Senin, 31 Juli 2017

PERTUMBUHAN IMAN







Senin, 31 Juli 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
KELUARAN 32:15-24,30-34 

Musa turun dari gunung Sinai membawa dua loh batu ditulis Allah memuat 10 perintah Allah dan saat itu bangsa Israel sedang menari dihadapan patung anak lembu terbuat dari emas. 

Musa marah dan membakar patung itu, lalu Musa memohon pengampunan dosa bangsanya di hadapan Tuhan. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 106:18-23 

Bangsa Israel melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka membuat patung sapi jantan dan menyembahnya. 

Musa menyurutkan amarah Tuhan yang hendak memusnahkan bangsa Israel yang murtad. 

C. BACAAN INJIL 
MATIUS 13:31-35 

Yesus menjelaskan perumpamaan biji sesawi, meskipun bijinya paling kecil tetapi apabila sudah tumbuh maka pohonnya menjadi tempat sarang burung.

Selanjutnya Yesus berkata hal Kerajaan seumpama ragi yang diaduk dalam tepung sampai seluruhnya beragi. 

RENUNGAN HARI INI 

Injil hari ini mengenai hal Kerajaan Surga seumpama biji sesawi ditabur di ladang dan ragi yang diaduk ke dalam tepung terigu sampai khamir seluruhnya. 

Perumpamaan biji sesawi menekankan pertumbuhan iman diluar atau lahiriah (=pikiran) sedangkan perumpamaan tentang ragi menekankan pertumbuhan di dalam (=hati) tetapi yang jelas, kedua perumpamaan ini menekankan tentang pertumbuhan iman. 

Bangsa Israel imannya tidak bertumbuh padahal mereka mengalami mukjizat Allah spektakuler ketika menyeberangi laut merah dari kejaran tentara Mesir dan mengalami mukjizat di padang gurun. 

Siang ditudungi awan, waktu malam diterangi tiang api. Mereka dipelihara Tuhan dengan makanan berupa manna setiap hari sehingga tidak kelaparan. 

Bayangin bagaimana perlengkapan kasut dan pakaian selama 40 tahun, apakah tidak rusak, entahlah kita tidak tahu karna tidak dituliskan di kitab Taurat tetapi yang jelas kita percaya bahwa Tuhan pasti mengatur segala sesuatu keperluan hidup bangsa Israel selama di padang gurun. 

Sayangnya bangsa Israel berulangkali murtad karena imannya tidak bertumbuh, seperti hari ini di kitab keluaran dimana mereka membuat patung anak lembu dan menyembahnya. 

Jika kita tidak waspada dan tidak belajar dari pengalaman bangsa Israel saat di padang gurun maka kitapun akan alami hal serupa. 

Kita harus menumbuhkan iman setiap hari dan ini merupakan prioritas utama kita dengan makanan rohani penuh gizi supaya kualitas iman kita mampu untuk memenangkan pertempuran melawan segala masalah, godaan, pencobaan dari dunia ini yang ditunggangi oleh Iblis. 

Mengapa Yesus memakai perumpamaan menjelaskan tentang Kerajaan Surga? 

Jika kita cermati perumpamaan biji sesawi, dikatakan biji sesawi itu paling kecil dari segala jenis benih (ayat 32) maka dapat kita simpulkan bahwa biji sesawi itu menggambarkan Firman Tuhan akan mengubah sikap hidup orang yang mendengarnya atau membacanya. 

Satu ayat Firman Tuhan bisa menyentuh hati dan mengubah prinsip hidup orang sebab kuasa Firman Tuhan sanggup menghancurkan segala keangkuhan yang membentengi pikiran seseorang. 

2 Korintus 10:5 
Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. 

Inilah yang dimaksud perumpamaan biji sesawi yang bertumbuh menjadi pohon yang besar, tempat burung2 bersarang, seperti halnya iman orang bertumbuh 
lewat pengetahuan Firman Tuhan, akan menghasilkan perbuatan nyata dalam bentuk pewartaan dan pelayanan kepada banyak orang. 

Akan tetapi kudu mesti hati-hati jangan sampai terbenam dalam pewartaan dan pelayanan yang merupakan hal lahiriah pertumbuhan iman seseorang. 

