Selasa, 31 Juli 2018

MAKNA PERUMPAMAAN ILALANG DAN GANDUM










Selasa, 31 Juli 2018 

YEREMIA 14:17-22 
MAZMUR 78:8-9,11,13 
MATIUS 13:36-43 

Matius 13:36 
Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-muridNya datang dan berkata kepadaNya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." 

Bacaan Injil Matius hari ini mengenai penjelasan perumpamaan tentang lalang diantara gandum. 

Matius 13:24-26 
Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya tetapi pada waktu semua orang tertidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang diantara gandum dan ketika gandum itu bertumbuh dan mulai berbulir, 
nampak jugalah lalang itu. 

Yesus menjelaskan perumpamaan ini: 
Matius 13:37-39 
orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia,
benih yang baik itu anak-anak Kerajaan,
lalang anak-anak si jahat, musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis,
waktu menuai ialah akhir zaman dan
para penuai itu malaikat. 

Ternyata, di dunia ini memang tempat berkumpulnya orang baik dan orang jahat, tidak heran, disana-sini kebaikan dan kejahatan sepertinya berlomba-lomba menunjukkan supremasinya. 

Ada orang bilang begini : "enak ya kalo di dunia ini tidak ada orang jahat !" 

Perkataan Yesus hari ini sangat jelas sekali bahwa ada oknum biangkeroknya yakni Iblis yang menyebarkan benih lalang yang dikemas sedemikian rupa supaya manusia tidak tertarik kepada 
gandum tetapi tergiur mau mencoba lalang sampai ketagihan/kecanduan
dan terikat di dalam hidupnya. 
Justru yang ditawarkan Iblis, biasanya menggiurkan, menyenangkan sehingga sebagian orang terbuai dalam hawa nafsu kedagingan. 

Apa yang ditawarkan Iblis, tidak selalu dalam bentuk sex tetapi paling sering 
menjatuhkan orang beriman adalah uang dan harta dunia

1 Timotius 6:10 
karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. 
Baik pria maupun wanita sangat rentan pada pesona uang; demikian juga yang muda dan yang tua, dari segala lapisan jabatan fungsional; yang rohana dan yang rohani tak terkecuali, tergiur dan tergoda memiliki banyak uang dan harta duniawi. 

Strategi Iblis menggunakan mamon untuk menjatuhkan orang beriman termasuk orang-orang beriman yang aktif dalam pelayanan dan yang sudah sangat rohani menjadi sasaran target Iblis. 

Dengarkan nasehat ini wahai orang-orang beriman: 
1) jaga baju zirahmu, tidak terbuka 
2) jaga pikiranmu dari uang dan pujian 
3) jaga hati agar tidak tawar hati/jenuh 
4) jaga kerajinanmu agat tidak kendor 

Berdirilah tegap dan waspada terhadap tipu daya Iblis meracuni dirimu. 

Efesus 6:13 
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 
(baca selengkapnya Efesus 6:10-20). 

Wahai orang-orang terlena oleh duniawi sadarlah, insaflah, dan bertobatlah! 

Firman Tuhan hari ini mengingatkan pada kita bahwa pada hari penghakiman tiba, semua keduniawian yang melekat pada 
dirimu akan menghancurkan dan akan menyeret engkau ke alam maut dan akan menjauhkan dirimu dari kehidupan kekal 

Matius 13:40-42
Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari
dalam Kerajaan-Nya dan semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 
Jangan keraskan hatimu ! 
ingatlah Firman Tuhan selalu diberitakan dan sampai ke telingamu. 
Jangan dicuekin dan disepelekan. 

Amsal 13:13 
Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan. 
Melainkan lebih baik engkau menanggapi Firman Tuhan yang akan menuntun jalan hidupmu agar engkau tidak tersesat. 
Mazmur 119:105
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. 
Daripada nanti tiba saatnya, engkau akan menyesal seperti yang telah terjadi pada orang kaya yang mati masuk kedalam dapur api kekekalan melainkan hendaknya engkau masuk kedalam kehidupan kekal seperti yang dialami Lazarus (baca Lukas 16:19-31). 

Lukas 16:23-24
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. 
Sebagai orang beriman, seharusnya mengerti bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah kesenangan bersifat semu, hanya sementara dan seringkali bertentangan dengan kehendak Allah. 

