Kamis, 30 Juli 2020

PERUMPAMAAN PUKAT DILABUHKAN DILAUT









KAMIS, 30 JULI 2020

YEREMIA 18:1-6 

Firman yang datang dari Tuhan kepada Yeremia, bunyinya: "Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataanKu kepadamu." 

MAZMUR 146:2-6 

Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. 

MATIUS 13:47-53  

Yesus kembali menjelaskan Kerajaan Sorga dengan perumpamaan tentang pukat yang dilabuhkan dilaut. 

RENUNGAN 

Seperti perumpamaan lalang diantara gandum maka perumpamaan pukat yang dilabuhkan di laut inipun menjelaskan tentang keadaan akhir jaman dimana setiap orang akan dipisahkan menurut perbuatannya selama hidup di dunia ini. 

Matius 13:49-50 
Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 

Mengapa ada orang jahat dan orang baik padahal Tuhan menciptakan kita manusia adalah baik adanya? 

Jahat dan baik haruslah dinilai atas dasar kebenaran Firman Tuhan dan bukan atas dasar kepentingan orang yang menilai. 

Seseorang dikatakan jahat karena telah berbuat hal-hal merugikan orang lain dan perbuatannya itu melanggar perintah dan kehendak Tuhan. 

1 Yohanes 3:4 
Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. 

Orang baik hidupnya seturut kehendak dan perintah Tuhan karena menjadikan Firman Tuhan, pedoman hidupnya. 

Mazmur 119:105 
FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. 

Tidak mudah menjaga komitmen hidup di dalam kebenaran Tuhan sebab melalui banyak proses pembentukan karakter dan kesungguhan hati untuk setia di dalam segala situasi dan kondisi hidup. 

Itu sebabnya Allah menghendaki supaya kita belajar dari tukang periuk yang rajin dan sabar memproses tanah liat untuk dijadika  periuk. 

Yeremia 18:4 
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. 

Demikian pula Tuhan memproses diri kita seturut kehendakNya, diinginkanNya

Yeremia 18:6 
"Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman Tuhan. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tanganKu, hai kaum Israel! 

Tanah liat tidak bisa menolak dibentuk oleh tukang periuk tetapi kita manusia meskipun dibentuk Tuhan dari debu tanah namun Tuhan memberikan kebebasan atau kehendak bebas kepada kita untuk menentukan pilihan hidup. 

Sesungguhnya setelah kita ditebus oleh Darah Yesus maka kita seharusnya tidak berhak lagi menentukan pilihan hidup menurut keinginan sendiri melainkan kita harusnya menuruti keinginan Tuhan. 

1 Petrus 1:18-19 
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat 

Tapi lihatlah kenyataannya, manusia mau hidup semaunya saja dan tidak tunduk kepada Tuhan bahkan tidak sedikit yang berpaling dari Tuhan menjadi pengikut Iblis karena mensuplai keinginan daging sesuai kemauannya. 

Yakobus 4:7-8  
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! Dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! 

Tidaklah heran manusia makin hari makin jahat karena keangkuhan tidak tunduk kepada Tuhan padahal dirinya ditebus oleh Darah Yesus dan bagaimana kasih Tuhan begitu besar kepada kita. 

Efesus 5:15-17 
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 

Semoga melalui perumpamaan pukat ini kota disadarkan bahwa sudah waktunya kita berbalik kepada Tuham dan hiduplah di dalam Tuhan menjelang tibanya hari-hari terakhir akhir jaman. 

Jangan sampai kita dipisahkan oleh malaikat Tuhan sebagai orang jahat dan tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga karena perbuatan kita di dunia ini. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


PENGALAMAN IMAN ST MARTA














RABU, 29 JULI 2020

1 YOHANES 4:7-16 

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus AnakNya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup olehNya. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. 

MAZMUR 34:2-11 

Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan Tuhan akan kuajarkan kepadamu! 

YOHANES 11:19-27 

Yesus datang setelah saudara Maria dan Marta mati dan berkatalah Marta kepada Yesus bahwa sekiranya Yesus ada disini maka saudaranya tidak mati. 

Yesus menjawab bahwa barangsiapa percaya padaNya maka ia tidak akan mati dan Marta percaya Yesus adalah Mesias sanggup membangkitkan orang mati. 

RENUNGAN 

Gereja Katolik menetapkan hari ini untuk memperingati St. Marta. 

Marta adalah saudara Maria dan Lazarus tinggal di Betania telah 4 hari di kubur (Yohanes 11:17-18) saat Yesus tiba di rumahnya dan Marta menyesali Yesus terlambat datang sehingga saudaranya Lazarus mati. 

Yohanes 11:21 
Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. 

Bukankah kita juga mengatakan seperti ini kepada Tuhan bila yang kita inginkan tidak dikabulkan Tuhan. 

Kita berandai-andai sekiranya Tuhan mau segera menolong maka kita tidak akan mengalami kesulitan atai penderitaan. 

Setiap orang pasti tahu Tuhan mengasihi kita manusia (Kejadian 1:26-28) tetapi kita tidak yakin Tuhan masih mengasihi kita setelah kita berbuat dosa. 

1 Yohanes 3:21-22 
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari padaNya, karena kita menuruti segala perintahNya dan berbuat apa yang berkenan padaNya. 

Ketidak-percayaan kepada Tuhan terjadi akibat dosa dan tidak tahu apa kehendak Tuhan atas diri kita yang seharusnya bisa kita ketahui dari Firman Tuhan. 

Marta tahu Yesus ada kuasa dari Allah  tetapi ia beranggapan Yesus tidak akan sanggup membangkitkan saudaranya meski untuk hal-hal lain Yesus sanggup melakukan mukjizat. 

Yohanes 11:22 
Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepadaMu segala sesuatu yang Engkau minta kepadaNya. 

Yohanes 11:23-24 
Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit." Kata Marta kepadaNya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." 

Kitapun sering membatasi karya Tuhan; kita pikir Tuhan tidak mengerti tehnologi, perekonomian padahal segala sesuatu termasuk hal kecil sekalipun akan Tuhan kerjakan untuk menolong kita. 

Roma 8:28 
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 

Marta mengetahui bahwa orang mati memang akan bangkit pada akhir jaman dan ini pengetahuan umum dimana setiap orang sehingga perkataan Yesus tidak dimengerti olehnya. 

Yohanes 11:25-26 
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini? 

Pengetahuan Marta tentang orang mati akan dibangkitkan pada akhir jaman itu menunjukkan Marta mengenal kitab Taurat namun sayangnya tidak mengerti bahwa Yesus adalah Sang Mesias yang sanggup melakukan segala hal termasuk yang mustahil bagi manusia. 

Yohanes 11:27 
Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia." 

Namun paling tidak Marta mengakui Yesus adalah Mesias daripada ahli Taurat dan orang Farisi tidak mengakui Yesus adalah Sang Mesias. 

Semoga kita mendapat pelajaran dari pengalaman iman Marta kepada Yesus dan kita semakin mau mengenal Yesus lebih dalam lagi agar kita semakin yakin dengan iman percaya kita pada Yesus. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Rabu, 29 Juli 2020

PERUMPAMAAN LALANG DIANTARA GANDUM











SELASA, 28 JULI 2020

YEREMIA 14:17-22 

Ya Tuhan, kami mengetahui kefasikan kami dan kesalahan nenek moyang kami; sungguh, kami telah berdosa kepadaMu. 

Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya Tuhan Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya itu? 

MAZMUR 79:8-9,11,13 

Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmatMu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami. 

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan namaMu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena namaMu! 

MATIUS 13:36-43 

Yesus menjelaskan arti perumpamaan lalang diantara gandum kepada murid-muridNya. 

RENUNGAN 

Mari kita simak penjelasan Yesus tentang perumpamaan lalang diantara gandum. 

Matius 13:37-39 
Yesus menjawab, kataNya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. 

Lebih lanjut Yesus mengatakan bahwa di akhir jaman, malaikat mengumpulkan segala yang jahat dan segala yang sesat dicampakkan ke dalam dapur api, wow!! (Matius13:41-42). 

Kita lihat saat ini sepertinya orang yang hidupnya mengandalkan kekuatan diri sendiri dan mengabaikan Firman Tuhan, terlihat sukses karena mendapatkan uang dan harta kekayaan dunia berlimpah. 

Mereka mengejek dan menghina orang yang hidupnya jujur, mewartakan Firman Tuhan dan melakukan pelayanan rohani namun uang dan harta dunia yang dimiliki sederhana, tidak seperti harta mereka yang jauh lebih banyak. 

Orang sukses dan kaya yang tidak hidup di dalam kebenaran Firman Tuhan akan cenderung tidak berbagi atau berbuat kebaikan kepada orang lain dengan tulus sebab segala sesuatu dikerjakannya selalu diperhitungkan untung-ruginya. 

