Minggu, 07 Juni 2015

RENUNGAN HARIAN 1-6 JUNI 2015











RENUNGAN HARIAN SENIN 1 JUNI 2015

Tobit 1:1-3, 2:1-8
Markus 12:1-12
Mazmur 112:1-6
Bacaan Injil Markus hari ini mengenai perumpamaan tentang penggarap
kebun anggur yang memukul hamba-hamba yang disuruh pemilik yang
pergi ke negeri lain untuk menerima sebagian hasil memeras anggur.
(ayat 1-5)

Markus 12:1,5
Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: adalah
seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya.
Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga.
kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu
berangkat ke negeri lain. Ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang
ini mereka bunuh dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan
ada yang mereka bunuh.
bahkan sampai ia menyuruh anaknya yang kekasih dan ternyata juga
justru dibunuh oleh penggarap kebun anggur tersebut.
Markus 12:6-8
sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih.
akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya:
Anakku akan mereka segani tetapi penggarap-penggarap itu berkata
seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia,
maka warisan ini menjadi milik kita. mereka menangkapnya dan
membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu.
makna dari perumpamaan ini ternyata imam-imam kepala, tua-tua, dan
ahli-ahli taurat (Markus 11:27) merasa merekalah yang dimaksudkan
dengan penggarap kebun anggur sehingga mereka berusaha menangkap
Yesus namun tidak jadi karena mereka takut kepada banyak orang yang
justru terpesona pada Yesus.
Markus 12:12
mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karna tahu, bahwa merekalah
yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu tetapi mereka takut
kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.
 
Hal tersebut diatas bisa terjadi pada diri kita yang sedang mewartakan
Injil ataupun sedang melakukan tugas pelayanan kasih.
terkadang ada saja yang tidak suka dengan pewartaan dan pelayanan
yang sedang kita lakukan dengan berbagai alasan dan motifnya.
 
​ada yang merasa tersaingin, ada yang iri hari, ada yang memang tidak 
suka kepada hal-hal kebaikan namun sebaliknya ada juga yang suka pada
semua hal-hal kebaikan terjadi pada banyak orang, ada yang tersentuh
oleh pewartaan dan pelayanan kita.
seperti perumpamaan hari ini, dimana penggarap kebun anggur itu
mereka hanya memukuli hamba-hamba dari pemilik kebun anggur
tetapi terhadap anak pemiliknya, justru mereka bunuh.
banyak hamba-hamba Tuhan yang dibunuh sedangkan terhadap umat
hanya dipukuli, di-intimidasi, tidak dibunuh.
​ini menunjukkan bahwa mereka tidak suka banyak orang dipengaruhi 
oleh hamba-hamba Tuhan yang memiliki karunia membuat orang lain
disadarkan untuk mengalami jamahan Tuhan pada dirinya.
kita kudu menyiapkan diri secara mental bahwa resiko melakukan
pemberitaan Injil maupun tugas pelayanan kasih itu sebagai bagian dari
ikut serta dalam memikul salib sebab Yesus sudah mengingatkan bahwa
kita juga akan mengalami seperti diriNya.
Matius 24:9-10, 13-14
Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan
dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku dan
banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan
saling membenci tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya
akan selamat.dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia
menjadi kesaksian bagi semua bangsa,
sesudah itu barulah tiba kesudahannya.
apapun yang kita alami, jika dengan penuh kesadaran dan kerelaan hati
kita mau menanggungnya dengan setia sampai pada kesudahannya,

