Kamis, 29 November 2018

KEDATANGAN ANAK MANUSIA












Kamis, 29 November 2018 

WAHYU 18:1-2,21-23; 19:1-3,9a  
MAZMUR 100:2-5 
LUKAS 21:20-28 

Lukas 21:27-28 
Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat. 

Injil Lukas hari ini mengenai tanda-tanda yang akan terjadi sebelum Yesus datang kembali. 

Sungguh tak mudah perjalanan hidup di dunia ini sebab setiap hari kita ini disibukkan oleh berbagai persoalan hidup yang harus segera diselesaikan yang merupakan bagian dari derita dan aniaya yang sedang kita alami. 

Segala bentuk penyangkalan diri sudah menjadi penderitaan yang harus kita tanggung, apalagi memikul salib dan berupa penganiayaan. 

Tiada kebahagian yang melebihi dari kebahagiaan hidup bersama Yesus. 
Kedatangan Yesus ke setiap pribadi merupakan Anugerah mulia karena kita dijemput untuk kembali ke rumah Bapa di Surga. 

Penderitaan dan penganiayaan yang kita alami selama hidup di dunia ini terbayar lunas dengan kebahagiaan kekal di rumah Bapa Surgawi. 

Seperti kata Rasul Paulus dalam kitab 2 Korintus 5:1-10 yang menjelaskan bahwa selama kita hidup didunia ini banyak keluhan atas derita yang kita alami sehingga kita rindu pulang ke tempat kediaman kita di Surga. 

2 Korintus 5:1-2 
Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.
Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini, 

Namun sebelum menginjak rumah di Surga maka kita terlebih dahulu harus mempertanggungjawabkan perbuatan kita selama hidup di dunia ini. 

2 Korintus 5:10 
Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. 

Kita mesti ingat selalu bahwa kedatangan Yesus kedua kali pasti terjadi supaya kita mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan menjaga sikap dan perbuatan kita. 

Tanda-tanda kedatangan semakin jelas dan Yesus sudah mengatakan bahwa akan terjadi deru peperangan, gejolak alam, laut bergelora, perubahaan akan terjadi pada matahari, bulan dan bintang (baca Lukas 21:24-26). 

Semoga permenungan hari ini semakin menyadarkan kita agar senantiasa menjaga perbuatan yang kita lakukan agar berkenan di mata Tuhan sekaligus menyenangkan hatiNya. 

Salam Kasih, 
Surya Darma 

Rabu, 28 November 2018

PENDERITAAN PENGANIAYAAN










Rabu, 28 November 2018 

WAHYU 15:1-4 
MAZMUR 98:1-3,7-9
LUKAS 21:12-19 

Lukas 21:17-19 
Kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu. 

Injil Lukas hari ini berbicara mengenai tanda tanda sebelum kedatangan Yesus. 

Lukas 21:12,16 
Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena namaKu. 
Kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh. 

Yesus meminta agar kita waspada dan tidak perlu takut menghadapi semua ini melainkan jadilah saksi Kristus. 

Lukas 21:13-14 
Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu

Jika kita menuruti dan melakukan apa yang dikatakan Yesus maka janjiNya akan tergenapi didalam diri kita (ayat 17-19). 

Dari uraian ayat-ayat ini sudah jelas apa yang harus dilakukan saat penganiayaan dan penderitaan terjadi. 

Secara manusiawi, ada perasaan ngeri dan gentar. Ingat saja ketika kerusuhan Mei 1998 bagaimana perasaan kita saat itu atau apa yang dilakukan ISIS yang memenggal kepala orang. 

Gerakan anti Kristus sudah terjadi dimana-mana dalam berbagai bentuk namun ada hal lebih menyedihkan yakni kita dimusuhi keluarga sendiri atau sanak-famili dan juga sahabat kita. 

Oleh karena Yesus telah mengalami penderitaan dan aniaya maka kitapun akan mengalaminya juga. 