1 Yohanes 2:16 
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 
Apabila saat ini hidupmu sedang dalam pergumulan dan penderitaan maka bersabarlah, tetaplah setia menjadi orang baik dan jangan sekali-kali engkau berubah menjadi orang jahat sebab kesudahan orang jahat berakibat tragis yaitu masuk dalam neraka abadi. 

Tetaplah menjadi orang baik dan benar di mata Tuhan niscaya sedikit hari lagi akan masuk ke rumah Bapa di Sorga. 

Matius 13:43 
Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. 
siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! 
Jadilah gandum yang berguna memberi makanan rohani. Memang biji gandum mati lebih dahulu didalam tanah yang gembur, sebelum menghasilkan bulir-bulir gandum yang menguning. 

Janganlah menjadi lalang yang selalu memikirkan kesenangan sendiri dan tidak peduli kepentingan orang lain bahkan sering menekan orang sebab pada hari penghakiman tiba, lalang dikumpulkan dan dibakar. 

Seperti kata Yesus :
siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! Maka hendaklah engkau mendengar seruan Firman Tuhan !!! 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Senin, 30 Juli 2018

MAKNA PERUMPAMAAN BIJI SESAWI DAN RAGI










Senin, 30 Juli 2018 

YEREMIA 13:1-11
ULANGAN 32:18-21
MATIUS 13:31-35 

Matius 13:35 
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulutKu mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan." 

Bacaan Injil Matius minggu ini mengenai perumpamaan tentang Kerajaan Sorga seperti biji sesawi dan seperti ragi. 

Kita hendaknya mengerti yang dimaksud dengan Kerajaan Sorga/Kerajaan Allah. 

Menurut kitab Roma,
Kerajaan Sorga/Kerajaan Allah adalah segala sesuatu berhubungan dengan kebenaran Firman Tuhan yang membawa damai sejahtera dan sukacita Tuhan. 

Roma 14:17 
sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus

Kebenaran = Kebenaran Firman Tuhan 
Damai sejahtera dan Sukacita apa ? tentu saja Damai Sejahtera dan Sukacita yang berasal dari Allah, dari Allah Roh Kudus. 

Kerajaan Sorga/Kerajaan Allah, bukan merupakan kerajaan di dunia ini, seperti yang disangka pengikut Yesus di saat itu sehingga Yesus menjelaskan kepada mereka dengan menggunakan suatu perumpamaan supaya mereka mengerti. 

A. KERAJAAN SORGA SEUMPAMA BIJI SESAWI  
Matius 13:31-32
Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka,
kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil
dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari
segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari
pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung
di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." 
Sungguh ajaib karya Tuhan mengatur bumi dan alam semesta ini sedemikian teraturnya, diantaranya dunia tumbuh-tumbuhan dimana sebuah biji yang kecil dapat bertumbuh menjadi sebuah pohon dan juga dapat menghasilkan buah. 
Jangan pernah mengangap remeh dan menyepelakan hal-hal yang kecil sebab seringkali bisa berdampak bagi hal-hal yang besar. 

Bisa kita bayangkan bagaimana para rasul terdiri 11 orang dan sekelompok kecil pengikut lainnya yang masih berani melakukan tugas penginjilan yang Yesus perintahkan kepada mereka, ditengah-tengah ancaman dan aniaya dari orang-orang Yahudi beserta golongan farisi, 
ahli-ahli taurat, imam-imam kepala, para tua-tua dan dari tentara Romawi. 
Namun bisa disaksikan hasil perjuangan mereka yang minoritas di kalangan bangsa Yahudi tetapi dampaknya sangat luar biasa menghasilkan buanyak orang menjadi percaya kepada Yesus dan 
bukan hanya per-individu melainkan banyak bangsa-bangsa didunia yang percaya kepada Yesus, termasuk kita sekarang ini. 
Hendaknya kita berbuat serupa yaitu memberitakan Injil melalui pewartaan secara langsung maupun melalui kesaksian hidup supaya orang lain merasakan Kasih Kristus lewat diri kita. 

Iman kita perlu bertumbuh di kehidupan sehari-hari, dengan membaca benih-benih firman supaya ada sari makanan rohani menyiraminya dan menguatkan otot-otot iman kita menjadi semakin kuat. 

Seperti biji sesawi yang disirami setiap hari dan diberi pupuk supaya dari biji menjadi tunas-tunas terus bertumbuh menjadi besar dan menjadi sebuah pohon yang rimbun. 

