Rabu, 12 Februari 2020

HIKMAT DARI ALLAH














RABU, 12 FEBRUARI 2020

1 RAJA 10:1-10 

Ratu Syeba memuji hikmat Salomo sebab ia melihat sendiri kenyataan demikian setelah ia mengunjungi ke Yerusalem. 

MAZMUR 37:5-6,30-31,39-40 

Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 

Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum; Taurat Allahnya ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidak goyah. 

MARKUS 7:14-23 

Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepadaKu dan camkanlah. 

Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. 

RENUNGAN 

Salomo dikenal sebagai raja berhikmat karena Allah mengabulkan permintaan Salomo agar ia diberi hikmat dari Allah. 

1 Raja 3:11-12 
Jadi berfirmanlah Allah kepada Salomo: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau. 

Darisini terlihat jelas bahwa hikmat dari Allah sangat besar kuasanya dan sangat berbeda dengan hikmat dari dunia. 

Hikmat dari dunia berasal pengalaman seseorang menangani sesuatu dengan memakai konsep pemikirannya yang ternyata berhasil ketika diterapkan. 

Dengan katalain

Hikmat dunia berasal dari pikiran manusia berdasarkan ilmu pengetahuan dunia dan pengalaman hidupnya. 

Hikmat Allah berasal dari pikiran Allah yang diberikan kepada seseorang yang meminta kepadaNya dan Allah berkenan memberikan hikmatNya secara gratis. 

Amsal menjelaskan bahwa

Amsal 2:6,9-10 
Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan dan kepandaian. Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik. Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu 

Hikmat dari Allah masuk ke dalam hati kita dan pengetahuan tentang kebenaran Allah masuk ke dalam pikiran kita. 

JADI 

Jelaslah, Yesus mengatakan bahwa

Markus 7:20,23 
Kata Yesus lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang." 

Markus 7:21-22 
sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. 

Yang masuk ke dalam mulut itu tidak menajiskan karena
Pertama 
Bila yang masuk itu makanan, akan dicerna di dalam perut kita, lalu akan keluar lagi sampahnya. 

Markus 7:18-19 
Maka jawab Yesus: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. 

Kedua 
Bila yang masuk itu pengetahuan, baik itu pengetahuan dari dunia ataupun dari Allah berupa nasehat dan FirmanNya maka akan dicerna di dalam pikiran kita. 

Amsal 1:7 
Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. 

Takut akan Tuhan maksudnya menerima dan tunduk kepada Tuhan. 

Begitu juga bila pengetahuan dari dunia itu kita terima maka kita mendapatkan ilmu pengetahuan tersebut. 

Terlihat ada perbedaan menyolok antara orang berhikmat dengan tidak berhikmat dari tutur katanya dan dari perilakunya. 

Orang yang berhikmat biasanya seorang bijaksana dalam sikap perbuatannya sebab hikmat Allah mengubah paradigma dan prinsip hidupnya yang bersandarkan kepada kebenaran Allah. 

Roma 12:2 
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. 

Masih banyak orang, juga sebagian umat kristiani bersikukuh mempertahankan pikiran, prinsip hidupnya berdasarkan hikmat dunia dan menolak hikmat Allah. 

2 Korintus 10:5 
Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. 

Pengetahuan tentang kebenaran Allah dapat kita pelajari dari Firman Allah yang tertulis di kitabsuci/Alkitab, selain itu bisa melalui saat kontemplasi atau setidaknya doa hening, saat teduh. 

Kebenaran menurut dunia seringkali beda dengan kebenaran menurut Firman Allah karena memang berbeda sumber hikmat, yang satu dari hikmat dunia, yang satunya lagi dari hikmat Allah. 

Dengan berhikmat akan berpengaruh pada apa yang kita simpan dalam hati agar tidak menyimpan kotoran dunia yang menimbulka  penyakit rohani seperti yang dikatakan Yesus dalam Markus 7:20-23. 

Semoga permenungan tentang hikmat menyadarkan kita akan betapa penting hikmat Allah namun hendaknya kita tetap setia kepada Allah hingga akhir hayat. 