Tidak boleh dilupakan pertumbuhan iman dari bagian terdalam diri seseorang yang merupakan sumber kekuatan iman sebab terbangun suatu relasi intim roh kita dengan Tuhan. 

Pengetahuan Firman Tuhan harus sampai meresap dan menembus kedalaman hati nurani supaya semakin dipenuhi oleh hati yang berbelas kasih sehingga pewartaan dan pelayanan sungguh didorong oleh kasih yang melimpah dari lubuk hati kita

Itu sebabnya Yesus menyampaikan perumpamaan ragi yang diaduk kedalam tepung sampai khamir seluruhnya; yang menekankan pertumbuhan iman dari dalam hati yang penuh belas kasih. 

Bayangkan bagaimana ragi yang kecil diaduk dengan tepung terigu sanggup mengembangkan adonan menjadi roti. 

Perbuatan yang setulus hati didasari kasih, sanggup melumerkan kekerasan hati seseorang yang kita layani

Pertumbuhan iman kita dari dalam dan dari luar diri kita mendatangkan Kerajaan Surga di dalam hidup kita dan menyebar ke dalam kehidupan orang lain juga. 

Kerajaan Sorga adalah damai sejahtera, sukacita Ilahi melingkupi diri kita. 

Roma 14:17 
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus

Semoga Kerajaan Sorga hadir ditengah kita dan menyelimuti diri kita beserta keluarga kita dan semoga melingkupi diri orang lain juga. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Sabtu, 29 Juli 2017

PERCAYAKAH ENGKAU KEPADAKU?








Sabtu, 29 Juli 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
KELUARAN 24:3-8 

Bangsa Isrel menerima segala Sabda dan peraturan Tuhan yang disampaikan lewat Musa dan berjanji melaksanakannya. 

Lalu didirikan duabelas tugu sesuai 12 suju bangsa Israel dan persembahkan kurban dan mengikat mengikat perjanjian dengan Tuhan. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 50:1-2,5-6,14-15 

Persembahkanlah syukur sebagai kurban kepada Allah dan pengikat perjanjian dengan Allah serta berserulah kepadaNya maka IA akan meluputkan kesesakanmu. 

C. BACAAN INJIL 
YOHANES 11:19-27 

Menjelang hari paskah, ketika mendengar kabar kedatangan Yesus maka Marta mendatangiNya dan berseru : 
sekiranya Engkau ada disini, saudaraku tidak akan mati. 

Marta tidak mengerti jawaban Yesus yang mengatakan saudaranya akan bangkit dari kematiannya dan Marta sok tahu mengatakan bahwa saudaranya bangkit pada akhir jaman. 

Tetapi Yesus berkata : percayalah padaKu sebab Akulah Kebangkitan dan Hidup
Marta percaya, Yesus adalah Mesias, Anak Allah. 

RENUNGAN HARI INI 

Kalender Gereja Katolik menetapkan hari ini sebagai peringatan wajib St Marta. 

Bacaan Injil hari ini mengenai Marta mengadu pada Yesus bahwa saudaranya telah mati dan sekiranya Yesus ada saat itu maka saudaranya tidak akan mati. 

Marta percaya Yesus adalah Mesias namun belum memahami Yesus sanggup melakukan segala perkara termasuk membangkitkan orang mati. 

Kitapun demikian, percaya sih Yesus adalah Tuhan tetapi saat mengalami masalah hidup, seringkali ragu apakah Tuhan Yesus akan menolong kita? 

Kitapun akan berkata seperti Marta: 
Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati (Yoh11:21). 

Perkataan ini menunjukan kekecewaan kepada Tuhan, tidak segera menolong sehingga mengalami penderitaan hidup. 

Kita mau Tuhan segera menjawab doa kita dan segera menolong kita. 

Jika saja kita tekun mendalami Firman Tuhan maka kita akan menemukan kebenaran bahwa Tuhan pasti menolong kita karena Tuhan mengasihi kita. 

Cara Tuhan bekerja, tidak sama dengan cara kita manusia bekerja dan hal ini seharusnya kita mengerti sehingga tidak memaksa Tuhan menolong kita sesuai dengan keinginan kita. 

Yesaya 55:8-9 
Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan. 
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu. 

