Rabu, 27 April 2016

DAMAI SEJAHTERA ALLAH









Selasa, 26 April 2015 

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu
                                        (Yohanes 14:27)

Setiap orang menginginkan hidupnya damai sejahtera supaya mengalami kebahagiaan hidup di dunia ini. 

Kenapa kebahagiaan hidup didunia saja yang menjadi fokus utama sebab belum tentu semua orang percaya bahwa ada kehidupan lain di Surga. 

Kagak percaya nih? 
Coba saja lihat, banyak orang semangat mencari duit dan kesenangan dunia sebagai tujuan utama atau target yang harus dicapainya dalam sekian tahun ke depan dan berjanji setelah berhasil maka akan rajin ke gereja dan aktif pelayanan. 

Tetapi kenyataannya, lupa deh .... 
sebab sudah ada rencana berikutnya yang menjadi target baru dan dengan enteng dia berdalih : Tuhan juga ngerti keperluanku dan lagipula Tuhan baik lho menginginkan kita hidup bahagia. 
Nantilah pasti aku tepati janjiku, Tuhan. 

Pertanyaannya adalah : 
Damai sejahtera yang bagaimana yang membahagiakan hidupmu? 

Jangan buru-buru menjawab tetapi di pikirkan secara mendalam dan tanyakan pada hati nurani masing-masing dan konkritkan/wujudkan dalam bentuk apa yang aku inginkan. 

Sebetulnya damai sejahtera itu apa sih? 
macam-macam deh jawaban kita dan kalau disimpulkan semua jawaban maka kita menginginkan hidup senang tanpa ada kesulitan masalah atau istilah keren disebut bahagia. 

Tidak ada yang salah dong bila kita ingin hidup bahagia tetapi kenapa Yesus mengatakan damai sejahtera yang dunia berikan tidak seperti damai sejahtera dari Allah; kalau begitu apa bedanya? 

Mari kita melihat di Alkitab mengenai pengertian damai sejahtera Allah. 
Kita cari tahu terlebih dahulu tentang segala hal yang ada di dunia ini. 

1 Yohanes 2:16 
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia

Keinginan daging itu apa? 
Galatia 5:19-21 
Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 

Keinginan daging adalah suatu keinginan untuk melakukan perbuatan daging yang tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 

Lalu apa sih yang dimaksud dengan Kerajaan Allah? 
Roma 14:17 
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus

Oooh rupanya damai sejahtera itu adalah bagian dari Kerajaan Allah. 
Sekarang kita tahu bahwa keinginan daging tidak mendatangkan damai sejahtera bagi hidup kita di dunia ini dan kita tidak mendapatkan bagian dalam Kerajaan Allah, artinya kita tidak memperoleh hidup kekal di Surga. 

Yesus datang ke dunia ini selain menebus dosa manusia, IA memberikan hidup kekal di Surga. 

Yohanes 5:24 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. 

Kita akan mengalami damai sejahtera Allah di dunia ini bila menuruti perkataan Yesus atau menuruti Firman Tuhan. 

Yesaya 48:18 
Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintahKu, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, 

Sedikitnya ada 3 hal, agar kita hidup di dalam damai sejahtera dari Allah : 
1) Terjalin relasi intim bersama Allah 
2) Pikiran dan hati fokus kepada Allah 
3) Tujuan hidup adalah kehidupan kekal 

Memang kenyataannya, masih banyak orang hidupnya tidak mengalami damai sejahtera Allah meskipun harta duniawi yang dimilikinya banyak. 

Secara fisik orang ini senang menurut ukuran dunia sebab semuanya tersedia namun di dalam hati sanubarinya yang terdalam ia merasakan ada sesuatu yang hilang dan terasa hampa bahkan ada kejenuhan menjalani rutinitas hidup. 

Berikut ini ada kesaksian seorang yang sukses menjalani bisnisnya; ia mengaku kesepian di dalam hidupnya dimana isterinya menderita sakit sekian tahun lamanya tak kunjung sembuh sehingga tidak bisa melayani kebutuhan biologis dirinya dan dengan terpaksa ia mncari wanita lain untuk memenuhi hasratnya. 

Ia sadar perbuatannya menyakiti istrinya yang terlihat sudah pasrah tak berdaya tetapi tetap saja ia lakukan. 
Suatu hari anaknya cuma satu-satunya sakit demam biasa namun seminggu kemudian meninggal dunia. 

