Sabtu, 29 Juni 2019

MEMPERINGATI HARI RAYA ST PETRUS DAN ST PAULUS, RASUL


Sabtu, 29 Juni 2019

KISAH 12:1-11 
MAZMUR 34:2-9 
MATIUS 16:13-19 

Hari ini diperingati sebagai hari raya Santo Petrus dan Santo Paulus dan bacaan Injil Matius hari ini mengenai perikop pengakuan Petrus. 


Yesus bertanya kepada para murid tentang siapakah diriNya. 
Matius 16:13-14 
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" 

Berbagai macam jawaban para murid dan hanya Petrus menjawab dengan tepat bahwa Yesus adalah Mesias. 

Matius 16:16 
Jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"kata Yesus kepadanya: "berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. 

Kemudian Yesus menugaskan Petrus untuk meneruskan KaryaNya dan diberikan tanggung-jawab memimpin gereja Tuhan di bumi ini dan sampai sekarang ini gereja Katolik tetap kokoh berdiri di Vatican. 

Sungguh besar kuasa yang diberikan kepada Petrus, dimana dikatakan bahwa apa saja yang diikat di dunia maka akan terikat di sorga, dan apa saja dilepaskan di dunia maka akan terlepas di sorga. 

Matius 16:18-19 
Akupun berkata kepadamu: engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tak akan menguasainya. kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. 

Kita bisa saksikan sepak-terjang Petrus yang begitu berani mewartakan Injil di kitab para rasul, salah satu diantaranya yakni ketika ia ditangkap dan di penjara oleh raja Herodes tetapi diselamatkan oleh Malaikat (baca Kisah 12:1-11). 

Kisah 12:7,11 
Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: "Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi. 

Bagaimana dengan Paulus? 

Dari kisah para rasul dapat kita ketahui penginjilan dilakukan Paulus menggebu-gebu lewat misi perjalanan ke Asia kecil / Makedonia sampai ke kota Roma untuk mewartakan Injil Kristus. 

Bagaimana dengan kita menanggapi tugas perutusan dimana gereja mengingatkan setiap akhir misa ekaristi setiap minggu? 

Dalam keseharian hidup ini banyak penghalang dan hambatan yang menyebabkan pewartaan Injil tidak dapat menjangkau banyak orang sebab dunia menawarkan kenikmatan yang menggiurkan. 

Gema dan gaung penginjilan kurang menyentuh minat ketertarikan orang beriman katolik untuk mewartakan kabar sukacita Injil Kristus, seperti yang dilakukan oleh Petrus dan Paulus. 

Sering terdengar berbagai pendapat dan pandangan bahwa tugas penginjilan di jaman sekarang ini berbeda; katanya : tidak harus secara langsung pergi ke pelosok dunia tetapi cukup melalui sikap hidup yang mencerminkan Kristus ada pada diri seseorang sehingga orang lain yang melihatnya dapat merasakannya. 

Berbagai pro-kontra menanggapi pendapat diatas dengan masing-masing beradu argumentasi memberi alasan untuk membenarkan pendapat dan pandangannya. 

Petrus dan Paulus, sangat antusias memberitakan Injil Kristus. Mengapa mereka bersikap demikian? 

2 Timotius 4:6-8 
Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat dan aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. 

Paulus mengalami perjumpaan dengan Kristus di Damsyik, yang mengubah hidupnya dimana sebelumnya membenci orang-orang yang mengakui Yesus sebagai Mesias bahkan membunuhnya. (baca Kisah 9:1-31). 

Petrus mengalami perjumpaan dengan Yesus di danau Tiberias ketika Yesus menampakkan diri setelah kebangkitanNya dimana Yesus meminta Petrus untuk menggembalakan umatNya (baca Yohanes 21:1-19). 

Dari pengalaman rohani Petrus dan Paulus menjadi suatu pelajaran berharga bahwa seseorang yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan, terjadi suatu perubahan sikap hidupnya menjadi lebih mau bersyukur danmengungkapkannya melalui perbuatan kasih pada orang lain

Sebab kita tahu bahwa Allah sangat senang hatiNya jika kita berbuat kasih dan mau berbagi dalam segala hal kepada sesama / orang lain. 

