Sabtu, 04 April 2020

YESUS DITOLAK DAN MAU DIBUNUH










SABTU, 4 APRIL 2020

YEHEZKIEL 37:21-28 

Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudusKu di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. 

Tempat kediamanKupun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.

Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudusKu berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lama 

YEREMIA 31:10-13  

Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya. 

Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan Tuhan, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi; hidup mereka akan seperti taman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali lagi merana. 

YOHANES 11:45-56 

imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: Apakah yang harus kita buat? Sebab Yesus membuat banyak mujizat. 

Imam besar Kayafas bernubuat Yesus akan mati untuk bangsa Israel dan juga untuk mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. 

Imam kepala dan orang Farisi memberi perintah kesetiap orang yang tahu dimana Yesus melapor kepada mereka sebab Yesus akan ditangkap. 

RENUNGAN 

Persepakatan untuk membunuh Yesus dilakukan orang Farisi dan imam kepala memanggil Mahkamah Agama Yahudi agar menyetujui rencana mereka. 

Yohanes 11:47-48 
Imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepadaNya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita." 

Mereka ini sungguh telah bertekad untuk membunuh Yesus sebab mereka menolak Yesus adalah Mesias. 

Selain itu mereka merasa ke populeran Yesus melakukan perbuatan mukjizat mengancam kedudukan mereka sebagai pemuka agama Yahudi. 

Susah ya bila seseorang bersikukuh pada pemikiran atau pendapatnya sendiri serta telah menutup hati dan pikirannya dari sesuatu tidak sejalan dengan pikirannya. 

Benarlah kitab Amsal mengatakan bahwa orang seperti ini adalah orang bebal. 

Amsal 23:9 
Jangan berbicara di telinga orang bebal, sebab ia akan meremehkan kata-katamu yang bijak. 

Amsal 18:2 
Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya. 

Pertanyaannya
Apakah ada orang bebal diantara orang beriman kepada Yesus, seperti dimaksud Amsal diatas? 

Oooo buanyak, yang tidak peduli nasehat orang lain karena merasa diri paling benar dan berpengetahuan. 

Satu contoh saja

Sudah sering ia baca atau dengar bahkan ia nyanyikan Mazmur 119:105 
FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. 

Sudahkah ia menempatkan Firman Tuhan itu adalah pelita dan terang bagi jalan hidupnya? 

Ada yang tidak baca Firman Tuhan. 
Ada yang baca tetapi tidak melakukan seperti yang dikehendaki Firman Tuhan. 

Maaf, menurut Amsal...orang seperti ini adalah orang bebal karena mengandalkan pemikiran/pendapatnya sendiri karena tidak menempatkan Firman Tuhan adalah pelita dan terang bagi jalan hidupnya. 

Memang ia beribadah tetapi menjalani hidup tidak sejalan dengan jalan yang sesuai dengan kehendak Tuhan Allah sebab jalan yang ditempuhnya berfokus pada pemenuhan keinginan duniawi yang mengumbar hawa nafsu kedagingan. 

Yakobus 1:27 
Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia. 

2 Timotius 3:5 
Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! 

Orang Yahudi yang menutup pikiran dan hatinya bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah serta menolak Yesus adalah Anak Allah atau menolak Yesus adalah Allah (Yohanes 1:1-5,9-11) maka dapat dikatakan mereka termasuk golongan orang bebal

Apalagi yang sangat keras menekan Yesus adalah ahli Taurat, imam kepala dimana mereka kebanyakan berasal dari golongan Farisi adalah pemuka agama Yahudi dihormati masyarakat Yahudi. 

Mereka beribadah dan memahami hukum Taurat berarti mereka percaya pada Allah maka seharusnya menerima Yesus yang sangat jelas menunjukkan tanda-tanda sebagai Mesias yang dijanjikan Allah. 

Ya memang begitulah menghadapi orang yang iri hati selalu ada seribu macam alasan membenarkan diri untuk berbuat jahat menghancurkan orang lain lebih baik lebih berkualitas daripada dirinya

Sifat iri hati adalah salahsatu penyakit rohani yang bisa menjangkiti setiap orang beriman sekalipun ia pemuka agama atau terkenal lakukan pelayanan bila sifat iri hati bercokol didalam dirinya 

Imam kepala, ahli Taurat tidak dapat kendalikan diri mereka dari sifat iri hati maka tindakan mereka mau membunuh Yesus dianggapnya adalah benar. 

Dan ini terjadi pada diri imam Kayafas yang menyetujui kesepakatan membunuh Yesus. 

Yohanes 11:49-52 
Seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa." 

Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. 

Sejak jaman perjanjian lama dimana para nabi seperti nabi Yeremia, Yehezkiel dan nabi lainnya telah menyampaikan pesan Allah tetapi mereka orang Yahudi sering tidak mau mendengar dan berulangkali berpaling dari Allah dengan menyembah berhala-berhala. 

Tidaklah heran di jaman Yesus berkarya, mereka orang Yahudi tidak juga berubah masih seperti perilaku nenek moyang mereka yang membunuh para nabi dan sekarang merekapun berencana hendak membunuh Yesus. 

Kita umat kristiani bila bersikap seperti orang Yahudi yang seringkali berpaling dari Tuhan Allah maka berarti kita juga termasuk golongan orang yang hendak membunuh Yesus, dalam hal rohani. 

Karena sifat iri hati dan pembenaran diri yang mengandalkan pengertian serta pendapat diri sendiri merupakan suatu tindakan mengingkari iman percaya kita kepada Yesus Kristus yang menghendaki kita saling mengasihi ( Yohanes 15:12). 

Bukankah perilaku dan perbuatan seperti ini sama juga perilaku orang Farisi, ahli Taurat, imam kepala beriman kepada Allah namun hendak membunuh Yesus? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Jumat, 03 April 2020

YESUS ANAK ALLAH









JUMAT, 3 APRIL 2020

YEREMIA 20:10-13 

Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan! 

Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasanMu terhadap mereka, sebab kepadaMulah kuserahkan perkaraku. 

MAZMUR 18:2-7 

Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! 

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari baitNya, teriakku minta tolong kepadaNya sampai ke telingaNya. 

YOHANES 10:31-42 

Orang-orang Yahudi menuduh Yesus telah menghujat Allah karena menyamakan diri Yesus dengan Allah; terlebih lagi Yesus katakan diriNya Anak Allah. 

RENUNGAN 

Sekarang kita bisa baca di Alkitab tentang sikap orang Yahudi menyebalkan tetapi di saat itu mereka mengklaim sikap dan perbuatan mereka adalah benar sesuai dengan hukum Taurat dan menurut kitab suci mereka. 

Mereka menolak Yesus bahkan menuduh Yesus menghujat Allah dan hal ini benar menurut pemikiran mereka. 

Di jaman sekarang ini juga masih banyak orang yang berpandangan dan berpikiran seperti orang Yahudi yang mengklaim diri bersikap dan berbuat benar. 

Dalam hal rohani mereka beranggapan membela agama yang dianutnya adalah agama paling benar baginya yang harus diikuti orang lain. 

Yesus tidak mengajarkan agama tetapi mengajarkan kasih kepada sesama dan kasih kepada Tuhan Allah sebab Yesus adalah Allah Yang Maha Kasih. 

1 Yohanes 4:8-9 
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus AnakNya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup olehNya. 

Kita sudah membahas Allah Tritunggal yakni Allah Bapa, Allah Putera, Allah Roh Kudus; tiga Pribadi tetapi satu hakekat Allah dimana Yesus, Pribadi Allah Putera. 
(baca renungan 26 Maret 2020). 

Orang Yahudi tidak mau mendengarkan penjelasan dan pengajaran Yesus karena mereka menutup hati dan pikirannya bahkan termasuk menutup hati dari kitab Taurat dan pikiran mereka untuk tujuan kepentingan diri sendiri. 

2 Korintus 3:14-15 
Pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. 

Suatu peringatan bagi kita bahwa pikiran dan hati kita hendaknya selaras menyatu dengan pikiran dan hati Yesus. 

Filipi 2:5 
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus 

Mengisi pikiran dengan pengetahuan rohani yakni Firman Tuhan adalah baik namun jaga hati sinkron dengan pikiran agar tetap bersandar pada Tuhan Allah. 

Pikiran dan hati yang tertuju pada Tuhan Allah akan mendorong kita berbuat kasih kepada sesama dan terlebih kepada Tuhan Allah kita. 

1 Yohanes 2:3 
Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintahNya. 

Yohanes 15:12 
Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 

1 Yohanes 4:21 
Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya. 

Orang Yahudi terutama kaum Farisi, ahli Taurat dan imam kepala memahami kitab Taurat tetapi tidak melakukan perintah kasihilah Tuhan Allah dan juga kasihilah sesamamu. 

Ulangan 6:5 
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. 

Imamat 19:18 
Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah Tuhan. 

Yesus tidak hanya mengajarkan tentang kasih namun Yesus berbuat kasih dengan menyembuhkan orang sakit, memberi makan banyak orang, mengusir roh jahat dan membela keadilan, dsbnya. 

Orang Yahudi sebagian besar sampai saat ini masih belum percaya Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah dan masih menunggu kedatangan Mesias. 
Tidak heran bila mereka menuduh Yesus menghujat Allah karena mengatakan diri adalah Anak Allah. 

Yohanes 10:33 
Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diriMu dengan Allah." 

Padahal Yesus berulangkali menjelaskan tentang siapa diriNya tetapi orang-orang Yahudi tidak mau mendengarkannya. 

Yohanes 10:37-38 
Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan BapaKu, janganlah percaya kepadaKu, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepadaKu, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Kamis, 02 April 2020

MENURUTI FIRMAN TUHAN














KAMIS, 2 APRIL 2020

KEJADIAN 17:3-9 

Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. 

Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka." 

Firman Allah kepada Abraham: Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjianKu, engkau dan keturunanmu turun temurun. 

MAZMUR 105:4-9 

Carilah Tuhan dan kekuatanNya, carilah wajahNya selalu! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukanNya, mujizat-mujizatNya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkanNya 

YOHANES 8:51-59 

Yesus berkata pada orang-orang Yahudi: Sesungguhnya barangsiapa menuruti FirmanKu, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya tetapi mereka menjawab: Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diriMu? 

RENUNGAN 

Perjanjian itu mengikat kedua pihak yang setuju menjalin kerjasama dan distempel meterai untuk bukti hukumnya. 

Perjanjian itu tetap berlaku meski pejabat yang menandatangani perjanjian diganti dan bila ada pihak melanggar perjanjian maka ada tindakan hukum. 

Demikian juga perjanjian Allah dengan Abraham; tidak dapat dibatalkan tanpa ada konsekwensinya. 

Keturunan Abraham yakni orang Yahudi mengingkari perjanjian dimana mereka berulangkali berpaling dari Allah dengan menyembah berhala. 

Yesus katakan: Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hariKu dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita (Yohanes 8:56) tetapi orang Yahudi tidak percaya kepada Yesus adalah Allah. 

Yohanes 8:57-58 
Maka kata orang-orang Yahudi itu kepadaNya: "UmurMu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." 

Lalu bagaimana dengan kita terhadap Allah, apakah kita tunduk dan mentaati perintah Allah? 

Komitmen kita saat dibaptis sebagai umat kristiani mengaku percaya kepada Yesus Kristus; seperti halnya Abraham mengikat perjanjian dengan Allah. 

Setiap umat kristiani haruslah setia pada perjanjian iman dengan Yesus Kristus adalah Tuhan Allah kita. 

Realitanya, 
Masih banyak umat kristiani setelah ia di baptis, tidak mentaati perjanjian imannya dimana Tuhan Allah tidak ditempatkan sebagai penguasa dalam hidupnya. 

Yohanes 15:5 
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 

Hiduplah di dalam Tuhan artinya serahkan seluruh bidang kehidupan kita ke dalam Tangan Tuhan sehingga jalan yang kita tempuh adalah jalan kebenaran dan hidup sesuai dikehendaki Tuhan. 

Caranya adalah bersekutu dengan tekun dalam relasi intim bersama Tuhan lewat saat teduh, berdoa, dam merenungkan FirmanNya setiap hari atau setiap waktu. 

Menuruti FirmanNya adalah hal utama yang harus kita lakukan sebab: 

Mazmur 119:105-106 
FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Aku telah bersumpah dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum-hukumMu yang adil. 

Inilah isi perjanjian iman setiap orang yang telah dibaptis di dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. 

Matius 28:19b 
... baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus 

Kita telah dimeteraikan dengan Darah Yesus dan distempel oleh Roh Kudus dicurahkan di saat kita dibaptis. 

Maka dari itu ingatlah konsekwensi perjanjian iman bila melanggarnya akan menerima akibat yakni kematian kekal dan bila mentaati perjanjian iman maka menerima hidup kekal di Sorga. 

Yohanes 3:16 
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 


Rabu, 01 April 2020

TERPUJILAH TUHAN ALLAH













RABU, 1 APRIL 2020

DANIEL 3:14-20, 24-25,28 

Sadrakh, Mesakh, Abednego dimasukan ke dalam perapian yang luarbiasa panas tetapi mereka tidak terbakar samasekali. 

Melihat hal itu raja Nebukadnezar berkata: Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikatNya dan melepaskan hamba-hambaNya, yang telah menaruh percaya kepadaNya, dan melanggar titah raja, dan menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka. 

T.DANIEL 3:52-56 

Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah nenek moyang kami, yang patut dihormati dan ditinggikan selama-lamanya. Terpujilah namaMu yang mulia dan kudus, yang patut dihormat dan ditinggikan selama-lamanya 

YOHANES 8:31-42 

Yesus mengatakan kepada orang-orang Yahudi: kamu berusaha membunuh Aku sebab FirmanKu tidak beroleh tempat di dalam kamu. 

Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendakKu sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. 

RENUNGAN 

Kita umat beriman kristiani hendaknya terus memuji kebesaran dan kemuliaan Tuhan dengan berseru "Terpujilah Tuhan Allah" dan menempatkan Tuhan Allah menguasai penuh di dalam diri kita maka seluruh hidup kita ada didalam lindungan Tuhan Allah. 

Sadrakh, Mesakh, Abednego memberi diri mereka sepenuhnya kepada Tuhan Allah sehingga segala sesuatu terjadi di dalam hidup mereka dilindungi Tuhan Allah. 

Tatkala nyawa mereka terancam dimana mereka dibakar hidup-hidup tetapi tidak mati karena Tuhan Allah menyuruh malaikatNya membawa mereka keluar dari bara api dalam keadaan segar bugar. 

Daniel 3:24-25 
Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!" Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!" 

Berbeda dengan sikap orang Yahudi yang beribadah kepada Allah namun hatinya menjauh dari Allah. 

Yesaya 29:13 
Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari padaKu, dan ibadahnya kepadaKu hanyalah perintah manusia yang dihafalkan. 

Sebetulnya setiap orang sudah tahu tetapi tidak mau melakukannya karena berbagai alasan yang pada dasarnya tidak tertarik mengetahui Firman Tuhan yang tertullis di Alkitab padahal memuat hal kebenaran Tuhan yang seharusnya menjadi pedoman bagi hidup kita. 

Yohanes 8:31-32 
Kata Yesus kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya: "Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." 

Sudah sering diberitakan Firman Tuhan tetapi dicuekin alias tidak peduli bahkan langsung delete tanpa baca sedetikpun tetapi berita lainnya dibaca bahkan rajin foward ke grup WA atau media lainnya. 

Atau dibaca berita Firman Tuhan tetapi tidak diresapi/direnungkan lalu dicari maknanya buat dirinya tetapi biasanya di foward ke orang lain sebab merasa berita ini cocok buat orang lain daripada buat dirinya sendiri. 

Contoh: 
Yang ramai saat ini berita mengenai virus corona covid-19 dan banyak orang kepo mengirimkan berita yang membuat orang lain membacanya menjadi resah, cemas, khawatir dan takut. 

Orang yang sibuk mengirim berita tentang virus covid-19 merasa perlu beritahu ke orang lain namun sudahkah mencerna berita tersebut bagi dirinya sendiri. 

Hendaknya kita beritakan Firman Tuhan yang menguatkan dan meneguhkan iman orang lain seraya kita menghidupi Firman Tuhan di dalam diri kita. 

Galatia 6:1 
Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan

JADI 

Jelaslah bahwa Firman Tuhan adalah Kebenaran Tuhan yang memerdekakan kita dari belenggu dosa. 

Hiduplah di dalam Firman Tuhan artinya bukan hanya mengetahui Firman Tuhan tetapi menjadi pelaku Firman Tuhan. 

Mengetahui Firman Tuhan adalah langkah awal kita mengetahui tentang perintah dan kehendak Tuhan Allah kita namun ingatlah Tuhan Alalh mau kita melakukan dengan taat dan setia. 

Pencobaan dan ujian atas iman kita akan ada di sepanjang hidup kita untuk melihat seberapa dalam kesetiaan kita kepada Tuhan Allah dan apakah kita bersyukur dan memuji Tuhan dalam segala keadaan hidup kita. 

Sirakh 2:1-2 
Anakku, jikalau engkau bersiap untuk mengabdi kepada Tuhan, maka bersedialah untuk pencobaan. Hendaklah hatimu tabah dan jadi teguh, dan jangan gelisah pada waktu yang malang. 

Tatkala hidup dalam keadaan senang sesuai yang kita inginkan; apakah kita bersyukur dan tetap menjaga sikap hidup dan kesetiaan kita kepada Tuhan Allah? 

1 Tesalonika 5:18 
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. 

Bagaimana sikap kita tatkala hidup kita sedang di dalam kesulitan dan kesesakan hidup; apakah bisa bersyukur dan tetap setia hidup dalam kebenaran Tuhan? 

Sirakh 2:3-4 
Berpautlah kepada Tuhan, jangan murtad dari padaNya, supaya engkau dijunjung tinggi pada akhir hidupmu. Segala-galanya yang menimpa dirimu terimalah saja, dan hendaklah sabar dalam segala perubahan kehinaanmu. 

Lihatlah bagaimana kesetiaan Sadrakh, Mesakh, Abednego meski diri dibakar hidup-hidup oleh raja Nebukadnezar. 

Demikian pula hendaknya kita tetap setia kepada Tuhan Allah dalam segala kondisi dan keadaan hidup kita. 

Percayalah Tuhan beserta kita sebab Tuhan adalah tempat perlindungan kita dan bersabarlah di dalam kesesakan hidup dan nantikan pertolongan Tuhan 

Bersukacitalah senantiasa dan pujilah Tuhan Allah karena kita tahu bahwa

Roma 8:28 
... Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 


Salam Kasih, 
Surya Darma