Selasa, 30 April 2019

DILAHIRKAN KEMBALI (BAGIAN-2)


Selasa, 30 April 2019

KISAH 4:32-37 
MAZMUR 93:1-2,5 
YOHANES 3:7-15 

Bacaan Injil Yohanes hari ini melanjutkan percakapan Nikodemus setelah bacaan kemarin sudah dibahas dan direnungkan mengenai perkataan Yesus bahwa: 

Yohanes 3:7 
Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. 

Hari ini kita diajak untuk mendalami kembali iman percaya kita kepada Yesus sebab kita cenderung mengandalkan kemampuan sendiri dan mengabaikan perkataan Firman Tuhan. 

Seperti halnya Nikodemus yang tidak mengerti apa yang dikatakan Yesus bahwa kamu harus dilahirkan kembali

Yohanes 3:4 
Kata Nikodemus kepadaNya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" 

Siapakah Nikodemus? 

Nikodemus adalah seorang pemimpin agama Yahudi (Yohanes 3:1) dan juga seorang pengajar (Yohanes 3:10) dari golongan Farisi yang tidak percaya pada Yesus meski mereka umumnya adalah ahli-ahli Taurat sebagai pemuka agama. 

Nikodemus bimbang hatinya karena tidak sesuai dengan pengetahuan tentang kitab Taurat yang ia pelajari dan ia imani tetapi ia tertarik dengan yang Yesus lakukan  sehingga ia sengaja datang ke Yesus untuk bertanya (Yohanws 3:2). 

Bukankah kita seringkali juga bimbang dan tidak percaya kepada Yesus bahwa IA sanggup melakukan sesuatu yang menurut kita mustahil ketika kita hadapi masalah hidup yang pelik. 

Kekuatan iman percaya kita akan terlihat seberapa kokohnya jika berada ditengah-tengah persoalan hidup; apakah itu masalah pekerjaan/bisnis, masalah penyakit, masalah keluarga, dsbnya. 

Terkadang man kita mudah goyah karena persoalan sepele; ibaratnya seperti daun terombang-ambing ditiup angin. 

Sebab fokus perhatian kita tertuju pada hal-hal duniawi dan sering mengabaikan atau bahkan tidak percaya hal-hal rohani. 

Itu sebabnya Yesus mengatakan hal ini kepada Nikodemus bahwa: 

sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?  (Yohanes 3:11-12). 

ayat 11 dan ayat 12 ini penting kita simak dan renungkan! 
dikatakan hal-hal duniawi saja kamu tidak percaya, tentu hal-hal sorgawi, kamu tidak akan percaya. 

Apa maksudnya? 

Bila kita diperhadapkan pada hal sorgawi, misalnya mukjijat penyembuhan sakit penyakit atau mukjijat berkat materi. 

Pertanyaannya : apakah mau percaya bila melihat seseorang didoakan itu sembuh padahal kita tahu sakit orang itu parah dan sepertinya sulit disembuhkan. 

Disinilah letak persoalannya yakni tidak percaya pada mukjizat atau pada hal-hal rohani sebab ia pakai logika dan tidak pakai imannya. 

Ada hal-hal tertentu diluar kemampuan logika yang terjadi sehingga kita tidak bisa lagi menilainya dari sudut logika tetapi hendaknya dengan iman. 

Inilah salahsatu aspek dari pengertian dilahirkan kembali yaitu bagaimana iman itu mesti bertumbuh agar keyakinan dan kepercayaan kepada Yesus semakin lama makin teguh dan tak tergoyahkan. 

Kita sudah sering membahas bagaimana caranya menumbuhkan iman, yaitu dengan cara mendengar Firman Tuhan dan melakukannya. 

Roma 10:17 
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 

Yakobus 1:22 
Hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. 

Yakobus 2:22 
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. 

Semoga kita semua telah dilahirkan  tetap tekun dan setia pada iman percaya pada Yesus Kristus. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Senin, 29 April 2019

DILAHIRKAN KEMBALI (BAGIAN-1)


Senin, 29 April 2019

KISAH 4:23-31 
MAZMUR 2:1-9 
YOHANES 3:1-8 

Bacaan Injil Yohanes tentang percakapan dengan Nikodemus cukup panjang, dan dimulai hari ini akan kita renungkan bersama dan banyak hal yang bisa kita pelajari. 

