Minggu, 23 September 2012

KEDEWASAAN ROHANI











Kecanggihan tehnologi mendominasi dan menjangkau sampai ke pelosok dunia. Dampaknya sangat terasa dan terjadi perubahan drastis cara orang berkomunikasi.

Bidang kerohanian juga menggeliat, bisa dilihat setiap pagi di bbm kita atau di email kita dikirimi kata-kata bijak, renungan rohani, bacaan harian, hingga lelucon yang mengundang senyum dan tawa.

Berhubung semakin membanjirnya kiriman bbm/email yang bernuansa rohani, tidak sedikit orang mulai merasa terganggu dan tidak mau lagi baca (dihapus) setiap dapat bbm atau email termasuk yang berisi hal2 rohani.

Untuk hal2 rohani mulai terlihat gejala orang mulai jenuh dan berharap ada "angin segar". Tidak sekedar NATO (No Action Talk only) namun mereka bertanya  :"mana hasilnya?" artinya orang mau lihat apa tindakan nyata? Jadi bukan hanya teori atau sekedar renungan atau bacaan2 rohani saja.

Yakobus 2:22
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Bicara soal iman itu sangat sensitif.

Pada masa awal iman percaya pada Yesus Kristus menggebu-gebu, lalu seiring berjalannya waktu kegairahan mulai perlahan-lahan memudar yg disebabkan banyak hal yg mampu menarik perhatian unt "menjauh" dari Yesus Kristus atau dg kata lain sudah mulai "tidak rutin" lagi ke gereja atau segala yg berhubungan dg gereja.
Waktu lebih banyak terpakai urusan mencari uang.

atau bisa juga ketika keadaan sedang sulit, sering k gereja dan mau terlibat dalam tugas2 gereja namun setelah Tuhan memberikan jalan keluar apalagi breakthrough ada terobosan keuangan, biasanya mulai berubah prioritas yg lebih menomor satukan hal2 berhubungan dgn uang daripada terlibat aktif di gereja.

atau ketika mengalami penyakit atau sudah berlimpah materi namun kena sakit parah atau jiwanya kering dsb
mulai aktif di gereja namun begitu ia mulai sembuh atau tidak kering lagi jiwanya... nah, biasanya ia akan melepaskan tugas2 gereja untuk kembali terlibat dalam urusan uang.

Pertumbuhan Iman itu pasang surut dipengaruhi situasi tubuh,jiwa,roh yang melanda diri seseorang.
Ketika sedang "surut" maka beralih mau mengerjakan tugas2 gereja dan kesehariannya banyak berhubungan dg kerohanian.
Sebaliknya jika keadaannya sedang "pasang" maka ia lebih prioritas mengurusi hal-hal  berbau uang.

Oleh sebab itu, kita perlu menyadari bahwa rohani juga membutuhkan pertumbuhan sebagaimana tubuh kita bertumbuh seiring bertambah umur. Rohani kita juga perlu tumbuh menuju kedewasaan rohani.

Seperti apa kedewasaan rohani itu?
Secara sederhana dapat kita katakan dewasa rohani itu sudah mampu mandiri dan bertanggung-jawab atas iman kepercayaan kpd Yesus Kristus.

MANDIRI

Mandiri secara dewasa rohani artinya tahu akan kebutuhan imannya yang perlu diberi "makanan rohani" berupa Firman Tuhan & ajaran gereja katolik
Dan juga membangun hubungan dg Tuhan didalam doa dan saat teduh,
tanpa perlu didorong orang lain.

Sama hal-nya makanan jasmani, saat kita lapar, kita mencari makanan.
Jika kita tidak makan maka tubuh kita akan sakit. Begitu juga roh kita akan sakit dan akibatnya menjalar ke hal2 yg akan membahayakan iman.

Bacaan hari ini tgl 5 Sep Luk 4:38-44
(43) Yesus berkata kepada mereka: juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.

Juga pas bulan Sept ini gereja katolik mengajak umat masing2 lingkungan untuk tertarik dalam PI atau PA yg tahun ini melalui Lectio Divina.

BERTANGGUNG-JAAWAB

Sebagai umat beriman Katolik maka kita ada kewajiban lho ...
Masih saja kita temui, orang katolik "lupa" bahkan tidak mengerti jika ia bertanggung-jawab tidak saja pada dirinya tetapi kepada orang lain juga
(Ingat amanat agung Mat 28:18-20 dan Lukas 4:34).

Tidak mau peduli dg perkembangan rohaninya. Masih terlena jadi bayi bayi rohani saja dan tidak tertarik menjadi dewasa rohani, padahal sdh bertahun-tahun bahkan puluhan tahun menjadi umat Katolik.

Ibrani 5:12-14
sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Sebagai umat beriman Katolik, sudah waktunya kita pertanggung-jawab
pertumbuhan iman kita menjadi dewasa rohani.

Jika iman sudah bertumbuh dewasa, jagalah dan setialah hingga akhir.
Iman saja tidak cukup jika tidak disertai dgn perbuatan.

Sadarlah dimulai diri kita, orang2 yg kita sayangi dan yg disekitar kita
hingga kepada orang lain bahwa KEDEWASAAN ROHANI itu PENTING.

