Minggu, 19 Agustus 2018

EMPUNYA KERAJAAN SORGA












Sabtu, 18 Agustus 2018 

YEHEZKIEL 18:1-10,13,30-32 
MAZMUR 51:12-15,18-19 
MATIUS 19:13-15 

Matius 19:14 
Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepadaKu; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga." 

Bacaan Injil Matius hari ini mengenai perikop Yesus memberkati anak-anak. 

Matius 19:13, 15
orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu, Ia meletakkan tangan-Nya
atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ. 
Murid-murid memarahi mereka, bisa saja mereka bermaksud supaya Yesus ada waktu untuk beristirahat setelah sibuk melayani. tetapi Yesus justru tidak keberatan dan memberkati anak-anak. 

Kembali Yesus menggunakan anak-anak untuk menyampaikan bahwa : 
1. empunya Kerajaan Sorga (Mat 19:14)  
2. tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga (Matius 18:3). 
3. tidak dapat menjadi terbesar di dalam Kerajaan Sorga (Matius 18:4). 

Makna yang hendak disampaikan adalah kita harus bersikap rendah hati dan percaya penuh kepada Yesus, seperti seorang anak bergantung penuh pada orangtuanya. 

Pertama 
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati, bukan di mulut saja 
Iman percaya seseorang kepada Tuhan akan teruji pada saat ia berada dalam masalah hidupnya; apakah ia tetap setia ataukah terguncang. 

Sepeeti bangsa Israel sudah berkali-kali menyaksikan betapa dashyat Allah 
menolong mereka keluar dari Mesir melalui laut merah dan ketika di padang gurun menerima makanan surgawi berupa manna dan dipelihara Allah, pada waktu siang dan malam. 

Keluaran 13:21 
Tuhan berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. 
Demikian juga di dalam hidup kita, pasti pernah mengalami pertolongan Tuhan yang begitu ajaib dimana melepaskan kita dari kesulitan hidup yang menurut ukuran manusia itu sulit diatasi. 

Seringkali kita juga seperti bangsa Israel, begitu cepat lupa kebaikan Tuhan pada saat menghadapi persoalan hidup yang berikutnya sehingga iman terguncang dan mulai lagi meragukan apakah Tuhan mau menolong? 

Kedua 
Taat dan setialah kepada Tuhan di segala bidang kehidupan 

Seringkali kita tidak ijinkan Tuhan memasuki seluruh bagian hidup kita 
karena kita mau mengatur sendiri dan tidak mau Tuhan ikut campur. Kita hanya menyerahkan sebagian hidup kita, tidak sepenuhnya. 

contoh :
kita mau mengatur sendiri setiap Berkat Tuhan berupa uang dan harta. 
kita tidak mau memberi dan berbagi kepada sesama seperti yang Tuhan 
kehendaki agar kita melakukannya. 

Padahal pada saat kita dalam kekurangan dan kesulitan keuangan, kita dengan tekun berdoa dan mau berbuat baik supaya Tuhan lihat semua perbuatan kita dan ujung-ujungnya kita menagih diberi upah atas perbuatan baik yang sudah kita lakukan. Begitu Tuhan mencurahkan Berkat-Nya, dengan segera kita sibuk dan 
mulai menjauh dari Tuhan. 
Berapa banyak orang yang aktif di gereja pada saat ia membutuhkan sesuatu dari Tuhan tetapi setelah ia mendapatkannya maka segera mundur teratur melepaskan semua tugas di gereja dan sibuk dengan 
tugas mengelola keuangan dari berkat Tuhan yang diterimanya tersebut. 
Bangsa Israel bersikap demikian; pada saat sedang dalam kesulitan, mereka berteriak minta tolong tetapi pada saat mengalami berkat Tuhan, justru mereka menyembah allah lain dan hal ini bisa kita baca sepanjang kitab hakim-hakim dan kitab raja-raja. 

Kedua hal ini hendaknya kita lakukan sebagaimana seorang anak menuruti kehendak ayahnya dan sebagai bukti kesetiaan kita kepada Tuhan Allah. 

Itu sebabnya Yesus mengatakan bahwa anak-anak kecil, empunya Kerajaan Sorga sebab anak-anak kecil pasrah kepada ayahnya sepenuh hati. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com