1 Petrus 4:12-13 
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaanNya. 

Kita menjadi saksi Kristus adalah bagian dari tugas perutusan kita yang hendaklah kita kerjakan dengan bersukacita walau Sekalipun akan mengalami aniaya dan penderitaan. 

1 Petrus 4:14 
Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. 

Maka dari itu, 
Sikap dan perilaku kita menjadi tolok ukur sejauh mana menghayati kebenaran Allah dan melaksanakan perintahNya. 

Hanya melangkah bersama Yesus adalah jawaban dari semua masalah hidup, terlebih menghadapi penganiayaan. 

Ayo, kita segera mendekatkan dan melekatkan diri kepada Yesus yang merupakan sumber kasih yang memberikan kekuatan agar kita dapat menanggung segala penderitaan dan penganiayaan sampai kesudahannya kita beroleh keselamatan dan kehidupan abadi kekal selama-lamanya. 

Matius 10:22 
Kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Selasa, 27 November 2018

BAIT ALLAH AKAN DIRUNTUHKAN












Selasa, 27 November 2018 

WAHYU 14:14-20 
MAZMUR 96:10-13 
LUKAS 21:5-11 

Lukas 21:5-6 
Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: "Apa yang kamu lihat di situ — akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan. 

Injil Lukas hari ini memuat perikop Bait Allah akan diruntuhkan dan sebagian perikop tentang permulaan penderitaan.

Sekilas saya termenung membaca perkataan Yesus mengenai bangunan Bait Allah yang akan diruntuhkan. 

Sekarang ini di kota besar dapat kita saksikan bangunan gereja megah dan menghabiskan dana puluhan milyar bahkan di Pontianak, bangunan gerejanya tidak kalah megah dengan gereja yang ada di Jakarta. 

Namun ada juga bangunan gereja yang sudah tua dan tidak layak lagi dipakai tetapi berhubung dananya kurang maka terpaksa digunakan juga. 

Ternyata di dunia ini di segala bidang termasuk bangunan gereja, perbedaan antara yang megah dan yang apa adanya terlihat jelas. yah inilah dunia ... jurang pemisah selalu ada yang miskin dengan yang kaya. 

Membangun gedung gereja itu tidak perlu harus megah, yang sederhana saja dan ada AC sudah cukup. 
toch lebih baik dananya digunakan untuk keperluan membangun umat agar bertumbuh dan dapat berbuah. 

Bait Allah atau Gereja disini maksudnya tidak hanya berupa gedung/bangunan Gereja melainkan berbicara mengenai umat kristiani adalah Gereja. 

1 Korintus 3:16-17 
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu 

Apabila Bait Allah/Gereja diruntuhkan, apakah itu bangunan Gereja ataukah kesatuan umat beriman maka artinya terlepas dari Allah atau menjauh dari Allah; lehidupan kerohanian kita. 

Selanjutnya, mari kita simak, ayat 7: 
murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?"

dan kita dengar jawaban Yesus
ayat 8
Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat.Janganlah kamu mengikuti mereka. 

Rupanya Yesus mau menyampaikan bahwa Ia akan pergi meninggalkan murid-muridNya menuju Salib untu menyelesaikan tugasNya di dunia ini. 

Untuk kita yang hidup di jaman ini, perikop ini mengingatkan kita agar waspada dan mempersiapkan diri melalui tanda2 kedatangan Yesus kedua kalinya. 

Mazmur 96:13b 
Ia datang menghakimi dunia dengan keadilan dan bangsa-bangsa dengan kesetiaanNya. 

JADI 

Ketika gereja akan mengalami aniaya berupa penghancuran gedung gereja seperti yang terjadi di Tiongkok dan juga terjadi di negeri kita maka kita tidak perlu panik sebab hal itu merupakan tanda-tanda sebelum Yesus datang kedua kalinya. 

Memang ngeri membayangkan jika sudah tiba waktunya akan terjadi hal-hal seperti yang telah dikatakan Yesus dalam bacaan injil hari ini. 

Semoga kita segera sadar dan segera bersiap-siap menghadapi semua tanda-tanda yang sepertinya sudah mulai terjadi, seraya kita memohon penyertaan Roh Kudus agar kita dapat bertahan dan melewatinya. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


MEMBERI MENUNJUKKAN KEMURAHAN HATI










Senin, 26 November 2018 

WAHYU 14:1-5  
MAZMUR 24:1-6 
LUKAS 21:1-4 

Lukas 21:3 
Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. 

Injil Lukas hari ini mengenai persembahan dari orang-orang kaya dan persembahan dari seorang janda miskin. 

Janda miskin memberi persembahan uang tidak sebesar persembahan orang kaya namun ia memberi dari seluruh hasil nafkahnya yakni sebanyak dua peser. 

Mengapa Yesus mengatakan bahwa persembahan dari janda miskin lebih banyak dari persembahan orang-orang kaya padahal kenyataannya dari nominal uangnya maka orang-orang kaya justru memberi uang lebih banyak jumlahnya? 

Mari kita dengar alasan Yesus yaitu: 

Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya (Lukas 21:4). 

Ada dua hal yang Yesus tekankan: 
1) memberi dari kekurangan 
2) memberi seluruh nafkahnya 

Pada umumnya, kita mau memberi dari kelebihan dan bukan dari kekurangan bahkan kita cenderung merasa masih kurang, bukan merasa sudah kelebihan. 

Pertanyaannya adalah : 
Mengapa "memberi" terutama dalam hal memberi uang, menjadi hambatan besar bagi kebanyakan orang? 

Ada banyak alasan kenapa sulit untuk memberi padahal kita tahu Firman Tuhan menganjurkan, banyak memberi daripada banyak menerima ( Lukas 6:36, 38a). 

Salahsatu alasan seseorang sulit mau memberi adalah disebabkan mencintai dirinya sendiri selain beralasan merasa dirinya masih kekurangan sehingga ia tidak bisa memberi kepada orang lain. 

2 Timotius 3:2a 
Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. 

Kedua alasan ini adalah penyebab utama seseorang tidak mau memberi kepada orang lain atau dengan katalain ia bukan seorang yang murah hati padahal Tuhan menghendaki kita bermurah hati. 

Lukas 6:36 
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu murah hati 

Tuhan tahu; apakah kita memberi dengan setulus hati atau ada maksud tertentu untuk keuntungan diri sendiri. 
Jadi, orang murah hati adalah orang yang memberi dengan setulus hati. 

Itu sebabnya kenapa Yesus mengatakan bahwa ketika kita memberi sedekah maka hendaknya jangan sampai tangan kirimu tahu apa yang dilakukan tangan kananmu untuk menyatakan ketulusan hati ketika memberi sesuatu kepada orang lain. 

Matius 6:3-4 
Jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. 

Selanjutnya, 

Hal lain dapat kita pelajari dari sikap hati janda miskin memberi persembahan uang dengan sepenuh hati sedangkan orang kaya tidak sepenuh hati. 

Memberi dari seluruh nafkah dan bukan dari sebagian nafkah menunjukkan sikap hati yang dikehendaki Tuhan ketika kita memberi persembahan di Gereja. 

Tuhan tidak melihat seberapa banyak jumlah uang persembahan kita tetapi Tuhan melihat ketulusan hati kita menghargai Tuhan. 

Bukankah Tuhan yang memberkati kita sehingga kita mendapatkan rejeki untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. 

Memberi persembahan adalah salahsatu bentuk ungkapan syukur kita atas segala berkat yang kita terima dari Tuhan. 

Dengan demikian ketika kita memberi maka tidak bermaksud untuk keuntungan diri sendiri kecuali hanya ungkapan syukur atas segala kebaikan Tuhan yang senantiasa memberkati hidup kita. 

Orang yang suka memberi menunjukkan dirinya tidak serakah mengumpulkan uang dan harta dunia hanya untuk dirinya sendiri tetapi ia mau berbagi kepada orang lain. 

Maka dari itu kita mesti memiliki hati yang berbelas kasihan terhadap orang lain supaya kita bisa menjadi orang yang murah hati karena kerelaan hati memberi kepada orang lain. 

Yesaya 1:13a 
Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagiKu. 

Marius 12:7a 
Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan... 

Ketidak-tulusan hati ketika memberi persembahan disebabkan ada dosa yang menghalangi seseorang mau memberi dengan segenap hati. 

Habel memberi persembahan kepada Allah dengan segenap hati sedangkan Kain tidak segenap hati (Kejadian 4:3-12). 

Sekali lagi dinasehati dan jangan lupa bahwa memberi persembahan hendaklah setulus hati sebab Tuhan tahu semua motivasi dan tujuan kita ketika memberi. 

Mazmur 24:3-4 
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempatNya yang kudus?" "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 

Orang yang murni hatinya akan berbuat kebaikan dengan tangan yang bersih, artinya tidak mencari keuntungan sendiri. 

Semoga permenungan kita hari ini dengan belajar dari sikap janda miskin yang memberi segenap hatinya maka kita juga berbuat demikian yakni memberi segenap hati dan setulus hati. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Minggu, 25 November 2018

KEBANGKITAN ORANG MATI











Sabtu, 24 November 2018 

WAHYU 11:4-12
MAZMUR 144:1-2,9-10 
LUKAS 20:27-40

Lukas 20:27 
Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepadaNya 

Injil Lukas hari ini mengenai orang Saduki bertanya tentang kebangkitan kepada Yesus karena mereka tidak mengakui adanya kebangkitan. 

lalu apa jawaban Yesus, bwrikut ini: 

Lukas 20:34-36 
Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. 

Sungguh luar biasa keadaan orang yang dianggap layak mendapatkan kehidupan kekal. Siapakah orang itu ? 

Semoga kita semua memperoleh kehidupan kekal dan boleh menikmati Anugerah Allah. 

Namun sayangnya,
masih ada orang berpandangan seperti orang Saduki yang tidak percaya adanya kebangkitan orang mati dan memperoleh kehidupan lain yaitu kehidupan kekal. 

Oleh karena ketidak-percayaan akan adanya kehidupan kekal itulah maka mereka hanya mengejar kenikmatan hidup sekarang ini; yang penting saat ini hidupku senang, banyak harta, dan bergelimang hawa nafsu duniawi. 

Semakin kita mendalami firman Allah maka semakin terbuka mata rohani kita bahwa sesungguhnya kehidupan mana yang kita pilih : kehidupan di dunia ini ataukah kehidupan abadi di Sorga??? 

Kita harus memutuskan pilihan mana yang kita kehendaki sebab jika tidak maka kita menjalani hidup ini hanya bergulir saja kemana "angin bertiup" mengikuti suasana hati kita sedang bergejolak kearah mana. 

Padahal kita sebagai manusia sangat lemah untuk menolak tawaran kesenangan duniawi yang sangat menggoda dan menggiurkan. 

Jika kita tidak segera memutuskan mau memilih kehidupan kekal nanti maka kita akan terjebak dan terseret pada pola kehidupan dunia ini..

Kehidupan Kekal itu kita ketahui hanya dari pemberitaan firman Allah dan kita cenderung masih ragu dan bertanya-tanya benarkah, nyatakah, bahwa ada kehidupan kekal setelah kita meninggalkan dunia ini. 

Tentu saja iman kita berperanan untuk meyakinkan roh kita untuk mempercayai dan meyakini bahwa kehidupan kekal tersedia bagi kita jika berhasil menjalani kehidupan di dunia ini sesuai dengan kehendak Allah dan berkenan bagi Allah. 

Untuk itu kita perlu menumbuhkan iman kita agar sebesar biji sesawi agar mampu melakukan perbuatan2 yang dikehendaki Allah agar kita kerjakan sepanjang hidup di dunia ini. 

Pengertian dan pemahaman akan kebangkitan hidup menuju kepada kehidupan kekal adalah mutlak harus ditanamkan di pikiran dan menjadi rhema didalan hati kita, maka niscaya akan terwujud nanti setelah kita pergi meninggalkan dunia fana ini. 

Tidak ada jalan lain selain kita terus melekat pada bimbingan, tuntunan Roh Kudus yang mengarahkan hidup kita sesuai yang diteladani Yesus dan kita mau menurutinya dengan rela dan sadar karena kita mau menuju dan memperoleh kehidupan kekal. 

Semoga perbuatan dan sikap kita mencerminkan orang yang percaya pada kebangkitan yang memperoleh kehidupan kekal di Sorga nant... semoga kita terus bertahan sampai pada kesudahannya. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Sabtu, 24 November 2018

GEREJA, BUKAN TEMPAT BERJUALAN











Jumat, 23 November 2018 

WAHYU 10:8-11 
MAZMUR 119:14,24,72,103,111,131
LUKAS 19:45-48

Lukas 19:45-46 
Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kataNya kepada mereka: "Ada tertulis: RumahKu adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." 

Injil Lukas hari ini mengisahkan Yesus mengusir semua pedagang yang ada di Bait Allah dimana Yesus mengajar setiap hari disitu. 

Bagaimana keadaan Bait Allah atau gereja kita sekarang ini? 

Secara hurufiah yang tertulis pada ayat 45-46 bahwa tidak diperbolehkan pedagang berjualan di Bait Allah/ Gereja? 

Namun jika kita simak lebih detail maka ada penekanan yang mau disampaikan Yesus yaitu : Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun. 

Jadi yang dikatakan Yesus adalah mengusir pedagang yang menjadikan gereja sebagai sarang penyamun. 
Apa maksudnya? 

Menurut saya : bukan hanya ditujukan kepada pedagang saja melainkan suatu hal yang memperingatkan kepada siapa saja yang motivasinya ke gereja atau yang terlibat dalam kegiatan gereja bertujuan untuk kepentingan dirinya. 

Apakah itu kepentingan membangun relasi, atau mencari client bisnis, apalagi mau memperkaya diri dari aktifitasnya di gereja sebab tujuan kita ke gereja adalah untuk berdoa atau tujuan kita beraktifitas di gereja adalah untuk pelayanan. 

Ada saja orang menerapkan semboyan : sambil menyelam minum air yaitu sambil pergi ke misa atau sambil aktif kegiatan gereja maka ia menawarkan bisnisnya,  atau mencari popularitas, menambah jaringan kenalan prospektus usahanya, dan masih banyak motivasi lainnya. 

Yesus dengan tegas menolak "pedagang" atau motivasi orang bertindak seperti "pedagang" dan dikecam Yesus sebagai "penyamun" 

Yesus juga mengingatkan bahwa :
Rumah-Ku adalah rumah doa, artinya gereja adalah rumah doa. 

Ada tempatnya jika kita hendak berbisnis atau promosikan sesuatu untuk kepentingan diri sendiri tetapi jangan lakukan itu di gereja termasuk kegiatan pelayanan rohani  kategorial/seksi Paroki dan sebagainya. 

Rejeki itu sudah disediakan Tuhan jika kita mematuhi dan mentaati apa saja yang dilarangNya dan lakukan apa saja yang disuruhNya. 

Mari kita selidiki diri kita masing2 dan pertanggung-jawabkan ke hadapan Tuhan sebab DIA yang tahu semua motivasi kita berada di lingkungan rumahNya ; di gereja. 

Semoga pekerjaan apapu kita lakukan adalah bertujuan untuk kehidupan kita yang sejalan dengan kehendak Tuhan dan kita tidak mencampur-adukan urusan pekerjaan dunia dilibatkan di dalam gereja atau beraktifitas di gereja. 


Salam Kasih, 
Surya Darma