Sabtu, 23 Februari 2019

APA MAKNA TRANSFIGURASI BAGI KITA ?

Sabtu, 23 Februari 2019

IBRANI 11:1-7  
MAZMUR 145:2-5,10-11 
MARKUS 9:2-13 

Markus 9:2-4 
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaianNya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. 

Menurut kamus bahasa Indonesia arti kata Transfigurasi adalah perubahan bentuk atau perubahan rupa/wajah. 

Transfigurasi Kristus adalah peristiwa dimana Yesus dimuliakan di atas gunung dan tidak disebutkan gunung apa; ada yang mengatakan di gunung Tabor tetapi ada yang menyebutkan gunung Hermon. 

Ketiga Injil Sinoptik mencatat bahwa pada saat berdoa, wajah dan pakaian Yesus berubah menjadi putih berkilauan. 

Petrus, Yohanes, Yakobus menyaksikan langsung peristiwa transfigurasi tetapi mereka tidak memberitahu hal ini kepada rasul lainnya dan kepada orang lain, sesuai pesan Yesus (Markus 9:9-10). 

Namun setelah kenaikan Yesus ke Surga maka Petrus bersaksi tentang peristiwa transfigurasi bahwa mereka bertiga (Petrus, Yohanes, Yakobus) mendengar langsung suara yang mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. 

2 Petrus 1:16-18 
Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaranNya. 
Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepadaNya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan." Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus. 

Ini jawaban bagi orang yang meragukan apakah Yesus itu Anak Allah ataukan Yesus itu seorang nabi. 

Sebagian umat kristiani masih terbersit sedikit keraguan apa iya Yesus itu Anak Allah dan juga mengenai Trinitas Allah Tritunggal Maha Kudus. 

Manusia itu baru percaya bila melihat langsung dan kesaksian Petrus adalah benar atau masih penasaran mau bukti secara langsung seperti Tomas yang tidak percaya Yesus telah Bangkit. 

Silahkan memohon kepada Tuhan Allah untuk memuaskan hati sebelum percaya namun alangkah bijaksananya bila kita percaya dengan iman yang teguh. 

Setelah menyaksikan wajah dan pakaian Yesus berubah terang bercahaya seperti matahari (Matius 17:2) maka iman Petrus semakin diteguhkan. 

2 Petrus 1:19 
Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. 

Selanjutnya, 

Mengapa Yesus hanya membawa tiga orang muridNya? 

Kita tidak tahu pasti alasannya tetapi bila mengacu dari kitabsuci tentang 2-3 orang saksi untuk mensahkan suatu perkara; dalam hal ini peristiwa transfigurasi disaksikan oleh ke-3 muridNya. 

Matius 18:16b 
... bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan

Ada yang menarik perhatian kita pada peristiwa Transfigurasi Kristus selain tentang Kemuliaan Yesus, yaitu:  

HAL PERTAMA 
Keberadaan Musa dan Elia berbicara dengan Yesus 

Apa yang dibicarakan? 
Lukas 9:30-31 
Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergianNya yang akan digenapiNya di Yerusalem. 

Musa mewakili taurat dan Elia mewakili nabi dan mereka berdua adalah utusan Allah; demikian juga Yesus. 

Dalam kitab Keluaran dikatakan bahwa ketika Musa mendaki gunung Sinai, dirinya ditutupi awan dan Kemuliaan Tuhan menyelimuti tempat itu. 

Keluaran 24:15-16 
Musa mendaki gunung dan awan itu menutupinya. Kemuliaan Tuhan diam di atas gunung Sinai, dan awan itu menutupinya enam hari lamanya; pada hari ketujuh dipanggilNyalah Musa dari tengah-tengah awan itu. 

Saat Petrus menyatakan keinginan mendirikan tiga kemah maka tiba-tiba awan terang menaunginya dan terdengar suara untuk menyatakan Kemuliaan Yesus. 

Matius 17:5 
Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." 

Kehadiran Musa dan Elia menggenapi nubuatan para nabi dan kitab taurat tentang kedatangan Sang Mesias di dalam Yesus Kristus. 