Kolose 2:6-7
Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Hal-hal apa saja yg perlu kita ketahui agar kita menuju kedewasaan rohani yg dapat kita tularkan kepada orang lain yg berarti kita telah mandiri dan bertanggung jawab rohani kita telah tumbuh dewasa hingga berbuah.

Kedewasaan rohani adalah buah dari keputusan kita mau membangun iman yang berdaya tahan terhadap segala tantangan hidup agar supaya kita mampu mandiri & bertanggung- jawab atas iman percaya kpd Yesus.

Mau menjadi dewasa rohani itu adalah suatu keputusan, bukan karna himbauan atau diwajibkan, apalagi paksaan Tuhan. (Ingat : Free Will)

Butuh proses agar bisa mandiri dan bertanggung-jawab. Lihatlah anak kecil berjuang keras sampai mampu berjalan bahkan berlari, juga bgmn perjuangan masa kecil menuju masa remaja dan masa dewasa.

Begitu pula Iman kita.
Apakah kita biarkan saja tetap kecil terus & tidak ada keinginan tumbuh
menjadi besar?  atau
Keinginan iman bertumbuh sih ada
tapi tak mau berjuang keras seperti anak balita belajar berdiri dan berlari artinya tidak bertanggung-jawab pada kebutuhan iman-nya.
MAU berubah menjadi baru tetapi pakai cara hidup yg lama. Ya ndak iso

Rajin beribadah di gereja namun perilakunya sehari-hari menyakiti atau merugikan orang lain, artinya bungkus/kemasannya bagus yaitu rajin beribadah tetapi Isinya tidak mencerminkan keindahan bungkusnya.

Lukas 5:37-38
Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur.
Tetapi anggur yg baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.

Begitu juga MAU dewasa rohani tapi dengan gaya hidup lama yg malas membaca kitab suci, tidak tertarik ikut pendalaman alkitab, kalo baca renungan yg pendek, yang singkat saja karena malas baca yg panjang dg alasan bertele-tele.
Intinya semau gue aja ... bergantung pada suasana hatinya.

Hidup ini harus ada maknanya.
Buat apa kita memakai "topeng", dari luar, penampilan kita indah, cantik agar dipuji banyak orang namun sebaliknya dibagian dalam diri kita menyimpan "kebusukan hati"

Genaplah nas kitab suci dari kitab PL
1 Samuel 16:7
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

APA YANG HARUS KITA BENAHI AGAR IMAN KITA BERTUMBUH DEWASA

Salah satu dari sekian banyak cara adalah membaca buku-buku rohani terutama yg berhubungan dengan kedewasaan rohani.
Supaya lebih mudah memahaminya alangkah bijaknya jika kita ada mentor atau pembimbing rohani atau kita bisa ikuti seminar-seminar rohani termasuk seminar kedewasaan rohani lebih dikenal dg istilah Seminar BCM (Basic Christian Maturity).

Dalam buku BCM diberikan panduan dan pengertian tentang bagaimana kita memperbaharui sikap hidup kita agar sejalan dengan kehendak Allah.

Ada 8 sesi atau 8 topik yg dibicarakan
1. Mengasihi Allah
2. Mengasihi Sesama
3. Iman
4. Bimbingan Allah
5. Dunia dan Komunitas Kristiani
6. Mengatasi Daging
7. Memperbaiki Perbuatan Salah
8. Menanggulangi Kerja roh2 jahat

1 Petrus 2:2
Jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,


MATERI SEMINAR KEDEWASAAN ROHANI (BCM) - Pendahuluan

Seperti yg pernah dibahas di millis ini banyak orang TAHU sesuatu namun kurang mendalami maknanya agar MENGERTI atau MEMAHAMI sesuatu yang ia ketahui.

begitu juga halnya, setiap orang tahu bahwa : dalam hidup ini berbuatlah banyak kebaikan, jauhilah perbuatan yang jahat yang melukai orang lain namun seringkali perilaku kita telah merugikan kepentingan orang lain.

kita tahu harus mengasihi TUHAN tapi perbuatan kita justru sebaliknya lebih mengarah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.

pada umumnya kita sangat yakin sudah mengasihi Tuhan karena kita pikir tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berdusta atau sudah menuruti 10 perintah Allah.  Benarkah demikian???

memang kita tidak membunuh dgn senjata tajam namun seringkali mulut kita mengeluarkan kata2 tajam yang melukai hati orang lain bahkan dgn tidak disadari kita sudah membunuh orang lain melalui kata2 kita.

memang kita tidak mencuri tapi sadar kah kita seringkali kompromi dengan pikiran dan prinsip kita sendiri ( 2-3 tahun lalu tema Pendalaman iman : korupsikah aku?)


jika kita pegawai, sering bolos dg berbagai alasan, itu termasuk mencuri waktu karena kita kerja dibayar setiap menitnya dari gaji kita.
Apalagi jika dg sengaja memanipulasi laporan keuangan perusahaan dgn berdalih : mau lapor benar atau tidak, toch tetap saja petugas pajak cari2 kesalahan kita.

banyak kompromi yg kita lakukan dg berasumsi sesuai prinsip kita.
sedangkan Allah melarang kita berbuat dosa. Arti dosa sering kita bilang itu bukan dosa tapi kelemahan
DOSA adalah tidak berbuat sesuai dg kehendak Tuhan.
 