Demikian juga iman kita akan semakin kokoh dan siap menghadapi segala tantangan/rintangan yang menghadang sebab setiap hari kita sirami dengan benih-benih firman Tuhan dan diberi pupuk melalui doa dan bersaat teduh bersama Tuhan. 

B. KERAJAAN SORGA SEUMPAMA RAGI 
Matius 13:33-34
Yesus menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." 
Lihat kamus di bagian belakang Alkitab. 
1 sukat = 12 liter 
1 liter = 0,83 kg 
3 sukat = 36 liter = 30 kilogram 

Sengaja dicantumkan ukuran isi tepung untuk menunjukkan betapa besar pengaruh dari satu ragi yang dapat mengubah 30 kg tepung menjadi sesuatu yang lebih baik yaitu bisa menjadi roti yang enak dimakan. 

Begitu juga hendaknya kehadiran kita ditengah-tengah lingkungan atau di komunitas rohani maupun ditengah-tengah masyarakat membawa dampak yang berguna bagi orang lain. 

Banyak hal bisa kita lakukan di kehidupan kita sehari-hari, terutama jadilah berkat bagi orang lain. 

Di kota-kota besar apalagi seperti Jakarta ini, banyak orang terluka dan tersisihkan oleh kerasnya persaingan dan beratnya pergumulan hidup. 
Tidak banyak orang yang mau peduli akan nasib orang lain karena sibuk urusan sendiri sehingga masa bodoh urusan orang lain. 

Jika saja kita mau menjadi ragi bagi kesusahan orang lain maka akan banyak orang yang kembali mencari kasih Kristus sebagai sumber utama hidup dalam damai sejahtera dan sukacita Ilahi 

C. KESIMPULAN 
Yesus mengajarkan kepada orang-orang Yahudi melalui perumpamaan supaya mereka mengerti dan mau hidup di dalam Kerajaan Sorga. 

Demikian hendaknya kita memberitakan tentang Kerajaan Sorga kepada banyak orang supaya mereka percaya kepada Yesus. 

Bagi yang baru menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dalam hidupnya dan bagi orang yang sudah percaya kepada Yesus namun menjalani hidup menurut keinginan sendiri maka hendaknya berpalinglah dan bersandarlah pada kebenaran benih firman Tuhan dan menjadi saksi Kristus bagi orang lain. 
Bertumbuhlah imanmu seperti biji sesawi dan jadilah ragi bagi orang lain maka dengan demikian sebab engkau hidup di dalam Kerajaan Sorga dan segeralah meninggalkan hidup dalam keduniawian. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Minggu, 29 Juli 2018

DUNIA INI ADA KEBAIKAN DAN KEJAHATAN









Sabtu, 28 Juli 2018 

YEREMIA 7:1-11 
MAZMUR 84:3-6,8a,11 
MATIUS 13:24-30 

Matius 13:30 
Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku. 

Firman Tuhan hari ini memberikan jawaban atas pertanyaan : 

Mengapa Tuhan sepertinya membiarkan kejahatan ada di dunia; bukankah lebih baik dimatikan saja orang jahat itu? 

Kejahatan membuat resah masyarakat dan sudah banyak orang menderita akibat perbuatan jahat dimana semakin hari semakin jahat dan sadis. 

Orang-orang jahat ada di sekitar kita; yang kelihatan maupun terselubung ibaratnya musuh dalam selimut. 

Ada orang jahat berpenampilan santun, ramah, pintar bergaul, sepintas orangnya menyenangkan tetapi di balik semua itu tersembunyi niat jahat. 

Orang jahat seperti ini sulit diantisipasi sedangkan orang jahat yang garang dan kasar terlihat sangat jelas. 

Perumpamaan lalang diantara gandum menyadarkan kita bahwa suka atau tidak suka, kita terpaksa menerima kenyataan disekitar kita ada berbagai orang jahat. 

Matius 13:26-28a 
Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? 
Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. 

Ada begitu banyak alasan yang mendorong seseorang berbuat jahat padahal Tuhan menginginkan manusia tidak berbuat kejahatan dan Tuhan menasehati orang jahat itu berubah kelakuannya 

Yeremia 7:3 
Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini. 

Tuhan mau kita hidup bersamaNya dan bersaat teduh bersamaNya. 

Mazmur 84:5 
Berbahagialah orang-orang yang diam di rumahMu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. 

Tetapi kenyataannya, sebagian orang tidak suka hidup bersama Tuhan dan akibatnya ia bergaul dengan orang yang hidupnya menjauh dari Tuhan hingga akhirnya kelakuan dan sikap hidupnya berubah menjadi jahat di mata Tuhan. 

Meski kejahatan semakin bertambah namun kita tidak perlu cemas, apalagi takut sebab Tuhan berjanji melindungi dan menyertai di sepanjang hidup kita asalkan mau menjalani hidup seturut dengan kehendak Tuhan. 

Ulangan 31:6 
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; 
Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. 

Setelah kita tahu firman Tuhan hari ini menjelaskanada lalang diantara gandum berarti kita tahu ada orang jahat disekitar kita maka hendaknya kita terus waspada dan mawas diri supaya tidak menjadi korban kejahatan. 

Caranya simple saja yaitu kita serahkan hidup kita kepada Tuhan maka tidak usah khawatir dan cemas menghadapi segala rintangan dan tantangan dari orang jahat 

Kita percaya dan yakin bila hidup kita berada dalam kebenaran Tuhan maka kesudahannya kita beroleh kemenangan atas kejahatan. 

Roma 12:21 
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! 

Berarti di dunia ini juga ada kebaikan selain kejahatan. Memang sepertinya kejahatan lebih menonjol dari kebaikan sebab kita manusia ini memanjakan keinginan kedagingan dirinya sehingga mudah berbuat kejahatan demi terpenuhi segala keinginannya. 

Jika kita tahu akan bahayanya keinginan kedagingan maka kita mesti kendalikan segala keinginan kita. 

Pertanyaannya adalah : bagaimana cara mengendalikan keinginan kedagingan yang berlebihan (=hawa nafsu) ? 

Firman Tuhan menasehati bahwa : 
1 Timotius 6:6-8 
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. 

Kebanyakan orang, mana bisa menuruti firman Tuhan ini sebab tidak pernah puas mengejar keinginannya agar terpenuhi dan setelah berhasil memenuhi keinginan yang dikejarnya maka ia mengejar lagi keinginan berikutnya. 

Bukankah Hawa tergiur oleh keinginan untuk makan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat padahal semua pohon yang ada buahnya di taman Eden boleh dimakan dengan bebas kecuali buah dari pohon pengetahuan baik dan yang jahat (Kejadian 2:15-17). 

Kejahatan timbul karena desakan dari keinginan kedagingan yang tidak mampu dikendalikan. 

Bagaimana dengan kejahatan karena perutnya lapar dan tidak ada uang? 

Coba simak nasehat dari : 

Amsal 30:8c-9 
Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkalMu dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku. 

Orang miskin berbuat jahat, berdalih demi perutnya dan orang kaya berbuat jahat berdalih demi keluarganya. 

Suatu tragedi umat manusia di dunia ini; orang miskin semakin miskin 
orang kaya semakin kaya 

Sesungguhnya orang kaya bisa berbuat kebaikan bila saja mau berbagi supaya orang miskin mendapatkan makanan. 

2 Korintus 8:14-15 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. Seperti ada tertulis: "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. 

Akibat ketidak-seimbangan yang kaya dan yang miskin dan akibat tidak mampu mengendalikan keinginan kedagingan maka terlihat sangat jelas kebaikan dan kejahatan mewarnai kehidupan dunia ini. 

si kaya menyalahkan si miskin 
si miskin menyalahkan si kaya 
orang baik menyalahkan orang jahat 
orang jahat menyalahkan orang baik 

Adam menyalahkan Hawa 
Hawa menyalahkan ular (=setan) 
Setan menyalahkan Allah 

Fenomena ini terus berlangsung sejak dahulu kala sampai saat ini dan di waktu akan datang bila kita manusia tidak mau menuruti kebenaran Firman Tuhan dan mau menjalani hidup di dalam kebenaran Tuhan dan meninggalkan hidup di dalam kebenaran dunia. 

Kita mesti bijaksana menyikapi realita di dunia ini dimana kebaikan dan kejahatan akan terus berlangsung. 

Berjuanglah untuk hidup dengan berbuat kebaikan dan tinggalkanlah perbuatan jahat selama kita hidup di dunia ini. 

Mikha 6:8 
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhab dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" 

Yesaya 1:16-17 
Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mataKu. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Sabtu, 28 Juli 2018

MAKNA PERUMPAMAAN BENIH DITABUR










Jumat, 27 Juli 2018 

YEREMIA 3:14-17 
YEREMIA 31:10-13 
MATIUS 13:18-23 

Matius 13:23 
Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. 

Bacaan Injil Matius hari ini mengenai makna perumpamaan tentang seorang penabur yang menaburkan benih. 

Mari kita simak penjelasan Yesus tentang benih yang ditaburkan itu ada yang jatuh : 
1. di pinggir jalan 
2. di tanah yang berbatu-batu 
3. di tengah semak berduri 
4. di tanah yang baik 
1. BENIH JATUH DI PINGGIR JALAN 

Ayat 19
setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak 
mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati
orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. 

Jika tidak serius menanggapi firman Tuhan yang didengarnya dan bukan merupakan prioritas utama dalam hidupnya maka tidak heran tipu daya Iblis menawarkan kenikmatan hidup duniawi memperdaya dirinya dan dengan mudah ia berpaling dari kebenaran firman Tuhan. 

Amsal 13 ;:13 
Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.

2 Korintus 11:14 
Hal itu tidak usah heran, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. 

Jika kita mendengarkan sungguh2 firman Tuhan maka kita akan tahu dan mengenal manakah jalan-jalan Tuhan dan manakah adalah jalan-jalan yang ditunjukkan Iblis. 

Yohanes 8:-43 
Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran.
apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. 
Tidak semua yang tertipu oleh bujuk rayu Iblis itu disebabkan ia tidak tahu dan tidak mengerti firman Tuhan. 

Terkadang orang beriman sesungguhnya sadar bahwa tawaran Iblis seharusnya ia tolak  sebab bertentangan dengan kehendak Tuhan namun ia tergiur dan tergoda seperti Hawa tergoda bujuk rayu Iblis untuk makan buah terlarang itu. 

Kejadian 3:6 
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia dan suaminyapun memakannya. 
Oleh sebab itu seriuslah dan pelajarilah makna firman Tuhan agar tidak tersesat dan disesatkan Iblis yang sengaja memutar-balikkan kebenaran firman Tuhan seperti yang terjadi pada Hawa.

Kejadian 3:1b-3
Ular itu berkata kepada perempuan itu: "tentulah Allah berfirman: semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."  
2. BENIH YANG JATUH DI TANAH YANG BERBATU-BATU 

ayat 20-21
Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman ituorang itupun segera murtad

Paling berat jika kita diperhadapkan pada penindasan dan penganiayaan sebab membutuhkan iman yang luar biasa teguh untuk menanggungnya. 
Hanya orang yang memiliki hubungan dengan Tuhan sangat erat dan sangat intim yang mau menghadapi segala penindasan dan aniaya sebab ia telah mengenal isi hati Tuhan dan sudah tidak memikirkan diri sendiri lagi bahkan rela menyerahkan nyawa demi ketaatan kepada-Nya. 

Orang yang telah mengosongkan diri dari hawa nafsu dan menaklukkan keinginan ego dalam dirinya adalah orang yang akan sanggup menerima penderitaan penindasan dan penganiayaan. 

dan orang ini berani mengatakan : 
Mazmur 26:2-3
Ujilah aku, ya Tuhan, dan cobalah aku;
selidikilah batinku dan hatiku sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. 


Mazmur 139:23-24
selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! 
3. BENIH YANG JATUH DI TENGAH SEMAK BERDURI 

ayat 22
yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu 
sehingga tidak berbuah
ada dua (2) sifat kita manusia yaitu : 
1. banyak keinginan
2. tidak sabar menunggu. 

yang selalu dipakai Iblis untuk merayu dan menggodai diri kita sehingga kita terperangkap dalam jerat mautnya Iblis yang sulit dilepaskan jika tanpa tekad keras dan dibantu oleh kekuatan Tuhan. 

ada dua (2) senjata utama Iblis yang menyerang manusia, yaitu : 
1. tipu daya kekayaan duniawi 
2. kekuatiran dunia 

dari sejak jaman Adam-Hawa, 
kita manusia maunya instanst, maunya langsung ada yang kita inginkan dan kecenderungan kita tergoda oleh segala sesuatu yang ada di dunia ini. 

1 Yohanes 2:16 
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 
Berita-berita dunia sangat sensitif mempengaruhi kekuatiran diri kita 
sehingga mudah panik, tidak dapat mengendalikan diri, dan sering terjadi segera berpaling dari jalan-jalan yang Tuhan mau kita mengikutinya. 

Karena ingin hidup senang dan tidak mau hidup menderita maka tidak heran hampir setiap hari kuatir ; apakah itu kuatir tentang tidak tersedianya kebutuhan pokok berupa sandang-pangan-papan atau kuatir tentang keamanan hartanya. 

Matius 6:34 
Janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai 
kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. 
Meski sudah tahu dan mengenal firman Tuhan tetapi jika tidak diikuti dengan kemauan untuk mempraktekkan firman Tuhan tersebut di dalam kehidupan sehari-hari maka firman itu tidak berbuah di dalam diri kita. 
4. BENIH YANG JATUH DI TANAH YANG BAIK 

ayat 23
yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. 
Orang yang rendah hati biasanya mau membuka lebar-lebar hatinya menerima taburan firman Tuhan sebab ia membutuhkannya dan ia menyadari dirinya lemah dan perlu kekuatan firman Tuhan menopangnya. 

Orang yang tinggi hati alias congkak hati atau orang yang sombong adalah orang yang percaya pada diri sendiri dan biasanya tidak merasa perlu untuk menekuni firman Tuhan sebab ia merasa kepintarannya sudah cukup untuk mengatur hidupnya, apalagi jika sudah terbukti ia memperoleh kesuksesan, tidak bergantung pada firman Tuhan tetapi 
melalui kehebatan intelektualnya. 
Tanah yang baik artinya hati yang terbuka menerima firman Tuhan. 

Butuh kesadaran dan keyakinan untuk menerima firman Tuhan dan butuh tekad yang kuat untuk melakukan firman Tuhan.

Dengan demikian dirinya lebih mudah diproses oleh firman Tuhan dan tidak heran jika firman Tuhan itu hidup dan berbuah di dalam dirinya sehingga berkat-berkat Tuhan mengalir deras membasahi hidupnya. 

Biasanya hidup orang yang berbuah itu tidak hanya untuk diri sendiri tetapi ia membagikan keharuman dan manisnya buah tersebut supaya dapat dinikmati oleh banyak orang. 

Bahkan tidak hanya pada saat hidupnya dalam kelimpahan materi dan kelimpahan berkat Tuhan lainnya melainkan mampu mengatasi semua dinamika peritiwa kehidupan ini. 

Ia akan mampu mengatasi kesulitan hidup dan berbagai masalah hidup dengan tabah, sabar, dan karakter Ilahi nampak dalam dirinya. ia mampu menjaga sukacita dan damai sejahtera di dalam hatinya sehingga tidak kehilangan di dalam hidupnya. 

Pertanyaannya adalah : 
Adakah orang seperti ini yang menghidupi firman Tuhan dan telah berbuah di dalam hidupnya? 

Ada, meskipun kenyataannya lebih banyak orang beriman yang belum menghasilkan buah-buah yang ranum dan manis sebab tidak mudah berhasil melalui proses pemurnian. 

KESIMPULAN
benih = firman Tuhan 
tanah = hati nurani yang menanggapi firman Tuhan 
penabur = orang yang menyampaikan firman Tuhan 
Dari perumpamaan ini terlihat sangat jelas bahwa : 
Jika pemberitaan firman Tuhan tidak membuat orang yang mendengarnya 
bertobat dan tidak membuat orang tersebut mau berubah sesuai
yang dikehendaki firman Tuhan.

Berarti orang tersebut yang memilih tidak mau menanggapi firman Tuhan yang didengarnya atau dibacanya atau dimengertinya sedangkan yang  memberitakan firman Tuhan itu sudah melakukan tugasnya. 
(kebaskan debu ...Markus 6:11). 
Realitanya, seringkali yang disalahkan adalah pemberita firman Tuhan; 
apakah ia seorang romo / penginjil / pewarta / siapa saja yang membawa 
berita tentang kabar sukacita firman Tuhan. 
Padahal yang mendengar / membaca firman Tuhan tersebut yang menutup pintu hatinya tidak mau menanggapinya. 

Seharusnya iman seseorang menjadi bertumbuh jika hatinya seperti 
"tanah yang baik" dan menjawab panggilan Yesus yang mau masuk 
ke dalam hati kita. 
Roma 10:17
jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 
Wahyu 3:20
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang
mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. 
Semoga renungan hari ini menyentuh hati sanubari kita dan mau menerima dan mendengarkan seruan Yesus mengajak kita hidup di dalam kebenaran-Nya. 


Salam Kasih, 
Surya Darma