Kamis, 20 Maret 2014

PELAYANAN MARIA DAN MARTA




Gereja Katolik menetapkan tahun ini 2014 sebagai tahun pelayanan.

Bicara mengenai pelayanan sering mengundang pro dan kontra;
1. Prioritas Pelayanan
ada yang mengatakan keluargalah yang harus menjadi prioritas utama sedangkan pelayanan kepada orang lain dilakukan setelah kebutuhan keluarga terpenuhi.

sebaliknya ada yang berpendapat melayani kepada orang lain dan melayani keluarga adalah prioritas yang sama pentingnya dan harus menjadi fokus utama tugas orang beriman kepada Tuhan Yesus.

ada juga yang tidak peduli atau tak tergerak untuk melakukan pelayanan kepada keluarga & kepada orang lain.menurutnya : seharusnya dirinyalah yang harus dilayani orang lain.
orang lain disini berarti diluar dirinya, jadi keluarga adalah termasuk orang lain 

yang juga harus melayani dia ???

2. Kegiatan / Aktivitas Pelayanan
ada pendapat (dikumandangkan atau tersirat dibenaknya sendiri) yang menganggap pelayanan dia kerjakan adalah pelayanan yang sebenarnya Tuhan mau kita lakukan sehingga tanpa disadari dia mengacuhkan pelayanan yang orang lain kerjakan.

hal ini ternyata sudah terjadi ribuan tahun lalu, saat Marta menganggap pelayanan yang dia kerjakan lebih penting daripada yang saudarinya yakni Maria kerjakan.

Lukas 10:39-40
Marta mempunyai seorang saudara yang bernama Maria.
Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya.
Marta sibuk sekali melayani.

Marta mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
---->
dari ayat ini dapat kita ketahui bahwa Marta sibuk sekali melayani, berarti ia sibuk menyiapkan segala keperluan orang2 yang berkunjung kerumahnya misalnya menyediakan hidangan buat tamu-tamunya dan sebagainya.

apa yang dilakukan Maria !
ternyata ia duduk dekat Yesus dan mendengarkan perkataan Yesus.
artinya :
Marta melayani aktivitas pelayanan
Maria melayani sang Raja yakni Jesus

mari kita dengar, apa jawaban Yesus :
ayat 41-42
Yesus menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Jawaban Jesus pada Lukas 10:41-42 menimbulkan berbagai penafsiran :

ada yang berpendapat bahwa pelayanan Maria lebih penting dari pada pelayanan yang dilakukan Marta
kalo begitu lebih baik berduaan sama Tuhan Yesus saja di kamar doa dan duduk diam seraya mendengarkan apa yang Tuhan Yesus katakan. Petrus juga pernah berpendapat demikian.


Lukas 9:28-29,33
Yesus membawa Petrus, Yohanes, Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

BAGAIMANA PENDAPAT KITA PRIBADI?

saya tertarik pada Lukas 10:41-42 dari jawaban Yesus yang mengatakan Marta kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, dan Maria memilih bagian terbaik, berarti :

1. Dengarkanlah perkataan Tuhan terlebih dahulu.
apakah kita disuruh melakukan kegiatan pelayanan atau Tuhan mau kita duduk diam bersama DIA dan mendengarkan DIA ?

2. Berserah dirilah kepada Tuhan.
setiap pelayanan yang kita lakukan, kita harus percaya bahwa Tuhan sudah tahu apa yang kita butuhkan.

Yang sering terjadi !

Pertama
Tuhan tidak suruh kita melakukan tugas pelayanan tertentu tetapi kita mau melakukan pelayanan tersebut, akibatnya mengalami banyakmasalah pada saat melakukan pelayanan itu.

Kedua
Tuhan mau kita prioritaskan waktu membangun hubungan intim bersamaNYA agar kita mengenal dan mengetahui kehendakNYA.
namun kita mau Tuhan menuruti kehendak kita.

Romo Ulun semalam mengatakan saat kita akan melakukan tugas pelayanan, kita harus YAKIN bahwa kita DIPILIH TUHAN mengerjakan tugas pelayanan.

keyakinan dipilih akan membuahkan hasil pelayanan yang membuat orang lain tersentuh mengalami jamahan Tuhan dan mengubah hidup mereka menjadi lebih dekat kepada Tuhan.
ternyata tidak cukup mau melayani bila tidak disertai dengan motivasi yang berkenan bagi Tuhan.