Jagalah hikmat Allah dengan bijaksana dan setialah senantiasa kepada Allah agar tidak mengulangi kesalahan Salomo yang terjebak pada keangkuhan diri di masa tuanya padahal semasa mudanya beliau adalah raja yang berhikmat sebab Allah yang mengAnugerahlan hikmatNya kepada Salomo. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Selasa, 11 Februari 2020

PERINTAH ALLAH DAN ADAT ISTIADAT














SELASA, 11 FEBRUARI 2020

1 RAJA 8:22-23,27-30 

Salomo memohon kepada Allah agar berdiam dan tinggal di rumah ibadat yang didirikan Salomo dan kiranya mata Allah terbuka siang dan malam atas rumah ini 

MAZMUR 84:3-5,10-11 

Berbahagialah orang-orang yang diam di rumahMu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sebab Tuhan Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela. 

MARKUS 7:1-13 

Orang Farisi dan beberapa ahli Taurat bertanya kepada Yesus perihal murid Yesus tidak membasuh tangan sebelum makan, melanggar adat istiadat Yahudi yang dibuat sejak nenek moyang mereka. 

Yesus mengkritik mereka karena hanya berpegang adat istiadat tetapi mereka mengabaikan perintah Allah. 

RENUNGAN 

Renungan hari ini kita mulai dengan satu pertanyaan yang harus anda jawab jujur sejujurnya yakni; manakah yang sering anda turuti dan lakukan antara kebiasaan adat istiadat atau tradisi leluhur dengan melaksanakan perintah Allah? 

Sebagian orang jawabannya diplomatis, yach keduanya kita jalani karena sama pentingnya menjaga harmonisasi sebab kita hidup di masyarakat heterogen. 

Apalagi beberapa Pastur Gereja Katolik mengijinkan adat istiadat diikut-sertakan saat misa ekaristi diadakan di gereja, misalnya diadakan misa ekaristi khusus perayaan Imlek sebagai bagian untuk menghargai tradisi leluhur bangsa China. 

Tarian barongsay diperbolehkan masuk ke ruangan gereja saat berlangsungnya misa ekaristi, bahkan sampai di altar diijinkan pertunjukan barangsay. 

Juga mengenai membawa babi guling sebagai salahsatu wujud persembahan dan hal ini katanya untuk menghormati dan menghargai perayaan tradisi china sehingga tentu saja menimbulkan pro-kontra pendapat diantara umat Katolik. 

Bacaan injil hari ini membahas tentang adat istiadat Yahudi perihal membasuh tangan sebelum makan menjadi bahan perbincangan karena murid-murid tidak mematuhi peraturan adat istiadat Yahudi 

Yesus menyoroti hal ini dari sisi motivasi murni mematuhi adat istiadat adalah hal terpenting untuk menilai sejauh mana ketaatan melakukan adat istiadat dengan tidak mengabaikan perintah Allah. 

Orang Farisi dan ahli Taurat mentaati hukum Taurat hanya dipermukaan saja sebab bagian dalamnya yaitu motivasi ketaatannya hanya untuk dilihat orang dan sarat dengan  kepentingan pribadi. 

Jangan sampai sikap kita serupa dengan mereka, jika demkian maka bertobatlah. 

Dalam bacaan pertama, Salomo meminta Allah agar berdiam di Bait Allah, di ruang Maha Kudus dan meminta mengawasi  mereka bangsa Israel siang dan malam. 

Allah memenuhi permintaan Salomo dan sampai sekarang Allah tak ingkari janji, Allah setia bersemayam di Bait Allah yakni di dalam diri kita. 

1 Korintus 3:16 
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 

Allah senantiasa setia menyertai kita, bagaimana dengan kita, apakah tetap setia kepada Allah? 

Semoga kita umat kristiani tetap setia di dalam segala keadaan hidup kita dengan terus ber-relasi intim dengan Allah. 

Mazmur 84:11 
Sebab lebih baik satu hari di pelataranMu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik. 

Dengan demikian kita tidak akan abaikan perintah Allah melainkan kita senantiasa menuruti dan melakukan perintah dan kehendak Allah. 

Ketaatan melaksanakan perintah Allah melebihi daripada menuruti kebiasaan adat istiadat karena kita mengutamakan bahkan menempatkan perintah dan kehendak Allah adalah prioritas utama di dalam hidup kita. 