Bapak ini terpukul sekali perasaannya dan membuat dirinya semakin kesepiaan sebab di rumahnya yang besar dan mewah hanya tinggal berdua dengan isterinya dan beberapa pembantunya. 

Ia menyibukan diri mengurusi bisnisnya untuk mengatasi kesepian hingga pulang sampai larut malam sedangkan istrinya lebih banyak di rumah dalam keadaan sakit dan ditemani suster/pembantu. 

Bisnisnya semakin maju dan orderan makin banyak sehingga membuat dirinya semakin sibuk. 

Bahagiakah bapak ini? apakah hidupnya mengalami damai srjahtera dari Allah? 
ia sendiri mengakui hidupnya kesepian dan merasa tidak bahagia. 

Suasana di rumah terasa dingin tidak ada kehangatan meski heater pemanas ruangan dari solarhart dipasang di atap rumahnya dan dapur rumahnya bersih sebab jarang sekali memasak makanan. 

Bapak ini mendapatkan damai sejahtera dari dunia ini dimana paling tidak sekian jam mengalami kesenangan dunia namun hanya bersifat sementara. 

Begitu pulang kerumah atau sedang dalam keadaan sendirian maka hatinya terasa hampa dan kesepiaan. 

Seperti inikah yang dikejar banyak orang untuk menikmati damai sejahtera dunia yang katanya membuat hidupnya bahagia?  

Lalu pertanyaannya adalah bagaimana merasakan damai sejahtera Allah? 

Pernahkah pikiran dan hati anda terasa plong tidak merasa ada tekanan atau beban meskipun saat itu sebetulnya sedang ada masalah cukup pelik yang harus dibereskan? 

Bila jawabannya : ya pernah! 
itu artinya anda sedang mengalami damai sejahtera Allah. 

Ini bukan isapan jempol belaka namun sebagian kecil pengalaman nyata dan masih banyak hal-hal lain yang dapat kita rasakan dan alami di dalam hidup kita, seperti misalnya : 

Ketika anda menolong kesulitan orang lain atau menemani seraya menghibur orang yang sedang dalam keadaan sedih dan orang tersebut berterima kasih atas perhatian kita maka saat itu juga hati anda bersuka-cita menyaksikan orang lain tertolong atau bangkit semangatnya 

Sulit diuraikan dan dijabarkan seperti apa damai sejahtera Allah dan anda harus mengalaminya sendiri maka akan mampu membedakan antara damai sejahtera Allah dengan damai sejahtera dari dunia ini. 

Kebenaran ini harus anda buktikan sendiri dan alami sendiri.
Yesaya 32:17 
Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah hatiku selalu mengalami damai sejahtera Allah ataukah hanya sekali-kali saja pernah mengalaminya? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan V Paskah 
Warna Liturgi : Putih 

Kisah 14:19-28  
Mazmur 145:10-13,21 
Yohanes 14:27-31a 
BcO : Kisah 17:19-34 

============= ☆☆☆ ============ 

Senin, 25 April 2016

BELAJAR DARI MARKUS









Senin, 25 April 2015 

Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. 
                         (Markus 16:20) 

Hari ini kita merenungkan bagaimana perjalanan iman Markus dan semoga menginspirasikan kita mau berbuat seperti Markus memberitakan Injil dan membawa banyak orang kepada Yesus. 

Siapakah Markus? 

Markus atau Yohanes bin Markus adalah keponakan Barnabas (Kolose 4:10) dan ia adalah murid Petrus (1 Petrus 5:13). 

Markus mengikuti pelayanan bersama Barnabas dan Paulus (Kisah 12:25) dan menjadi pembantu mereka (Kisah 13:5) namun ketika di Pamfilia entah kenapa Markus meninggalkan pelayanan, lalu kembali ke Yerusalem (Kisah 13:13). 

Oleh karena itu Paulus menolak Markus ketika Barnabas hendak mengajaknya pergi bersama-sama dalam pelayanan misi berikutnya, dengan alasan : 

Kisah 15:37-38 
Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. 

Yach begitulah, di dalam pelayanan bisa terjadi perselisihan pendapat dimana masing-masing pihak merasa benar. 

Paulus terlihat tidak suka kepada Markus yang meninggalkan pelayanan dan Barnanas membela Markus, yang juga adalah keponakannya. 

Mungkin saja Markus sudah berusaha menjelaskan alasannya mengapa ia kembali ke Yerusalem namun Paulus menganggap Markus tidak baik begitu saja meninggalkan pelayanan. 

