Kamis, 28 September 2017

MEMBANGUN RELASI INTIM DENGAN TUHAN










Kamis, 28 September 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
HAGAI 1:1-8

Firman Tuhan kepada Hagai : 
Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman Tuhan semesta alam. Oleh karena rumahKu yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. 

Naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaanKu di situ. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 149:1-6a,9b

Nyanyikan dan pujilah Tuhan sebab IA berkenan pada umatNya dan memahkotai dan menyelamatkan mereka. 

C. BACAAN INJIL 
LUKAS 9:7-9 

Herodes cemas mendengar berita bahwa Yohanes Pembaptis yang telah dipenggal kepalanya telah bangkit dan dikatakan juga bahwa Elia telah muncul kembali. 

RENUNGAN HARI INI 

Dalam bacaan Injil hari ini dikatakan Herodes ingin bertemu dengan Yesus karena merasa cemas atas perbuatannya memenggal kepala Yohanes Pembaptis. 

Lukas 9:7,9 
Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Tetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" 
Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus. 

Herodes memandang perlu untuk bertemu dengan Yesus sebab mungkin ia mengakui dalam hatinya bahwa Yesus memiliki kuasa yang hebat dari berita yang didengarnya atas mukijizat yang dilakukan Yesus. 

Artinya Herodes berusaha membangun relasi atau hubungan dengan Yesus. 

Demikian kita umat kristiani hendaknya membangun relasi dengan Yesus; apalagi kita beriman percaya pada Yesus dan seharusnya relasi kita dengan Yesus semakin hari semakin intim. 

Namun kenyataannya, sebagian umat kristiani meremehkan atau memandang tidak perlu membangun relasi dengan Yesus sebab lebih sibuk membangun relasi dengan rekan bisnis atau dengan orang yang diharapkan bisa menunjang karir dan bisnisnya. 

Padahal boleh dikatakan bahwa setiap orang mengakui bahwa relasi dengan Tuhan adalah hal yang penting terutama bagi umat beriman. 

Bagi kita umat kristiani, mengenal Yesus adalah suatu keharusan supaya kita tahu apa kehendakNya dan perintahNya. 

Dengan demikian kita dapat memahami dan mau menerima kenyataan akan ada suatu ujian iman dariNya dan akan ada pencobaan dari Iblis di dalam hidup kita. 

Kedua kenyataan ini kita ketahui dalam kitabsuci yang menuliskan Firman Tuhan sehingga kita tidak kecewa, marah atau ngambek kepada Tuhan pada saat badai masalah menerpa hidup kita. 

Yohanes 15:18-19 
Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu

Ibrani 12:6,11 
Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak." Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. 

Ujian iman bertujuan menguatkan iman supaya mampu mengatasi dan menang pada saat menghadapi pencobaan. 

Kebenaran ini penting sekali ditanamkan di pikiran dan di dalam hati supaya kita tidak mengomel, menggerutu di saat kita mengalami kesulitan hidup dan menderita sakit atau masalah hidup lainnya. 

Seringkali Tuhan menyentil kita lewat masalah hidup yang terjadi pada diri kita dan juga menguji kita di saat kesuksesan memperoleh berkat duniawi. 

Seperti halnya, 
Dalam bacaan pertama hari ini dimana firman Tuhan datang melalui nabi Hagai. 

Hagai 1:6,8 
Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaanKu di situ, firman Tuhan. 

Membangun Rumah Tuhan atau Gereja maksudnya adalah tidak terbatas hanya membangun gedung gereja melainkan membangun relasi dengan Tuhan. 

Berapa banyak orang bekerja keras setiap hari namun hasil yang diperolehnya tidak mencukupi kebutuhan hidupnya sehingga menomor-duakan relasi dengan Tuhan. 

Banyak yang beralasan sibuk sehingga jarang berdoa atau waktunya doanya sangat sedikit sekali; apalagi membaca Firman Tuhan, boro-boro tertarik sebab baginya yang penting adalah memperoleh duit alias uang yang buanyaaaakkk. 

Firman Tuhan kepada nabi Hagai adalah suatu peringatan keras bahwa : 
membangun relasi dengan Tuhan amat sangat penting dan menjadi hal utama harus kita lakukan sebelum bekerja keras atau melakukan kegiatan lainnya. 

Kita tahulah relasi dengan Tuhan itu bisa lewat doa, saat teduh/meditatif, dan juga membaca-merenungkan-mendalami Firman Tuhan setiap hari. 

