Minggu, 22 Desember 2019

KABAR SUKACITA (BAGIAN-3)


Sabtu, 21 Desember 2019

KIDUNG 2:8-14 
MAZMUR 33:2-3,11-12,20-21
LUKAS 1:39-45 

Lukas 1:44 
Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. 

Maria mengunjungi Elisabet, saudaranya untuk berbagi kabar sukacita dan ternyata mendatangkan sukacita bagi anak yang dikandung Elisabet. 

Darisini kita ketahui bahwa kabar sukacita yang kita bawa dan kita bagikan mendatangkan sukacita bagi orang lain. 

Kabar sukacita dari Allah berupa Firman Allah yang kita wartakan dan bagikan lewat perbuatan kasih sangat bermanfaat memberkati banyak orang. 

Di masa Adven ini, kita terima dengan gembira dan sukacita di dalam hidup kita kemudian kita bagikan kabar sukacita tentang Yesus Kristus lewat pewartaan dan perbuatan kasih kepada orang lain. 

Kabar sukacita tentang lahirnya Yesus sebagai manusia meski sesungguhnya IA adalah Allah untuk menyelamatkan kita manusia akibat dosa. 

Kabar sukacita akan kelahiran Yesus ini hendaknya kita intropeksi diri; apakah sudah menyiapkan diri menjelang kelahiran Yesus 2000 tahun lalu dan sekarang dimaknai sebagai kedatangan Yesus kedua-kalinya di dunia ini. 

Selain itu kita juga hendaknya bertindak seperti Maria, yang telah menerima kasih karunia Allah namun Maria mau bagikan kepada saudaranya, Elisabet. 

Kita yang telah menerima kasih karunia Allah hendaknya juga membagikan pada orang lain supaya merekapun mengalami kasih karunia Allah di dalam hidupnya. 

Berbagi disini, bukan hanya berupa uang, harta duniawi tetapi bagikan sukacita Ilahi dengan cara mengasihi sesama. 

Masih banyak orang yang tidak tahu ada kabar sukcita Ilahi tentang Yesus Kristus dan juga masih banyak umat kristiani yang saat ini hidupnya menjauh dari Allah karena tersesat oleh tawaran dunia yang memabokan dirinya. 

Berapa banyak umat kristiani yang tidak lagi berkumpul bersama di gereja dan di dalam persekutuan rohani karena fokus pada pengejaran harta dan kesenangan duniawi yang dikiranya dapat menjamin keselamatan dirinya. 

Orang-orang seperti ini keyakinan iman tentang kekekalan hidup di Sprga telah sirna dan tidak percaya lagi sebab yang mereka percaya sekarang ini adalah keselamatan di dunia ini saja. 

Tindakan Maria mengunjungi Elisabet mencerminkan kepedulian pada sesama yang hendaknya kitapun berbuat serupa agar kita juga peduli kepada sesama. 

Mulailah bagikan kabar sukacita Ilahi, kemudian dilanjutkan dengan berbuat kasih kepada sesama. 

Namun sebelumnya hendaklah berbenah diri sendiri terlebih dahulu; apakah sudah hidup dalam sukacita Ilahi sebelum kita bagikan kepada orang lain? 

Kita memberi kepada orang lain dari apa yang ada pada kita, bukan hanya uang tetapi dalam hal sukacita Ilahi juga. 

2 Korintus 8:12 
Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu. 

Sukacita Ilahi=Firman Allah=Kasih Allah 

Bagaimana kita bisa membawa kabar sukacita Ilahi bila kita belum menerima kabar sukacita Ilahi, demikian juga bagaimana kita membagikan sukacita Ilahi bila kita belum mengalaminya. 

Marilah kita sambut kelahiran Yesus yang sebentar lagi kita rayakan sebagai kabar sukacita Ilahi di dalam diri kita masing2. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Sabtu, 21 Desember 2019

KABAR SUKACITA (BAGIAN-2)


Jumat, 20 Desember 2019

YESAYA 7:10-14 
MAZMUR 24:1-6 
LUKAS 1:26-38 

Lukas 1:30-31 
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 

Bayangkan jika kita didatangi malaikat, selain terkejut, mungkin juga gemetar ketakutan sebab sejak kecil kita seringkali ditakut-takuti ada hantu gentayangan. 

Kemarin kita sudah membahas tentang Zakharia yang terkejut dan takut ketika malaikat mendatanginya. 

