Kamis, 25 Juni 2020

MAKNA KELAHIRAN YOHANES PEMBAPTIS










RABU, 24 JUNI 2020

YESAYA 49:1-6  

Hamba Tuhan ditengah-tengah segala bangsa akan tampil untuk menegakkan dan mengembalikan orang-orang Israel serta menjadi terang bagi bangsa-bangsa agar keselamatan dari Tuhan sampai ke ujung bumi. 

MAZMUR 139:1-3,13-15 

Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepadaMu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. 

LUKAS 1:57-66,80  

Zakaria memuji Allah setelah dilepaskan dari kebisuan dan setelah anaknya lahir. 
Tetangga dan sanak saudaranya melihat hal ini melihat peristiwa dan berkata: akan menjadi apakah anak ini nanti

RENUNGAN 

Gereja Katolik memperingati hari ini hari raya kelahiran St Yohanes Pembaptis. 

Sering kita merenungkan sikap teladan dari Yohanes Pembaptis yang militan dalam hal memberitakan tentang Yesus Sang Mesias yang dijanjikan Allah. 

Kelahiran Yohanes Pembaptis ternyata didahului oleh peristiwa Zakaria, ayahnya bisu karena tidak percaya isterinya yang sudah lanjut usia hamil (Lukas 1:18-20) dan beranggapan hal itu mustahil terjadi. 

Sampai akhirnya Zakaria tidak bisu lagi pada saat Yohanes Pembaptis lahir dan hal ini membuat takjub orang-orang yang melihat kejadian ini. 

Lukas 1:64 
Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. 

Hendaknya kita memaknai kelahiran Yohanes Pembaptis bila dilihat dari sisi mukjizat (diluar logika) bahwa Elisabet di usia lanjut mengandung dan melahirkan anaknya. 

Kita bisa berpikiran seperti Zakaria bila sesuatu yang terjadi diluar logika karena biasanya kita menilai sesuatu menurut pandangan dan pendapat umum dan tidak dapat menerima sesuatu diluar pendapat umum. 

Kita juga mengandalkan logika dan pendapat kita yang bersumber dari dunia; dari ilmu pengetahuan yang kita pelajari dan dari pengalaman orang lain yang kita contoh supaya kita juga sukses seperti orang tersebut. 

Kita seringkali mengabaikan iman dalam menilai sesuatu terjadi diluar logika dan bahkan mencurigai suatu mukjizat terjadi adalah hasil rekayasa dan bukan fakta sesungguhnya. 

Sebaliknya ada juga orang yang selalu menilai sesuatu itu merupakan mukjizat dari Tuhan termasuk hal sekecil apapun terjadi pada dirinya adalah mukjizat. 

Padahal sesungguhnya jika kita dalami Firman Tuhan maka kita akan memahami bahwa pikiran kita terbatas, tidak akan mampu menyelami sesuatu dari Tuhan. 

Ada hal-hal tersembunyi bagi Tuhan yang tidak dapat kita mengerti oleh pikiran dan logika namun harus menggunakan iman supaya kita mempercayai Tuhan mampu melakukan segala hal diluar logika kita. 

Ulangan 29:29 
Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini

Selain itu seringkali kita pikir Tuhan tidak tahu kecanggihan tehnologi, Tuhan tidak ikut campur urusan bisnis kita, hobby kita, dan urusan keseharian kita kerjakan. 

Padahal kebenarannya adalah Tuhan tahu segala yang ada di dunia ini, segala hal yang kita lakukan setiap hari. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Rabu, 24 Juni 2020

BERSANDAR KEPADA TUHAN







SELASA,  23 JUNI 2020

2 RAJA 19:9b-11,14-21,31-36 

Hizkia berdoa memohon Tuhan menolong negerinya dari serangan raja Asyur dan Tuhan melalui Yesaya menyampaikan pesan kepada Raja Hizkia bahwa doanya telah didengar Tuhan. 

MAZMUR 48:2-4,10-11 

Seperti namaMu, ya Allah, demikianlah kemasyhuranMu sampai ke ujung bumi; tangan kananMu penuh dengan keadilan. Biarlah gunung Sion bersukacita; biarlah anak-anak perempuan Yehuda bersorak-sorak oleh karena penghukumanMu! 

MATIUS 7:6,12-14 

Melalui pintu yang sesak dan sempit akan menuju kepada kehidupan dan perbuatlah kebaikan kepada orang lain. 

RENUNGAN 

Dalam bacaan pertama dikisahkan raja Hizkia berdoa kepada Tuhan memohon perlindungan Tuhan atas masalah bangsa Israel yang diserang oleh raja Asyur. 

Kita belajar dari Hizkia, walau ia seorang raja namun bersandar kepada Tuhan dan hendaknya kita mencari solusi terbaik adalah mengandalkan Tuhan. 

Amsal 3:5 
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 

Tidak mudah memilih mengandalkan Tuhan sebab biasanya ada begitu banyak solusi ditawarkan dunia sehingga kita lebih memilih solusi dunia mengatasi masalah kita. 

Bukan hanya persoalan masalah saja tapi dalam hal kesenangan, kita ditawarkan juga pilihan dari kesenangan duniawi. 

Kita terbiasa memilih kebiasaan umum yang banyak diikuti orang menjadi pilihan yang kita lakukan di dalam segala hal. 

Termasuk memilih hal-hal rohani ataukah hal-hal jasmani dan biasanya cenderung mengutamakan hal-hal jasmani atau hal duniawi daripada hal rohani. 

Yesus mengingatkan kita agar memilih pintu yang sempit dari pada pintu yang luas artinya mengutamakan melalui pintu yang sempit menuju kehidupan abadi dari pada pintu yang lebar menuju kehidupan sementara yakni kehidupan di dunia ini. 

Matius 7:13-14 
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya. 

Untuk menuju kepada kehidupan abadi, kita mesti menguduskan/menyucikan diri kita di hadapan Tuhan. 

Mungkinkah kita mampu mengkuduskan atau menyucikan diri kita dari kotoran dunia dan menjerumuskan kita berbuat dosa? jawabannya tentu bisa bila kita bersandar kepada Tuhan. 

Kolose 1:21-22 
Kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhiNya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikanNya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematianNya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapanNya. 

Tuhan yang mendorong kita melakukan perbuatan baik agar semakin hari berlalu kita semakin banyak berbuat baik. 

Seringkali kita cenderung menuntut orang lain berbuat baik terlebih dahulu kepada kita dan setelah itu baru kita membalas kebaikan orang lain. 

Matius 7:12 
Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. 

Padahal seharusnya kita banyak berbuat baik kepada orang lain tanpa menuntut balasan dari orang tersebut sebab Tuhan yang membalas kebaikan kita. 

Amsal 19:17 
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu. 

Karena kita bersandar dan mengandalkan Tuhan maka kita membalas kebaikan Tuhan dengan berbuat kebaikan kepada orang lain. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Selasa, 23 Juni 2020

JANGAN KAMU MENGHAKIMI










SENIN,  22 JUNI 2020

2 RAJA 17:5-8,13-15a 

Orang-orang Israel berdosa kepada Tuhan yang telah diperingatkan melalui nabi2 namun mereka tidak mau mendengarkan malahan menegakkan tengkuknya dan akhirnya bangsa Asyur menaklukan Israel dan orang-orang Israel dibuang ke Asyur. 

MAZMUR 60:3-5,12-13 

Ya Allah, Engkau telah membuang kami, menembus pertahanan kami; Engkau telah murka; pulihkanlah kami! Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sia penyelamatan dari manusia. Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita. 

MATIUS 7:1-5 

Yesus mengatakan jangan menghakimi orang lain bila diri sendiri tidak lebih baik dari orang yang dihakimi. 

RENUNGAN 

Apa beda menghakimi, mengkritik, dan menasehati? 

Menasehati tujuannya memberi masukan informasi dan petunjuk pada seseorang. 

Mengkritik tujuannya memberi tahu ada kekeliruan/kesalahan suatu tindakan atau perbuatan seseorang. 

Menghakimi tujuannya menjatuhkan hukuman atau penilaian atas perbuatan seseorang. 

Yesus tidak menghendaki adanya suatu penghakiman dilakukan seseorang pada orang lain dan Yesus katakan munafik kepada orang yang menghakimi. 

Matius 7:5 
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu. 

Mengapa demikian? 

Dikatakan munafik sebab menghakimi orang lain untuk sesuatu hal yang dia sendiri juga melakukannya. 

Memang kenyataannya demikian; sering terjadi kemunafikan dalam penghakiman disebabkan memanfaatkan kekuasaan, kekayaan, koneksi relasi, populeritas. 

Sesungguhnya penghakiman adalah HAK TUHAN maka kita tak boleh menghakimi orang lain; apalagi menghakimi menurut pikiran dan pendapat diri sendiri 

Ibrani 10:30 
Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hakKu. Akulah yang akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umatNya." 

Seperti terjadi pada bangsa Israel yang dihakimi Tuhan karena kedegilan dan kemurtadan mereka terhadap Tuhan Allah dimana mereka berpaling pada berhala. 

Kita manusia akan dihakimi Tuhan pada akhir jaman berdasarkan perbuatan yang kita lakukan selama hidup di dunia ini. 

Lalu ada yang bertanya: 
Mengapa ada badan hukum dan peradilan yang mengadili perbuatan seseorang? 

Tuhan ijinkan ada badan/lembaga yang mengadili untuk menginsafkan orang dari perbuatan sebelum pengadilan terakhir di akhir jaman. 

1 Petrus 2:13-15 
Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh. 

Semoga kita menyadari bahwa kita tidak boleh menghakimi orang lain dan bila ada yang bersalah kepada kita maka yang kita lakukan adalah menegurnya, menasehati, dan mengkritik perbuatannya tetapi kita tidak menghakiminya. 

Matius 18:15 
Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. 
Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Sabtu, 20 Juni 2020

HATI TERSUCI SP MARIA










SABTU, 20 JUNI 2020

YESAYA 61:9-11 

Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati Tuhan

1 SAMUEL 2:1,4-8 

Berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena Tuhan, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh Tuhan; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolonganMu. 

LUKAS 2:41-51 

Saat berumur 12 tahun Yesus bersama kedua orangtuanya ke Yerusalem ikuti perayaan Paskah Yahudi dan saat pulang orangtuanya tersadar ternyata Yesus masih di Bait Allah dan Maria menegur Yesus dan jawaban Yesus disimpan Maria di dalam hatinya. 

RENUNGAN 

Gereja Katolik memperingati hari ini sebagai peringatan hati tersuci SP Maria. 

Allah Bapa memanggil Maria menjadi ibu Yesus yang secara manusiawi belajar dari teladan Maria. 

Maria menyimpan dalam hatinya segala sesuatu yang terjadi pada Yesus sebab ia tahu keberadaan Yesus di sisinya adalah rencana dari Allah. 

Lukas 2:51 
Lalu Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibuNya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. 

Maria tahu ia menjadi bagian dalam karya perutusan Yesus sehingga kesulitan dan rintangan diterimanya dengan sabar dan selalu setia mendampingi Yesus sampai saat Yesus di salib, kemudian menemani para rasul, murid utama Yesus di saat Pentakosta terjadi di ruang atas. 

Kita mengimani bahwa Allah Tritunggal menguduskan hati Maria dan Gereja kita menghormati hati suci Maria. 

Tidak banyak hal bisa kita renungkan dari keteladan Maria sebagai ibunda Yesus sebab tidak banyak dituliskan di Alkitab, terlebih lagi Yusuf, suami Maria, sedikit sekali diceritakan kisah keluarga mereka. 

Peristiwa Yesus tertinggal di Bait Allah pada saat perayaan Paskah adalah yang terakhir yang bisa kita ketahui keberadaan Yusuf, suami Maria. 

Semoga kita meneladani ketulusan hati Maria menerima rencana Allah dan juga kesabaran, ketekunan, dan kesetiaannya mendampingi Yesus dan sampai akhirnya menyelesaikan tugasnya dalam karya penyelamatan Allah di dalam diri Yesus. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Jumat, 19 Juni 2020

HATI YESUS MAHA KUDUS












JUMAT, 19 JUNI 2020

ULANGAN 7:6-11 

Sebab engkaulah umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh Tuhan, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayanganNya. 

Tetapi karena Tuhan mengasihi kamu dan memegang sumpahNya yang telah diikrarkanNya kepada nenek moyangmu, maka Tuhan telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir. 

MAZMUR 103:1-4,6-8,10  

Pujilah Tuha , hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya! Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. 

MATIUS 11:25-30 

Yesus mengatakan agar kamu datanglah kepadaNya dan Dia akan memberikan kamu kelegaan dan jiwamu akan tenang. 

RENUNGAN 

Gereja Katolik menetapkan hari ini hari raya Hati Yesus Maha Kudus. 

Dalam Injil sangat transparan Hati Yesus penuh belas kasihan menolong banyak orang yang sakit, yang terbelenggu dosa dan dirasuki setan, memberi makan, menghibur orang menderita, dsbnya. 

Semua yang dilakukan Yesus terdorong oleh kasihNya dan perasaanNya mudah tersentuh oleh belas kasihan. 

Tidaklah heran bila orang banyak datang menemui Yesus memohon kesembuhan dari sakit penyakit dan keperluan lainnya 
Yesus sendiri mengundang orang untuk datang kepadaNya seperti dikatakanNya dalam Injil Matius hari ini. 

Oleh karena itu hendaknya kita datang kepada Yesus, apalagi berbeban berat dan mengalami kesusahan hidup. 

Namun ada saja orang yang mencari solusi atas masalah hidupnya dengan datang kepada roh-roh lain, paranormal, ilah-ilah dunia dan baru datang ke Yesus bila roh lain ilah dunia tidak mampu atasi masalah hidupnya. 

Padahal jawaban hidup ini bila kita mau datang kepada Yesus mendapatkan kelegaan dan pertolonganNya. 

Kelihatannya simple nasehat ini tetapi banyak umat kristiani abaikan Firman Tuhan dari Injil Matius 11:25-30 hari ini, akibatnya mamakin parah masalah hidup dideritanya karena mengabaikan Yesus. 

Namun sebagian umat kristiani enggan membaca Firman Tuhan di Alkitab dan akibatnya tidak tahu ada jalan keluar atau solusi untuk mengatasi masalah. 

Seandainya tahu Firman Tuhan tetapi tak mau menuruti petunjuk, nasehat, perintah Tuhan sebab ingin mengatur hidupnya menurut caranya sendiri. 

Ulangan 7:11 
Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan. 

JADI 

Percayalah, datang kepada Yesus adalah jalan terbaik dari segala jalan lain yang ditawarkan dunia kepada kita. 

Banyak orang mengalami kehancuran di dalam hidupnya mengikuti jalan dunia dan tidak mau datang kepada Yesus yang pasti memberikan kelegaan. 

Salam Kasih, 
Surya Darma 


Kamis, 18 Juni 2020

DOA BAPA KAMI









KAMIS, 18 JUNI 2020

SIRAKH 48:1-14  

Menceritakan tentang nabi Elia dipakai Tuhan dimana terjadi banyak mukjizat dari perbuatan Elia. 

MAZMUR 97:1-7 

Tuhan adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita! Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhtaNya. 

MATIUS 6:7-15 

Yesus mengajarkan berdoa dengan doa Bapa kami kepada murid2Nya dan pada banyak orang yang berkumpul di bukit. 

RENUNGAN 

Berdoa adalah kebutuhan utama umat beriman kepada Tuhan Allah dan hampir dapat dipastikan setiap orang beriman pasti berdoa, dan orang belum beriman juga pasti berdoa kepada yang diyakini sebagai Yang Berkuasa atas dirinya. 

