Selasa, 29 Maret 2016

PETRUS BANGKIT WARTAKAN TENTANG YESUS












Senin, 28 Maret 2016 

Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi
                                 (Kisah 2:14,32) 

Proses pertumbuhan iman umat kristiani berbeda-beda tergantung respon masing-masing pribadi saat mengalami perjumpaan dengan Yesus melalui suatu peristiwa di dalam hidupnya. 

Diantaranya, spontan menggebu-gebu mensharingkan pengalaman rohaninya ketika Yesus menolong hidupnya dan semangat pelayanannya kentara sekali. 

Namun seringkali muntaber alias mundur tanpa berita ketika kenyataan yang dialaminya saat berkecimpung di bidang tugas pelayanan tidak seperti yang dibayangkan atau yang diharapkan olehnya sehingga imannya terguncang. 

Petrus begitu yakin dirinya tidak akan mengkhianati Yesus tetapi kenyataannya menyangkal Yesus sampai tiga kali saat peristiwa penyaliban mengguncangkan imannya dan tidak seperti harapannya bahwa mengikuti Yesus akan berdampak dirinya mendapatkan kemuliaan diri sebab ia berharap kehebatan Yesus akan memimpin bangsa Israel sebagai raja yang akan mengusir bangsa Romawi. 

Puji Tuhan !!! 
Akhirnya Petrus menyadari kesalahan perbuatan penyangkalannya dan bertobat sehingga ia bangkit kembali dan dengan berani mewartakan tentang Yesus dan Injil Kerajaan Allah setelah dirinya diurapi dan dipenuhi Roh Kudus pada saat Pentakosta. 

Darisini kita dapat memetik pelajaran dari perjalanan iman Petrus yang berguna bagi pertumbuhan iman kita. 

Ada beberapa hal yang bisa dipelajari
1) percaya kepada Yesus 
2) mengakui perbuatan dosanya 
3) segera ia menyesal dan bertobat 
4) sikap hidupnya berubah 
5) diurapi Roh Kudus 
6) menuruti perintah Yesus 
7) setia hidup dalam kebenaran Injil 

ke 7 hal ini terjadi pada diri Petrus dan rasul-rasul lainnya termasuk Paulus. 
Bagaimana dengan kisah perjalanan iman kita ketika waktunya nanti tiba meninggalkan dunia ini? 

Apakah nama kita tercatat dalam kitab kehidupan sebagai murid Yesus yang telah melaksanakan tugas perutusan seperti yang diperintahkan Yesus dalam Matius 28:19-20 ? 
(harus hafal ayat ini dan ingat selalu). 

Wahyu 20:12,15 
aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu

Selanjutnya, Injil Matius mengisahkan bagaimana ke12 murid Yesus tercerai-berai karena ketakutan menyaksikan peristiwa penyaliban Yesus dan bersembunyi tidak berani keluar. 

Hanya Maria Magdalena dan Maria lainnya yang pergi ke kuburan Yesus dan mereka bertemu dengan malaikat yang menyampaikan kabar sukacita bahwa :  

Pertama 
Yesus telah bangkit 
Matius 28:5-6  
Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakanNya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 

Kedua 
mengingatkan akan perkataan Yesus 
Matius 28:7 
Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-muridNya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu. 

Kita lihat semula para rasul ketakutan karena mereka murid Yesus dan akibatnya mereka lupa akan ajaran dan perkataan Yesus sebelumnya bahwa Yesus harus mengalami penyaliban dan bangkit kembali diantara orang mati. 

Tidak berbeda jauh dengan sikap iman kita juga ketika diingatkan akan tugas perutusan maka biasanya takut apakah kita bisa dan sanggup melaksanakan panggilan tugas perutusan mewartakan Injil ataupun tugas pelayanan lainnya. 

Padahal yang paling penting kita mau melaksanakan tugas perutusan dan tetap setia sampai kesudahannya. 
Jangan pernah menggebu-gebu diawal tetapi tidak menyelesaikannya di akhir. 

Ketakutan mencerminkan iman kita tidak percaya kepada kuasa Yesus yang akan menyertai kita, yang Yesus janjikan. 

Matius 28:18,20 
Yesus mendekati mereka dan berkata: "KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." 

Dalam kitab kisah para rasul dituliskan bagaimana perubahan sikap iman Petrus yang bertumbuh luarbiasa menjadi berani dan tidak takut mati dimana ia mewartakan tentang Yesus yang saat itu dilarang oleh penguasa Romawi yang telah dipengaruhi oleh mahkama agama yahudi (=sanhedrin). 