Akhirnya Paulus dan Barnabas berpisah karena perbedaan pendapat soal Markus sehingga Barnabas bersama Markus ke Siprus sedangkan Paulus bersama Silas pergi ke Siria/Kilikia (Kisah 15:39-41). 

Menurut anda, kenapa ya gara-gara beda pendapat koq jadi ribut dan berpisah jalan masing-masing padahal ini urusan pelayanan rohani? 

Apalah betul Markus salah dan Paulus benar dan tindakan Barnabas membela Markus apakah benar karena hubungan kerabat antara paman dan keponakan? 

Padahal sebelumnya Barnabas membela Paulus ketika umat Kristen di Yerusalem mencurigai Paulus yang saat itu baru saja bertobat dari seorang ahli taurat yang membunuh orang Kristen. 

Kisah 9:26-27 
Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid. Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus. 

Kita bisa melihat bagaimana Barnabas adalah orang yang baik hati membela orang yang tertolak oleh orang lain. 

Kisah 11:24 
karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. 

Paulus namanya melambung tinggi karena ia memang mantan ahli taurat 
(Kisah 22:3), inteletualnya tinggi dan terbukti sebagian besar Perjanjian Baru berisikan tulisan/surat Paulus. 

Galatia 1:14 
Di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. 

Sedangkan Barnabas namanya tidak terkenal seperti Paulus dan bila ditanya kepada umat Katolik; apakah tahu siapa itu Barnabas? tidak banyak yang tahu tentang Barnabas. 

Realita seperti ini terus berlangsung sampai saat ini dimana orang2 yang pandai bicara biasanya juga pandai bergaul dan teman/relasinya banyak maka namanya akan menjulang tinggi. 

Hal semacam ini tidak hanya terjadi di dunia sekuler tetapi di bidang rohani atau pelayanan juga terkena imbasnya. 

Selanjutnya, 
Bagaimana dengan pelayanan Markus setelah berpisah dengan Paulus? 

Ternyata Markus selain menjadi murid Petrus, dia juga juru bicara Petrus dan mencatat segala sesuatu ucapan Petrus dan Paulus sehingga kelak kemudian hari ia menulis Injil Markus. 

Kita lihat perjalanan iman Markus yang unik dimana ia sempat meninggalkan pelayanan, kemudian berubah menjadi seorang penulis Injil. 

Suatu pelajaran berharga bagi kita bahwa di dalam pelayanan ada begitu banyak dinamika dan perbedaan terjadi yang memproses diri kita agar semakin hari dimurnikan dari segala kepentingan dan ambisi pribadi. 

Yang terpenting adalah hasil akhirnya di saat kita meninggalkan dunia ini; 
apakah yang kita persembahkan kepada Tuhan Allah dan apa saja yang sudah kita kerjakan selama hidup di dunia ini? 

Markus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menyelesaikan tugas perutusan dan pelayanannya dengan membawa banyak orang kepada Yesus. 

Bagaimana dengan kita? 

Berbeda pendapat dalam pelayanan, jangan sampai menyurutkan langkah kaki kita untuk mengerjakan perutusan kita masing2 sesuai yang disuruh Yesus sebab kita ini akan terus diproses hingga berkenan bagi Tuhan Allah. 

Paulus mengakui pelayanan Markus ketika ia menyuruh Timotius menjemput Markus untuk menengoknya di dalam penjara. 

2 Timotius 4:11 
Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. 

Biasalah, makin tua seharusnya orang makin berubah lebih baik, apalagi bila keadaan diri sudah semakin uzur dan tidak berdaya lagi. 

Selagi muda, keakuan atau ego diri masih tinggi dan emosi mudah tersulut. 
Orang bijak sering menasehati agar kita sedini mungkin mau kehilangan hak kita atau dengan katalain mengosongkan diri sampai tidak ada lagi segala keinginan duniawi dan tinggal satu keingingan saja yaitu kembali ke rumah Bapa di Surga !

2 Timotius 4:7-8 
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku masih berkutat di dalam ke-egoisan diri yang lebih disibukkan mencari nama supaya populer dan lebih menuruti segala keinginan duniawi dari pada memilih untuk mengosongkan diri dari kepentingan pribadi? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan St Markus 
Warna Liturgi : Merah 

1 Petrus 5:5b-14
Mazmur 89:2-3,6-7,16-17 
Markus 16:15-20 
BcO : Efesus 4:1-16  

============= ☆☆☆ ============ 

Sabtu, 23 April 2016

KEKERINGAN DITENGAH HUJAN DERAS









Sabtu, 23 April 2016 

Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 
                                   (Yohanes 14:9)

Tema renungan kita hari ini menunjukan kontradiksi suatu keadaan dimana ibaratnya saat hujan begitu derasnya melanda di suatu daerah tertentu tetapi tanahnya tidak dapat menyerap air hujan sehingga tanaman apapun yang ditanam tidak akan tumbuh. 