darimana tahu kehendak Tuhan?
Yach umumnya kita ketahui dari alkitab,tapi kita kompromi dg katakan yang penting saya banyak berbuat baik daripada baca alkitab namun ga melakukan perbuatan baik.

darimana tahu kebenaran Tuhan jika tidak bergaul karib dengan Tuhan.
Baca dan renungkan firman Tuhan senin-kamis (jika sempat ada waktu) Berdoa terburu-buru, rutinitas doa pagi, doa makan,dan doa malam.
Itupun berdoa formal berdasarkan teks doa di Madah Bakti/Puji Syukur. 

 
bukan berarti tidak boleh berdoa dg cara demikian namun jika berdoa dari  kata hati kita menunjukkan keintiman hubungan kita dengan Tuhan yang boleh kita panggil BAPA, oleh Anugerah Yesus telah menebus kita manusia

darimana mau mengasihi Tuhan jika kita tidak tahu apa yg menjadi kesukaan Tuhan?
Menurut kita itu baik namun belum tentu baik bagi orang lain.
Nilai-nilai kebaikan sejati itu hanya ada pada Tuhan saja.
Jika nilai2 kebaikan berdasarkan cara pandang, cara pikir kita seperti itu maka akan timbul kekacauan. Setiap orang mengatakan nilai2 kebenaran dirinya adalah paling benar

Markus 7:9
Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.

JADI

Mengasihi Tuhan dengan hati tulus tanpa motivasi lain seperti misalnya menuntut balas jasa berkat mukjijat karena sudah menuruti kehendakNYA
adalah pintu masuk meniti kehidupan yang berkenan bagi Tuhan.

Dengan bergaul karib dengan Tuhan maka akan timbul kasih kita yang sungguh2 mengalir dari relung hati nurani kita yang terdalam.

Hati kita menjadi jernih dan menjaga agar selalu bersih dari kotoran nafsu kedagingan dan menjaga perilaku kita agar jangan sampai melukai hati Tuhan karena kita mengasihiNYA dari lubuk hati kita, bukan sekedar di bibir saja namun hati kita menjauh dariNYA

Jika kita mengasihi Tuhan maka kita mengerti apa yang menjadi kesukaan Tuhan agar IA tertawa gembira karna perbuatan kasih kita.

Yohanes 14:15
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
14:12
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu...

Sudah waktunya kita menjadi dewasa rohani dengan berbuat secara dewasa bukankah setiap akhir misa ekaristi pastor menyuruh kita : "pergilah, kita diutus" Amin.

Kita sendiri yang tahu seberapa dalam aku mengasihi Tuhan? Mungkin kita bisa "bersandiwara" di depan banyak orang namun Tuhan mengetahui seberapa dalam iman dan kasih kita kepadaNYA.

Semoga kita semakin rendah hati mau terus belajar dan bertumbuh dalam iman dan kerohanian kita.
Kata orang bijak : belajar itu tidak ada habisnya dan tidak mengenal batas umur, apalagi belajar bidang rohani.
(Baca Kidung Agung yg banyak berisi kerinduan Allah kepada kita manusia)

Sekian bagian terakhir kedewasaan rohani ini dituliskan, dengan maksud mengajak kita semua membenahi diri agar semakin hari semakin mencintai Tuhan dan sesama kita.
Saya juga (kita semua) sedang dalam proses perjalanan menuju kedewasaan rohani agar kita semakin mengasihi Tuhan dan juga berbuat kasih kepada sesama melalui kesaksian hidup yang mau melayani.



Sabtu, 16 Juni 2012

KEKUDUSAN











Sejak semula ALLAH menghendaki kita hidup dalam kekudusan namun kenyataannya seringkali kita kurang peduli bahkan mengacuhkannya karena "kedagingan kita".
(Baca Galatia 5:16-21)

Ketidak-kudusan sudah menjalar di segala bidang kehidupan termasuk dalam pelayanan rohani sekalipun.

Kitab 1 Samuel 2:11-36 dikisahkan tentang ketidak-kudusan Imam Eli dan 
anak-anaknya Hofni & Pineas.

Setiap persembahan umat diambil oleh kedua anak Imam Eli untuk diri sendiri (ayat 12-17) bahkan mereka berbuat cabul dengan perempuan-perempuan yang melayani 
didepan pintu Kemah Pertemuan (ayat 21)

Imam Eli hanya menegur perbuatan anak2nya (ayat 23-25) bahkan turut menikmati hasil kejahatan anak2nya (ayat 29).

Roma 5:12
Sama seperti dosa telah masuk oleh satu orang dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang telah berbuat dosa.

Ketidak-kudusan pelayanan Mezbah Tuhan berdampak Tabut Perjanjian tercemar dan dirampas musuh yaitu oleh orang Filistin dan Imam Eli beserta anak2nya mati menanggung dosa perbuatan mereka. (pasal 4)

PELAJARAN DAN PERINGATAN BAGI KITA SEMUA AGAR HIDUP DALAM KEKUDUSAN.

Terlebih kita yang sudah terjun dalam pelayanan rohani (=Imam Eli & anak)
kita dituntut 100% memurnikan segala bentuk Motivasi yang tidak berkenan bagi ALLAH sebab IA maha tahu apa yang tersurat dan tersirat dalam hati kita.