Matius 28:11-15 
Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-muridNya datang malam-malam dan mencuriNya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa." Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini

Rasul Petrus dengan lantang berbicara tentang Yesus yang disalib itu dibangkitkan oleh Allah dari kuasa maut dan sesuai dengan rencana Allah. 

Kisah 2:23-24 
Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. 

Petrus menjelaskan tentang perbedaan antara Daud yang dipuja bangsa Israel dan Yesus yang mereka salibkan. 

Kisah 2:29-30 
Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. 

Petrus bermaksud supaya bangsanya percaya bahwa Yesus yang mereka salibkan itu adalah Mesias yang dijanjikan Allah. 

Kisah 2:31-32 
Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa dagingNya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. 

Kita lihat bagaimana Petrus berkhotbah dengan penuh keyakinan dan keberanian sebab sekarang ia mengerti bahwa Yesus pasti membelanya dan mungkin saja Petrus ingat akan perkataan Yesus bahwa jangan takut dianiaya karena memberitakan tentang diriNya. 

Matius 10:17-20 
Waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu

Demikian hendaknya kita berbuat serupa seperti Petrus yang imannya bangkit dan bertumbuh dengan pesat dengan mau menuruti perkataan Yesus dan setia mau melakukan perintah Yesus sampai rela mati dan menurut Tradisi dimana Petrus mati di salib dengan kepala dibawah. 


REFLEKSI DIRI 

Apakah imanku terus bertumbuh dan aku mau berbuat seperti rasul Petrus setia sampai mati menuruti perintah Yesus? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Dalam Oktaf Paskah 
Warna Liturgi : Putih 

Kisah 2:14,22-32 
Mazmur 16:1-2a,5,7-11 
Matius 28:8-15 
BcO : Kisah 1:1-26 

============= ☆☆☆ ============


Selasa, 22 Maret 2016

SIKAP YUDAS ISKARIOT DAN PETRUS









Selasa, 22 Maret 2016 

Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." 
                                         (Yohanes 13:21)

Dari 12 murid Yesus, Petrus dan Yudas karakternya menonjol dan mendapat peringatan dari Yesus.
Petrus diperingatkan bahwa akan tiga kali menyangkal Yesus sebelum ayam berkokok dan ternyata terjadi demikian. 

Yohanes 13:38b 
Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali. 

Lukas 22:61-62  
Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya. 

Yudas diperingatkan 
Yohanes 13:21,26-27 
Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." 

Pengkhianatan Yudas Iskariot sudah diketahui Yesus dan terjadilah demikian. 
Sebetulnya Yudas Iskariot menyesal namun sayangnya ia bunuh diri. 

Matius 27:3a,5 
Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia.... maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. 

Perbedaan sangat kontras keduanya dimana Petrus kelak kemudian hari setelah ia bertobat maka ia sangat berani mewartakan tentang Yesus dan menjadi Paus pertama di Vatican. 

Suatu peringatan keras bahwa kita mesti waspada terhadap potensi diri kita akan mengkhianati Yesus yang disebabkan godaan duit/harta/kenikmatan duniawi yang menyeret iman terperosok ke dasar lubang maut bila terhanyut oleh godaan. 

Jangan pernah anggap enteng dan dengan yakin mengatakan bahwa diri kita tidak akan tergoda oleh keduniawian karena merasa iman kita kuat dan pasti tidak akan mengkhianati Yesus. 

Jangan sampai kita takabur seperti Petrus yang yakin akan imannya pasti tidak akan mengkhianati Yesus. 

Yohanes 13:36-38 
Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." Kata Petrus kepadaNya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagiMu!" Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagiKu? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." 

Kita ini sangat rentan terhadap dosa sebab tidak selamanya iman kita kokoh dan selalu menang melawan kuasa dosa dan kekuatan iman kita akan teruji pada saat kita berada ditengah pusaran problem/masalah hidup dan pada saat diperhadapkan aniaya sehingga kita harus memanggul salib dan menjalani penyaliban tubuh dan jiwa kita. 

Pada saat itulah terlihat jelas kesetiaan kita kepada Yesus secara nyata dan bukan lagi ucapan di bibir saja. 

Ketika kita berada di situasi seperti yang dialami Yesus maka tidak ada jalan lain kecuali memohon kekuatan dari Allah supaya kita dikuatkan dan dapat menanggung salib kita. 