kita kagum dengan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang gagah berani
mempertahankan iman kepercayaannya kepada Allah dan menolak untuk
menyembah dan memuja dewa yang didirikan raja Nebukadnezar.
konsekwensinya mereka bertiga dimasukan ke dalam perapian api yang
panasnya tujuh kali dari panas biasanya.
Daniel 3:19-20
meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap
Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian
itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.
kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya
untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan
mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.
mereka bertiga tetap teguh karena percaya akan pembelaan Allah dan
ternyata terbukti sebab mereka tidak terbakar hangus malahan menurut
raja Nebukadnezar, ia melihat ada empat orang terlihat berjalan
ditengah-tengah kobaran api yang menyala 7x sangat panas tersebut.
Daniel 3:24-25
terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia
kepada para menterinya: "bukankah tiga orang yang telah kita campakkan
dengan terikat ke dalam api itu?"
 jawab mereka kepada raja: "benar, ya raja!", katanya:
"Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan
bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan
yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"
Nebukadnezar mengira mereka ditolong oleh anak dewa.
Allah bisa mengutus malaikatNya untuk menyertai Sadrakh, Mesakh, dan
Abednego melewati kobaran api.
dari peristiwa ini menjadi suatu contoh bagi kita bahwa ditengah ancaman
kehilangan nyawa sekalipun, kita tidak boleh gentar sebab Allah akan
menyertai kita melewati semuanya, asalkan kita tetap percaya kepadaNya.
Selanjutnya,
kita harus yakin bahwa Allah tidak akan membiarkan diriNya diremehkan
dan keadilanNya tetap berlaku bagi yang membunuh hamba-hambaNya
yang diutusNya dan yang telah membunuh AnakNya terkasih.
Markus 12:9
sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu?
Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu,
lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain.
ini berlaku pada kita juga,
bila kita sudah dipercayakan untuk bekerja di kebun anggur Allah, yaitu
kita telah dipercayai untuk mengelola tugas pelayanan tetapi bertindak
seperti penggarap kebun anggur tersebut yang menyalah-gunakan
kepercayaaan tuan pemilik kebun anggur, dengan membunuh hamba2
bahkan membunuh anak tuannya tersebut.
demikian juga bila kita "membunuh" hamba-hamba Allah lainnya;
apakah itu berupa fitnah, merekayasa perbuatan jahat, iri hati terhadap
hamba Allah lainnya atau apapun jenis perbuatan lainnya yang membuat
hamba Allah lainnya terjatuh dan mengalami penderitaan maka
Ingatlah !
Penghakiman Allah akan ditegakkan dan Keadilan Allah akan dinyatakan.
bukankah sudah diperingatkan bahwa sesama hamba Allah,
tidak boleh saling menjatuhkan melainkan harus bekerja sesuai porsi atau
sesuai yang ditugaskan Allah menurut karunia yang diberikanNya.
1 Korintus 3:5-7
jadi, apakah Apolos? apakah Paulus? pelayan-pelayan Tuhan yang
olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang
diberikan Tuhan kepadanya. aku menanam, apolos menyiram, tetapi
Allah yang memberi pertumbuhan.
karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram,
melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
akhir kata,
hendaknya kita tetap bertekun menyelesaikan pekerjaan yang
Tuhan tugaskan dan tidak perlu takut dan gentar akan intimidasi,
aniaya bahkan kehilangan nyawa sekalipun kita rela.
sebab kita berusaha menyenangkan hati Tuhan dengan memberikan
yang terbaik yang kita persembahan dengan segenap hati dan tulus hati.
2 Timotius 2:20-21
dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot
dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah;
yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan
yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat,
ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia,
ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan
disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
apakah kita mau menjadi perabot dari emas dan perak
ataukah memilih menjadi perabot dari kayu dan tanah ?

jadilah perabot dari emas dan perak supaya dipandang layak dan
dipercayakan pekerjaan yang mulia !
ada bagian yang mesti kita lakukan yaitu :
sucikan diri kita dari hal-hal yang jahat, yang Tuhan tidak berkenan.


RENUNGAN HARIAN SELASA 2 JUNI 2015


Tobit 2:9-14
Markus 12:13-17
Mazmur 112:1-2,7-9
Bacaan Injil Markus hari ini tentang membayar pajak kepada Kaisar,
dimana Yesus dicobai oleh orang Farisi dan Herodian, dengan bertanya :
Markus 12:14b
apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?
haruskah kami bayar atau tidak?
mereka berharap Yesus menjawab bahwa tidak perlu membayar pajak
kepada Kaisar, supaya dengan demikian Yesus bisa dituntut sudah
menghasut orang melawan pemerintahan Romawi saat itu.
Yesus sih udah tahu maksud dan tujuan orang Farisi yang selalu saja
berusaha menjebak dan hendak membunuhNya.
Markus 12:15
Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka:
"mengapa kamu mencobai Aku? bawalah ke mari suatu dinar
supaya Kulihat !"
Yesus dengan cerdik menjawab pertanyaan orang Farisi tersebut :
Markus 12:16-17
Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?"
jawab mereka: "gambar dan tulisan Kaisar."
kata Yesus kepada mereka: "berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib
kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu
berikan kepada Allah!" mereka sangat heran mendengar Dia.
di negeri kita, masalah pajak menjadi sorotan publik sebab sebagian
masyarakat kita enggan membayar pajak, dengan alasan bahwa :
setoran uang pajak di korupsi !
ngapain bayar pajak, artinya sama saja menyokong koruptor,
lebih baik uang pajaknya dialihkan ke yayasan-yayasan yang lebih butuh.
dapatkah dibenarkan alasan tersebut ?
jika mengacu pada perkataan Yesus di Markus 12:16-17 diatas maka
apapun alasan seseorang tidak membayar pajak adalah salah !
sebab Yesus mengatakan : berikanlah kepada kaisar/pemerintah ...
artinya kita kudu harus menyetor pajak ke pemerintah.
garis bawahi kata : wajib.
wajib = harus kita lakukan.
ada 2 hal menjadi kewajiban kita, yaitu :
Pertama
berikanlah kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah. 
Kedua
berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar.
tidak hanya berbicara soal pajak saja, melainkan apa saja yang menjadi
kewajiban kita yang harus dilakukan.
kewajiban kepada Allah, tentu saja berpedoman pada Sabda Allah,
yang memuat ketentuan, ketetapan, mana yang boleh dilakukan atau tidak
yang tertulis di Alkitab, dan juga yang dibisikan ke dalam hati kita !
JANGAN BERDALIH.... TAAT DAN PATUHILAH ALLAH.
inilah fokus utama renungan kita hari ini.
Mazmur 112:1-2
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN,
Yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
Anak cucunya akan perkasa di bumi;
angkatan orang benar akan diberkati.
Lihat, orang yang suka menuruti perintah Allah ternyata diberkati Allah,
hingga ke anak-cucu diberkati.
Pertanyaannya adalah : percayakah kita bahwa dengan menuruti Allah
menuruti perintah dan ketetapanNya maka hidup kita diberkati Allah ?
jika jawaban kita adalah : ya, saya percaya, maka lakukan perintah Allah !
jika jawaban kita adalah : ya percaya sih tapi .... dengan banyak berdalih
dan alasan, berarti termasuk kategori tidak percaya,
tentu saja tidak tergerak hatinya untuk menuruti perintah Allah.


RENUNGAN HARIAN RABU 3 JUNI 2015


Tobit 3:1-11a,16-17a
Markus 12:18-27
Mazmur 25:2-7
Bacaan Injil Markus hari ini mengenai pertanyaan orang Saduki tentang
kebangkitan kepada Yesus sebab mereka tidak percaya adanya
kebangkitan orang mati.
Markus 12:18
datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat,
bahwa tidak ada kebangkitan. mereka bertanya kepada-Nya:
"Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: jika seorang, yang
mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri
tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya
itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
orang Saduki memegang teguh peraturan Musa tentang kawin dengan
isteri saudara yang telah mati.
Ulangan 25:5
apabila orang-orang yang bersaudara tinggal bersama-sama dan
seorang dari pada mereka mati dengan tidak meninggalkan anak laki-laki,
maka janganlah isteri orang yang mati itu kawin dengan orang di luar
lingkungan keluarganya; saudara suaminya haruslah menghampiri dia
dan mengambil dia menjadi isterinya dan dengan demikian melakukan
kewajiban perkawinan ipar.
orang Saduki bertanya siapa suami perempuan tersebut dimana ia kawin
sampai tujuh kali dari ke tujuh saudara suaminya.
Markus 12:23
pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi
suami perempuan itu? sebab ketujuhnya telah beristerikan dia."
Yesus menjawab :  mereka sesat karena tidak mengerti kitab suci dan
kuasa Bapa tentang kebangkitan orang mati.
Markus 12:25
jawab Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena
kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.
sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin
dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.
orang Saduki percaya kepada taurat Musa, yakni : 
kitab kejadian, keluaran, imamat, bilangan dan ulangan.
ke 5 kitab tersebut tidak ada yang membicarakan orang mati bisa hidup
 kembali, sebab hal ini ditulis dalam :
Yesaya 26:19
Ya Tuhan, orang-orangMu yang mati akan hidup pula,
mayat-mayat mereka akan bangkit pula .
hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah, bangkitlah dan
bersorak-sorai sebab  embun Tuhan ialah embun terang dan
bumi akan melahirkan arwah kembali.
Yesus mengatakan bahwa pada saat orang mati dibangkitkan kembali
maka tidak ada yang kawin dan dikawinkan melainkan dipersatukan
dengan Allah dan hidup seperti malaikat di sorga.
menurut Paulus, ada tubuh duniawi dan ada tubuh sorgawi
(1 Korintus 15:40-50) bahwa :
ayat 40, 44
ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi
kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.
yang ditaburkan adalah tubuh alamiah,
yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah.
jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
saat kita mengenakan tubuh duniawi ini, banyak penderitaan yang dialami
kita rindu segera mengenakan tubuh sorgawi (2 Korintus 5:1-10).
orang Saduki yang tidak percaya ada kebangkitan orang mati,
diingatkan oleh Yesus tentang peristiwa Musa dan semak duri
Keluaran 3:5-6 
Allah berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu
dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang
kudus dan Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah
Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
untuk menyatakan bahwa :
Markus 12:
Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.
kamu benar-benar sesat.
Yesus mengingatkan kepada orang Saduki supaya mereka menyadari
bahwa Allah sanggup membangkitkan orang mati menjadi hidup kembali
jika Allah menghendaki hal tersebut terjadi.
ALLAH ITU HIDUP

segala sesuatu mulai dari hal yang terkecil sekalipun, Allah mengetahui
dan mampu berbuat sesuatu seturut kehendakNya.
pengetahuan ini teramat sangat penting untuk kita pahami meskipun
terlihat sederhana sebab manakala suatu saat kita mengalami suatu
masalah hidup maka pengetahuan ini bisa menopang iman percaya kita
dan keyakinan kita bahwa Allah sanggup melakukan segala perkara
walau menurut pandangan manusia, itu sesuatu yang sulit bahkan
tidak mungkin terjadi.
seperti hal kebangkitan orang mati, dimana orang Saduki tidak percaya
hal ini bisa terjadi.
siapalah kita ini manusia yang terlalu pongah mengandalkan pandangan
dan pemikiran sendiri dan meremehkan bahkan merendahkan pikiran
Allah yang sesungguhnya jauh lebih sempurna dari pikiran kita manusia.
kita harus rendah hati dan terbuka terhadap Allah supaya kita mudah
dibentuk oleh Allah dan sanggup mengatasi segala persoalan hidup
yang tersulit sekalipun menurut ukuran manusia.
Mazmur 25:4-5
beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,
tunjukkanlah itu kepadaku.
bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab
Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku,
Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.


RENUNGAN HARIAN KAMIS 4 JUNI 2015


Tobit 6:10-11, 7:1,6,8-13, 8:1,5-9a
Markus 12:28b-34
Mazmur 128:1-5
Bacaan Injil Markus hari ini mengenai hukum terutama yang ditanyakan
oleh seorang ahli taurat kepada Yesus (Markus 12:28b).
dan Yesus menjawab :
Markus 12:30-31
kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan
segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan
segenap kekuatanmu. dan hukum yang kedua ialah:
kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.
Yesus memberitahukan hukum kasih ini kepada orang Israel saat itu
dan berlaku juga bagi kita.
hukum kasih kepada Allah dan sesama manusia sering kita dengar
dan setiap orang yang percaya kepada Yesus, pasti sudah tahu.
Pertanyaannya adalah : apakah cukup sekedar tahu adanya hukum kasih?
KASIHILAH TUHAN
jika kita mau berdiam diri sejenak dan membayangkan bagaimana
perasaan Tuhan melihat tingkah laku kita manusia yang cenderung
memuaskan hawa nafsunya?
apakah Tuhan memiliki perasaan?
tentu saja, sangat kentara Tuhan mengekspresikan perasaanNya terutama
di kitab Perjanjian Lama.
Tuhan juga bisa sedih, marah, senang-gembira, sukacita-berduka.
(kitab Hosea : sungguh Tuhan Allah begitu sedih melihat bangsa Israel).
mengasihi Tuhan itu seperti apa sih?

Yohanes 14:21
barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya,
dialah yang mengasihi Aku.
barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan
Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.
untuk mengetahui apa saja perintah Tuhan,
yach harus baca kitab suci dan menghidupi Sabda Tuhan.

aneh bin ajaib jika seseorang mengatakan bahwa ia mengasihi Tuhan
tetapi tidak mau bergaul karib dengan kitab suci.
mana ada kebenaran sejati bila berdasarkan pada prinsip diri sendiri dan
kebenaran diri sendiri?
selain membaca, merenungkan, dan melakukan apa yang tertulis dalam
kitab suci,  kita kudu harus membangun relasi intim bersama Tuhan
melalui doa dan saat teduh bersamaNya.
doa dan Sabda Tuhan adalah dua hal yang tidak terpisahkan yang harus
kita lakukan setiap hari agar iman semakin bertumbuh sehingga semakin
mengenal Tuhan Allah.
dengan demikian barulah kita dapat mengasihi Allah, bukan sekedar
di mulut saja melainkan benar-benar keluar dari hati nurani kita.
kita tidak akan berbuat semaunya saja tetapi menjaga jangan sampai
perbuatan kita "menyakiti hati Tuhan" dan berusaha untuk berbuat hal-hal
yang menyenangkan hati Tuhan.

Mikha 6:8
hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik.
apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai
kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?
KASIHILAH SESAMAMU
yang begini seharusnya sudah tahu dan tidak perlu dijelaskan lagi bahwa
mengasihi sesama itu adalah suatu kewajiban kita sebagai manusia.
satu-satunya cara supaya kita bisa mengasihi sesama adalah :
karena kita mau menyenangkan hati Tuhan !
sulit bagi kita untuk mengasihi sesama karena di dalam diri kita cenderung
lebih mengasihi diri sendiri daripada mengasihi sesama.
memberi dan berbagi kepada sesama, hanya sebagian kecil saja yang
bisa kita lakukan sebab kita lebih mementingkan diri sendiri terlebih dahulu.
hanya karena kita mau membalas kasih Tuhan kepada diri kita maka
kita mau mengasihi sesama lebih banyak bahkan bisa melebihi kasih kita
kepada diri sendiri jika memang hal itu membuat Tuhan senang.
biasanya,
orang yang mengalami kasih Tuhan di dalam dirinya maka ia mau
berbuat kasih kepada sesama.
semakin ia merasakan betapa Tuhan begitu baik mengasihi dirinya,
ia berbuat kasih kepada sesama karena ingin membalas kasih Tuhan.

Mazmur 116:12,17-18
bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebajikan-Nya kepadaku?
aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan
akan menyerukan nama Tuhan, akan membayar nazarku kepada Tuhan
di depan seluruh umat-Nya.
renungan kita hari ini,

yang menjadi fokus perhatian kita adalah bagaimana kita
mempraktekan kasih itu dalam kehidupan sehari-hari.
kasih tidak sekedar tahu melainkan harus berbuat sesuatu.
masing-masing kita ditantang untuk melakukan perbuatan kasih.
Mazmur 128:1
Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan,
yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
Selamat merenungkan hukum kasih yang dikatakan Yesus, selanjutnya
Selamat melakukan perbuatan kasih !


RENUNGAN HARIAN JUMAT 5 JUNI 2015


Tobit 11:5-17
Markus 12:35-37
Mazmur 146:2,7-10
Bacaan Injil Markus hari ini tentang hubungan Yesus dan Daud.
pada masa itu, para ahli taurat meragukan Yesus itu Mesias

Markus 13:35
pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata:
bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa
Mesias adalah anak Daud?
Yesus mengatakan bahwa :
Markus 13:37
Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya?
orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia
dengan penuh minat.
memang begitu sikap orang yang tidak suka kepada orang lain;
ada-ada saja yang dipermasalahkan, tidak peduli apakah itu masuk akal
atau tidak, yang penting ia ganggu terus orang yang tidak disukainya.
para ahli taurat tidak suka kepada Yesus,
kali ini mereka menyebarkan isu bahwa Mesias adalah anak Daud
karena mereka tidak mau mengakui Yesus adalah Mesias.