Semakin intim relasi kita dengan Tuhan maka semakin peka kita mengetahui apa yang Tuhan kehendaki agar kita lakukan

Sayangnya, banyak orang tidak mengerti dan tidak mau membangun relasi intim dengan Tuhan sebab lebih fokus pada upaya mendapatkan uang/harta dunia dan mengejar kenikmatan duniawi. 

Berdoa dan membaca Firman Tuhan super singkat waktunya sebab merasa hanya untuk menyenangkan Tuhan agar mengabulkan permohonan doanya. 

Setelah keinginannya tercapai maka ia akan terbenam dalam kesibukan duniawi dan menomorduakan atau mengabaikan relasinya dengan Tuhan. 

Jika Herodes merealisasikan keinginan bertemu dengan Yesus hingga menjalin atau membangun hubungan/relasi intim dengan Yesus maka akan mendatangkan keselamatan dirinya. 

Kita ketahui di kemudian hari Herodes lainnya, karena kecongkakan hatinya menolak percaya kepada Yesus sehingga mengalami kematian mengenaskan. 

Kisah 12:21-23 
Pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada mereka. Dan rakyatnya bersorak membalasnya: "Ini suara allah dan bukan suara manusia!" Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing. 

JADI, 

Hendaknya membangun relasi dengan Tuhan, tidak sekedar relasi biasa saja tetapi bangunlah relasi intim dengan Tuhan sebab akan menentukan seberapa dalam keseriusan kita mengasihi Tuhan

Apalagi samasekali mengabaikan atau menganggap tidak penting membangun relasi dengan Tuhan maka dapat dipastikan suatu hari nanti mengalami keterkejutan tiba-tiba mengalami bencana dalam hidupnya sebagai peringatan Tuhan agar dirinya segera bertobat dan berbalik kepada Tuhan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 
renunganpdkk.blogspot.co.id 

Rabu, 27 September 2017

KUASA FIRMAN TUHAN










Rabu, 27 September 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
EZRA 9:5-9  

Ungkapan syukur kepada Allah yang telah memberikan pengampunan dan kasih karunia kepada mereka membangun kembali rumah Allah di Yerusalem. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
TOBIT 13:2-5,8  

Aku memuliakan Dia di tanah pembuanganku, dan kunyatakan kekuasaan serta kebesaranNya kepada kaum berdosa. Bertobatlah, hai orang-orang yang berdosa, dan lakukanlah apa yang benar di hadapanNya. Siapa tahu kalau-kalau Ia berkenan kepadamu dan menjalankan belas kasihan kepada kamu

C. BACAAN INJIL 
LUKAS 9:1-6 

Yesus memberikan tenaga dan kuasa pada ke-12 muridNya untuk menguasai setan dan menyembuhkan penyakit. 

Yesus mengutus mereka, memberitakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat berbagai desa. 

RENUNGAN HARI INI 

Renungan kemarin selasa, ada bagian yang dibahas mengenai memperkatakan Firman Tuhan maka sangat erat kaitannya dengan bacaan Injil hari ini tentang Yesus memberi kuasa kepada murid-muridNya. 

Lukas 9:1-2 
Maka Yesus memanggil kedua belas muridNya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang. 

Memberitakan Firman Tuhan jika tidak ada Kuasa Tuhan atau istilah populernya adalah Urapan Tuhan maka Firman Tuhan yang disampaikan terbatas pengetahuan saja atau hanya diingat oleh pikiran saja dan tidak menyentuh hati orang yang mendengar Firman Tuhan. 

Yesus ketika memberitakan dan mengajar tentang Injil Kerajaan Allah memiliki kuasa dalam perkataanNya sehingga banyak orang tersentuh hatinya dan dijamah oleh kuasa Tuhan. 

Markus 1:21-22 
Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaranNya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. 

Seperti halnya perumpamaan tentang penabur yang menabur benih dimana ada yang jatuh di pinggir jalan, semak berduri, di bebatuan, dan di tanah yang subur. 
(baca renungan hari sabtu, 23 Sep 2017) 

Penabur atau pemberita Firman Tuhan sangat penting ada Urapan/Kuasa Tuhan dan demikian juga pendengar Firman Tuhan sangat penting mempersiapkan atau membuka hati dan pikirannya agar bersedia menerima Firman Tuhan yang didengarnya sehingga menyentuh hati dan terpatri/termeterai di pikirannya. 

Itu sebabnya Yesus memberikan tenaga dan kuasa kepada ke-12 muridNya sebelum mereka diutus untuk beritakan Injil Kerajaan Allah dan diutus untuk menyembuhkan orang dari segala sakit penyakit dan dari kuasa setan. 
(Lukas 9:1-2). 

