Kamis, 10 Oktober 2019

DOA YANG DIKABULKAN TUHAN


Kamis, 10 Oktober 2019

MALEAKHI 3:13-4:2a
MAZMUR 1:1-6
LUKAS 11:5-13

Lukas 11:9 
Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 

Ayat Firman Tuhan ini biasanya menjadi pegangan bagi seseorang yang berharap doa-doanya dikabulkan Tuhan. 

Bahkan lebih berharap lagi tatkala baca ayat Firman berikut ini: 

Lukas 11:13a 
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! 

Saking berharapnya, seringkali berubah menjadi tuntutan kepada Tuhan agar memenuhi permintaannya. 

Di saat seperti ini imannya kepada Tuhan diuji apakah tetap percaya ataukah mulai ragu-ragu bahwa Tuhan mengasihinya. 

Apalagi melihat orang lain dikenalnya ternyata hidupnya lebih kaya, lebih damai kelihatannya padahal setahunya orang itu tidak pernah ke gereja atau menurut yang diketahuinya orang itu menjalankan bisnis kotor, orangnya kasar atau dimatanya orang itu tidak sebaik dirinya. 

Lalu ia bertanya-tanya kepada Tuhan, mengapa orang lain lebih enak hidupnya daripada dirinya yang rajin ke gereja tiap minggu (apalagi bila ia aktif pelayanan) dan ia pikir apa manfaatnya ia bertekun menjadi orang baik, beribadah kepada Tuhan bila keadaan hidupnya susah? 

Maleakhi 3:14-15 
Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadapNya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan Tuhan semesta alam? Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga." 

Benarkah demikian? 

Jelas tidak benar pemikiran seperti ini yang didorong oleh ketidak-puasan sebab merasa doa doanya tidak dijawab Tuhan padahal faktanya doanya sudah dijawab Tuhan tetapi tidak sesuai keinginannya. 

Sesungguhnya setiap doa kepada Tuhan ada jawabannya yaitu

Pertama 
Dikabulkan sesuai permintaan 

1 Yohanes 5:14-15 
Inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepadaNya. 

Artinya yang kita minta dalam doa sesuai dengan kehendak Tuhan maka kita akan memperoleh sesuai permintaan. 

Darimana kita tahu kehendak Tuhan? 
Permintaan apa sesuai kehendak Tuhan? 

Yohanes 15:7 
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. 

Kita tahu kehendak Tuhan bila membaca, merenungkan, dan menghidupi Firman Tuhan dalam hidup kita sehari-hari. 

Maka kita mengerti bahwa Bapa Surgawi sudah tahu keperluan kita sehingga doa doa kita tidak lagi fokus untuk diri kita tetapi untuk orang lain dan kepentingan orang banyak. 

Matius 6:8 
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepadaNya. 

Dari pengalaman iman disharingkan, permintaan untuk kepentingan orang banyak atau orang lain, biasanya Tuhan segera memberikan sesuai permintaan, bahkan lebih banyak yang kita minta. 

Efesus 3:20 
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita 

Kedua 
Dikabulkan tetapi direvisi oleh Tuhan 

Yesaya 55:8-9 
Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan. 
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu. 

Tuhan tahu yang terbaik buat kita dan hal ini harus kita pahami agar tidak kecewa bila permintaan kita direvisi oleh Tuhan. 

Yeremia 29:11 
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. 

Naaman memohon kepada nabi Elisa untuk menyembuhkan sakit kustanya namun ia menolak ketika Elisa katakan ia harus mandi tujuh kali di sungai Yordan untuk kesembuhannya namun akhirnya ia turuti perkataan Elisa dan kustanya menjadi tahir (2 Raja 5:9-14). 

Seringkali kita bersikap seperti Naaman dimana meminta Tuhan mengabulkan doa kita sesuai keinginan kita bahkan mengatur cara Tuhan menjawab doa kita. 

Oleh sebab itu setelah kita berdoa maka serahkan saja kepada Tuhan mengatur dan mencurahkan berkatNya untuk kita. 

Kita lakukan bagian kita yakni hiduplah di dalam kebenaran Tuhan, teruslah tekun berdoa ber-relasi intim dengan Tuhan dan berbuatlah kebaikan dengan kasih. 

Mikha 6:8 
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" 

Ketiga 
Dikabulkan tetapi ditunda oleh Tuhan 

1) karena ada dosa 
Yesaya 59:1-3 
Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan. 

Bertobatlah dari dosa dan juga ampunilah kesalahan orang lain supaya doa-doa dikabulkan oleh Tuhan. 

Markus 11:24-25 
Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. 

2) karena ada ujian iman 
Ibrani 12:7,11  
Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. 

Kisah janda di Sarfat yang memberikan rotinya yang terakhir untuk Elia adalah ujian dari Tuhan, sebelum ia diberkati Tuhan (1 Raja 17:7-16) dan ujian berikut anaknya mati dibangkitkan hidup kembali (1 Raja 17:17-24). 

3) Karena ada pencobaan dari Iblis 
     (Baca Ayub pasal 1-2, 42) 

Ayub berdoa untuk anak-anaknya agar diberkati Tuhan. 

Ayub 1:5 
Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa. 

Namun Tuhan mengabulkan doa Ayub setelah melewati pencobaan dari Iblis. 

Ayub 42:12a 
Tuhan memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu 

JADI 

Apapun yang Tuhan berikan jawaban doa kepada kita, hendaknya kita menerimanya dengan mengucap syukur dan memuji kebaikan Tuhan. 

1 Tesalonika 5:18 
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. 

Semoga kita sadar dan mengerti bahwa beribadah dan berbakti kepada Tuhan adalah jalan terbaik bagi hidup kita agar tidak lagi ragu-ragu; apakah Tuhan masih mengasihi kita? 

Jangan hanya karena doamu tidak sesuai keinginanmu maka engkau meragukan atau bahkan meninggalkan iman percaya kepada Tuhan Yesus. 

Maleakhi 3:18 
Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepadaNya. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Rabu, 09 Oktober 2019

DOA BAPA KAMI


Rabu, 9 Oktober 2019

YUNUS 4:1-11  
MAZMUR 86:3-6,9-10
LUKAS 11:1-4 

Lukas 11:1 
Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-muridNya kepadaNya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."  

Murid-murid melihat Yesus berdoa, mereka ingin tahu cara berdoa menurut ajaran Yesus, yang sekarang ini disebut doa Bapa kami. 

Ada dua bagian utama doa Bapa kami: 

Bagian Pertama 
Lukas 11:2 
Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah namaMu; datanglah KerajaanMu. 

Kita umat kristiani boleh memanggil atau menyebut Bapa kepada Allah dan hal ini menunjukkan relasi kita dengan Allah seperti relasi anak kepada Bapa. 

Yohanes 1:12 
Semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya 

Galatia 3:26 
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. 

Roma 8:15 
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 

Kita menghormati, menghargai Bapa bahkan memuliakan Bapa dengan cara berbuat kebaikan sesuai kehendak Bapa

Matius 5:16 
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." 

Datanglah KerajaanMu
Apa maksudnya? 

Seorang raja sangat berkuasa atas rakyat dan bila ada pergantian raja maka biasa digantikan anak raja atau keluarga raja dan tidak pernah dipilih dari rakyat. 

Kita umat kristiani adalah rakyat dari Kerajaan Bapa atau Kerajaan Allah dimana Yesus adalah Raja yang berkuasa (1 Korintus 4:20) dan kita harus tunduk kepadaNya (Yakobus 4:7). 

Roma 14:17 
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. 

Dengan Kerajaan Allah berkuasa atas diri kita maka hidup kita ada damai sejahtera dan sukacita dari Allah. 

Jika kita menolak Kerajaan Allah berkuasa atas diri kita berarti kita tidak mau hidup di dalam kebenaran Allah padahal kita adalah warganegara Sorga karena iman percaya kita pada Yesus. 

Banyak umat kristiani yang hidupnya tidak di dalam kebenaran Allah, akibatnya ia tidak mengalami damai sejahtera dan sukacita dari Allah. 

Semula manusia hidup di dalam Kerajaan Allah dengan terpenuhi semua keperluan hidupnya (Kejadian 2:15-17) namun akibat dosa Adam, maka hidup manusia mengalami banyak kesulitan mencari nafkah untuk memenuhi keperluan hidupnya (Kejadian 3:17-19). 

Datanglah KerajaanMu artinya damai sejahtera dan sukacita Allah terjadi pada diri kita atau terjadi di bumi ini karena kita adalah anak-anak Allah memuliakan Bapa di Sorga lewat hidup kita berada di dalam kebenaran Allah. 

Bagian Kedua 
Lukas 11:3-4  
Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan." 

Dengan hidup di dalam kebenaran Allah maka sikap dan perbuatan kita berkenan bagi Bapa Surgawi karena kita telah memuliakan Bapa lewat perbuatan baik kita sehingga tentu saja rejeki kita terima dari Bapa untuk keperluan hidup kita. 

Berikan rejeki, ampuni dosa, dan dijauhi dari pencobaan adalah harapan kita pada Bapa agar hidup kita selalu berada dalam damai sejahtera dan sukacita Ilahi. 

Sesungguhnya Bapa Surgawi berikan segala keperluan kita tanpa diminta. 

Matius 6:32b 
Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 

Tetapi terkadang Bapa Surgawi terpaksa menundanya karena kedosaan kita. 

Yesaya 59:1-2 
Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. 

Karena Bapa mendidik kita agar mau kembali hidup di dalam kebenaranNya. 

Matius 6:33 
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 

JADI 

Demikian doa Bapa kami yang diajarkan Yesus kepada murid-muridNya, termasuk kita juga umat kristiani agar kita hidupi sungguh-sungguh makna terdalam yang terkandung di dalam doa Bapa kami. 

Bukan hanya sekedar doa saja tetapi melalui penghayatan doa Bapa kami maka hidup kita berubah dari semula fokus pada hal keduniawian menjadi fokus kepada hidup dalam Kerajaan Allah yang membawa damai sejahtera dan sukacita Ilahi selama kita hidup di bumi. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Selasa, 08 Oktober 2019

MENDENGARKAN TUHAN

Selasa, 8 Oktober 2019

YUNUS 3:1-10  
MAZMUR 130:1-4,7-8 
LUKAS 10:38-42 

Lukas 10:41-42 
Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." 

Kisah Maria dan Marta sering diwartakan sebab mereka bersaudara mengambil bagian dalam pelayanan yang berbeda. 

Marta sibuk melayani sedangkan Maria duduk dekat Yesus untuk mendengarkan perkataan Yesus. 

Lukas 10:39-40a 
Marta mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNya, sedang Marta sibuk sekali melayani. 

Persoalan muncul ketika Marta komplain kepada Yesus karena Maria tidak bantu dirinya sibuk melayani keperluan Yesus dan murid-muridNya. 

Lukas 10:40b 
Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." 

Hal seperti ini juga terjadi dalam team pelayanan; yang sibuk melayani merasa jengkel melihat temannya duduk diam tidak membantunya. 

Tipe seperti Marta, garasak-gerusuk sibuk pelayanan namun tidak ada waktu khusus berdiam diri atau tidak ada waktu doa hening di hadapan Tuhan. 

Banyak orang beranggapan pelayanan itu harus sibuk dan perasaannya puas bila sudah capek pelayanan dan merasa telah melayani Tuhan. 

Benarkah demikian? 

Yesus katakan yang terbaik adalah Maria yang mendengarkan perkataanNya dan pada Marta, Yesus katakan menyusahkan diri dengan banyak perkara (ayat 41-42). 

Artinya Marta melakukan pelayanan atas pikirannya/rencananya dan keinginan dirinya sendiri padahal seharusnya Marta duduk diam bersama Yesus, dengarkan perkataan Yesus, seperti dilakukan oleh Maria. 

Suatu pelajaran penting bagi kita yang terlibat dalam pelayanan rohani supaya memperhatikan nasehat Yesus agar kita duduk diam mendengarkan Yesus seperti Maria lakukan. 

Selain itu kita perhatikan teguran Yesus kepada Marta bahwa hendaknya kita mendengarkan Yesus yang menyuruh kita melakukan pelayanan. 

Fenomena yang terjadi di komunitas rohani, contohnya komunitas Persekutuan Doa, justru sebaliknya mereka sibuk memikirkan rencana program kerja untuk kegiatan pelayanan dari januari sampai desember untuk tahun depan dan biasa dibicarakan di bulan Oktober sebelum tahun berakhir. 

Program kerja pelayanan dari tahun ke tahun hampir sebagian besar sama dan terus berulang-ulang dilakukan. 

Setelah program kerja pelayanan disusun, kemudian berdoa kepada Tuhan agar diberkati berjalan lancar. 

Komunitas rohani banyak terjebak pada rutinitas program kerja menjadi prioritas utama sebagai standar pelayanan. 

Padahal seharusnya prioritas utama team pelayanan rohani adalah seperti dilakukan Maria yaitu ber-relasi intim dengan Tuhan dalam kehidupan pribadi masing-masing dan dalam kelompok komunitas rohani. 

Mari intropeksi masing-masing pribadi team pelayanan dalam komunitas rohani manakah prioritas utama, apakah melakukan kegiatan pelayanan ataukah menjalin relasi intim dengan Tuhan? 

Bisa saja kita disuruh Tuhan melakukan banyak kegiatan pelayanan tetapi waktu kita berdiam diri hening di hadapan Tuhan tetap kita lakukan setiap hari. 

Bukan kuantitas waktu tetapi kualitas waktu berdoa dan hening dihadapan Tuhan adalah yang terpenting. 

Kita baru pelayanan bila Tuhan menyuruh kita melakukan kegiatan pelayanan dan bukan atas rencana dan keinginan kita. 

Persoalannya adalah kapan kita tahu Tuhan menyuruh kita melakukan kegiatan pelayanan? 

Orang yang belum berrelasi intim dengan Tuhan sehingga ia tidak tahu apa yang Tuhan inginkan ia lakukan. 

Orang yang relasinya intim dengan Tuhan, ia tahu kapan dan hal apa yang Tuhan mau ia pergi pelayanan. 
Kepekaan rohnya bisa mengetahui apa yang Tuhan katakan untuk dirinya. 

Relasi intim dibangun dari kualitas doa dan merenungkan Sabda Tuhan yang tertulis di kitabsuci. 

Belajarlah merenungkan Sabda Tuhan dari kitabsuci, ada begitu banyak caranya misalnya: dengan pendekatan 7 langkah atau istilahnya seven step. 

Kita merenungkan ayat Firman Tuhan dikaitkan dengan kehidupan kita (Bible to Life) dan dari masalah hidup dihubungkan dengan ayat Firman Tuhan (Life to Bible). 

JADI 

Relasi intim mutlak harus terjadi dalam hubungan pribadi kita dengan Tuhan dan darisini kita bisa memahami apa yang Tuhan sampaikan kepada kita. 

Pelayanan yang berbuah lebat dan rasanya manis bila dikerjakan sesuai kehendak Tuhan. 

Semoga kita semakin sadari bahwa suatu pelayanan rohani itu tugas dari Tuhan untuk kita kerjakan dengan sungguh-sungguh dan tanpa pamrih, tanpa kepentingan pribadi. 

Pelayanan rohani berdasarkan keinginan sendiri biasanya tidak berbuah dan bila berbuah maka biasanya asam karena bukan yang dikehendaki Tuhan. 

Banyak pelayanan rohani didorong oleh keinginan pribadi dan kelompok atau karena program rutin tahunan yang telah biasa dilakukan setiap tahun. 
Lihat saja hasilnya atau buahnya? 

Bacaan Injil hari ini secara jelas dapat kita petik hikmatnya dari penjelasan Yesus tentang apa yang dilakukan Marta dan Maria supaya: 

Pertama 
Kita semakin dekat dengan Tuhan dengan mencontoh Maria yang dikatakan Yesus telah mengambil bagian terbaik. 

Kedua 
Kita semakin dimurnikan dari motivasi kepentingan pribadi ketika terlibat dalam pelayanan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 



Senin, 07 Oktober 2019

ORANG SAMARIA MURAH HATI


Senin, 7 Oktober 2019

YUNUS 1:1-17,2:10 
YUNUS 2:2-5,8
LUKAS 10:25-37

Lukas 10:29 
Untuk membenarkan dirinya seorang ahli Taurat itu berkata kepada Yesus: "siapakah sesamaku manusia?" 

Seorang ahli Taurat mencobai Yesus, dengan mengajukan pertanyaan: 

Lukas 10:25 
Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 

Rupanya jawaban Yesus bahwa ia harus melakukan sesuai hukum Taurat yang mengatakan kasihilah Tuhan Allah dan kasihilah sesamamu maka akan beroleh hidup yang kekal, tidak memuaskan orang ini sehingga ia cobai Yesus lagi dengan bertanya: siapakah sesamaku manusia? 

Yesus menjawab dengan perumpamaan tentang seorang Samaria yang baik hati mau menolong seseorang yang habis dirampok di tengah jalan bahkan dipukuli hingga hampir mati. 

Orang Samaria ini menolongnya sampai tuntas, tidak hanya membaluti luka-luka tetapi membawanya ke penginapan dan merawatnya, bahkan ia berpesan kepada pemilik penginapan untuk merawatnya. 

Lukas 10:34-35 
Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. 

Mengapa orang Samaria menolong orang Yahudi, hampir mati sehabis dirampok? 

Kita tahu orang Samaria diperlakukan tidak adil oleh orang Yahudi sebab mereka dianggap bangsa kafir oleh orang Yahudi atau bangsa Israel. 

Orang Samaria ini memiliki hati penuh belas kasihan melihat penderitaan orang lain sehingga ia mau menolongnya tanpa membeda-bedakan ras, suku, bangsa. 

Lukas 10:33 
Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan

Belas kasihan mendorong seseorang untuk berbuat kasih kepada orang lain. 

Banyak orang fasih berbicara hal kasih namun hanya ada sedikit belas kasihan dalam hatinya, bahkan tidak sedikit yang tega hati membiarkan orang lain susah karena hatinya hampir membatu tidak tergerak samasekali mau menolong. 

Belas kasihan akan semakin memenuhi relung hati bila sadar diri bahwa hidup kita sudah banyak ditolong oleh Allah dan bersyukur kepada Allah dengan cara memberikan kasih kepada sesama kita. 

Kita sudah merasakan betapa tidak enak hidup di dalam penderitaan sehingga kita tidak tega melihat orang lain menderita. 

Seperti yang terjadi pada Yunus yang tak mau diutus Allah ke Niniwe untuk serukan agar mereka bertobat dari kejahatan. 

Yunus melarikan diri namun akhir sadar setelah berada di perut ikan hiu yang membuat dirinya menderita. 

Yunus 2:2.,7 
kata Yunus: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku. Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepadaMu, ke dalam baitMu yang kudus. 

Orang yang telah menerima pertolongan Tuhan dari penderitaannya, biasanya ia toleransi dan tersentuh hatinya melihat orang lain menderita karena merasakan betapa pahitnya hidup menderita. 

Seperti halnya orang Samaria sering diperlakukan tidak adil dan seringkali dijauhi/dikucilkan oleh orang Yahudi sehingga mereka lebih peka terhadap sesama yang menderita. 

Selain memiliki belas kasihan, ada hal lain mendorong kita mau menolong sesama bila kita fokus pada tujuan hidup di dunia ini yaitu menuju kehidupan kekal di Sorga 

Mengapa demikian? 

Seseorang yang memutuskan tujuan hidupnya adalah hidup kekal di Sorga biasanya telah melepaskan diri dari ikatan hal-hal duniawi, yang baginya sekarang ini tidak berarti lagi dibandingkan dengan hidup kekal. 

Filipi 3:7-8 
Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus. 

Menolong orang lain menjadi gaya hidup sehari-hari, contohnya Mother Teresa dari Kalkuta, yang merawat orang sakit kusta dan menolong orang miskin. 

Tidak ada lagi motivasi dan tujuan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan hanya memberi untuk kepentingan orang lain. 

Belas kasihan memenuhi hatinya dan tangannya terbuka buat siapa saja yang membutuhlan pertolongannya. 

Dalam perumpamaan orang Samaria baik hati, ada 2 tokoh lainnya yakni seorang imam dan seorang Lewi. 

Kedua tokoh ini secara status dan jabatan sebagai imam dan lewi melayani mezbah atau melayani gereja namun hati nurani mereka belum dipenuhi belas kasihan sehingga tidak heran bila mereka tidak tergerak hati menolong seseorang yang tergelatak hampir mati di tengah jalan. 

Ini merupakan teguran keras buat kita juga umat kristiani bahwa tindakan atau perbuatan kasih sangat penting untuk dikerjakan sehari-hari daripada berbicara saja dan hanya menambah pengetahuan saja tetapi tidak berbuat kasih. 

Sekali lagi mesti kita prioritaskan pada diri kita agar memiliki hati yang penuh belas kasihan dan bukan hanya sebagian saja ada belas kasihan, sebagian lagi ada tujuan kepentingan/keuntungan pribadi. 