Roma 6:19
Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu.
Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota2 tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan maka ...

Sekarang kamu harus menyerahkan anggota2 tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu pada pengudusan.

Apa yang terjadi pada Imam Eli dan anak2nya menjadi peringatan bagi kita yang sekarang terlibat dalam pelayanan meskipun kekudusan ini berlaku setiap orang namun bagi yang sudah mengenal kebenaran Firman TUHAN  bahkan sudah mengecap kasih karunia TUHAN,
hal kekudusan amat sangat penting.

ALLAH sangat keras kalau sudah menyangkut masalah kekudusan.
Bacalah dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru.
Rasul Paulus yang begitu piawai dalam pelayanannya harus terima kenyataan bahwa ia mengalami aniaya dan penderitaan berat karena sebelum ia bertobat ia tidak jaga kekudusan padahal ia seorang ahli taurat yg sangat paham kitab Taurat.

Begitu juga jaman sekarang ini, lihatlah jika tidak menjaga kekudusan apalagi sampai mencemarkan Mezbah TUHAN, akibat yg harus ditanggung oleh orang yg melakukannya akan ditegor keras oleh ALLAH dan jika menolak tegoran dg berbagai dalih maka apa yang terjadi pada Hofni dan Pineas, sangatlah mungkin dapat terjadi pada orang tersebut.

Lukas 12:2-3
Waspadalah terhadap ragi yaitu kemunafikan orang farisi.
Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka,
Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak diketahui.

Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang dan
Apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.

DAMPAK KETIDAK-KUDUSAN DALAM KOMUNITAS KRISTIANI

Kita bisa belajar dari kesalahan Musa yang tidak menjaga kekudusan krn melanggar perintah ALLAH.

Bilangan 20:12 (baca ayat 2-13)
TUHAN berfirman kpd Musa & Harun
karena kamu tidak ppercaya kepada KU, tidak menghormati kekudusanKU didepan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan KUberikan kepada mereka.

padahal kalo kita pikir kesalahannya "kecil" menurut pandangan kita manusia tapi pandangan ALLAH berbeda. Musa memukul bukit batu dua kali padahal disuruh TUHAN hanya satu kali saja tongkat Musa pukul bukit batu dan airnya keluar.

Dalam Perjanjian Baru, Paulus juga menekankan perihal kekudusan,
Roma 11:16
Jikalau roti sulung adalah kudus dan jikalau akar adalah kudus maka cabang2 juga kudus.
(Baca selengkapnya sampai ayat 24)

Dalam komunitas rohani, hal seperti ini juga berlaku.
Jika ada salah satu anggotanya tidak menjaga kekudusan dalam melayani umat untuk kepentingan diri sendiri, apalagi berbuat seperti Hofni&Pineas
maka tak heran timbul kegoncangan pada komunitas tersebut bahkan timbul perpecahan didalamnya.

1 Korintus 5:6-8
... tidak tahukah kamu bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan.
Buanglah ragi yang lama supaya kamu menjadi adonan yang baru sebab kamu memang tidak beragi ...

karena itu marilah kita berpesta
bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan tetapi dengan ROTI TIDAK BERAGI  yaitu KEMURNIAN dan KEBENARAN.

Artinya apa?
Kita melayani dengan motivasi benar bukan karena ingin dipuji, disanjung apalagi diboncengin kepentingan mencari uang buat diri sendiri dg berkedok pelayanan.
Ingat jangan mengulangi kesalahan Hofni dan Pineas.

BAGAIMANA MELAYANI DENGAN SIKAP DAN MOTIVASI YANG BENAR

Berulangkali kebenaran firman kita dengar bahwa melayani berarti memberi dengan hati tulus sebagai ungkapan syukur kepada TUHAN yang telah memberkati dan memelihara hidup kita.
Jadi bukan menuntut harus menerima sesuatu dari pelayanan untuk kepentingan diri sendiri.

Filipi 2:2-4
hendaklah kamu sehati sepikir dalam
satu kasih,satu jiwa,satu tujuan, dg tidak mencari kepentingan sendiri
atau puji-pujian yg sia-sia, sebaliknya
Hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri dan
Janganlah tiap-tiap  orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri tapi kepentingan org lain juga

2 Korintus 4:1-2
Oleh kemurahan ALLAH, kami menerima pelayanan ini, karena itu kami tidak tawar hati tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan;
Kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman ALLAH.
Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang dihadapan ALLAH.
(Baca selengkapnya hingga ayat 15)

KESIMPULAN

Jadilah ranting-ranting yang melekat pada pokok pohon anggur.
Milikilah kasih sbagai dasar pelayanan
(Baca Yohanes pasal 15)

Waspadalah jangan sampai pelayanan kita sia-sia dan TUHAN tidak berkenan sebab sebagai pelayan, kita hanya mengerjakan apa yang TUHAN perintahkan agar supaya tidak terjadi pada diri kita seperti peringatan

Matius 7:21-23
Bukan setiap orang yang berseru kepadaKU : TUHAN, TUHAN !
akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga
melainkan dia yang melakukan kehendak BAPAKU yang di Sorga.