Yesus memang keturunan Daud bila dilihat dari silsilah keluarga namun
Yesus adalah Mesias, berarti Ia adalah Sang Juru Selamat dari Allah.
Yesus adalah sungguh manusia dan sungguh Allah.

pengertian ini sampai sekarang masih rancu, masih membingungkan
bagi orang yang belum percaya kepada Yesus adalah Mesias, bahkan
orang yang sudah percaya sekalipun masih binggung dengan peranan
Yesus sebagai manusia dan Yesus adalah Allah Putera.
untuk mengerti hal ini, orang harus membuka "mata hati" supaya iman
dapat menangkap maknanya bahwa Yesus adalah Mesias.
para ahli taurat tidak mau membuka hatinya sebab mereka yakin pada
pemahaman taurat Musa yang mereka pegang teguh sebagai suatu
kebenaran absolut.
sifat manusia memang begitu,
sulit untuk merubah prinsip hidupnya yang sudah mengakar di dalam
kepribadiannya dan keyakinannya bahwa apa yang di-imaninya adalah
yang terbaik bagi dirinya bahkan bagi agama yang dianutnya.
Yesus memberikan bukti melalui perbuatan kasihNya dengan peduli
kepada orang-orang yang miskin, menyembuhkan yang sakit, memberi
makan kepada orang kelaparan, selanjutnya baru Yesus memberikan
nasehat-nasehat untuk hidup yang benar menurut Allah.
Yesus tidak hanya mengajarkan teori mengenai kasih tetapi melalui
perbuatan nyata yang dirasakan langsung oleh orang yang menderita.
jika kita perhatikan bahwa biasanya sebelum mengajar tentang kasih,
Yesus memulainya dengan melakukan perbuatan kasih.
para ahli taurat, lebih menekankan pada pengajaran taurat Musa yang
harus dipatuhi oleh masyarakat Yahudi sedangkan mereka sendiri
seringkali melanggarnya bahkan perbuatan mereka semena-mena
tidak mencerminkan sebagai kaum rohaniwan saat itu.
(kita baca di Injil Sinoptik dimana Yesus mengecam perbuatan mereka).
perbuatan kasih yang Yesus lakukan menarik perhatian masyarakat
dan tentu saja sebagian dari mereka dapat menerima ajaran Yesus
dan tidak menolak bila dikatakan Yesus adalah Mesias.

sayangnya,
berbagai tekanan dan aniaya membuat masyarakat Yahudi tidak tahan dan
realita yang kita saksikan sekarang ini, pada akhirnya mereka sampai saat
sekarang ini menolak Yesus sebagai Mesias dan masih menantikan
datangnya Sang Mesias menurut pemahaman agama Yahudi.
tidak mudah mempertahankan iman kepercayaan bilamana datangnya
aniaya yang mengancam nyawa dan tidak banyak orang yang tetap
setia dan taat pada iman percayanya kepada Yesus sekalipun harus mati,
dan ini sudah dibuktikan oleh para Santo dan para Santa dan juga oleh
para martir lainnya yang belum diakui gereja Katolik sebagai Santa/Santo.
​Yesus adalah Mesia. 
ini fakta yang tak terbantahkan meskipun tidak semua manusia mau
mengakuiNya namun bagi kita yang sudah mengakuiNya,

hendaknya kita tidak tergoyah oleh situasi apapun juga sebab
kita tidak mau mengingkari Yesus adalah Mesias,
seperti yang telah dilakukan oleh sebagian masyarakat Yahudi
yang saat itu ada yang mengakui Yesus adalah Mesias, tetapi karena
ada tekanan dan aniaya, membuat mereka mengingkari Yesus.
​seperti yang sudah dilakukan para rasul, termasuk Paulus, 
Kisah 18:28 
sebab dengan tak jemu-jemunya Paulus membantah orang-orang Yahudi
di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa
Yesus adalah Mesias.


maka kita wajib memberitakan kepada orang-orang yang belum percaya
bahwa Yesus adalah Mesias, yang menyelamatkan manusia dari maut
dan membawa orang yang percaya ke dalam kehidupan kekal di sorga.