Semoga kita sadar dan segera berupaya agar hati kita dipenuhi belas kasihan, dengan demikian kita mampu berbuat kasih kepada sesama kita. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Sabtu, 05 Oktober 2019

BERSUKACITALAH SETELAH PELAYANAN


Sabtu, 5 Oktober 2019

BARUKH 4:5-12,27-29   
MAZMUR 69:33-37   
LUKAS 10:17-24 

Lukas 10:17,20 
Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi namaMu." Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga." 

Sukacita sehabis pelayanan sungguh luarbiasa dan sukar untuk dijelaskan hati kita yang gembira dan bersyukur. 

Mazmur 69:33 
Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali! 

Para rasul mengalaminya dan mereka juga ungkapkan syukur atas kesempatan yang Tuhan berikan untuk mewartakan Injil meski mengalami kesukaran dalam pelayanan mereka. 

Kisah 5:41-42 
Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias. 

Sukacita memberitakan Injil sangat perlu agar tetap semangat melakukan tugas ini sebab kerapkali hambatan terjadi di saat kita mewartakan/memberitakan Injil. 

Namun diingatkan agar tidak bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu yakni roh setan takluk kepada kita, mengapa? 

Kita bisa menjadi sombong sebab merasa hebat puny kuasa menaklukan setan dan ini adalah salahsatu hambatan pelayanan 

Hambatan dari dalam diri kita sendiri yakni melawan kejenuhan dan godaan tawaran dunia berupa uang, kenikmatan duniawi lainnya, seperti pujian dan jati diri mau tampil beda supaya banyak dapat panggilan pelayanan. 

Hambatan dari luar diri kita adalah dicuekin, tidak dihargai, intimidasi, dan bahkan bisa diancam dibunuh. 

Musuh utama dari kesuksesan suatu pelayanan adalah kesombongan. 

Sama seperti Lusifer semula ia malaikat namun akhirnya jatuh karena sombong, maka orang sombong mudah sekali jatuh oleh kehebatan dirinya sendiri. 

Pada saat pelayanan, karunia Tuhan yang diberikan kepada kita terutama karunia menyembuhkan, karunia mukjizat, kuasa mengusir setan, biasanya membawa nama kita terkenal dan sering dipanggil untuk melayani hingga ke seluruh dunia. 

Disinilah kesombongan unjuk gigi terlihat jelas terjadi perubahan sikap, perilaku, tutur bahasa, perasaan kita serta cara pandang/pendapat kita menilai sesuatu. 

Hampir sebagian besar dari orang sukses mendapat serangan penyakit rohani yakni kesombomgan. 

Hanya orang yang rendah hati sanggup mengatasi kesombongan diri sebab ia sadar dirinya tidak ada apa-apa dan bila terjadi populeritas dirinya maka semua itu adalah Anugerah Tuhan 

Wahyu 3:8 
Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firmanKu dan engkau tidak menyangkal namaKu. 

Kesombongan itu berbahaya bagi diri orang sombong tersebut sebab akan menjatuhkan dirinya sendiri. 

Semakin ia sukses semakin sombong maka tinggal masalah waktu saja ia akan jatuh dan kesombongan menghancurkan dirinya; ada waktunya ia tidak sukses agar ia menjadi sadar, kesuksesannya berasal dari Tuhan dan bukan karena kekuatan dirinya sendiri. 

Amsal 16:18 
Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. 

Selanjutnya, 

Yesus mengatakan bahwa IA bersyukur kepada Bapa karena menyembunyikan sesuatu bagi orang bijak dan orang pintar untuk diberikan kepada orang kecil. 

Lukas 10:21 
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepadaMu. 

Kita tidak tahu secara jelas hal apa yang disembunyikan dan mengapa orang bijak dan orang pandai tidak diberikan dan hanya kepada orang kecil diberikan. 

Mungkin saja berhubungan dengan sikap orang bijak dan orang pintar akan menjadi sombong bila mengetahui semua hal. 

Sama halnya dengan orang sukses di bidang sekuler maupun di rohani, rentan menjadi sombong saat dirinya sukses. 

Yesaya 2:11-12 
Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya Tuhan sajalah yang maha tinggi pada hari itu. Sebab Tuhan semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan 

Kesombongan dimulai dari kita mencuri kemuliaan Tuhan untuk diri sendiri maka itu sebabnya Yesus melarang kita untuk bersukacita karena roh jahat tunduk kepada kita sehingga akibatnya kita pikir kita yang hebat dapat menundukan setan padahal semua itu karena kuasa Tuhan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma