Rabu, 04 Mei 2016

JALAN, KEBENARAN, DAN HIDUP








Selasa, 3 Mei 2016 
       
Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 
                                       (Yohanes 14:6)

Banyak jalan menuju Roma, ungkapan yang biasa dikatakan banyak orang untuk menjelaskan bahwa ada banyak pilihan alternatif yang bisa diputuskan menurut pemikiran masing-masing. 

Saking banyaknya pilihan maka bisa saja menimbulkan konflik sebab merasa pilihan yang dipilihnya adalah yang terbaik dibandingkan pilihan orang lain. 

Agama adalah salah satu alternatif yang berpotensi merusak hubungan sesama manusia sebab keyakinan iman setiap orang berbeda-beda tergantung situasi dan kondisi yang melatar-belakangi keputusannya untuk percaya kepada suatu agama tertentu. 

Ada sebuah kesaksian dimana tadinya ia beribadah kepada agama 'X' namun saat didoakan oleh seorang umat kristiani, penyakit yang dideritanya disembuhkan dan menggugah hatinya menjadi percaya kepada Yesus, lalu dibaptis. 

Sebaliknya bisa terjadi pada seorang umat katolik yang melepaskan iman percaya kepada Yesus karena menikah dengan pasangannya yang beragama non katolik. 

Pertanyaannya adalah : 
apakah orang tersebut divonis sebagai pengkhianat atau murtad oleh agama semula yang dipercayainya dan dipuji oleh agama yang baru ia akui percaya? 

Bacaan Injil hari ini, Yesus mengatakan bahwa diriNya adalah Jalan, Kebenaran, dan hidup bagi orang yang mau percaya kepadaNya sebab hanya melalui diriNya maka orang tersebut akan mengenal Bapa dan memperoleh hidup kekal di rumah Bapa di Surga. 

Kita tidak perlu repot2 mempersoalkan apakah perkataan Yesus ini terkesan arogan dan berlebihan sebab agama lain yang non kristiani, tidak ada yang berani mengatakan pernyataan seperti yang Yesus deklarasikan. 

Kita fokus mau merenungkan dari sisi iman kristiani atau khususnya dari sisi iman katolik yang kita imani. 

Kita mau percaya pada perkataan Yesus dengan iman teguh tanpa ragu-ragu sebab kita yakin hanya melalui Yesus maka kita diselamatkan dari kematian kekal di alam maut dan memperoleh kehidupan kekal di Surga. 

1 Korintus 15:2 
Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. 

Ini dasar iman percaya kita pada Yesus dan jangan sampai tergoyahkan oleh karena penderitaan hidup yang dialami saat ini sehingga menjadi tawar hati, kemudian berbalik arah meninggalkan iman percaya kepada Yesus. 

Seperti bangsa Israel yang mudah sekali goyah di saat keinginan mereka belum dikabulkan oleh Allah. 

Sudah terlalu sering kita dengar dan sampai hafal merenungkan perkataan Yesus mengenai jalan, kebenaran, hidup, terlebih lagi pada ayat dibawah sangat diharapkan terealisasi dalam hidup kita. 

Yohanes 14:14 
Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya 

Kita harus mengenal cara kerja Tuhan dari Alkitab dan dari mukjijat yang kita alami atau dari kesaksian orang lain. 
Terlebih penting lagi dari hubungan kita dengan Tuhan di dalam doa dan relasi intim bersaat teduh bersamaNya. 

Contohnya kita bisa memetik pelajaran dari yang dialami raja Hizkia dimana jalan Tuhan menetapkan bahwa ia akan mati. 

2 Raja 20:1 
Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman Tuhan: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi

Tetapi Hizkia memohon agar diberi umur yang panjang karena 

Hizkia protes kepada Tuhan karena merasa dirinya telah berbuat kebaikan dan telah hidup dengan setia. 

2 Raja 20:2-3 
Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada Tuhan: "Ah Tuhan, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mataMu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat

Hizkia menangis dengan sangat, dapat diartikan ia merasa Tuhan tidak adil terhadap dirinya yang ia klaim sudah hidup di dalam kebenaran Tuhan dan selayaknya ia diberi kesempatan hidup. 

Kita lihat disini, Hizkia berpandangan berbeda dengan Tuhan mengenai jalan, kebenaran, dan hidup. 

Jalan = ia merasa sudah di jalan Tuhan 
Kebenaran = sudah hidup setia & tulus 
Hidup = ia menuntut hidup lebih lama 

Akhirnya Tuhan menuruti keinginan Hizkia dimana umurnya diperpanjang 15 tahun lagi. 

2 Raja 20:5-6 
Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umatKu: Beginilah firman Tuhan, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah Tuhan. Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hambaKu. 

Bukankah kita seringkali tidak terima keputusan Tuhan yang telah mengatur jalan, kebenaran, dan hidup kita, seperti yang Hizkia lakukan. 

Tuhan ijinkan keinginan kita diturutinya tetapi kita harus menanggung akibatnya sebab IA adalah Tuhan atas hidup kita. 
IA sudah tahu apa yang akan terjadi pada hidup kita sekian tahun ke depan sedangkan kita hanya tahu hidup masa lalu sampai hidup hari ini, hidup saat ini. 

Tahukah anda bahwa akibat Hizkia protes tidak mau menerima keputusan Tuhan maka setelah ia mati 15 tahun kemudian, ia digantikan anaknya bernama Manasye sebagai raja Yehuda. 

Manasye lahir pada masa umur Hizkia diperpanjang 15 tahun sebab ia menjadi raja menggantikan Hizkia, ayahnya pada saat Manasye berusia 12 tahun. 
Ternyata Manasye semasa memerintah Yehuda telah berbuat jahat. 

2 Raja 21:1-2 
Manasye berumur dua belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh lima tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Hefzibah. 
Manaaye melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau Tuhan dari depan orang Israel. 

Tragis sekali akibat kesalahan Hizkia dimana anaknya dan keturunan berikutnya berbuat serupa dengan Manasye, artinya mereka telah melakukan perbuatan yang jahat. 
(baca selengkapnya 2 Raja 21:1-18). 

Dari peristiwa Hizkia ini maka kita akan berhati-hati bila mau komplain kepada Tuhan atau mau mengambil jalan sendiri dan tidak mau mengikuti jalan Tuhan. 

Demikian juga kita tidak gegabah mengakui kebenaran menurut pendapat dan pemikiran diri sendiri. 
Hidup yang kita jalani sekarang ini akan terus berada di dalam koridor hidup sesuai jalan dan kebenaran Tuhan. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku telah menyelaraskan jalan, kebenaran, dan hidup sesuai dengan yang Tuhan kehendaki dan aku tidak berontak menurut kemauanku sendiri? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pesta St.Filipus dan Yakobus 
Warna Liturgi : Merah 

1 Korintus 15:1-8 
Mazmur 19:2-5 
Yohanes 14:6-14 
BcO : Wahyu 18:21-19:10 

============= ☆☆☆ ============ 

Senin, 02 Mei 2016

JADILAH SAKSI KRISTUS

Senin, 2 Mei 2016 

Kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. 
                                (Yohanes 15:27) 

Saksi adalah orang yang menyaksikan perbuatan orang lain dan dirinya terlibat di dalam keadaan tersebut. 

Saksi Kristus adalah orang yang melihat dan mengalami kasih Tuhan; bagaimana Tuhan Yesus mengubah hidupnya yang semula berada di dalam kesesakan menjadi hidup di dalam damai sejahtera dan sukacita Tuhan. 

Lidia adalah seorang penjual kain dari kota Tiatara mengalami jamahan Tuhan ketika mendengarkan perkataan Paulus yang menarik perhatiannya. 

Kisah 16:14 
Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 

Mesii tidak dituliskan tentang apa yang dibicarakan Paulus kepada Lidia dan perempuan lainnya namun setidaknya kita bisa menduga Paulus menceritakan dirinya mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan hidupnya diubahkan. 

