Sabtu, 25 Agustus 2018

TELADAN ST. BARTOLOMEUS, RASUL










Jumat, 24 Agustus 2018 

WAHYU 21:9b-14 
MAZMUR 145:10-13,17-18 
YOHANES 1:45-51

Yohanes 1:47 
Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepadaNya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" 

Gereja Katolik memperingati hari ini sebagai Pesta St Bartolomeus, Rasul 
dan bacaan Injil Yohanes Injil hari ini mengenai Natanael diajak oleh Filipus untuk datang kepada Yesus. 
Yohanes 1:45
Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "kami telah  menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." 
Filipus mengatakan bahwa Yesus adalah nabi yang dijanjikan Allah di dalam kitab taurat, persisnya tercantum pada : 
Ulangan 18:18 
Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan 
mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya

Apa yang dikatakan Filipus kepada Natanael tidaklah tepat sebab Yesus lahir di Betlehem dan dibesarkan di Nazaret. 

Betlehem berada di wilayah Yudea 
Nazareth berada di wilayah Galilea 
( lihat peta : Palestina pada zaman Yesus, bagian belakang Alkitab ). 

Natanael ternyata juga memahami kitab Taurat yang disebut (=ditulis) oleh Musa dan kitab para nabi. 

Yohanes 1:46
kata Natanael kepadanya: "mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" 

Orang-orang Yahudi sejak dulu sampai sekarang menantikan datangnya Mesias, seperti dinubuatkan oleh nabi Mikha. 

Mikha 5:1 
tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak  purbakala, sejak dahulu kala. 
( baca juga Matius 2:4-5 ). 

Natanael itu siapa? 
Sebab dalam daftar para Rasul, tidak tercantum nama Natanael. 
Matius 10:2-4
Inilah nama kedua belas rasul itu:
Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. 

Dari Injil Yohanes 1:45, diduga Natanael yang diperkenalkan Filipus kepada Yesus itu adalah Bartolomeus diakui oleh Gereja Katolik sebagai SantoBartolomeus, Rasul yang hari ini kita peringati. 

Kita lihat disini, keraguan Natanael (=Bartolomeus) tentang munculnya 
seorang nabi dari Nazaret, tidak dijawab Filipus melainkan ia mengajak Natanael melihat siapa nabi, dimaksud tersebut. 

Yohanes 1:47a
kata Filipus kepada Natanael : 
"Mari dan lihatlah!"  

Memang jika ada orang yang meragukan siapakah Yesus, maka lebih baik kita mengajak orang tersebut kepada Yesus supaya ia alami sendiri perjumpaan dengan Yesus. 

Seperti dialami Natanael (=Bartolomeus), setelah berjumpa dengan Yesus, maka ia langsung mempercayai Yesus adalah Anak Allah. 

Yohanes 1:49
kata Natanael kepada Yesus:
"Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"
 
Timbul suatu pertanyaan, secepat itu Natanael (=Bartolomeus) percaya kepada Yesus adalah Anak Allah; apakah karena perkataan Yesus bahwa Ia telah melihat Natanael di bawah pohon ara? 

Yohanes 1:48
kata Natanael kepada-Nya: "bagaimana Engkau mengenal aku?" jawab Yesus kepadanya: "sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." 

Setiap orang mengalami perjumpaan dengan Tuhan, pasti hatinya terharu dan mengalami sukacita Ilahi sebab Tuhan menyapa dirinya dan telah mengetahui bahkan mengenal pribadinya yang terdalam sekalipun. 

Yohanes 1:47b
Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" 

Tuhan itu Maha Tahu, Maha segalanya dan tidak ada sesuatu yang tersembunyi di Mata Tuhan sebab IA tahu sampai kedalaman lubuk hati kita. 

Markus 4:22 
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. 

Daud melukiskan ke Maha-Tahuan Allah. 
Mazmur 139:7 
kemana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu,
kemana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
 

Hati Natanael tersentuh oleh sapaan Yesus yang mengatakan Ia tahu siapa dirinya sehingga Natanael segera mengakui Yesus, Anak Allah. 

Berbeda dengan Filipus, meskipun lebih dahulu menjadi murid Yesus tetapi hatinya belum terbuka sehingga ia masih menganggap Yesus adalah seorang nabi berdasarkan logika dan pemahaman taurat yang ia ketahui. 

Mendekati Tuhan, tidak akan sampai pada sentuhan hati terdalam bila hanya mengandalkan pada segala sesuatu pemikiran/intelektual sebab kemampuan kita terbatas dibandingkan dengan Tuhan serba MAHA di segala hal di dunia ini. 

Masih banyak orang yang bersikap seperti Filipus yang lamban menanggapi Tuhan yang menyapa dirinya karena masih bersikukuh pada keyakinan prinsip intelektualnya meski sudah sekian lama mengikuti Yesus dan menjadi murid-Nya. 

Sedangkan Natanael (=Bartolomeus) mempercayai Yesus adalah Tuhan setelah melihat dan mengalami perjumpaan dengan-Nya dan selanjutnya ia mau mendengarkan Yesus. 

Yohanes 1:50
Yesus menjawab, kata-Nya: "karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya?
Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." 

Perkataan Yesus kepada Natanael ini berlaku juga bagi kita bahwa Tuhan akan mencelikkan mata rohani kita jika mempercayai-Nya bahkan yang tidak terpikirkan oleh kita. 

Yohanes 1:51
lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia." 
Oleh sebab itu, lembutkan hati kita untuk mendengarkan perkataan Yesus meski berbeda dengan pemikiran menurut intelektual pikiran kita. 

Tidak semua peristiwa di dunia ini dapat dicerna dan dianalisa oleh pikiran kita sebab ada hal-hal diluar jangkauan pikiran dapat terjadi suatu peristiwa atas kehendak Tuhan. 

Tidak berarti bahwa mempercayai Tuhan itu tidak boleh memakai logika dan akal-budi kita; bukan begitu maksudnya. 

Mempercayai Tuhan hanya andalkan hati saja, akan membawa pada pemahaman berdasarkan perasaan belaka. 

Sebaliknya mempercayai Tuhan hanya mengandalkan pikiran saja, membawa 
kita pada pemahaman berdasarkan logika, akal-budi saja. 

Seharusnya kita mempercayai Tuhan berdasarkan akal-budi dan berdasarkan hati nurani kita sebagai kesatuan tidak terpisahkan. 

Filipus dan Natanael adalah salah satu contoh. 

Pertama
Bagaimana seseorang mempercayai Yesus bila sudah melihat dan mengalami perjumpamaan dengan Yesus, seperti Natanael. 

Kedua
bagaimana seseorang mempertahankan prinsip, pandangan, pengertian yang terpatri, tertanam dalam pikiran, akal budinya, diatas segalanya dan menyepelekan atau bahkan mengabaikan apa kata hati nuraninya. 

yang terpenting adalah :
hati dan pikiran kita harus terbuka supaya dapat menerima perkataan dan pernyataan Tuhan yang disampaikan langsung kepada kita maupun melalui perantaraan Pastor atau orang beriman lainnya yang dipakai Tuhan untuk disampaikan kepada kita. 

Semoga kita terus percaya kepada Yesus dengan mentaati segala yang dikatakan-Nya dan setia melakukan segala kehendak-Nya. 

Mazmur 145:18
Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com