Rabu, 25 Maret 2020

KABAR SUKACITA












RABU, 25 MARET 2020

YESAYA 7:10-14; 8:10 

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. 

MAZMUR 40:7-11 

aku suka melakukan kehendakMu, ya Allahku; TauratMu ada dalam dadaku." Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya Tuhan. 

LUKAS 1:26-38

Maria menerima kabar malaikat Gabriel:
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya 

RENUNGAN 

Gereja Katolik menetapkan hari raya kabar Sukacita dan bacaan Injil tentang Maria menerima kabar malaikat bahwa ia mengandung dari Roh Kudus dan akan melahirkan Yesus. 

Mengapa disebut kabar sukacita padahal saat itu Maria bertunangan dengan Yusuf tetapi mereka belum resmi menikah? 

Bukankah biasanya hamil sebelum nikah itu adalah aib bagi diri yang bersangkutan dan bagi keluarganya. 

Perhatikan apa yang dikatakan malaikat Gabriel kepada Maria: 

Lukas 1:35 
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah

Anak yang dikandungnya dan yang akan dilahirkan adalah Anak Allah. 

Wow...luarbiasa. 
Meski pada mulanya Maria terkejut dan merasa bagaimana mungkin ia hamil tetapi akhirnya Maria menerima kabar ini dengan iman yang percaya. 

Apa yang bisa kita pelajari dari Maria? 

Pertama 
Percaya kepada Tuhan 

Bagi anda yang belum percaya kepada Yesus maka apa yang anda saksikan dan apa yang anda dengar tentang Yesus maka bukalah hati dan pikiran anda lalu renungkan lebih mendalam lagi. 

Seperti perempuan Samaria membuka hati menerima perkataan Yesus disaat berjumpa di sumur Yakub (Yoh 4:1-30). 

Yohanes 4:21,23 
Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepadaKu, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 

Bagi anda umat kristiani, 
Ini bagian krusial karena untuk semakin percaya kepada Tuhan yakni berserah diri sepenuhnya mempercayai Tuhan yang memimpin hidup kita. 

Mazmur 37:5 
Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya, dan Ia akan bertindak 

Kedua 
Menerima segala sesuatu dari Tuhan 

Sirakh 2:4-6 
Segala-galanya yang menimpa dirimu terimalah saja, dan hendaklah sabar dalam segala perubahan kehinaanmu. Sebab emas diuji di dalam api, tetapi orang yang kepadanya Tuhan berkenan dalam kancah penghinaan. percayalah pada Tuhan maka Iapun menghiraukan dikau, ratakanlah jalanmu dan berharaplah kepadaNya. 

Kerapkali kita tak mengerti dan bertanya kepadaTuhan atas sesuatu terjadi pada diri kita namun hendaknya kita menerima seraya berdoa memohon kekuatan dari Tuhan agar dapat menanggungnya. 

Ketiga 
Melakukan dengan taat dan setia 

Lukas 1:34,38
Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" 
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. 

Hendaknya kita melakukan kehendak Tuhan dengan taat meskipun seringkali kita merasa tidak mampu melakukannya 

Maria mentaati kehendak Tuhan dimana ia mengandung dari Roh Kudus padahal belum bersuami. 

Ketaatan bisa dilakukan bila kita percaya kepada Tuhan dengan sepenuh hati. 

Semoga setiap orang hidup di dalam sukacita Tuhan walaupun ada yang saat ini di tengah persoalan hidup namun percayalah Tuhan pasti menolong bila kita ketiga hal diatas kita lakukan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Selasa, 24 Maret 2020

YESUS SANG PENYEMBUH (BAGIAN-2)












SELASA, 24 MARET 2020

YEHEZKIEL 47:1-9,12 

Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. 

Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. 

MAZMUR 46:2-3,5-6,8-9 

Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi. 

YOHANES 5:1-16 

Yesus menyembuhkan seorang buta sejak 38 tahun ia buta di Betesda pada hari sabat. 

RENUNGAN 

Terkadang orang sakit parah tidak lagi berusaha maksimal untuk sembuh sebab sudah kehilangan pengharapan dan juga sudah jemu berdoa tidak dijawab sekian lama bahkan bertahun-tahun lamanya. 

Seperti yang dialami seorang buta yang menunggu selama 38 tahun di pinggir kolam Betesda berharap ada orang yang menolongnya masuk ke dalam kolam. 

Yohanes 5:4,7  
Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. Jawab orang sakit itu kepadaNya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." 

Orang buta itu ternyata tidak putus-asa menunggu selama 38 tahun dan akhirnya ketika Yesus lewat disitu menolongnya. 

Kita lihat orang buta itu disembuhkan, tidak melalui air kolam berguncang tetapi Yesus yang menyembuhkannya. 

Artinya Tuhan banyak cara sembuhkan yang sakit atau banyak cara memberkati sebab yang terpenting Tuhan berikan terbaik kepada yang meminta padaNya

Ada 3 hal yang Yesus perintahkan supaya orang buta itu mengerjakan apa yang Yesus suruh ia lakukan. 

Yohanes 5:8-9 
Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. 

Bangunlah artinya berusahalah sekuat tenaga dan lakukan terus menerus. 

Angkat tilanmu artinya tinggalkan tempat dimana engkau berkeluh kesah saat sakit 

Berjalanlah artinya percayalah meski sulit dibayangkan akan terjadi kesembuhan. 

Pada tahap bangunlah, semangat untuk terus berusaha sangat penting sebab kenyataannya belum terjadi perubahan sesuai yang diharapkan padahal sudah sekian lama berusaha. 

Pada tahap angkat tilammu, mengalami keputus-asaan sehingga bersedih hati, murung dan menyendiri. 

Pada tahap berjalanlah, timbul kembali semangatnya karena imannya bangkit dan percaya Tuhan akan menyembuhkan 

Inilah proses panjang yang mesti dilalui sebelum Tuhan menyembuhkan dirinya. 

Bagaimana dengan anda yang mengalami sakit menahun atau sakit parah, seperti sakit jantung, sakit kanker, dsbnya? 

Mata buta secara logika sulit sembuh meski sekarang ini bisa operasi cangkok mata tetapi tingkat keberhasilan sembuh masih meragukan sebab mencari donor mata itu sulit diperoleh dan juga proses operasi mengandung resiko tinggi. 

Mendoakan orang buta lebih tidak masuk logika bisa sembuh atau boleh dikatakan mustahil bisa melek kembali tetapi Yesus sanggup menyembuhkan. 

Markus 10:27 
Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." 

JADI 

Pada saat menghadapi sesuatu hal yang mustahil terjadi maka kita menggunakan iman percaya sebab logika tidak mampu mencernanya. 

Pada saat menumbuhkan iman maka kita menggunakan pancaindera dan logika atau akal budi mencerna Firman Tuhan. 

Roma 10:17 
Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 

Yesaya 50:4-5 
Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. 

Jangan pernah meragukan kemampuan Tuhan Allah mengatasi segala hal terjadi di dunia sebab DIA-lah Sang Pencipta alam semesta. 

Orang buta, orang tuli, orang lumpuh, kerasukan roh jahat, disembuhkan Yesus bahkan orang mati dibangkitkan hidup kembali (coba anda telusuri di Injil, berapa kalikah Yesus menghidupkan orang mati) 

Di jaman sekarang, ada penyakit kanker, stroke, jantung, sangat berbahaya sebab sudah banyak yang mati sehingga dikenal sebagai penyakit mematikan orang. 

Ketiga penyakit ini dianggap sulit sembuh atau bisa dikatakan hampir mustahil bisa sembuh seperti sediakala, andai sembuh hanya sebagian saja. 

Nah disinilah kuasa Tuhan Allah sanggup menyembuhkan dan memulihkan seperti semula sebelum sakit, bahkan diberikan jantung yang baru atau organ tubuh baru oleh Tuhan Allah. 

Iman berperanan penting agar tetap yakin kepada Tuhan Allah walaupun kondisi tubuh masih sakit namun terus berdoa seraya relasi intim dengan Tuhan tetap berlangsung serta menjaga sikap dan perbuatan berkenan bagi Tuhan. 

Jaga diri agar tidak mudah putus asa dan kehilangan semangat dan pengharapan sirna oleh karena keadaan diri belum juga sembuh sekian tahun lamanya. 

Belajarlah dari: 

Orang buta di pinggir kolam Betesda terus menantikan pertolongan selama 38 tahun berharap matanya melek kembali. 

Wanita pendarahan berharap sembuh selama 12 tahun (Markus 5:25-34) dan 

Markus 5:34 
Maka kataNya kepada perempuan itu: "Hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Senin, 23 Maret 2020

YESUS SANG PENYEMBUH (BAGIAN-1)








SENIN, 23 MARET 2020

YESAYA 65:17-21 

Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. 

Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. 

MAZMUR 30:2,4-6,11-13 

Tuhan, Allahku, kepadaMu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku. Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai. 

YOHANES 4:43-54 

Seorang pegawai istana memohon Yesus datang menyembuhkan anaknya sakit dan Yesus berkata: "Pergilah, anakmu hidup" dan ia percaya, lalu pergi, ternyata ditengah perjalanan ia dapat kabar dari hamba2-nya bahwa anaknya sembuh

RENUNGAN 

Paling menderita pada saat sakit sebab sekujur tubuh lemas tak berdaya dan makanan-minuman terasa pahit tidak enak, bahkan sulit menelannya. 

Dalam keadaan sakit, apalagi stadium parah; kehilangan semangat mengejar keinginan hawa nafsu kedagingan dan pasti ada penyesalan mengapa tidak perhatikan kesehatan tubuh jasmani. 

Pada saat keadaan seperti ini, barulah jiwa dan roh merintih memanggil Tuhan minta segera disembuhkan dan bila lama jawaban Tuhan maka mulailah gelisah tidak sembuh, bahkan takut mati. 

Pada saat sakit, orang menghargai sehat 
Pada saat sehat, orang mengejar duit dan kesenangan duniawi. 

Ya mbok sadar, duitmu dan hartamu ndak bisa beli berapapun harganya kesehatan dan keselamatan dirimu. 

Seaungguhnya setiap orang sudah tahu dan mengerti hal ini namun seringkali anggap enteng diabaikan karena lebih mengutamakan cari duit dan menuruti keinginan kedagingan bahkan hawa nafsu diumbar kemana-mana. 

Firman Tuhan banyak menasehati tetapi boro-boro didengar dan dibaca, malah nyeleneh mengejek orang lain dengan mengatakan: sok alim lu, sok suci lu. 

Roma 13:13 
Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. 

Lukas 21:34 
Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat

Kerapkali di saat sakit adalah waktu tepat untuk intropeksi diri sebab di kala sehat, kebanyakan orang tidak ada waktu untuk berdiam diri sebab waktu 24 jam rasanya kurang, karena sibuk segala macam hal. 

Apalagi saat ini virus covid-19 menyebar ke seluruh dunia dan memaksa setiap orang untuk berdiam di rumah; apakah masih juga sibuk mengurusi pekerjaan atau menyediakan banyak waktu untuk intropeksi diri dan berrelasi dengan Bapa Surgawi lewat saat teduh bersamaNya. 

Doa akan efektif bila kita banyak waktu bersama Tuhan Allah kita sebab DIA-lah Sang Pencipta dan yang menjadikan kita manusia sedangkan yang lain hanyalah perantara namun anehnya banyak orang bukan datang kepada Tuhan Allah tetapi berdoa kepada yang lain karena sering mendapatkan yang dimintakan padanya. 

Jangan sampai ber-devosi kepada Bunda Maria atau Santo-Santa atau Malaikat Tuhan lebih dominan daripada berdoa dan bersaat teduh kepada Tuhan Yesus yang telah menebus dosa, memberikan Anugerah menjadi anak-anak Allah dan mengAnugerahkan kehidupan kekal kepada kita. 

Yohanes 14:1-2 
Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 

Yohanes 1:12 
Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya 

Galatia 4:6 
Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 

Kita mesti tahu yang mana terutama dan yang mana yang menjadi perantara yang mendukung doa-doa kita. 

Lihatlah dalam bacaan injil hari ini betapa iman seorang pegawai istana begitu yakin pada Yesus menyembuhkan anaknya yang sedang sakit dan Pemazmur begitu yakin kepada Tuhan Allah akan menolong 

Mazmur 30:12-13 
Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita, supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagiMu dan jangan berdiam diri. Tuhan, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagiMu 

Kepada Tuhan Allah, kita serahkan hidup kita sepenuhnya dan bangunlah relasi intim bersamaNya. 

Segala macam penyakit, apapun masalah hidup, urusan rejeki dan berkat lainnya, mintalah dengan iman maka IA akan memberi sesuai waktu dan rencanaNya yang memberikan damai sejahtera dan sukacita kepada kita. 

Yeremia 29:11-13 
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. 

Yeremia 29:12-13 
Apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepadaKu, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah Firman Tuhan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 



Sabtu, 21 Maret 2020

AMPUNI AKU YA TUHAN














SABTU, 21 MARET 2020

HOSEA 6:1-6 

Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi." 

Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran. 

MAZMUR 51:3-4,18-21 

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! 

LUKAS 18:9-14 

Seorang Farisi berdoa pada Allah dengan membanggakan diri telah memberikan persepuluhan berpuasa duakali seminggu dan mencela orang lain tidak seperti dia. 

Seorang pemungut cukai berdoa kepada Allah dengan memukul dirinya menyesali dosanya dan memohon pengampunan. 

RENUNGAN 

Ternyata kesombongan seperti virus yang menjalar ke segala bidang kehidupan, termasuk di dalam doa. 

Isi doa seharusnya ada ucapan syukur, ada pujian dan ada permohonan kepada Tuhan Allah namun bagi orang sombong isi doanya ada bagian meremehkan orang lain dan menyombongkan diri di hadapan Tuhan Allah seperti halnya dilakukan oleh seorang Farisi berdoa kepada Allah. 

Ada sebagian orang tidak menyadari dirinya sombong karena merasa dirinya benar dan mengklaim dirinya bersih tidak berdosa setelah melakukan ibadah setiap hari dan mulai menilai ibadah orang lain. 

Atau ada lagi yang telah berbuat banyak kebaikan menolong orang lain merasa dirinya bersih tidak berdosa dan mulai menilai kebaikan orang lain lakukan. 

Termasuk dalam pelayanan rohani, 
ada orang rajin melayani dan melihat orang lain tidak melayani atau malas2an melakukan tugas pelayanan maka mulai menilai bahkan menegor orang tersebut ketika ia berdoa. 

Jika mau tegor, janganlah melalui doa tetapi bicara empat mata dan tegorlah dengan baik tanpa menghakiminya. 

Begitu juga dalam hal kita mengaku dosa, di saat berdoa hendaknya tidak mencari alasan kenapa kita berbuat dosa. 

Tuhan Allah tahu dosa-dosa kita dan tak usah berdalih atau membela diri dengan menunjuk orang lain yang menyebabkan kota berdosa. 

Jika sudah berbuat dosa, ya mengaku saja dan memohon ampun kepada Tuhan dan bila orang lain yang menyebabkan kita berdosa maka doakan orang itu. 

Daud mengaku terus terang menyesali dosanya dengan rendah hati memohon ampun serta memohon agar Tuhan menguatkan dirinya. 

Mazmur 51:4-5 
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. 

Di sisi lain ada orang telah berbuat dosa tetapi takut berdoa memohon ampun karena takut dihukum Tuhan dan merasa tidak layak diampuni atas dosanya 

Orang ini tidak tahu bahwa Firman Tuhan mengatakan bahwa: 

1 Yohanes 1:9 
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 

Oleh sebab itu berdoalah segenap hati kepada Tuhan Allah apapun keadaan diri kita dan percayalah Tuhan mengasihi kita akan mengampuni dosa kita dan akan menolong melepaskan kita dari jerat Iblis yang membelenggu jiwa kita. 

Ingatlah musuh kita adalah Iblis yang membuat kita manusia berbuat dosa karena tipu dayanya. 

Yohanes 8:44 
Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Iblis adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. 

Bedoalah senantiasa dan tidak jemu-jemu seperti yang Yesus katakan pada Petrus, apalagi dalam keadaan berdosa, haruslah dengan tekun berdoa memohon ampun kepada Tuhan. 

Matius 26:41 
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah 

Lukas 18:1 
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Jumat, 20 Maret 2020

HUKUM KASIH









JUMAT, 20 MARET 2020 

HOSEA 14:2-10 

Bertobatlah, hai Israel, kepada Tuhan, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. 

Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan Tuhan adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ. 

MAZMUR 81:6-11,14,17 

Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing. Akulah Tuhan, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh. 

MARKUS 12:28-34 

Seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus, hukum manakah yang oaling utama? dijawab Yesus: 

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 

Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini. 

RENUNGAN 

Banyak orang sudah tahu tentang: 
kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri, dengan segenap hati, segenap jiwa, segenapa akalbudi, segenap kekuatanmu 

Namun implementasinya atau prakteknya seperti kata peribahasa: jauh panggang dari api artinya tidak sesuai kenyataan sebab dunia saat ini kekurangan kasih. 

Benarkah demikian? 

Secara kasat mata, 
kelaparan dan kemiskinan di penjuru dunia ini semakin hari makin bertambah banyak dibandingkan dengan sedikit bertambah kemakmuran, kesejahteraan berarti menipis kasih kepada sesama. 

Sekarang lihat saja disekitar lingkungan kita berada; masing-masing keluarga sibuk urusan sendiri dan tidak peduli dengan tetangga yang seringkali tidak tegur sapa bahkan tidak tahu siapa nama tetangga disebelah kanan-kiri rumah kita. 

Ya atau ya! benar gak, ayo jujur jawabnya. 
Dimulai acuh tak acuh alias tidak peduli bin masabodoh keadaan orang lain yang membuat kita kehilangan kasih kepada sesama karena kita hanya peduli diri kita sendiri dan tidak peduli orang lain. 

Hukum kasih hanya sekedar pengetahuan dan tidak mengakar, tidak menyentuh sampai kedalaman hati. 

Biar mulut berbusa-busa menjelaskan tentang kasih bila tidak ada niat peduli kepada keadaan orang lain maka telinga seakan-akan tuli, tidak mendengar ajaran kasih maupun nasehat orang lain sebab pikiran dan hati fokus urusannya sendiri. 

Kasih itu perlu tindakan dan perbuatan sebab bila hanya dikatakan/dibicarakan saja maka sedikit sekali bermanfaat menarik perhatian atau menyentuh hati seseorang. 

Lalu bagaimana mengasihi Tuhan Allah? 

wah ini lebih sulit bila mengasihi sesama saja belum berhasil maka kembali lagi peribahasa diatas yakni jauh panggang dari api bergema. 

Firman Tuhan dengan tegas katakan

1 Yohanes 4:20 
Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 

Bicara tentang kasih sangat luas sebab dasar dari kasih adalah hati kita penuh dengan belas kasihan sehingga kita bisa memberi segala hal kepada orang lain, terlebih kepada mereka membutuhkan pertolongan kita. 

Oleh sebab itu tidak perlu panjang-lebar menguraikan tentang kasih sebab kita masing-masing pribadi sudah tahu. 

1 Yohanes 2:27 
Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari padaNya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapanNya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaranNya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia. 

Nasehat dan pengajaran hanyalah untuk mengingatkan saja sebab seringkali hal kebenaran Allah terlupakan dan tidak disimpan di pikiran dan di dalam hati. 


Salam Kasih, 
Surya Darma