Jumat, 31 Januari 2020

KERAJAAN ALLAH












JUMAT, 31 JANUARI 2020

2 SAMUEL 11:1-10,13-17 

Daud berzinah dengan Batsyeba hingga ia mengandung, lalu Daud menyuruh Yoab menempatkan Uria, suami Batsyeba ke medan perang supaya Uria terbunuh dan akhirnya Uria gugur sesuai rencana Daud 

MAZMUR 51:3-7,10-11 

Daud mengungkapkan penyesalan atas pelanggaran dosa dilakukannya dengan Batsyeba dan memohon ampun kepada Allah dalam mazmur ini. 

MARKUS 4:26-34 

Yesus menjelaskan hal Kerajaan Allah dengan perumpamaan kepada orang lain tetapi kepada murid-muridNya, Yesus menguraikan segala sesuatu secara tersendiri atau terperinci. 

Kali ini perumpamaan tentang biji sesawi dan tentang benih yang tumbuh untuk menjelaskan hal Kerajaan Allah. 

RENUNGAN 

Bagi orang lain bukan umat kristiani akan bingung atau tidak mengerti mengenai Kerajaan Allah yang dimaksud Yesus dan semoga anda umat kristiani semua tahu tentang Kerajaan Allah. 

Markus 4:33-34 
Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Yesus memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-muridNya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri. 

Yang perlu kita mengerti adalah Kerajaan Allah itu seperti apa dimaksud Yesus. 

PERUMPAMAAN BENIH YANG TUMBUH 

Orang yang menabur benih adalah orang yang mewartakan/memberitakan tentang Firman Allah dimana ia tidak tahu sejauh mana bertumbuhnya iman orang lain mendengar pemberitaan/pewartaannya. 

Allah yang yang bekerja menumbuhkan Firman Allah yang didengar seseorang meski tergantung sikap orang tersebut menanggapi Firman Allah di dengarnya. 

1 Korintus 3:6-7 
Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. 

Dari sisi pewarta/pemberita Firman Allah hendaknya berupaya dengan semangat dan ketulusan hati tanpa kepentingan pribadi tetapi untuk kepentingan orang lain agar mereka percaya dan menerima Firman Allah dalam hidupnya. 

Kita dipanggil untuk beritakan Firman Allah (Matius 28:19-20) hendaknya terus menerus tanpa kenal lelah dan tak perlu memaksakan mendapatkan hasil dari yang telah kita beritakan/wartakan. 

2 Timotius 4:2 
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 

Dari sisi pendengar Firman Allah, 
Yesus mengatakan: 
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba. 
(Markus 4:28-29). 

Yang dimaksud bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah artinya bagaimana sikap hati dan pikiran seseorang atas Firman Allah yang telah didengarnya akan menentukan buahnya yakni hidup didalam kebenaran Firman Tuhan. 

Hal ini telah dijelaskan Yesus tentang perumpamaan penabur dimana benih ditabur jatuh di pinggir jalan, semak duri, bebatuan, dan di tanah yang subur. 
(Markus 4:1-20). 

PERUMPAMAAN TENTANG BIJI SESAWI 

Firman Allah semula diberitakan oleh satu orang yakni Yesus sebagai manusia, lalu didengar dan diterima oleh sebelas murid, (Markus 3:13-19) dan tujuh puluh murid lainnya (Lukas 10:1). 

Kemudian setelah Yesus bangkit dan naik ke Surga maka para Rasul memberitakan Kerajaan Allah makin bertambah banyak orang menerima pemberitaannya yakni tigaribu orang (Kisah 2:41); demikian juga Paulus dengan melakukan 3x misi hingga sampai pada kita umat kristiani saat ini. 

Benih Firman Allah dibawa Yesus telah bertumbuh luarbiasa meski sepertinya semula benih itu mati pada saat Yesus mati disalib namun setelah Yesus bangkit maka benih Firman Allah bertumbuh dan berbuah lebat hingga sekarang sampai di masa mendatang. 

Yohanes 12:24 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. 

Yohanes 15:5 
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 

JADI 

Hendaklah kita hidup di dalam Kerajaan Allah agar kita sampai kepada kehidupan kekal yang telah dijanjikan Allah kepada setiap orang yang percaya pada Yesus. 

Kerajaan Allah yang dimaksud Yesus adalah kita hidup di dalam kebenaran Allah yang tertuang dalam kebenaran Firman Allah dan menjalaninya dengan taat sampai mati, sampai kita tinggalkan dunia ini. 

Yohanes 14:6 
Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Kamis, 30 Januari 2020

TUHAN MAHA TAHU









KAMIS, 30 JANUARI 2020

2 SAMUEL 7:18-19,24-29 

Masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan Tuhan sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hambaMu ini, supaya tetap ada di hadapanMu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan Allah, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkatMu keluarga hambaMu ini diberkati untuk selama-lamanya." 

