Sabtu, 07 Mei 2016

MINTALAH, BAPA AKAN BERIKAN












Sabtu, 7 Mei 2016 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikanNya kepadamu dalam namaKu
                                (Yohanes 16:23)

Bacaan Injil Yohanes hari ini menyejukan hati kita sebab dikatakan bahwa Bapa akan berikan segala sesuatu yang kita minta di dalam nama Yesus. 

Wow...sungguh menyenangkan yach, ayat ini memang sangat diharapkan oleh setiap orang; terlebih saat ini hidup kian sulit dan banyak problem hidup yang sepertinya tidak ada habisnya dan makin sukar mengatasinya. 

Terlihat sekali ketimpangan yang terjadi antara si kaya dan si miskin, bak langit dan bumi jauhnya perbedaan gaya hidup keduanya; si kaya bingung mau makan apa ya sedangkan si miskin bingung apa yang mau dimakan hari ini? 

Syukur Puji Tuhan, 
Firman Tuhan hari ini adalah solusi dan jalan keluar yang amat sangat dinantikan si miskin sebab hanya kepada Tuhan sajalah ada kepastian mendapatkan belas kasihan dan pertolongan. 

Capek hati berharap belas kasihan dan pertolongan orang lain; boro-boro disapa eh ditengok juga kagak peduli. seperti itu keluhan mereka si miskin! 

Sekarang ini hati manusia semakin keras dan sedikit waktu lagi hati orang sekeras batu gunung tetapi mulutnya semakin manis mengucapkan kasihilah sesama seperti mengasihi diri sendiri !!! 

Apa yang diucapkan sangat kontras dengan yang perilaku dan perbuatannya.

Kagak percaya nich, mari keluar sejenak dari peraduan di rumahmu yang mewah dan yuk jalan-jalan lihat keadaan orang lain yang diluar grup/perkumpulan-mu. 

maka matamu akan memandang betapa buanyak orang susah hidupnya dan ujilah hatimu apakah tidak sekeras batu dan mulutmu tidak berucap begini : 
"salah mereka sendiri, pemalas dan tidak mau bekerja; ga heran hidupnya susah dan melarat, kalo gue tolong, ntar tuman keenakan, ngandalin orang lain...." 

Ckckckkk, tajam amat perkataannya!!! 
jangan dikira ini cuman karangan si penulis renungan ini tetapi ini kenyataan yang sering didengar. 

si kaya alergi di dekatin si miskin karena ga mau direpotin diminta bantuan. 
memang sih ada juga si kaya yang baik hati tapi ibaratnya seperti sebuah jarum di tumpukan barang di gudang. 

Itu sebabnya kenapa dibilangin : 
lebih baik berharap kepada Tuhan saja. 
meskipun tidak selalu dikabulkan dan tidak selalu cepat dijawab Tuhan namun asalkan sabar saja dan jaga sikap hidup yang berkenan di mata Tuhan maka yakinlah pasti pertolongan Tuhan tiba pada saatnya. 

Seringkali sikap dan perbuatan kita sendiri yang menghambat berkat Tuhan selain kita tidak sabar menanti dan yang kita minta untuk memuaskan keinginan kedagingan kita dan bukan kebutuhan pokok hidup kita. 

Yesaya 59:1-3 
 Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan. 

Tuhan Allah itu teramat sangat baik yang hatiNya itu penuh belas kasihan dan tak tahan melihat airmata kita dan tidak bisa membiarkan kita terkapar tak berdaya. Dia sangat mencintai kita sehingga pintu pengampunanNya terbuka 24jam bagi kita yang bertobat dan mau kembali ke dalam pelukannya. 

Mari saudara/i-ku dalam Yesus Kristus, jangan keraskan hatimu dan dengarkan suara Tuhan supaya kita senantiasa berada dalam pelukan kasihNya. 

Sudahlah, tinggalkan kesenanganmu bermain-main dengan hal-hal duniawi, lebih baik kita berkumpul bersama dalam keluarga Tuhan Allah di dalam rumahNya maka kebahagiaan kekal selamanya dapat kita nikmati. 

