Sabtu, 31 Oktober 2020

JADILAH ORANG RENDAH HATI











SABTU, 31 OKTOBER 2020
 
FILIPI 1:18b-26 
 
Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. 
 
MAZMUR 42:2-3,5
 
Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? 
 
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya, penolongku dan Allahku
 
LUKAS 14:1,7-11
 
Yesus katakan barangsiapa meninggikan diri akan direndahkam dan sebaliknya yang merendahkan diri akan ditinggikan. 
 
RENUNGAN 
 
Dalam suatu acara, biasanya yang duduk di barisan pertama adalah orang-orang yang terhormat di mata dunia; seorang pejabat berkuasa, pimpinan perusahaan, orang top prestasinya, donatur, undangan vvip lainnya. 
 
Bagi anda yang tidak dikenal prestasinya, bukan orang berkuasa di pemerintahan atau di perusahaan maka jangan harap bisa duduk di barisan paling depan. 
 
Manusia memang memandang rupa dan terbiasa membeda-bedakan menurut strata sosial, ekonomi, politik, bisnis, dll. 
 
Akibatnya timbul persaingan untuk dapat jabatan, kuasa, prestasi, dan popularitas. 
Dampaknya bisa menimbulkan gesekan perselisihan, pertengkaran, permusuhan. 
 
Inilah dunia yang mengedepankan nomor satu untuk menduduki posisi pertama dan terbesar, terhebat, ter....ter, lainnya. 
 
Tidak heran ada orang yang tinggi hati, sok, sombong, arogan karena didukung oleh jabatan, kuasa, harta, popularitas. 
 
Bacaan Injil hari ini justru sebaliknya Yesus mengatakan bahwa: 
 
Lukas 14:10 
Apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. 
 
Wow,,, sedikit orang atau bahkan tidak ada orang bersikap rendah hati memilih duduk di tempat paling rendah atau duduk tempat paling belakang ??? 
 
Mengapa demikian? 
 
Tanyakan pada dirimu sendiri, bersedia duduk paling rendah/belakang? 
Begitu juga apakah mau dicuekin atau tidak diperhatikan, tidak dihormati karena duduk di paling belakang yang tidak akam terlihat oleh orang lain. 
 
Firman Tuhan itu pasti benar dan jangan ragukan kebenaranNya dan lihatlah pasti digenapi atau menjadi kenyataan. 
 
Yesaya 55:11 
Demikianlah firmanKu yang keluar dari mulutKu: ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. 
 
JADI,  
 
Turutilah apa yang dikatakan Yesus atau yang dikatakan Forman Tuhan bahwa kita duduk di tempat paling rendah dan lihat Tuhan meninggikan kita sehingga dihormati, diangkat ke tempat tinggi. 
 
Lukas 14:11 
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. 
 
Memang tidak mudah bersikap rendah hati sebab kecenderungan kedagingan kita menginginkan yang lebih, lebih, lebih dalam segala bidang kehidupan. 
 
Menjadi orang rendah hati sangat langka sebab orang seperti ini telah berhasil melepaskan diri dari keinginan daging karena mengutamakan tunduk kepada kebenaran Firman Tuhan. 
 
Filipi 1:21-22 
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. 
 
Yach, buat apa memiliki segala yang ada di dunia ini bila saat mati atau tinggalkan dunia ini tidak bisa dibawa. 
 
1 Timotius 6:7 
Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. 
 
Tetapi banyak orang bodoh menjadi bebal karena kerakusan menginginkan segala dari dunia ini danmengabaikan hal hal rohani yang bisa dibawa bersama roh kita disaat meninggalkan dunia ini. 
 
Matius 6:19-20 
Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 
 
Oleh sebab itu turutilah dan lakukanlah Firman Tuhan. 
Dalam hal ini bersikaplah rendah hati maka Tuhan akan tinggikan kita. 
 
 
Salam Kasih, 
Surya Darma 
renunganpdkk.blogspot.co.id 
https://renunganhariankatolik.video.blog 

Jumat, 30 Oktober 2020

TEKUN MEMAHAMI KEBENARAN






JUMAT, 30 OKTOBER 2020
 
FILIPI 1:1-11
 
Doa Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi agar mereka semakin berpengetahuan tentang kebenaran Tuhan dan melakukan pekerjaan sesuai kebenaran Tuhan. 
 
MAZMUR 111:1-6 
 
Perbuatan-perbuatanNya yang ajaib dijadikanNya peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang. DiberikanNya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjianNya. 
 
LUKAS 14:1-6
 
Yesus sembuhkan orang sakit busung lapar pada hari sabat disaksikan oleh orang-orang Farisi. 
 
RENUNGAN 
 
Kembali kita saksikan kedegilan orang Farisi yang terus menerus menyerang Yesus dengan mempersoalkan ketentuan hari sabat padahal mereka sendiri juga melanggarnya. 
 
Kali ini saat Yesus menyembuhkan orang sakit busung lapar pada hari sabat dan Yesus menjelaskan mengapa melakukan penyembuhan di hari sabat. 
 
Lukas 14:4-5 
Mereka itu diam semuanya. Lalu Yesus memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. Kemudian Yesus berkata kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?" 
 
Kita harus memahami maksud kebenaran Firman Tuhan secara mendalam supaya tidak sekedar pengetahuan saja tetapi sampai kedalaman hati kita. 
 
Ada sebagian yang hafal ayat-ayat Firman Tuhan tetapi tidak melakukan Firman yang dia ketahui karena tidak meresap sampai kedalaman hatinya. 
 
Ahli Taurat dan orang Farisi hafal ayat dan peraturan hukum Taurat tetapi sebatas pengetahuan saja sehingga berulangkali Yesus mengingatkan hal ini namun tidak digubris oleh mereka. 
 
Rasul Paulus menasehati jemaat Filipi agar mereka memahami kebenaran Allah dengan sungguh-sungguh sehingga bisa membedakan manakah yang terbaik dan menghasilkan kebenaran. 
 
Filipi 1:9-11 
Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah. 
 
Kebenaran Firman Tuhan adalah satu kesatuan, pengetahuan dan perbuatan. 
 
Yakobus 1:25 
Barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. 
 
Semoga kita semakin memahami karena ketekunan kita mendalami kebenaran Firman Tuhan sehingga mendorong kita berbuat sesuai kebenaran Firman Tuhan. 
 
Yosua 1:8 
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 
 
 
Salam Kasih, 
Surya Darma 
renunganpdkk.blogspot.co.id 
https://renunganhariankatolik.video.blog 

Kamis, 29 Oktober 2020

TUNAIKAN TUGAS PERUTUSAN






KAMIS, 29 OKTOBER 2020
 
EFESUS 6:10-20 
 
Gunakan perlengkapan senjata Allah untuk melawan roh-roh jahat dan Iblis. 
 
MAZMUR 144:1-2,9-10 
 
yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku! 
 
Ya Allah, aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagiMu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur bagiMu
 
LUKAS 13:31-35 
 
Yesus katakan dirinya mati di Yerusalem kepada beberapa orang Farisi menyuruh Yesus meninggakan tempat itu karena akan dibunuh Herodes. 
 
RENUNGAN 
 
Ternyata ada juga orang Farisi yang tidak jahat kepada Yesus malah memberitahu Yesus akan dibunuh Herodes. 
 
Hal ini bisa diketahui dari bacaan Injil hari ini dimana Yesus mengatakan bahwa: 
 
Lukas 13:32-33 
Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. 
Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalananKu, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. 
 
Yesus tahu Dia akan menunaikan tugas di Yerusalem dimana DIa mati disalib untuk menebus dosa manusia. 
 
Demikian hendaknya kita menunaikan tugas perutusan dan tugas pelayanan dengan sebaik-baiknya walau disana-sini banyak rintangan dan penderitaan. 
 
Yesus dikecam, diintimidasi, diancam oleh orang-orang Farisi, ahli Taurat, dan tua-tua Yahudi. 
 
Mereka menghasut masyarakat Yahudi agar membenci Yesus sehingga dengan mudah menggerakkan massa untuk menjatuhkan Yesus hingga dibunuh. 
 
Kitapun akan mengalami serupa yang dialami Yesus dan sudah terjadi pada diri para Rasul dan para martir mati dibunuh. 
 
Sepertinya Allah biarkan ketiadak-adilan terhadap orang-orang yang melakukan tugas perutusan dan pelayanan namun dibalik semua itu rencana Allah ternyata digenapi dimana semakin dibunuh makin tersebar ajaran Kristus dan makin banyak orang percaya dan beriman pada Yesus. 
 
Kita masih ingat perkataan Yesus bahwa:
 
Yohanes 12:24 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. 
 
Penderitaan penganiayaan merupakan biji gandum jatuh ke dalam tanah dan mati, namun kemudian menghasilkan buah yakni banyak orang bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus. 
 
Maka dari itu jaga diri kita jangan sampai kehilangan semangat juang melakukan tugas pelayanan dan melaksanakan tugas perutusan walau banyak derita harus kita lewati agar misi kita berhasil. 
 
Roma 12:11 
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. 
 
Kita menyadari bahwa musuh kita yaitu roh jahat, setan, Iblis akan mengganggu dan menghalangi kita menunaikan dan menuntaskan tugas perutusan dan tugas pelayanan yang kita kerjakan. 
 
Efesus 6:12 
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 
 
Yesus saja dihalangi Iblis supaya tidak bisa menyelesaikan tugas perutusanNya yakni pengorbanan diriNya mati disalib. 
 
Lukas 22:44 
Yesus sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. PeluhNya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. 
 
Percayalah Allah memberikan kuasaNya untuk mengalahkan Iblis cs dan juga kita diberikan perlengkapan senjata Allah. 
 
Efesus 6:13 
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 
 
Apa saja perlebgkapan senjata Allah? 
Silahkan baca Efesus 6:14-17. 
Salahsatu perlengkapan senjata Allah adalah pedang Roh yakni Firman Allah
 
Aneh masih banyak umat kristiani tidak mau baca Firman Allah padahal itu adalah pedang Roh untuk mengalahkan Iblis. 
 
Ibrani 4:12 
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. 
 
Dengan perisai iman dan pedang Roh sebagai senjata ofensif atau senjata untuk menyerang maka kita dimampukan mengalahkan Iblis dan antek-anteknya. 
 
Sedangkan perlengkapan senjata Allah lainnya untuk pertahanan diri kita agar kuat menghadapi serangan Iblis. 
 
Tak bokeh dilupakan adalah kita menjaga kekudusan diri agar layak bagi Allah. 
 
Ibrani 12:14 
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. 
 
Demikianlah Allah telah menyiapkan diri kita dan tergantung kita; apakah sudah mempersiapkan diri untuk melaksanakan tugas perutusan dan pelayanan rohani. 
 
 
Salam Kasih, 
Surya Darma 
renunganpdkk.blogspot.co.id 
https://renunganhariankatolik.video.blog 
 

Rabu, 28 Oktober 2020

KESATUAN HATI PELAYANAN DAN PEWARTAAN INJIL






RABU, 28 OKTOBER 2020
 
EFESUS 2:19-22 
 
Hubungan umat kristiani dipersatukan di dalam Kristus sehingga menjadi bait Allah yang kudus di dalam Tuhan. 
 
MAZMUR 19:2-5 
 
Mazmur ini menggambarkan kemuliaan Tuhan dalam pekerjaan tanganNya. 
 
Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tanganNya 
 
​​LUKAS 6:12-19 
 
Yesus memanggil ke-12 muridNya yang disebut sebagai rasul; diantaranya ialah Simon orang Zelot dan Yudas Tadeus. 
 
RENUNGAN 
 
Gereja Katolik menetapkan hari ini pesta St Simon dan St Yudas. 
Mereka berdua termasuk dalam 12 murid utama Yesus yang disebut juga 12 Rasul. 
 
Pemberitaan tentang mereka berdua tak banyak diketahui dan dicatat dalam Injil kecuali berikut ini: 
 
Matius 13:55 
Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibuNya bernama Maria dan saudara-saudaraNya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? 
 
Simon dan Yudas dikenal sebagai sepupu Yesus dan juga dikenal sebagai saudara rasul Yakobus. 
 
 Yudas Tadeus disebutkan dalam Injil Yohanes ketika ia bertanya pada Yesus. 
 
Yohanes 14:22 
Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepadaNya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diriMu kepada kami, dan bukan kepada dunia?" 
 
Kisah Yudas Tadeus dan Simon Zelot dapat kita ketahui dari Tradisi Katolik. 
 
Dikatakan bahwa: 
Yudas Tadeus menulis surat Yudas yang berisikan dorongan semangat untuk peneguhan kepada umat kristen yang saat ini dalam krisis iman. 
 
Yudas mewartakan Injil di Mesopotamia sebelum bergabung dengan Simon Zelot di Persia dimana akhirnya keduanya mati sebagai martir Kristus. 
 
Simon, seorang penganut aliran Zelot yang memtaati Hukum Taurat Yahudi. 
Tahun 62 Simon dipilih menjadi uskup Yeruaem menggantikan rasul Yakobus yang mati dibunuh. 
 
Tetapi tradisi lain mengatakan Simon beritakan Injil ke Mesir, kemudian gabung dengan Yudas Tadeus pergi ke Persia dan akhirnya mati terbunuh sebagai martir bersama dengan Yufas Tadeus. 
 
Apa yang bisa kita pelajari dari teladan Yuda Tadeus dan Simon Zelot? 
 
Pertama adalah kegigihan memberitakan Injil tanpa takut kehilangan nyawa, lalu hal berikutnya adalah kerjasama mereka dalam karya misi pemberitaan Injil. 
 
Seringkali terjadi perselisihan perbedaan pendapat diantara sesama rekan sekerja sepelayanan maupun rekan misi Injil. 
 
Padahal seharusnya saling bekerjasama dan saling melengkapi diantara rekan sepelayanan dan bukan saling bersaing, apalagi iri hati sebab masing-masing Allah memberikan karunia menurut iman dan kemampuan masing-masing. 
 
Efesus 2:19-20 
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 
 
Janganlah bertengkar sesama rekan sekerja di ladangNya Tuhan. 
 
2 Timotius 2:24a 
Seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. 
 
Semoga yang terlibat dalam pelayanan hendaknya menjalin kesatuan hati dalam Kristus Yesus agar komunitas rohani menjadi solid dan kokoh. 
 
Efesus 2:21-22 
Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. 
 
INGATLAH !!! 
 
Perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur telah sepakat dibayar satu dinar per hari dengan tuan pemilik kebun anggur. 
 
Kita yang terlibat dalam pelayanan dan pewartaan Injil mendapatkan hasil yang sama yakni satu dinar di hadapan Tuhan. 
 
Jadi mengapa iri hati dan mesti bersaing kepada orang lain rekan sekerja bidang rohani? 
 
Yang mau cari popularitas. jabatan, uang tidak akan mendapatkan upah dari Allah atau Bapa Surgawi. 
 
Matius 6:1 
Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. 
 
Contohlah teladan dari Simon Zelot dan Yudas Tadeus serta para martir lainnya sebab mereka tidak mengejar kemuliaan diri dan keuntungan buat diri sendiri sebab Allah tidak berkenan semua itu. 
 
Yang terpenting perjuangan mereka itu diterima Allah dan bukan diterima dari manusia/orang lain. 
 
Kisah 5:41 
Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. 
 
Popularitas atau jadi orang top karena dikagumi banyak orang, atau setiap hari melakukan pelayanan dan pewartaan, menginginkan kuasa jabatan adalah hal kesia-siaan belaka sebab Allah tidaklah berkenan atas semua itu. 
 
Filipi 3:7-8 
Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus. 
 
 
Salam Kasih, 
Surya Darma 
renunganpdkk.blogspot.co.id 
https://renunganhariankatolik.video.blog 

Selasa, 27 Oktober 2020

HUBUNGAN KRISTUS DENGAN JEMAAT






SELASA, 27 OKTOBER 2020
 
EFESUS 5:21-33 
 
Kasih Kristus sebagai dasar hidup suami isteri maka saling sayangilah diantara suami isteri. 
 
MAZMUR 128:1-5 
 
Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya! 
 
Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! 
 
Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! 
 
​​LUKAS 13:18-21 
 
Yesus mengatakan perumpamaan untuk menjelaskan Kerajaan Allah yakni: 
- perumpamaan biji sesawi 
- perumpamaan ragi diaduk dalam tepung
 
RENUNGAN 
 
Bacaan Injil hari mengenai hal Kerajaan Allah melalui perumpamaan biji sesawi dan perumpamaan ragi diaduk kedalam tepung sampai khamir. 
 
Lukas 13:19 
Kerajaan Allah seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya. 
 
Lukas 13:21 
Kerajaan Allah seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya. 
 
Apa maksudnya? 
 
Ada proses pertumbuhan biji-bijian ditabur ke dalam tanah itu mati, kemudian tumbuh menjadi tunas, hingga akhirnya menjadi pohon. 
 
Yohanes 12:24 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. 
 
Biji sesawi, gambaran Kristus yang mati  dan melalui kebangkitanNya maka Kerajaan Allah menjadi nyata di dunia. 
 
Dikaitkan dengan bacaan pertama maka perumpamaan biji sesawi yang Yesus katakan berkaitan erat hubungan Kristus dan jemaat. 
 
Efesus 5:32 
Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. 
 
Rasul Paulus menggambarkan hubungan Kristus dan jemaat seperti hubungan suami isteri saling mengasihi. 
 
Efesus 5:24-25 
Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya baginya. 
 
Perumpamaan ragi diaduk dalam tepung sampai khamir maksudnya Kerajaan Allah tersebar ke seluruh dunia. 
 
Ragi adalah pekerjaan Allah melalui gereja dan roti adalah dunia, artinya pengaruh gereja tersebar ke seluruh dunia. 
 
Dikaitkan dengan bacaan pertama dan mazmur maka hubungan Kristus dengan jemaat harmonis akan membuahkan hasil berlimpah dimana banyak orang bertobat datang kepada Yesus. 
 
Demikian juga hubungan suami-isteri baik akan pengaruhi keluarga mereka menjadi harmonis dan hidup diberkati Allah. 
 
Hubungan relasi menjadi harmonis bila dilandasi kasih; suami isteri harmnis maka keluarga mereka harmonis karena saling mengasihi. 
 
Hubungan Allah dengan jemaat harmonis bila kasih Allah disambut dengan baik yakni jemaat atau umat kristiani bangun relasi intim lewat doa, saat teduh, dan merenungkan Sabda Allah. 
 
Demikianlah intisari keharmonisan relasi kita umat kristiani dengan Allah seperti halnya juga relasi suami isteri harmonis. 
 
 
Salam Kasih, 
Surya Darma 
renunganpdkk.blogspot.co.id 
https://renunganhariankatolik.video.blog