Adat istiadat atau tradisi leluhur dibuat oleh nenek moyang kita, artinya peraturan dibuat oleh manusia yang sebelumnya adalah kebiasaan yang mereka lakukan saat itu yang mendatangkan kebaikan bagi hidup mereka sehingga dituruti oleh anak cucu dari satu generasi ke generasi selanjutnya hingga sekarang ini. 

Tetapi hendaknya adat istiadat dijaga agar jangan sampai mengambil tempat Allah yang menjadi prioritas utama hidup kita, bahkan segala-galanya bagi kita. 

Tetap harus diperhatikan di ruang mana adat istiadat boleh diikut sertakan yakni di ruang pelataran namun jangan sampai memasuki ruang Kudus dan ruang Maha Kudus sebab Allah itu Maha Kudus sebab Hadirat Allah bertahta disitu. 

Sebagian umat Katolik mungkin ada yang menyepelekan Kekudusan Allah atau mungkin juga tidak tahu karena tidak tekun memahami Firman Allah padahal sangat jelas tertera di kitabsuci. 

Matius 7:6 
Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu. 

Kekudusan adalah hal terpenting yang harus kita jaga sebab dengan kekudusan maka Hadirat Allah menyelimuti kita dan Urapan Allah menaungi kita. 

Ibrani 12:14b 
Kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. 

Janganlah melanggar kekudusan, sebab mendatangkan murka Allah, seperti yang terjadi pada Akhan. 

Yosua 7:1 
Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka Tuhan terhadap orang Israel. 

Jelaslah bahwa perintah Allah harus kita lakukan dengan taat sedangkan perintah adat istiadat boleh kita turuti sebagai ungkapan hormat dan menghargai saja dan bukan kewajiban yang harus ditaati. 

Tidak usah diperdebatkan mengenai manakah prioritas utama yang harus kita laksanakan; apakah perintah Allah ataukah adat istiadat sebab Firman Allah telah mengatakan demikian. 

Markus 7:7-9 
Percuma mereka beribadah kepadaKu, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia." Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


MASUKLAH DALAM HADIRAT TUHAN














SENIN, 10 FEBRUARI 2020

1 RAJA 8:1-7,9-13 

Salomo menyuruh para imam dan orang Lewi mengangkut tabut Tuhan dan segala barang kudus dari kota Daud yaitu Sion ke ruang maha kudus. 

MAZMUR 132:6-10 

Bangunlah, ya Tuhan, dan pergilah ke tempat perhentianMu, Engkau serta tabut kekuatanMu! Biarlah imam-imamMu berpakaian kebenaran, dan bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi! Oleh karena Daud, hambaMu, janganlah Engkau menolak orang yang Kauurapi! 

MARKUS 6:53-56 

Setibanya Yesus dan murid-muridNya di Genesaret, banyak orang sakit datang dan disembuhkan Yesus. 

RENUNGAN 

Salomo membangun Bait Allah di kota Yerusalem dimana terdiri dari : 

Pertama : Ruang pelataran 

Melambangkan penyembahan tanpa hadirat Allah. 

Mazmur 100:4 
Masuklah melalui pintu gerbangNya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataranNya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepadaNya dan pujilah namaNya! 

Kedua : Ruang Kudus 

Melambangkan tahap penyembahan dimana ada hadirat Allah. 

Setiap orang yang berada di ruang Kudus ini hendaknya Fokus dan segenap hati menghormati Allah selama melakukan penyembahan karena Allah itu Kudus. 

Ketiga : Ruang Maha Kudus 

Melambangkan hubungan sedemikian dekat dan intim dengan Yahwe (=Allah). 

Di ruang Maha Kudus ditempatkan Tabut Perjanjian berisikan dua loh batu memuat 10 perintah Allah dimana kemuliaan Allah berdiam disana, yang boleh dimasuki oleh imam besar setahun sekali pada hari raya Yom Kippur. 

Hanya Imam boleh masuk ke ruang Maha Kudus disucikan dengan Darah Anak Domba (dahulu dengan darah kurban) dan Imam menjaga kekudusan; pikiran, perkataan, dan perbuatan. 

Ketiga ruang di Bait Allah sekarang ini menyatakan bagaimana sikap kita saat melakukan penyembahan pada Allah. 

Seringkali hanya di bibir saja menyembah Allah sedangkan pikirannya dan hatinya terpikat ke hal-hal duniawi. 