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKU: TUHAN, TUHAN bukankah kami bernubuat demi namaMU dan mengusir setan demi namaMU dan mengadakan banyak mukjizat demi namaMU juga?

Pada waktu itulah AKU akan
berterus terang kpd mereka dan berkata :
AKU tidak pernah mengenal kamu!
Enyahlah daripadaKU, kamu sekalian pembuat kejahatan!

Demikianlah pelajaran dan peringatan mengenai KEKUDUSAN ini kita terima dan kita kerjakan masing2 tanpa menuding orang lain.

Sekali lagi KOSONGKAN diri kita dari segala keinginan daging seperti yang YESUS kerjakan (Filipi 2:5-11)
dan KASIH sebagai landasan bagi perziarahan dan pelayanan kita selama hidup di bumi ini.


Selasa, 05 Juni 2012

EMAUS

Pertanyaan mendasar yang patut diurai dalam psikogenetik adalah :
1. “Mengapa kita selalu jatuh dalam kelemahan yang sama?”
     padahal setiap kali kita sudah berusaha memperbaiki diri, tapi selalu jatuh lagi pada kelemahan
    yang sama.
2. "Mengapa kita memilih cara berkomunikasi negatif yang konvensional berasal dari keluarga?”
    akibat dorongan-dorongan alam bawah sadar yang dibentuk dari keluarga (sejak 0 – 10 tahun)
    yang pada akhirnya sering menimbulkan konflik dalam komunikasi baik terhadap pasangan,
    anak-anak, maupun orang lain. kita perlu untuk mengenali alam bawah sadar kita yang terbentuk
    sejak usia 0 – 10 tahun, dan mengendalikannya. 
    Dengan demikian, kita mampu memperbaiki cara-cara kita berkomunikasi, mengambil keputusan,
    dalam kehidupan sehari-hari. Kita belajar dari keluarga jaman Patriakh, (Abraham-Ishak-Yakub)
    supaya kita tidak jatuh pada lubang yang sama, baik dari generasi sebelum kita dan kemudian
    sifat yang diturunkan ke anak-anak kita.

Dalam ilmu psikologi, istilah psikogenesis, merupakan bagian dari psikologi Gestalt, yang kemudian diperkenalkan oleh Anne Teachworth, pendiri Gestalt Institute of News Orleans, USA, tahun 1992. Bahasan Anne Teachworth, tentang genesis (=proses terbentuknya) alam psikhis (bawah sadar) kita sejak dini (usia 0-10 tahun). Menurut teori ini setiap manusia memiliki “endapan alam bawah sadar” yang secara konsisten menentukan setiap perilaku kita saat ini, termasuk dalam memilih dan mengambil keputusan penting.
Gestalt bilang bahwa tingkah laku kita sekarang ini adalah hasil rekaman alam bawah sadar kita yang terulang. Keseluruhan pengalaman mempengaruhi cara kita berespon terhadap apa yang kita lihat sekarang ini.
Pengalaman2 apa sih yang dimaksud?
Pengalaman2 yang amat sangat kuat kita rekam dan masuk ke rekaman alam bawah sadar kita saat kita berusia 0-10 thn.
Mnurut Gestalt, justru pada kondisi usia segitulah lagi kuat2nya kita merekam. Jadi sifat2nya tidak diturunkan tapi secara psikologis direkam oleh neuro kita--itu yg dilakukan karena dorongan bawah sadar. Rekaman2 yang terserap tersebut dinamakan imprint (cetakan/endapan--di alam bawah sadar), yang kita bawa sampe tua nanti.
Ada 2 kondisi yang memaksa kita kemali kepada program bawah sadar kita tadi:
1) Mengambil keputusan penting
2) Pada saat stress Pendekatan ini juga pernah lho dilakukan sama Obama.

Dalam biografinya, dia menelusuri jejak kepribadian bapaknya. Dia ke Hawaii dan nanya2 orang di sana tentang bapaknya. Walaupun relasi dia dan bapaknya cuman bbp tahun, tapi bapaknya sudah memberikan imprint pada Obama, yaitu bagaimana ketegasan bapaknya, pola pikir, dan pengambilan keputusan yang sama dengan Obama sekarang.
Sebenernya gak cuman orangtua juga sih yang berpengaruh, pokoknya orang2 dalam lingkungan lo yang intensitas berinteraksi dengan lo paling gede. misal, babysitter. wuuihh, bisa banget lho kelakuan babysitter menanamkan imprint tersendiri sama lo yang dulunya di babysit.

Selain itu, hubungan antara nyokap bokap lo, bagaimana bokap memperlakukan sibling lo, semua deh yang bisa lo rekam saat lo di usia 0-10 tahun bisa jadi imprint buat lo! And you know what, justru hal2 yang negatif yang bisa lo rekam paling kuat. Jadi hati2 kalo punya anak nanti.

 Sesi 2 : Family Origin Inventory
 Sebuah bagan yang menunjukkan hubungan saya dan orang tua serta kakek nenek dan juga kehidupan saya waktu umur 0-10thn.