Pertanyaannya adalah : 
Apa yang harus kita lakukan agar dapat menerima Tenaga dan Kuasa Tuhan ? 

1) Dengarkan Firman Tuhan setiap hari 
2) Perkatakan Firman Tuhan dengan iman
3) Hiduplah di dalam Firman Tuhan 
4) Mintalah Karunia dan Kuasa Tuhan 

Banyak orang berpandangan bahwa Karunia dan Kuasa Tuhan itu tidak usah kita minta tetapi Tuhan yang akan berikan sehingga membuat orang tersebut pasif dan tidak berusaha mendapatkannya. 

Sama halnya dengan pendapat orang yang mengatakan bahwa kita tidak perlu meminta dalam doa sebab Tuhan sudah tahu koq kebutuhan/keperluan kita. 

Padahal Firman Tuhan mengatakan: 
Matius 7:7-8 
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 

Seringkali kita meminta kepada Tuhan terbatas pada : 
berkat jasmani, kesembuhan jasmani tetapi jarang sekali meminta Karunia dan Kuasa/ Urapan Tuhan

Berbagai Karunia (1 Korintus 12:1-11) yang kita minta kepada Tuhan dan juga kita minta Kuasa/Urapan Tuhan agar pada saat kita memberitakan Injil ada kuasa pemulihan terjadi yang merubah pola pikir orang yang mendengar Injil dan menyentuh hatinya sehingga mereka mau datang mendekat kepada Yesus. 

Dengan Kuasa/Urapan Tuhan maka ketika mendoakan orang, akan terjadi kesembuhan sakit jasmani dan rohani. 

JADI 

Mintalah Karunia dan Kuasa/Urapan Tuhan sebab sangat diperlukan pada saat kita memberitakan Injil dan melayani dalam pelayanan rohani. 

Disamping itu Karunia dan Kuasa/Urapan Tuhan membangkitkan dan meneguhkan iman kita sehingga kita tidak tergoda menyimpang atau berpaling dari Tuhan melainkan kita hidup di Jalan Kebenaran Tuhan yang pasti menyelamatkan dan mengantar kepada hidup kekal di Sorga. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 
renunganpdkk.blogspot.co.id 

Selasa, 26 September 2017

MENDENGARKAN DAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN












Selasa, 26 September 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
EZRA 6:7-8,12,14-20 

Diadakan pentahbisan atas Rumah Tuhan selesai dibangun dan para imam serta orang Lewi bersama2 mentahirkan diri. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 122:1-5 

Mazmur Daud yang menyatakan sukacita pergi ke rumah Tuhan yang dibangun di kota Yerusalem. 

C. BACAAN INJIL 
LUKAS 8:19-21 

Ketika Yesus diberitahu bahwa ibuNya dan saudara-saudaraNya ada diluar mau bertemu denganNya tetapi Yesus berkata:
"IbuKu dan saudara-saudaraKu ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya." 

RENUNGAN HARI INI 

Hari ini kita lebih spesifik membahas bagaimana melakukan kehendak Tuhan lewat kebenaran Firman Tuhan yang merupakan benih bagi pertumbuhan iman kita agar menghasilkan buah kebenaran. 

Suku Yehuda dan Benyamin mendengar kabar tentang dekrit raja Koresh yang mengijinkan pembangunan Rumah Tuhan di Yerusalem dan mereka menanggapi dekrit tersebut dengan serius melakukan dan menyelesaikan pembangunan. 

Kembali kita mendapat pelajaran penting dari keberhasilan mereka hingga Rumah Tuhan diresmikan dan ditahbiskan. 

Pertama 
Mendengarkan Firman Tuhan 

Mazmur 119:15-16 
Aku hendak merenungkan titah-titahMu dan mengamat-amati jalan-jalanMu. Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapanMu; firmanMu tidak akan kulupakan. 

Mendengarkan disini bukan sekedar kita mendengar tetapi lebih menekankan pada mencari, menggali Firman Tuhan hingga menemukan maknaNya terdalam. 

Tuhan akan singkapkan rahasia Kerajaan Allah sebab IA telah berjanji demikian jika dengan tekun kita mau menggali kebenaran Firman Tuhan

Lukas 8:10a 
Yesus menjawab: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, 

Yesaya 55:4b-5 
Setiap pagi Tuhan Allah mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. 
Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. 

