Senin, 13 Juli 2020

BAGAIMANA MENGIKUT YESUS








SENIN, 13 JULI 2020

YESAYA 1:11-17 

Bersihkanlah dirimu dari perbuatan jahat dan belajarlah berbuat baik. 

MAZMUR 50:8-9,16-17,21,23 

Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya. 

MATIUS 10:34-11:1 

Yesus katakan bahwa kedatanganNya di dunia ini mendatangkan pertentangan antara anggota keluarga. 

Yesus katakan barangsiapa pertahankan nyawanya maka akan kehilangan nyawa dan barangsiapa menyambutNya berarti menyambut DIA yang mengutus Aku. 

RENUNGAN 

Bacaan Injil hari ini, Yesus menegaskan bagaimana sikap orang percaya mengikut Yesus, yaitu: 

Pertama 
Prioritas utama adalah Yesus, bahkan Yesus adalah segalanya bagi kita. 

Matius 10:37 
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari padaKu, ia tidak layak bagiKu; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari padaKu, ia tidak layak bagiKu. 

Menempatkan Yesus memimpin kendali hidup berarti menyerahkan diri seutuhnya untuk hidup di dalam kebenaran Tuhan. 

Kebenaran Tuhan dari Firman Tuhan dan secara langsung dari Roh Allah atau Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita. 

Yohanes 14:26 
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. 

Kedua 
Sangkal diri, Pikul Salib, Ikut Yesus 

Matius 10:38 
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagiKu. 

Matius 16:24 
Yesus berkata kepada murid-muridNya: Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 

Mengikut Yesus berarti mau melakukan perintah dan mentaati Yesus tanpa protes walupun seringkali tidak sesuai keinginan kedagingan namun tunduk kepada Yesus 

Memikul salib berarti menerima apapun yang terjadi meski harus menanggung penderitaan karena mengikuti Yesus. 

Ketiga 
Siap menyerahkan nyawa demi Yesus 

Matius 10:39 
Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 

Bagian ini paling sulit dan paling berat dilakukan sebab pada umumnya tak ada seorangpun rela kehilangan nyawanya. 

Hanya orang yang telah melepaskan keinginan kedagingan dan yang memilih percaya ada hidup kekal di Surga yang bersedia kehilangan nyawa karena setia pada iman percayanya kepada Yesus. 

Ketiga hal ini mendorong kita berbuat kebaikan sesuai dikehendaki Tuhan Allah karena kita tahu inilah yang terbaik bagi kita daripada kita berbuat kejahatan yang mengakibatkan kita berdosa pada Allah.

Roma 12:21 
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Sabtu, 11 Juli 2020

JANGAN TAKUT








SABTU,  11 JULI 2020

YESAYA 6:1-8 

Yesaya menjawab panggilan Allah dan ia menerima menjadi utusan Allah. 

MAZMUR 93:1-2,5 

Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, Tuhan berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang; takhtaMu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada. PeraturanMu sangat teguh; baitMu layak kudus, ya Tuhan, untuk sepanjang masa. 

MATIUS 10:24-33 

Yesus mengingatkan muridNya agar tidak takut hadapi tantangan yang mengancam nyawa sekalipun ketika sedang di dalam tugas perutusan. 

RENUNGAN 

Bacaan pertama hati ini mengisahkan Yesaya bersedia menjawab panggilan Allah untuk diutus kepada bangsa Israel. 

Yesaya 6:8 
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"  

Bacaan Injil tentang Yesus mengatakan pada murid-muridNya agar tidak takut menghadapi ancaman di saat sedang menjalankan tugas perutusan. 

Matius 10:28 
Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. 

Takut atau perasaan takut akan ancaman terhadap diri kita, belum tentu terjadi, apalagi Allah berjanji akan melindungi kita dari marabahaya tatkala kita sedang menjalankan tugas perutusan. 

Janganlah takut meski tidak mudah untuk mengatasi takut siksaan dan aniaya yang mengancam kehilangan nyawa namun ingatlah janji Yesus akan menyertai kita. 

Matius 28:20b 
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. 

Seringkali sebelum takut, sesungguhnya kita gentar menghadapi masalah berat diluar kemampuan kita sebab ada jedah waktu sebelum tiba pertolongan Tuhan yang mencekam perasaan menjadi gentar sehingga menimbulkan perasaan takut. 

Kita hanya boleh takut kepada Tuhan sedangkan hal-hal lain kita tidak boleh gentar dan takut. 

Sesungguhnya Yesus menekankan pada takutlah atau tunduklah pada Allah.

Yakobus 4:7 
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! 

Pengertian takut, bukan perasaan takut tetapi takut kepada Allah berarti tunduk kepada Allah. 

Mengapa kita harus takut/tunduk kepada Allah? sebab Alalh adalah Sang Pencipta sedangkan kita manusia adalah ciptaan Allah sehingga bagaimana mungkin kita berani melawan Tuhan. 

Memang ada yang berani melawan Allah karena didukung oleh kuasa setan/iblis namun tidak akan mampu mengalahkan kuasa Allah (Roma 8:31) amun anehnya masih ada umat kristiani tidak takut/tidak tunduk kepada Allah. 

Untuk menguji apakah kita tunduk kepada Allah adalah tanyakan pada diri kita apa yang sudah kita kerjakan sesuai perintah Allah dan sudahkah menjaga kekudusan diri kita? 

Ada dua perintah Tuhan yakni mengasihi Tuhan Allah dan mengasihi sesama dan perintah kedua adalah beritakan Injil. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 



Jumat, 10 Juli 2020

WASPADALAH














JUMAT, 10 JULI 2020

HOSEA 14:2-10 

Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murkaKu telah surut dari pada mereka. Mereka akan kembali dan diam dalam naunganKu dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon

MAZMUR 51:3-4,8-9,12-14,17 

Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari padaMu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepadaMu! 

MATIUS 10:16-23 

Yesus berpesan kepada muridNya yang akan melakasanakan tugas perutusan dan mengingatkan ada penganiayaan. 

RENUNGAN 

Yesus mengingatkan murid-muridNya agar mereka waspada terhadap semua orang saat melakukan tugas perutusan 

Matius 10:17-18 
Waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. 

Di dunia ini sejak dulu selalu diwarnai oleh konflik agama atau keyakinan iman sebab yang berkonflik mengklaim agama atau keyakinan iman mereka adalah yang paling benar, bahkan memaksa orang lain beriman atau beragama seperti mereka. 

Di jaman Yesus, orang Farisi dan ahli-ahli Taurat mengklaim agama Yahudi yang paling benar dan memaksa Yesus untuk menghentikan ajaranNya dan mereka terus mendesak Yesus hingga akhirnya menyalibkan Yesus. 

Yesus mengingatkan bahwa kita akan dibenci karena beritakan nama Yesus dan hendaknya kita tetap setia, tidak ingkari iman kita kepadaNya. 

Matius 10:22 
Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. 

Dan juga Yesus katakan hendaknya kita tidak usah khawatir sebab Bapa di Surga menyertai kita. 

Matius 10:19-20 
Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. 

Keadaan seperti ini juga dialami di jaman nabi Hosea dimana bangsa Israel hadapi penganiayaan, dibuang dan dijajah oleh bangsa lain. 

Hosea menasehati bangsanya agar tetap percaya kepada Allah. 

Hosea 14:10 
Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan Tuhan adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ. 

Bukan hanya ke-12 murid Yesus yang mengalami hal ini sebab saat ini juga ada resiko yang kita hadapi di saat melakukan pemberitaan Injil. 

Di dalam keluarga, bisa terjadi perbedaan keyakinan iman antara anggota keluarga dan bila tidak disikapi dengan bijaksana maka akan menimbulkan pertengkaran. 

Matius 10:21 
Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. 

Oleh sebab itu, kita mesti waspada pada diri sendiri yakni sikap dan perbuatan kita dan juga kita waspada terhadap sikap dan perbuatan orang lain kepada diri kita. 

Dalam menghadapi tantangan maupun rintangan maka kita mesti bijakaana dan cerdik mengatasinya. 

Matius 10:16 
Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati 

Kita tidak boleh gegabah bertindak dan kita harus terus waspada diri agar jangan sampai terlalu percaya diri atau mudah goyah menghadapi masalah yang terjadi serta terus mengandalkan Tuhan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Kamis, 09 Juli 2020

YESUS MEMANGGIL DAN MENGUTUS MURIDNYA (BAGIAN-2)









KAMIS,  9 JULI 2020

HOSEA 11:1b,3-4,8c-9 

Aku tidak akan melaksanakan murkaKu yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan. 

MAZMUR 80:2-3,15-16 

Hai gembala Israel, pasanglah telinga, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan domba! Ya Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar di depan Efraim dan Benyamin dan Manasye! Bangkitkanlah keperkasaanMu dan datanglah untuk menyelamatkan kami.  

MATIUS 10:7-15 

Yesus menasehati para murid yang akan diutus untuk pemberitaan Injil dan untuk menyembuhkan segala macam penyakit. 

RENUNGAN 

Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk melaksanakan tugas perutusan, seperti Yesus persiapkan murid2Nya. 

Pertama 
Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu (Matius 10:9). 

Emas, perak, tembaga merupakan barang berharga yang bernilai tinggi dan banyak orang menjadikannya jaminan hidup. 

Yesus menghendaki murid-muridNya tidak mengandalkan emas, perak, dan tembaga tetapi mengandalkan Allah. 

Kedua 
Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya (Matius 10:10). 

Yesus menghendaki murid-muridNya tidak memusingkan urusan uang sebab Allah yang akan mencukupkan keperluan hidup saat menjalankan tugas perutusan. 

Kitapun hendaknya mempersiapkan diri secara fisik dan mentalitas sebagai murid Yesus saat melakukan tugas perutusan dan tugas pelayanan. 

Kita harus mengandalkan Tuhan, bukan kekuatan kekuatan dunia ini yang sering terbukti mengacaukan pelayanan. 

Perhatikan sumber masalah keributan atau pertengkaran yang menimbulkan perpecahan pada umumnya disebabkan tidak mengandalkan kekuatan Tuhan tapi mengandalkan kekuatan uang, koneksi, benturan kepentingan pribadi, dsbnya. 

Seringkali motivasi dan tujuan pelayanan ternodai oleh ambisi dan kepentingan diri sendiri padahal seharusnya semata-mata untuk kepentingan orang lain yang kita layani atau kepentingan banyak orang agar mereka mengalami kasih Tuhan lewat perantaraan pelayanan kita. 

Juga dalam hal pemberitaan Injil, sering tercemar oleh keinginan mendapatkan uang stipendium dan mengejar pujian untuk meningkatkan populeritas diri. 

Dalam hal uang
Bersikaplah sebagai seorang prajurit yang berjuang agar pemberitaan Injil dapat menjangkau banyak orang percaya pada Yesus dan tidak usah khawatir urusan keperluan hidup sebab Tuhan sediakan yang kita butuhkan untuk hidup dan untuk keperluan pelayanan. 

2 Timotius 2:4 
Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 

Dalam hal pujian dan popularitas 
Ingatlah nasehat Yesus mengatakan: 

Matius 6:1 
Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. 

Buat apa mencari pujian orang lain atas pelayanan yang kita lakukan jika Bapa di Surga tidak berkenan. 

Padahal pujian orang lain hanya di bibir saja, hanya sebatas formalitas relasi saja dan seringkali tidak tulus hati, bahkan ada terselip untuk menjatuhkan kita. 

Firman Tuhan mengatakan apa yang kita lakukan setelah selesai pelayanan: 

Lukas 17:10 
Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


YESUS MEMANGGIL DAN MENGUTUS MURIDNYA (BAGIAN-1)









RABU, 8 JULI 2020

HOSEA 10:1-3,7-8,12 

Sungguh, sekarang mereka berkata: "Kita tidak mempunyai raja lagi, sebab kita tidak takut kepada Tuhan. Apakah yang dapat dilakukan raja bagi kita?" 

Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari Tuhan, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan. 

MAZMUR 105:2-7 

Bermegahlah di dalam namaNya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan! Dialah Tuhan, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukumanNya. 

MATIUS 10:1-7 

Yesus memanggil keduabelas muridNya dan mengutus mereka beritakan Injil dan sembuhkan orang sakit. 

RENUNGAN 

Dari bacaan injil hari ini, dapat kita ketahui bahwa sesungguhnya Tuhan terlebih dulu memanggil setiap orang untuk percaya kepadaNya namun ternyata tidak banyak yang menanggapi panggilanNya. 

Hal ini disebabkan Tuhan tidak memaksa tetapi berikan pilihan pada setiap orang; menjawab panggilanNya. 

Yohanes 15:16a 
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. 

Ke-12 murid Yesus menjawab panggilan Yesus dan mengikuti Yesus; diutus untuk memberitakan Injil. 

Matius 10:1 
Yesus memanggil keduabelas muridNya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. 

Bagaimana dengan kita umat kristiani? 
Apakah bersedia menjawab panggilan Tuhan untuk memberitakan Injil dan mau melakukan tugas pelayanan rohani? 

Realitanya tidak banyak yang menjawab panggilan untuk beritakan Injil dan tugas pelayanan sebab sebagian besar merasa itu tanggung-jawab Pastor. 

Banyak umat kristiani tidak tertarik pada Firman Tuhan sehingga tidak tahu bahwa Yesus menghendaki kita memberitakan Injil dan melakukan pelayanan. 

Matius 28:19-20 
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. 

Perintah Yesus haruslah kita laksanakan namun karena tidak mau baca Firman Tuhan maka tidak tahu ada perintah ini atau bisa juga sudah tahu tetapi tidak mau menuruti perintah beritakan Injil. 

Mengapa demikian? 

Karena lebih tertarik mencari uang dan menimbun harta dunia daripada beritakan Injil dan pelayanan. 

