Jumat, 09 Maret 2018

MENGASIHI TUHAN DAN SESAMA MANUSIA







Jumat,  9 MARET 2018 

HOSEA 14:12-10 
MAZMUR 81:6-11,14,17 
MARKUS 12:28-34 

Markus 12:33 
Memang mengasihi Allah dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan. 

Sudah terlalu sering kita mendengar nats Firman Tuhan tentang perintah utama yaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia. 

Perintah mengasihi merupakan jabaran dari 10 perintah Allah dalam loh batu yang dibawa Musa ketika turun dari gunung Sinai (Keluaran pasal 19 dan 20). 

Perintah 1 sd 3   = Mengasihi Allah 
(baca Keluaran 20:3-11) 

Pertama : Berbaktilah kepada Allah saja 
Kedua     : Menghormati Allah 
dengan tak membuat patung menyerupai apapun di langit, di bumi, di lautan serta tidak menyembah dan beribadahnya. 

Perintah 4 sd 10 = Mengasihi sesama 
(baca Keluaran 20:12-17) 

Pertama : Mengasihi orangtua kita 
Kedua     : Mengasihi orang lain 
dengan tidak melakukan perbuatan  : 
membunuh, berzinah, mencuri, bersaksi dusta/berbohong, tidak mengingini milik sesamamu, mengingini isteri sesamamu. 

Timbul suatu pertanyaan : 
Bagaimana caranya mengasihi Allah? 

Sudah diuraikan diatas bahwa cara kita mengasihi Allah yaitu kita setia kepada Allah dengan berbakti hanya kepadaNya dan tidak menyembah berhala atau allah lain serta kita melayani Allah dengan melakukan perintah dan kehendak Allah

Mengapa kita harus mengasihi Allah? 

Sudah terbukti bahwa kita menemukan kebahagiaan yang murni dan sejati bila dekat dengan Allah sebab berkat-berkat Allah tercurah dalam hidup kita. 

Lihatlah, kebahagiaan yang diberikan oleh dunia hanya sementara namun seringkali terjadi kekosongan dalam hati dan jiwa padahal berlimpah harta kekayaan dunia. 

Banyak harta dunia dimilikinya tetapi berbagai penyakit menghalanginya sehingga tidak bisa menikmatinya. 

Itu sebabnya Pengkhotbah 2:24-25 mengatakan bahwa : 
Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. 
Aku menyadari bahwa inipun dari tangan Allah. Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia? 

Banyak orang bekerja keras berhasil mendapatkan kekayaan dunia tetapi ada yang tidak dapat menikmati hartanya.

Pengkhotbah 6:1-2 
Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia: orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit. 

Kasihan ya, 
Banyak orang tidak bersandar kepada kebenaran Tuhan tetapi mengandalkan pengertiannya sendiri sehingga tidak tahu ada Firman Tuhan yang menasehati agar supaya terhindar dari keterikatan dunia yang membelenggu dirinya. 

Ada begitu banyak langkah keliru menurut Firman Tuhan namun bagi orang tersebut merasa jalan hidupnya sudah benar karena berdasarkan kebiasaan umum menurut cara-cara dunia. 

Barulah tersadar setelah menanggung akibatnya yang membuatnya menderita dan terkadang masih juga bersikukuh jalan hidup yang ditempuhnya benar cuman dikarenakan nasib sial saja. 

Hidup dekat dengan Tuhan adalah solusi terbaik bagi kita karena kasih Tuhan akan mengalir di dalam kehidupan kita. 

Jelaslah kita mengasihi Tuhan adalah demi kepentingan kita juga karena jalan hidup kita berada dalam track jalan hidup sesuai jalan dikehendaki Tuhan sehingga damai sejahtera dan sukacita Ilahi dapat kita rasakan di sepanjang hidup kita. 

Bagaimama dengan mengasihi sesama? 

Omong kosong mengatakan mengasihi orang lain bila terhadap keluarga sendiri belum sepenuhnya mengasihi. 

Setelah mengasihi keluarga, hendaknya kita mengasihi saudara kandung dan saudara terdekat lainnya serta kepada orang lain diluar keluarga/sanak family. 

Adalah aneh bila mengatakan mengasihi Tuhan tetapi terhadap saudara sendiri belum mengasihinya. 

1 Yohanes 3:17 
Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? 

1 Yohanes 4:20 
Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 

Itu sebabnya Yesus memerintahkan kita saling mengasihi (Yohanes 15:12) dan dengan demikian berarti kita mengasihi Tuhan karena telah mentaati perintahNya 

Kesimpulan : 

Cara Mengasihi Tuhan : 
1) kesetiaan berbakti kepadaNya 
2) menghormatiNya 
3) melayaniNya dengan melakukan : 
    perintahNya dan KehendakNya. 
Salahsatu perintahNya: kasihilah sesama 

Upah Mengasihi Tuhan : 
1) beroleh damai sejahtera 
2) berlimpah hidup bahagia 

Yesaya 48:18 
Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintahKu, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Kamis, 08 Maret 2018

DENGARKANLAH SUARA TUHAN









Kamis, 8 MARET 2018 

YEREMIA 7:23-28
MAZMUR 95:1-2,6-9  
LUKAS 11:14-23 

Yeremia 7:23 
hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suaraKu, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umatKu, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! 