Hari ini dimulai ayat 1 sd ayat 8 dimana Yesus mengatakan bahwa untuk menjadi pengikut atau sebagai murid Yesus maka 
harus mengalami  "kelahiran baru."  

Yohanes 3:3 
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah. 

Pertanyaannya adalah apa itu "dilahirkan kembali" atau "lahir baru"? Nikodemus seorang pemimpin agama Yahudi tidak paham yang dimaksudkan Yesus. 

Yohanes 3:4 
Kata Nikodemus kepada Yesus: "bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" 

Kenapa Nikodemus jawabannya tidak mencerminkan jawaban seorang pemimpin agama Yahudi, dengan mengatakan bahwa ia sudah tua dan bagaimana bisa masuk ke rahim ibu 
untuk dilahirkan kembali? 

Nikodemus seorang Farisi, selain dia pemimpin agama Yahudi, ia juga dari golongan Farisi dimana golongan ini lebih menekankan hal-hal yang lahiriah dalam penerapan agama Yahudi, yang sangat dikecam Yesus. 

Itu sebabnya Yesus berbicara kepada Nikodemus tentang dilahirkan kembali harus dialami seseorang jika mau melihat atau masuk ke dalam Kerajaan Allah. 

Yohanes 3:5 
Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 

Dikatakan harus dilahirkan dari air dan Roh supaya dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 

Air menunjukkan baptisan. 
Roh menunjukkan Roh Kudus. 

Titus 3:5 
Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya, oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus. 

Ada pandangan lain dari umat kristen yang mengatakan bahwa dengan dibaptis berarti pasti memperoleh Anugerah keselamatan untuk selama-lamanya sekalipun ketika ia meninggal masih melekat dosa karena Allah Maha Pengampun mengampuni dosanya. 

Kita tidak membahas tentang baptisan dan perbedaan penafsiran tentang pembaptisan. 

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatian perkataan Yesus tentang "dilahirkan kembali": 


Hal Pertama 
Hendaknya terjadi perubahan pola pikiran dan pandangan hidup kita 

Seperti kita ketahui bahwa pikiran kita ini sangat besar pengaruhnya untuk menentukan cara kita bertindak dan perilaku kita melakukan sesuatu perbuatan. 

Seringkali pikiran dan pandangan hidup kita bertolak-belakang dengan pikiran dan pandangan Kristus sehingga berulangkali membentengi diri kita untuk menolaknya. 

2 Korintus 10:5 
Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. 
kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. 

Untuk mengalami lahir baru, kita harus meninggalkan pola pikir dan pandangan atau prinsip hidup manusia lama kita dan mengarahkan pada pola pikir dan prinsip hidup Kristus. 

Filipi 2:5 
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. 
(baca selanjutnya ayat 6-11) 


Hal Kedua 
Hendaknya terjadi perubahan sikap dan perilaku hidup kita. 

Seseorang yang dilahirkan kembali atau lahir baru akan terjadi suatu perubahan cara atau sikap hidup yang ia jalani sehari-hari; ia akan meninggalkan sikap hidup lama yang sarat dengan 
kedagingan dan sekarang menjadi manusia baru yang menjalani hidup di dalam roh yang sesuai kehendak Allah. 

Yohanes 3:6-7 
Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: kamu harus dilahirkan kembali. 

Kedagingan disini, bukan hanya bicara soal tubuh jasmani, tetapi menyangkut jiwa dan roh kita. 

Orang yang hidup dalam kedagingan berarti ia hidup dalam dosa, menuruti keinginan tubuh dan jiwa melebihan kebutuhan roh-nya. 

Roma 8:5 
Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 

Banyak orang beriman setelah dibaptis, kembali lagi cara hidup yang lama sebelum dibaptis yang mengutamakan kedagingan oleh karena ia tidak mengenal cara hidup di dalam roh. 
atau 
ia tahu cara hidup di dalam roh namun ia tidak menyukainya karena merasa dirinya terikat dan terbatas sehingga tidak dapat 
menikmati keinginan dagingnya yang lebih menyenangkan. 

Dengan dilahirkan kembali atau lahir baru atau mengalami hidup baru di dalam roh maka berarti memulai cara hidup baru yang sesuai dengan kehendak Allah sebab ia menyadari bahwa: Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna (Yohanes 6:63a). 


Hal Ketiga 
Hendaknya terjadi perubahan tujuan hidup kita. 