Matius 15:8 
Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari padaKu 

Ada yang menyembah Allah tergantung perasaannya sehingga tidaklah heran terkadang on dan off penyembahannya. 

Penyembahan terdalam kepada Allah bila menyembah dalam roh dan kebenaran. 

Yohanes 4:23-24 
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran. 

Dengan relasi intim dengan Allah maka semakin mengasihi Allah melalui sikap hidup kita menjaga kekudusan agar tidak melukai hati Allah karena dosa kita. 

Sayangnya, 

Banyak umat kristiani hanya datang pada Allah di saat membutuhkan pertolongan namun setelah itu makin jauh dari Allah. 

Saat misa penyembuhan, banyak orang berbondong-bondong datang dengan segala bentuk permohonan, diantaranya minta disembuhkan penyakitnya. 

Tidak heran sebagian merasa kecewa sebab penyakitnya tidak sembuh dan mempertanyakan mengapa Tuhan Allah tidak menyembuhkannya. 

Maunya segera sembuh atau diberkati Allah tetapi tidak peduli dengan relasinya dengan Allah yang hanya datang kepada Allah di saat ia membutuhkan Allah. 

Terkadang Allah sembuhkan seseorang meskipun ia hampir tak pernah beribadah ke gereja, bahkan tidak pernah berdoa. 

Hal ini Allah bermaksud memenangkan jiwa orang itu agar sadar mau bertobat namun seringkali tidak bertobat. 

Roma 2:4-5 
Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahanNya, kesabaranNya dan kelapangan hatiNya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. 

Semoga kita perbaharui sikap hati kita saat menyembah Allah agar HadiratNya dan UrapanNya menguasai diri kita. 

Teruslah berdiam diri di HadiratNya maka jiwa kita akan tenang dan damai karena Allah senantiasa menyertai kita. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Sabtu, 08 Februari 2020

BELAS KASIHAN













SABTU, 8 FEBRUARI 2020

1 RAJA 3:4-13 

Tuhan berkenan memberikan apa yang diminta Salomo yakni hikmat agar dapat membedakan yang baik dan jahat dalam memutuskan perkara menghakimi umat. 

MAZMUR 119:9-14 

Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintahMu.

MARKUS 6:30-34 

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. 

RENUNGAN 

Keadaan hidup di jaman Yesus dengan keadaan hidup jaman sekarang ternyata tidak berbeda jauh dimama banyak orang hidup dalam kemiskinan, kelaparan, dan menderita sakit penyakit. 

Yang heboh saat ini epidemi virus corona telah menelan korban ratusan orang yang menyebar dari Wuhan, China ke wilayah lain di belahan dunia ini. 

Kita bisa lihat orang-orang yang peduli memberi bantuan dan yang masa bodoh, ada yang mencari keuntungan dari masker pelindung dijual dengan harga mahal, bahkan ada menyebarkan hoax. 

Padahal seharusnya kita saling tolong menolong pada sesama yang mengalami musibah dan penderitaan hingga banyak yang mati karena virus corona tersebut. 

Filipi 2:4 
Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 

Mengapa semakin hari kecenderungan manusia berbuat jahat makin meningkat dan ini bukan hoax tetapi realita yang bisa disaksikan di sekitar kita? 

Dimanakah belas kasihan seperti yang Yesus kehendaki agar kita memiliki hati penuh belas kasihan kepada sesama? 

Matius 9:13 
Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa. 

Hendaknya kita mencontoh Yesus yang sangat berbelas kasihan kepada banyak orang yang menderita sakit, kekurangan, kelaparan, hingga yang kerasukan setan. 

Injil hari ini mengisahkan bagaimana Yesus berbelas kasihan kepada banyak orang yang datang kepadanya. 

Ada beberapa penyebab seseorang tega melihat orang lain menderita dan tidak segera menolongnya, bahkan terhadap kaum keluarga sendiri: 

Pertama 
Semacam balas dendam di masa lalu hidupnya susah tidak ditolong orang lain dan tatkala hidupnya sukses maka ia tak akan berbelas kasihan menolong orang 

Kedua 
Fokus utama hidupnya mengumpulkan harta kekayaan dunia sehingga segala sesuatu diperhitungkan untung-ruginya ketika ia berbuat sesuatu 

Ketiga 
Merasa dirinya masih kurang padahal itu hanya alasan saja sebab sesungguhnya ia egois, tidak mau berbagi kepada sesama 

Ketiga hal ini menyebabkan seseorang semakin hari semakin tipis bahkan sirna belas kasihan di dalam dirinya. 

