Selasa, 30 Juni 2020

JANGAN TAKUT











SELASA, 30 JUNI 2020

AMOS 3:1-8, 4:11-12  

"Aku telah menjungkirbalikkan kota-kota di antara kamu, seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran, namun kamu tidak berbalik kepadaKu," demikianlah firman Tuhan. 

"Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. — Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!"  

MAZMUR 5:5-8 

Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu. 

Tetapi aku, berkat kasih setiaMu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumahMu, sujud menyembah ke arah baitMu yang kudus dengan takut akan Engkau. 

MATIUS 8:23-27 

Yesus menegor murid-muridNya takut karena angin ribut mengamuk. 

RENUNGAN 

Sedari kecil, pada umumnya kita takut dan biasanya takut kepada hantu/setan

Mungkin orangtua atau yang lebih tua dari kita tanpa sadar menakuti kita dengan katakan ada hantu/setan supaya kita tidak nakal atau rewel. 

Waktu itu kita masih anak kecil, tanpa kita sadari membekas di alam bawah sadar dan setelah dewasa, perasaan takut otomatis timbul pada saat kita berada dalam kondisi mencekam. 

Murid-murid Yesus mengalami hal ini saat angin mengamuk goncangkan perahu sehingga mereka menjadi ketakutan dan membangunkan Yesus yang tertidur di buritan perahu. 

Matius 8:26 
Yesus berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. 

Saudaraku dalam Yesus Kristus, 

Kita mesti bergaul karib dengan kitabsuci agar mengenal Tuhan Allah; mengenal apa yang Tuhan Sabdakan/Katakan, dan mengenal seperti apa Tuhan yang kita imani dan percaya kepadaNya. 

Kita harus mengalami Tuhan hadir dalam hidup kita supaya tahu Tuhan mengasihi kita dan bukan tahu dari orang lain yang mengatakan atau memberitakan tentang Tuhan mengasihi kita manusia. 

Ayub 42:5  
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. 

Kita harus tahu juga bahwa Tuhan Allah memberikan kekuatan untuk melawan setan/Iblis/roh jahat yang terus-menerus merongrong iman kita kepada Yesus. 

2 Timotius 1:7 
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. 

Selain perasaan takut, juga seringkali kita terganggu oleh perasaan khawatir yang sepanjang hidup kita merasuki pikiran dan hati kita sehingga sering kita kehilangan sukacita dan damai sejahtera. 

Padahal dalam kitabsuci, Sabda Tuhan tentang berkat-berkatNya tercurah pada diri kita, begitu sering diucapkan Tuhan sehingga seharusnya kita tidak khawatir. 

Matius 6:25 
Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 

Baca dan renungkan Mazmur 23 !!! 
Dan masih bunyak Firman Tuhan lainnya menyatakan bagaimana Tuhan segera menolong di saat kita lemah tak berdaya. 

Ada banyak hal yang tidak kita mengerti mengapa sesuatu terjadi pada diri kita maka berserulah kepada Tuhan maka kita akan diberitahu supaya mengerti dan tidak lagi khawatir dan tidak takut lagi mengarungi kehidupan ini. 

Yeremia 33:3 
Berserulah kepadaKu, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Senin, 29 Juni 2020

TELADAN ST PETRUS DAN ST PAULUS









SENIN, 29 JUNI 2020

KISAH 12:1-11 

Malaikat Tuhan membangunkan Petrus di penjara dan membawa keluar dari kota sebab raja Herodes akan membunuhnya. 

MAZMUR 34:2-9 

Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Takutlah akan Tuhan, hai orang-orangNya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! 

MATIUS 16:13-19 

Yesus menetapkan Petrus mendirikan jemaat dan memberikan kunci Kerajaan Sorga. 

RENUNGAN 

Gereja Katolik menetapkan hari ini hari raya St Petrus dan St Paulus, Rasul. 

Kedua Rasul ini luarbiasa komitmennya memberitakan Injil sampai akhir hayat sehingga Gereja menghormati mereka. 

