Jumat, 31 Mei 2019

MAKNA HARI KENAIKAN TUHAN


Kamis, 30 Mei 2019

KISAH 1:1-11 
MAZMUR 47:2-3,6-9 
LUKAS 24:46-53 

Lukas 24:50-51 
Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tanganNya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. 

Hari ini gereja Katolik memperingati hari raya kenaikan Yesus ke sorga dan bacaan Injil Lukas maupun bacaan dari Kisah para rasul hari ini menjelaskan mengenai beberapa hal, yaitu : 

APA YANG DAPAT KITA RENUNGKAN 

Setiap orang percaya kepada Yesus, sudah tahu tentang peringatan hari kenaikan Yesus ke Sorga karena setiap tahun kita rayakan. 

Apa maknanya bagi kita ? 

Sepertinya biasa-biasa saja dan banyak umat kristiani tidak seantusias seperti halnya hari kelahiran Yesus (=hari Natal) dan hari wafat dan kebangkitan Yesus (=hari Paskah). 

Namun jika didalami makna hari kenaikan Yesus ke sorga ini dan nanti beberapa minggu lagi hari Pentakosta, maka kita akan mendapatkan suatu pemahaman tentang peranan Roh kudus melanjutkan karya Yesus untuk menyelamatkan umat manusia. 

Memang Yesus sudah naik ke Sorga namun kita justru sangat membutuhkan Roh Kudus di dalam hidup kita. 

Dan sayangnya masih banyak orang katolik yang "tidak mengenal" peranan Roh Kudus yang menuntun, membimbing ke jalan kehidupan agar tidak tersesat dan sampai ke rumah Bapa di Sorga. 

JADI, . 
Sudah bukan waktunya lagi, meragukan apakah benar masih ada 
Roh Kudus yang berkarya di jaman sekarang ini. 

Keraguan atau ketidak-tahuan tentang Roh Kudus yang membuat orang 
tidak mengetahui bahwa tanpa kuasa Roh Kudus maka kita tidak akan 
mampu berbuat apa-apa, terutama menjalankan tugas perutusan kita. 

Kisah 1:8 
Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. 

Seperti yang Yesus katakan di dalam Injil Markus 16:15-20 agar kita memberitakan Injil, menyembuhkan berbagai penyakit, dan mengusir setan serta membebaskan diri dari kuasa roh jahat. 

Jika masih ragu-ragu atau takut salah tentang Roh Kudus, maka sebaiknya 
kita melakukan beberapa hal, seperti dibawah ini

Langkah Pertama 
Baca dan pelajari bagaimana Roh Kudus berkarya di kitab para rasul khususnya dan kitab-kitab yang ditulis Rasul Paulus 
meskipun di kitab lain juga ada yang menuliskan tentang Roh Kudus. 

Langkah Kedua 
Ikuti pengajaran tentang peranan Roh Kudus melalui seminar rohani, biasanya Seminar Hidup Dalam Roh (SHDR) dan seminar lainnya. 

Baca buku-buku rohani tentang Roh Kudus, banyak cara lain dapat kita 
ketahui tentang Roh Kudus, asalkan kita sungguh-sunguh mau tahu 
dan membutuhkan Roh Kudus di dalam hidup kita. 

Langkah ketiga 
Setelah itu berdoalah meminta hikmat dan urapan Roh Kudus. 

Banyak kesaksian dari mereka yang meminta Roh Kudus supaya menerangi pikiran dan mengalami jamahan Roh Kudus, bahkan tidak sedikit diberikan kuasa Roh Kudus tercurah didalam diri mereka. Buktikan dan alami sendiri ! 

Lukas 11:13b 
.... Bapa akan memberikan Roh Kudus 
kepada mereka yang meminta kepada-Nya. 

Semula saya juga ragu-ragu apakah benar kuasa Roh Kudus itu 
masih terjadi di jaman sekarang ini, tadinya saya pikir hanya terjadi 
di jaman Yesus saja dan cuman ada di Alkitab. 

