Rabu, 03 Oktober 2018

MENGIKUT YESUS












Rabu, 3 Oktober 2018 

AYUB 9:1-12,14-16  
MAZMUR 88:10-15 
LUKAS 9:57-62 

Orang mencari alasan/berdalih bila tidak mau berbuat sesuatu dan tanpa peduli apakah alasannya itu memang benar atau tidak benar. 

Seperti yang kita ketahui dari bacaan Injil Lukas hari ini ada seorang yang motivasinya salah dan sikap dua orang berdalih, cari alasan mengikut Yesus. 

Ada beberapa hal bisa kita petik makna yang menjadi suatu pelajaran bagi kita yang mau mengikuti Yesus, yaitu : 

PERTAMA 
IKUTI SIKAP HIDUP YESUS 

Lukas 9:57 
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: "aku akan mengikut Engkau, kemana saja Engkau pergi." 

Ada apa yang salah dari orang ini yang mau mengikut Yesus? 
Kita mesti lihat Injil sinoptik, yang serupa dengan tema ini. 

Matius 8:19 
Datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya:"Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." 

Ternyata orang ini seorang ahli taurat; yang Yesus katakan sebagai orang munafik (baca Matius pasal 23). Mungkin ia melihat betapa hebat Yesus melakukan hal yang ajaib spektakuler yang belum pernah dilihatnya dan  menimbulkan keinginannya bisa sehebat itu jika ia belajar menjadi murid Yesus. 

Yesus tahu motivasi orang ini mau mengikuti-Nya, seperti halnya Simon orang Samaria yang percaya kepada Yesus karena motivasinya ingin jadi terkenal menjadi orang hebat dengan menumpangkan tangan maka orang lain sembuh. 

Kisah 8:18-21 
Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, lalu ia menawarkan uang kepada mereka serta berkata: "berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh  menerima Roh Kudus." tetapi Petrus berkata kepadanya: "binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. 

Suatu peringatan bagi orang yang mau percaya pada Yesus karena motivasinya seperti Simon orang Samaria atau seperti seorang ahli taurat ini. 

Kita dengar jawaban Yesus menanggapi keinginan orang ini yang mau mengikuti-Nya kemanapun Yesus pergi. 

Lukas 9:58 
Yesus berkata kepadanya: "serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak 
mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." 

Anak Manusia = Yesus 
artinya : 
di dunia ini Yesus berkelana berkarya kesana-kemari dan tidak menetap disuatu tempat atau tidak diam di rumah. 

Pertanyaannya : 
Sanggupkah kita melepaskan segala sesuatu yang mengikat hati kita agar dapat menjalani hidup seperti Yesus? 

Orang awam terbiasa hidup bergantung pada seberapa banyak uang dan harta dunia yang dimilikinya? 

Kalangan klerus / rohaniwan terbiasa hidup fokus pada pekerjaan rohani dan tidak bergantung pada seberapa banyak uang/harta dunia yang dimilikinya ? 

Bagi orang awam : 
hidup tanpa uang atau sedikit uang dan harta yang dimiliki adalah sangat tidak nyaman dan membuat pikiran kacau dan hati tidak tenang. 

Hanya sedikit orang awam mampu hidup tanpa uang atau hidup dengan sedikit uang sebab dengan uang, hidup menjadi gembira, terasa indah menyenangkan. 

Ketika seseorang memutuskan untuk mengikuti Yesus maka segala keterikatan akan uang dan terikat pada zona nyaman dengan kenikmatan dunia harus segera dilepaskan!  

Jangan diartikan bahwa tidak boleh memiliki uang dan tidak boleh hidup nyaman? sebab yang dimaksud adalah tinggalkan keterikatan uang dan terikat zona kenyamanan. 

garisbawahi kata : keterikatan! 
Yesus bilang : "diri-Nya tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." 

Pikiran, hati, dan seluruh hidup harus "merdeka" tidak terikat oleh hal-hal keduniawian agar dapat mengikuti sikap hidup seperti Yesus yang bebas kesana-kemari hanya fokus : menyembuhkan penyakit, membebaskan belenggu setan memberi makan orang lain, menolong penderitaan orang, menasehati, mengajar dan memberitakan kabar sukacita Injil Kerajaan Allah. 