Yohanes 13:34 
Aku memberikan perintah baru kepada kamu yaitu supaya kamu saling mengasih, sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi. 

Semoga kita semakin tergerak hati untuk memberitakan kabar sukacita Injil Kristus seperti  dilakukan Petrus dan Paulus. 

Dengan kita melakukan penginjilan, baik secara langsung maupun melalui teladan sikap hidup kita maka membawa banyak orang supaya mereka diselamatkan dan mengalami kasih Tuhan seperti kita alami


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Jumat, 28 Juni 2019

HATI YESUS YANG MAHA KUDUS


Jumat, 28 Juni 2019

YEHEZKIEL 34:11-16 
MAZMUR 23:1-6 
LUKAS 15:3-7 

Lukas 15:4-5 
Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira 

Hari ini gereja Katolik memperingati hari raya Hati Yesus Maha Kudus dan bacaan Injil Lukas mengisahkan perumpamaan seorang gembala yang mencari seekor domba tersesat  sampai menemukannya. 

Belas kasihan Yesus digambarkan seperti seorang gembala mencari seekor domba tersesat ini, menyadarkan kita bahwa sesungguhnya Tuhan begitu amat sangat mengasihi kita sehingga Tuhan mau semua orang terselamatkan. 

Bayangkan untuk menyelamatkan satu domba tersesat, meninggalkan ke 99 domba lainnya bisa saja bahaya akan datangnya serigala memangsa mereka, begitu pikiran/pendapat banyak orang. 

Tetapi jika kita telah memahami Firman Tuhan maka kita yakin Tuhan tidak akan membiarkan ke 99 domba ditinggalkan itu mengalami bahaya keselamatanya. 

Mari kita baca Firman Tuhan berikut ini: 
Yohanes 10:28 
Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu

Jelaslah bahwa jaminan keselamatan itu Tuhan berikan kepada setiap orang yang percaya kepadaNya dan mengikutiNya. 

Yohanes 10:27 
Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku 

Kita sudah membahas bagaimana relasi gembala dengan domba-dombanya. 

Bagian kita mesti kita lakukan adalah yakin dan percaya kepada Tuhan Yesus dengan cara menuruti perkataanNya dan mengikuti semua yang dikehendakiNya. 

Dengan demikian kita tidak akan pernah meragukan cinta kasih Tuhan Yesus di dalam segala situasi dan kondisi hidup kita saat ini. 

Sayangnya, banyak orang yabg tidak tahu akan kebenaran Firman Tuhan karena tidak mau membaca, merenungkan, dan melakukan seperti dikehendaki Firman Tuhan sehingga akibatnya tidak alami atau tidak merasakan cinta kasih Tuhan (Mazmur 23:1-4) yang sesungguhnya senantiasa Tuhan sediakan atau Tuhan berikan. 

Mazmur 23:5-6 
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhab sepanjang masa. 

Banyak hal terjadi di dalam hidup kita itu sesungguhnya menunjukkan perhatian dan cinta kasih Tuhan namun seringkali kita tidak menyadarinya karena diri kita penuh dengan keinginan hawa nafsu duniawi dan tenggelam di dalamnya.

Baca dan renungkan lebih dalam lagi Firman Tuhan dari Yehezkiel 34:11-16 dan Mazmur 23:1-6 sampai engkau yakin sungguh-sungguh. 

Tiada kebahagiaan yang melebihi dari pada kasih Allah kepada diri kita dan rasakan dan nikmatilah kasihNya. 

Mazmur 34:9 
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung padaNya!  

Ingatlah, 
Tatkala kita jatuh dan mengalami derita akibat kesalahan dan dosa kita maka bangunlah, berdirilah, dan bangkitlah gelora semangat dan imanmu. 

Kemudian berbaliklah dan bertobatlah maka Tuhan akan mengampuni serta memulihkan keadaan hidup kita, bahkan Tuhan mencurahkan kasihNya dengan melimpahkan Berkat-BerkatNya. (Ingat perumpamaan anak yang hilang). 