Yeremia 29:11-13 
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepadaKu, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman Tuhan. 

Marta tidak tahu bahwa Yesus sengaja menunda kedatangannya pada saat saudara Marta yakni Lazarus sakit belum mati untuk menunjukan Kemuliaan Tuhan yang akan membangkitkan Lazarus

Yohanes 11:3-4,6 
Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit." Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan." 
Namun setelah didengarNya, bahwa Lazarus sakit, Yesus sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada

Demikian juga yang terjadi pada bangsa Israel berkutat hidup di padang gurun selama 40 tahun sebab mereka tidak mau mengerti dan tidak mau menuruti rencana Tuhan, bahkan mereka murtad karena keinginan mereka tidak terpenuhi. 

Tuhan mendidik bangsa Israel yang bebal dan mudah mengeluh, mengomel, dan berpaling dari Tuhan. 

Salahsatu cara Tuhan adalah menetapkan peraturan/hukum dan 10 perintah Tuhan supaya bangsa Israel mentaatinya. 

Kita bisa memetik suatu pelajaran bahwa Tuhan tidak suka kita komplain bila keinginan kita belum terpenuhi. 

Bilangan 11:1 
Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan Tuhan tentang nasib buruk mereka, dan ketika Tuhan mendengarnya bangkitlah murkaNya, kemudian menyalalah api Tuhan di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan. 

Bangsa Israel komplain kepada Allah dan menyatakan penyesalan telah mengikuti rencana penyelamatan Tuhan sehingga nasib mereka lebih buruk keadaannya daripada nasib mereka ketika di Mesir. 

Bilangan 11:5-6 
Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat. 

Berbeda dengan Marta, ia percaya kepada Yesus adalah Mesias dan pasti sanggup menolong saudaranya, hanya saja Marta tidak sabar menanti pertolongan Yesus. 

Yohanes 11:21,27 
Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia." 

J A D I 

Percaya kepada Tuhan, bukan sekedar percaya saat segala sesuatu hidup kita baik-baik saja tetapi juga saat hidup kita sedang suram oleh berbagai masalah. 

Percaya pada Tuhan berarti menyerahkan seluruh hidup kita diatur oleh Tuhan karena kita yakin Tuhan mengasih kita. 

Sirakh 2:4-5 
Segala-galanya yang menimpa dirimu terimalah saja, dan hendaklah sabar dalam segala perubahan kehinaanmu. 
Sebab emas diuji di dalam api, tetapi orang yang kepadanya Tuhan berkenan dalam kancah penghinaan. 

Sirakh 2:10-11 
Pandanglah segala angkatan yang sudah-sudah dan perhatikanlah: Siapa gerangan percaya pada Tuhan lalu dikecewakan, siapa bertekun dalam ketakutan kepadaNya dan telah ditinggalkan, atau siapa berseru kepadaNya lalu tidak dihiraukan olehNya? Memang Tuhan adalah penyayang dan pengasih,Ia mengampuni dosa dan menyelamatkan pada saat kemalangan. 

Segala perubahan terjadi dalam hidup kita sepengetahuan dan seijin Tuhan sebab rencana Tuhan mendatangkan damai sejahtera bagi kehidupan kita. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Jumat, 28 Juli 2017

SIKAP HATI TERHADAP FIRMAN TUHAN










Jumat, 28 Juli 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
KELUARAN 20:1-17 

Allah berfirman melalui Musa di gunung Sinai mengenai 10 perintah Allah kepada bangsa Israel yang keluar dari Mesir. 

 B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 19:8-11 

Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa, memberi hikmat pada orang dan hukum Tuhan itu benar dan adil. 

C. BACAAN INJIL 
MATIUS 13:18-23 

Yesus menjelaskan arti perumpamaan penabur kepada murid-muridNya yaitu: 
benih jatuh di pinggir jalan, tanah berbatu, ditengah semak berduri, tanah yang baik 

RENUNGAN HARI INI 

Bacaan Injil kemarin sudah kita bahas mengenai rahasia Kerajaan Surga yang dikaruniai kepada orang yang percaya kepada Yesus dan hari ini bacaan Injil mengenai sikap orang percaya kepada Yesus (=umat kristiani) menanggapi Firman Tuhan yang didengarnya atau yang diketahuinya. 