Suatu hari di akhir tahun 1998, untuk pertama-kali hadir mengikuti 
seminar hidup dalam Roh Kudus dan mengalami jamahan Roh Kudus 
yang tidak dapat saya lupakan sepanjang hidup ini. 

Saat itu saya mengikuti mulai dari sesi pendahuluan hingga sesi ketujuh 
karena didasari ingin mengetahui kebenaran, apa betul Roh Kudus itu sungguh nyata dan saya memohon dan meminta supaya mengalami jamahan Roh Kudus. 

singkat cerita, sungguh luar biasa yang terjadi pada diri saya 
dan sampai saat ini saya begitu bersyukur kepada Roh Kudus 
yang senantiasa menyertai, menuntun, menghibur, menegor, dan 
mencurahkan Roh-Nya, memberikan karunia Roh, dan yang lainnya 
(anda harus mengalami Roh Kudus, sulit menjelaskan dengan kata-kata). 

Tanpa Kuasa Roh Kudus, saya tidak akan mampu untuk menulis renungan dan 
mewartakan Firman/Sabda Tuhan. 

Seringkali saya di-ingatkan Roh Kudus melalui pikiran saya dipenuhi oleh 
bahan-bahan yang akan ditulis dan juga yang akan saya bicarakan 
di hadapan banyak orang untuk mewartakan Firman-Nya. 

Selain itu, banyak hal di dalam hidup sehari-hari mengalami pertolongan 
dari Roh Kudus ... berdoa kepada Roh Kudus adalah sama seperti 
berdoa kepada Tuhan Yesus. (kita harus memahami peranan TriTunggal MahaKudus). 

Semoga kita memaknai hari kenaikan Yesus ke sorga dengan lebih memahami sungguh-sungguh bahwa Yesus sudah mengutus Roh Kudus untuk menyertai kita di sepanjang hidup ini. 

Dengan kita mempercayai Yesus berarti kita juga mempercayai hidup 
dibimbing dan dituntun oleh Roh Kudus. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Rabu, 29 Mei 2019

ROH KEBENARAN (BAGIAN-2)


Rabu, 29 Mei 2019

KISAH 17:15,22-18:1  
MAZMUR 148:1-2,11-14 
YOHANES 16:12-15 

Yohanes 
Bacaan Injil Yohanes hari ini melanjutkan tentang pekerjaan yang dilakukan Roh Kudus yang diutus Yesus, setelah Yesus pergi ke Bapa. 

Ada beberapa hal dilakukan Roh Kudus 

PERTAMA 
ayat 13 
Roh Kudus akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran sebab Ia tidak berkata-kata dari diriNya sendiri tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. 

Jadi Roh Kudus memberitakan : 
a. semua yang telah dikatakan Yesus 
b. hal-hal yang akan datang 

KEDUA 
ayat 14 
Roh Kudus akan memuliakan Aku sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya daripadaKu. 

Dari beberapa pengalaman memberitakan Injil, ada fenomena menarik diperhatikan yaitu : lebih diterima bicara tentang Yesus daripada bicara tentang Roh Kudus di kalangan Katolik. 

Mengapa demikian? 

Sepertinya membicarakan Roh Kudus dihindari; mungkin apakah takut atau super hati-hati ataukah ada kekhawatiran kebenaran siapa Roh Kudus itu? 

Jangan-jangan bukan Roh Kudus tetapi roh lain meski sering dikatakan bahwa Bunda Maria pertama kali karismatik tetapi kecendrungan menghindari bicara tentang Roh Kudus masih terjadi di sebagian umat Katolik. 

Bacaan Injil Yohanes minggu ini adalah jawabannya, terutama perkataan Yesus pada pasal 16. 

Dikatakan bahwa Yesus mengutus Roh Kudus. Jadi Roh Kudus yang memegang peranan penting dalam kehidupan kita setelah Yesus pergi ke Bapa (hari kamis nanti kita rayakan hari kenaikan Yesus). 

Kita bisa lihat bagaimana Roh Kudus mengubah Petrus dan para Rasul lainnya menjadi berkobar iman percayanya kepada Yesus Kristus, justru setelah menerima pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta (baca Kisah pasal 2). 

Karya Roh Kudus bisa dibaca sepanjang (isah para Rasul dan terus berkembang hingga saat kni, bahkan seterusnya hingga akhir jaman. 

Konsili Vatican ke dua, gereja Katolik membuka pintu seluas-luasnya bagi umat Katolik supaya membuka diri bagi Karya Roh Kudus yang telah berabad lamanya gereja Katolik menutup diri. 

Evangelisasi terjadi dimana-mana dan karya Roh Kudus membahana di seluruh dunia. Kita harus membiarkan Roh Kudus menjamah dan memasuki kehidupan kita 

Dengan mengalami Roh Kudus secara nyata, diharapkan ada transformasi pada diri kita dan diharapkan menghasilkan buah-buah roh didalam kehidupan kerohanian kita. 

Gereja katolik dikatakan ibaratnya raksasa yang sedang menggeliat dari tertidur, oleh karena Roh Kudus dibatasi karyaNya. 

Memang masih banyak yang belum mau membiarkan dirinya dijamah Roh Kudus bukan hanya umat saja, tetapi rohaniwan juga masih belum sepenuhnya menerima bagaimana peranan Roh Kudus berkarya. 

Semoga keterbukaan hati kita menerima karya Roh Kudus yang dinyatakan dalam diri kita semakin terbuka dan tidak diliputi keraguan lagi. 

Ingat, apa yang dikatakan Yesus tentang peranan Roh Kudus, jangan sampai kita takut dan curiga. 

Demikian pula hendaknya kita tidak semena-mena mengatas-namakan Roh Kudus demi kepentingan diri sendiri atau kepentingan komunitasnya. 

Pekerjaan/karya Roh Kudus senantiasa memuliakan Allah sebab Roh Kudus melakukan pekerjaan sesuai kehendak Allah. 

Yohanes 16:15 
Segala sesuatu yang Bapa punya adalah Aku punya sebab itu Aku berkata : Roh Kudus akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya daripadaKu. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Selasa, 28 Mei 2019

ROH KEBENARAN (BAGIAN-1)


Selasa, 28 Mei 2019

KISAH 16:22-34  
MAZMUR 138:1-3,7-8 
YOHANES 16:5-11 

Yohanes 16:7 
Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu 
Injil Yohanes hari ini, Yesus mengatakan Ia pergi ke Bapa yang mengutusNya, selanjutnya Yesus akan mengutus Penghibur yaitu Roh Kebenaran. 

Yohanes 16:5a
Sekarang Aku pergi kepada Bapa yang telah mengutus Aku 


Coba dibayangkan bagaimana perasaan para murid mendengar Yesus berkata akan meninggalkan mereka. 
Seperti biasanya, kita sebagai orangtua atau sebagai orang yang dituakan, banyak pesan dan nasehat kepada anak-anak kita atau kepada orang lain.  

Demikian juga yang kita lihat, Yesus sudah tahu saatnya sudah tiba Ia akan meninggalkan para murid dan tentu saja banyak nasehat, wejangan, perintah, dan pesan terakhir yang dikatakan Yesus kepada mereka (pasal 13 sd pasal 17). 

Mengapa Yesus mengatakan adalah lebih berguna jika Ia pergi ke Bapa supaya Roh Kudus datang
Jawabannya ada pada ayat 8, yaitu jikalau Roh Kudus datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman. 

Dunia disini berbicara mengenai manusia yang hidup di planet bumi dengan segala perilaku dan sikap hidupnya serta segala keinginan duniawi. 

Dari ayat 8 diatas berarti ada 3 hal yang dilakukan Roh Kudus terhadap dunia ini, yaitu

PERTAMA
ayat 9
Roh Kudus menginsafkan dunia akan dosa karena mereka tetap tidak percaya kepada Yesus. 
Tanpa disadari, hal ini bisa terjadi pada seseorang yang lebih percaya melihat kenyataan dunia ini dapat memenuhi segala keinginannya, apalagi bila ia sudah merasakan nimmatnya dunia ini. 

Banyak orang "bosan" hidup serba terbatas, terlebih yang hidupnya sehari-hari serba kekurangan segala hal dan banyak orang menginginkan hidup dalam kelebihan atau dapat dikatakan lebih memilih hidup dalam kenikmatan duniawi sekalipun harus berbuat dosa demi meraih segala keinginan duniawinya. 

Roh Kudus mengingatkan akan dosa bila kita tidak mau mempercayakan hidup kita kepada Yesus tetapi percaya pada dunia ini dengan segala pesonanya dapat lebih memenuhi keperluan hidupnya. 

Ayat 9 ini lebih dalam maknanya dari pada ditujukan kepada orang yang belum percaya kepada Yesus karena bisa menimbulkan perdebatan, apakah benar jika tidak percaya kepada Yesus adalah dosa? 

Kita yang sudah dibaptis secara katolik / kristen masih saja belum berhasil menyerahkan 100% hidup kita kepada Yesus karena masih mengandalkan intelektual diri dan juga kekuatan diri sendiri didalam menjalani hidup ini. 

Contoh nyata : 

Mengapa umat katolik membludak pergi beribadah ke gereja pada hari paskah dan hari natal saja sedangkan pada setiap hari minggu jarang ke gereja? 
Ini menunjukan pergi ke tempat lain lebih menarik daripada pergi ke gereja setiap minggu, apalagi setiap hari. 

Coba saja kita bertanya pada diri sendiri, manakah yang kita prioritaskan pergi ke gereja hari sabtu sore/minggu ataukah pergi ke acara lain demi hubungan bisnis, demi hubungan keluarga, demi hiburan refreshing keluarga, demi hubungan teman, dan demi-demi hal lainnya. 
atau hal lain seperti misalnya: mengapa pendalaman Alkitab atau pendalaman iman sepi didatangi umat katolik, yang lebih memilih mengikuti novena atau doa rosario di lingkungan dan di gereja? 

Ini menunjukan masih mengandalkan pemikiran dan keyakinan diri sendiri bahwa yang doa rosario/novena lebih berguna bagiku daripada mau lebih mengenal Yesus supaya tahu mana yang Yesus tidak berkenan kita lakukan mengakibatkan kita berdosa.  

Berdoa untuk mendapatkan berkat Tuhan adalah baik adanya namun lebih penting dan berharga, mencari dan mendapatkan Pemberi berkat yaitu Yesus Kristus. 

KEDUA 
ayat 10
Roh Kudus menginsafkan dunia akan kebenaran karena Yesus pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi 


Kebenarannya adalah Bapa mengutus Yesus dan Yesus mengutus Roh Kudus. Sungguh sangat dalam untuk dimengerti mengenai TriTunggal MahaKudus. 
Masih banyak yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan tetapi mengakui Yesus adalah nabi yang diutus Allah termasuk masih ada umat kristiani berpandangan demikian. 

Memang masih ada yang mempersoalkan diluar hal utama dan menganggapnya lebih penting memperbincangkan apakah Yesus itu Tuhan ataukah Yesus itu nabi. 
Bukankah lebih penting, kita belajar dari sikap hidup Yesus dan kita belajar dari perbuatan kasih Yesus. 
Kedua hal ini jauh lebih penting kita terapkan dan lakukan disepanjang hidup kita daripada berdebat seolah-olah pendapat dan pemikiran bahwa Yesus adalah nabi adalah yang paking benar. 
Umpama betul pendapat bahwa Yesus adalah nabi, tunjukkan bahwa kita juga mau berbuat seperti Yesus yang rela dirinya disiksa dan disalib demi membela orang. 
Tidak itu saja yang dilakukan Yesus, bisa ga kita berbuat kasih seperti yang Yesus lakukan? 
Orang mah paling getol mengkritik dan mencela orang lain tapi dia sendiri malah tidak berbuat apa-apa ... tiada kebenaran sejati di dala  dunia ini selain ada pada diri Yesus. Kebenaran sejati ada ditangan Tuhan! 

KETIGA
ayat 11
Roh Kudus menginsafkan dunia akan penghakiman karena penguasa dunia ini telah dihukum 


Siapa yang dimaksud penguasa dunia? menurut Yesaya pasal 14, ada yang menafsirkan bahwa bumi kita ini dikuasai oleh Lucifer atau putra fajar atau lebih familiar disebut Iblis cs. 

Jika kita cermati perikop pencobaan di padang gurun dimana Yesus dicobai Iblis hingga 3x (Matius 4:1-11), dan salah satunya ada tertulis begini: 

Matius 4:9
Iblis berkata kepada Yesus : semua kerajaan dunia dengan kemegahannya akan kuberikan kepadaMu jika Engkau sujud menyembah aku. 


Bisa dikatakan bahwa dunia ini dikuasai oleh Iblis namun telah dihukum. 
Roh Kudus mengingatkan kita akan ada penghakiman bila kita masih terikat dengan dunia ini yang penuh dengan keinginan kedagingan (Galatia 5:19-21). 

Semoga renungan hari ini semakin meneguhkan iman dan menyadarkan kita akan peranan Roh Kudus sungguh nyata dan jangan pernah meragukanNya. 

Kita umat katolik memang belum sepenuhnya memahami peranan Roh Kudus, karena masih banyak yang takut dan curiga terhadap sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan Roh Kudus. Maka dari itu lebih baik percaya saja bahwa Roh Kudus diutus Yesus untuk menyertai kita dan membawa kita kepada kebenaran sejati dari Allah. 
Salam Kasih, 
Surya Darma 

Senin, 27 Mei 2019

JADILAH SAKSI KRISTUS

Senin, 27 Mei 2019

KISAH 16:11-15 
MAZMUR 149:1-6,9b 
YOHANES 15:26-16:4a 

Yohanes 15:26-27 
Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. 

Injil Yohanes hari ini, Yesus mengatakan bahwa Roh Kebenaran yakni Roh Kudus diutus Bapa Surgawi setelah Yesus meninggalkan dunia ini, selain itu Yesus mengharuskan kita untuk bersaksi. 

Para Rasul telah bersaksi tentang Yesus Kristus, lalu diteruskan oleh pengikutnya hingga sampai kepada kita. 

Dampak dari kesaksian sangat luarbiasa mempengaruhi banyak orang mengikuti Yesus dan beriman kepadaNya. 

Salahsatunya adalah seorang perempuan bernama Lidia, penjual kain ungu setelah memdengar kesaksian dan pewartaan dari Rasul Paulus, tersentuh hatinya dan percaya kepada Yesus Kristus. 

Kisah 16:14 
Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 

Oleh sebab itu, sudah saatnya kita umat kristiani hendaknya memberitakan Injil tentang Yesus Kristus kepada banyak orang; baik itu kepada : 
* orang-orang katolik yang sudah lama 
   tidak aktif lagi ke gereja, atau 
* orang-orang percaya kepada Yesus 
   namun oleh karena sesuatu hal 
   mengecewakan hatinya maka berpaling 
   dari  Yesus, atau
* kepada orang-orang lain belum tahu 
  tentang Yesus supaya mengalami 
  kehadiran Yesus dalam hidup mereka. 

Pewartaan secara lisan adalah langkah awal sangat penting dimana seseorang dapat mendengar tentang kabar sukacita Yesus agar iman dan pengharapan timbul

Roma 10:17 
Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 

Banyak kesaksian dimana seseorang terjamah hatinya setelah ia dengar 
pemberitaan Injil atau mendengarkan renungan/homili/kotbah tentang 
bagaimana Yesus Kristus. 

Hendaknya tidak berdalih bahwa yang terpenting adalah kesaksian hidup dari pada memberitakan Injil secara oral. 

Justru pendengaran akan Firman Tuhan adalah pintu masuk seseorang dapat beriman kepada Yesus Kristus, kemudian barulah menerapkan dan menghidupi Firman yang telah didengar dan telah direnungkan. 

Kita harus bersaksi melalui pewartaan lisan dan juga melalui perbuatan kasih secara nyata dan secara utuh tak terpisahkan. 

Dengan demikian kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk 
membawa banyak orang datang dan mengalami hidup bersama Tuhan. 

Bukankah Yesus telah berulang-kali mengatakan bahwa : 

Yohanes 14:12 
Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. 

Untuk mengetahui pekerjaan apa saja yang telah dilakukan Yesus, yach kita perlu membaca dan mendengar dari Injil. 
dari situ ketahui bahwa semua perkataan dan pengajaran Yesus, diantaranya Yesus mengatakan Ia diutus memberitakan Injil. 

Lukas 4:43 
Yesus berkata : Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus. (baca juga Markus 1:35-39). 

Perhatikan, Yesus memberitakan Injil secara oral, melalui perkataan dan pemberitaan secara langsung kepada banyak orang, kemudian barulah Yesus melakukan banyak perbuatan kasih 
dan banyak mukjijat penyembuhan fisik maupun psikis. 

Dari Injil, kita ketahui bahwa setiap orang beriman kepada Yesus diminta untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah

Garis bawahi perkataan :  barangsiapa percaya kepada Yesus maka ia akan mewartakan Injil  (Yohanes 14:12). 

Selanjutnya, 

Yesus mengatakan bahwa akan ada hari dimana kita akan dianiaya oleh karena kita memberitaan Injil. 

Bahkan orang yang menganiaya atau membunuh kita menyangka ia berbuat demikian demi membela Allah. 

Yohanes 16:2 
Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa 
ia berbuat bakti bagi Allah. 

Hal ini sudah terjadi hingga sekarang ini di pelosok dunia, gereja dibakar, beberapa pastor katolik dan pendeta kristen dibunuh, begitu juga umat katolik / kristen juga dianiaya dan dibunuh. 

Matius 24:9-10 
Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. 

Ada juga yang dikucilkan di dalam keluarganya, oleh karena iman percayanya kepada Yesus ... dan masih banyak hal lainnya yang terjadi pada diri kita karena pekerjaan pengInjilan dan perbuatan kasih yang kita lakukan. 

Jika ada aniaya atau dibunuh karena memberitakan Injil Kerajaan Allah maka kita diminta jangan takut dan gentar karena : 

Matius 28:20b 
Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. 

dan juga kita diminta untuk tetap setia sampai kesudahannya 
Matius 24:13-14 
Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya. 

Kesimpulan : 

Pertama 
Kita kudu mesti melakukan apa yang telah Yesus katakan dan ajarkan 
a. wartakan Injil Kerajaan Allah
b. lakukan perbuatan kasih yakni kasih kepada Tuhan maupun kasih 
    kepada sesama. 

Kedua 
Kita kudu mesti percaya kepada Yesus, dalam keadaan apapun juga dan setia sampai kita dipanggil meniinggalkan dunia ini. 

Ketiga 
Kita kudu mesti tidak takut dan tidak gentar menghadapi segala aniaya 
intimidasi, dikucilkan, bahkan dibunuh, karena kita melakukan tugas perutusan kita yakni pemberitaan Injil secara lisan maupun melalui perbuatan kasih secara nyata. 


Salam Kasih, 
Surya Darma