Yehezkiel 34:14-16 
Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel. Aku sendiri akan menggembalakan domba-dombaKu dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan Allah. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. 

Ayo tunggu apalagi. 
Segeralah benahi hidupmu 
Tumbuhkan imanmu 
Percayalah dan yakinlah Tuhan Yesus mengasihimu. 

Hati Kudus Yesus tidak akan membiarkan kita jatuh tergeletak selamanya sebab Tuhan akan segera menolong (Mazmur 91:9-12) asalkan kita berbalik mendekat kepadaNya dan mau hidup bersamaNya (Yohanes 15:5-7). 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Kamis, 27 Juni 2019

IMAN KOKOH VS IMAN LABIL


Kamis, 27 Juni 2019

KEJADIAN 16:1-12,15-16 
MAZMUR 106:1-5 
MATIUS 7:21-29 

Injil Matius hari ini mengenai dua macam dasar iman seseorang yaitu dasar iman yang kokoh dan dasar iman yang labil. 

Yesus memberikan perumpamaan tentang dasar iman yang kokoh

Matius 7: 24-25 
Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, mendirikan rumahnya di atas batu. kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 

Sebaliknya Yesus mengatakan tentang dasar iman yang labil, yaitu

Matius 7:26-27 
Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir, kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya. 

Kemudian, 
Yesus memperingatkan bahwa kita harus hidup di dalam kebenaran Tuhan, dengan melakukan kehendak Bapa di Sorga, 

Matius 7:21 
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 

Hal-hal apa saja yang mesti kita lakukan agar memiliki dasar iman yang kokoh dan menjauhkan kita dari dasar iman yang labil. 

Memiliki Dasar Iman Yang Kokoh 

Pertama 
Melalui Firman/Sabda Tuhan 

Roma 10:17 
Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus 

Mazmur 119:105 
FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku 

Kedua 
Melalui Doa dan Relasi Intim dengan Tuhan 

Mazmur 63:2 
ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepadaMu, tubuhku rindu kepadaMu seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair 

Mazmur 95:6 
Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita 

Ketiga 
Melalui Peristiwa Kehidupan Yang Mengalami Pertolongan Tuhan 

Mazmur 18:7 
Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya. 

Sedikitnya melalui ke 3 hal tersebut, iman diteguhkan karena mengalami hadirat Tuhan dan mengalami kasihNya. 

Dengan memiliki dasar iman yang kokoh, biasanya mampu mengatasi tantangan dan hambatan persoalan hidup sebab mengandalkan Roh Tuhan yakni Roh Kudus yang menyertai dan menolong dirinya. 

Orang yang memiliki dasar iman yang kokoh, menyadari bahwa dirinya tidak dapat hidup tanpa bimbingan Roh Kudus yang menunjukkan jalan mana harus ditempuh agar mencapai tujuan yang dikehendaki Tuhan. 

Mazmur 37:22-23 
Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya. 

Segeralah beralih seluruh fokus hidupmu hanya kepada Tuhan maka hidupmu akan berjalan sesuai jalur menuju kepada kekekalan sebab route tujuan yang hendak dicapai sudah benar dan tidak akan tersesat ke tempat yang lain. 

Selanjutnya, 

Yesus memperingatkan setiap orang melakukan tugas pelayanan mewaspadai kepentingan pribadi yang seringkali jadi penghalang sebab Tuhan tidak berkenan atas segala yang telah dikerjakan dalam pelayanan ataupun pewartaan. 

Hal ini disebabkan dasar imannya labil sebab tidak mengerti kehendak Bapa di Surga, akibatnya apa yang dikerjakannya untuk tujuan kepentingan diri sendiri. 

Tidak heran bila suatu ketika bencana menimpa dirinya dan ia tidak bisa terima keadaan tersebut karena ia merasa telah berbuat banyak melayani maka harusnya ia menerima penghargaan dan bukan bencana atau penderitaan. 

Matius 7:22-23 
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan,  bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku
kamu sekalian pembuat kejahatan!  