Semoga anda tidak termasuk golongan orang yang tega membiarkan orang lain yang menderita padahal anda sanggup menolongnya bila ada belas kasihan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


YOHANES PEMBAPTIS DIBUNUH












JUMAT, 7 FEBRUARI 2020

SIRAKH 47:2-11 

Dalam segala tindakannya Daud menghormati Tuhan, dan dengan kata yang luhur menghormati Yang Kudus, Yang Mahatinggi. Ia bernyanyi-nyanyi dengan segenap hati, dan mengasihi Penciptanya. 

Tuhan mengampuni segala dosanya serta meninggikan tanduknya untuk selama-lamanya. Iapun memberinya perjanjian kerajaan, dan menganugerahkan padanya takhta yang mulia di Israel. 

MAZMUR 18:31,47,50-51 

Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagiMu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan dan aku mau menyanyikan mazmur bagi namaMu. 

Tuhan mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkatNya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapiNya, yaitu Daud dan kepada anak cucunya untuk selamanya. 

MARKUS 6:14-29 

Raja Herodes mendengar Yesus terkenal adalah Yohanes Pembaptis telah bangkit tetapi Herodea berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi." 

Memang sebelumnya raja Herodes telah memenggal kepala Yohanes sebab telah menegornya berselingkuh dengan isteri saudaranya Filipus, yakni Herodias. 

RENUNGAN 

Yohanes Pembaptis berani menegor raja Herodes sehingga ditangkap dimasukan dalam penjara dan akhirnya dibunuh. 

Markus 6:18 
Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" 

Banyak orang dibunuh seperti dialami Yohanes Pembaptis karena konsekswen menyatakan kebenaran meski kehilangan nyawa sekalipun. 

Timbul pertanyaan, mengapa mereka itu tidak takut meski tahu resiko/akibatnya bila mengungkapkan kebenaran bahkan menyatakan bersalah kepada orang lain yang memiliki kuasa atau jabatan tinggi? 

Tidak dituliskan di dalam Injil namun kita bisa menelusuri dari bagian lain Firman Tuhan yang menyatakan kebenaran. 

Yehezkiel 3:18 
Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! — Dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. 

Yehezkiel 3:19 
Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu. 

Matius 18:15 
Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. 

Kebanyakan dari kita, tidak mau menegor atau setidaknya menasehati seseorang telah berbuat salah ataupun dosa sebab kita tidak peduli dan merasa itu bukan urusan dan tanggung-jawab kita. 

Apalagi bila yang harus ditegor adalah orang terkenal atau pejabat, kita minder. 
Lagipula kita merasa diri kita juga belum tentu sudah hidup dalam kebenaran. 

Memang tidak banyak orang yang berani menegor kesalahan ataupun dosa orang lain seperti dilakukan Yohanes Pembaptis dan para martir rela kehilangan nyawa akibat tindakan mereka berani menegor. 

Kita pada umumnya sayang diri sendiri dan tidak mau kehilangan nyawa. 

Jangankan kehilangan nyawa, kita tidak mau melakukan sesuatu tetapi akibatnya merugikan kepentingan kita dalam hal keuangan dan kesenangan (=hobby). 

Untuk sampai pada iman seperti Yohanes Pembaptis atau para martir lainnya harus melalui proses pemurnian diri atau proses pengosongan diri dari kepentingan pribadi yang tidak mudah dilakukan. 

Rasul Paulus berhasil mengosongkan diri dari kepentingan sendiri sebab semula beliau adalah pemuka agama Yahudi yang mengejar dan membunuh pengikut Yesus namun terjadi metanoia perubahan drastis setelah peristiwa di Damsyik dimana ia berjumpa dengan Yesus. 
--> baca Kisah 9:1-31 

Rupanya semua itu tergantung pada keputusan kita dan kebulatan tekad kita mengosongkan diri untuk melakukan kebenaran sesuai dengan kehendak dan perintah Tuhan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma