Minggu, 31 Mei 2020

TUHAN MENGUJI ORANG BENAR









SABTU, 30 MEI 2020

KISAH 28:16-20,30-31 

Paulus dibawa ke Roma karena Paulus naik banding perkaranya kepada Kaisar dan selama dua tahun menunggu proses pengadilan atas dirinya, Paulus beritakan Injil Kerajaan Allah dan mengajar tentang Yesus Kristus. 

MAZMUR 11:4-5,7 

Tuhan ada di dalam baitNya yang kudus; Tuhan, takhtaNya di sorga; mataNya mengamat-amati, sorot mataNya menguji anak-anak manusia. 

Tuhan menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. Sebab Tuhan adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajahNya. 

YOHANES 21:20-25 

Petrus bertanya kepada Yesus tentang apa yang akan terjadi pada murid yang duduk di dekat Yesus. 

RENUNGAN 

Terkadang seseorang kepo ingin tahu tentang keadaan orang lain, seperti yang dilakukan Petrus kepo cari tahu tentang apa yang akan terjadi pada Yohanes. 

Melihat hal ini Yesus menasehati Petrus agar fokus pada dirinya sendiri dan tidak usah usil ingin tahu tentang diri Yohanes. 

Yohanes 21:22 
Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku." 

Yesus menghendaki Petrus mengikuti DIA artinya menuruti seperti yang Yesus telah kerjakan selama Yesus berada di dunia dan ini berlaku juga terhadap kita. 

Yohanes 14:12 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. 

Apakah kita telah melakukan pekerjaan seperti Yesus lakukan? 

Lukas 4:43-44 
Yesus berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea. 

Sesungguhnya, 
Mata Tuhan senantiasa tertuju pada kita (Mazmur 11:4) untuk melihat apa yang kita lakukan; apakah bertindak sebagai orang benar ataukah bertindak sebagai orang fasik yang fokusnya hal-hal dunia. 

Inilah ujian bagi kita yang telah Yesus selamatkan diri kita, apakah kita tetap menjadi orang benar menjalani hidup di dalam kebenaran Tuhan. 

Tidak mudah hidup sebagai orang benar atau lebih tepatnya, kita dibenarkan Allah menjadi orang benar. 

Banyak tantangan, rintangan bagi orang benar untuk hidup dalam kebenaran yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan. 

Contohnya

Melihat orang lain hidupnya kaya dan segalanya mudah bagi mereka menjalani hidup ini sedangkan kita bersusah-payah bekerja mencari nafkah untuk keperluan hidup kita dan keluarga kita. 

Inilah tantangan bagi kita untuk bekerja lebih rajin lagi namun seringkali banyak rintangan menghalangi pekerjaan kita sehingga penghasilan kita tidak cukup untuk memenuhi keperluan hidup kita. 

Rintangan dan tantangan mungkin saja merupakan ujian Tuhan untuk melihat apakah kita tetap mengandalkan Tuhan dalam tindakan dan pekerjaan kita atau apakah kita tetap berdoa dan berharap kepada Tuhan meski saat ini hidup serba kekurangan dan menderita. 

Firman Tuhan menasehati kita bahwa

Sirakh 2:1-4 
Anakku, jikalau engkau bersiap untuk mengabdi kepada Tuhan, maka bersedialah untuk pencobaan. Hendaklah hatimu tabah dan jadi teguh, dan jangan gelisah pada waktu yang malang. Berpautlah kepada Tuhan, jangan murtad dari padaNya, supaya engkau dijunjung tinggi pada akhir hidupmu. Segala-galanya yang menimpa dirimu terimalah saja, dan hendaklah sabar dalam segala perubahan kehinaanmu. 

Penderitaan menjadi penyebab utama bagi orang benar mempertahankan iman percayanya kepada Yesus Kristus namun hal ini harus dilalui dan diatasi hingga tetap menjadi orang benar. 

Berpeganglah kepada kebenaran Firman Tuhan agar kita mampu melewati segala rintangan dan hambatan hidup sebagai orang benar. 

1 Korintus 10:13 
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 

JADI 

Ingatlah selalu bahwa orang benar akan menghadapi tantangan masalah hidup; apakah itu disebabkan pencobaan dari dunia atau ujian dari Tuhan. 

Belum lagi bila masalah hidup akibat dari kesalahan kita sendiri maka bersandarlah senantiasa kepada Tuhan dan tetaplah bertindak sebagai orang benar. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Sabtu, 30 Mei 2020

GEMBALAKANLAH DOMBA-DOMBAKU












JUMAT, 29 MEI 2020

KISAH 25:13-21 

Festus memaparkan perkara Paulus pada raja Agripa yang berkunjung ke Kaisera bahwa Paulus ditahan di penjara karena perselisihan paham tentang agama yakni mengenai Yesus sudah mati sedangkan Paulus mengatakan Yesus hidup karena sudah bangkit. 

MAZMUR 103:1-2,11-12,19-20 

Tuhan sudah menegakkan takhtaNya di sorga dan kerajaanNya berkuasa atas segala sesuatu. Pujilah Tuhan, hai malaikat-malaikatNya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firmanNya dengan mendengarkan suara firmanNya. 

YOHANES 21:15-19 

Yesus bertanya kepada Petrus hingga tiga kali, apakah Petrus mengasihi Yesus? dan Petrus menjawab ia mengasihi Yesus. 

Yesus menghendaki Petrus mengikuti Yesus dan mengggembalakan domba-dombaKu, kata Yesus. 

RENUNGAN 

Bacaan Injil hari ini tentang Petrus ditanya sampai 3 kali oleh Yesus: "apakah engkau mengasih Aku?" 

Yohanes 21:17a 
Kata Yesus kepada Petrus untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" 

Tentunya Petrus merasa bersalah telah mengkhianati Yesus pada saat Yesus ditangkap dan disalib dimana ia kabur meninggalkan Yesus karena takut akan ditangkap juga sebagai murid Yesus. 

Sekarang Yesus menampakan diriNya menyatakan diriNya telah bangkit lalu menanyakan apakah Petrus mengasihi Yesus maka Petrus sedih. 

Yohanes 21:17b 
Dan Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepada Petrus:"Gembalakanlah domba-dombaKu. 

Dikemudian hari terbukti Petrus lakukan perintah Yesus menggembalakan domba dengan memberitakan Injil dan mengurus jemaat di Roma dimana Petrus adalah Paus pertama Gereja Katolik. 

Petrus tetap setia sampai mati di salib seperti Yesus tetapi posisi terbalik yakni di salib dengan kepala dibawah. 

Meskipun Petrus pernah mengkhianati Yesus namun pada akhirnya tetap setia kepada Yesus sampai akhir hayatnya. 

Demikian pula hendaknya kita juga tetap setia kepada Yesus Kristus dalam segala situasi dan kondisi hidup kita; pada saat keadaan hidup kita susah maupun saat hidup kita senang; di saat miskin maupun di saat kaya. 

Amsal 30:8b-9 
Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku
Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkalMu dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku. 

Kesetiaan itu sangat penting. 
Terlebih kesetiaan kepada Yesus Kristus adalah Tuhan Allah merupakan wujud kasih kita kepadaNya. 

Bukankah Yesus sungguh manusia telah membuktikan kesetiaanNya dengan rela menderita, dianiaya, bahkan mati di salib seperti kematian seorang penjahat padahal Yesus tidak berbuat jahat dan tidak berdosa. 

Begitu pula Tuhan Allah membuktikan kesetiaanNya sebab IA mengasihi kita manusia sejak semula kita diciptakan. 

Bahkan sekalipun kita manusia berdosa namun Tuhan Allah tetap setia dengan KasihNya kepada kita manusia. 

Mazmur 103:11-12 
Tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setiaNya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkanNya dari pada kita pelanggaran kita. 

Bicara tentang kesetiaan dan kasih itu mudah diucapkan dan dibicarakan namun kenyataannya sulit dilakukan sampai kita meninggalkan dunia ini. 

Kita bisa mengasihi tetapi apakah bisa tetap setia sampai akhir sebab biasanya diawal kita bisa mengasihi dan setia namun kebanyakan orang tidak mampu bertahan tetap mengasihi dan tetap setia sampai akjir hayat. 

Memberitakan Injil (Matius 28:19-20) merupakan bukti kita mengasihi Yesus dengan turuti perintahNya. 

Yohanes 14:21a 
Barangsiapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku 

Baca Firman Tuhan saja masih banyak yang tidak mau lakukan dengan berbagai alasan, apalagi mau beritakan Injil. 

Demikian juga dalam hal perintah Yesus tentang kasih (Yohanes 13:34-35). 
Katanya mengasihi Tuhan Allah tetapi kepada saudaranya dan kepada sesama tidak peduli alias masa bodoh, tidak mau menolong kesusahan orang lain. 

1 Yohanes 4:20 
Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 

Perintah Yesus kepada Petrus agar ia menggembalakan domba-dombaKu adalah sama artinya beritakan Injil dan mengasihi dombaKu/umat kristiani. 

Petrus telah menunaikan tugasnya dan juga para Rasul, para martir, santo-santa, telah menggembalakan domba-dombaKu 

Selanjutnya, bagaimana dengan kita? 
Sudahkah kita menggembalakan domba, dimulai orang yang terdekat dengan kita hingga kepada sesama kita? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Kamis, 28 Mei 2020

DOA YESUS UNTUK MURID-MURIDNYA (BAGIAN-3)









KAMIS,  28 MEI 2020

KISAH 22:30;23:6-11 

Paulus di hadapan Mahkamah Agama mengatakan dirinya keturunan Farisi sebab Paulus mengatakan kebangkitan orang mati padahal disitu ada orang-orang Saduki yang tidak percaya malaikat atau roh dan tidak ada kebangkitan badan

MAZMUR 16:1-2,5,7-11 

Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang KudusMu melihat kebinasaan. 

YOHANES 17:20-26 

Yesus berdoa kepada Bapa di Surga agar murid-muridNya menjadi satu dan mereka juga bersama-sama dengan Yesus. 

RENUNGAN 

Bagian terakhir dari doa Yesus kepada murid-muridNya adalah: 

Pertama 
Bapa Mengasihi murid-muridNya seperti Bapa Mengasihi Aku 

Yohanes 17:23 
Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. 

Kasih Bapa adalah kasih Agape yang tak ada batasnya; kasih yang sempurna. 

Bukan seperti kasih dunia yang bersyarat yakni kasih yang akan diberikan kepada orang yang menguntungkan dirinya dan kepada yang merugikan kepentingannya tidak akan diberikan kasihnya. 

Bapa Surgawi memberikan kasih tanpa syarat; diberikan kepada semua orang, apakah kepada orang baik saat ini dan kepada orang jahat. 

Matius 5:45 
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 

Kepada orang benar yang terpeleset berbuat dosa dan kepada orang jahat, diberi kesempatan untuk bertobat dan berbalik dari hal jahat, dari dosa, lalu kemudian melakukan hal baik supaya mereka diselamatkan. 

2 Petrus 3:9 
Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 

1 Rimotius 2:3-4 
Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. 

Kedua 
Dimanapun Yesus berada, para murid juga berada bersama Yesus 

Yohanes 17:24 
Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepadaKu, agar mereka memandang kemuliaanKu yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. 

Wow... Amazing Grace
Yesus menghendaki kita bersama-sama denganNya dimanapun IA berada berarti kita akan berada bersama dengan Yesus di Sorga, di rumah Bapa Surgawi. 

Yohanes 14:2-3 
Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. 

Ini berita menggembirakan tetapi kenapa banyak orang termasuk sebagian umat kristiani tidak antusias menerima Berkat Anugerah Mulia karena tidak yakin atau ragu-ragu apakah benar berita ini? 

Dosa mengakibatkan hubungan kita dengan Tuhan menjadi rusak sehingga semakin jauh dari Tuhan, bahkan sampai terputus hubungan kita dengan Tuhan. 

Iblislah yang membuat hati kita ragu-ragu dan tidak yakin apakah Tuhan masih mengasihi setelah kita berdosa? 

1 Yohanes 3:21 
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah 

Yohanes 8:44 
Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta 

Pada saat kita berbuat dosa maka segera kita bertobat dan yakinlah Tuhan ampuni dosa kita. 

1 Yohanes 1:9 
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 

Ingatlah senantiasa bahwa Tuhan Allah sangat mengasihi kita !!! 
Bahkan Yesus menjanjikan kita akan bersamaNya di rumah Bapa di Surga. 

Tunggu apalagi, kita tinggalkan segala sesuatu dari dunia ini yang mengikat dan membelenggu hidup kita sehingga relasi kita dengan Tuhan semakin jauh bahkan sudah terputus saat ini. 

Ibrani 12:1b 
Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita... 

Marilah mendekatlah bersamaNya setiap hari setiap saat kita berrelasi intim bersama denganNya selagi kita hidup di dunia ini dan nanti suatu hari kita akan bersamaNya di Surga. 

Semoga doa-doa Yesus tergenapi dalam kehidupan kita di dunia ini sampai suatu hari nanti hidup bersamaNya di Surga. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Rabu, 27 Mei 2020

DOA YESUS UNTUK MURID-MURIDNYA (BAGIAN-2)









RABU, 27 MEI 2020

KISAH 20:28-38 

Paulus berpesan kepada jemaat Efesus agar berjaga-jaga atas ajaran palsu dan meminta mereka bekerja giat membantu yang lemah dan mengingatkan perkataan Tuhan Yesus pada saat Paulus hendak meninggalkan mereka pergi ke tempat lain untuk memberitakan Injil. 

MAZMUR 68:29-30,33-36 

Akuilah kekuasaan Allah; kemegahanNya ada di atas Israel, kekuasaanNya di dalam awan-awan. Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudusNya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umatNya. Terpujilah Allah! 

YOHANES 17:11b-19 

Doa Yesus agar Bapa melindungi mereka yang pecaya kepadaNya dari yang jahat dan kuduskan mereka dalam kebenaran sebab mereka bukan dari dunia. 

RENUNGAN 

Dalam bacaan Injil hari ini tentang bagian lain yang Yesus doakan kepada Bapa untuk melindungi murid2-Nya dari yang jahat sebab dunia membenci mereka. 

Yohanes 17:15 
Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. 

Yohanes 17:14 
Aku telah memberikan firmanMu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 

Kita sudah membahas di renungan lalu bedanya bumi dan dunia. 
Seperti kita ketahui bersama bahwa dunia ini semakin hari semakin jahat. 
Mengapa demikian? 

Firman Tuhan telah memperingatkan kita akan keadaan dunia ini: 

2 Petrus 3:3 
Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. 

Orang yang hidup menuruti hawa nafsu mengutamakan keinginan dagingnya dari pada keinginan roh-nya. 

Demi memuaskan keinginan daging maka akibatnya timbul kejahatan. 
contoh: korupsi, judi, iri hati, serakah, dan masih banyak lainnya yang memaksakan keinginannya harus terpenuhi. 

Tidak heran semakin hari semakin banyak orang berbuat jahat karena tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya. 

Orang-orang yang terikat hawa nafsunya tidak bisa menerima hal-hal rohani berupa nasehat, pengajaran tentang kebenaran Firman Tuhan sebab berbeda bahkan bertentangan dengan kebenaran yang dunia ajarkan kepadanya. 

Oleh karena itu, 
Yesus mendoakan agar murid-muridNya dikuduskan dalam kebenaran FirmanNya 

Yohanes 17:17 
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firmanMu adalah kebenaran. 

Yesus menghendaki murid-muridNya hidup di dalam kebenaran Firman Tuhan dan menjadi pedoman hidup mereka, hal ini berlaku juga bagi kita umat kristiani. 

Tentunya dunia membenci setiap orang yang hidupnya tidak menuruti keinginan dunia sebab menjadi penghalang bagi orang-orang yang hidupnya menuruti hawa nafsu dunia. 

Tidaklah heran di zaman akhir ini banyak orang terseret oleh keinginan hawa nafsu dunia sebab ia tidak tahan lagi menolak tawaran dunia menggiurkan meskipun ia semula hidup dalam kebenaran Tuhan. 

Itu sebabnya Yesus mendoakan muridNya agar mereka hidup di dalam kebenaran Firman Tuhan sehingga mampu hadapi dunia yang membenci mereka. 

Doa Yesus akan berhasil bila kita yang juga adalah murid-muridNya karena iman percaya kita kepadaNya, menjaga diri dari keinginan hawa nafsu kedagingan dan hidup dalam keinginan Roh. 

Roma 8:13 
Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. 

Galatia 5:17 
Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. 

Apa itu keinginan daging dan keinginan Roh, silahkan baca Galatia 5:19-23. 

Galatia 5:24-25 
Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh. 

Dengan demikian doa-doa Yesus berguna bagi kita yang mau menuruti keinginan Roh dan hidup dalam kebenaran Tuhan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Selasa, 26 Mei 2020

DOA YESUS UNTUK MURID-MURIDNYA (BAGIAN-1)














SELASA, 26 MEI 2020

KISAH 20:17-27 

Perpisahan Paulus dengan para panatua di Efesus bahwa dirinya bersih dan tidak lalai memberitakan Injil Kerajaan Allah. 

MAZMUR 68:10-11,20-21 

Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, Allah, Tuhanku, memberi keluputan dari maut. Sesungguhnya, Allah meremukkan kepala musuhNya, tempurung kepala yang berambut dari orang yang tetap hidup dalam kesalahan-kesalahannya. 

YOHANES 17:1-11a 

Yesus berdoa kepada Bapa di Surga agar memelihara mereka dalam nama Bapa sebab mereka mengenal Engkau Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang Kau utus. 

RENUNGAN 

Sungguh besar kasih Yesus pada murid-muridNya dengan mendoakan mereka agar Bapa memelihara hidup mereka. 

Yohanes 17:11 
Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepadaMu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. 

Kita umat kristiani adalah murid-murid Yesus oleh iman percaya kita kepadaNya sehingga kitapun dipelihara Bapa. 

Seringkali berbagai bentuk tekanan hidup di dunia ini mengakibatkan penderitaan yang berkepanjangan sehingga kita tidak mampu mengatasinya dan menjadi lemah tak berdaya. 

Keadaan hidup seperti ini kerapkali kita kecewa kepada Tuhan dan meragukan kasihNya kepada kita sehingga timbul pertanyaan: dimana kasihMu Tuhan dan mengapa membiarkan hidup kita susah? 

Seakan-akan Tuhan lalai tidak menetapi janji-janjiNya tertulis di kitabsuci yang mengatakan Tuhan mengasihi kita sebab kenyataannya hidup kita menderita. 

Itu sebabnya saat pelayanan ke daerah minus dimana taraf hidup masyarakat tergolong miskin, hidup serba kekurangan maka yang pertama-tama kita lakukan adalah membagikan sembako dan bukan memberitakan Firman Tuhan. 

Kasih mesti diwujudkan dalam tindakan perbuatan dan bukan hanya dibicarakan sebab keadaan manusia di dunia saat ini sebagian besar hidup dalam kemiskinan; kekurangan pandang-pangan. 

Seperti Yesus menunjukkan kasihNya dengan menyembuhkan sakit penyakit, memberi makan ribuan orang, mengusir dan melepaskan keterikatan kuasa gelap selain Yesus mengajarkan tentang Injil Kerajaan Allah. 

JADI, 

Pada saat kita berdoa hendaknya kita tidak hanya berdoa untuk kepentingan sendiri melainkan mendoakan orang lain dalam doa-doa kita agar Tuhan berkati hidup mereka. 

Seringkali Tuhan menghendaki kita yang turun-tangan menolong kesusahan orang lain dan bukan hanya mendoakan saja. 

Dalam doa makan, sering kita doakan mereka agar dapat makanan seperti yang kita makan saat ini tetapi kita lupa bahwa seharusnya kira yang memberi makan kepada orang lain. 

Sebab Tuhan telah memberkati kita maka sudah sepantasnya kita juga memberkati orang lain dari berkat Tuhan yang kita terima sebelumnya. 

Dengan berbuat demikian berarti kita juga memelihara hidup sesama seperti Bapa memelihara hidup kita. 


Salam Kasih, 
Surya Darma