Sekarang ini kita baru diperhadapkan godaan melawan hawa nafsu duniawi yang memperok-porandakan iman bila kita terhanyut olehnya tetapi suatu hari nanti bila aniaya sudah datang maka ketahanan iman semakin diuji lebih berat lagi dibandingkan godaan duniawi. 

Yudas Iskariot tidak mampu melawan godaan untuk mendapatkan uang 30 keping perak; artinya ujian iman dari hawa nafsu kedagingan terhadap tawaran benda-benda duniawi. 

Petrus mengalami ujian iman lebih berat daripada yyang dialami Yudas Iskariot, yaitu ujian memanggul salib berupa aniaya dengan ancaman kehilangan nyawa dan penderitaan siksaan tubuh dan jiwanya. 

Kita yang hidup di jaman sekarang ini, mungkin saja mengalami kedua ujian iman tersebut atau salah satu; apakah ujian iman seperti Yudas Iskariot atau ujian iman seperti Petrus? 

Pertanyaannya : apakah kita bersedia atau menolak ujian iman tersebut? 
Jujur saja, kalau boleh nawar ... jangan deh mengalami ujian iman seperti Yudas Iskariot atau Petrus ... please Jesus. 

Tetapi Yesus tahu sifat kita manusia dan IA telah mengatakan : 
Yohanes 12:25-26 
Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayanKu akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku menjaga imanku agar berpaut dan bersandar selalu kepada Tuhan supaya dimampukan untuk dapat menanggung ujian iman? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan Suci 
Warna Liturgi : Ungu 

Yesaya 49:1-6
Mazmur 71:1-6,15-17
Yohanes 13:21-33,36-38 
BcO : Yeremia 8:13-9:8 

============= ☆☆☆ ============


YESUS DIURAPI MARIA DI BETANIA












Senin, 21 Maret 2016 

Kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburanKu. 
                                        (Yoh 12:7)

Umat Katolik memasuki pekan suci menjelang Paskah setelah kemarin minggu palma untuk mengenang saat dimana Yesus masuk kota Yerusalem untuk mentuntaskan misi dan tujuanNya menyelamatkan manusia. 

Bacaan Injil diambil dari Injil Yohanes untuk menggambarkan situasi saat itu yang dialami Yesus dimana enam hari sebelum paskah Yahudi Yesus datang ke Betania ke rumah Maria, Marta, Lazarus. 

Tentu ketiga bersaudara ini menyambut kedatangan Yesus dengan gembira dengan menjamu Yesus dan melayani Yesus sepenuh hati. 

Yohanes 12:1-2 
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. 

Kita bisa membayangkan suasana pertemuan mereka dengan Yesus pasti menyenangkan hati sehingga Maria salah seorang dari ketiga bersaudara ini mengungkapkan syukur dan terima kasih dengan meminyaki kaki Yesus memakai minyak narwastu yang mahal harganya. 

Yohanes 12:3 
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. 

Kebiasaan orang Yahudi menyediakan sebaskom air untuk membasuh kaki ketika memasuki rumah sebab selama di perjalanan debu pasir mengotori kaki. 

Apa yang dilakukan Maria, dikritik oleh Yudas Iskariot dengan alasan mengapa menghamburkan minyak mahal hanya untuk meminyaki kaki Yesus. 

Yohanes 12:4-5 
Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" 

Kebiasaan tidak baik selalu saja terjadi dimana seseorang mengkritik orang lain dari sudut pandang dirinya sendiri tetapi ia sendiri tidak berbuat seperti orang yang dikritiknya karena merasa pendapatnya benar dan orang lain itu salah. 

Yudas Iskariot adalah bendahara yang mengatur keuangan pelayanan yang Yesus lakukan tetapi ia korupsi untuk kepentingan dirinya sendiri. 

Yohanes 12:6 
Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. 

Ternyata dari jaman dulu, sikap orang korupsi adalah menyalahkan orang lain menghamburkan uang padahal dirinya berbuat lebih dari itu. 

Kita bisa saksikan apa yang terjadi di negara kita saat ini; oknum pejabat yang korupsi mengklaim dirinya bersih dan menyalahkan orang lain yang korupsi ... 
aneh tapi nyata, sudah tidak punya urat malu, ibaratnya : maling teriak maling!! 

Sebetulnya kritikan itu tidak selalu jelek asalkan tujuannya memperbaiki dan membangun hal-hal yang belum baik tetapi pengkritik harus memberikan solusi bagaimana baiknya. 