Lukas 1:11-12 
Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.  

Maria terkejut dan tidak takut ketika malaikat mendatanginya tetapi Maria bertanya dalam hati, apa maksud salam dari malaikat tersebut. 

Lukas 1:28-29 
Ketika malaikat Gabriel masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 

Zakharia dan Maria semula bersikap ragu-ragu apakah mungkin terjadi pada diri mereka ketika meresponi kabar sukacita dari malaikat Gabriel. 

Lukas 1:18 
Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." 

Lukas 1:34 
Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" 

Memang kabar sukacita untuk hal diluar logika kita, biasanya mencengangkan dan seringkali respon kita ragu-ragu, lalu kita bertanya: apa benar ini kenyataan dan apakah benar, mukjizat dari Tuhan? 

Lihat saja, ketika seorang pendoa berdoa dan menumpangkan tangan, kemudian yang didoakan mengalami mukjizat maka ada yang menanggapinya hal itu rekayasa karena tidak percaya. 

Anehnya bila mukjizat terjadi dilakukan oleh orang pinter/paranormal, banyak orang percaya. 

Fenomena ini akan terus berlanjut bila tidak bersandar pada kebenaran menurut Firman Tuhan !!! 

Mengapa demikian? 

Kebenaran dunia berdasarkan kebiasaan dilakukan banyak orang yang mengatakan bahwa itu benar maka diakuilah sebagai kebenaran yang berlaku turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikut. 

Kebenaran Tuhan berdasarkan Sabda Allah yang disampaikan secara lisan dan kemudian ditulis dalam kitabsuci. 

Begitu juga dalam hal kabar sukacita. 
Kabar sukacita dari dunia dan dari Allah sangat jauh perbedaannya. 

Kabar sukacita dari dunia, fokus pada hal-hal berasal dari dunia yang berhubungan dengan materi (=harta) dan kesenangan duniawi yang sementara dan cepat sekali berubah secara drastis. 

Kabar sukacita dari Allah, fokusnya pada hal-hal rohani yang berhubungan dengan kekekalan hidup. 

Maria dan Zakharia menerima kabar sukacita Allah melalui malaikat Gabriel berhubungan dengan hal rohani yaitu tentang keselamatan yang membawa kita kepada kekekalan hidup di Sorga. 

Dunia bisa menawarkan keselamatan tetapi keselamatan selama kita hidup di dunia namun setelah kita meninggalkan dunia ini, tidak dapat berikan keselamatan kekal di Sorga. 

Buktinya
Standar keselamatan termasuk standar sukacita di dunia ini berkaitan dengan kebutuhan tubuh jasmani dan jiwa saja yakni pikiran, perasaan, keinginan yang sangat bergantung pada berapa banyak memiliki harta dunia. 

Padahal tubuh dan jiwa kita akan hancur sebab tubuh kita berasal dari debu tanah dan yang bisa kita bawa adalah roh kita ketika meninggalkan dunia ini. 

Kejadian 3:19 
dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu. 

JADI 

Jelaslah bahwa keselamatan kekal hanya dapat kita terima dari Allah melalui Yesus Kristus dan inilah kabar sukacita dari Allah yang menyelamatkan kita sampai kepada hidup kekal di Sorga. 

Kabar sukacita yang Maria dengar dari malaikat Gabriel adalah kabar sukacita Ilahi tentang Yesus yang akan lahir lewat kandungan Maria. 

Meskipun secara logika, tidak mungkin terjadi pada diri Maria yang belum kawin tetapi mengandung Yesus lewat Roh Kudus. 

Lukas 1:34-35 
Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. 

Kita sudah membahas bahwa iman lebih berperanan daripada logika tetapi antara iman, logika, perbuatan saling bersinergi dan merupakan kesatuan untuk sampai kepada tujuan hidup kita. 

Apa yang tidak mungkin menurut logika, akan bisa terjadi bila iman kita percaya dan kita berbuat sesuai kehendak Allah. 

Lukas 1:37-38 
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. 

Memang terkadang mukjizat Tuhan bisa terjadi meski orang tersebut imannya masih labil bahkan tidak percaya namun tujuan Tuhan adalah supaya orang itu menjadi percaya setelah mengalami kasih Tuhan lewat mukjizat Tuhan. 

Oleh sebab itu, marilah kita menerima kabar sukacita dari Tuhan dalam segala hal bidang kehidupan ini sebab kita tahu bahwa: 

Roma 8:28 
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Jumat, 20 Desember 2019

KABAR SUKACITA (BAGIAN-1)


Kamis, 19 Desember 2019

HAKIM  13:2-7,24-25 
MAZMUR 71:3-6,16-17 
LUKAS 1:5-25 

Lukas 1:14 
Malaikat itu berkata kepada Zakharia: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. 

Zakharia terkejut menerima kabar dari Malaikat Gabriel bahwa isterinya, Elisabet akan melahirkan seorang anak laki-laki dan harus diberi nama Yohanes padahal isterinya sudah lanjut usia. 

Zakharia tidak menyangka doa isterinya dikabulkan Allah dan responnya tidak percaya hal itu terjadi pada dirinya. 

Lukas 1:18 
Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." 

Seringkali reaksi kitapun seperti Zakharia yang membatasi kemampuan Allah dapat berbuat apa saja dan dalam hal apa saja, misalnya kita berpikir Allah tidak turut campur kemacetan lalulintas. 

Suatu hari mobil saya terjebak macet dan hampir 2 jam lamanya, saya jadi gelisah sebab sisa waktu 1/2 jam lagi saya harus tiba di Persekutuan Doa di Bekasi yang mengundang saya bawakan renungan. 

Saya pasrah dan berdoa kepada Allah agar menolong saya meskipun pikiran saya mengatakan apakah mungkin bisa terjadi karena macet sekali dan hampir tidak bergerak samasekali. 

Logika dan iman berperang di dalam diri saya dan anda tahu yang menang adalah iman saya.... entah bagaimana 5 menit setelah saya berdoa, eh mulai terurai macetnya dan mobil-mobil bisa bergerak dan akhirnya 5 menit berikutnya lancar hingga sampai tepat pada waktunya. 

Puji Tuhan, saya mengucap syukur dan terimakasih kepada Tuhan. 

Namun dalam perjalanan pulang setelah selesai, pikiran saya menganalisa tentang kemacetan parah koq bisa dalam waktu 5 menit menjadi lancar. 

Disini ada suara di dalam diri saya bahwa kebetulan saja ada polisi yang mengatur sehingga tidak macet lagi. 

Bukankah kita sering meremehkan Allah yang telah menolong kita karena faktor kebetulan menurut pendapat logika kita. 

Zakharia tidak yakin isterinya hamil hanya lewat doa saja. Bayangkan mereka sudah lanjut usia, secara logika mana mungkin bisa mempunyai anak (=Lukas 1:18). 

Aneh ya kita manusia ini sering andalkan logika dan abaikan iman dalam menilai sesuatu hal terjadi di dalam hidup ini. 

Dari pengalaman saya tadi, saya temukan penyebab logika saya mengatakan hal itu karena faktor kebetulan ada polisi yang mengatur lalulintas sehingga tidak macet lagi, adalah tidak yakin Tuhan mau turut campur membereskan kemacetan. 

Seorang polisi tidak akan sanggup atasi kemacetan parah dalam waktu 5 menit saja menjadi lancar kembali. 

Oleh sebab itu sering kita dinasehati bahwa iman sangat berperanan dalam menyelesaikan sesuatu persoalan kita. 

Dalam hal sukacita saja sering kita masih meragukan apakah ini berasal dari Tuhan ataukah lebih percaya faktor kebetulan ada orang lain yang membantu kita. 

Banyak hal terjadi di kehidupan ini tidak bisa dianalisa hanya melalui logika saja dan hal ini mesti kita perhatikan bahwa lebih dominan iman yang menentukan hasil yang sesuai keinginan kita. 

Iman itu ibaratnya kompas yang tentukan arah mata angin yang harus diikuti kapal yang sedang berlayar di samudera agar tidak tersesat dari tujuan berlabuhnya. 

Iman kepada Yesus Kristus haruslah kita yakini sampai akhir hayat hidup kita dan jangan pernah meragukanNya walaupun situasi hidup kita sepertinya tidak ada jalan keluarnya menurut logika kita

Mazmur 71:3 
Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku. 

Karena iman adalah kompas maka kita harus bertindak seperti nahkoda kapal bergerak mengikuti petunjuk kompas. 

Tindakan atau perbuatan harus kita kerjakan sesuai dengan iman kita. 
Tidak bisa hanya beriman saja tetapi tidak melakukan perbuatan. 

Yakobus 2:22 
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. 

JADI 

Kabar sukacita terbesar dalam hidup kita adalah menerima kabar sukacita dengan percaya sepenuh hati bahwa hal itu akan terjadi di dalam hidup kita. 

Hari ini kita belajar dari pengalaman Zakharia yang semula tidak yakin akan kabar sukacita yang disampaikan oleh malaikat Gabriel dan semoga kita tidak mengulangi kesalahan Zakharia. 

Terimalah dan turutilah kabar sukacita yang disampaikan kepada kita dengan segenap hati dan pikiran kita. 

Kabar sukacita dapat kita terima setiap hari dari Firman Tuhan tertulis di Alkitab dan jangan pernah mengabaikanNya. 

Jangan tunggu kabar sukacita hanya dari Malaikat sebab kabar sukacita sekarang ini dapat melalui apa saja terutama yang sudah diberikan Tuhan adalah Alkitab yang memuat pesan Allah untuk kita. 

Pesan Allah di kitabsuci, beraneka ragam yang intinya adalah kabar sukacita bagi kita karena menuntun dan membawa kita kepada jalan menuju kehidupan kekal. 

Seperti halnya, 
Yohanes Pembaptis membawa pesan Allah agar masyarakat Yahudi bertobat dan juga Simson membawa pesan Allah untuk menyelamatkan bangsa Israel dari bangsa Filistin. 

Mereka tidak sekedar menyampaikan pesan Allah tetapi melakukan perbuatan nyata dengan segenap hati. 

Hakim 13:5,24 
Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin." Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan Tuhan memberkati dia. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Rabu, 18 Desember 2019

ALLAH MENYERTAI KITA (=IMANUEL)


Rabu, 18 Desember 2019

YEREMIA 23:5-8 
MAZMUR 72:2,12-13,18-19 
MATIUS 1:18-24 

Matius 1:23 
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita. 

Injil Matius menyoroti tanggapan Yusuf saat menerima kabar, Maria mengandung dari Roh Kudus. 

Yusuf terkejut mendengar kabar tersebut dan bermaksud menceraikan Maria, tunangannya. 

Matius 1:19 
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 

Uniknya adalah Malaikat menyampaikan pesan kepada Yusuf melalui mimpi dan Yusuf mempercayai mimpinya dengan melakukan sesuai dikatakan Malaikat. 

Kita lihat Allah menggunakan berbagai cara untuk menyampaikan pesannya yakni bisa melalui perantaraan Malaikat, atau bisa juga melalui mimpi. 

Tergantung bagaimana tanggapan kita, apakah percaya atau tidak yakin setelah menerima pesan berupa Sabda Allah yang kita dengar atau baca di Alkitab. 

Yusuf bisa saja tidak percaya pada mimpi tetapi disini peranan iman menentukan keputusan untuk percaya atau tidak percaya dan ternyata Yusus percaya. 

Berulangkali dibahas tentang bagaimana iman kita mesti terus bertumbuh menjadi iman yang kokoh supaya mampu hadapi segala hal yang terjadi di dalam hidup ini. 

Kita tidak tahu sesuatu akan terjadi sebab tiba-tiba masalah datang menimpa kita sedangkan kita pada umumnya tidak siap menanggulanginya. 

Berita atau kabar apapun yang didengar atau yang disampaikan orang lain dapat kita terima dengan tenang, tidak panik. 

Berita yang Yusuf hadapi datang tiba-tiba cukup berat sebab resikonya bisa dirajam bila ketahuan hamil sebelum menikah. 

Meskipun tidak ditulis secara detail tetapi jelaslah peranan iman yang membuat Yusuf percaya pada pesan Malaikat walau lewat mimpi. 

Semoga kita belajar dari Yusuf tentang bagaimana hadapi berita yang tiba-tiba datang di dalam hidup kita.

Kita mesti percaya kepada Tuhan Allah tanpa keraguan sedikitpun bila sungguh kita beriman yang teguh di dalam segala situasi atau keadaan hidup kita. 

Jangan hanya berita gembira membuat kita bersukacita tetapi ketika beritanya tidak mengenakan hati, lalu iman kita goyah bahkan tidak percaya lagi kepada Tuhan Allah. 

Seperti bangsa Israel, begitu ada masalah maka murtad kepada Allah dan imannya goyah tetapi sebaliknya saat dapat berita gembira, lalu mereka memuji Allah. 

JADI 

Hendaknya kita percaya Allah senantiasa menyertai kita (=Imanuel) sebab Allah mengasihi kita dan teguhkan iman kita selama-lamanya. 

Yesaya 43:4a 
Oleh karena engkau berharga di mataKu dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau 

Yesus datang ke dunia lewat rahim Maria dan sebentar lagi akan kita peringati hari kelahiran Yesus sebagai kabar sukacita bagi kita manusia dan bukan hanya untuk umat kristiani saja. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 



Selasa, 17 Desember 2019

BERHARAPLAH KEPADA YESUS


Selasa, 17 Desember 2019

KEJADIAN 49:2,8-10 
MAZMUR 72:1-4,7-8,17 
MATIUS 1:1-17 

Matius 1:17 
Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. 

Masa Adven ke-3 sudah tiba dan saatnya selama seminggu ini bagi kita bersukacita dalam pengharapan kedatangan Yesus. 

Adven ke-3 uni disebut minggu Gaudete atau minggu bersukacita dalam Tuhan. 

Filipi 4:4 
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! 

Mengapa kita bersukacita? 

Sebab penderitaan kita alami selama ini tidaklah sebanding dengan sukacita akan kedatangan Yesus di dalam hidup kita. 

Pengharapan akan kedatangan Yesus hendaknya terus menyala-nyala sebab tanpa pengharapan maka perjuangan kita mengatasi kesulitan hidup ini menjadi sia-sia belaka. 

Kedatangan Yesus saat ini bukan lagi seperti saat dua ribu tahun lalu tatkala Yesus lahir ke dunia di dalam palungan tetapi dimaknai sebagai kehadiran Yesus di dalam diri kita secara pribadi. 

Beban hidup seberat apapun di hadapan Yesus tidak ada artinya, sepanjang kita melepaskan dan menyerahkannya pada Yesus yang akan segera bertindak. 

Ibrani 12:1b 
Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita ... 

Beban terberat adalah dosa
Masalah hidup bisa diatasi tetapi dosa itu sangat sulit dilepaskan sebab seringkali keinginan berbuat dosa mengendalikan diri kita karena akibat mengumbar hawa nafsu kedagingan. 

1 Yohanes 3:3-4 
Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepadaNya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. 

Pengharapan terbesar di dalam hidup kita adalah hidup kekal di Sorga. 

Titus 3:7 
supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karuniaNya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita. 

JADI 

Marilah kita bergembira dan bersukacita dalam pengharapan akan  kedatangan Yesus yang sebentar lagi akan tiba. 

Persiapkan diri kita dengan melepaskan segala keterikatan akan dosa dan segera arahkan fokus hidup hanya pada Yesus. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


PERCAYALAH KEPADA YESUS


Senin, 16 Desember 2019

BILANGAN 24:2-7,15-17
MAZMUR 25:4-9 
MATIUS 21:23-27 

Matius 21:23 
Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepadaNya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepadaMu?" 

Imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi semestinya menjadi panutan dan teladan bagi masyarakat Yahudi karena mereka pakar agama Yahudi namun dengan congkak hati mempertanyakan darimana Yesus memperoleh kuasa yang pada dasarnya mereka menolak Yesus. 

Yesus saat itu terkenal dan diikuti oleh sebagian masyarakat Yahudi, ternyata mengusik pemuka agama Yahudi yang beranggapan itu ajaran sesat dan kuasa Yesus menyembuhkan berbagai penyakit, mengusir roh jahat, bahkan orang mati di hidup kembali dianggap menggunakan kuasa setan atau Iblis. 

Coba saja bayangkan misalnya sekarang ini tiba-tiba muncul seorang yang bisa berbuat seperti Yesus melakukan banyak mukjizat spektakuler dan memberitakan ajaran yang bertentangan dengan gereja dan bertolak-belakang dengan Injil, apakah orang itu akan dibiarkan saja dan tidak diintrograsi atau dipertanyakan siapa dirinya, dan darimana kuasanya? 

Yesus mengajarkan kepada kita tentang bagaimana membedakan ajaran dari nabi palsu yakni dari buah hasil pelayanannya, apakah membawa kita pada keselamatan abadi di Sorga ataukah keselamatan di dunia ini saja. 

Markus 13:21-23 
Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau: Lihat, Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan. Hati-hatilah kamu! Aku sudah terlebih dahulu mengatakan semuanya ini kepada kamu. 