Matius 22:14
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.

hanya Tuhan yang mengetahui apa sesungguhnya motivasi kita mau melakukan tugas pelayanan.
kita bisa berperan ganda dinilai orang luar biasa melayani kesana kemari tetapi menyembunyikan motivasi kita tergiur mendapat nama baik, pujian, fungsi jabatan, atau uang sekalipun.
Jauhkan diri kita dari keinginan itu sebab kita bisa pandai mengelabui orang lain tetapi 

kita ini hanyalah debu tanah ditangan Tuhan.

KESIMPULAN

Kita kudu mesti harus ingat bahwa apa sih tujuan kita hidup di dunia ini?

* mengejar kesenangan tubuhkah
1 Korintus 6:13
Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. 

Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

* mengejar kesenangan jiwakah
Lukas 12:19
Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!

* melakukan tugas perutusan
Markus 1:38
Jawab Yesus : "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya 

di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."

Pilihan ditangan kita, apakah kita menyibukkan diri segala perkara duniawi yang memuaskan 

kesenangan tubuh dan jiwa kita ? ataukah
kita mencontoh pilihan Maria sebelum mengerjakan pelayanan yang Marta lakukan ?

Minggu, 09 Februari 2014

MENGANDALKAN TUHAN

























Hujan sangat "rajin" menyirami bumi meski akhir-akhir ini 
banyak orang telah "lelah", menolak kehadirannya.
entah sudah berapa banyak doa yang dipanjatkan agar 

tidak hujan namun tetap saja hujan turun.

Dalam Alkitab, dikatakan bahwa hanya Elia yang sanggup 

mencegah hujan turun, belum ada manusia lain yang doanya 
mujarab bisa membuat hujan berhenti sampai 3,5 tahun.

Padahal Elia sama seperti kita manusia namun kenyataannya 

kita tidak sama seperti Elia.

Yakobus 5:17
Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah 

bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, 
dan hujanpun tidak turun di bumi selama 36 bulan.

Timbul satu pertanyaan : kenapa ya?

apakah doa-doa kita tidak sungguh-sungguh ? 

para pendoa akan protes dan dengan lantang berkata : 
"kami berdoa bahkan disertai puasa"
tetapi kenapa hujan tetap turun?
yach, itu sudah bagian siklus hujan, kita manusia tidak kuasa 

menahan hujan turun dan pada akhirnya jawaban begini 
berkumandang : Tuhan punya rencana lain ...


 
A.  APA SIH KELEBIHAN NABI ELIA

PERTAMA
 

kita buka kitab Raja-Raja pasal 18, pada ayat 21-22

Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: 

"berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? 
kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan 
kalau Baal, ikutilah dia." 
tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah katapun. 
lalu Elia berkata kepada rakyat itu: 
"Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, 
padahal nabi-nabi Baal itu ada 450 orang banyaknya.

Jelaslah, Nabi Elia tetap berpegang teguh pada 

kepercayaannya kepada Allah meskipun ditengah-tengah 
mayoritas orang tidak percaya kepada Allah 
melainkan percaya kepada Baal.

Bagaimana dengan kepercayaan orang beriman yang hidup 

di jaman modern sekarang ini?

setiap pergantian tahun, terlebih pada tradisi orang Tionghoa 

yang percaya bahwa tahun 2014 ini adalah tahun kuda. 
ada juga yang percaya pada ramalan rasi bintang 

(aquarius, aries,dsb) kepercayaan kepada tradisi-tradisi 
masih dipegang oleh orang beriman? 

Elia (termasuk Daniel) secara TEGAS menolak 

semua kepercayaan yang tidak berasal dari Allah !

KEDUA 


Elia konsisten mewartakan Allah kepada seluruh rakyat 

termasuk kepada Ahab, raja Israel saat itu (1 Raja 18:21).

di jaman sekarang tehnologi canggih Alkitab bisa dibaca 

melalui hp, gtab, android dll yang bisa dibawa kemana saja 
dikantong baju/celana/tas kecil dan bisa dibaca kapan saja ... 
namun sepertinya "terabaikan" kalah dengan berita-berita website atau informasi dari email, bbm, WhatsApp, dsb-nya yang lebih diutamakan.

di kantor atau di kalangan bisnis, kerapkali orang beriman 

lebih memilih "ber-adaptasi" dengan cara-cara "dunia bisnis" 
atau perilaku kantoran ketimbang menjadi saksi Kristus 
dalam mewartakan kebenaran hidup melalui sikap hidup 
yang ditunjukkannya yang lebih menghargai "prestasi dunia" meski harus melanggar prinsip kebenaran Tuhan 
yang tertulis di Alkitab.