Jangan sampai menyesal setelah tahu kebenaranNya di saat meninggalkan dunia ini seperti yang dialami si kaya dalam Injil Lukas 16:19-31. 
Menyesal sudah tidak ada gunanya. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku senantiasa percaya hanya kepada Tuhan dan berharap kepadaNya di segala situasi dan keadaan hidupku? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan VI Paskah 
Warna Liturgi : Putih

Kisah 18:23-28 
Mazmur 47:2-3,8-10 
Yohanes 16:23b-28 
BcO : Kisah 23:12-35 

============= ☆☆☆ ============ 

Jumat, 06 Mei 2016

JANGAN TAKUT BERITAKAN FIRMAN










​Jumat,  6 Mei 2016 

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: 
Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!  
                       (Kisah 18:9)


Ada sebuah lagu pujian yang memberi semangat kepada kita supaya terus bekerja di ladang Tuhan dan membawa banyak orang datang kepada Yesus. 
____________________________________

Jangan lelah 
Bekerja di ladangnya Tuhan
Roh Kudus yang beri kekuatan 
Yang mengajar dan menopang 

Tiada lelah 
Bekerja bersamaMu Tuhan 
Yang srlalu mencukupkan 
Akan segalanya 

Ratakan tanah bergelombang 
Timbunlah tanah yang berlubang 
Menjadi siap dibangun 
Diatas dasar iman 
____________________________________

Rasul Paulus sangat bersemangat dan giat selalu memberitakan Injil tentang Yesus Kristus kepada bangsa lain diluar bangsa Israel; disekitar Asia Kecil hingga ke kota Roma. 

Dan hari ini kita baca perjalanan Paulus di Korintus, tepatnya di kota Akhaya dimana justru orang Yahudi diaspora yang menentang ajaran Paulus. 

Dalam situasi seperti ini, Paulus semakin dikuatkan oleh suatu penglihatan dari Tuhan bahwa ia harus terus beritakan Injil dan jangan takut (ayat 9) sebab Tuhan akan menyertai dirinya (ayat 10). 

Kisah 18:10 
Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umatKu di kota ini. 

Orang Yahudi diaspora semakin gencar berniat memenjarakan Paulus dengan tuduhan melanggar hukum taurat. 

Kisah 18:12-13 
Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan. Kata mereka: "Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat."  

Ternyata sifat orang sejak dahulu sampe sekarang tidak berubah yach; jika tidak suka kepada seseorang maka dicarilah alasan untuk menjatuhkan orang yang tidak disukainya meskipun alasan itu tidak logis dan sengaja untuk intimidasi atau menteror orang tersebut. 

Tidak terkecuali di bidang rohani juga dapat terjadi hal semacam ini. 
Orang Yahudi diaspora percaya kepada Allah dan karena generasi sebelumnya tidak mau mengakui Yesus adalah Mesias maka mereka dari generasi ini ikut-ikutan tidak percaya kepada Yesus dan sekaligus ikut-ikutan mau bunuh setiap orang percaya kepada Yesus. 

Bukankah di jaman sekarang ini perilaku seperti orang Yahudi diaspora ini juga masih terjadi? hanya saja bentuknya agak berbeda tapi intinya sama saja. 

Jika ada seseorang yang tidak berbuat sama seperti mereka maka orang itu dikucilkan dan dicekal atau bisa dihakimi "aliran sesat." 

Serupa tapi tak sama, umat kristiani juga terpecah belah menjadi Kristen dan Katolik; kemudian sesama gereja kristen juga berbeda pendapat dan membentuk gereja kristen lainnya. 

Gereja Katolik terpecah dua antara yang mengakui Paus di Vatikan dan Gereja Katolik Ortodoks yang tidak mengakui Paus meskipun sekarang ini mulai mau bersatu dengan Vatikan. 

Perbedaan Kristen dan Katolik : 
masing-masing mengakui cara liturgi, dogma, teologi, magisterium, kanonisasi Alkitab, dsbnya yang diyakini adalah yang benar padahal sama-sama percaya kepada Yesus. 

misalnya : 
Kristen tidak mengakui Deuterokanonika, tidak mengakui Tradisi dan Magisterium dengan segudang alasan, mereka hanya mengakui Alkitab PL+PB saja atau Sola Scriptua. 

Katolik melarang umatnya menerima roti dan anggur perjamuan kudus Kristen dengan alasan tidak dikonsekrasikan dan begitu sebaliknya. 

Perbedaan pendapat dan prinsip sangat rentan menimbulkan konflik atau paling tidak akan ada pencekalan sebagai salah satu bentuk lain dari ketidak-sepahaman diantara kedua pihak yang berbeda. 

Apa yang dialami Paulus diperlakukan semena-mena oleh orang Yahudi diaspora adalah akibat perbedaan cara beribadah kepada Allah, seperti yang dituduhkan kepada Paulus (ayat 13). 

Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat."

Gurbenur Galio menolak mengadili Paulus setelah tahu dakwaan orang Yahudi kepada Paulus adalah karena perbedaan prinsip ibadah; dan hal ini persis seperti Pilatus yang semula juga menolak mengadili Yesus. 

Kisah 18:14-15 
Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu, tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian.

Semoga tidak terulang kembali situasi yang dialami Paulus dan umat gereja mula-mula yang diperlakukan oleh orang Yahudi (baik di Israel maupun Diaspora) apabila kita di jaman sekarang ini mau belajar dari situasi yang generasi dahulu alami dengan tidak berperilaku seperti itu tetapi kita lebih bijaksana menyikapi perbedaan pendapat dan keyakinan. 

Yang terpenting adalah kita fokus pada pemberitaan Injil kepada orang yang belum percaya kepada Yesus dan juga kepada mereka yang sudah percaya tetapi tidak lagi ke gereja karena banyak masalah hidup yang mendinginkan iman percaya kepada Yesus atau juga kepada mereka yang suam-suam kuku. 

Tantangan dan rintangan yang ada, kita hadapi dengan tegar dan tidak takut karena kita percaya kepada Tuhan yang berjanji akan menyertai kita senantiasa dalam ayat 10 diatas, yakni : 
Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau,

Dalam bacaan Injil Yohanes, dikatakan oleh Yesus bahwa dunia akan gembira melihat kita menangis, artinya : 
penderitaan dan aniaya akan kita alami ketika memberitakan Injil sebagai bagian dari salib yang harus kita pikul. 

Yohanes 16:20 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. 

memang salib akan membuat kita kesusahan namun jika kita tetap tegar menghadapinya maka pada akhirnya kita akan bersukacita melihat orang lain diselamatkan karena mereka bertobat dan percaya kepada Yesus. 

Seperti yang dialami Paulus saat Krispus kepala rumah ibadat dan seisi rumahnya percaya kepada Yesus dan hal ini pasti menggembirakan hati Paulus. 

Kisah 18:8 
Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis. 

Kita hanya berserah dan bergantung pada Tuhan sebab kita percaya bahwa Tangan Tuhan pasti menopang kita dan senantiasa menyertai kita; terlebih saat kita melaksanakan tugas pewartaan atau pengInjilan dan saat pelayanan. 

Memang ada kesusahan tetapi ada buah pelayanan dan pewartaan/pengInjilan yang kita hasilkan dan membuat kita bersukacita dan bergembira. 

Yohanes 16:22 
Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. 

Mari kita segera pergi bekerja di ladang Tuhan, mewartakan Injil karena kita bersyukur atas kebaikan Yesus yang telah menyelamatkan kita dan juga telah mengalami kasihNya. 