Elia naik ke Sorga dalam angin badai 
Yesus terangkat ke Sorga dan Musa juga diyakini naik ke Sorga. 

2 Raja 2:1,11 
Menjelang saatnya Tuhan hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal. Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai

Kisah 1:9 
Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Yesus disaksikan oleh mereka, dan awan menutupNya dari pandangan mereka. 

Ulangan 34:5-6 
Lalu matilah Musa, hamba Tuhan itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman Tuhan. Dan dikuburkanNyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini

HAL KEDUA 
Petrus menginginkan mendirikan tiga kemah buat Yesus, Musa, dan Elia 

Lukas 9:33 
Ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepadaNya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu

Garis bawahi kalimat : 
Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya 
artinya Petrus menginginkan keadaan menyenangkan setelah menyaksikan Kemuliaan Yesus dinyatakan itu tetap berlangsung terus maka Petrus ingin menahan Yesus, Musa, Elia dengan mendirikan kemah di gunung tersebut. 

Sama halnya kita juga berlaku seperti Petrus, menginginkan suasana tenang yang menyejukkan hati kita pada saat mengikuti retret di sebuah bukit yang adem dan terasa Hadirat Tuhan turun menaungi tempat retret dan diri kita peserta retret; seperti di lembah karmel, Cipanas. 

Padahal Hadirat Tuhan itu bisa kita alami dimana saja dan tidak tergantung di tempat khusus saja seperti di gereja, di tempat dianggap suci karena sering mukjijat terjadi atau tempat retret, dll. 

Tidak heran bila orang betah di tempat retret dimana ia merasakan Hadirat Tuhan dan mengalami peristiwa Tuhan menyatakan KemuliaanNya terjadi pada dirinya sehingga ia tidak mau pulang dari tempat retret karena ingin selamanya merasakan Hadirat Tuhan. 

Rasul Paulus mengatakan: 
2 Korintus 3:18 
Kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam kemuliaan yang semakin besar. 

Cahaya Kemuliaan Tuhan dapat dilihat banyak orang bila hidup kita membawa terang bagi orang lain dan menjadi berkat bagi orang lain karena sikap dan perbuatan kita mengalirkan kasih Tuhan kepada orang lain sehingga mereka juga mengalami Hadirat Tuhan di dalam hidup mereka. 

Petrus ingin memiliki sendiri Hadirat Tuhan dengan bermaksud mendirikan kemah di gunung tempat terjadinya transfigurasi Kristus dimana Kemuliaan Yesus dinyatakan tetapi Yesus menolak dan mengajak mereka turun gunung. 

Begitu juga kita, setelah mengikuti retret maka kita pulang ke rumah menjalani kehidupan di tengah masyarakat dan hendaknya perubahan yang terjadi pada saat retret membawa dampak kebaikan bagi banyak orang. 

J A D I 

Peristiwa Transfigurasi Kristus hendak menunjukkan Kemuliaan Yesus kepada kita umat kristiani supaya semakin yakin Yesus adalah Anak Allah yang diutus Bapa untuk menyelamatkan manusia dari kematian kekal. 

Hendaknya terjadi perubahan di dalam hidup kita dan juga membawa dampak kebaikan bagi orang di sekitar kita.  


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Jumat, 22 Februari 2019

PETRUS, GEMBALAKANLAH UMATKU

Jumat, 22 Februari 2019

1 PETRUS 5:1-4 
MAZMUR 23:1-6 
MATIUS 16:13-19 

Matius 16:18-19 
Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." 

Gereja Katolik menetapkan hari ini adalah Pesta Takhta St Petrus, apa maksudnya? 

yaitu untuk menghormati Petrus sebagai wakil Kristus dan gembala tertinggi gereja mempunyai kuasa rohani atas segenap anggota gereja yang diberikan Yesus kepada Petrus sebelum Yesus naik ke Surga (baca Yohanes 21:15-19). 