Segala keperluan Yesus dibiayai oleh Yohana, Suzana, dsbnya. 
Lukas 8:3 
Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. 

artinya : 
Tuhan mencukupkan segala keperluan hidup kita dengan mencurahkan Berkat-Nya melalui tangan orang lain. 

2 Timotius 2:3-4 
Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 

KEDUA
HIDUPLAH DIDALAM TUHAN SEBAGAI PRIORITAS UTAMA 

Lukas 9:59 
Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku." 

kata bapaku menunjukkan hal-hal yang dihormati, dihargai. 
menguburkan bapaku itu bahasa simbolik. 

Orang ini mengutamakan kepentingan pribadi sedangkan panggilan Yesus dikesampingkan setelah menyelesaikan kepentingan dirinya. 

Lukas 9:60 
Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana." 

sering kita dengar orang beriman berdalih, misalnya : nanti, setelah anak saya gede; sudah selesai kuliah, sudah kerja, sudah nikah, dsbnya, barulah akan melayani ... 

Jika Tuhan Berkati bisnis saya, proyek saya, karier saya dsb, maka saya akan sumbang gereja, panti asuhan, bla..bla .. saya akan melayani di gereja dan memberitakan Injil dsbnya. 

kebenarannya menurut Firman Tuhan; 
2 Korintus 8:12 
sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu. 

Memberi disini tidak selalu berbentuk uang tapi bisa juga memberi diri untuk dipakai Tuhan sebagai saluran Berkat Tuhan; apakah itu berupa memberitakan Injil, atau solusi atas permohonan doa. 

Pertanyaannya : 
maukah kita menempatkan Yesus di depan kita, bukan di belakang kita supaya diri kita dipimpin dan dikuasai Tuhan. 

dengan demikian tidak ada pergumulan dalam diri kita ketika Tuhan memanggil kita untuk melakukan tugas dariNya. 

KETIGA 
MELANGKAH PASTI TANPA KERAGUAN BERSAMA YESUS 

Hidup ini harus melangkah maju, tidak melangkah mundur tetapi pandangan lurus ke depan dan tidak menengok ke belakang. 

Lukas 9:61 
seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku." 

pamitan dahulu dengan keluarga termasuk bahasa simbolik untuk menunjukkan adanya keraguan orang ini dimana ia tidak mampu menentukan keputusannya sebab bergantung pendapat orang lain saat memutuskan apakah mau mengikuti Yesus. 

Lukas 9:62 
Yesus berkata: "setiap orang yang siap untuk membajak tapi menoleh ke belakang, tak layak untuk Kerajaan Allah." 

Menentukan prioritas utama antara bekerja di ladang Tuhan ataukah di ladang dunia harus dengan yakin dan tidak boleh ragu-ragu sebab keraguan itu muncul karena ada pilihan lain yang menarik hatinya selain mengikuti Yesus. 

dari ragu-ragu berkembang menjadi bimbang, kemudian menjadi khawatir jangan2... selanjutnya ada kecemasan dan ketakutan hingga akhirnya mundur ke belakang dan lari dari jalan Tuhan. 

Banyak hal membuat orang menengok ke belakang namun biasanya hal-hal berhubungan kesenangan, kenikmatan duniawi sulit diabaikan/dinomorduakan 

Padahal kesenangan rohani lebih nikmat dari kesenangan duniawi sebab ada damai sejahtera sukacita Ilahi memenuhi seluruh hidup kita. 

Kesenangan dunia hanya memuaskan sebagian hidup dan terus mengejar untuk menjadi penuh. 

Kesenangan dunia tidak pernah mampu membuat hidup kita mengalami damai sejahtera sukacita Ilahi. 

Melangkah pasti menjalani hidup mengikuti jalan Tuhan adalah pilihan terbaik agar kita sampai ke rumah Bapa Surgawi tanpa harus hidup di padang gurun seperti bangsa Israel. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku mengikut Yesus dengan segenap hati ataukah setengah hati? 

