Jumat, 31 Agustus 2018

BERJAGA-JAGALAH












Kamis, 30 Agustus 2018 

1 KORINTUS 1:1-9 
MAZMUR 145:2-7 
MATIUS 24:42-51 

Matius 24:42,44 
Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga. 

Ada.2 hal disampaikan Injil Matius hari ini, yaitu :
1. berjaga-jagalah
2. siap sedia  


A. BERJAGA-JAGALAH 

Matius 24:42 
Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. 

Setiap kata berakhiran huruf "lah" berarti suatu perintah, jadi bukan bersifat himbauan dan ini harus menjadi fokus perhatian sebab jikalau mengabaikannya akan berakibat fatal bagi diri kita. 

Kejadian 2:16-17 
Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." 

Setiap perintah yang Tuhan berikan biasanya spesifik dan mudah dimengerti, hanya saja kecenderungan manusia tidak serius menanggapinya. 

Matius 24:4a 
Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.  

Kita disuruh berjaga-jaga sebab akan ada pencuri memasuki rumah kita pada waktu malam. 

Malam disini menggambarkan suatu keadaan dimana biasanya kita sedang tidur, sedang tidak sadar. 

Bisa juga berarti kita pikir aman-aman saja sehingga kita lengah, seperti sering terjadi kecelakaan saat mengendarai mobil di jalan toll daripada di jalan tanjakan berbelok-belok melalui perbukitan. 

Begitu juga hidup ini, kita ambil contoh firman Tuhan yaitu supaya kita jangan menumpuk harta dunia karena banyak ngengat tetapi kita diperintahkan mengumpulkan harta di sorga. 

Matius 6:19-20 
Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 

Salah satu contoh mengumpulkan harta di sorga adalah kita mau memberi kepada sesama. 

Biasanya pemberian yang bisa diukur dan diuji adalah berupa materi uang karena menurut Matius 6:21, berkata dimana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 

Coba kita tanya pada hati nurani kita: berapa bagian dari berkat materi yang kita peroleh disisihkan buat berbagi kepada orang lain diluar keluarga kita. 

B. SIAP SEDIA 

Mengingatkan kita agar menyiapkan segala perlengkapan untuk mengusir pencuri yang berani mendatangi rumah kita. 

Apa saja perlengkapan itu?
baca dan renungkan perikop perlengkapan rohani Efesus 6:10-18a. 

MAKNA RENUNGAN HARI INI 

Kita tahu sepanjang hari ini akan ada banyak rintangan dan pencobaan yang akan menguji iman kita ; 
apakah kita sudah waspada dan siap sedia dan keluar sebagai pemenang? 

Kenakanlah seluruh perlengkapan rohani kita dan muliakan Tuhan di setiap perbuatan yang kita lakukan di sepanjang hari ini. 

Mazmur 145:2
setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Kamis, 30 Agustus 2018

BERSIKAP TEGAS









Rabu, 29 Agustus 2018 

YEREMIA 1:17-19 
MAZMUR 71:1-6,15,17 
MARKUS 6:17-29 

Markus 6:17 
Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. 

Bacaan Injil Markus hari ini mengenai sepak terjang Yohanes Pembaptis gagah berani memperjuangkan kebenaran dan memberitakan kedatangan Mesias kepada masyarakat Yahudi. 

Dalam menegakkan kebenaran, Yohanes Pembaptis tak segan-segan menegor raja Herodes mengawini isteri saudaranya yakni Filipus sehingga baik Herodes dan Herodias (isteri Filipus) mendendam dan 
mencari kesempatan untuk membunuh Yohanes Pembaptis. 

Markus 6:17-18 
Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes
dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias,
isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri karena Yohanes pernah menegor Herodes: "tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!", karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat

Hendaknya kita juga mencontoh sikap Yohanes Pembaptis yang tegas, berani, tanpa kompromi mengatakan kebenaran meski resikonya merenggut nyawa kita alias mati terbunuh. 

wow, membuat kecut, ciut nyali dan menggoncangkan iman, menghadapi tantangan berat seperti ini membuat orang beriman pikir-pikir dulu dan menyurutkan langkahnya untuk maju terus : memberitakan kabar sukacita Injil Kerajaan Sorga kepada orang lain dan memperjuangkan kebenaran Tuhan. 

Ibrani 12:3-4 
Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah

Orang lebih memilih mencari aman buat dirinya dan keberatan jika sampai harus menderita akibat menegakkan kebenaran dan keadilan serta memberitakan Injil kepada orang lain. 

Bacaan pertama dari kitab Yeremia, kita bisa ketahui bahwa Yeremia semula ragu-ragu diutus Allah, dengan mengatakan: 

Yeremia 1:6-8 
Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." maka aku menjawab: "Ah, Tuhan Allah! sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." tetapi Tuhan berfirman kepadaku: "janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau 
untuk melepaskan engkau, demikianlah firman Tuhan." 

Yeremia tidak ragu-ragu lagi setelah Tuhan berjanji akan menyertainya dan seterusnya kita bisa saksikan bagaimana Yeremia menjadi berani dan tegas melaksanakan tugas yang Tuhan perintahkan kepadanya. 

Yeremia 1:17 
Engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. janganlah gentar terhadap mereka agar jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka! 

Seharusnya kita juga tidak perlu takut memberitakan Injil dan kebenaran sebab kita tahu bahwa Tuhan menyertai kita melalui Roh-Nya, Roh Kudus memberikan kekuatan kepada kita dan memberikan hikmat Allah.  

Itu perlunya kita membaca dan hidup dalam kebenaran firman Tuhan supaya mengetahui dan mengenal apa yang dikatakan Tuhan secara tertulis yang dituangkan dalam kitab suci. 

Hal ini sangat berguna bagi kita untuk memberikan kekuatan dan mendorong semangat kita untuk terus menyampaikan kebenaran. 

Seringkali orang terjebak pada kompromi yang istilah kerennya dikatakan win-win solution padahal di dalam kitab suci tidak ada itu kompromi, ya katakan ya, tidak katakan tidak, harus tegas dong ! 

Matius 5:37 
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya,
jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.
apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat

Yohanes Pembaptis tak kenal kompromi meski yang dihadapinya adalah seorang raja atau penguasa wilayah saat itu. 

Kita perlu bersikap cerdik menghadapi sikap orang lain; mereka memiliki kuasa jabatan tertentu. 

Terhadap perbuatan dosa, tidak boleh kompromi dan harus tegas menolak segala bentuk dalih dan berbagai alasan. 

Akhir-akhir ini perbuatan dosa dianggap sebagai kesalahan semata-mata dan dikatakan itu bukan dosa padahal sangat jelas itu adalah dosa. 

Dosa adalah suatu perbuatan termasuk pikiran yang merancang untuk berbuat melanggar ketentuan dan kehendak Tuhan. 

Kesalahan adalah kelalaian menjalankan etika tertentu yang tidak berhubungan dengan kehendak Tuhan melainkan hanya melanggar peraturan yang ditetapkan manusia. 

Apa yang dilakukan raja Herodes, 
jelas-jelas suatu perbuatan dosa karena ia menikahi isteri Filipus dan juga termasuk suatu kesalahan pelanggaran etika. 

itu terlihat pada ayat 17 bagian akhir yang tertulis : peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah 
mengambilnya sebagai isteri.  

mengambilnya sebagai isteri dapat dikategorikan terjadi perselingkuhan 
antara Herodes dan Herodias, berarti Filipus masih hidup dan isterinya 
direbut oleh Herodes. 

Semoga kita tidak berlaku seperti raja Herodes dan juga tidak bersikap seperti Herodias yang tidak menolak dosa berzinah bahkan ia ikut merancang pembunuhan Yohanes Pembaptis. 

Markus 6:24-25 
Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "apa yang harus kuminta?" jawab Herodias : "kepala Yohanes Pembaptis!" maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" 

Hendaknya kita bersikap seperti Yohanes Pembaptis yang tegas tanpa kompromi terhadap perbuatan dosa dan ia berani tidak takut karena ia mengerti bahwa Tuhan menyertai dirinya. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Selasa, 28 Agustus 2018

JAGA SIKAPMU DARI KEMUNAFIKAN










Selasa, 28 Agustus 2018 

2 TESALONIKA 2:1-3a,13b-17 
MAZMUR 96:10-13 
MATIUS 23:23-26 

Matius 23:23 
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. 

Bacaan Injil hari ini tentang kecaman Yesus pada ahli Taurat dan orang Farisi yaitu mengenai hal sebagai berikut: 

HAL PERTAMA: TIDAK TULUS HATI 

Matius 23:23 
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. 

Yesus menegor ahli Taurat dan orang Farisi adalah orang-orang munafik yang berbuat kebaikan tidak dengan tulus hati, ada tujuan lain demi kepentingan sendiri. 

Sebaiknya, motivasi berbuat kebaikan harus didasarkan pada kerelaan dan ketulusan hati mau menolong orang lain tanpa mengharapkan imbalan ataupun pujian dari orang tersebut. 

Sikap mau berbagi pada sesama adalah suatu sikap kemurahan hati yang menjadi gaya hidup kita sehari-hari. 

Kita tidak akan bisa bersikap murah hati tanpa ada kerelaan dan ketulusan hati sebab apa gunanya kita berbuat kebaikan namun disisi lain kita juga berbuat hal-hal ketidak-adilan kepada orang lain. 

Apa gunanya banyak melayani kepada orang lain namun disisi lain kita kurang peduli kepada suami/istri dan anak kita. 

Segala sesuatu yang kita kerjakan, hendaknya mengandung hal-hal yang bersifat keadilan dan memiliki hati yang penuh belas kasihan serta tetap menjunjung tinggi kesetiaan.

Keadilan 

Yesaya 1:17 
Belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! 

Kesadaran bahwa kita tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain maka kita tidak akan bersikap semena-mena pada orang lain karena kita pernah ditolong orang lain ketika kita sedang ada masalah atau saat keadaan hidup kita sedang susah. 

Belas Kasihan 

Amsal 19:17 
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu. 

Kita tahu bahwa belas kasihan adalah sikap dasar yang seharusnya dimiliki setiap orang beriman untuk berbuat suatu kebaikan kepada orang lain. 

Kesetiaan 

Amsal 3:3 
Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu. 

Banyak orang beriman tersandung pada ketidak-setiaan yang disebabkan adanya benturan antara keinginan menyenangkan diri sendiri dengan keinginan mematuhi perintah dan kehendak Tuhan. 

HAL KEDUA 
TIDAK BERSIKAP JUJUR APA ADANYA 

Matius 23:24,26 
Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan. Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih

Dibagian ini, Yesus mengecam atas sikap ahli Taurat dan orang farisi yang memakai "topeng" atau tidak menunjukkan sikap yang sebenarnya tetapi "bersandiwara" semacam pencitraan diri. 

Janganlah kita bersikap berpura-pura sebab hal itu menjijikkan karena akan menimbulkan perselisihan dengan orang lain disekitarnya. 

Apakah kita yang mengaku umat beriman kepada Yesus tetapi sikap kita dalam melayani keluarga kita maupun melayani orang lain, tidak mencerminkan sikap rendah hati mau melayani seperti yang Yesus tunjukkan dalam pelayanannya. 

Rasul Paulus dalan suratnya kepada jemaat di Tesalonika menekankan bahwa pelayanan yang dia lakukan, bukan untuk mendapat pujian orang lain atau untuk kepentingan dirinya namun demi menyenangkan hati Allah. 