Perumpamaan penabur menabur benih sering dibahas sampai terperinci tetapi tidak banyak orang tertarik menjadi penabur benih dan sedikit orang yang peduli menanggapi benih yang ditabur. 

Mengapa demikian? 

Kita tahu bahwa benih itu adalah Firman Tuhan sedangkan penabur adalah orang yang mewartakan Firman Tuhan. 

Orang yang mau dengar Firman Tuhan bisa dikatakan selangkah lebih maju, ada keinginan untuk mengetahui kehendak Tuhan tertulis di Alkitab/Kitabsuci/Injil. 

Langkah berikutnya adalah bagaimana menyikapi Firman Tuhan yang didengar atau diketahuinya supaya menumbuhkan imannya dan bermakna bagi hidupnya

Seringkali Firman Tuhan itu menusuk hati karena membongkar kemunafikan sikap hidup kita dan mendorong menjadi pelaku Firman lewat perbuatan kita. 

Ibrani 4:12-13 
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapanNya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepadaNya kita harus memberikan pertanggungan jawab

Contoh : 

Korupsi dimulai dari keinginan untuk memperoleh uang/harta dunia milik orang lain dan hal ini dilarang oleh Tuhan. 

Keluaran 20:17 
Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu

Ketika ia mendengar Firman Tuhan ini, hatinya tertusuk selanjutnya bagaimana ia menanggapi dan memaknai Firman yang ia dengar? 

Pertama 
Mengandalkan pengertian sendiri dan tidak bersandar pada kebenaran Tuhan 

Menurut pendapatnya, asalkan tujuannya untuk kepentingan keluarga maka ia membenarkan segala perbuatannya. 

Korupsi boleh, toch uang yang diambil tidak menyusahkan perusahaan sebab bossnya kaya; uang dan hartanya banyak 

Hal lain misalnya berbohong; asalkan tujuan baik, demi keluarga...demi lainnya, boleh saja, istilahnya bohong putih. 
Yang kagak boleh itu bohong hitam. 

Ini menurut pendapatnya yang diakuinya adalah benar padahal menurut firman Tuhan, tidak boleh dilakukan. 

Keluaran 20:16 
Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. 

Orang ini tidak mengerti/memahami kebenaran Firman Tuhan. 

Matius 13:19 
Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. 

Kedua 
Orang yang tidak mampu mengendalikan keinginan kedagingan atau hawa nafsu duniawi meski ia mengetahui kebenaran Firman Tuhan. 

Keinginan memperoleh uang/harta orang lain lebih menguasai hatinya daripada menjadi pelaku Firman Tuhan yakni taat dan tunduk pada kebenaran Tuhan. 
(Keluaran 20:15 Jangan mencuri). 

Orang ini mengetahui dan menerima kebenaran Firman Tuhan tetapi ia tidak mampu mengatasi keinginan nafsu dunia dengan sadar melanggar Firman Tuhan. 

Matius 13:22 
Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah

Ketiga 
Orang yang takut terhadap intimidasi, ancaman, aniaya jika tetap bersandar pada kebenaran Firman Tuhan. 

Matius 13:20-21 
Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. 

Contoh kasus diatas, sebetulnya orang ini menolak melakukan korupsi tetapi dia diancam oleh orang lain atau ancaman akan kehilangan pekerjaan dan terpaksa ikut ambil bagian korupsi. 

Keempat 
Orang ini memilih berpegang teguh pada kebenaran Firman Tuhan karena tujuan hidupnya adalah hidup kekal di Surga. 

Matius 13:23 
Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. 

Dalam hal kasus korupsi diatas; 
orang ini selain tahu bahwa korupsi itu tidak boleh menurut Firman Tuhan, dia tahu bila tetap bersandar pada Firman Tuhan maka hidupnya akan diberkati Tuhan berpuluh kali lipat daripada bila ia melakukan korupsi. 

Semoga sikap hati kita berpegang teguh pada kebenaran Tuhan dalam segala kondisi hidup yang kita jalani. 

Percayalah dan Yakinlah, 
tidak akan sia-sia perjuangan kita melawan hawa nafsu duniawi dengan tetap teguh bersandar pada kebenaran Firman Tuhan. 