Apakah aku hanya percaya kepada Yesus supaya bisa masuk surga tetapi enggan meninggalkan zona kenyaman yang sedang aku nikmati karna tidak mau hidup sangkuli? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

ALLAH MENGUTUS MALAIKAT PELINDUNG










Selasa, 2 Oktober 2018 

KELUARAN 23:20-23a
MAZMUR 91:1-6?10-11 
MATIUS 18:1-5,10 

Keluaran 23:20 
Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. 

Hari ini bacaan mengenai Malaikat dan Gereja menetapkan hari ini peringatan wajib Malaikat pelindung. 

Allah itu sungguh teramat sangat baik Ia mengutus MalaikatNya untuk menuntun dan menjaga kita manusia. 
Maka dari itu sewajarnya berterima-kasih, bersyukur kepada Allah. 

Mazmur 91:11 
sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. 

Meskipun terkadang kita tidak ngeh ada malaikat yang menjaga dan melindungi kita seperti dikatakan di dalam kitab Keluaran 23:20 dan Mazmur 91:11. 

Selanjutnya, Yesus menegaskan ada Malaikat yang selalu memandang Bapa Sorgawi dan juga dikatakan seorang dari anak-anak kecil ini ada malaikatnya. 

Matius 18:10 
Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah BapaKu yang di sorga. 

Timbul suatu pertanyaan : 
apa bedanya Roh Kudus yang perannya mirip dengan malaikat ? 

Peranan Roh Ķudus 
---------------------------
Yohanes 14:26 
Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. 

Roma 8:26 
Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 

Peranan Malaikat 
----------------------- 
Mazmur 91:10-11 
Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu sebab malaikat malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. 

Jaman sebelum Yesus, umat Israel belum mengenal Roh Kudus; mereka lebih mengenal Malaikat sebagai penolong dan menjaga diri mereka yang diutus Allah. 

Dari Firman Tuhan ini jelaslah bahwa Allah sangat mengasihi kita dimana : 
1). Malaikat yang menjaga kita 
2). Roh Ķudus menghibur, menasehati, 
      mengajar dan menolong kita berdoa 
3). Bunda Maria menyampaikan doa kita 

Iman percaya kita tidak boleh berpaling dari Yesus Kristus, dengan lebih prioritaskan Bunda Maria atau Malaikat. 

Rupanya Allah merasa tidak cukup mengutus MalaikatNya, kemudian Allah mengutus Yesus Kristus untuk menghapus dosa kekal manusia dan berinisiatif menyambung relasi yang terputus dengan manusia setelah manusia jatuh dalam dosa. 

Allah terus menerus memperhatikan manusia supaya kuat dan teguh menghadapi kehidupan di bumi ini,  lalu Allah mengutus Roh Kudus. 

Kebaikan hati Allah, sungguh sangat menggetarkan hati kita, yaitu : 

Pertama 
Betapa Allah sangat sayang kepada kita melebihi segala ciptaanNya. 
(Kejadian 1:26-27) 

Kedua 
Segala cara dilakukan Allah supaya kita mengetahui dan merasakan kasih sayangNya (Yohanes 10:10b). 

Ketiga 
Allah menginginkan kita hidup di bumi ini mengalami kebahagiaan (Yesaya 48:18) 

Keempat 
Segala kebutuhan hidup kita, Allah mau pastikan berlimpah-ruah (Mazmur 23) 

Kelima 
Allah mau semua manusia selamat dan kembali ke rumahNya di Surga 
(Yesaya 46:4, Yohanes 14:1-3) 

Buanyak sekali pernyataan Allah agar manusia menyadari bahwa Allah sungguh mengasihi kita, misalnya : 

Yesaya 43:4a 
engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau 

Yesaya 49:16 
Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku 

Perhatian Allah kepada manusia melebihi perhatian orangtua kepada anaknya. 

gambarannya seperti begini : 
ketika seorang anak hendak pergi keluar daerah atau keluar negeri karena ada tugas dari kantor, pastilah orangtua ingin memastikan keperluan anaknya di negeri orang supaya semuanya beres dan tentu saja akan banyak nasehat diberikan. 