Rasul Petrus pernah mengingkari iman sampai 3x saat saat Yesus ditangkap dan diadili dalam peristiwa penyaliban Yesus. 

Rasul Paulus pernah memerintahkan pembunuhan terhadap orang percaya kepada Yesus. 

Kedua Rasul ini menyadari kesalahan dan dosa mereka, lalu bertobat dan kemudian memberitakan Yesus telah bangkit adalah Mesias (=Juruselamat) manusia yang dijanjikan Allah. 

Setiap orang pasti pernah berbuat dosa namun yang penting adalah bagaimana tindakan perbuatan setelah bertobat. 

Petrus dipercayakan menggembalakan Gereja oleh Yesus dan Paulus ditugaskan sebagai Pemberita Injil kepada bangsa lain diluar bangsa Israel

Bagaimana dengan kita? 

Kitapun pasti pernah bertobat dan coba tanyakan pada diri sendiri; apa yang telah kita kerjakan perintah Yesus:  

1. Mmemberitakan Injil 

Matius 28:19-20 
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. 

2. Mengasihi Sesama 

Yohanes 13:34 
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. 

3. Mengasihi Tuhan Allah 

Markus 12:30 
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 

Perhatikan apa yang dikatakan Paulus berikut ini

1 Korintus 9:16 
Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. 

Dan juga apa yang dikatakan Petrus

1 Petrus 2:15-16 
Inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh. Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Sabtu, 27 Juni 2020

IMAN SEORANG PERWIRA









SABTU, 27 JUNI 2020

RATAPAN 2:2,10-14,18-19 

Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai, puteri Sion, cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam; janganlah kauberikan dirimu istirahat, janganlah matamu tenang! Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; 

curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepadaNya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan! 

MAZMUR 74:1-7,20-21 

Mengapa, ya Allah, Kaubuang kami untuk seterusnya? Mengapa menyala murkaMu terhadap kambing domba gembalaanMu? mereka menyulut tempat kudusMu dengan api, mereka menajiskan tempat kediaman namaMu sampai pada tanah; Janganlah biarkan orang yang terinjak-injak kembali dengan kena noda. Biarlah orang sengsara dan orang miskin memuji-muji namaMu. 

MATIUS 8:5-17 

Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum menderita lumpuh. 
Yesus memuji iman perwira tersebut. 

Yesus juga menyembuhkan sakit demam mertua Petrus, orang kerasukan setan, dan menyembuhkan orang sakit lainnya. 

RENUNGAN 

Dalam bacaan Injil hari ini, ada seorang perwira Romawi memohon kepada Yesus menyembuhlan hambanya sakit lumpuh. 

Yang menarik diperhatikan tatkala Yesus mengatakan: 

Matius 8:10 
Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikutiNya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel

Mari kita simak perkataan Perwira yang didengar Yesus membuatNya heran: 

Matius 8:8-9 
Tetapi jawab perwira itu kepadaNya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh
Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."  

Ada dua hal yang dikatakan Perwira itu

Pertama 
Perwira ini mengakui dirinya tidak layak menerima Yesus di dalam rumahnya 

Kedua 
Keyakinan Perwira pada Yesus sanggup menyembuhkan hambanya dengan hanya mengatakan sepatah kata saja. 

Kita tidak tahu apa yang menyebabkan Perwira ini tidak layak menerima Yesus di rumahnya namun kita menduga sebagai seorang Romawi, dia menyadari dirinya seorang kafir di mata orang israel. 

Mungkin ia sudah mendengar banyak hal tentang Yesus yang dimatanya luarbiasa melakukan mukjizat dan pengajaranNya membuat ia terkesan. 

Kerendahan hati Perwira ini mengakui dirinya tidak layak, dipuji Yesus sebab kebanyakan orang Yahudi dijumpai Yesus terutama orang Farisi, ahli Taurat congkak hati dan menolak Yesus. 