Itu sebabnya sedikit orang yang masih bersikap jujur di tengah lingkungan yang menawarkan kemudahan jalan pintas mendapatkan uang dan harta walaupun harus berbuat dosa. 

Bahkan terkadang dianggap bukan dosa dengan alasan hal biasa dilakukan oleh banyak orang. 

Hal-hal seperti ini disebut lalang di dalam perumpamaan yang Yesus katakan sebab terbiasa berbuat jahat yang disangkanya bukan termasuk dosa. 

Orang yang jarang merenungkan Firman Tuhan, apalagi tidak pernah membaca Firman Tuhan maka standar kebenaran baginya berdasarkan kebenaran dunia. 

Markus 7:8 
Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia. 

Jika menurut pendapat dunia, sesuatu itu bukan dosa maka dianggap kebenaran bahwa memang bukan dosa padahal hal itu adalah dosa menurut Firman Tuhan. 

Lalang diantara gandum menunjukkan kejahatan ada disekitar atau disekeliling orang yang berkomitmen hidup benar sesuai kebenaran Firman Tuhan tetapi hendaknya tidak takut pada kejahatan melainkan lawanlah kejahatan dengan kebaikan; inilah Firman Tuhan katakan. 

Roma 12:21 
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! 

JADI, 

Sadarilah waktu kita hidup di dunia ini semakin dekat sebab tidak lama lagi kita mempertanggung-jawabkan perbuatan kita di saat meninggalkan dunia ini. 

Wahai orang yang masih terlena terbuai oleh kesenangan kenikmatan dunia dan yang masih sibuk menimbun harta dunia, segeralah bergegaslah tinggalkan semua itu dan cepatlah kembali kepada Tuhan sebab waktu penghakiman terakhir akan segera tiba waktunya. 

Matius 13:41-42 
Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikatNya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam KerajaanNya. Semuanya akan dicampakan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 

Orang yang hidup di dalam kebenaran Tuhan, bersabarlah dan setialah selalu kepada Tuhan walau sedang bergelut dengan berbagai masalah hidup sebab waktunya tiba, Tuhan menyinarimu dengan cahaya dari Surgawi dan masuk ke dalam Kerajaan Bapa di Sorga. 

Matius 13:43 
Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Senin, 27 Juli 2020

PERUMPAMAAN BIJI SESAWI DAN RAGI














SENIN, 27 JULI 2020

YEREMIA 13:1-11 

Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepadaKu, demikianlah firman Tuhan, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagiKu. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar. 

ULANGAN 32:18-21  

Mereka membangkitkan cemburuKu dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hatiKu dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal. 

MATIUS 13:31-35 

Yesus memakai perumpamaan untuk menjelaskan tentang Kerajaan Sorga dan kali ini perumpamaan biji sesawi diambil dan ditaburkan orang diladangnya dan perumpamaan ragi diaduk dalam tepung 

RENUNGAN 

Sering Yesus memakai perumpamaan untuk menjelaskan Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga. 

Timbul pertanyaan: Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah itu apa? 

Menurut Rasul Paulus kepada jemaat di Roma mengatakan bahwa: 

Roma 14:17 
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. 

Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga dapat diartikan secara hurufiah adalah bentuk pemerintahan Allah yang berdaulat dan berkuasa atas kehidupan manusia dan berkuasa atas alam semesta. 

Namun dari sisi kerohanian, Rasul Paulus mengatakan tentang Kerajaan Allah ialah  kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita 

Makna perumpamaan biji sesawi adalah kita mau menerima kebenaran Allah yang ditaburkan lewat pewartaan Firman Allah dan mempraktekan dalam kehidupan kita bahkan menempatkan Firman Allah sebagai pedoman hidup kita. 

Mazmur 119:105 
FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. 

Yesus juga menjelaskan Kerajaan Allah dengan perumpamaan tentang ragi yang diaduk ke dalam tepung terigu yang mana maknanya sama dengan perumpamaan tentang biji sesawi. 

Matius 13:33 
Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." 

Dalam bacaan pertama, Allah sangat mengasihi bangsa Israel namun mereka mengkhianati Allah dengan menyembah berhala dan membalas kebaikan Allah dengan berbuat kejahatan. 

Mereka tidak mau mendengarkan Allah dan mengeraskan hati mereka tidak mau tunduk pada peraturan dan ketetapan  Allah karena mereka mengikuti kehendak sendiri yang dipengaruhi ajaran dunia. 

Yeremia 13:10 
Bangsa yang jahat ini, yang enggan mendengarkan perkataan-perkataanKu, yang mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepada mereka, akan menjadi seperti ikat pinggang ini yang tidak berguna untuk apapun. 

Keadaan di jaman sekarang ini ternyata tidak berbeda jauh dengan angsa Israel dimana kebenaran yang mereka pegang adalah kebenaran dunia yang diakui menjadi pedoman hidup. 

Firman Allah bukanlah pegangan utama hidup sebagian umat kristiani dan fokus hidup tertuju pada hal-hal keduniawian. 

Yang dikejar hanya uang dan harta dunia serta kesenangan dunia. Mereka abaikan peringatan Firman Allah menasehati agar hidup di dalam kebenaran Allah. 

Mereka pikir menemukan damai sejahtera dan sukacita namun kenyataannya pahit tidak seperti yang semula dibayangkan. 

Berapa banyak orang sibuk cari duit dan hartanya buanyak namun hatinya hampa dan kesepian sehingga membenamkan diri dalam pesta pora dan mabuk alkohol untuk mendapatkan damai sejahtera dan sukacita agar memenuhi hatinya. 

Lukas 21:34 
Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat

Mari saudaraku dalam Yesus Kristus, 
Hiduplah di dalam kebenaran Allah agar engkau mendapatkan damai sejahtera dan sukacita dari Allah sehingga hidupmu tidak sia-sia hanya mengumbar nafsu kedagingan belaka. 

Biarkan Allah merajai hidupmu sehingga Kerajaan Allah hadir ditengah keluarga. 
Amin. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Minggu, 26 Juli 2020

YAKOBUS, RASUL









SABTU, 25 JULI 2020

2 KORINTUS 4:7-15 

Harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. 

MAZMUR 126:1-6 

Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. 

MATIUS 20:20-28 

Ibu Yakobus dan Yohanes meminta pada Yesus agar anaknya duduk di kanan dan di kiri Yesus di dalam kerajaan. 
Yesus mengatakan barangsiapa ingin jadi besar hendaklah ia menjadi pelayanmu, 

RENUNGAN 

Gereja Katolik menetapkan hari ini pesta St Yakobus Rasul. 

Yakobus adalah saudara Yohanes, anak Zebedus merupakan salahsatu murid utama Yesus. 

Meski awal pelayanannya Yakobus dan saudaranya Yohanes berambisi untuk menduduki jabatan disisi kanan dan sisi kiri Yesus di kelak kemudian hari saat Yesus menjadi raja; ini impian mereka yang salah namun mereka insyaf dari kesalahan mereka. 

Markus 10:35,37 
Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepadaNya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!" Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaanMu kelak, yang seorang lagi di sebelah kananMu dan yang seorang di sebelah kiriMu." 

Yakobus membuktikan dirinya setia pada Yesus dan rela mati demi beritakan Injil dan demi Yesus, guru mereka. 

Kisah Para Rasul mengisahkan tentang Yakobus terlibat aktif dalam pelayanan dan menjadi sokoguru bagi jemaat. 

Galatia 2:9 
Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat. 

Bagaimana dengan kita umat kristiani, apakah sudah terlibat dalam pelayanan dan pemberitaan Injil? 

Yesus menghendaki setiap orang yang percaya padaNya melakukan pekerjaan yang Yesus lakukan yakni kota diminta untuk pelayanan dan beritakan Injil. 

Yohanes 14:12 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. 

Yesus kuga mengingatkan bahwa dalam pelayanan itu bukan kita yang dilayani tetapi kita yang melayani, seperti yang Yesus lakukan. 

Matius 20:28 
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang. 

Hal ini seringkali dilupakan sehingga tidak heran timbul konflik pertengkaran sesama rekan sepelayanan padahal Firman Tuhan mengingatkan bahwa: 

2 Timotius 2:24-25 
Seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran 

Pelayanan itu bukan untuk: 
* dipuji orang 
* mencari popularitas 
* mendapatkan kuasa, jabatan 
* mencari uang 
* promosikan bisnis 
* kepentingan diri sendiri 

Semakin kita melayani seharusnya kita semakin rendah hati dan tidak perlu kita beritahukan ke orang lain pelayanan yang kita kerjakan. 

Matius 6:1 
Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. 

Lukas 17:10 
Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan. 

Bagaimana dengan anda? 
Masihkah tidak mau pelayanan? 
Masihkah melakukan pelayanan dengan tujuan mencari pujian dan popularitas atau untuk keuntungan diri sendiri? 


Salam Kasih, 
Surya Darma