RENUNGAN HARIAN SABTU 6 JUNI 2015


Tobit 12:1,5-15,20
Markus 12:38-44
Yakobus 5:12-20
Bacaan Injil Markus hari ini terdiri dari perikop tentang :
Yesus menasehati supaya hati-hati terhadap ahli-ahli taurat dan
persembahan seorang janda miskin.
kita saksikan perilaku ahli taurat yang berbuat sesuatu dengan maksud
menonjolkan diri sendiri dan tidak jarang semena-mena menekan orang
demi kepentingan diri sendiri.
Markus 12:38-40
Yesus berkata: hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka
berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan
di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan
di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda,
sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-
panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.

tidak berbeda jauh dengan perilaku orang kaya dalam perikop ini yang
menonjolkan perbuatan baiknya dengan mempersembahkan uang
persembahan yang buanyak, dengan maksud mendapat pujian orang
dan tidak jarang juga bertindak semena-mena menekan orang lain demi
memperkaya diri sendiri.
Markus 12:41-42
pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan
memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang
ke dalam peti itu. banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
lalu datanglah seorang janda yang miskin dan
ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
sebab melakukan perbuatan baik merupakan salah satu tugas perutusan
kita sebagai orang yang percaya kepada Yesus, dan sudah sewajarnya
kita berbuat baik dan tidak perlu mengharapkan pujian dari orang lain
apalagi demi tujuan untuk memperkaya diri sendiri. 
Matius 6:1
Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang
supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari
Bapamu yang di sorga.
Lukas 17:10
apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu
hendaklah kamu berkata: kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna
kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.
sikap orang kaya dan ahli taurat hendaknya tidak dicontoh perilakunya.
dari dahulu sampai sekarang, sikap dan perilaku mereka tidak berubah,
benarlah apa yang dikatakan oleh :
Pengkhotbah 1:9-10
apa yang pernah ada akan ada lagi dan apa yang pernah dibuat
akan dibuat lagi, tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
adakah sesuatu yang dapat dikatakan : "lihatlah ini baru!"
tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.
kekayaan dan kesombongan adalah dua sisi yang berkaitan erat.
orang kaya terus bernafsu memperkaya diri terus-menerus
ahli taurat terus membenarkan diri sendiri dan melihat orang lain salah
kesemuanya itu bermuara pada kekayaan dan kesombongan belaka.
tidak banyak orang kaya, seperti Santo Fransiskus Asisi yang mau
melepaskan kekayaannya untuk menjalani kehidupan kerasulan dengan
mengutamakan kaul kemiskinan demi memberitakan Injil.
(baca otobiographi Santo Fransiskus Asisi).
tidak banyak ahli taurat, seperti Paulus yang mau melepaskan jabatan
yang dipangkunya di kalangan para ahli taurat demi memberitakan Injil.
ternyata kerendahan hati dan kerelaan serta ketulusan hati adalah
kunci utama untuk meredam kesombongan dan haus akan kekayaan.
Yesus mengatakan bahwa pemberian si janda miskin melebihi daripada
pemberian orang kaya sebab ia memberi seluruh uang yang dimilikinya
sedangkan orang kaya hanya seper-sekian dari hartanya.
Markus 12:43-44
sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak dari semua orang
yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan sebab mereka
semua memberi dari kelimpahannya tetapi janda ini memberi dari
kekurangannya, semua yang ada padanya yaitu seluruh miliknya.
sangat jelas sekali bahwa :
Tuhan melihat kesungguhan dan kerelaan hati
Tuhan melihat motivasi seseorang memberi

memberi, tidak selalu berbentuk duit / harta duniawi
memberi, bisa berbentuk segala sesuatu yang ada pada diri kita ,
bisa saja dari skill dan ketrampilan yang kita pelajari
bisa saja dari waktu dan perhatian yang kita luangkan
bisa saja dari talenta dan karunia yang Tuhan berikan
bisa saja dari doa-doa yang kita panjatkan,
asalkan semuanya itu kita berikan setulus hati dengan tujuan
hanya untuk menyenangkan hati Tuhan, dan tidak ada secuilpun
untuk bermegah diri atau menyombongkan diri atau ingin dipuji orang.
Semoga renungan dari bacaan Injil hari ini membawa kita kepada
suatu pemahaman lebih mendalam lagi tentang bagaimana sikap kita
di dalam memberi sesuatu kepada sesama dan juga di dalam melakukan
suatu perbuatan baik sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com