MAZMUR 132:1-5,11-14 

Tuhan telah menyatakan sumpah setia pada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: "Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu; jika anak-anakmu berpegang pada perjanjianKu, dan pada peraturan-peraturanKu yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu." 

MARKUS 4:21-25 

Yesus mengemukakan perumpamaan tentang pelita dan tentang ukuran untuk menjelaskan bahwa tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak tersingkap dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu. 

RENUNGAN 

Kita tahu bahwa alam semesta termasuk kita manusia diciptakan Allah dan tentu saja Allah Maha Tahu dan Maha Kuasa. 

Tetapi mengapa kita manusia tidak takut dan tidak tunduk kepada Allah? 

Kita manusia lebih takut kepada setan dan tunduk kepada peraturan pemerintah daripada tunduk pada peraturan Allah? 

Mungkin kita manusia memanfaatkan Allah Maha Baik, Maha Sabar, Maha Pengampun sehingga kita manja seperti anak kecil merasa orangtuanya tidak akan menghukumnya malah menyayanginya. 

Sebagian umat kristiani meyakini bahwa dengan iman percaya pada Yesus maka pasti masuk Surga dengan mengutip ayat Firman Tuhan: 

Yohanes 3:16 
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 

Dan setiap orang percaya kepada Yesus diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. 

Yohanes 1:12 
Semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya 

Meski berbuat dosa sekalipun maka akan diampuni dan beroleh hidup kekal. 

Yohanes 10:28 
Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu. 

Padahal ayat sebelumnya menjelaskan bahwa : Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku (Yohanes 10:27). 

Yohanes 10:28 digenapi bagi setiap orang yang mendengarkan suara Yesus artinya mendengarkan ajaran, nasehat, perintah serta kehendak Yesus. 

Yohanes 14:6 
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 

Yohanes 14:12 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. 

Lukas 4:43 
Yesus berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." 

Yohanes 15:10,12 
Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya. Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 

Apapun dalih atau alasan seseorang yang berbuat dosa, hati nuraninya tidak dapat menutupi perasaan bersalahnya meski diluarnya menunjukkan tidak bersalah atau tidak berdosa. 

Wahai saudara/i-ku dalam Yesus Kristus, 

Bukan hanya perbuatan dosa saja tetapi motivasi/tujuan yang kau sembunyikan mengatas-namakan pelayanan rohani, bersembunyi di balik Firman Allah, juga segala perbuatan baik yang tidak tulus yang engkau pertontonkan dilihat banyak orang, hal-hal lain ditutupi hanya dapat mengelabui sesama manusia tetapi Tuhan Allah Maha Tahu yang tidak dapat engkau bohongi dibalik kemunafikanmu

Sadarlah dan segeralah bertobat. 
Jangan sampai menyesal kemudian hari. 

Markus 4:23 
Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar! 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Rabu, 29 Januari 2020

MENANGGAPI FIRMAN ALLAH












RABU, 29 JANUARI 2020

2 SAMUEL 7:4-17 

Daud menyampaikan keinginan hendak membangun Bait Allah kepada nabi Natan tetapi Allah justru memilih anak Daud yang akan mendirikan Bait Allah. 

Allah berjanji kepada Daud

Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapanKu, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya. 

MAZMUR 89;4-5,27-30 

Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihanKu, Aku telah bersumpah kepada Daud, hambaKu: Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun temurun." 

MARKUS 4:1-20 

Yesus mengajarkan banyak hal melalui suatu perumpamaan dan kali ini tentang seorang penabur menaburkan benih; ada yang jatuh di pinggir jalan, ada yang jatuh di di tanah berbatu, di tengah semak duri, dan di tanah yang baik. 

RENUNGAN 

Perumpamaan tentang penabur ini sering diberitakan namun coba tanya pada diri kita masing-masing, apakah setelah mendengarnya, hati kita tergerak untuk semakin membiarkan Firman Tuhan bekerja menguasai hati dan pikiran kita? 

Bagaimana sikap hati menerima Firman Tuhan mempengaruhi pikiran kita dan bila pikiran kita dikuasai Firman Tuhan akan menentukan perbuatan kita. 

Filipi 4:8 
Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 

Filipi 4:9 
Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu. 

Pikiran dan hati sangat vital maka harus dibenahi serius sebab amat menentukan perbuatan yang sesuai kehendak Tuhan. 

Amsal 4:23 
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. 

Roma 12:2 
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. 

Efesus 4:22-23 
Berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu 

Pengetahuan Firman Tuhan yang kita dengar harus kita hidupi secara nyata di dalam hidup kita sehari-hari karena kita membuka hati dikuasai Firman Tuhan. 

Filipi 2:5
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus 

Dengan demikian tergenapi benih Firman yang ditaburkan di tanah subur seperti perumpamaan yang Yesus katakan. 