Sengaja judul temanya memakai gaya bahasa paradok untuk mengungkapkan dua hal yang bertentangan dalam satu kalimat dan merupakan pernyataan yang berlawanan dengan pendapat umum. 

Hujannya sangat deras seharusnya tanah menjadi subur karena asupan air tetapi telah terjadi kerusakan struktur tanah sehingga air tidak dapat terserap. 

Keadaan seperti ini merupakan suatu realita yang sering terjadi di kehidupan dan tanpa disadari telah merasuki dan melemahkan sendi-sendi iman percaya kita kepada Yesus. 

Apa yang terjadi pada Filipus, salah seorang murid Yesus adalah gambaran nyata seorang yang telah sekian tahun mengikuti Yesus; mendengar banyak pengajaran, nasehat, dan menyaksikan hal-hal mukjizat kuasa Allah di dalam diri Yesus tetapi tetap saja tidak mengerti keIlahian Yesus.  

Yohanes 14:8 
Kata Filipus kepadaNya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." 

Kita bisa baca ayat berikutnya yang mencerminkan ekspresi Yesus menegor Filipus (ayat 9) dan kita dengar jawaban Yesus yang menjelaskan hubunganNya dengan Bapa. 

Yohanes 14:10 
Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diriKu sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaanNya. 

Mengapa iman percaya Filipus lamban memahami Yesus? mungkin bukan saja Filipus yang lamban tetapi bisa juga kita lamban menumbuhkan iman percaya kita kepada Yesus. 

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang lamban memahami Yesus: 

Pertama 
Motivasi dan Tujuannya salah 

Kisah 8:18-19 
Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus. 

Simon dari Samaria adalah seorang tukang sihir memedam motivasi dan tujuan salah ketika ia dibaptis dan bergabung dalam pelayanan bersama dengan Filipus karena ia ingin namanya terkenal dan memiliki kuasa Allah untuk melakukan perbuatan mukjizat supaya dipuji banyak orang. ( baca selengkapnya Kisah 8:9-24 ).  

Lebih baik nama kita tidak dikenal banyak orang daripada nama kita terkenal populer tetapi mencuri kemuliaan Tuhan. 

Filipus tadinya lamban memahami Yesus tetapi pada akhirnya ia menjadi saksi Yesus mewartakan Injil dan dikarunia kuasa Allah melakukan mukjizat. 

Simon dari Samaria profesi semula sebagai tukang sihir dan dengan motivasi dan tujuannya salah untuk kemuliaan diri sendiri namun ia segera sadar dan bertobat. 

Kisah 8:20,24 
Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Jawab Simon: "Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu."  

Oleh sebab itu hendaknya kita memurnikan diri dari segala keinginan kemuliaan diri sendiri ketika memutuskan percaya kepada Yesus dan juga di saat mengerjakan tugas perutusan dan pelayanan

Dengan demikian iman kita semakin bertumbuh dan menghasilkan buah Roh, yakni : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. ( Galatia 5:22 ). 

Kedua 
Mengandalkan pengertian sendiri 

Kisah 13:46 
Dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain. 

Dengan membaca Alkitab, baik kitab Perjanjian Lama, Deuterokanonika, dan Perjanjian Baru maka kita memgetahui bagaimana karakter, sikap hidup dari orang-orang Yahudi atau bangsa Israel yang kontradiksi antara iman percaya kepada Allah dengan perbuatan mereka. 

Mereka sangat mengandalkan pengertian dan pemahaman diri sendiri tentang kebenaran Firman Allah bahkan mereka mencoba menafsirkan firman Allah dengan konsep mereka sendiri dan untuk keuntungan mereka sendiri juga. 

Mereka mati-matian menolak Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah dan bahkan mereka bunuh Yesus dan seluruh pengikutnya. 

Kisah 13:44-45,50 
Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah. Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus. Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu. 

Kebiasaan ini ditiru dan dilakulan oleh orang-orang di jaman sekarang bila ada perselisihan dan perbedaan pendapat ataupun tujuan kepentingan berbeda. 

Sungguh menyedihkan sifat dan sikap manusia tidak berubah sejak dahulu sampai sekarang ini; serupa tapi beda sedikit corak dan ragam perbuatannya. 

Semua itu disebabkan kecenderungan kita mengklaim kebenaran menurut pemikiran dan kepentingan pribadi adalah diatas segala kebenaran lain diluar diri kita, termasuk kebenaran Tuhan. 

Dalam Injil Lukas 16:19-31 bisa kita baca tentang seorang kaya dan saudara2nya menolak kebenaran Tuhan disampaikan kepada mereka dan ketika orang kaya itu mati maka barulah menyesal. 

Lukas 16:31 
Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati

Jangan sampai kita seperti itu, setelah mengalami malapetaka maka barulah menyesal dan bagaimana bila mati baru menyesal? semoga cepat bertobat dan berubah sikap hidupnya sebelum mati. 

Sudahlah tak perlu bermegah diri di hadapan Allah, tak ada gunanya bahkan akan menghancurkan dirimu sendiri. 

Bangsa Israel adalah pelajaran bagi kita supaya tidak mengulangi kesalahan mereka di dalam hidup kita. ( baca kitab Roma pasal 11 ). 

Kita ini dibentuk Allah dari debu tanah  ( Kejadian 2:7 ) dan adalah lebih baik kita tunduk dan melakukan kehendak Allah dengan taat. 

Kita tahu dari perumpamaan Yesus tentang seorang penabur yang menabur benih ( Lukas 8:4-15 ) bahwa hati kita ini adalah tanah dan benih itu adalah Firman Tuhan dan penabur itu adalah hamba Tuhan yang mewartakan Injil. 

Bila seseorang telah dibaptis dan mengaku dimulut percaya kepada Yesus namun mengeraskan hatinya meski setiap hari mendengar Firman Tuhan maka ia tidak dapat mengenal dan memahami kehendak Tuhan. 

Janganlah mengandalkan kemampuan diri sendiri dengan meremehkan atau mengabaikan Firman Tuhan...
Bukankah sama halnya seperti tanah yang kering tidak menjadi lembur meski hujan lebat membasihinya. 

Marilah saudara/i-ku dalam Yesus Kristus, kosongkan dirimu supaya diisi oleh kebenaran Firman Tuhan
Dengan demikian hati kita menjadi tanah yang lembur tidak kekeringan melainkan mudah disirami derasnya hujan air kehidupan dari Tuhan. 

Ketiga
Ada keraguan hati 

Yohanes 14:12 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa. 

Resapi ayat firman Tuhan ini supaya kita tidak ragu-ragu menentukan pilihan hidup bergantung kepada kebenaran Firman Tuhan. 

Dalam kitab Rut pasal 1 dikatakan bahwa Elimelekh mengajak istrinya Naomi dan ke-2 anaknya meninggalkan Betlehem sedang dilanda kelaparan menuju ke tanah Moab. 

Hal ini mencerminkan ketidak-percayaan mereka kepada Allah sebagai Jehova Jireh; Allah yang menyediakan segala kebutuhan hidup mereka. 

Akibatnya hanya Naomi yang tersisa masih hidup dan terpaksa ia kembali ke Betlehem yang ternyata sudah pulih dari keadaan kelaparan. 

Seringkali Tuhan membiarkan kita sejenak bergumul dalam masalah hidup yang sepertinya sulit diatasi namun jika iman percaya kita kepada Yesus tidak luntur tetapi tetap bersandar kepadaNya maka kita akan melihat pelangi kasih Tuhan dan mengalami kasihNya di dalam hidup kita. 

Hati dan pikiran kita tidak boleh ragu-ragu tetapi sebaliknya kita harus yakin kepada Yesus dalam segala situasi hidup yang sedang kita jalani. 

Yohanes 14:14 
Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya. 

Keraguan akan menghalangi berkat Tuhan yang akan dicurahkan seperti derasnya hujan asalkan hati kita tidak seperti tanah yang kering. 

REFLEKSI DIRI 

Apakah aku senantiasa percaya kepada Yesus di segala situasi dalam hidupku? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

============= ☆☆☆ ============

Kalender Liturgi Katolik 
Pekan IV Paskah 
Warna Liturgi : Putih 

Kisah 13:44-52 
Mazmur 98:1-4 
Yohanes 14:7-14 
BcO : Kisah 15:36-16:15 

============= ☆☆☆ ============