Coba perhatikan dan temukan motivasi dan tujuan para Rasul dan jemaat mula2 yang begitu giat mendalami Firman Allah dan melakukan pelayanan. 

Kisah 2:42 
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. 

Sekarang tinggal kita, apakah bersedia mengerjakan seperti Yesus lakukan dan seperti Yesus perintahkan untuk kita kerjakan. 

Yohanes 14:12 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu

Banyak diantara umat kristiani berpikir dan berpendapat bahwa cukuplah pergi ke Gereja seminggu sekali, menyambut Hosti serta memberi kolekte, sumbangan uang buat keperluan Gereja, berdevosi kepada Bunda Maria, dan ikut Adorasi. 

Semua itu memang baik adanya namun Tuhan tidak menghendaki kita berhenti sampai disitu saja tanpa berbuat kasih kepada sesama sebab yang dilakukan hanya untuk kepentingan diri sendiri. 

Buat apa Tuhan memberi perintah kepada kita agar saling mengasihi artinya kita berbuat kasih kepada sesama. 

Yohanes 15:12 
Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 

Dan buat apa Tuhan sediakan Karunia Roh dan mengAnugerahkan kuasaNya agar kita melakukan pekerjaan seperti yang Yesus lakukan. 

Berarti, selain kita menjaga kekudusan diri kita, disisi lain Tuhan menghendaki kita melakukan perbuatan kasih (=menyembuhkan penyakit, mengusir setan/roh jahat, melawan Iblis, menolong sesama) dan memberitakan Injil. 

Hal ini yang banyak dilupakan umat yang beriman kepada Yesus Kristus sehingga ketimpangan, ketidak-adilan, kejahatan, terjadi di segala pelosok dunia. 

Mereka pikir cukup memberi sumbangan dan beribadah kepada Tuhan tetapi tak peduli kepada sesama dan mari kita dengarkan apa kata Tuhan jika kita hanya melakukan seperti ini. 

Matius 9:13 
Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa. 

Yesaya 1:13, 17 
Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagiKu. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! 

Semoga permenungan ini menyadarkan betapa pentingnya melakukan perintah Tuhan dan hidup di dalam Firman Tuhan. 

Asalkan kita mau melakukan perintah Tuhan maka tak perlu khawatir segala rintangan dan hambatan dalam jalankan tugas pelayanan. 

Tuhan mengAnugerahkan karunia Roh pada saat kita mengerjakan pelayanan kasih (1 Korintus 12:5-11). 

Tuhan akan menyertai kita dan KuasaNya akan bantu kita mengatasi kesulitan saat menjalankan tugas perutusan beritakan Injil dan melakukan pelayanan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Rabu, 08 Juli 2020

KUASA TUHAN









SELASA, 7 JULI 2020

HOSEA 8:4-7,11-13  

Mereka mencintai korban sembelihan; mereka mempersembahkan daging dan memakannya; tetapi Tuhan tidak berkenan kepada mereka. Sekarang Ia akan mengingat kesalahan mereka dan akan menghukum dosa mereka; mereka harus kembali ke Mesir! 

MAZMUR 115:3-10 

Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendakiNya! Hai Israel, percayalah kepada Tuhan! — Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 

MATIUS 9:32-38 

Yesus mengusir setan yang merasuki seorang menjadi bisu dan sembuhkan penyakit tatkala memberitakan Injil. 

RENUNGAN 

Kemarin kita sudah membahas bahwa segala penyakit dan segala hal mustahil dapat kita atasi dengan kuasa Tuhan dan tentu saja syaratnya kita hidup di dalam kebenaranNya, kebenaran Firman Tuhan. 

Injil hari ini mengisahkan Yesus mengusir setan dan menyembuhkan sakt penyakit serta memberitakan Injil. 

Jelaslah bahwa kita yang percaya kepada Yesus hendaknya melakukan seperti yang Yesus kerjakan dan kitapun akan dimampukan dengan kuasa Tuhan. 

Markus 16:17-18 
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh. 

Melawan setan/iblis adalah sesuatu yang sulit bila mengandalkan kekuatan sendiri tanpa ada kuasa Tuhan menyertai kita sebab setan atau iblis adalah musuh kita sejak semula mau menghancurkan kita. 

Efesus 6:10-12 
Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasaNya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 

Tuhan mempersiapkan kita melawan setan/iblis dengan perlengkapan rohani (Efesus 6:14-17) dan mengAnugerahkan kuasaNya (Markus 16:17-18). 

Efesus 6:14-17 
Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah. 

Kita mesti yakin kuasa Tuhan menyertai kita melawan kuasa si jahat dan dengan kuasa Tuhan juga kita dapat sembuhkan segala macam sakit penyakit. 


Salam Kasih, 
Surya Darma