Jargonnya begini :
"kita ini masih menginjak bumi, hal sekuler berbeda dong 

dengan rohani" 
ga perlu deh fanatik-fanatik amat, 
gue nih kalo ga mark-up harga, ga bisa menangin proyek itu.
cingcay sedikitlah, Tuhan juga tahu, 

bukan maksud gue curang tapi gue terpaksalah ... 
kalo ga dikasih duit pelicin, pigimana barang gue laku ?
(kurang lebih dalihnya begitu, ha 3x).

Elia dengan TEGAS menolak segala bentuk kompromi 

dengan cara-cara nabi baal dan nabi asyera yang telah 
merasuki sendi-sendi iman percaya rakyat Israel saat itu.

KETIGA 


Elia amat sangat yakin dan percaya kepada Kuasa Allah dan 

janji-janji Allah tergenapi.

1 Raja 18:36-37
"Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini 

biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah 
di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan 
bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.
Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini 

mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan 
Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali."

baca selengkapnya pasal 18 ini,
terlihat jelas sikap Nabi Elia yang setia dan tegas 

memegang teguh iman percayanya kepada Allah.
meskipun sebagai manusia biasa, Elia sempat goyah.

berarti :
seharusnya kita juga bisa seperti Elia memiliki iman 

yang teguh, iman biji sesawi seperti yang Yesus mau 
kita bersikap demikian, dapat memindahkan "gunung" 
atau "rintangan dan masalah hidup" 

Matius 17:19-20
murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"
Yesus berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya."
Sebab Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar 

biji sesawi kamu dapat berkata kepada gunung ini: 
Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, takkan ada yang mustahil bagimu. 

BAGAIMANA KITA BISA MILIKI IMAN SEPERTI NABI ELIA

setelah kita membaca kisah Nabi Elia pada pasal 18 tersebut, 

ternyata terdiri dari 2 kata kunci: MENGANDALKAN TUHAN.

Pertanyaannya adalah :
@ apakah kita Mengandalkan Tuhan disetiap langkah kehidupan kita ?
@ apakah kita percaya pada Kebenaran Firman Tuhan?
@ apakah kita fokus & hanya bersandar kepada Tuhan saja?

Bacaan Injil hari ini 6 Feb 2014 dari Markus 6:7-13 dikatakan :
ayat 7 sd 9
Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka 

berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, 
dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa 
apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, 
rotipun jangan, bekalpun jangan, 
uang dalam ikat pinggang pun jangan, 
boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.

yach, dua kata kunci ini sangat familiar di telinga kita dan 

telah sejak lama kita ketahui ...
apalagi bagi orang yang rajin membaca renungan harian ; 
pastilah sering menjumpai dua kata tersebut didalam 
setiap renungan yang telah dibacanya.

ketika berada ditengah-tengah rintangan hidup, 

kerapkali tanpa disadari "lupa" akan pesan Yesus 
yang dikatakan kepada para murid saat akan melaksanakan 
tugas perutusan agar tidak membawa apa-apa kecuali 
alas kaki dan tongkat.

alas kaki
berbicara mengenai dasar keyakinan iman kita yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang merajai seluruh kehidupan kita dengan ketaatan kita melakukan kehendak Tuhan yang disampaikan melalui Firman Tuhan.

1 Raja 2:3
lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya ...

supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan 
dalam segala yang kautuju.

tongkat
berbicara mengenai Kuasa Tuhan yang diberikan kepada kita dalam menjalankan tugas perutusan.

roti, uang, bekal menjadi penghalang dalam hidup kita.
roti
berbicara mengenai kebutuhan tubuh jasmani kita.
uang
berbicara mengenai ambisi kita atau nafsu kedagingan kita
bekal
bebicara mengenai kesenangan jiwa.

itu sebabnya Yesus melarang para muridNya agar dalam 

menjalankan tugas perutusan tidak terpengaruh oleh 
keinginan tubuh dan jiwa yang seringkali membelenggu 
manusia termasuk para murid (=kita) 
yang sedang "melayani" tugas perutusan.

dengan kata lain :
kita harus selalu ingat dan tidak boleh lupa bahwa 

Mengandalkan Tuhan disetiap langkah kita adalah 
kunci keberhasilan menghadapi setiap rintangan hidup.