Yohanes 21:17c-18 
Kata Yesus pada Petrus: "Gembalakanlah domba-dombaKu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." 

Petrus memang pernah menyangkal atau tidak mengakui mengenal Yesus sampai tiga kali di saat Yesus diadili dan akan di salib tetapi setelah ia bertobat maka kita bisa saksikan kegigihan memberitakan Injil hingga taat sampai mati. 

Mengikuti Yesus memang tidak boleh setengah hati tetapi harus segenap hati bahkan rela mati demi membawa banyak orang datang dan menerima Yesus sebagai Mesias dan Juruselamat. 

Pengalaman iman Petrus membentuk dirinya semakin teguh melakukan perintah Yesus yakni menggembalakan umat kristiani. 

Dalam rangka penggembalaannya maka Petrus saat itu menasehati panatua agar merekapun menggembalakan jemaat setempat dimana ia berada. 

1 Petrus 5:1-2 
Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. 

Tugas penggembalaan juga terjadi dalam keluarga kita masing-masing dimana suami bertanggung-jawab atas isteri dan anak-anak serta anggota keluarga lainnya sebagai gembala atas mereka. 
(baca Efesus 5:22-33, Efesus 6:1-9) 

Efesus 5:23 
karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 

Tugas penggembalaan cakupannya luas sebab bisa juga diterapkan pada majikan dengan pegawainya, ataupun pemimpin komunitas dengan anggotanya. 

Petrus jalankan tugas penggembalaan sampai akhir hayatnya, bahkan ia dibunuh atau di salib dengan posisi terbalik menurut sumber tradisi katolik. 

Kita umat kristiani hendaknya meneladani sikap iman dan perbuatan Petrus supaya kita turut serta melaksanakan perintah Yesus agar kita mewartakan Injil, menjadi saksi Kristus, lakukan tugas pelayanan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Kamis, 21 Februari 2019

SEBERAPA DALAM KITA MENGENAL YESUS

Kamis, 21 Februari 2019

KEJADIAN 9:1-13
MAZMUR 102:16-23,29 
MARKUS 8:27-33 

Markus 8:27 
Kemudian Yesus beserta murid-muridNya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-muridNya, kataNya: "Kata orang, siapakah Aku ini?" 

Bacaan Injil hari ini menantang kita untuk lebih dalam lagi mengenal Yesus Kristus? 

Ada tiga (3) tahapan untuk mengenal lebih dalam tentang Yesus sesungguhnya

Tahap Pertama 
Mengenal Yesus dari orang lain 

Markus 8:28  
Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi." 

Pada tahap ini, seseorang mengenal Yesus karena mendengar perkataan orang lain tentang pengalaman iman mereka dalam relasinya dengan Yesus. 

Ada bagian yang menarik yang ingin ia ketahui setelah mendengar perkataan orang lain tentang Yesus. 

Ayub mengakui dirinya tahu tentang Allah dari perkataan orang lain; dan setelah itu ia mengalami kehadiran Allah di dalam hidupnya lewat berbagai peristiwa hidup. 

Ayub 42:5 
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. 

Di jaman sekarang, tahap pertama ini dapat dikategorikan sebagai seorang katekumen yang di baptis menjadi katolik atau kristen protestan. 

Tahap Kedua 
Mengenal Yesus dengan tujuan untuk kepentingan dirinya sendiri. 

Markus 8:29 
Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!" 

Sebagian besar umat kristiani mengenal Yesus sebatas sesuatu yang akan ia dapatkan atau dengan katalain mengenal Yesus karena didorong oleh keinginan menerima berkat-berkatNya. 

Bila tidak mendapatkan berkat Tuhan atau terlalu lama menanti berkat Tuhan maka biasanya ia akan mencari hal-hal lain diluar Tuhan yang sekiranya dapat memenuhi keinginannya dengan segera. 

Pada tahap ini, seseorang tidak sungguh mau mengenal Yesus; apa saja perintah dan kehendak Yesus sebab ia hanya mau mengenal Yesus bila menerima berkat. 

Tentu akan menolak syarat mengikuti Yesus yakni sangkal diri, pikul salib, dan mengikuti perintah dan kehendak Yesus. 

Seperti Petrus yang tidak bisa menerima pengajaran Yesus tentang penderitaan yang akan ditanggung Yesus yakni mati di salib dan bangkit tiga hari kemudian. 

Markus 8:31-32 
Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. 
Hal ini dikatakanNya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. 

Tahap kedua ini seperti halnya seorang penabur menabur benih yang jatuh ke semak belukar dan ke bebatuan (baca Matius 13:1-23). 

Begitu mudah meninggalkan Yesus karena memang tujuannya mengenal Yesus hanya untuk beroleh berkat Tuhan. 

Terbukti ketika Yesus ditangkap dan akan dibunuh (=di salib) maka Petrus beserta para murid lainnya kabur meninggalkan Yesus, bahkan Petrus menyangkal atau tidak mengakui mengenal Yesus. 

Tahap Ketiga 
Mengenal Yesus sungguh-sungguh dan melakukan perintah dan kehendak Yesus 

Markus 8:33 
Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-muridNya Ia memarahi Petrus, kataNya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." 

Mengenal Yesus sangat dalam bila relasi kita intim dengan Tuhan Yesus yakni: 

1) Berdoa, Praise and Worship atau Pujian dan Penyembahan, kotemplasi atau bersaat teduh bersama Tuhan 

Matius 26:41 
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah 

Yohanes 4:23 
Saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 

2) Membaca, merenungkan, melakukan Firman/Sabda Tuhan tertulis di Alkitab dengan taat dan setia sampai mati 

Yakobus 1:22a 
Hendaklah kamu menjadi pelaku Firman dan bukan hanya pendengar saja 

3) Jadilah saksi Kristus dengan beritakan pengInjilan dan melakukan pelayanan 

Kisah 1:8 
Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi 

Markus 16:15 
Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 

Semoga kita semua sadar diri dan segera mendekatkan diri dengan Tuhan lebih intim lagi agar kita semakin mengenal dan memahami Tuhan. 

Dengan demikian kita tidak hanya demi kepentingan diri sendiri saja tetapi mau mengenal lebih dalam lagi dengan Yesus. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Rabu, 20 Februari 2019

PENYEMBUHAN BERTAHAP

Rabu, 20 Februari 2019

KEJADIAN 8:6-13,20-22 
MAZMUR 116:12-15,18-19 
MARKUS 8:22-26 

Markus 8:22 
Kemudian tibalah Yesus dan murid-muridNya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepadaNya, supaya Ia menjamah dia. 

Yesus menyembuhkan seorang buta di Betsaida melalui 2 tahapan, yaitu: 

Pertama 
Meludahi mata dan menaruh tangan di mata orang buta tersebut. 

Markus 8:23-24 
Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tanganNya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?" Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon." 

Kedua 
Meletakan tangan pada mata orang buta itu kedua-kali dan orang buta itu sembuh 

Markus 8:25 
Yesus meletakkan lagi tanganNya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. 

Hal ini menunjukkan bahwa kesembuhan itu tidak selalu langsung terjadi tetapi melalui tahapan proses penyembuhan. 

Memang biasanya orang menginginkan cepat sembuh dan tidak heran bila ada orang yang berkeliling minta didoakan tetapi belum juga sembuh.

Apabila ada seseorang yang mendoakan hanya sekali saja dan langsung sembuh maka orang tersebut pasti terkenal dan dicari banyak orang. 

Sebaliknya bila tidak sembuh padahal sering didoakan maka pendoa tersebut tidak akan terkenal dan jarang ada orang yang mau didoakan olehnya. 

Banyak orang mau cepat memperoleh hasilnya karena tidak sabar menjalani tahapan proses sebelum menghasilkan sesuatu yang diinginkannya

Ada orang baru bertobat dan berharap bahwa persoalannya segera terselesaikan karena pertobatannya sebab disangkanya begitu ia bertobat, lalu Tuhan langsung menolongnya. 

Atau ada juga yang beranggapan bahwa begitu ia aktif pelayanan maka Tuhan segera membalas jasanya sudah berbuat kebaikan dengan memberkati dirinya. 

Orang ini sebaiknya mengetahui Firman Tuhan tentang pelayanan (Lukas 17:7-10) supaya ia tidak kecewa bila tidak segera mendapatkan upah atas pelayanannya. 

Lukas 17:10 
Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan. 

Kembali ke persoalan kesembuhan. 
Berapa banyak orang yang menginginkan kesembuhan tetapi tidak mau menuruti kehendak Tuhan sebab maunya langsung disembuhkan Tuhan. 

Padahal Tuhan menghendaki orang itu tidak berbuat sesuatu yang bertentangan dengan kehendak/peraturan Tuhan. 

Yesaya 59:2 
Yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu

Dosa adalah penghalang terbesar yang menghalangi turunnya berkat Tuhan. 

Penghalang kedua adalah fokus tujuan utama hidup seseorang seringkali hanya tertuju pada kesenangan dunia padahal seharusnya fokus utama adalah mencari dan melakukan kehendak Tuhan agar kita beroleh hidup kekal di Surga. 

1 Yohanes 2:16-17 
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. 

Memang masalah sakit penyakit sering melemahkan iman kita meskipun kita terus berdoa dan memohon kesembuhan kepada Tuhan tetapi tidak sembuh juga. 

Di Alkitab, mukjizat terlihat langsung terjadi dan jarang sekali melalui proses bertahap seperti dialami orang buta ini. 

Mengapa demikian? 

Mereka sangat yakin Yesus menolong kesusahan mereka; sakit disembuhkan, dibebaskan dari kerasukan setan, kecuali satu hal yang mereka tidak sangka bahwa Yesus sanggup bangkitkan orang mati yaitu Lazarus (Yohanes 11:1-44) dan anak perempuan Yairus (Lukas 8:40-42, 49-56) 

Keadaan sekarang ini
mungkin karena ada berbagai alternatif dari kemajuan ilmu pengetahuan medis dan perkembangan tehnologi maka banyak orang tidak lagi bergantung pada doa permohonan kepada Tuhan. 

Banyak yang mengandalkan kemampuan intelektual daripada kepada Tuhan sebab mereka pikir dengan ilmu pengetahuan dapat mengatasi berbagai persoalan dan masalah hidup. 

Datang kepada Yesus adalah pilihan terakhir setelah ilmu pengetahuan dan kecanggihan tehnologi tidak mampu mengatasi masalah mereka. 

Dampak negatif dari kemajuan tehnologi dan ilmu pengetahuan adalah membawa orang cenderung mengandalkan logika dan mengabaikan pertumbuhan iman. 

Oleh sebab itu, 
Mari kita kembali fokus hanya kepada Tuhan dan mengandalkan Tuhan. 
Kehebatan ilmu pengetahuan memang diperlukan tetapi jangan sampai diri kita terikat atau dikuasai olehnya. 

Ingatlah Yesus mengatakan bahwa
Matius 6:24a 
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. 

Jadi, perlu diingat bahwa segala sesuatu itu ada proses harus dilewati sebelum beroleh hasil yang diinginlan. 

Kesembuhan terjadi setelah melewati proses pengobatan; apakah berupa obat medis dan atau kuasa Firman Tuhan. 

Andalkanlah Firman Tuhan supaya jalan kita dituntun olehNya sehingga kita dapat mengatasi sakit penyakit dan persoalan hidup lainnya. 

Menguasai pengetahuan Firman Tuhan akan mendorong kita semakin dekat dengan Tuhan dan mengandalkan jalan Tuhan sebagai pedoman hidup kita. 

Halangan dan rintangan berupa sakit penyakit, kesulitan keuangan, dsbnya dapat kita atasi dengan mengandalkan kuasa Tuhan yang kita ketahui dari pengetahuan Firman Tuhan tertulis di kitabsuci/Alkitab. 


Salam Kasih, 
Surya Darma