Imam Eli dan kedua anaknya, Hofni dan Pineas adalah salah satu contoh seorang yang telah melakukan pelayanan namun Allah tidak berkenan sebab yang mereka lakukan adalah kejahatan di mata Allah. 

Sebagai seorang imam yang seharusnya menjadi contoh teladan namun justru membiarkan kedua anaknya berbuat mesum dan mencuri daging korban persembahan, bahkan ia juga turut menikmati daging kurban tersebut. 

1 Samuel 2:22, 24, 29 
Eli telah sangat tua, apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan, berkatalah ia kepada mereka: "mengapa kamu melakukan hal-hal yang begitu, sehingga kudengar dari segenap bangsa ini tentang perbuatan-perbuatanmu yang jahat itu? Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel? 

Imam Eli melayani Bait Allah, juga kedua anaknya Hofni dan Pineas namun mereka melayani untuk kepentingan diri sendiri bahkan melakukan kejahatan di Bait Allah maka apa yang terjadi pada diri mereka bertiga, berikut ini : 

1 Samuel 4:17-18 
Jawab pembawa kabar itu: "orang Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin; kekalahan yang besar telah diderita oleh rakyat; lagipula kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas, dan tabut Allah sudah dirampas."  ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia mati. sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel. (baca selengkapnya kisah imam Eli = 1 Samuel 2:11 sd pasal 4) 

Kisah imam Eli dan kedua anaknya menjadi pelajaran berharga bagi kita bahwa ketika kita melaksanakan tugas pelayanan dan tugas perutusan jangan sampai ada tujuan untuk mencari keuntungan diri sendiri sebab yang kita kerjakan itu tugas mulia dan Tuhan Allah tahu segala maksud tersembunyi didalam hati kita saat lakukan tugas pelayanan. 

Akhir kata, 
Hendaknya kita terus menerus setiap hari memperkokoh iman kita dengam setiap hari mendengarkan Firman Tuhan. 
Dengan demikian setiap perbuatan yang kita lakukan sesuai kehendak Bapa. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Rabu, 26 Juni 2019

WASPADALAH TERHADAP NABI PALSU


Rabu, 26 Juni 2019

KEJADIAN 15:1-12,17-18 
MAZMUR 105:1-4,6-9 
MATIUS 7:15-20 

Matius 7:15 
Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 

Bacaan Injil hari ini mengenai peringatan sangat keras dari Yesus yang harus kita perhatikan supaya tidak menjadi korban nabi-nabi palsu. 

Nabi-nabi palsu dikatakan oleh Yesus adalah serigala menyamar seperti domba, apa maksudnya? 

Serigala termasuk binatang buas dan bahkan lebih berbahaya bila serigala menyamar sebagai domba. 

Nabi adalah seseorang yang berbicara atas nama Tuhan untuk menyampaikan "pesan Tuhan" , "petunjuk/perintah Tuhan", "kehendak Tuhan" (masa lalu, masa sekarang, masa depan) kepada manusia atau kepada umat Tuhan. 

1 Korintus 14:37 
Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan

1 Petrus 1:10 
Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. 

1 Raja 22:7 
Tetapi Yosafat bertanya: "Tidak adakah lagi di sini seorang nabi Tuhan, supaya dengan perantaraannya kita dapat meminta petunjuk?" 

Efesus 4:11-12 
Allah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. 

Jika seorang nabi berkedok membawa nama Tuhan seperti serigala memyamar sebagai domba maka bisa dibayangkan dampaknya terhadap umat/jemaat. 

Pertanyaannya adalah
Apa ciri-ciri seorang nabi palsu? 

Ciri-ciri seorang nabi palsu
Matius 7:20 
Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. 

Nabi palsu mencari korban dengan "mengatasnamakan Tuhan" melalui Firman Tuhan, melalui talenta atau karunia Tuhan yang diterimanya untuk tujuan kepentingan diri sendiri yakni keinginan hawa nafsunya, umumnya berupa uang dan kenikmatan duniawi. 

Matius 24:24-25 
Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu

2 Petrus 2:2-3 
Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. 

Pengajaran yang disampaikan nabi-nabi palsu tidak sesuai Kebenaran Tuhan tetapi menurut kebenaran mereka yang mengklaim adalah kebenaran sejati. 

2 Petrus 2:1 
Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu, Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. 

Darimana kita tahu pengajaran dari nabi-nabi palsu itu menyesatkan? 

Kita umat kristiani hendaknya membaca kitabsuci yang berisikan Firman Tuhan supaya memahami kehendak Tuhan dan mengetahui jalan kebenaran Tuhan yang menuntun langkah kehidupan kita. 

Mazmur 119:105 
FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. 

2 Timotius 3:16 
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 

Yohanes 14:6 
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 

Dengan mengetahui dan memahami kebenaran Firman Tuhan maka ketika nabi-nabi palsu menyampaikan Firman Tuhan dan memaparkan pengajarannya dapat kita ketahui hal tersebut tidaklah benar karena sudah dibelokkan atau sudah menyimpang dari kebenaran Tuhan sesungguhnya. 

Contoh kasus 

Yohanes 10:28 
Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu. 

Ada pengajaran yang mengatakan bahwa setiap orang percaya kepada Yesus pasti beroleh hidup yang kekal di Surga karena ayat Firman Tuhan ini (=Yohanes 10:28) mengatakan demikian. 

Sepintas pengertiannya benar tetapi jika kita telah menemukan makna terdalam dari ayat Firman Tuhan ini maka sangat mudah melihat /mengetahui pengajaran tersebut tidak benar karena tidak sesuai kebenaran Tuhan. 

Kata kuncinya adalah : mereka 
Apakah mereka ini adalah setiap orang yang percaya kepada Yesus atau dapat dikatakan setiap umat kristiani PASTI memperoleh hidup kekal di Surga? 

Coba kita baca ayat sebelumnya: 
Yohanes 10:27 
Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku 

Jelaslah sekarang, 
Mereka adalah setiap orang percaya pada Yesus dan: 
+ mendengarkan suara Yesus 
+ mengikuti Yesus 
+ dikenal Yesus 
Mereka inilah yang PASTI tidak binasa melainkan hidup kekal di Surga. 

Suara Yesus artinya apa yang dikatakan Yesus, bisa berbentuk nasehat, teguran, kehendak dan perintah Yesus. 

Suara Yesus itu kita dengar artinya kita mau mendengar, membaca Firman Tuhan dan merenungkanNya. 

Setelah itu kita memutuskan mengikuti suara Yesus artinya kita menjadi pelaku Firman Tuhan melalui perbuatan kita. 

Jangan sampai kita melakukan Firman Tuhan untuk kepentingan hawa nafsu yang menginginkan uang, popularitas, kuasa/jabatan, keinginan mata yakni dibiayai wisata keluar negeri, keinginan lidah dicukongi makanan-minuman. 

Jika berlaku demikian maka Tuhan tidak berkenan dan mengatakan AKU TIDAK KENAL KAMU !!! 

Matius 7:21-23 
Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mujizat demi namaMu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan! 

JADI, 

Nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu sejak dahulu sudah berkeliaran sebab banyak orang tidak tertarik kepada kebenaran Firman Tuhan dan tidak mau hidup di dalam kebenaran Tuhan tetapi selalu saja menginginkan rejeki dan berkat-berkat Tuhan mengalir di dalam hidupnya. 

Nah, tipe orang seperti inilah menjadi mangsa empuk bagi nabi-nabi palsu dan guru-guru/pengajar-pengajar palsu yang memikat mereka dengan ajaran-ajaran sesat untuk memenuhi keinginan2 itu. 

Caranya persis seperti serigala memakai baju domba supaya diterima di kawanan domba-domba lainnya. 

Nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu memakai firman Tuhan dan hal-hal gaib spektakuler untuk menutupi maksud hati mereka yang sarat dengan hawa nafsu. 

Maka dari itu Yesus mengingatkan kita agar waspadalah terhadap nabi-nabi palsu dan sejenisnya sebab mereka akan menjerumuskan dan mebinasakan kita sehingga kita kehilangan hidup kekal. 


Salam Kasih, 
Surya Darma