Yuk, kita bersama-sama meratakan jalan kita dengan hanya 

memakai alas kaki dan dituntun oleh tongkat dari Tuhan, 
niscaya kita dapat berkata :  
"hujan berhentilah ..."  
"gunung pindahlah ..." 
Amin. 






Sabtu, 02 November 2013

KONSELING













Dalam bahtera kehidupan ini banyak peristiwa hidup yang terjadi dan tak sedikit telah melukai diri kita hingga membekas menusuk sanubari kita.

Pengalaman hidup yang telah dialami biasanya cenderung mempengaruhi dan merubah perilaku kita bahkan menbentuk suatu konsep hidup yang tertanam dalam pikiran kita.

Akan sulit sekali membuang pola pikir yang sudah membentuk koloni di pikiran kita.
Jika pola pikir atau konsep hidup yang kita pegang itu ternyata tidak sejalan dengan pola pikir yang Tuhan kehendaki maka terjadi konflik.

Rasul Paulus menasehati kita dalam
Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

2 Korintus 10:5
Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah.
Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,


Yach, perlu perjuangan keras agar hati dan pikiran kita sesuai dengan hati dan pikiran Kristus.

Filipi 2:5
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

REALITA YANG KITA SAKSIKAN

Banyak orang "menganggap enteng" membiarkan pikirannya dipenuhi oleh pikiran duniawi dan mengacuhkan menolak mengisi pikirannya dengan pikiran Kristus.

Banyak orang merasa dirinya baik-baik saja, tak ada yg perlu dirisaukan.
Keluarganya dia rasakan baik-baik saja, keuangan keluarga oke, bisnis atau karier sukses, ke gereja setiap mimggu, bahkan mau terlibat dalam kegiatan pelayanan, misalnya ikut koor, bergabung dgn kategorial gereja pokok e aktif kegitan gereja maupun kegiatan sosial, dan sebagainya.

Namun jika mau jujur pada dirinya, terasa ada sesuatu yang hilang, ada sesuatu kehampaan dalam hatinya.
Hatinya nelangsa, hatinya kosong, hatinya merasakan kesunyian ditengah keramaian aktifitas hidup yang digelutinya.
Kegalauan hatinya tidak nampak di wajahnya apalagi jika termasuk orang yang supel, ramah dalam bergaul, sulit dipercayai kalau orang tersebut hatinya dilanda kehampaan!

Disinilah peranan Konseling Pastoral diperlukan untuk membantu mereka yang mengalami masalah hidupnya.
contoh diatas hanya segelintir dari kasus yang terjadi dalam kehidupan seseorang termasuk rohaninya.

Biasanya dalam konseling, lebih fokus pada pemberesan satu masalah berdasarkan ilmu psikologi dan dampaknya terjadi ketergantungan kepada ahli psikologi tersebut yakni stiap ada masalah datang kepadanya

Konseling Pastoral mengupayakan agar orang yang mengalami masalah menemukan solusinya dengan cara menyerahkan segala persoalannya kepada Yesus dan mempercayai bahwa Yesus bersedia menolongnya tanpa melihat apakah ia berdosa atau tidak berdosa.

Matius 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Kita sebagai konselor (pihak yang melayani orang bermasalah yang biasa disebut dg istilah Konsele) mendampingi konsele selama ia masih dalam kegoncangan hidupnya.

Pada umumnya konsele kehilangan kepercayaan dirinya dan ia merasa masalahnya sulit dibereskan.
Tidak sedikit yang merasa tidak layak dan merasa Tuhan tidak mau menolongnya karena ia berdosa.

Sebagai konselor, kita menawarkan solusinya yaitu mengajak konsele mau meyakini bahwa Tuhan selalu mengasihi dia.

Yehezkiel 34:16
Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi;
Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya
.

Kita ajak dia kepada kebenaran Firman Tuhan agar mata hatinya tercelik bahwa :
berserah kepada Tuhan itu jauh lebih berguna dalam hidupnya daripada mementingkan kesenangan duniawi yang penuh dengan lika-liku hawa nafsu kedagingan yang terus menerus mau dipenuhi namun tak pernah dapat dipuaskan ...