Yesus mengingatkan cara berdoa yang benar yang Tuhan Allah berkenan yakni:  

Jika kita berdoa jangan bertele-tele sebab Tuhan Allah yang dipanggil sebagai Bapa Surgawi sudah mengetahui yang ingin kita doakan sebab biasanya isi doa kita, banyak memohon pertolonganNya. 

Yesus mengajarkan doa Bapa kami dan pasti setiap umat Kristiani, terlebih umat Katolik selalu berdoa setiap hari lebih dari sekali dan hampir dipastikan hafal dan mudah dimengerti kata per kata doa Bapa kami meski belum tentu bisa menerima dengan lapang dada bila doa doanya tak seperti yang diinginkannya. 

Berikut ini kita coba mengingat kembali makna dari doa Bapa kami supaya fresh dan menyejukan hati kita. 
1. Bapa kami yang di Surga 

artinya kita mengakui Tuhan Allah sebagai Bapa karena iman kita percaya kepada Yesus Kristus dan kita adalah anak-anak Allah. 

Yohanes 1:12 
Semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya. 

Roma 8:15 
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: 
"ya Abba, ya Bapa!" 

Bapa yang kita panggil sebagai Bapa, bukanlah bapa dunia atau ayah/papa tetapi Bapa dari Sorga. 

Jika ayah/bapa dunia saja sayang sama anak-anaknya maka Bapa dari Sorga jauh lebih sempurna KasihNya kepada kita. 

Seharusnya baru sampai perkataan : Bapa kami yang di Surga, orang yang berdoa Bapa kami sudah yakin bahwa Bapa dari Surga sayang kepada dirinya dan pasti memelihara hidupnya. 

Mazmur 34:5,16,18-19 
Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada teriak mereka minta tolong; Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. 

2. Dikuduskanlah namaMu 

artinya Bapa dari Surga itu Kudus dan harus kita Hormati KekudusanNya. 
Yesus telah memberitahukan diriNya diutus oleh Bapa, agar orang mengenal ada Bapa dari Surga 

Yohanes 17:6 
Aku telah menyatakan namaMu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepadaKu dari dunia. Mereka itu milikMu dan Engkau telah memberikan mereka kepadaKu dan mereka telah menuruti firmanMu. 

3. Datanglah KerajaanMu 

artinya kita meminta agar Bapa dari Surga datang menguasai atau merajai kehidupan di dunia ini agar sukacita dan damai sejahtera Surga melingkupi kita. 

Roma 14:17 
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. 

Kita berdoa datanglah KerajaanMu
berarti kita mau hidup di dalam Kerajaan Bapa; mau mengikuti PerkataanNya atau SabdaNya, yang tertulis di Alkitab dan yang disampaikan Roh Kudus melalui hati nurani. 

Dengan hidup di dalam SabdaNya maka hidup kita mengalamai damai sejahtera dan sukacita dari Surga. 

4. Jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga 

artinya hanya kehendak Bapa Surgawi saja yang terjadi di kehidupan kita di dunia ini walaupun seringkali tidak kita mengerti dan bertolak-belakang dengan keinginan kita. 

Yesus adalah contoh teladan dimana IA patuh menunaikan tugas perutusan dari Bapa Surgawi bahwa IA harus mati di Salib sebelum dibangkitkan. 

Matius 26:42 
Yesus pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kataNya: "Ya BapaKu jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendakMu!" 

Kehendak Bapa Surgawi sudah pasti mendatangkan kebaikan bagi kita walau seringkali baru kita mengalaminya setelah melewati berbagai rintangan hidup yang terjal. 

di bumi seperti di sorga artinya damai sejahtera dan sukacita yang kita terima adalah sama seperti damai sejahtera dan sukacita yang ada di Surga. 

JADI 

No.1 sd 4 kita berdoa kepada Bapa yang penuh dengan Kekudusan yang kita muliakan membawa damai sejahtera dan sukacita Surga ke dalam dunia ini supaya hanya KehendakNya saja menguasai, merajai seluruh kehidupan kita. 

5. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 

artinya kita meminta kepada Bapa dari Surga, hanya yang kita butuhkan saja setiap hari dan bukan meminta segala keinginan kedagingan kita. 

Mazmur 104:27-28 
Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya. Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tanganMu, mereka kenyang oleh kebaikan. 

Kita senang bila Bapa Surgawi memberikan semua yang kita inginkan dan bukan hanya kebutuhan pokok saja tetapi apa saja kita minta ....haaaa3x. 

Seperti bangsa Israel mengumpulkan manna (atau roti) sebanyak-banyaknya padahal Allah memerintahkan hanya boleh mengambil manna untuk dimakan sehari saja sebab manna akan busuk bila lebih dati sehari disimpan. 

Keluaran 16:16,19-20 
Beginilah perintah Tuhan: 
Pungutlah manna, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa." Musa berkata kepada mereka: "Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi." Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka. 

Oleh sebab itu hendaknya kita patuh kepada perintah Tuhan dan mintalah sesuai kebutuhan kita secukupnya dan jangan mengomel seperti bangsa Israel yang meminta daging karena tidak puas diberi manna secara cuma-cuma. 

Akibatnya Allah marah meski tetap memberikan burung puyuh sampai bangsa Israel muntah saking rakusnya. 

Bilangan 11:33 
Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka Tuhan terhadap bangsa itu dan Tuhan memukul bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar. 

6. Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami 

artinya kita harus mengampuni orang lain sebab diri kita juga tak luput dari kesalahan kepada orang lain. 

Matius 6:14-15 
Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. 

Petrus pernah menanyakan kepada Yesus tentang berapa kali mengampuni orang lain dan di jawab Yesus : 

Matius 18:21-22 
Datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 

wow... membutuhkan penyangkalan diri demi mematuhi perkataan Yesus ini sebab sangat menyebalkan berhadapan dengan orang yang menyakiti hati kita dan harus mengampuninya. 

7. Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat 

Ada dua macam pencobaan

1) Pencobaan datangnya dari luar diri kita sebagai ujian iman kita 

Yakobus 1:2-4 
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. 

Kita perlu mendapatkan ujian iman supaya otot iman kita semakin kuat dan mampu menghadapi segala tantangan hidup ini. 

2) pencobaan datangnya dari keinginan kedagingan di dalan diri kita sendiri. 

Yakobus 1:13-15 
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. 

Kita harus menguasai diri supaya tidak larut dalam pemenuhan keinginan hawa nafsu kedagingan yang maunya dituruti. 

JADI 

kita berdoa : janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat, artinya

Kita mohon kepada Bapa dari Surga supaya dijauhkan dari dosa pada saat sedang menghadapi pencobaan yang merupakan ujian iman kita. 

Bukan berarti kita tidak mau menerima ujian iman tetapi kita minta dijauhkan dari perbuatan dosa pada saat pencobaan terjadi pada diri kita; apakah pencobaan dari dalam maupun dari luar diri kita. 

Demikianlah makna kita berdoa Bapa kami yang seharusnya kita pahami agar berdoa dengan sepenuh hati dan bukan semata-mata minta Berkat atau rejeki. 

Fenomena yang bisa kita lihat adalah umat Katolik menadahkan kedua tangan meminta Berkat dari Bapa Surgawi di dalam misa Ekaristi saat doa Bapa kami dan di benak umat supaya dapat rejeki berupa duit, pekerjaan, kesehatan, dan materi duniawi. 

Doa Bapa kami yang diajarkan Yesus, bukan seperti kebanyakan persepsi umat yang fokus minta berkat Tuhan tetapi seperti yang sudah dijelaskan di bagian atas tadi yaitu kita mengalami damai sejahtera dan sukacita Surga karena hidup kita dikuasai/dirajai oleh kehendak Bapa Surgawi. Amin. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku memahami makna berdoa yang diajarkan Yesus yaitu doa Bapa kami? dan apakah hidupku sungguh kuserahkan kepada Bapa Surgawi agar hanya kehendakNya yang boleh terjadi di dalam diriku? 

Salam Kasih, 
Surya Darma