Sebelum mengkritik orang lain, cobalah mengaca diri sendiri; apakah solusimu itu sudah kau terapkan pada dirimu sebelum diterapkan kepada orang lain. 

Yesus mengetahui Yudas Iskariot korupsi dan sepertinya mungkin sudah berulangkali ditegur dan dinasehati (meskipun di Alkitab tidak dituliskan) dan hal ini terlihat dari jawaban Yesus atas kritikan Yudas Iskariot kepada Maria mengenai minyak narwastu. 

Yohanes 12:7-8 
Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburanKu. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu." 

Dengan mudah kita mengangguk setuju bahwa perbuatan Yudas Iskariot itu tidak baik namun alangkah eloknya bila kita mau merenungkan perbuatan yang telah kita lakukan di sepanjang hidup kita; jangan-jangan kita berbuat hal serupa dengan yang dilakukan Yudas Iskariot dalam bentuk perbuatan yang lain? 

misalnya : 
perbuatan menyuap, menyogok, supaya bisnis menjadi lancar dengan berdalih orang lain juga berbuat serupa dan dengan arogan berkata : kalo ga berbuat begitu, produk/barang gue kagak jalan dan mana bisa cepat terjual, dsbnya. 

atau yang agak sopan dan halus caranya adalah dalam rohani, seseorang berbuat baik terlebih dahulu karena ada tujuan lain yang mendatangkan keuntungan berlipat ganda bagi dirinya... 

Seharusnya perbuatan baik yang kita lakukan kepada orang lain didasarkan atas ungkapan syukur kita kepada Tuhan yang telah memberkati hidup kita dan mengalami hidup berkecukupan bahkan berkelimpahan dalam harta maupun dalam sukacita yang membahagiakan. 

Jadi tujuan kita berbuat baik kepada orang lain adalah bukan untuk dipuji dan bukan untuk keuntungan materi buat diri sendiri tetapi murni menolong orang lain tanpa pamrih. 

Seperti yang dilakukan Maria; dengan rela ia membeli minyak narwastu yang harganya mahal untuk menyenangkan hati Yesus karena Maria bersyukur adiknya Lazarus dibangkitkan Yesus dan hidup kembali. 

Kita berbuat baik kepada orang lain karena mau menyenangkan hati Yesus sebagai ungkapan syukur atas kebaikan dan kasih Yesus atas hidup kita. 

Kita berbuat baik kepada orang lain karena kita pernah mengalami betapa menderitanya hidup dalam kekurangan dan kita mau berbagi kebahagiaan kepada orang lain supaya mereka juga terlepas dari penderitaan. 

Kita sangat senang bila menerima bantuan dan pertolongan orang lain mala kita juga mau sipaya orang lain juga senang ketika menerima bantuan dan pertolongan dari kita. 

Dimasa pekan suci ini adalah saat yang tepat kita merenungkan bagaimana Yesus telah berbuat baik bahkan telah menyelamatkan hidup kita yang amat berarti mengubah hidup kita menjadi lebih sukacita setelah Yesus menolong dan memberkati hidup kita. 

Dan tidak berhenti hanya merenungkan saja dan hanya bersyukur saja tetapi mau kita ungkapkan lewat perbuatan baik kepada orang lain yakni mau berbagi dan menolong orang lain yang sedang kesusahan supaya mereka juga mengalami sukacita Ilahi seperti yang kita rasakan dan alami di hidup kita. 

Itulah makna dari perbuatan Maria yang meminyaki kaki Yesus dengan memakai minyak narwastu yang mahal. 
artinya : seluruh keberadaan dirinya dia berikan kepada Yesus karena dia sadar dirinya dan diri kedua saudaranya telah diselamatkan Yesus. 

Sedangkan Yudas Iskariot melihat dari sisi materi mahalnya minyak narwastu. 
artinya : ia berhitung apakah ada untung rugi atau ada manfaat bagi dirinya ketika melakukan perbuatan baik. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah hatiku senantiasa bersih dari keinginan kepentingan diriku ketika aku melakukan perbuatan baik kepada orang lain dan apakah aku menuntut upah atas kebaikanku kepada Tuhan? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan Suci 
Warna Liturgi : Ungu 

Yesaya 42:1-7
Mazmur 27:1-3,13-14 
Yohanes 12:1-11
BcO : Yeremia 26:1-15 

============= ☆☆☆ ============