APA TUJUAN HIDUP KITA

sebetulnya kita sudah tahu bahwa tujuan kita hidup didunia ini untuk apa?
anehnya ketika kita diperhadapkan pada pilihan :
mendahulukan tujuan hidup kita
Ataukah
mendahulukan keinginan kedagingan kita yang biasanya berlawanan dengan tujuan hidup kita.

kerapkali terpeleset dan terjerembab dengan mencuekkan, mengabaikan suara hati (roh kita) yang berteriak agar kita mendahulukan tujuan hidup diatas kepentingan kedagingan.

atau :
apakah ada yang tidak tahu tujuan hidup kita di dunia ini untuk apa?
mari kita bersandar firman Tuhan

Yohanes 14:1-4
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."

Masih adakah tempat lain yang lebih menjanjikan kebahagian sejati selain RUMAH BAPA SORGAWI ???

Apakah kenikmatan di dunia ini telah mengaburkan tujuan hidup kita?

Pilihan ditangan kita masing-masing.
Yosua 24:15b
... aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"

SEBELUM PULANG KERUMAH BAPA
BINGKISAN APA YANG KITA BAWA

Kepada sesama kita saja, rasanya ga enak jika tidak membawa bingkisan saat pulang kampung apalagi kita pulang ke Rumah BAPA.

saya merenungkan bingkisan apa ya yang menyenangkan hati BAPA ?
tak bolak-balik lembaran di Alkitab untuk mencari tahu apa yang Tuhan kehendaki supaya kita kerjakan?

Menurut saya, ada 2 hal yakni :
1. BAPA merindukan kita manusia menyediakan waktu bersamaNYA

Yohanes 4:23
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

bacalah kitab Kidung Agung yang menggambarkan bagaimana mempelai laki-laki merindukan mempelai perempuan (=manusia) diantaranya pada :

Kidung 5:2-6

ayat 2
Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, rambutku penuh tetesan embun malam!"

apa tanggapan mempelai perempuan mencerminkan sikap kita ketika hati nurani meminta kita berdoa, bersaat teduh bersama Tuhan.

ayat 3
"Bajuku telah kutanggalkan, apakah aku akan mengenakannya lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula?"

banyak alasan kita lontarkan dan biasanya hati kita terus digedor agar kita tergerak hati namun jika tetap saja kita menolak maka IA akan mundur sesaat dan akan diulangi kembali disaat berikutnya.

ayat 4
Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku.

dan seterusnya dapat kita resapi dialog ayat-ayat berikutnya.

2. Kita meneladani Yesus yang setia sampai mati melaksanakan tugas yang BAPA kehendaki.

Lukas 4:43
Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."

Kita kerjakan tugas yang Tuhan Yesus suruh kita kerjakan, melalui pemberitaan Injil dan perbuatan kasih

Matius 28:19-20
pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Yohanes 15:17
Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.

tugas terpenting dan terutama kita adalah membawa banyak orang kepada Tuhan Yesus,
diantaranya adalah kita menjalankan tugas konseling pastoral agar mereka yakin kembali bahwa Kasih Tuhan tak pernah luntur oleh noda kita.

Yohanes 1:8-9
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.


Yesaya 1:18
Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

JADI

Yang hendak saya katakan adalah ;
sudah saatnya jangan ditunda lagi
mari kita segera menyambut uluran kasih Tuhan dan mengerjakan tugas perutusan kita.

bukan waktunya lagi, kita terus saja berkecimpung dalam perkara duniawi masakan tidak lelah mengurusi urusan karier, urusan bisnis yang berujung duit ...duit ...duit ... melulu dan tenggelam dalam kenikmatan daging melulu ...

saudaraku dalam Yesus Kristus,

sebentar lagi hari mulai gelap,
sekarang ini hari sudah senja
waktu kita tinggal sesaat lagi.
rata-rata kita sekarang sudah berusia sedikitnya sudah 40 tahunan bahkan ada yang sudah tiba di usia Lansia...

Apalagi yang engkau cari, saudaraku
masih belum cukupkah kenikmatan yang sudah direngkuh ...

Jangan sampai mempelai laki-laki tiba minyak dibuli-buli masih kosong sehingga lentera kita tidak menyala dan tidak dapat mengikuti Perjamuan bersama mempelai laki-laki.

(baca Matius 25:1-13 perumpaan gadis bodoh dan gadis bijaksana)