Kita bisa mengetahui Allah mengasihi manusia sejak Adam jatuh dalam dosa yaitu Allah segera membuatkan  pakaian dari kulit binatang untuk menyatakan keprihatinanNya kepada manusia lemah tidak berdaya (=makna dari ketelanjangan manusia). 

Kejadian 3:21 
Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. 

Allah terus menerus memanggil manusia agar kembali kepadaNya namun manusia memilih jalan lain yang dikiranya akan mendatangkan kehidupan yang lebih baik dari yang disediakan Allah. 

Pertanyaannya adalah : 
Sampai sekarang dan entah sampai kapan, setiap manusia mau kembali kedalam pangkuan Allah? 

Kita merenungan kebaikan Allah agar kita tidak "lupa" sedetikpun kepada kasih sayangNya kepada kita. 

Meski tema renungan hari ini berbicara mengenai Malaikat namun benang merahnya ada pada kebaikan Allah yang begitu mengasihi manusia. 

Kita manusia ini "tidak tahu diri" dan "bebal", tidak tahu balas budi atas semua kebaikan, kasih sayang Allah yang sudah DIA anugerahkan. 

Sering saya merenungkan : mengapa kita ini tega membuat Allah sedih atas perilaku dan perbuatan kita menjalani hidup ini ? 

Masalahnya : bukan karena kita itu tidak mengerti peraturan dan larangan Allah tetapi kita mau berbuat sesuka hati kita, dengan sadar dan sengaja kita langgar ketentuan Allah dan berdalih demi kepuasan dan kesenangan diri sehingga segala nasehat seringkali kita cuek, kagak mau peduli. 

Pernahkah terlintas di pikiran anda : kasihan ya Allah. hatinya seringkali sedih melihat perbuatan kita..... 

Semoga kita sadar dan berbalik kepada Allah yang pasti memaafkan dan mengampuni dosa-dosa kita. 

Semoga kita bersikap seperti kisah anak yang hilang dimana si bungsu terkenang akan kebaikan Bapa dan memutuskan kembali kepelukan Bapa. 

Semoga sepanjang hari ini kita berbuat hal-hal menyenangkan hati Allah dan 
JANGAN MEMBUAT ALLAH SEDIH
TETAPI SENANGKANLAH DIA. 

REFLEKSI DIRI 

Allah sudah menyiapkan segala yang kita perlukan selama menjalani hidup di dunia ini maka sudah selayaknya kita tidak mencari hal lain diluar yang sudah disediakan Aĺlah. 

Jangan pernah mengandalkan kekuatan dari dunia untuk menjaga keseĺamatan diri kita sebab Aĺlah telah mengutus Malaikat dan Roh Kudus menjaga dan menolong kita. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Senin, 01 Oktober 2018

BERSIKAPLAH RENDAH HATI










Senin, 1 Oktober 2018 

AYUB 1:6-22 
MAZMUR 17:1-3,6-7 
MATIUS 18:1-4 
LUKAS 9:46-50 

Matius 18:4 
Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. 

Bacaan Injil Matius hari ini tentang Yesus menjelaskan bahwa seseorang harus memiliki sikap rendah hati. 

Demikian juga Daud menuliskan, 
Mazmur 131:1 
aku tidak tinggi hati dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku 

Sudah teramat sangat sering selalu diingatkan firman Tuhan bahwa sikap tinggi hati, congkak hati, sombong itu tidak berkenan bagi Tuhan. 

Namun sepertinya peringatan dan nasehat itu dianggap enteng dan tidak dianggap penting sehingga berulangkali kita saksikan sikap orang sombong/tinggi hati ada disekitar kita. 

Padahal; 
apanya sih yang di-sombongkan itu?
apakah karena pintar intelektualnya? 
apakah karena harta yang dimilikinya
apakah karena kesuksesannya?
apakah karena terkenal namanya?
apakah karena pengalamannya?
apakah karena cantik-tampannya? 

Amsal 16:18 
Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan 

Banyak orang tidak mau belajar dari sejarah atau kisah hidup orang yang terdahulu yang hidup sebelum kita. 

Dipikirnya, 
dengan harta dan kepintarannya maka pasti dapat mengatasi segala masalah dan pasti berhasil hidupnya. 

Mungkin saja untuk sekian tahun bisa meraup kesuksesan namun suatu saat tidak akan mampu mengalahkan hikmat dan kehebatan Tuhan. 

Seperti halnya filosofi aliran NewAge, 
menurut mereka, kesuksesan orang ditentukan oleh dirinya sendiri dan tidak mengakui kesuksesan berasal dari Tuhan 

Ulangan 8:17-18 
Janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. 

Sudah banyak contoh orang yang sombong, congkak dan tinggi hati, akhirnya jatuh terpuruk dan tidak sedikit memilih bunuh diri ! 

Salomo adalah orang terhebat yang memiliki hikmat yahud dan harta berlimpah ruah. 

1 Raja 3:11--13 
Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: 
"Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau. 

Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja. 

Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu." 

Setelah mendapat pujian dari Allah dan dari rakyatnya bahkan dari raja bangsa lain namun kesudahan di akhir hidupnya, Salomo mengkhianati Allah dengan menyembah ilah-ilah lain yang disembah istri-istrinya. 

Akibatnya malapetaka menimpa Salomo di penghujung hidupnya bahkan menyeret bangsanya Israel menjadi budak bangsa lain hingga sampai jaman Yesus, masih dijajah oleh bangsa lain, yakni Romawi.
(baca selengkapnya 1 Raja pasal 11). 

1 Raja 11:11 
Berfirmanlah Tuhan kepada Salomo: "Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. 

Sesungguhnya, hendaknya kita perhatikan segala nasehat Tuhan, diantaranya : 

Yesus sudah memberitahu kepada kita rahasia untuk menjadi sukses yakni bersikaplah rendah hati dan menjadi seperti anak kecil (Matius 18:4). 

Kita bisa perhatikan perilaku anak kecil itu pada umumnya bersikap polos dan pikiran mereka simple saja yaitu : 

1) Menikmati hidup hari ini (Matius 6:34) 
2) Ceria/Gembira (Filipi 4:4) 
3) Tidak perlu duit (Mazmur 23) 

Coba kita flashback ke masa kecil,
cihuy, betapa menyenangkan yach. 

Makin bertambah usia, perlahan tapi pasti si anak kecil akan berubah perilakunya seperti yang kita alami. 

katanya : ATAS NAMA CITA-CITA HIDUP
maka kita berubah menjadi : ORANG 

Saya masih ingat sering dinasehati :
1) rajin belajar supaya dapat ranking-1 
2) besar nanti dapat banyak duit 
3) nanti hidupmu akan senang bahagia 
4) nanti setelah berkeluarga, jadi "orang" 
Gak tau deh, setelah jadi "orang" 
apakah perilaku kita serupa perilaku Yesus atau gimana? 

Seringkali setelah kita dewasa, bekerja, berkeluarga; terjadi perubahan sikap dan perilaku kita yang semula gembira seperti anak kecil yang bebas dari pikiran cemas dan khawatir maka sekarang berubah dan tidak sedikit yang kehilangan keceriaan di dalam kehidupan aehari-hari. 

Jangan sampai perubahan sikap kita menjadi sombong, tidak rendah hati karna pengaruh kesuksesan. 

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari esok; seperti terjadi pada Ayub; berubah sekejab mata, semula hidupnya bergelimang harta kekayaan tetapi dalam waktu sehari harta ludes dan anak-anaknya mati (Ayub pasal 1). 

Ayub menyadari keadaan dirinya dan perkataan Ayub berikut ini hendaknya menjadi peringatan bagi kita bahwa: 

Ayub 1:20-22 
Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut. 

Seringkali kita menyalahkan Tuhan ketika hidup kita tiba-tiba tertimpa masalah yang membuat hidup kita menderita. 

Oleh sebab itu dalam segala keadaan hidup kita maka hendaknya kita bersikap rendah hati dan tidak takabur sebab perubahan hidup bisa tiba-tiba terjadi. 

Yakobus 4:14 
Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakh artinya hidupmu? 
Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap.

Semoga kita dapat menikmati sukacita dan keceriaan seperti dimasa kecil dulu di dalam kehidupan kita saat ini. 


Salam Kasih, 
Surya Darma