Rabu, 31 Juli 2019

PERUMPAMAAN TENTANG HARTA TERPENDAM DAN MUTIARA BERHARGA


Rabu, 31 Juli 2019

KELUARAN 34:29-35
MAZMUR 99:5-9 
MATIUS 13:44-46

Bacaan Injil Matius masih tentang hal Kerajaan Sorga dan hari ini melalui dua perumpamaan, yakni: 

Pertama 
Seseorang menemukan harta terpendam di ladang dan membeli ladang dengan menjual seluruh miliknya 

Matius 13:44 
Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. 

Kedua 
Seorang pedagang menemukan mutiara yang indah dan membeli mutiara dengan menjual seluruh miliknya 

Matius 13:45-46 
Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu. 

Kedua perumpamaan ini menekankan adanya usaha mencari dan menemukan sesuatu yang berharga, lalu membelinya dengan cara menjual seluruh miliknya. 

Sesuatu yang berharga tersebut pasti lebih berharga dari seluruh miliknya. 

Pertanyaannya
Sebutkan sesuatu yang berharga dari yang anda miliki saat ini? 

Setiap orang berbeda-beda sesuatu yang berharga yang dimilikinya; ada orang yang menempatkan uang dan harta adalah yang berharga dalam hidupnya. 

Yang lain adalah yang mengatakan anak atau orangtua adalah yang berharga. 
Ada lagi yang mengatakan nama baik atau reputasi dan karier/bisnisnya adalah yang berharga dalam hidupnya. 

Tidak heran bila setiap orang mengejar sesuatu berharga bagi dirinya untuk dimilikinya dengan segala upaya keras segala kemampuannya. 

Tidak heran ada berbagai benturan dan kendala yang menghambat untuk segera memiliki sesuatu yang berharga baginya. 

Apalagi urusan duit/harta dunia, ada yang sampai berbuat jahat untuk memilikinya. 

1 Timotius 6:10 
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. 

Ada yang demi mendapatkan reputasi atau nama baik; ia rela mengurbankan kepentingan keluarga atau mengabaikan kerohaniannya demi tercapai ambisinya. 

Sesuatu yang berharga yang berasal dari dunia ini adalah sementara sebab hal ini menyangkut pemenuhan kebutuhan tubuh dan jiwa, yang akan hilang ketika tiba saatnya meninggalkan dunia ini. 

Banyak orang tahu akan kebenaran ini tetapi sayangnya mereka tidak peduli dan tetap saja mengejar sesuatu berharga dari dunia ini. 

Yesus menasehati bahwa ada yang lebih berharga dari segala sesuatu berharga dari dunia ini dengan menggunakan perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara berharga. 

Apa maksudnya? 

Harta terpendam dan mutiara berharga yang dimaksud Yesus dapat kita artikan adalah sesuatu berharga yang sifatnya kekal dan bukan sementara yakni hidup kekal di Sorga. 

Darimana kita tahu harta terpendam dan mutiara berharga itu adalah mengenai kekekalan hidup di Sorga? 

Yohanes 14:2 
Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 

Selama kita masih hidup di dunia ini, sesuatu paling berharga adalah berasal dari Tuhan yakni damai sejahtera Ilahi

Yohanes 14:27 
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. 

Realitanya banyak orang memprioritaskan segala sesuatu dari dunia ini adalah yang paling berharga dalam hidupnya bahkan ada yang mau hidup di dunia ini selama mungkin dengan konsumsi obat kuat. 

Mereka takut meninggalkan dunia ini yang telah menyenangkan dirinya sekian puluh tahun dan mereka tidak yakin meski tahu bahwa hidup kekal di Sorga adalah yang paling berharga dari segala sesuatu yang berharga di dunia ini. 

Bagaimana dengan anda? 

Setelah mendengar perumpamaan yang Yesus katakan pada hari ini, apakah anda mengamini dan melakukannya dengan menjual yang anda miliki. 

Matius 13:43b 
Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Selasa, 30 Juli 2019

PERUMPAMAAN LALANG DAN GANDUM (BAGIAN-2)


Selasa, 30 Juli 2019

KELUARAN 33:7-11,34:5-9,28 
MAZMUR 103:6-13
MATIUS 13:36-43

Bacaan Injil Matius hari ini melanjutkan tentang perumpamaan lalang dan gandung dimana murid-murid Yesus bertanya apa maksud perumpamaan ini. 

Matius 13:37-39 
Orang yang menaburkan benih baik = Anak Manusia 
Ladang = dunia. 
Benih yang baik = anak-anak Kerajaan 
Lalang = anak-anak si jahat 
Musuh menaburkan benih lalang = Iblis 
Waktu menuai = akhir zaman 
Penuai = malaikat 

Dari penjelasan Yesus maka kita mengerti sekarang bahwa akibat yang ditanggung orang yang berbuat jahat dan tidak mau bertobat sampai akhir zaman maka orang ini akan dicampakkan ke dapur api. 

Matius 13:41-42 
Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikatNya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam KerajaanNya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 

Sedangkan orang baik yang bertahan sampai akhir zaman akan masuk ke dalam Kerajaan Bapa. 

Matius 13:43 
Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! 

Bagi umat kristiani yang tidak mau baca Firman Tuhan tertulis di Alkitab terlihat jelas akan mempertanyakan mengapa Tuhan membiarkan orang jahat berbuat kejahatan merugikan orang baik. 

Padahal Yesus sudah jelaskan bahwa biarkan orang jahat dan orang baik hidup berdampingan sampai akhir zaman. 

Matius 13:28-30 
Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? 
Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku. 

Bukankah sangat jelas Yesus katakan bahwa orang jahat akan masuk ke dapur api atau istilah umum adalah api neraka. 

Sampai akhir zaman, orang jahat dikasih kesempatan untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan untuk berbuat baik sesuai dengan kehendak dan perintah Tuhan. 

Orang baikpun dikasih kesempatan untuk mempertahankan perbuatan baik sesuai dengan kehendak dan perintah Tuhan. 

Jadi perbuatan kita diperhitungkan; apakah masuk dapur api neraka ataukah masuk ke dalam Kerajaan Bapa di Sorga. 

Ada sebagian umat kristiani meyakini bahwa setiap orang percaya pada Yesus atau beriman kepada Yesus pasti masuk Sorga, benarkah demikian? 

Mari kita simak Firman Tuhan berikut ini: 
Yakobus 2:24 
Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. 

Terapi mereka berpendapat lain sebab mengartikan Firman Tuhan lainnya atas dasar pengertian sendiri. 

Yohanes 3:16 
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 

Efesus 2:8 
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah 

Memang kita beroleh Anugerah Tuhan ditebus oleh Yesus dan diselamatkan dari alam maut atas dosa-dosa kita pada saat kita mengaku percaya kepada Yesus yang ditandai  pembaptisan dalam nama Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus (=Tritunggal Allah Maha Kudus). 

Artinya dosa-dosa kita lakukan sebelum dibaptis diampuni dan kita dijanjikan akan beroleh hidup yang kekal di Sorga. 

Setelah dibaptis, kita hendaknya lakukan perbuatan baik seraya kita menjaga diri tidak berbuat dosa supaya janji Tuhan tergenapi ketika kita meninggalkan dunia ini (=akhir zaman setiap orang). 

Kita berbuat baik sebagai ungkapan syukur dan terimakasih atas Anugerah Tuhan yang telah menyelamatkan kita. 

Jadi kita beroleh keselamatan memang bukan hasil usaha kita tetapi beroleh Anugerah Tuhan (Efesus 2:8) namun tidak berarti kita pasti masuk Sorga sebab Tuhan juga menghendaki kita berbuat baik sesuai kehendak dan perintahNya yakni kasihilah Tuhan dan kasihilah sesama manusia. 

Kita beriman kepada Yesus Kristus berarti kita mengikuti teladan Yesus yang penuh dengan kasih maka wujud nyata kasih kita melalui: pikiran, perkataan, dan perbuatan. 

Filipi 2:5 
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus 

Sejak jaman Perjanjian Lama, Tuhan Allah menghendaki setiap orang berbuat kasih. 

Mikha 6:8 
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" 

Adalah aneh, jika meyakini dengan iman saja maka pasti masuk Sorga tanpa memperhitungkan perbuatan. 

Perumpamaan lalang dan gandum telah memperlihatkan ketegasan Tuhan Allah memisahkan perbuatan baik dan jahat pada akhir zaman. 

Hal ini menunjukkan selain iman maka kita juga menanggung perbuatan kita di hadapan Tuhan. 

Sangat disayangkan bila sudah baca Firman Tuhan tetapi tidak mengakuinya sebagai kebenaran karena bersandar pada pengertian sendiri. 

Bacalah dan renungkan Firman Tuhan secara menyeluruh dan bukan per bagian supaya menemukan makna terdalam dari kebenaran Tuhan sesungguhnya. 

Sesuatu dinilai baik dan buruk, atau orang jahat dan orang baik dinilai berdasarkan kebenaran Tuhan. 

Kita bisa melihat apakah seseorang hidup sesuai kebenaran dan perintah Tuhan melalui perkataan dan perbuatannya sebagai wujud nyata dari apa yang dipikirnya. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


BERBUATLAH MULAI HAL KECIL


Senin, 29 Juli 2019

KELUARAN 32:15-24,30-34 
MAZMUR 106:19-23
MATIUS 13:31-35

Matius 13:35 
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulutKu mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan." 

Perumpamaan sering digunakan Yesus untuk menjelaskan tentang Injil Kerajaan Sorga kepada masyarakat Yahudi agar mereka mengerti dan menjalani hidup sesuai dengan Kebenaran Allah. 

Yesus menjelaskan Kerajaan Sorga dengan meggunakan perumpumpaan: 

1. Biji sesawi tumbuh menjadi pohon 

Matius 13:32 
Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya. 

2. Ragi diaduk dalam tepung terigu 

Matius 13:33 
Yesus menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." 

Kedua perumpamaan ini mengisahkan tantang biji sesawi yang kecil bahkan terkecil namun mampu bertumbuh sampai bisa menjadi pohon, begitu juga ragi yang kecil diaduk dalam tepung terigu dapat mengembang (=khamir). 

Apa makna perumpamaan ini?

Jelas sekali bahwa segala sesuatu yang kecil bila dikerjakan sungguh-sungguh akan menghasilkan hal yang besar. 

Bila biji sesawi dan ragi melalui proses alam menumbuhkan/mengembangkan maka suatu perbuatan bila didasarkan Firman Tuhan maka mendatangkan suatu kebaikan bagi banyak orang. 

Ketiga Injil mengisahkan Yesus memulai pelayanan dari sebuah tempat di daerah Galilea mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga. 

Matius 4:12,17 
Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" 

Markus 1:14-15  
Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kataNya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" 

Lukas 4:14-15 
Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. 

Dan mulai dari 12 murid yang dipilih dan diutus Yesus memberitakan Injil tetapi lihatlah hasil dari pemberitaan Injil hingga saat ini ratusan juta orang percaya pada pemberitaan Injil Kerajaan Sorga dan mengikuti Yesus; beriman kepadaNya. 

Tuhan Allah yang menggerakkan alam untuk menumbuhkan dan demikian juga Tuhan Allah mencurahkan KuasaNya menggerakkan Firman/Sabda Tuhan yang tertulis di kitabsuci/Alkitab. 

Jadi segala sesuatu yang kita kerjakan atau kita lakukan berdasarkan Firman Tuhan akan menggerakkan Kuasa Tuhan dan mendatangkan kebaikan bagi kita. 

Roma 8:28 
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 

Orang yang mau bersandar pada Tuhan Allah adalah orang yang mau percaya dan mau menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan Allah. 

Artinya ia mau hidup sesuai dengan rencana Tuhan Allah yang sejak semula dibentuk/dijadikan manusia menurut gambar Allah. 

Kejadian 1:27 
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka. 

Kita umat kristiani hendaknya hidup di dalam rencana Allah dan mau berbuat kebaikan bagi banyak orang. 

Namun sebelum itu, hendaknya berbuat kebaikan mulai dari keluarga; kita jaga harmonisasi di dalam keluarga agar tiap anggota keluarga saling mengerti dan saling memgasihi. 

Masih banyak terjadi keretakan hubungan antar anggota keluarga karena kesulitan membangun komunikasi dan tidak bisa mengendalikan ego masing-masing. 

Bila hal kecil dari dalam keluarga tidak bisa diatasi maka bagaimana mungkin hal besar mampu ditangani dengan baik. 

Banyak orang mau melakukan hal besar tetapi mengabaikan hal kecil. 

Apalagi menyangkut hal pelayanan atau pewartaan Injil dimana Tuhan tidak akan menugaskan hal besar bila kita tidak mampu mengurusi hal kecil. 

Lukas 16:10 
Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. 

Masalah didalam keluarga adalah salahsatu perkara/hal kecil sebab ada hal besar yakni tentang keselamatan sebab akan membawa kita kehidupan kekal di Sorga. 

Selain hal keselamatan maka semuanya itu adalah hal /perkara kecil termasuk masalah uang dan kebutuhan hidup kita selama di dalam dunia ini. 

Itu sebabnya Yesus katakan: 
Matius 6:33 
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 

Carilah Kerajaan Allah dan kebenarannya akan membawa kita kepada kehidupan kekal di Sorga sedangkan hal lainnya akan ditambahkan atau dicukupkan segala kebutuhan hidup kita. 

