kepada setiap orang yang letih lesu dan berbeban berat akan mendapat kelegaan namun tak berarti persoalan hidup orang tersebut akan terselesaikan. 

Coba kita perhatikan ayat berikutnya
Matius 11:29-30 
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan

Dikatakan bahwa hendaknya kita belajar dari sifat Yesus yang lemah lembut yang akan menenangkan jiwa kita. 

Seringkali persoalan hidup bertambah runyam sebab jiwa kita tidak tenang; kita tidak dapat mengendalikan emosi dan akhirnya hidup makin menderita. 

Jadi hati yang tenang adalah hati yang sabar menerima segala persoalan hidup. 

Seseorang bisa memiliki hati tenang karena keyakinan imannya kepada Yesus dan biasanya relasinya intim lewat doa dan saat teduh bersama Tuhan. 

Mazmur 37:7 
Berdiam dirilah di hadapan Tuhan dan nantikanlah Dia 

Dengan berdiam diri di hadapan Tuhan maka ada kelegaan dalam diri kita sebab tahu Tuhan beserta kita. 

Itu sebabnya Yesus katakan
Datanglah kepadaNya maka akan ada kelegaan bagi yang berbeban berat dan yang letih lesu. 

Banyak janji-janji Tuhan Allah diberikan mempercayakan hidup kita hanya kepadaNya, contohnya: 

Mazmur 37:5 
Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya, dan Ia akan bertindak 

Yesaya 46:4 
Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. 

Memang tidak mudah berserah kepada Tuhan tatkala sedang hadapi masalah hidup yang pelik sebab kita cenderung mencari solusi dari dunia dan baru datang ke Tuhan setelah tidak ada jalan keluar dari masalah tersebut. 

Dibutuhkan iman yang kuat untuk dapat tenang hadapi tantangan dan masalah hidup sehingga dapat meredam perasaan cemas, khawatir, takut, dsbnya. 

Lukas 17:5-6 
Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu." 

Jangan pernah mengabaikan iman tetapi iman harus terus tumbuh dan menjadi semakin kuat dan kokoh. 

Iman tidak akan bertumbuh bila tidak diberi makanan rohani yaitu Firman Allah setiap hari agar terus bertumbuh. 

Mari kita hidup dalam iman percaya pada Yesus Kristus dan terus berrelasi intim denganNya dan menuruti FirmanNya di dalam keseharian hidup kita. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


SIAPAKAH YOHANES PEMBAPTIS ?


Kamis, 12 Desember 2019

YESAYA 41:13-20 
MAZMUR 145:1,9-13 
MATIUS 11:11-15 

Matius 11:11 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. 

Mengapa Yohanes Pembaptis disebut yang terbesar dari nabi-nabi sebelum kedatangan Yesus ke dunia? 

Tidak dijelaskan secara detail apa alasan menjadi yang terbesar tetapi bisa kita telusuri dari Injil lainnya. 

Alasan Pertama 
Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi terakhir yang mendapatkan kesempatan dari Allah untuk memberikan kesaksian tentang siapa diri Yesus sesungguhnya. 

1) Yesus adalah Anak Allah 
Yohanes 1:32,34 
Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atasNya. Dan aku telah melihatNya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."  

2) Yesus adalah Anak Domba Allah 
     Penebus dosa dunia

Yohanes 1:29  
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." 

3) Menyaksikan turunnya Roh Kudus 

Yohanes 1:32 
Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atasNya" 

Alasan kedua 
Nabi-nabi sebelumnya belum pernah berjumpa dengan Yesus adalah Mesias tetapi menubuatkan atau membawa pesan Allah tentang akan datang seorang Mesias untuk menyelamatkan dunia. 

Matius 11:13-14 
Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan — jika kamu mau menerimanya — ialah Elia yang akan datang itu. 

Alasan Ketiga 
Yohanes Pembaptis mendapat tugas dari Allah untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus sebelum di deklarasikan jati diri Yesus pada masyarakat Yahudi saat itu. 

Markus 1:2-4 
Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusanKu mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagiMu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagiNya", demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu." 

Selanjutnya, dikatakan juga di Matius 11:11 bahwa yang terkecil Kerajaan Sorga lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, apa maksudnya? 

Kita tidak rahu persis yang dimaksud dengan yang terkecil dalam Kerajaan Sorga tetapi setidaknya bisa menafsirkan yang belum tentu seperti itu yang Yesus maksudkan. 

Kita ketahui bahwa Yohanes Pembaptis saat itu menerima pengajaran dari kitab Taurat Musa dan dapat dikatakan juga ia adalah nabi terakhir dari perjanjian lama sebab saat itu kitab-kitab di perjanjian lama menjadi pegangan masyarakat. 

Sedangkan ajaran Yesus disampaikan untuk melengkapi atau menyempurnakan hukum Taurat. 

Matius 5:17 
Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 

Ajaran Yesus mula-mula diterima oleh kesebelas murid utama Yesus yang kita sebut para Rasul, lalu menyebar hingga sampai hari ini. 

Mungkin yang dimaksud yang terkecil dari Kerajaan Sorga adalah para Rasul hingga sampai ke kita umat kristiani saat ini yang menerima ajaran Yesus yang menggenapi hukum Taurat dan ajaran nabi-nabi dalam perjanjian lama. 

Kenapa disebut lebih besar dari Yohanes Pembaptis? mungkin didasarkan dari sisi ajaran Yesus lebih sempurna dari ajaran para nabi dan hukum Taurat. 

Berarti bukan dinilai dari sisi aktifitas pelayanan yang dilakukan Yohanes Pembaptis itu yang tentunya lebih besar daripada pelayanan yang kita lakukan sebagai umat kristiani yang menerima ajaran Yesus. 

Alasan lain bisa dilihat dari kuasa Roh Kudus dicurahkan pada saat pembatisan disebut baptisan api atau baptisan Roh Kudus sedangkan Yohanes Pembaptis saat ia membaptis disebut baptisan air. 

Apa yang membedakan baptisan air dan baptisan Roh Kudus? 
Mari kita simak apa yang dikatakan oleh Yohanes Pembaptisa  tentang baptisan. 

Matius 3:11 
Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 

JADI 

Yang terpenting adalah bagaimana kita umat kristiani menerima ajaran Yesus dan diterapkan di dalam hidup kita. 

Kita umat kristiani menjadi utusan Allah mewartakan Injil Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah karena menuruti perintah Yesus yang tertulis di Matius 28:19-20. 

Yohanes Pembaptis diutus Allah untuk memberitakan Mesias datang di dalam diri Yesus sebagai Anak Allah dan Anak Domba Allah menebus dosa dunia. 

Keduanya sama-sama membawa misi keselamatan bagi setiap orang percaya kepada Yesus dengan cara bertobat dan hidup di dalam kebenaran Allah. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Selasa, 10 Desember 2019

BAPA MENGASIHI ANAK-ANAKNYA


Selasa, 10 Desember 2019

YESAYA 40:1-11 
MAZMUR 96:1-3,10-13 
MATIUS 18:12-14 

Matius 18:14 
Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang. 

Seorang bapa dunia saja pasti mengasihi anaknya, apalagi Bapa di Sorga sangat mengasihi kita anak-anakNya. 

Namun sayangnya seringkali masih ada yang mempertanyakan kasih Bapa ketika keadaan dirinya mengalami kesulitan dan hidupnya menderita. 

Terutama di saat ia butuh segera jawaban doa-doanya tapi tak kunjung didapatinya sehingga ia kecewa dan meninggalkan Bapa di Sorga dengan mengandalkan diri sendiri dan bersandar kepada dunia yang ditunggangi oleh si Iblis. 

Bapa yang baik mendidik anaknya dengan tidak selalu menuruti kemauan anaknya dimana ada saat dibiarkan dahulu agar anaknya mandiri dan tegar menangani persoalannya, lalu barulah Bapa siap membantu saat anaknya sudah berjuang namun belum berhasil. 

Ibrani 12:6-7,11 
karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak." Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. 

Seringkali masalah hidup disebabkan oleh kesalahan kita sendiri meskipun ada juga karena ada ujian dari Allah. 

Kesalahan kita terbesar adalah menuruti keinginan kedagingan dengan abaikan keinginan roh yang menasehati agar kita tidak melakukan sesuatu yang akibatnya akan timbul masalah/persoalan hidup. 

Roma 8:7-8 
Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. 

Seperti misalnya Yesus memberikan suatu perumpamaan tentang domba yang hilang dimana ada seekor domba tersesat karena kesalahan sendiri meninggalkan rombongan dan gembalanya. 

Matius 18:12 
Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? 

Sudah pasti pemilik domba atau gembala domba tersebut akan mencari dombanya yang hilang meski hanya seekor domba. 

Inilah gambaran kasih Bapa Surgawi yang akan mencari dan menyelamatkan orang yang berdosa meninggalkan Allah karena dosanya. 

Matius 18:13 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. 

JADI 

Jelaslah bahwa Bapa Surgawi tidak akan meninggalkan kita meski telah berdosa. 
Bapa akan memaafkan dan mengampuni segala dosa asalkan kita bertobat dan tak mengulangi lagi kesalahan dan dosa kita. 

Doa-doa yang belum dijawab hendaknya tidak diartikan bahwa Allah atau Bapa tidak mengasihi kita tetapi mari intropeksi diri; apakah kita telah berdosa? Jika ya maka mintalah ampun. 

Jika persoalan akibat salahnya kita maka perbaikilah dan bila tidak mampu atasi maka mintalah pertolongan Bapa seraya kita tetap berjuang membereskan bagian yang bisa kita selesaikan. 

Percayalah dan yakinlah, nantikan saja akan tiba saatnya Bapa turun-tangan membereskan masalah kita. 

Yang terutama mesti kita lakukan adalah turuti nasehat dan perintah Allah seperti tertulis di kitabsuci. 

Baca, renungkan, dan lakukan FirmanNya dengan segenap hati maka segala hal yang menjadi beban persoalan hidup kita akan terselesaikan. 

Bangun relasi intim dengan Allah Bapa setiap hari agar semkin mengenal dan memahami betapa Bapa mengasihi kita. 


Salam Kasih, 
Surya Darma