Yesaya 48:18 
Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintahKu, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


DENGARKAN PERKATAAN TUHAN










Kamis, 27 Juli 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
KELUARAN 19:1-2,9-11,16-20 

Bangsa Israel tiba di padang gurun Sinai dan berkemah disitu. 

Bangsa Israel gemetar pada saat Tuhan diantara guruh, kilat, awan dan terdengar bunyi sangkakala dan Tuhan turun ke puncak gunung Sinai dan memanggil Musa agar naik keatas. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
DANIEL 3:52-56 

Terpujilah Engkau Tuhan, nenek-moyang kami dalam BaitMu yang kudus sebab Engkau patut ditinggikan selamanya. 

C. BACAAN INJIL 
MATIUS 13:10-17 

Kepada murid-muridNya diberikan karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Surga namun kepada bangsa Israel yang tegar tengguk diberikan perumpamaan saja sebab meski mendengar, mereka tidak mendengar,  sekalipun melihat, mereka tidak melihat. 

RENUNGAN HARI INI 

Paling sulit menghadapi orang yang keras kepala dan keras hati sebab dia merasa dirinya lebih baik daripada orang lain. 

Meskipun ia tahu dirinya salah/keliru tapi ia tidak mau mengakuinya dan berusaha menutupi kekurangan dirinya dengan sikap keras kepala. 

Biasanya orang seperti ini tidak mau menerima pendapat orang lain dan ia bersikikuh dengan pendapat/prinsipnya sendiri yang ia klaim terbaik baginya. 

Seperti inilah orang Farisi, ahli taurat atau imam kepala dan tua-tua Yahudi bersikap mempertahankan pendapatnya, apalagi mereka adalah pemuka agama Yahudi. 

Yesus kewalahan menghadapi perilaku dan sikap mereka sehingga IA katakan kepada murid2Nya tentang kedegilan sikap hati mereka. 

Matius 13:14-15 
Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. 

Bagaimana dengan kita, apakah kita juga termasuk orang yang sulit menerima masukan, nasehat, pengajaran hal-hal rohani, seperti misalnya nasehat agar kita membaca/merenungkan Firman Tuhan. 

Berapa banyak umat katokik khususnya yang tergerak hatinya mau membuka Alkitab dan mempelajarinya meskipun tahu bahwa Alkitab adalah pedoman hidup bagi umat kristiani. 

Banyak orang katolik merasa tidak perlu membaca kitabsuci sebab yang penting setiap minggu ke Gereja mengikuti misa ekaristi dan devosi kepada Bunda Maria. 

Dikasih tahu sampai mulut berbusa tetapi prinsip/pendapatnya tetap bersikukuh karena mengklaim caranya beribadah kepada Tuhan adalah yang paling pas bagi dirinya. 

Kita tidak boleh memaksa orang tetapi kita sampaikan kebenaran Firman Tuhan dan bila ditolak ya sudah, kebaskan debu seperti Yesus katakan kepada muridnya ketika memberi nasehat tugas perutusan 

Matius 10:14  
Apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu

Kita manusia cenderung memiliki tingkat keyakinan tinggi pada prinsip/pendapat kita pribadi dan cenderung menolak suatu perubahan sebab merasa nyaman dengan keadaan kita saat ini. 

Orang Farisi dan Ahli Taurat mengklaim diri mereka benar dan sebagai pemuka agama memiliki pengetahuan hukum Taurat yang handal. 

Ketika Yesus mewartakan ajaran baru maka mereka merasa terusik melihat orang banyak mengikuti ajaran Yesus. 

Mereka mencerca Yesus sebab menurut mereka ajaran Yesus sesat dan sering bertentangan dengan hukum Taurat. 

Seperti itu juga sikap orang-orang yang menolak nasehat untuk membaca firman Tuhan sebab mereka berpandangan lain dan merasa sudah benar. 

Padahal norma atau ukuran kebenaran yang sesungguhnya adalah kebenaran menurut Firman Tuhan
(baca seluruh Mazmur pasal 119). 

Yesus juga menegur sikap orang yang mengabaikan ajaran/perintah Tuhan. 

Markus 7:8-9 
Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia." Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. 

Seringkali adat-istiadat atau tradisi leluhur lebih dihargai dan mentaatinya daripada mendengarkan Firman Tuhan. 

