Rabu, 26 April 2017

BERSERULAH KEPADA TUHAN









Rabu, 26 April 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
KISAH 5:17-26 

Imam besar dan pengikutnya dari mazhab Saduki menangkap Petrus dan Yohanes, lalu memasukan ke penjara sebab mereka sangat iri hati. 

Pada waktu malam seorang Malaikat Tuhan membuka pintu penjara dan menyuruh kedua rasul ke Bait Allah untuk memberitakan seluruh firman hidup kepada banyak orang. 

Pejabat penjara geger ketika melihat penjara kosong padahal masih terkunci dan setelah diberitahu bahwa ke-2 rasul ada di Bait Allah maka kepala pengawal membawa kedua rasul tersebut tanpa kekerasan ke penjara. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 34:2-9 

Orang yang tertindas berseru dan Tuhan mendengar dan menyelamatkannya dari segala kesesakkan dan Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Tuhan. 

Ayat 9 
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung padaNya! 

C. BACAAN INJIL 
YOHANES 3:16-21 

Allah mengutus AnakNya ke dalam dunia untuk menyelamatkan bagi setiap orang percaya kepadaNya dan beroleh hidup yang kekal (ayat 16). 

Namun sayangnya manusia lebih suka kegelapan dari pada terang, karena perbuatan jahat dan membenci terang. 

RENUNGAN HARI INI 

Ketika kita berbeban berat karena begitu banyak masalah menerjang hidup kita dan terlihat seperti tidak ada lagi jalan keluarnya atau tidak ada solusinya maka berserulah kepada Tuhan !!! 

Secara manusiawi, biasanya kita masih mengandalkan kemampuan intelektual dan kekuatan kita terlebih dahulu meski sebagian ada yang berdoa kepada Tuhan namun hanya sebatas doa saja. 

Setelah masalah itu semakin besar dan sulit diatasi maka barulah kita berseru pada Tuhan memohon pertolonganNya. 

Hari ini kita belajar dari pengalaman Daud dan para rasul ketika menghadapi masalah ancaman dari musuh atau kelompok orang2 memusuhi mereka. 

Keyakinan Daud dan para Rasul kepada Tuhan Allah sangat besar sehingga tidak takut meskipun diancam akan dibunuh. 

Mazmur 34:5  
Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. 

Jadi masalah mereka, bukan masalah kesulitan keuangan, sakit penyakit, atau masalah lukabatin tetapi masalah kehilangan nyawa keselamatan dirinya sedangkan masalah hidup kita di jaman sekarang ini pada umumnya bukan masalah nyawa. 

Hendaknya ketika ada masalah maka terlebih dahulu datanglah kepada Tuhan dan berserulah kepadaNya, kemudian setelah mendapatkan hikmat Tuhan, maka barulah kita bertindak

Petrus dan Yohanes ketika di penjara mendengar pesan dari Malaikat Tuhan maka mereka mengerjakannya. 

Kisah 5:29-21a 
Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya: "Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak." Mereka mentaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ. 

Seringkali masalah yang kita hadapi hari ini merupakan proses sebelum menuju keberhasilan di hari selanjutnya. 

Lihatlah perjuangan Petrus dan Yohanes serta murid-murid lainnya membuahkan hasil sangat luarbiasa mempertobatkan banyak orang, lalu percaya kepada Yesus termasuk kita saat ini umat kristiani. 

Coba anda renungkan keadaan hidupmu hari ini adalah hasil dari perjuanganmu mengatasi masalah hidup di hari-hari sebelumnya. 

Orang yang berseru dan mengandalkan Tuhan akan memperoleh kemenangan atau keberhasilan meskipun bagaimana beratnya tertindas oleh masalah hidup. 

Mazmur 34:7-9 
Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung padaNya! 

Ada 4 hal penting harus dilakukan agar memperoleh kemenangan atas segala masalah hidup, yaitu : 

1) yakinlah Tuhan pasti menolong 
2) datang dan berserulah kepada Tuhan 
3) dengarkanlah nasehat/hikmat Tuhan 
4) bertindaklah sesuai kehendak Tuhan 

Banyak orang termasuk umat kristiani keliru menempatkan prinsip dunia sebagai prioritas utama untuk mengatasi masalah hidupnya. 

Padahal prinsip kebenaran Tuhan melalui firman Tuhan di Alkitab maupun hikmat Tuhan yang didapat dari doa dan saat teduh seharusnya menjadi fokus dan prioritas utama ketika menghadapi masalah di dalam hidupnya. 

Yach, tergantung seberapa dalam tingkat keyakinan kepada Tuhan mempengaruhi keberhasilan memenangkan perjuangan melawan masalah hidup. 

Itu sebabnya di dalam Injil Yohanes hari ini dikatakan bahwa : 

Yohanes 3:18 
Barangsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. 

Maksudnya di bawah hukuman itu adalah ketidak-percayaan atau tidak andalkan Tuhan ketika mengatasi masalah hidup maka mendatangkan hukuman karena memakai prinsip dunia dan akibatnya berbuat dosa. 

Contoh : 
datang kepada paranormal bertanya cara mengatasi masalahnya atau bertanya kepada orang lain yang hebat berdasarkan prinsip dunia dimilikinya. 

Penyebab lainnya adalah pada dasarnya orang lebih cenderung menyukai hal-hal dunia daripada hal-hal rohani sebab yah memang menggiurkan namun ada dosa mengintip di belakang kenimatan dunia. 

Yohanes 3:19 
Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. 

Semoga renungan hari ini menyadarkan kita bahwa keyakinan kepada Tuhan adalah hal penting dan utama yang hendaknya kita prioritaskan. 

Tatkala masalah datang menerjang hidup maka kita berseru kepada Tuhan sebab kita yakin bahwa hanya bersama Tuhan, setiap masalah hidup dapat diatasi dan kita memperoleh kemenangan hidup. 

Ratapan 3:55-57 
"Ya Tuhan, aku memanggil namaMu dari dasar lobang yang dalam. 
Engkau mendengar suaraku! 
Janganlah Kaututupi telingaMu terhadap kesahku dan teriak tolongku! 
Engkau dekat tatkala aku memanggilMu, Engkau berfirman: Jangan takut!" 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Selasa, 25 April 2017

MARKUS BERITAKAN INJIL SAMPAI MATI







Selasa, 25 April 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
1 PETRUS 5:5b-14 

Petrus memberi salam kepada Markus, anak rohaninya (ayat 13) dan beliau menasehati orang-orang muda tunduk kepada orang-orang yang tua supaya tidak congkak hati dan menghargai orang lain dengan bersikap rendah hati. 

Tuhan Allah memanggil orang untuk menggembalakan umatNya dan Ia akan melengkapi kasih karunia agar mampu melawan Iblis yang setiap saat menanti mengincar orang lemah imannya. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 89:2-3,6-7,16-17 

Kasih setia Tuhan tidak perlu diragukan dan kepada Daud, Tuhan bersumpah mengikat perjanjian. 
Oleh karena itu bersorak-sorailah sebab Tuhan senantiasa menepati janjiNya. 

C. BACAAN INJIL 
MARKUS 16:15-20 

Yesus memerintahkan para murid agar mereka pergi ke seluruh dunia beritakan Injil dan membaptis orang percaya. 

Tanda-tanda dan kuasa Tuhan akan menyertai orang-orang percaya di dalam nama Yesus Kristus. 

Setelah memberi perintah ini, Yesus terangkat ke Sorga dan duduk disebelah kanan Allah. 

RENUNGAN HARI INI 

Markus bukan termasuk duabelas murid Yesus namun beliau penulis Injil tentang karya Yesus selama di dunia ini. 

Profil Markus adalah anak rohani Petrus (1Petrus 5:13) dan kemenakan Barnabas (Kolose 4:10), ia sangat gigih mengikuti misi pemberitaan Injil. 

Eusebius dalam bukunya dengan judul : "Rasul dan murid dari Juruselamat telah menyebarkan dan mengkotbahkan Injil ke seluruh dunia" (Church History) pada tahun 325, menuliskan bahwa Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir) sekitar tahun 63 setelah badannya diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan penuh batu sampai ajalnya tiba. 

Gereja Katolik menghormati Markus dan hari ini menetapkan sebagai Pesta bagi Markus di dalam kalender liturgi Katolik sebagai Santo atau martir yang rela mengorbankan dirinya demi Injil Kristus. 

Markus mentaati perintah Yesus untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia yang ditulisnya dalam Injil Markus 16:15-20. 

Bagaimana dengan kita umat kristiani, khususnya umat Katolik? 

Masihkah terkungkung pada pendapat keliru bahwa tugas pengInjilan hanya ditujukan kepada kaum Klerus atau Rohaniwan sedangkan umat atau awam tidak diwajibkan? 

Padahal setiap minggu misa Ekaristi dimana Pastor mengutus umat Katolik memberitakan Injil namun respon umat kurang peduli. 

Ingatlah memberitakan Injil adalah suatu keharusan atau perintah Yesus pada setiap orang percaya kepadaNya. 

Markus 16:15 
Yesus berkata kepada mereka: 
"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk" 

Matius 28:19-20 
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. 

Bagaimana mau beritakan Injil jika diri sendiri tidak membaca dan mendalami Injil sehingga mencari alasan untuk membenarkan diri. 

Jika ada umat katolik aktif mendalami Injil maka dituding dengan sinis sebagai ahli taurat dan orang farisi. 

atau berdalih bahwa dirinya baik-baik saja bahkan merasa lebih baik daripada orang lain yang beritakan Injil tetapi keadaan hidupnya dibawah level taraf hidupnya yang berkelimpahan harta kekayaan dunia. 

Lihatlah para martir, santo-santa yang rela mati demi memberitakan Injil. 
Stop berdalih bahwa perintah Yesus memberitakan Injil hanya ditujukan lepada murid-murid Yesus sedangkan umat kristiani adalah pengikut Yesus dan bukan murid Yesus. 

Siapa bilang umat kristiani bukan murid Yesus? mari kita gali firman Tuhan. 

Yohanes 15:16-17 
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. 
Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu. 
Inilah perintahKu kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain. 

Yesus menetapkan atau memerintahkan kita pergi melakukan perintahNya dan menghasilkan buah. 
buah apa? ya buah-buah Roh. 

Galatia 5:22 
Buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 

Apa lagi alasan untuk tidak beritakan Injil? Oooo ada yang bilang begini kita tidak perlu beritakan Injil sebab yang penting setiap minggu ke gereja ikuti misa Ekaristi dan memberikan kolekte dalam jumlah besar atau jadi donatur untuk kepentingan gereja. 

Kita belajar dari pengalaman para rasul, para murid lainnya (=bapa2 gereja), dari santo-santa, juga dari para martir jika mau tahu maka bacalah buku-buku yang mengisahkan mereka melakukan tugas perutusan dan tugas pelayanan kasih. 

Yesus sudah persiapkan dan membekati kita umat kristiani dengan berbagai karuniaNya (1 Korintus 12:7-11) dan kuasaNya (Markus 16:17-18). 

Markus 16:17-18 
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh. 

Hidup ini bukan semata-mata minta terus diberkati Tuhan dengan harta dunia tetapi kita kudu perlu harta surgawi yang mengantarkan kita ke rumah BAPA memasuki kehidupan kekal di Sorga. 

Setiap orang percaya kepada Yesus wajib melaksanakan perintah Yesus untuk memberitakan Injil dan perintah untuk saling mengasihi sesama. 

Keputusan di tangan kita, apakah mau menuruti perintah Yesus ataukah tidak. 
Disinilah terlihat apakah kita mengasihi Yesus ataukah mengasihi diri sendiri? 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Senin, 24 April 2017

LAHIR BARU DALAM ROH KUDUS








Senin, 24 April 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
KISAH 4:23-31 

Intimidasi dan ancaman imam2 kepala dan tua-tua Yahudi kepada Petrus dan Yohanes semakin gencar. 

Para rasul dan murid2 Yesus lainnya berdoa memohon kepada Tuhan Allah agar diberikan keberanian memberitakan firman Tuhan dan diberikan kuasa untuk mengadakan mukjizat penyembuhan. 

Ayat 31 
Ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 2:1-9 

Mazmur ini menjelaskan Raja yang diurapi Tuhan Allah, tidak diterima oleh raja-raja dunia, pembesar dunia, bangsa dan suku bangsa dunia. 

Raja urapan Tuhan akan meremukkan mereka dengan gada besi memecahkan mereka seperti tembikar rukang periuk

C. BACAAN INJIL 
YOHANES 3:1-8 

Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi datang di waktu malam kepada Yesus karena takut kepada teman2nya. 

Yesus mengatakan bahwa seseorang harus dilahirkan dari air dan Roh supaya dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah sebab apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. 

RENUNGAN HARI INI 

Manusia itu mahluk paling jahat di muka bumi ini jika kebencian menguasai hati dan pikirannya sehingga dengan segala cara dirancang untuk membunuh orang yang dibencinya. 

Imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi seharusnya mampu mengendalikan diri dan semakin bijaksana tetapi ternyata pikirannya sempit dan hatinya dipenuhi perasaan iri bahkan sangat membenci Yesus karena menunjukkan kehebatan melebihi kemampuan mereka. 

Mereka senang berhasil menyalibkan Yesus sampai mati tetapi kemudian murid2 Yesus mampu menyembuhkan orang sakit dan mengajarkan tentang Yesus dan memberitakan telah bangkit. 

Begitu mendengar nama Yesus maka imam2 kepala, tua-tua Yahudi melarang dan mengancam akan dimasukan dalam penjara bagi siapa saja yang beritakan tentang Yesus. 

Situasi seperti ini sangat mencekam tetapi Petrus dan Yohanes tidak takut malah semangatnya menyala-nyala memberitakan tentang Yesus bangkit. 

Tetapi pengikut Yesus lainnya gentar sehingga mereka berdoa berseru kepada Yesus memohon pertolonganNya. 

Kisah 4:29 
Sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hambaMu keberanian untuk memberitakan firmanMu

Kita lihat bagaimana sikap mereka meski ada perasaan gentar tetapi tidak mundur bahkan tetap bersemangat beritakan firman Tuhan ... wow, luarbiasa. 

Gimana dengan kita bila berada dalam situasi seperti mereka? 

Kitapun hendaknya berdoa dan berseru kepada Tuhan dengan penuh keyakinan tatkala menghadapi intimidasi, ancaman dan dicap kafir oleh pihak2 anti Kristus. 

Iman dan doa adalah inti kekuatan kita sehingga kita berani memberitakan kebenaran firman Tuhan. 

Yakobus 5:16b 
Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. 

Memang banyak orang memilih sikap kompromi terhadap intimidasi/ancaman karena takut dan mencari aman daripada mengalami marabahaya. 

Inilah sikap pengecut karena imannya kerdil dan harus dilahirkan kembali agar roh-nya menyala-nyala dan imannya dibangkitkan. 

Seperti Nikodemus takut dimusuhi oleh teman-temannya sehingga malam hari datang menjumpai Yesus. 

Yesus membangkitkan iman Nikodemus dengan mengatakan ia harus lahir baru. 

Yohanes 3:3 
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." 

Nikodemus tidak mengerti dan Yesus menjelaskan maksud dilahirkan kembali dari air dan Roh (=Roh Kudus). 

Para rasul diperbaharui imannya melalui Urapan dan kuasa Roh Kudus pada saat Pentakosta sehingga berani beritakan Injil Yesus Kristus dengan semangat. 

Kitapun mesti dilahirkan kembali oleh Roh Kudus agar bersemangat dan iman dibangkitkan. 

Sebagian umat kristiani telah dingin semangatnya dibandingkan pada saat dibaptis dimana semangatnya menyala sebab fokusnya beralih hal-hal duniawi atau tertekan masalah hidup termasuk oleh intimidasi dan ancaman dari pihak anti Kristus. 

Menjadi umat kristiani, tidak boleh hanya terbatas percaya kepada Yesus tetapi imannya haruslah bertumbuh kuat. 

Kolose 2:6-7 
Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. 

Lahir baru, bukan berarti dibaptis lagi tetapi imannya dibangkitkan agar kokoh oleh kuasa Roh Kudus sehingga mampu menghadapi segala bentuk tantangan dan masalah hidup. 

Kita harus mengikuti gerakan Roh Kudus mendorong kita melakukan perbuatan kasih dan memberitakan Injil kepada orang lain agar mereka mengalami hidup di dalam kasih Kristus. 


Salam Kasih, 
Surya Darma