Yohanes 4:35-36 
Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku telah siap untuk bekerja di ladangnya Tuhan dan segera beritakan Injil tentang Yesus kepada banyak orang agar mereka percaya dan mengalami Kasih Yesus di dalam hidup mereka? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan VI Paskah Novena Pentakosta 
Warna Liturgi : Putih

Kisah 18:9-18 
Mazmur 47:2-7 
Yohanes 16:20-23 
BcO : Kisah 22:22-23:11 

============= ☆☆☆ ============ 

Kamis, 05 Mei 2016

YESUS TERANGKAT KE SORGA










Kamis, 5 Mei 2016 

Ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepadaNya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita
                      (Lukas 24:51-52)

Hari ini kita umat kristiani memperingati saat Yesus terangkat ke Sorga atau lebih dikenal sebagai hari Kenaikan Yesus. 

Yesus telah menyelesaikan tugas yang diterimaNya dari Bapa dan kembali ke Sorga, kemudian Yesus akan datang lagi ke dunia dengan cara yang sama seperti saat terangkat ke Sorga. 

Kisah 1:11 
berkata kepada mereka: "hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." 

Apa makna peristiwa ini bagi kita? 

Menurut kitab Ibrani, Yesus membuka jalan bagi umat manusia dapat masuk ke tempat yang kudus yakni Sorga melalui pengorbanan diriNya menanggung dosa manusia. 

Ibrani 10:19-21 
saudara2, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 

Yesus telah memulihkan hubungan Allah dengan manusia yang terputus akibat dosa yang dilakukan oleh Adam-Hawa. 

Oleh sebab itu sudah sepantasnya kita membersihkan diri kita dari perbuatan dosa supaya kita pantas menghadap Allah yang Maha Kudus. 

Ibrani 10:22 
Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 

Pengetahuan ini pasti diketahui oleh setiap orang dan hendaknya segera memutuskan untuk menjalani hidup dengan menjaga kemurnian diri dari segala pikiran, hati, dan perbuatan dosa.

Sebab penebusan dosa yang dilakukan Yesus hanya untuk satu kali saja dan tidak akan penebusan berikutnya dan apabila kita masih melakukan dosa maka kita akan dihakimi dan tidak ada lagi penghapusan dosa kedua kalinya. 

Ibrani 9:27-28 
Sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. 

wow..jangan meremehkan firman Tuhan niscaya menyesalpun tidak ada gunanya bila mengalami kematian dan tidak akan ada lagi yang menanggung dosa sebab penghakiman dijalankan. 

Tuhan Allah itu memang teramat sangat baik kepada setiap orang dan memberikan kesempatan untuk bertobat sebelum kematian datang menjemput namun IA juga Tuhan Allah yang sangat tegas akan menghakimi setiap dosa yang masih saja dilakukan oleh setiap insan sampai menjelang kematiannya. 

JADI, 

Makna dari peristiwa Yesus terangkat ke Sorga yang paling utama yang harus kita ingat sepanjang hidup kita di dunia ini adalah berhentilah berbuat dosa sebab Yesus hanya sekali menanggung dosa kita dengan mengorbankan diriNya bagi kita. 

Ingatlah dan lakukanlah semua yang telah dikatakan Yesus dan jangan pernah kembali lagi kepada kehidupan di dalam lumpur dosa maka dengan demikian pengorbanan Yesus atas diri kita menjadi tidak sia-sia. 

2 Petrus 2:20-22 
Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya." 

REFLEKSI DIRI 

Sudahkah aku tinggalkan sikap dan cara hidupku yang tidak berkenan bagi Allah dan membersihkan diriku dengan cara menguburkan semua dosa-dosaku? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Hari Raya Kenaikan Tuhan 
Warna Liturgi : Putih

Kisah 1:1-11 
Mazmur 47:2-9 
Ibrani 9:24-28; 10:19-23 
Lukas 24:46-53 
BcO : Efesus 4:1-24 

============= ☆☆☆ ============ 

Rabu, 04 Mei 2016

ROH KEBENARAN







Rabu, 4 Mei 2016 

Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.  
                                    (Yohanes 16:13) 

Roh Kebenaran disebut juga Roh Kudus adalah Pribadi ketiga Allah Tritunggal dimana sampai sekarang umat katolik masih belum bisa menerima sepenuhnya peranan dari Roh Kudus. 