Nenek-moyang orang Israel sejak keluar dari Mesir berulangkali tidak mau mendengarkan Tuhan karena mereka : 

1) Mengikuti rancangan sendiri 
2) Kedegilan hati 

Mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya (Yeremia 7:24). 

3) Menegarkan tengkuk 

Mereka tidak mau mendengarkan kepadaKu dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka (Yeremia 7:26). 

Hingga di jaman Yesus, perilaku orang Israel tetap saja tegar tengkuk, bahkan terus-menerus mencobai Yesus. 

Lukas 11:16 
Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepadaNya, untuk mencobai Dia

Mereka tidak percaya kepada Yesus meski berulangkali menyaksikan kuasa Allah dinyatakan lewat mukjijat yang dilakukan Yesus. 

Kali ini mereka mencurigai dan menuduh Yesus menggunakan kuasa Beelzebul ketika mengusir setan yang membuat orang itu menjadi bisu (Lukas 11:14-15). 

Begitulah orang yang degil hatinya dan tegar tengguk, selalu menyalahkan orang lain dan membenarkan diri sendiri. 

Degil = tidak mau menuruti nasehat 
Degil hatinya = sifat atau tabiatnya degil 
Tegar tengguk = keras kepala 

Orang yang degil hatinya tidak mengakui adanya mukjijat sebab ia curiga itu semua adalah rekayasa dan ia harus alami dulu maka baru ia percaya itu mukjijat. 

Orang yang hanya mengandalkan logika dan pengertiannya sendiri biasanya disebut tegar tenguk alias keras kepala dan hatinya biasanya degil. 

Itu sebabnya kita dinasehati menjaga hati dan pikiran sebab : 

Amsal 4:23 
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. 

2 Korintus 10:5 
Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. 

Kunci keberhasilan menumbuhkan iman terletak pada pikiran dan hati seseorang; apakah mau mengikuti keinginan Roh. 

Roma 8:6b 
Keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 

Hidup dan damai sejahtera disini adalah bersifat kekal dan bukan sementara sebab dunia bisa memberikan hidup dan damai sejahtera yang sifatnya sementara

Bila iman bertumbuh maka dipastikan mau mendengarkan suara Tuhan melalui doa, saat teduh, dan Firman Tuhan. 

Determinasi pertumbuhan iman amat dibutuhkan untuk menjaga ketaatan dan kesetiaan menuju tujuan hidup yakni menuju kekekalan hidup di Surga. 

Seringkali terjadi pertumbuham iman stagnan sehingga timbul ketidak-taatan yang disebabkan kehilangan waspada menjaga pikiran dan hati selaras dengan kehendak Tuhan. 

Memang masih mendengar suara Tuhan tetapi mulai memberontak dan memilih bagian tertentu saja yang mau dilakukan sesuai kehendak Tuhan yang didengar atau yang diketahui. 

Oleh sebab itu, mari selidiki pikiran dan hati kita; apakah senantiasa selaras dengan kehendak Tuhan. 

Mazmur 139:23 
Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku. 

Sudah terbukti, 
Orang yang menjauh hidupnya dari Tuhan akan goyah dan berpotensi kehilangan keselamatan hidup kekal dan hal ini sudah Yesus peringatkan bahwa : 

Lukas 11:23 
Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai beraikan. 

Hayo, tunggu apalagi. 
Jangan dengarkan suara dunia yang pasti ditunggangi oleh suara Iblis melainkan hendaknya dengarkanlah suara Tuhan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Rabu, 07 Maret 2018

HUKUM TAURAT, MASIH RELEVANKAH?







Rabu, 7 MARET 2018 

DANIEL 3:25,34-43 
MAZMUR 147:12-13,15-16,19-20   
MATIUS 5:17-19  

Matius 5:17 
Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 

Ayat ini menjawab pendapat sebagian umat Katolik yang mempertanyakan apakah kitab Taurat dan kitab para nabi yang tercakup dalam kitab Perjanjian Lama masih relevan diikuti setelah adanya Injil dan kitab Perjanjian Baru. 

Yang paling disorot adalah hal perpuluhan atau persepuluhan dan pemakaian simbol patung-patung oleh gereja Katolik

Dalam kitab Taurat tertulis : 

Keluaran 20:4,5a 
Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi, jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya... 