Silahkan intropeksi diri sendiri; benarkah seperti itu sikapku menomorduakan Firman Tuhan dengan mendahulukan tradisi atau adat-istiadat leluhur atau mengutamakan intelektual/pandangan hidupku daripada menuruti Firman Tuhan 

Yesus katakan rahasia Kerajaan Surga akan dibukakan kepada kita yang percaya kepadaNya. Tentu jika kita mau membuka atau membaca Firman Tuhan tertulis di Alkitab atau bisa lewat wahyu pribadi. 

Matius 13:11 
Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. 

Bagaimana bila seorang kristiani tidak mau mengetahui rahasia Kerajaan Surga yang dapat diketahui melalui Firman Tuhan di Alkitab? 

Coba simak apa yang Yesus katakan berikut ini dan renungkan maknanya. 

Matius 13:12 
Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 

Semoga kita mau mendengarkan perkataan Yesus lewat Firman Tuhan dan menanggapi perkataan Yesus secara langsung ke masing2 pribadi kita. 

Yosua 1:8 
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 

Mazmur 1:2-3 
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Rabu, 26 Juli 2017

KESAKSIAN HIDUP ORANG BENAR








Rabu, 26 Juli 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
SIRAKH 44:1,10-15 

Kami hendak memuji orang2 termasyhur para leluhur yang kebajikannya tidak akan terlupakan dan keturunannya tetap setia pada perjanjian. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 132:11,13-14,17-18 

Tuhan tak memungkiri sumpah setiaNya kepada Daud bahwa anak kandung Daud akan menduduki tahta Daud. 

Tuhan memilih Sion menjadi tempat peristirahatan untuk selamanya. 

C. BACAAN INJIL 
MATIUS 13:16-17 

Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. 

RENUNGAN HARI INI 

Kalender Gereja Katolik menetapkan hari ini sebagai peringatan wajib St Yoakim dan St Anna, orangtua SP Maria.  

Tidak banyak diceritakan di Injil kisah hidup kedua orangtuan SP Maria tetapi dari buku umat kristen abad ke-2 dan dari cwrita apokrif; dikisahkan bagaimana St Anna berdoa pada Tuhan agar dikaruniai anak sebab sekian lama belum hamil. 

Doanya terkabul dimana Malaikat Tuhan mengunjungi St Anna yang sudah tua bahwa ia akan melahirkan seorang anak perempuan dan dinamakan : Maria, yang kelak kemudian hari menjadi ibu Yesus. 

Kita yang hidup di jaman sekarang ini sungguh beruntung sebab begitu banyak informasi kesaksian hidup orang-orang kudus, kisah para nabi, mulai dari kisah perjalanan hidup umat Perjanjian Lama sampai umat Perjanjian Lama. 

Penggenapan janji Tuhan bahwa Mesias akan datang dari keturunan Daud tetbukti tetapi para nabi dan tokoh Perjanjian Lama tidak dapat menyaksikannya. 

Itu sebabnya Yesus mengatakan bahwa para nabi ingin melihat apa yang kita lihat, ingin mendengar apa yang kita dengar dan sangat disayangkan bila umat kristiani meremehkan dan mengabaikan hal ini. 

Mata dan telinga adalah panca indera yang paling krusial dalam diri manusia. 
Mata menyaksikan kedasyhatan Tuhan atas segala sesuatu terjadi di dunia ini dan telinga mendengarkan perkataan Tuhan menggema di pikiran dan hati kita.

Yesaya 50:4b-5 
Setiap pagi Tuhan mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. 
Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. 

Mazmur 119:37 
Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan! 

Mulut adalah pancaindera berikutnya dapat digunakan untuk memperkatakan sesuatu membangun semangat orang dan memberitakan kabar sukacita Ilahi. 

Yesaya 50:4a 
Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. 

Kesaksian hidup kita melalui mulut yang bersaksi tentang Tuhan dan melalui sikap perbuatan kita yang nyata menunjukan kasih Tuhan kepada orang lain. 

Demikianlah hendaknya hidup kita selama di dunia ini meninggalkan nama harum yang semerbak dikenang banyak orang karena perbuatan baik yang kita lakukan. 

Amsal 22:1 
Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. 


Salam Kasih, 
Surya Darma