Perubahan ketiga ini akan terjadi bila telah terjadi perubahan pada pola pikir / pandangan hidup dan perubahan cara / sikap hidup sebab di dalam dirinya sudah dipenuhi oleh keinginan roh yang fokus tujuan hidupnya tertuju pada Allah. 

Orang tersebut akan berjuang mencapai tujuan hidup yang telah mengalami pembaharuan hidup, yang berjuang mengosongkan diri dari segala hawa nafsu kedagingan yang berlumuran noda dan dosa. 

Tujuan hidupnya berubah dari semula merengguk kenikmatan dunia sekarang berubah menjadi hidup di dalam Kristus. 

Filipi 3:13b-14 
Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, 
yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. 

Semoga kita terus-menerus diubahkan dan mengalami lahir baru hingga sampai kita menjadi serupa dengan Kristus sebab kita mau menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru. 

Kelahiran kembali berarti kita senantiasa bergumul melawan dosa, menyangkal diri, hidup benar di mata Tuhan, meski harus panggul salib seberat apapun sebab kita mau mengikuti Yesus Kristus, yang telah menebus kita di kayu Salib. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Minggu, 28 April 2019

MAKNA KEBANGKITAN YESUS (BAGIAN-6)

Sabtu, 27 April 2019

KISAH 4:13-21    
MAZMUR 118:1,14-16,18-21 
MARKUS 16:9-15 

Injil Markus hari ini tentang perikop Yesus menampakkan diri beberapa kali, pertama kepada Maria Magdalena (ayat 9), lalu kepada dua orang dalam perjalanan keluar kota (ayat 12) dan kepada kesebelas orang yang sedang makan (ayat 14), akan tetapi mereka semua tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit. 

Kita sudah membahasnya pada Injil Matius, Lukas dan Yohanes dan kali ini dari Injil Markus yang menceritakan tentang penampakan Yesus untuk ketiga kalinya meski ada sedikit beda dengan ke-3 Injil sebelumnya kita renungkan namun tentu saja tetap sama tujuannya yaitu untuk menenangkan para murid, pengikut Yesus dari peristiwa penyaliban Yesus. 

Selain menegor atas ketidak-percayaan mereka bahwa Yesus bangkit, Ia juga meminta agar mereka memberitakan Injil ke seluruh dunia bahkan kepada segala mahluk. 

Markus 16:15 
Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 

Renungan kita hari ini, tidak akan mengulangi kembali yang sudah kita renungkan sejak hari Senin sd Jumat tetapi ada baiknya kita memperdalam kembali renungan sebelumnya. 

Kita merefleksikan makna paskah di dalam diri kita masing-masing; apa yang sudah kita perbuat selama kita mengakui Yesus sebagai Tuhan di dalam perjalanan iman kita sampai hari ini? 

Banyak pengetahuan yang kita pelajari dan banyak nasehat yang kita dengar, juga banyak hal yang sudah kita perbuat maka mari kita renungkan sejenak. 

Pertama 
Apakah kita sungguh menempatkan Yesus sebagai penguasa tunggal didalam diriku dan didalam kehidupanku? 

Kedua 
Benarkah kita sungguh telah melakukan perbuatan baik dan berguna bagi orang lain berdasarkan hati nurani yang penuh dengan belas kasihan dan penuh dengan kasih kepada sesama? 

Ketiga 
Masihkah kita merindukan Tuhan dan senantiasa intim bersama dengan Tuhan di sepanjang hari yang kujalani ? 

Marilah kita berdoa
ya Yesus, perbaharuilah aku setiap hari agar selalu setia padaMu dan tambahkan imanku agar kuat menghadapi segala hal keduniawian ini. 

Teguhkan hatiku dari segala keinginan kedagingan diriku dan tuntunlah serta bimbinglah aku supaya tetap berjalan di jalanMu. 

Terkadang aku lelah berkelana di dunia fana ini, terkadang aku enggan keluar dari kenyamananku saat ini, terkadang aku kehilangan arah dan tersesat dari jalanMu, terkadang aku tak tahu apa yang mesti kulakukan. 

Ampuni aku, Tuhan Yesus 
kasihanilah aku orang berdosa ini 
biarlah terangMu senantiasa menerangi jalan hidupku supaya mampu melakukan setiap kehendakMu. 

Ke dalam tanganMu, Tuhan Yesus 
kuserahkan seluruh hidupku sampai aku kembali ke rumah Bapa di Surga. Amin. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Sabtu, 27 April 2019

MAKNA KEBANGKITAN YESUS (BAGIAN-5)

Jumat, 26 April 2019

KISAH 4:1-12  
MAZMUR 118:1,2,4,22-27 
YOHANES 21:1-14 

Injil Yohanes hari ini, Yesus menampakan diriNya di hadapan para muridNya, untuk ketiga kalinya. 

Yohanes 21:14 
Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati. 

Murid-murid Yesus kembali lagi pada kehidupan sebagai nelayan setelah alami keterkejutan menyaksikan betapa Yesus yang mereka harapkan menjadi pemimpin yang akan membebaskan mereka dari belenggu penjajahan bangsa Romawi. 

Ternyata mati tergantung di Salib, yang menurut pemahaman orang Yahudi ialah suatu kekalahan mengecewakan hati. 

Yohanes 21:2-3 
Di pantai danau Tiberias berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 

Yesus paham betul karakter murid-muridNya dan Yesus mengulangi mukjijat pernah terjadi dalam Lukas 5:1-11 dimana jala Petrus dan murid lainnya koyak oleh banyaknya ikan setelah semalam suntuk tak se-ekor ikanpun diperoleh. 

Yohanes 21:16 
Kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 

Kali ini, meskipun ikan yang di-jala sangat banyak yaitu 153 ekor tetapi jala mereka tidak koyak. 

Yohanes 21:11 
Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. 

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari bacaan Injil hari ini? 

Pertama 
Berkumpul dalam komunitas rohani maka Yesus hadir. 

Pada ayat 2 dan 3, murid-murid Yesus berkumpul bersama yaitu : Tomas Didimus, Natanael, Yohanes, Yakobus  (mereka anak Zebedeus) dan dua murid lainnya tidak disebut namanya.(mungkin mereka pengikut Yesus, bukan para Rasul). 

Di dalam komunitas rohani, banyak hal bisa dilakukan bisa saling meneguhkan, saling mendoakan, saling melayani. 

Apalagi Yesus mengatakan bahwa Ia akan hadir bila kita mau berkumpul bersama-sama didalam nama Yesus. 

Matius 18:20 
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka. 

Gereja Katolik buanyak sekali komunitas rohani di dalam paroki, maka jika tidak dimanfaatkan untuk pertumbuhan iman terkadang ada orang anggap remeh dan cuek, belum mau fokus ke hal-hal rohani apalagi bergabung dalam komunitas rohani sebab masih sibuk dengan pekerjaan / bisnis dan keluarga. 

Ibrani 10:25  
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi 
marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. 

Kita manusia ini tidak dapat hidup untuk diri sendiri, atau hidup untuk keluarga sendiri . . . 

Beberapa kali saya menyaksikan ketika di rumah duka melihat sepi sekali teman dan kaum kerabat yang hadir turut belasungkawa atas "kepergian" salah seorang anggota keluarga. 

Pernah menjumpai sebuah keluarga, mereka begitu kesepian tidak ada orang yang menjenguk keadaan mereka. 

Sungguh membuat hati terenyuh . . .
terlepas dari mungkin kesalahan mereka yang tidak mau bergaul namun kita tak boleh menghakimi dan menjauhii mereka sehingga tidak mau hadir dan menghibur serta mendoakan mereka. 

Memang falsafah dunia lebih condong masa bodoh kepada orang lain yang tidak memberikan manfaat bagi dirinya. istilahnya: ada uang abang sayang, tak ada uang abang melayang! 

Sebagai pengikut Yesus, terlebih sebagai anak-anak Allah di dalam Yesus Kristus, 
seharusnya kita memiliki hati yang penuh belas kasihan yang mau siap menolong orang lain tanpa pamrih, tanpa bedakan, apakah  orang yang kita tolong itu pernah baik menolong kita ataukah ia tidak pernah menolong kita. 

Sebelum terlambat, kita berkomunitas 
mohon kepada Tuhan supaya ditambah-tambahkan hati kita penuh belas kasihan dan murah hati peduli kepada sesama. 

Para murid Yesus, mereka berkumpul bersama, bisa kita bayangkan mereka saling curhat mengenai peristiwa yang begitu menyesakkan diri mereka dan saling menguatkan. 

Kedua 
Tetaplah fokus ke depan, jangan pernah kembali ke belakang 

yach kita semua tahu bahwa kita hidup, 
bukan untuk hari kemarin tetapi untuk hari ini. meski kesusahan dan masalah hidup silih berganti menerpa diri kita namun kuatkanlah iman kita supaya tidak gentar dan kembali mundur ke belakang, kembali ke sikap hidup masa lalu. 

Yesus menasehati bahwa : 
Matius 6:34b 
Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari

Setiap persoalan hidup yang kita hadapi saat ini, kita harus yakin Tuhan pasti mengetahuinya dan apabila pertolongan Tuhan belum tiba, janganlah kecewa dan mutung alias ngambek dan menjauh dari Tuhan. 

Sebaliknya, semakin masalah hidup bertubi-tubi menerjang seharusnya semakin kita berlutut dan bersandar kepada Tuhan jangan pernah tanggapi setiap keinginan mencari solusi diluar jalan-jalan Tuhan. 

Iman kepercayaan kita kepada Tuhan harus semakin teguh dan memohon kekuatan dariNya supaya tetap berdiri tegap menghadapi segala masalah dan rintangan hidup. 

Ibrani 12:12-13 
Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh. 

Terkadang masalah yang sedang kita hadapi, (selain akibat kesalahan kita sendiri) ada sesuatu pelajaran yang Tuhan ijinkan agar kita mau terima 
sebagai ujian iman kita, sebelum Tuhan akan membawa kita menjalani kehidupan seperti Tuhan kehendaki pada diri kita. 

Ibrani 12:11 
Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. 

Ketiga 
Kepekaan hati itu amat penting untuk menanggapi hadirat Tuhan 

Yohanes 21:17a 
Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." ..... 

Diantara murid yang hadir saat itu, Yohanes-lah yang lebih dulu ngeh atau menyadari bahwa Yesus hadir setelah menanggapi perkataan dan perbuatan Yesus. 

Memang Yohanes sangat dekat hubungannya dengan Yesus sehingga memory atau kenangan bersama Yesus masih nempel masih teringat sehingga lebih cepat menyadari kehadiran Yesus. 

Hendaknya kita membangun relasi intim 
bersama Tuhan walau bagaimanapun kesibukan kita sehari-hari; entah itu sibuk mencari duit dan sibuk aktifitas pelayanan, terlebih bagi yang terlibat dalam pelayanan rohani. 

Kita teramat sangat membutuhkan "duduk diam" bersaat teduh bersama Tuhan untuk mendengarkan dan bersandar kepadaNya. 

Kepekaan akan hadirat Tuhan bergantung pada seberapa intim hubungan kita dengan Tuhan. 

Hati kita akan menjadi lembut dan tidak akan tega menyakiti hati Tuhan dengan berbuat semau kita yang Tuhan tidak berkenan. 

Matius 11:29b 
.... belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 

Ke-empat 
Jangan keraskan hatimu ketika sadar sudah berbuat salah dan berbaliklah segera mengikuti jalan Tuhan. 

Yohanes 21:7b 
Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mngenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. 

Kita lihat reaksi Petrus ketika mendengar perkataan Yohanes yang mengatakan bahwa itu adalah Tuhan Yesus. 

Dikatakan Petrus mengenakan pakaian, lalu terjun ke dalam danau artinya segera menanggapi Tuhan dengan mengikuti kehendak Tuhan untuk mewartakan Injil dan menggembalakan umat Tuhan. 

Sebagai manusia, tentu Petrus (demikian pula kita) lemah dan lakukan kesalahan dan dosa, namun jika kita bertobat dan berbalik-arah kembali ke jalan Tuhan maka kita tidak akan pernah kembali lagi ke gaya hidup yang lama seperti Petrus terus maju mempertahankan imannya dan tidak pernah kembali lagi menjadi seorang pengecut. 

Akhir kata, 
Nantikan dan harapkan selalu kehadiran Yesus di hidup kita supaya kita terbangun dari lelap karena mengikuti prinsip-prinsip dunia yang nyata-nyata menjauhkan kita dari Tuhan. 

Semoga kita memaknai paskah dengan terus-menerus kita bangkit dari sikap hidup hari-hari kemarin dan berubah menjadi sikap hidup hari ini berkenan bagi Tuhan sebab kita mau terus bertumbuh dan semakin menyerupai Yesus Kristus. 

2 Korintus 5:17 
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 


Salam Kasih, 
Surya Darma