Umat Kristen tidak setuju penggunaan patung-patung di dalam gereja Katolik. 

Bilangan 18:24 
sebab persembahan persepuluhan yang dipersembahkan orang Israel kepada Tuhan sebagai persembahan khusus Kuberikan kepada orang Lewi sebagai milik pusakanya; itulah sebabnya Aku telah berfirman tentang mereka: Mereka tidak akan mendapat milik pusaka di tengah-tengah orang Israel. 

Menjadi silang pendapat umat kristiani ketika menafsirkan ayat berikut ini : 

Maleakhi 3:8,10 
Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. 

Umat Katolik tidak setuju dengan Kristen yang mewajibkan persepuluhan. 

Jadilah ramai perdebatan dan masing2 beradu argumentasi penafsiran ayat dan akhirnya masing2 menolak. 

Umat Kristen tidak ada simbol patung termasuk salib tidak ada patung Yesus (=Corpus) sedangkan umat Katolik tidak diwajibkan persepuluhan. 

Kedua hal ini adalah contoh dari relevan tidaknya kitab Taurat dan kitab para nabi menjadi salahsatu acuan bagi umat Kristen dan umat Katolik. 

Ada yang beranggapan hukum Taurat tidak berlaku lagi setelah Yesus datang mengajarkan hukum Kasih. 

Bacaan Injil hari ini, Yesus menegaskan bahwa : 

Matius 5:18-19 
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 

Hati-hatilah mengajarkan tentang hal berlaku atau tidaknya hukum Taurat di jaman sekarang ini sebab Yesus telah memperingatkan bahwa : 

Matius 5:19 
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 

Peringatan Yesus ini bisa berbeda lagi penafsirannya; ada yang mengatakan berarti sama-sama masuk Kerajaan Sorga meski yang satu di tempat tinggi bagi yang tetap melakukan hukum Taurat dan yang lain di tempat rendah bagi yang meniadakan atau yang tidak melakukan hukum Taurat. 

Pusing ya... mendingan kita menerima dan berupaya keras melakukan seluruh isi Firman Tuhan di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru dan Deuterokanonika. 

Mazmur 119:16,33 
Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapanMu; firmanMu tidak akan kulupakan. Perlihatkanlah kepadaku, ya Tuhan, petunjuk ketetapan-ketetapanMu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir. 

Lebih bijaksana menjadi orang yang tidak mudah berdebat tetapi menerima segala sesuatu kemudian memohon hikmat Tuhan agar dimampukan membedakan manakah yang sesuai dengan kebenaran Tuhan dan manakah yang merupakan pandangan manusia. 

Yakobus 1:5  
Apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —,maka hal itu akan diberikan kepadanya. 

Yesaya 50:4-5 
Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Selasa, 06 Maret 2018

MENGAMPUNI ORANG YANG MENYAKITI KITA










Selasa, 6 MARET 2018 

DANIEL 3:25,34-43 
MAZMUR 25:4-9  
MATIUS 18:21-35  

Matius 18:21-22 
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 

Tuhan menghendaki kita mengampuni orang lain dan kita saling mengampuni. 

Matius 18:33,35 
Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka BapaKu yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu. 

Mengampuni untuk hal yang ringan atau hal yang tidak sampai membuat diri kita sengsara, masih tidak sulit mengampuni. 

Namun jujur saja kita sulit mengampuni orang lain yang menyakiti kita dan yang membuat hidup kita menderita akibat perbuatan orang tersebut. 

Ini fakta. Ini realita. Inilah ujian iman yang harus kita tanggung. 
Sangat berat lagi bila kita dianiaya dan terancam kehilangan nyawa akibat ulah perbuatan orang lain. 
Dan ini termasuk salib yang kita pikul. 

Bisakah mengampuni orang yang aniaya diri kita? apalagi disuruh Tuhan untuk mengasihi orang tersebut? 

Alamak, teramat sulit. 
Tetapi Tuhan menghendaki kita ampuni. 
Disinilah kita diuji dua hal yakni ujian iman dan ujian ketaatan/kesetiaan. 

Omong kosong mengatakan mengasihi Tuhan bila belum berhasil melewati dua ujian ini. 

Justru karena kita bertekad mengasihi Tuhan maka kita mau sangkal diri dan mau pikul salib kita. 
Jadi : 
Mengasihi sesama itu adalah akibat dari kita berjuang mengasihi Tuhan. 

Mengampuni dan mengasihi, keduanya saling berkaitan dan tak terpisahkan. 
Tanpa pengampunan maka tidak akan ada kasih kepada sesama. 

Minta ampun kepada Tuhan lebih mudah dilakukan daripada mengampuni sesama sebab Tuhan Maha Pengampunan (baca Yoel 2:12-13). 