Your Inner Child--Pengalaman masa kecil lo yang udah jadi imprint (rekaman bawah sadar) yang secara tidak sadar bawa sampe sekarang sampai tua nanti. Itu gak bisa dihilangkan tapi bisa diminimalisir.
Your Inner Mate--Sifat2 yang lo harapkan dari pasangan saya. Ternyata diambil dari sifat orang tua favorit saya saat saya berumur 0-10 thn, either your mom or your dad.
Your Inner Adult--Sifat2 yang lo bawa sampe sekarang. Justru dari salah satu orang tua yang less lo sukain than the other one, sekali lagi, waktu usia lo 0-10 thn
Your Inner Parent--Perilaku lo ke anak lo saat lo udah jadi orang tua nanti. Datang dari perilaku your less-favorite-parent ke lo saat umur 0-10 thn.

Hasil gue:
Inner child gue bahagia, senang2, dan tanpa beban
Inner Mate gue adalah orang yang bersifat seperti ibu gue
Inner Adult dan Inner Parent gue sama seperti perilaku bokap gue

Kamis, 10 Mei 2012

KITA INI ANAK ALLAH

Dalam keheningan, perasaanku teduh dan tanpa kusadari aku menggoreskan dan menumpahkan isi hatiku. Inilah sekerat sketsa renungan hatiku tentang : anak Allah.

Kubuka Alkitabku, kubaca dan kurenungkan bacaan harian, mata hatiku tertambat pada satu ayat dibawah ini :

1 Yohanes 3:1-2
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.
Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Setelah itu hatiku bertanya : benarkah aku ini anak Allah?
Yohanes 1:10-13
Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, namun dunia tidak mengenal-Nya.
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Galatia 3:26
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Seorang bapa pasti mencintai anak-anaknya tetapi seorang anak belum tentu mencintai bapanya. Apalagi yang aku sebut bapa disini adalah BAPA SURGAWI, sedangkan Papa-ku saja mengasihiku.

Matius 7: 9-10
Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti atau memberi ular, jika ia meminta ikan?

Mazmur 103:13-14
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

lalu kucoba menelusuri di relung hatiku :
sudahkah aku ini mencerminkan diriku sebagai anak Allah?
sebagai anak :
- sudah sepantasnya aku menyenangkan hati bapa-ku
- sudah selayaknya aku membalas kebaikan bapa-ku
- sudah seharusnya aku tahu apa yang bapa inginkan
- sudah waktunya aku mengerjakan apa yang bapa kehendaki

Seringkali aku bertingkah-laku seperti anak dunia yang mengumbar hawa nafsu kedagingan belaka tanpa menjaga kekudusan tubuh dan jiwaku.

Roma 6:13
Janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

1 Korintus 6:19
tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Roma 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Aku mengakui segala kekurangan dan kedegilan diriku betapa aku tidak sungguh-sungguh menjalani hidup sebagai anak Allah yang telah Allah anugerahkan lewat penebusan Yesus di Salib. Oleh karena beratnya tekanan hidup yang ku alami sehingga hidupku kacau dan jauh dari Allah dan terkadang aku meragukan jati diriku sebagai anak Allah ; seperti kisah dibawah ini :

Alkisah suatu ketika seekor induk ayam heran di sangkarnya tergeletak sebuah telor yang ukurannya lebih besar daripada telor yang biasa dia keluarkan. Sebagai seekor ayam betina yang menjalankan kewajiban alaminya mengerami telor agar menjadi seekor anak ayam maka tanpa sungkan dia erami juga telor tersebut diantara telor-telor yang biasa dia erami. Singkat cerita telor tersebut tumbuh dan berkembang sebagai mana layaknya hidup seekor anak ayam namun ia merasa heran kenapa dirinya lebih besar daripada saudaranya yang lain. Suatu hari ia melihat seekor burung rajawali terbang tinggi di angkasa dan ia mengaguminya. Ia melamun dan membayangkan betapa senangnya jika ia bisa terbang seperti burung rajawali. Ia tidak tahu bahwa sesungguhnya ia adalah anak burung rajawali dan induk ayam itu tidak memberitahu kepadanya.

Akhirnya aku menyadari dan segera bertekad meninggalkan cara hidupku yang salah dan puji syukur kepada Allah yang begitu mengasihi diriku telah mengampuniku.
Aku berjanji pada diriku untuk selalu mengingat segala hal yang telah diajarkan kepadaku dan segera bertindak melakukannya dalam langkah-langkah hidupku selanjutnya.
Tak akan pernah aku lupakan segala pengajaran yang telah kuterima dan akan kubawa serta dalam sepanjang hidupku selanjutnya.

Kriteria Hidup Sebagai anak Allah

1. Mengerti dan Melakukan kehendak Allah

Efesus 5:15-17
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

2. Mengasihi Allah

1 Yohanes 5:2
Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.

1 Petrus 1:8
Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan.

Yohanes 14:21
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.

3. Menjauhkan diri dari perbuatan dosa

1 Yohanes 3: 9-10
Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

1 Yohanes 3: 6-8
Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu.
Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

Ibrani 10:26
Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

KESIMPULAN 

Ingatlah kita ini anak Allah karena kepercayaan kita kepada Yesus.
Jangan sia-siakan dan meremehkan anugerah agung ini.
Tinggalkanlah cara hidup yang tidak mencerminkan sebagai anak Allah.
Tanggalkanlah citra anak dunia yang mengutamakan hawa nafsu.

Masakan kita mau lepaskan anugerah sebagai anak Allah, oleh karena kita masih mau hidup sebagai anak-anak dunia ?
seperti halnya Bangsa Israel yang tegar tenguk lebih memilih kehidupan di Mesir sebgai budak daripada kehidupan di tanah terjanji sebagai Bangsa pilihan Allah. (Baca Kitab Bilangan)

2 Petrus 2:20-22
Jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.
Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini:
"Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

Galatia 3:3-4
Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!


Salam Sejahtera Selalu,
Surya Darma

MENGAPA AKU JADI BEGINI?

A. PENDAHULUAN

Dalam mengarungi samudera kehidupan ini, seringkali tidak berjalan dengan mulus seperti yang kita harapkan. Tidak jarang membuat hati kita menjadi kecewa dan mengalami kepahitan bahkan tanpa kita sadari iman kita terombang-ambing dan bertanya-tanya
- Benarkah Engkau ada Tuhan?
- Mengapa saya harus mengalaminya? Kenapa Tuhan? atau
bagi yang aktif dalam pelayanan di gereja ketika mengalami masalah mempertanyakan :
 - Tuhan, Bukankah aku sudah melayaniMU?
- Bagaimana mungkin Engkau membiarkan aku jatuh dalam penderitaan?

Iman seseorang akan terlihat ketika ia menangani persoalan yang menerjang hidupnya.
Apakah imannya akan tergoncang ataukah tetap bertahan sambil berharap selalu kepada Allah.
- Jika keadaan hidup serba mudah-menyenangkan, semua orang bisa bersorak & memuji Tuhan
- Jika keadaan hidup serba sulit dan sepertinya tidak menemukan jalan keluar maka tidak banyak
  orang mampu bertahan dan mengucap syukur atas segala hal yang terjadi pada dirinya.

Kita manusia cenderung hanya mau menerima Berkat Tuhan tetapi menolak segala bentuk ujian dan penyangkalan diri, apalagi disuruh memanggul Salib.
Apakah kita hanya mau menerima yang baik saja dari Allah tetapi tidak mau menerima yang buruk? (Ayub 2:10b)

B. MARI KITA TELUSURI APA PENYEBABNYA

Tuhan memberikan setiap orang masing-masing talenta sebagai bekal untuk menghadapi tantangan hidup ini namun banyak orang melalaikan atau menyia2kan apa yang sudah Tuhan berikan.
Pada saat masalah terjadi, yang dipersalahkan adalah orang lain dan ia "lupa" meng-intropeksi diri bahwa realita yang sering terjadi adalah masalah itu terjadi pada umumnya oleh karena kesalahan kita sendiri.

Banyak contoh yang dapat kita lihat, misalnya :
ketika seseorang tidak mendapatkan pekerjaan yang baik dengan gaji yang tinggi maka ia menyalahkan atasannya atau boss-nya berlaku tak adil.
seorang mahasiswa setelah lulus kuliah, ia tidak mendapatkan pekerjaan sedangkan ia tidak siap untuk ber-wiraswasta menciptakan lapangan kerja bagi dirinya.
Mau buka usaha, ia mengeluh tidak punya modal.

Ada beberapa pertanyaan yang mesti kita kritisi pada diri kita , yaitu :
1. Apakah saya sudah menetapkan sebuah visi?
2. Apakah saya sudah membuat suatu perencanaan yang terstruktur baik?
3. Apa tindakan konkrit yang sudah saya kerjakan untuk mewujudkannya?
4. Apakah saya menyertakan Tuhan sebagai pimpinan dalam perencanaan saya?

Yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana persiapan kita dengan menggunakan talenta yang sudah Tuhan berikan kepada kita agar diberdayakan se-optimal untuk dapat bertahan dan memenangkan setiap tantangan hidup yang kerap kali tidak kita perhitungkan tetapi tiba-tiba datang menyerang diri kita.
Jika kita lalai dan tidak mempersiapkan diri sebelumnya maka badai persoalan menerpa maka kita panik dan tidak mampu bertahan bahkan menjadi lemah tiada berdaya, pada akhirnya datanglah penderitaan yang berlarut-larut berkepanjangan. apalagi dibarengi dengan putus-asa dan hilang pengharapan maka hidup kita menjadi hancur berantakan, kita mengalami depresi dan ......

Tuhan Yesus sudah memperingati kita dalam bacaan Injil berikut ini :
Matius 7:24-25
Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana yang mendirikan rumahnya diatas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan diatas batu. 

Matius 7:26-27
Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku inidan tidak melakukannya ia sama dengan orang yang bodoh yang mendirikan rumahnya diatas pasir. Kemudian turunlah hujandan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu sehingga rubuhlah rumah itu dan hebat kerusakannya.

Kita semua sudah tahu bahwa setiap orang beriman pasti pernah mengalami diserang oleh "banjir badai" seperti perumpamaan diatas. Rumah yang didirikan diatas batu tidak roboh artinya rumah itu memiliki pondasi yang kokoh.
Begitu juga kita seharusnya membangun iman kita yang kokohsehingga mampu melawan setiap badai persoalan hidup.
Yang membedakan setiap orang percaya adalah : Pada Skala berapa kekuatan imannya meredam kegoncangan?

LANGKAH APA YANG SEHARUSNYA KITA PERSIAPKAN

1 . PERCAYALAH SEPENUHNYA KEPADA TUHAN YESUS

Bagi orang beriman telah bertahun-tahun pergi ke gereja tak perlu lagi dipertanyakan apakah percaya kepada Yesus? Yang menjadi fokus perhatian kita adalah seberapa dalam kepercayaan kita kepada Yesus ? berarti berbicara mengenai sikap hati kita yang mau berserah kepada Tuhan Yesus. Banyak kata-kata bijak kita baca, kita dengar dan kita ingat bahwa kita harus berserah kepada Tuhan namun tidak seindah kata-kata berserah, ternyata tidak mudah bagi kita untuk menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan.

Yeremia 29:11
Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Kita memang sudah memahami rancangan Allah sesungguhnya maka kita pasti mendengar dan melakukan perkataan Tuhan dan kita dengan berani menjawab tantangan hidup dengan berkata, segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4:13)

2. MILIKILAH KARAKTER ILAHI

Dari bacaan Injil Matius pasal 7 diatas, ada kata kunci yang perlu kita ingat dan kita pegang erat-erat yaitu : Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya.
Perkataan Yesus yang manakah yang dimaksudkan ?
Kita harus membaca Injil Matius mulai pasal 5 ketika Yesus berkotbah di bukit memberi pengajaran2 kepada banyak orang.
Dimulai dengan kata "Berbahagialah" atau lebih dikenal dengan sebutan "7 Sabda Bahagia" Perkataan Yesus agar kita memiliki 7 sikap hati mencerminkan karakter Ilahi yang harus kita persiapkan dalam berguna saat kita meniti kehidupan ini.

3. BERIKAN TEMPAT PALING UTAMA BAGI ALLAH

Matius 6:33
carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka
semuanya itu akan ditambahkan kepadamu

Banyak orang menginginkan Berkat Allah yang optimal dengan bersikap seadanya bahkan acuh tak acuh,tidak mau tahu apa kata Firman Tuhan bahkan lebih mendahulukan ajaran dan prinsip dunia. Tidak sedikit orang menaruh Allah di belakang dirinya sedangkan ia berdiri di depan mengambil keputusan tanpa konsultasi dulu dengan Allah.
Ketika timbul persoalan, barulah Allah dimintai bantuan dengan berbagai macam dalih yang bersifat memaksa agar Allah segera turun tangan menolongnya.

RENCANA VERSUS REALITA

Seringkali dalam kenyataannya, apa yang sudah dipersiapkan tidak selamanya sesuai dengan tujuan yang hendak kita capai.
Kita boleh berencana namun Tuhanlah yang menentukan hasilnya.

Pengkhotbah 8:17
maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya.
Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya. Kita tidak dapat menyelami apa maksud Allah dibalik semua peristiwa hidup kita namun kita percaya bahwa bila waktu Tuhan telah tiba maka semuanya baik adanya.

Pengkhotbah 3:11
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Belum tentu apa yang nampaknya buruk maka hasilnya buruk pula karena rancangan Allah tidak mudah dipahami oleh orang beriman namun kurang dekat hubungannya dengan Allah.
Seperti contoh berikut ini mengenai YUSUF anak YAKUB.
Yusuf mengalami banyak penderitaan dimulai ketika ia dicebur ke lobang sumur oleh saudara2nya dan kemudian dijual ke Potifar orang Mesir. Yusuf di penjara karena di fitnah oleh istri Potifar. Yusuf juga dikhianati oleh Juru Minum. Hingga tiba waktunya, Allah mengubah hidup Yusuf dari seorang budak menjadi orang nomor 2 setelah Raja Firaun di Mesir.
(baca selengkapnya kitab Kejadian pasal 37 s/d pasal 50)

Ternyata ada maksud Allah di balik penderitaan Yusuf
Yusuf dipersiapkan Allah untuk menggenapi janji Allah membuat umat Israel terhindar dari bencana kelaparan. (baca selengkapnya Mazmur 105:1-25).
Mazmur 105:17-19
diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak.Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi, sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya.

KESIMPULAN 

- Persiapkanlah diri kita dan Berserahlah kepada Allah.
- Temukanlah apa visi dan misi hidup kita yang Allah kehendaki
- Kerjakanlah semua yang telah direncanakan dengan segenap hati
- Fokuslah dengan jalan yang sesuai dengan rencana Allah
- Pergunakanlah segala karunia yang Tuhan telah berikan
- Bersabarlah menanti penggenapan janji Allah

Yakobus 1:3-4
sebab kamu tahu, bahwa : ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Jika kita berada dalam kegelapan yang paling gelap janganlah putus asa sebab sebentar lagi fajar menyingsing terang benderang akan segera menyingkap kegelapan.
Allah selalu siap menggendong kita sebab IA tak akan membiarkan kita sendirian ...

GOD has Gifts for you :
1. A LIGHT For Every Shadow
2. A PLAN For Every Tomorrow
3. A KEY For Every Problem
4. A JOY For Every Sorrow
ENJOY GOD’S GIFTS EVERYDAY


Salam Sejahtera Selalu,
Surya Darma