Hal ini terjadi karena kita menanggapi Firman Tuhan segenap hati dan pikiran sehingga menjadi rhema di dalam diri kita dan bukan sekedar pengetahuan saja atau seperti benih yang jatuh di semak berduri atau bebatuan. 

Daud, seorang yang menghidupi Firman Tuhan dari kitab Taurat dengan taat dan setia menerapkan di dalam hidupnya. 

Hal ini bisa kita ketahui dari kitab Mazmur yang memgungkapkan bagaimana Daud menyerahkan seluruh hidupnya dengan berrelasi intim dengan Tuhan Allah dan tak heran Tuhan berkenan kepadanya. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Selasa, 28 Januari 2020

MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH












SELASA, 28 JANUARI 2020

2 SAMUEL 6:12b-15,17-19 

Daud memindahkan Tabut Tuhan dari rumah Obed Edom ke kota Daud dan ia berbaju efod dari kain lenan menari-nari di hadapan Tuhan diiringi bunyi sangkakala bersorak-sorai bersama orang Israel. 

MAZMUR 24:7-10 

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "Tuhan, jaya dan perkasa, Tuhann, perkasa dalam peperangan!" 

MARKUS 3:31-35 

Yesus melihat kepada orang-orang yang duduk di sekelilingNya itu dan berkata: 
"Ini ibuKu dan saudara-saudaraKu! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu." 

RENUNGAN 

Sangat jelas yang Yesus katakan bahwa barangsiapa melakukan kehendak Allah maka menjadi saudaraKu, ibuKu atau dapat dikatakan menjadi keluarga Allah. 

Meski kenyataannya belum seperti yang Yesus harapkan terjadi kesatuan keluarga Allah bagi setiap orang percaya padaNya. 

Mengapa demikian? 

Masih banyak umat kristiani yang tidak melakukan kehendak Allah dalam hidup kesehariannya melainkan hidup di dalam kehendak dirinya sendiri. 

Ada yang merasa telah banyak berbuat baik menurut pendapatnya namun belum tentu sesuai kehendak Allah sebab tidak berdasarkan kebenaran Allah yang tertulis di Alkitab atau di kitabsuci. 

Tidak heran bila suatu hari terjadi sesuatu yang mengakibatkan hidupnya menderita karena masalah keuangan, penyakit, dan masalah keluarga. 

Firman Allah adalah Allah berSabda yang memuat Perkataan Allah, Nasehat Allah, Pengajaran Allah tentang sikap hidup yang berkenan bagiNya, Janji Allah, dan segala sesuatu untuk kebaikan kita. 


2 Timotius 3:15-16 
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 

Mazmur 119:105 
FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. 

Kebanyakan bersikap masa bodoh, tidak mau tahu tentang Firman Tuhan yang sama saja artinya meremehkan Firman dan jangan terkejut bila suatu hari datang akibat dari tidak hidup dalam kebenaran Firman Allah. 

Amsal 13:13 
Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan. 

Seseorang tidak membaca Firman Allah akan bersandar pada kebenaran menurut pendapatnya sendiri yang dia yakini lebih berguna menuntun hidupnya

Apalagi terbukti dirinya sukses, terkenal, public figure, kaya harta dunia, padahal ia tidak mementingkan Firman Tuhan tetapi segala apa yang diperolehnya berasal dari prinsip, pendapat atau pikirannya sendiri. 

Tatkala ia membandingkan harta atau kesuksesan dirinya dengan orang lain yang bersandar pada Firman Tuhan maka ia semakin yakin bahwa Firman Tuhan tidak penting dan tidak menjamin dirinya sukses dan kaya. 

Inilah ekses yang terjadi dan hampir tidak disadari oleh seseorang beriman kristiani tetapi tidak hidup di dalam Firman Tuhan bahwa sesungguhnya tujuan hidup kita di dunia ini adalah hidup kekal di Surga. 

Tidak hidup di dalam kebenaran Firman Tuhan, pada dasarnya meremehkan Allah; meremehkan Firman Tuhan sebab tidak mengandalkan Tuhan Allah di dalam hidupnya. 

Itu sebabnya mengapa kita diingatkan meskipun telah berbuat kebaikan namun bila tidak sesuai kehendak Allah maka tak ada artinya, bahkan kehilangan Anugerah kehidupan kekal di Surga. 

Matius 7:21-23 
Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mujizat demi namaMu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan! 

JADI 

Yang terpenting adalah mengenal dan melakukan kehendak Allah Bapa agar sampai pada kehidupan kekal di Surga. 

Untuk itu kita mesti menekuni Firman Allah yang tertulis di Alkitan supaya kita semakin mengenal atau mengetahui segala kehendak Allah. 