1 Tesalonika 2:3-4
Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. 

HAL KETIGA 
JANGAN BERSIKAP MUNAFIK 

Matius 23:25 
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan 

Orang munafik=orang yang perkataannya berbeda dengan perbuatannya atau berbeda dengan isi hatinya. 

kamu bersihkan sebelah luarnya 
supaya terlihat baik/benar oleh orang lain padahal dibalik penampilan luar yang baik terkandung maksud yang jahat atau ada kepentingan diri sendiri. 

Ciri-ciri orang munafik 
1) berambisi meraih kuasa/ jabatan 
2) pandai menyembunyikan tujuannya 
3) manis bertutur kata (=jaga image) 

Pada awalnya bergaul dengan orang munafik menyenangkan namun pada akhirnya terbongkar kedok sebenarnya menutupi tujuannya untuk kepentingan menguntungkan dirinya sendiri. 

Orang Farisi dan ahli Taurat paling lihai bersikap munafik dan Yesus tahu hal ini sehingga menghardik dan mengecam mereka dengan berkata : Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik.... 

Pwrbuatan kemunafikan mereka terlihat jelas padahal mereka adalah golongan orang beriman yang terkenal ahli tentang kitan Taurat. 

Matius 23:3 
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. 

MAKNA RENUNGAN HARI INI

Tuhan itu Maha tahu segalanya mengenai diri kita, oleh sebab itu : 

Hendaknya kita menjaga sikap dan perilaku kita dihadapan Tuhan dan segala hal kita kerjakan pada hari ini, lakukanlah dengan ketulusan untuk menyenangkan hati Tuhan. 

Kolose 3:17 
Segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Senin, 27 Agustus 2018

BANGKITKAN IMAN AGAR TERUS BERTUMBUH DAN KOKOH










Senin, 27 Agustus 2018 

2 TESALONIKA 1:1-5,11b-12 
MAZMUR 96:1-5
LUKAS 7:11-17

Lukas 7:12,14 
Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Yesus berkata: 
"Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" 

Injil Lukas hari ini mengisahkan tentang Yesus membangkitkan anak muda dari seorang janda yang mati di Naim. 

Yesus pernah membangkitkan Lazarus dari kematian (Yohanes 11:43-44). 
Selain Yesus, 
Rasul Petrus membangkitkan Tabita dari kematian (baca Kisah 9:36-41) dan juga Rasul Paulus membangkitkan Eutikhus dari kematian (baca Kisah 20:9-12). 

Peristiwa membangkitkan orang mati itu sangat menggemparkan sebab menurut nalar manusia, hal ini tidak mungkin. 

Kita tidak tahu, apakah di jaman sekarang ini bisa terjadi lagi mukjizat spektakuler membangkitkan orang mati? 

Bagaimana tanggapan kita umat beriman kepada Yesus Kristus tentang mukjizat membangkitkan orang mati menjadi hidup kembali? 

Disinilah peranan iman bekerja. 
Masih banyak orang beriman kristiani yang imannya tidak bertumbuh sehingga lebih mengandalkan kemampuan nalar manusia atau logikanya menanggapi peristiwa mukjizat. 

Belum lagi, kebiasaan mencurigai hal-hal rohani tidak mungkin terjadi tetapi aneh bin ajaib terhadap hal-hal duniawi yang spektakuler malah percaya, misalnya percaya kepada ramalan paranormal. 

Padahal iman itu sangat penting sebab akan mengantarkan kita menuju ke jalan keselamatan Tuhan agar kita sampai kepada kehidupan kekal di Sorga. 

Iman itu apa? 
Ibrani 11:1 
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. 

Kita percaya kepada Yesus meskipun kita belum pernah berjumpa langsung dengan Yesus tetapi kita mau percaya karena ada bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat melalui Firman Tuhan tertulis di Alkitab dan mendengar atau mengalami sendiri mukjizat dari Tuhan Yesus. 

Iman harus bertumbuh dan dibangkitkan agar iman kita hidup dan menghasilkan buah-buah roh (baca Galatia 5:22). 

Iman seringkali tergerus oleh persoalan yang menekan hidup seseorang sehingga dirinya menderita lahir dan batin. 

Apa yang dialami janda dalam bacaan Injil hari ini adalah contoh bagaimana ia mau tidak mau menerima kenyataan anaknya satu-satunya menjadi tumpuan hidupnya ternyata mati. 

Kita bisa maklum, janda ini menangis sedih karena ia harus hidup sendirian setelah anaknya mati. 

Lukas 7:13 
Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" 

Kita menangisi orang yang kita kasihi itu mati/meninggal dunia, sesungguhnya kita mengasihani diri kita sendiri yang merasa kehilangan. 

Begitu juga bila hidup kita menderita, artinya kita mengasihani diri kita yang kehilangan pengharapan untuk bisa hidup bahagia selama di dunia ini. 

Biasanya, banyak orang yang tidak bisa menerima kenyataan hidupnya yang tidak sesuai dengan yang diinginkannya dan cenderung menyalahkan orang lain yang tidak peduli kepada keadaan dirinya, bahkan tidak sedikit menyalahkan Tuhan. 

Marta menyalahkan Yesus, tidak segera datang menolong adiknya Lazarus sehingga akhirnya meninggal dunia. 

Yohanes 11:21 
Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. 

Seringkali kita bisa mengerti rencana dan jalan Tuhan; mengapa Tuhan tidak segera menolong padahal kita sudah berseru dan berdoa kepadaNya. 

Seperti janda ini, bisa saja ia bertanya kepada Tuhan; mengapa tega mengambil anaknya sehingga ia ditinggal sendirian. 

Ada Firman Tuhan yang mesti kita imani dan kita percayai bahwa rencana Tuhan untuk kebaikan kita. 

Yeremia 29:11 
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. 

Kita juga mesti yakin bahwa Tuhan akan mendengarkan jeritan minta tolong kita dan akan menjawab doa-doa kita. 

Yeremia 29:12-13 
Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepadaKu, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati. 

Sekali lagi kita diingatkan peranan iman itu teramat sangat penting dan berguna bagi kita agar supaya pengharapan kita kepada Tuhan tidak pupus alias hilang. 

Juga sekali lagi ditekankan bahwa kita harus menumbuhkan dan bangkitkan iman kita agar semakin kuat dan teguh menghadapi segala persoalan hidup. 

Caranya menumbuhkan iman adalah : 

Pertama 
Setiap hari berdoalah kepada Tuhan dan dengarkan Firman Tuhan 

Yudas 1:20 
Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. 

Roma 10:17 
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 

Penuhi pikiran kita dengan Firman Tuhan supaya kita beroleh pengetahuan tentang segala sesuatu yang Tuhan kehendaki agar kita mematuhinya. 

Roma 12:2 
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. 

Kedua 
Terimalah setiap peristiwa hidup yang kita alami tanpa komplain kepada Tuhan tetapi kita berserah kepadaNya 

Sirakh 2:4-5 
Segala-galanya yang menimpa dirimu terimalah saja, dan hendaklah sabar dalam segala perubahan kehinaanmu. Sebab emas diuji di dalam api, tetapi orang yang kepadanya Tuhan berkenan dalam kancah penghinaan. 

Matius 6:8b 
Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepadaNya

Ketiga 
Turutilah dan patuhilah Firman Tuhan dan berusahalah hidup di dalam kebenaran Firman Tuhan 

Yohanes 15:7 
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. 

Yakobus 2:22 
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. 

Keempat 
Hindari dan jauhkan diri dari dosa sebab sangat menghalangi pertumbuhan iman kita kepada Tuhan 

1 Yohanes 3:6 
Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia. 

Yesaya 59:1-2 
Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. 

Kelima 
Mintalah karunia iman kepada Tuhan agar iman semakin dikuatkan dan teguh 

Yakobus 1:5 
Apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —,maka hal itu akan diberikan kepadanya.

1 Korintus 12:9a 
Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman 

Semoga iman kita dibangkitkan dan terus bertumbuh menjadi kuat dan teguh agar supaya sanggup menghadapi segala tekanan persoalan hidup. 


Salam Kasih, 
Surya Darma