Lihat saja buah pelayanan Yesus selama hidup di dunia ini dan jelas berbeda dari buah pelayanan pemuka agama Yahudi. 

Itu perbandingan bila Yesus ditempatkan sebagai manusia namun kenyataannya Yesus adalah Allah menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia sesuai dengan janji Allah setelah manusia Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. 

Mengakui Yesus adalah Allah memang tidak mudah sebab akalbudi manusia menganalisa berdasarkan yang dilihat dan yang diketahuinya. 

Tetapi iman dapat diandalkan mengatasi ketidak-mampuan akalbudi menganalisa untuk mempercayai Yesus adalah Allah. 

Yohanes 1:1-3 
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 

Oleh karena itu manusia harus tunbuhkan imannya agar semakin teguh dan kokoh melalui membaca, renungkan Firman Allah tertulis di kitabsuci supaya akalbudi diisi dengan pengetahuan Firman Allah. 

Setelah akalbudi mengenal dan mengerti pengetahuan Firman Allah maka imannya semakin percaya kepada Yesus adalah Allah menjadi manusia. 

Yohanes 1:10-11 
Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya, tetapi dunia tidak mengenalNya. Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. 

Lalu mengapa sikap imam-imam kepala, tua-tua Yahudi, termasuk orang-orang Farisi menolak Yesus adalah Mesias? 

Agama Yahudi saat itu sesungguhnya mengimani kitab Taurat, kitab para nabi, dan kitab Mazmur, seperti tercantum di Perjanjian Lama. 

Lukas 24:44-45 
Yesus berkata kepada mereka: "Inilah perkataanKu, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Yesus membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. 

Mereka tahu akan datang Mesias yang dijanjikan Allah di kitabsuci tetapi mereka menolak Yesus adalah Mesias padahal tanda-tandanya sangat jelas namun tetap saja mereka menolak Yesus. 

Kekerasan hati mereka disebabkan oleh keangkuhan hati mengandalkan logika atau akal budi mereka dan mengabaikan iman mereka sendiri. 

Di jaman sekarang ini juga banyak yang masih mengandalkan akal budi sebagai pedoman hidupnya daripada berpegang pada imannya karena pada umumnya imannya tidak bertumbuh. 

Bukan mau menghakimi tetapi kenyataan bahwa banyak umat kristiani tak peduli pada pertumbuhan imannya. 

Iman tidak bisa bertumbuh karena tidak diberi makanan rohani berupa Firman Allah tertulis di kitabsuci dan jarang atau bahkan tidak berdoa setiap hari. 

Dengan bersaat teduh dalam doa berarti roh kita ber-relasi dengan Roh Allah dan dari keintiman relasi ini, roh kita bisa masuk dalam Hadirat Allah dan diberi Anugerah dapat mendengar pesan Allah. 

Tidak heran iman percaya kepada Yesus akan tergerus hingga akhirnya imannya kepada Yesus akan luntur alias tidak lagi percaya kepada Yesus. 

Sebab pikiran dan hatinya dibelokkan oleh prinsip kebenaran dunia dan oleh tawaran dunia yang menina-bobokan keinginan nafsu kedagingan dirinya. 

Karena tidak membaca Firman Allah di kitabsuci maka tidak tahu bahwa telah dikatakan semua yang ada di dunia ini akan menjauhkan relasi kita dengan Allah Bapa di Sorga. 

1 Yohanes 2:15 
Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 

Sadarilah wahai saudara/i dalam Yesus Kristus bahwa hendaknya kita fokus pada hal rohani yang sejalan dengan kehendak Allah agar kita hidup dalam dekapan Allah untuk selama-lamanya sebab dunia akan segera berakhir yang telah terbukti sudah banyak mencelakakan orang mengalami kematian kekal di api neraka. 

1 Yohanes 2:17 
Dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. 

Tidak ada jalan lain kecuali percayalah kepada Yesus Kristus sebab DIA-lah yang menebus segala dosa dan menyediakan rumah di Sorga bagi setia orang percaya kepadaNya dan menjalani hidup di dalam Kebenaran Allah. 

Yohanes 14:1-2 
Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 

Yohanes 14:6 
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 

Orang yang mau mendengarkan Allah akan hidup menurut Kebenaran Allah. 

Mazmur 25:4-5 
Beritahukanlah jalan-jalanMu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaranMu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. 


Salam Kasih, 
Surya Darma