Kita akan mendapatkan hikmat Tuhan pada saat mendengarkan Firman Tuhan, seperti Salomo yang diberi Anugerah memperoleh hikmat Tuhan. 
( baca: 1 Raja-raja 3:7-14 ). 

Dengan mendengar Firman Tuhan maka iman kita bertumbuh (Roma 10:17) dan menerangi akal-budi sehingga menarik perhatian kita senantiasa merenungkan Firman Tuhan. 

Mazmur 1:2 
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 

Kedua 
Melakukan Firman Tuhan 

Yesaya 55:4a 
Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.

Dengan kita merenungkan Firman Tuhan maka mendorong kita memperkatakan Firman Tuhan untuk memberi semangat dan menimbulkan pengharapan kita mempercayai penggenapan Firman Tuhan di dalam hidup kita. 

Selain itu kita terdorong memberitakan Firman Tuhan kepada orang lain agar mereka bangkit semangat hidupnya. 

Memperkatakan Firman Tuhan berarti kita mempercayai Firman Tuhan dan mau melakukanNya dengan sungguh-sungguh supaya menuntun dan menerangi jalan hidup kita (Mazmur 119:105). 

Yosua 1:8 
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 

Contoh : 

Hendaknya perkatakan Firman Tuhan berikut ini pada saat menderita sakit. 
1 Petrus 2:24b 
Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh. 

Ada berbagai cara mengungkapkan kata-kata dalam permohonan doa dan tidak perlu kita mempermasalahkan apakah ini cara berdoa katolik atau kristen tetapi intinya kita belajar memperkatakan Firman Tuhan di saat kita berdoa. 

misalnya sebagian isi doa kita begini

Tuhan Yesus, aku percaya Firmanmu dalam 1 Petrus 2:24 akan digenapi dan saat ini aku menderita sakit (sebutkan sakit apa); dengan iman aku perkatakan di dalam nama Yesus, penyakitku akan sembuh oleh bilur-bilur Yesus diatas kayu salib dan yang telah menebus dosa2ku. 

atau bisa diganti dengan kata-kata : 

aku mohon KerahimanMu ya Tuhan dan belas kasihanMu menyembuhkan segala sakitku sebab aku yakin dan percaya Engkau Tuhan adalah Sang Penyembuh yang berkuasa diatas segala penyakit dan tiada sesuatupun yang mustahil dan yang tidak dapat Engkau lakukan ....... 

Kedua contoh doa ini menunjukkan kita memperkatakan Firman Tuhan. 

Mengenai apakah setelah berdoa seperti ini maka segera doanya terkabul ...... 
banyak faktor yang menentukan sekarang atau nanti dikabulkannya atau bisa saja sembuh total selamanya. 

Namun satu hal tak boleh kita ragukan bahwa Tuhan mengasihi kita dan doa permohonan kita akan dijawab Tuhan menurut waktu dan kehendak Tuhan. 

Memperkatakan Firman Tuhan adalah bagian dari ungkapan iman percaya kita kepada Tuhan. 

Renungan kemarin kita sudah bahas bahwa iman -> pengharapan --> kasih dapat menghasilkan buah yang manis lewat konsep benih dimana pengharapan dapat diwujudkan menjadi kenyataan. 

Kita berusaha hidup di dalam kebenaran Tuhan dan selebihnya kita serahkan pada Tuhan yang mengatur segala sesuatu sebab kita yakin dan percaya bahwa semua diatur Tuhan pasti mendatangkan kebaikan bagi kita. 

Roma 8:28 
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 

Bagian kita adalah mendengar dan melakukan Firman Tuhan dengan tekun dan setia hingga suatu hari kita dipanggil menghadap Tuhan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 
renunganpdkk.blogspot.co.id 

Senin, 25 September 2017

PENGHARAPAN MENJADI KENYATAAN









Senin, 25 September 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
EZRA 1:1-6 

Tuhan menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, bahwa Tuhan menugaskan untuk mendirikan rumah Tuhan di Yerusalem. 

Bergegaslah kepala kaum keluarga orang Yehuda, orang Benyamin, para imam dan orang Lewi tergerak hati berangkat pulang dengan membawa emas-perak dan harta benda untuk dipersembahkan mendanai pembangunan rumah Tuhan. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 126:1-6 

Mazmur ini berisikan pengharapan di tengah penderitaan kepada Tuhan agar memulihkan keadaan Sion. 

C. BACAAN INJIL 
LUKAS 8:16-18 

Tidak ada sesuatu tersembunyi/rahasia yang tidak akan dinyatakan. 

Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya. 