Boleh dikatakan, sebagian besar masih ragu-ragu dan bertanya-tanya; apakah betul sesuatu yang terjadi itu berasal dari Roh Kudus; pro dan kontra masih berlangsung sampai saat ini. 

Sedangkan sebagian lagi umat katolik menerima dan mempercayai Roh Kudus terutama dari kalangan karismatik katolik lebih fokus memaknai karya Roh Kudus dalam pertumbuhan imannya. 

Injil Yohanes pasal 14 dan pasal 16 menjelaskan tentang Roh Kebenaran / Roh Kudus dimana Yesus sendiri yang mengatakan bahwa : 

Yohanes 14:16-17 
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. 

Roh Kebenaran atau Roh Kudus adalah penolong yang menyertai kita selamanya wow, bukan sebentar tetapi selamanya, bahkan Yesus mengatakan bahwa setelah ia pergi meninggalkan dunia ini maka Roh Kudus yang menyertai kita. 

Yohanes 16:7 
Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu 

Adalah mengherankan bila masih ada umat katolik yang meragukan peranan Roh Kudus? yang seharusnya sudah tahu tentang hal ini dan hari ini Injil Yohanes mengajak kita untuk mengenal peranan Roh Kudus. (Yohanes 16:12-15). 

1) Roh Kudus memimpin kita ke dalam 
     seluruh kebenaran (ayat 13). 
2) Roh Kudus memberitakan hal-hal 
     yang akan datang (ayat 13). 
3) Roh Kudus memberitakan segala 
     sesuatu dari Yesus (ayat 14-15). 

Yesus berulangkali mengatakan diriNya dan Bapa adalah satu (Yohanes10:30); segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya (Yohanes 16:15a) dan hubungan diriNya dengan Roh Kudus. 

Setelah memahami kebenaran ini maka hendaknya tidak ada keraguan tentang peranan Roh Kudus. 

Kita bisa mengetahui karya Roh Kudus di kitab kisah para rasul, contohnya : 
Paulus dan Silas melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia (Kisah 16:6). 

Sepanjang kitab Perjanjian Baru ada begitu banyak karya Roh Kudus bisa kita ketahui, terutama setelah wafat, kebangkitan, dan kenaikan Yesus ke Surga yang besok kita peringati setiap tahunnya. 

Bagaimana dengan keadaan sekarang, apakah peranan Roh Kudus masih berlangsung dalam hidup kerohanian kita? jawaban setiap orang bisa berbeda tergantung sejauh mana seseorang mau membuka hati bagi karya Roh Kudus. 

Anda harus mengalami Roh Kudus dan bila belum mengalamiNya maka minta kepada Bapa supaya Roh Kudus menggema di hatimu. 

Lukas 11:13 
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya. 

Bagi anda yang terlibat dalam pelayanan dan dalam tugas perutusan / pengInjilan maka peranan Roh Kudus begitu penting melalui KaruniaNya; Karunia Roh Kudus. 

Silahkan baca 1 Korintus 12:7-11 mengenai 9 macam Karunia Roh Kudus dan juga tertera di kitab Roma. 

Roma 12:6-7 
Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. 

Jikalau begitu, hal-hal apalagi bagi anda yang masih ragu-ragu mempercayai peranan Roh Kudus. 

Dan semestinya bukan hanya kalangan karismatik katolik saja yang giat menggali serta mendalami Roh Kudus tetapi hendaknya setiap orang percaya kepada Yesus, seharusnya juga percaya kepada Roh Kudus dan kepada Allah Bapa dalam kesatuan Allah Tritunggal Maha Kudus. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku mengalami Roh Kudus dan hatiku terbuka bagi Roh Kudus berkarya di dalam hidupku? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan VI Paskah 
Warna Liturgi : Putih

Kisah 17:15,22-18:1 
Mazmur 148:1-2,11-14 
Yohanes 16:12-15 
BcO : Kisah 21:40-22:21 

============= ☆☆☆ ============