Sedangkan kita cenderung mengingat kesalahan orang sehingga tidak mudah sungguh mengampuni karena terkadang di mulut saja kita bilang ampuni orang itu tetapi di hati dan pikiran kita masih tersimpan dan bila orang itu kembali berbuat kesalahan kepada kita maka menambah bobot tidak mau ampuni lagi. 

Harga diri terinjak-injak oleh perbuatan orang tersebut sehingga kita tidak mau mengampuninya, malah bisa timbul benci kepada orang itu. 

Tidak ada jalan lain selain kita bertekad menuruti kehendak Tuhan yakni kita harus mengampuni terus kesalahan orang lain tanpa batas. 

Semoga kita semua berhasil berjuang melawan diri kita sendiri menghadapi persoalan mengampuni orang lain. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Senin, 05 Maret 2018

SIAPA KAMU ?!







Senin, 5 MARET 2018 

2 RAJA 5:1-15   
MAZMUR 42:2-3; 43:3-4 
LUKAS 4:24-30 

Lukas 4:24 
Kata Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya." 

Nabi itu utusan Allah. 
Nabi saja tidak dihargai di tempat asalnya apalagi yang bukan nabi? 

Nabi Elisa tidak dihargai oleh bangsanya sendiri tetapi dihargai bangsa lain. 

Naaman panglima raja Aram dari Syria meski semula menolak mandi tujuh kali di sungai Yordan namun akhirnya menuruti pesan nabi Elisa (2 Raja 5:10-15). 

Nabi Elia diutus Allah ke Sarfat untuk menolong seorang janda padahal di Israel banyak janda yang mengalami kelaparan (1 Raja 17:8-16). 

Yesus paling tidak dipandang sebagai Nabi meskipun sesungguhnya Yesus adalah Allah Tritunggal. 

Yesus dielu-elukan dan diikuti banyak orang karena menyembuhkan penyakit dan mukjijat lainnya tetapi ketika Yesus di Nasaret tempat asalnya malah penduduk disitu tidak menghargai Yesus karena tahu Yesus anak Yusuf tukang kayu. 

Malahan akhirnya Yesus diusir dan akan dibunuh oleh semua orang mendengar pengajaran Yesus di rumah ibadat. 

Lukas 4:28-30 
Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi. 

Pertanyaannya adalah : 

Apakah di jaman sekarang masih terjadi? 
Mungkin bukan lagi ditujukan kepada seorang nabi tetapi sudah sampai kepada pribadi seseorang yang tidak dihargai di tempat asalnya. 

Mengapa demikian? 

Pada dasarnya kita manusia cenderung memandang rupa.Yah, kita dihargai orang lain bila kita itu kaya, punya kuasa dan jabatan tinggi, dari keluarga terhormat di masyarakat.

Padahal Firman Tuhan menasehati agar kita tidak memandang rupa seseorang (baca Yakobus 2:1-10). 

Yakobus 2:1,9 
Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran. 

Yesus dari keluarga tukang kayu sehingga diragukan darimana kemampuan Yesus padahal ia anak tukang kayu? 

Matius 13:55-56 
Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibuNya bernama Maria dan saudara-saudaraNya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudaraNya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperolehNya semuanya itu?" 

Apakah anda pernah diragukan teman atau orang-orang di lingkungan anda karena latar belakang keluarga anda dipandang rendah atau dulunya anda itu culun dianggap bodoh tetapi sekarang terlihat berubah menjadi luarbiasa? 

Kita itu paling sering mengingat-ingat kelemahan dan kekurangan orang lain tetapi paling cepat melupakan kelebihan dan kebaikan orang lain. 

Ditambah lagi mudah iri hati melihat keberhasilan orang lain, terutama bila tahu latar belakang orang tersebut. 

Disamping itu, hal lain yang menjadi penyebab "seseorang" tidak dihargai di tempat asalnya karena mayoritas orang tidak mau "dikalahkan" oleh orang yang tadinya bukan siapa-siapa yang tiba-tiba melejit mengalahkan reputasi dirinya. 

Atau dengan katalain masalah harga diri menjadi pertaruhan yang menghalangi sikap mau menerima orang lain lebih berhasil daripada keberhasilan dirinya. 

Ketiga hal inilah yang menjadi sumber masalah yang menyebabkan penolakan terhadap seseorang yang sukses di tempat asalnya. 

Siapa kamu !!! 
Ini sangat menyakitkan jika suatu hari keberadaan kita dipertanyakan orang lain terutama orang-orang di lingkungan kita berada, apalagi di tengah keluarga kita. 

Semoga anda pembaca renungan ini bukanlah termasuk orang seperti itu yang tidak bisa menerima keberhasilan orang lain, buanglah iri hati, gengsi, harga diri, dan bersikap menghakimi orang lain. 


Salam Kasih, 
Surya Darma