Dalam perkembangan selanjutnya, Gereja Katolik menyadur perkataan Perwira ini digunakan di saat Liturgi Ekaristi untuk mengingatkan kita ini tidak layak di hadapan Tuhan karena dosa-dosa kita namun kita percaya kebaikan Tuhan akan menyembuhkan diri kita. 

Memang harus kita akui, siapakah diri kita ini di hadapan Tuhan? Kita ini dibentuk dari debu dan diberi nafas oleh Tuhan. 

Namun banyak diantara kita manusia ini ada yang merasa dirinya hebat, sombong, dan mengabaikan Tuhan. 

Mengabaikan Tuhan bisa beraneka ragam sikap yang kita lakukan; jarang atau tidak mau berdoa, jarang/tidak mau membaca, merenungkan FirmanNya, dan tidak mau menuruti atau melakukam FirmanNya. 

Dengan tidak mau atau jarang berdoa dan membaca/merenungkan Firman Tuhan merupakan bentuk kecongkakan hati yang merasa tidak membutuhkan Tuhan karena yakin pada kemampuan diri sendiri sanggup menjalani hidup ini. 

Belajarlah dari Perwira Romawi yang rendah hati mengakui dirinya tidak layak dihadapan Yesus. 

Padahal Perwira ini bisa mengandalkan kekuatan dirinya dengan menyuruh anakbuahnya menjemput Yesus bahkan bisa memaksa Yesus harus datang ke rumahnya untuk sembuhkan hambanya yang sakit lumpuh. 

Tetapi Perwira ini datang menemui Yesus dan memohon Yesus menyembuhkan hambanya melalui sepatah kata, artinya melalui doa Yesus yang diyakini olehnya akan menyembuhkan hambanya. 

Perwira ini memiliki iman yang besar yang dikatakan Yesus dan sehatusnya kita juga memiliki iman yang besar. 

Bagaimana kita bisa memiliki iman besar bila tidak mau/jarang membaca kitabsuci yang memuat Firman Tuhan tertulis yang bisa kita ketahui. 

Perwira ini tentunya banyak mendengar tentang Yesus sebelum menemui Yesus, artinya sama halnya kita seharusnya banyak mendengar tentang Yesus dengan membaca Firman Tuhan/Alkitab. 

Roma 10:17 
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 

Perwira ini menemui Yesus berarti kita juga seharusnya menemui Yesus melalui doa dan saat teduh bersama Tuhan. 

Yohanes 4:23-24 
Saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran. 

Perwira ini yakin hambanya sembuh lewat sepatah kata Yesus adalah wujud nyata dari keyakinannya (=imannya) meskipun saat itu hambanya masih lumpuh. 

Ibrani 11:1 
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. 

Seringkali iman kita menjadi lemah sebab tidak yakin Tuhan sembuhkan atau Tuhan menolong kesusahan kita. 

Lihatlah Perwira itu yakin hambanya akan disembuhkan Yesus artinya Perwira ini percaya kepada Yesus akan bertindak meski dia tidak tahu persis kapan saatnya hambanya sembuh. 

Markus 11:24 
Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. 

Akan artinya sesuai waktu dan cara Tuhan memberikan kepada. 

Seringkali kita yang menentukan kapan dan cara Tuhan menolong kita padahal seharusnya kita ini memohon, bukan menuntut kepada Tuhan. 

Ini seharusnya caranya kita beriman seperti iman Perwira ini kepada Yesus. 
Kita beriman percaya kepada Yesus akan menyembuhkan dan menolong kita. 

Matius 8:17 
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Jumat, 26 Juni 2020

NANTIKAN TUHAN PULIHKAN HIDUPMU














JUMAT, 26 JUNI 2020

2 RAJA 25:1-12 

Nebukadnezar raja Babel membakar habis Yerusalem dan runtuhlah Israel. 

MAZMUR 137:1-6 

Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!" 

MATIUS 8:1-4 

Yesus mentahirkan dan menyembuhkan orang kusta. 

RENUNGAN 

Penyakit kusta di jaman dahulu itu sulit disembuhkan karena belum ada obatnya sehingga setiap orang menderita kusta akan dikucilkan dari masyarakat. 

Paling menyakitkan bila kita dikucilkan oleh keluarga, teman, orang lain disekitar kita dan masyarakat. 

Bukan hanya sakit kusta dikucilkan tetapi kita bisa dikucilkan, diasingkan, oleh hal hal yang tiba-tiba terjadi pada diri kita. 

Misalnya
Saat kehilangan pekerjaan, bisnis macet, kebakaran rumah/toko, sakit penyakit, dan banyak lagi hal lainnya. 

Kita harus mengantisipasi sebelumnya dengan menyadari bahwa keadaan hidup kita bisa berubah dengan cepat bila kita tidak waspada dan tidak mengandalkan Tuhan di dalam hidup kita. 

Realita hidup itu pahit dan menyakitkan bila anda mengandalkan harta, jabatan, status, dan mengandalkan relasi teman sebab semua itu akan sirna di saat anda mengalami perubahan keadaan hidup. 

Bila suatu hari, anda bangkrut, kesulitan keuangan; siapa yang akan menolong? 

Jangan harap banyak, teman anda akan membantu anda keluar dari kesulitan sebab anda akan kecewa dan kepahitan. 

Anda akan dikucilkan dari pergaulan anda karena perubahan situasi kondisi hidup anda dan ini sangat menyakitkan. 

Seperti halnya sakit kusta melambangkan keadaan sakit tiada obatnya, demikian pula bila keadaan hidup anda sulit; apakah keuangan seret atau sakit parah, dsbnya maka siapkan diri anda menerima keadaan hidup seperti itu dan tidak usah banyak berharap orang lain menolongmu 

Tuhanlah sumber pengharapan kita 
Tuhanlah Sang Penolong hidup kita 
Tuhanlah menghibur saat kita sedih 
Tuhanlah membangkitkan semangat kita 
Tuhanlah peduli keadaan hidup kita 
karena 
TUHAN SANGAT MENGASIHI KITA. 

Orang lain mengasihi kita di saat keadaan hidup kita baik-baik saja tetapi di saat kita kesusahan, jangan banyak harap mereka akan peduli dan menolong kita

Kesusahan hidup itu ibaratnya sepertinya sedang sakit kusta dan akan dikucilkan sebab takut menular kustanya; orang lain takut direpotkan diminta bantuannya. 

Oleh sebab itu wahai saudara/i-ku dalam Yesus Kristus, berharaplah kepada Tuhan dan hiduplah mengandalkan Tuhan. 

Tuhan menerima kita apa adanya, malah saat kita sakit, saat menderita, yakinlah Tuhan Yesus hadir menemanimu. 

Lukas 5:31-32 
Lalu jawab Yesus kepada mereka, kataNya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."  

Nantikanlah pertolongan Tuhan dengan sabar seraya mendekatlah pada Tuhan dan jangan engkau menuntut Tuhan tetapi terimalah semua yang Tuhan berikan kepadamu meski saat ini berbeda dengan yang engkau harapkan namun sekali lagi menantilah akan tiba saatnya hidupmu dipulihkan. 

Mazmur 27:14 
Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan! 

Mazmur 37:5-6 
Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Kamis, 25 Juni 2020

MELAKUKAN FIRMAN TUHAN









KAMIS,  25 JUNI 2020

2 RAJA 24:8-17 

Yoyakhin hanya memerintah tiga bulan tetapi nerbuat sangat jahat di mata Tuhan karena menyerahkan pembendaharaan rumah Tuhan dan dari istana Salomo kepada raja Babel Nebukadnezar dan akhirnya menaklukkan bangsa Israel. 

MAZMUR 79:1-5,8-9 

Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmatMu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami. Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan namaMu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena namaMu! 

MATIUS 7:21-29 

Orang yang mendengar dan melakukan Sabda Tuhan dikhendaki Bapa di Surga dan ia seperti orang bijaksana yang mendirikan bangunan diatas batu. 

RENUNGAN 

Ada orang yang sengaja tidak melakukan Firman Tuhan yang diketahuinya karena ia tidak menerima kebenaran Firman Tuhan yang menurutnya berbeda dengan yang diyakininya sebagai kebenaran. 

Misalnya
Matius 5:39 
Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. 

Menurutnya tidak benar ini Firman Tuhan sebab membuat orang jahat makin jahat dan lagipula tidak ada seorangpun bisa berbuat seperti Firman Tuhan katakan. 

Memang tipe orang seperti ini terbiasa mengandalkan pikiran dan pendapatnya sendiri bahkan mengklaim sebagai suatu kebenaran menurut yang diyakininya. 

Padahal Firman Tuhan mengatakan
Amsal 3:5-7a 
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan. 

Semakin pintar IQ seseorang dan terbukti sukses dalam karier dan bisnis sehingga menjadi terkenal dan dihormati banyak orang maka orang ini semakin meyakini pemikiran dan pendapatnya sendiri. 

Tidak heran bila ia mengkritisi kebenaran Firman Tuhan menurut pendapatnya dan tanpa disadarinya mulai meremehkan Firman Tuhan sehingga tak lagi menjadi pegangan dan pedoman hidupnya. 

Salomo terkenal dan dipuji banyak orang sebagai seorang yang paling berhikmat, karena merasa kehebatan dirinya mulai meremehkan Firman Tuhan sehingga ia pikir tidak ada salahnya mendirikan meja pemujaan dewa-dewi padahal dilarang oleh Tuhan Allah. 

Di jaman sekarang ini banyak bersikap seperti Salomo yang beranggapan yang dipikirkannya adalah suatu kebenaran dan yakin Tuhan memakluminya. 

Dosa tidak lagi dianggap dosa menurut apa yang diyakini seseorang bahwa hal itu bukan dosa tetapi suatu kesalahan atau kekeliruan biasa. 

Berbohong asalkan demi kebaikan maka itu bukan dosa, menurut pendapatnya atau istilahnya bohong putih. 

Mana ada berbohong untuk kebaikan sebab ia berbohong untuk kepentingan diri sendiri tetapi merugikan orang lain. 

Padahal sangat jelas Firman Tuhan mengatakan bahwa

1 Yohanes 3:4 
Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. 

Imamat 19:11b 
Janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya

Melakukan Firman Tuhan tidak boleh asal pilih yang kita sukai tetapi menolak yang tidak kita sukai. 

2 Timotius 4:3-4 
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 

Banyak orang mengatakan Firman Tuhan itu sulit dilakukan padahal sesungguhnya Firman Tuhan itu mudah dimengerti dan dapat kita lakukan dengan iman teguh. 

Ulangan 30:14 
Firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan. 

Ulangan 30:11 
Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh. 

Kunci utama melakukan Firman Tuhan adalah sikap hati kita mengasihi Tuhan karena kita telah menerima KasihNya terlebih dahulu. 

Tanpa kasih maka kita melakukan Firman Tuhan karena

Pertama 
Takut dihukum jika kita tidak melakukan FirmanNya

Kedua 
Ada tujuan supaya diberi BerkatNya bila melakukan FirmanNya

Ketiga 
Tidak mengenal Firman Tuhan dengan benar karena jarang membaca dan jarang merenungkanNya dan akibatnya salah mengerti apa yang dimaksud FirmanNya 

Semoga kita semakin intim bergaul karib dengan Firman Tuhan dan melakukanNya dengan hati yang mengasihi Tuhan. 

Matius 7:24-25 
Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 

Jangan sampai motivasi dan tujuan kita lakukan Firman Tuham demi kepentingan sendiri dan mengklaim telah menuruti perintahNya tetapi Bapa di Surga tidak berkenan segala hal yang kita lakukan. 

Matius 7:21
Bukan setiap orang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu di sorga


Salam Kasih, 
Surya Darma