Orang yang membuka hatinya di saat ia mendengarkan pemberitaan Injil maka kuasa Tuhan menjamah dirinya dan pasti ada perubahan di dalam dirinya. 

Perubahan itu biasanya drastis bagi orang yang belum tahu tentang Yesus menjadi percaya dan bersedia dibaptis dan hal seperti ini terjadi pada Lidia. 

Kisah 16:15 
Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya. 

Orang harus mengalami sendiri jamahan Tuhan untuk mengetahui seperti apa perjumpaan dengan Tuhan dan biasanya hati orang tersebut terharu merasakan betapa Tuhan itu baik kepada dirinya. 

Perjumpaan dengan Tuhan membawa kelegaan dan kelepasan beban yang menghimpit diri kita atau bisa seperti yang dialami Paulus menjadi buta saat berjumpa dengan Tuhan karena semula ia menentang dan membunuh orang yang percaya kepada Yesus. 

Kisah 9:4-5,8 
Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" KataNya: Akulah Yesus yang kauaniaya itu. 
Kemudian Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. 

Baca selengkapnya Kisah pasal 9 dimana kita melihat bagaimana Paulus mengalami perubahan drastis dari seorang pembunuh umat Kristen, lalu bertobat dan menjadi saksi Kristus hingga akhir hayatnya. 

Bagaimana dengan kita? 

Telah sekian tahun kita percaya kepada Yesus; tanyalah pada diri kita sendiri sampai sejauh mana sudah menjadi saksi Kristus? 

Tidak tergerakkah hati kita melihat orang lain yang belum tahu tentang Yesus sedang kebingungan menemukan Sang Juruselamat yang menolong hidupnya. 

Bukankah melalui kesaksian hidup kita yang mengalami kasih Tuhan akan menarik perhatian mereka untuk percaya kepada Yesus; seperti yang dialami oleh Lidia mendengarkan kesaksian Paulus. 

Kesaksian hidup kita tidak hanya membawa dampak bagi orang yang belum percaya kepada Yesus tetapi juga menyadarkan kembali orang beriman yang telah meninggalkan Yesus. 

Yesus mengingatkan kepada kita agar menjadi saksiNya dan jangan takut terhadap penolakan orang atau bahkan akan dikucilkan dan disingkirkan orang karena mereka tidak suka dengar kesaksian kita. 

Yohanes 16:2 
Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. 

Perhatikan nasehat Yesus ini supaya kita tidak tawar hati atau kecewa kepada Yesus karena sepertinya Yesus tidak membela kita pada saat kita dikucilkan dan dianiaya. 

Yohanes 16:1 
Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. 

Sudah banyak terjadi dimana semula menggebu-gebu menjadi saksi Kristus tetapi ditengah perjalanan muntaber alias mundur tanpa berita. 

Ada beberapa penghalang besar yang menyebabkan seseorang tidak mau menjadi saksi Kristus atau penyebab yang membuat seseorang mundur dan tidak mau lagi menjadi saksi Kristus adalah 

Pertama 
sibuk mengumpulkan harta dunia 

Suatu ironi yang berulangkali terjadi dari satu generasi ke generasi berikutnya dimana hampir sebagian besar umat manusia mengandalkan hidup kepada harta dunia sehingga tidak heran bila menjadi fokus dan tujuan utama hidup. 

Perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh (Lukas 12:13-21) seharusnya diperhatikan sungguh-sungguh sebagai suatu peringatan bagi orang yang ingin mengumpulkan harta dunia. 

Oleh sebab itu mereka tidak peduli dan meremehkan nasehat untuk menjadi saksi Kristus. 

Bagi mereka, menimbun harta dunia lebih menarik daripada menjadi saksi Kristus dan berpandangan bahwa nanti akan menyumbang dana buat gereja dan kepentingan pelayanan; dan biarlah orang lain saja menjadi saksi Kristus, asalkan bukan dirinya. 

1 Timotius 6:17-19 
Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya. 

Kedua 
Kesenangan dan kenikmatan dunia 

Gemerlap dunia yang menawarkan kesenangan dan kenikmatan lebih menarik daripada menjadi saksi Kristus. 

Contoh kecil saja, 
orang lebih suka menonton video atau acara televisi, atau lebih memilih main olahraga kesukaannya, atau pergi ke undangan makan, daripada pergi ke gereja atau ke lingkungan, persekutuan doa, dan acara rohani lainnya. 

Apalagi mau menjadi saksi Kristus, wah ada banyak hal terasa mengekang kebebasan karena harus rutin dan perlu komitmen tinggi sedangkan keinginan hati mau menikmati kesenangan dunia. 

Lukas 21:34 
Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. 

Ketiga 
Takut dan gentar menghadapi aniaya 

Jujur saja perasaan takut dan gentar ketika menghadapi tantangan sebagai saksi Kristus menjadi salah satu alasan yang membuat orang ragu-ragu. 

Sebab banyak terjadi intimidasi, aniaya bahkan ancaman akan dibunuh yang menimpa diri seorang saksi Kristus meskipun tahu Tuhan akan membela tetapi tetap saja menggetarkan hati bila harus berhadapan dengan hal tersebut. 

Lukas 12:11-12 
Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan. 

Keempat 
Tawar hati dan jenuh 

Menghadapi penolakan dan dikucilkan dari pergaulan merupakan hal yang tidak mengenakkan hati bagi seorang saksi Kristus sebab bagaimanapun juga kita ini manusia biasa yang perasaan hati mempengaruhi semangat melayani. 

Tidak mudah mengosongkan diri sebab ada banyak proses yang harus dilewati dan membutuhkan waktu yang lama hingga pikiran dan perasaan hati kita tegar menghadapi tantangan sebagai saksi Kristus. 

Salah satu yang sangat mempengaruhi adalah sikap tawar hati dan kejenuhan sehingga kerapkali semangat menjadi kendor dan roh kita panas dingin. 

Roma 12:11 
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. 

JADI, 

Penghalang-penghalang tersebut diatas harus bisa kita atasi dan sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu agar supaya pada saat hal itu terjadi maka kita sudah siap sedia menghadapinya. 

Menjadi saksi Kristus itu bukan suatu pilihan melainkan suatu keputusan yang didorong oleh tujuan kita membalas kebaikan Tuhan Yesus yang telah memberi diriNya untuk menyelamatkan diri kita dan juga oleh karena kita sudah mengalami hidup di dalam kasihNya. 

Lukas 21:17-19
Kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan mempeoleh hidupmu.


REFLEKSI DIRI 

Sudahkah aku menjadi saksi Kristus dengan meninggalkan zona kenyamanan hidupku yang cenderung tidak peduli kepada orang lain? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan VI Paskah 
Warna Liturgi : Putih

Kisah 16:11-15 
Mazmur 149:1-6,9 
Yohanes 15:26-16:4a
BcO : Kisah 21:1-26 

============= ☆☆☆ ============ 

Minggu, 01 Mei 2016

BERIBADAHLAH KEPADA TUHAN








Sabtu, 30 April 2015 

Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapanNya dengan sorak-sorai!  
                       (Mazmur 100:2)

Hidup di dunia ini diwarnai persaingan di segala bidang dimana setiap orang akan berusaha mencapai keinginannya dan seringkali harus berjibaku untuk meraih apa yabg dicita-citakannya. 

Di dunia sekuler, hal semacam ini sudah biasa dan jangan sampai merambah ke ranah rohani; apakah bidang pelayanan atau bidang pewartaan/penginjilan. 

Seandainya sudah merasuki ke ranah rohani, semoga segera di antisipasi dan ditanggulangi supaya tidak menjalar dan meracuni orang yang dilayani. 

Kita lihat bagaimana dunia menawarkan berbagai kesenangan dan sepertinya berlomba-lomba menyodorkan acara yang menarik untuk memikat hati orang beriman agar tidak beribadah ke gereja atau tidak terlibat dalam pelayanan. 

Banyak umat katolik yang beribadah hanya seminggu sekali dan setelah itu tidak berurusan lagi dengan hal rohani; tidak mau terlibat kegiatan di lingkungan atau di paroki. 

Masih mending beribadah 1x seminggu sebab kenyataannya bila melihat jumlah umat yang hadir saat Paskah dan Natal maka terlihat penuh sesak; sepertinya lebih dari 3xlipat kehadiran umat setiap minggu beribadah di gereja. 

Disinyalir, umat tidak merasa manfaat beribadah di gereja dan tidak dapat menemukan makna dari misa ekaristi sehingga sebagian besar hanya merasa kewajiban saja ke gereja cukup sekali setiap minggu; bahkan sebagian lagi hanya dua kali setahun ke gereja. 

Sampai saat ini pihak dewan paroki gereja belum dapat mengatasi persoalan umat yang enggan beribadah secara rutin di gereja setiap minggu dan inilah tantangan bagi tugas pengInjilan untuk menyadarkan umat agar rajin beribadah. 

Jika kita traceback kembali pada saat gereja mula-mula, para rasul beritakan Injil mulai dari Yerusalem terlebih dahulu artinya diberitakan kepada bangsa Israel sebelum ke bangsa lain. 

Kisah 1:8 
Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. 

Situasi sekarang sepertinya pengInjilan mulai kepada umat katolik yang jarang beribadah ke gereja supaya mereka kembali kepada Yesus dan mengalami kasih Yesus di dalam hidup mereka. 

Kita harus berbuat sesuatu untuk menarik perhatian umat tersebut agar mereka merindukan jamahan Kristus dan menemukan makna terdalam dari ekaristi sehingga mereka membutuhkan Yesus di dalam hidup mereka. 

Hendaknya kita juga terus menjaga hati kita dengan beribadah atau mengikuti misa ekaristi secara kontinyu dan jangan sekali-kali absen sebab akan timbul kemalasan dan selanjutnya hanya setahun dua kali ke gereja. 

Ibrani 10:25 
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. 

Memang dalam pergaulan dengan kolega bisnis atau dengan orang dunia, seringkali kita disindir atau diperolok bila kita mau beribadah ke gereja dan kita akan dikucilkan dari kelompok gaul. 

Sebab orang dunia tidak suka dengan orang yang rajin beribadah di gereja, bahkan akan dibenci oleh mereka. 

Yohanes 15:19 
Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. 

Sebab bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus, mendapat Anugerah sebagai anak-anak Allah. 

Galatia 3:26 
Kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus

Tidaklah heran bila orang dunia akan menganiaya kita yang percaya kepada Yesus dan tentang hal ini Yesus sudah memperingatkan kita akan datang tiba hari-hari dimana terjadi penganiayaan. 

Yohanes 15:18 
Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.  

Lihat saja keadaan disekitar kita saat ini dimana orang jujur sedikit sekali dan biasanya akan dipersulit dan diintimidasi oleh orang-orang dunia. 

Tetapi kita harus yakin kebenaran pasti mengalahkan kejahatan dan orang dunia dihancurkan dan kemenangan ada pada orang yang percaya kepada Yesus. 

Roma 8:31, 35 
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 

Dengan rajin beribadah maka kita dapat mampu menangkal setiap usaha orang dunia yang mau menjauhkan kita dari Tuhan dan dengan tegas kita menolak tawaran dunia sebab memprioritaskan relasi intim dengan Tuhan Allah. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku menjaga hatiku dengan penuh kewaspaan terhadap setiap tawaran dunia yang hendak menarik diriku dari relasi intim dengan Tuhan? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pius V 
Warna Liturgi : Putih 

Kisah 16:1-10 
Mazmur 100:1-5 
Yohanes 15:18-21 
BcO : Kisah 20:1-16 

============= ☆☆☆ ============