Minggu, 26 Agustus 2018

YESUS MENGECAM AHLI TAURAT










Sabtu, 25 Agustus 2018 

YEHEZKIEL 43:1-7a 
MAZMUR 85:9-14 
MATIUS 23:1-12 

Matius 23:1-2 
Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-muridNya, kataNya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. 

Injil Matius hari ini Yesus mengecam ahli Taurat dan orang Farisi yaitu mengenai: 

Pertama 
Membuat peraturan berlaku untuk orang lain sedangkan mereka sendiri tidak menuruti peraturan tersebut. 

Matius 23:4
Mereka mengikat beban2 berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. 

Kedua 
Motivasi pekerjaan pelayanan mereka untuk kemuliaan diri sendiri supaya dihormati dan dipuji orang lain. 

Matius 23:5-6
Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat 

Ketiga 
Mengungguli diri sendiri sebagai seorang Rabi atau seorang guru. 

Matius 23:7-8
mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi;  karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. 

Yesus menasehati mengenai: 

Pertama 
Matius 23:9
Janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. 
Kedua 
Matius 23:10
Janganlah pula kamu disebut pemimpin,
karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. 
Ketiga 
Matius 23:11-12
Barangsiapa terbesar di antara kamu,
hendaklah ia menjadi pelayanmu.
barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. 

Apa yang dapat kita petik dari kecaman dan nasehat Yesus kepada ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi yang notabone 
orang-orang yang sangat expert di bidang agama Yahudi ? 
Keadaan yang terjadi di jaman Yesus ternyata terulang kembali hingga di jaman kita saat ini ....

Lihat saja keadaan negeri kita, sangat heboh dengan tindakan menipulasi dan korupsi dilakukan oleh oknum pejabat saat ini dimana mereka dari golongan ahli di bidang politik dan pemerintahan yang menjadi sumber keributan dan kejahatan. 

Strategi mereka ternyata sama, yaitu : memutar-balikkan hukum demi kepentingan kelompok dan ini terjadi pada ahli2 Taurat dan orang2 Farisi. 

Untuk menutupi kebohongan dengan menekan orang lain dan mendakwa orang lain padahal diri sendiri jahat. 

Mungkin kita bisa berkata : itu terjadi di kalangan non rohani ! namun suatu peringatan bagi kita, jangan sampai hal tersebut sudah menjalar di bidang kerohanian. 

Jangan sampai, orang beriman katolik menerapkan standar kebohongan untuk 
menutupi motivasi pribadi demi kepentingan diri dan kelompok apalagi jika terjadi di lingkungan fungsional di gereja, semoga tidak terjadi, kita doakan. 

Yesaya menuliskan peringatan dari Allah : 
Yesaya 1:16-18
Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan2mu yang jahat dari depan mata-Ku, berhentilah berbuat jahat, 
belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim,  perjuangkanlah perkara janda-janda! 
 
Bukankah lebih baik kita : melakukan segala ketetapan Allah dengan setia dan tulus bertindak jujur apa adanya 
bersyukur atas segala yang diberikan Allah supaya kita tidak tergoda mengambil bagian orang lain ... 
Seperti nasehat dibawah ini: 
Mazmur 50:23 
Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku;
siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya. 

Semoga kita semakin dewasa rohani dan semakin setia kepada Allah dan semakin jujur di hadapan Allah. Amin. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com