Disamping itu kehendak Allah dapat kita ketahui dari relasi doa dan saat teduh kita dengan Allah. 

Roma 10:8,10 
"Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Senin, 27 Januari 2020

MENGHUJAT ROH KUDUS












SENIN, 27 JANUARI 2020

2 SAMUEL 5:1-7,10 

Semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan Tuham; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab Tuhan, Allah semesta alam, menyertainya. 

MAZMUR 89:20-22,25-26 

Aku telah mendapat Daud, hambaKu; Aku telah mengurapinya dengan minyakKu yang kudus, maka tanganKu tetap dengan dia, bahkan lenganKu meneguhkan dia. 

MARKUS 3:22-30 

Ahli Taurat menuduh Yesus kerasukan Beelzebul dan Yesus mengusir setan dengan penghulu setan. 

Yesus katakan dengan perumpamaan
Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.

RENUNGAN 

Akhir-akhir ini menghujat menjadi ramai diperbincangkan banyak orang. 
Menurut kamus bahasa Indonesia, kata menghujat berarti mencela, mencaci. 

Menghujat Roh Kudus berarti mencela atau mencaci Allah sebab Roh Kudus adalah Allah Tritunggal, yakni: Allah Bapa, Allah Putera, Allah Roh Kudus. 

Timbul pertanyaan: mengapa seseorang menghujat Roh Kudus? 

1) Tidak tahu Roh Kudus adalah Allah 
2) Tidak percaya Roh Kudus adalah Allah 
3) Meremehkan Firman Allah 
4) Berbeda keyakinan iman 

Ahli Taurat, golongan Farisi tidak percaya Yesus adalah Mesias (=Jurruselamat) dan tidak mengakui Yesus adalah Allah sebab mereka beranggapan Yesus itu manusia biasa yang mengakui dirinya adalah Anak Allah, bahkan sebagai Allah. 

Meskipun tanda-tanda mukjizat dilakukan Yesus nampak jelas namun menurut mereka Yesus menggunakan kuasa penghulu setan atau disebut Beelzebul. 

Seseorang memutuskan tidak percaya pada sesuatu termasuk hal-hal rohani, akan menolak argumentasi, semua fakta ataupun semua bukti yang mendukung sesuatu yang ditolaknya. 

Setiap orang silahkan berbeda pendapat tetapi hendaknya bijaksanalah dan jangan mencela, mencaci, menghina pendapat dan keyakinan iman orang lain. 

Seorang umat Katolik meski percaya pada Yesus namun bisa saja menolak sesuatu yang dilihatnya atau mukjizat dilihatnya itu terjadi karena kuasa Roh Kudus. 

Sepanjang tidak mencela, tidak mencaci Roh Kudus maka tidak termasuk kategori menghujat Roh Kudus. 

Sungguh ironi bila seorang umat kristiani sampai menghujat Roh Kudus sebab hal ini menunjukkan mengandalkan pikiran atau pendapatnya sendiri dan tidak mau bersandar pada kebenaran Firman Allah. 

Amsal 3:5-6 
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 

Seseorang ngotot pada pendapat atau pikirannya, cenderung membentengi diri dengan bersikap antipati pada orang lain yang berbeda pendapat dengan dirinya. 

Di jaman Yesus, orang Farisi, ahli Taurat paling ngotot pada pendapatnya bahkan membabi-buta menolak semua bukti yang menunjukkan Yesus adalah Mesias dan Yesus adalah Allah dengan cara terus menerus merekayasa mendesak sampai membunuh Yesus lewat perantaraan orang lain, yakni pemerintahan Romawi yang diwakili Ponsius Pilatus. 

Di jaman sekarang, hal serupa terulang kembali. Anda bisa saksikan bagaimana sikap seseorang bila berbeda pendapat dengan orang lain; apalagi menyangkut perbedaan keyakinan iman. 

Sama-sama satu iman saja masih sering konflik karena perbedaan pendapat soal penafsiran pemahaman Firman Tuhan yang tertulis di kitabsuci/Alkitab. 

Apalagi perbedaan tatacara beribadah bisa menimbulkan perpecahan padahal tatacara ibadah atau liturgi itu dibuat oleh manusia, dalam hal ini yang berwenang di gereja masing-masing. 

JADI 

Kita umat kristiani, terlebih umat katolik, mari kita menekuni Firman Allah setiap hari dan mohon Hikmat Allah agar supaya pikiran kita dibuka atau diberi pencerahan memahami Firman Tuhan yang kita baca dan kita renungkan. 

Dengan memahami peranan Roh Kudus maka kita akan terhindar dari perbuatan mencela, mencaci pendapat saudara seiman tentang Roh Kudus dan Kuasa mukjizat yang terjadi sebab mengerikan akibat menghujat Roh Kudus. 

Markus 3:28-29 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal


Salam Kasih, 
Surya Darma