Jadi jelaslah makna perumpamaan yang Yesus katakan mencelikkan mata rohani kita agar dapat memutuskan perkara/hal apa yang terpenting di dalam hidup ini. 

Untuk mencapai perkara/hal terpenting maka mulailah dari perkara kecil yang hendaknya kita mampu mengatasinya dan selanjutnya kita semakin mampu menangani perkara-perkara yang lebih besar dari yang sudah berhasil kita atasi. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Sabtu, 27 Juli 2019

PERUMPAMAAN LALANG DAN GANDUM (BAGIAN-1)


Sabtu, 27 Juli 2019

KELUARAN 24:3-8 
MAZMUR 50:1-2,5-6,14-15 
MATIUS 13:24-30 

Matius 13:24-25 
Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kataNya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. 

Sering kita mendengar perkataan orang yang mempertanyakan Tuhan: mengapa orang jahat tidak dimatikan saja supaya keadaan dunia ini aman dan orang baik bisa menikmati hidup sejahtera di dunia. 

Matius 13:27-28 
Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? 
Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? 

Bacaan Injil hari ini adalah jawaban atas pertanyaan orang tersebut bahwa atas seijin Tuhan maka orang jahat dan orang baik hidup berdampingan. 

Matius 13:29-30a 
Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. 

Mengapa lalang dan gandum dibiarkan tumbuh bersama-sama? 

Matius 13:30b 
Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku. 

Ternyata lalang akan dicabut dan dibakar pada saat penuai sedangkan gandum akan disimpan di dalam lumbung. 

Lalang     = hal-hal jahat atau kejahatan 
Gandum  = hal-hal baik atau kebaikan 
Tuan        = Tuhan Allah 
Penuai     = Malaikat 
Menuai    = hari terakhir / kiamat 
Lumbung = Sorga 

Artinya kejahatan akan tetap ada selama dunia ini masih ada, demikian pula akan tetap ada kebaikan. 

Namun pada hari terakhir dunia maka orang berbuat kejahatan akan dibakar dalam api neraka sedang orang berbuat baik akan berada di dalam Surga. 

Pertanyaannya
Mengapa semakin banyak orang berbuat jahat dan semakin sedikit orang berbuat baik? Apa penyebabnya? 

Secara kasat mata bisa kita lihat gimana banyak orang setiap hari sibuk mencari uang dan mengumpulkan harta dunia. 

Tidak semua yang mencari uang dapat mengumpulkan harta dunia untuk dapat membiayai kebutuhan hidup di hari-hari mendatang atau masa depan. 

Akibatnya, banyak orang stress, depresi, putus-asa, akhirnya bunuh diri tetapi ada juga yang tidak bisa menerima keadaan hidup serba kekurangan dengan nekad berbuat kejahatan. 

Seharusnya mereka intropeksi diri dan perbaiki kemampuan diri serta benahi sifat yang tidak baik yang menghambat mendapatkan penghasilan (=uang). 

Ora et labora = berdoa dan bekerja 
Bekerjalah segenap kemampuan diri seraya memohon kepada Tuhan berikan hikmat dan kekuatan untuk memperoleh hasil kerja yang maksimal. 

Kejujuran salahsatu faktor penting selain bekerja keras segenap hati. 

Amsal 16:17 
Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya. 

Amsal 22:1 
Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. 

Akan tetapi tidak semua orang berbuat jahat karena desakan/tekanan ekonomi hidup kekurangan namun banyak juga justru hidupnya serba ada menginginkan uang/harta lebih banyak lagi/berlimpah. 
Masih ingat kisah tentang orang kaya menimbun gandum (Lukas 12:16-21). 

1 Timotius 6:10 
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. 

Alasan lain kenapa Yesus katakan
Biarkanlah lalang dan gandum tumbuh bersama sampai waktu menuai 

Supaya orang baik peduli kepada orang jahat dengan menasehati dan menolong orang jahat berbalik dari kejahatannya dan berbuat baik. 

1 Tesalonika 5:14 
Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang. 

Jangan sampai orang baik membalas dendam kepada orang jahat dengan cara membalas berbuat jahat kepada mereka. 

Roma 12:21 
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! 

Semoga sekarang kita mengerti kenapa lalang dan gandum atau orang jahat dan orang baik ada di dunia ini setelah tahu bahwa Tuhan menghendaki kita saling menasehati, saling memaafkan, saling tolong menolong dan saling mengasihi. 

Keputusan di tangan kita masing-masing; apakah tetap tidak bergeming menjadi lalang ataukah menjaga diri tetap sebagai gandum sampai hari terakhir hidup di dunia ini. 


Salam Kasih, 
Surya Darma