RENUNGAN HARI INI 

Ada nasehat bijaksana mengatakan : 

Pengharapan adalah dorongan semangat untuk merealisasikan keinginan menjadi kenyataan. 

Pengharapan disertai dengan doa dan bekerja keras, biasanya mendatangkan keberhasilan. 

Pengharapan itu seperti pelita yang akan bercahaya yang nampak dilihat orang lain karena orang yang berpengharapan itu biasanya bersikap optimis sehingga raut wajahnya berseri, tidak kusam. 

Lukas 8:16 
Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. 

Bacaan pertama hari ini merupakan salahsatu contoh mengenai pengharapan yang menjadi kenyataan. 

Suku Yehuda dan Benyamin dari bangsa Israel dijajah bangsa Babel dan dibuang ke negeri Babelonia. 

Semasa pembuangan, mereka berupaya keras mempertahankan iman dan tetap beribadah kepada Allah. 
Mereka berdoa memohon kepada Allah agar dibebaskan dari bangsa Babel. 

Allah menggerakkan hati raja Koresh dengan mengijinkan mereka membangun rumah Tuhan di Yerusalem. 

Ezra 1:1-2 
Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, Tuhan menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini: "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagiNya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda

Pengharapan mereka disertai doa dan beribadah kepada Allah serta berusaha menjalani hidup sesuai Taurat ternyata membuahkan hasil. 

Mereka menunjukkan keseriusan melalui perbuatan yaitu : 

Pertama 
Meninggalkan tempat pembuangan menuju ke Yerusalem. 

Ezra 1:5 
Maka berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah Tuhan yang ada di Yerusalem.

Kedua 
Mereka persembahkan emas perak dan harta benda mereka untuk mendanai pembangunan rumah Tuhan. 

Ezra 1:6 
Dan segala orang di sekeliling mereka membantu mereka dengan barang-barang perak, dengan emas, harta benda dan ternak dan dengan pemberian yang indah-indah, selain dari segala sesuatu yang dipersembahkan dengan sukarela. 

Ini suatu pelajaran berharga buat kita bahwa iman saja tidak cukup jika tidak disertai dengan perbuatan. 

Yakobus 2:22 
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. 

Darisini kita bisa menyimpulkan bahwa ada keterkaitan antara : 
iman --> harapan --> perbuatan kasih 

Mereka beriman kepada Allah dan selalu berharap kepada Allah dan mereka melakukan perbuatan nyata yaitu mempersembahkan harta benda sebagai salahsatu perbuatan kasih. 

1 Korintus 13:13 
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. 

Inilah konsep benih yang seringkali tidak dimengerti banyak orang atau tahu akan konsep benih tetapi tidak melakukannya karena tidak yakin akan berhasil. 

Perhatikan dan pelajari konsep benih berikut ini : 

Seperti kita ketahui bahwa benih adalah Firman Tuhan. Dan supaya benih dapat terus bertumbuh dari tunas sampai akhirnya berbuah yang manis maka kita harus menyirami benih, memberi pupuk, memelihara dan membersihkan dari segala hama yang menghambat bahkan mematikan benih yang telah bertumbuh. 

Tindakan memelihara benih tersebut jika tidak didorong oleh pengharapan akan berhasil menghasilkan buah yang manis maka akan sia-sia. 

Berharap saja saja tidak cukup jika tidak disertai pengetahuan tentang bagaimana caranya menumbuhkan benih agar bisa bertumbuh, menghasilkan buah manis. 

Demikian juga, 
selain pengharapan, maka iman sangat dibutuhkan agar kita dapat melakukan perbuatan baik yang didasarkan oleh belas kasih yang penuh dengan kasih. 

Jelaslah bahwa iman, pengharapan, dan kasih adalah kesatuan tak terpisahkan sebab tidak mungkin bisa berbuat kasih jika imannya belum bertumbuh. 

Sebaliknya iman tidak bisa bertumbuh jika tidak ada pengharapan bahwa apa yang diimani pasti menghasilkan buah yakni buah-buah roh (Galatia 5:22) dan salahsatu buah roh adalah kasih. 

Dengan kasih maka kita mampu berbuat banyak kebaikan dan melakukan perbuatan sesuai kehendak Tuhan. 

Buah roh berikutnya adalah kemurahan. 
Suku Yehuda dan Benyamin bersedia mempersembahkan emas-perak dan harta bendanya karena ada kemurahan hati mau berbagi untuk kepentingan bersama membangun rumah Tuhan. 

Jadi, dimana ada buah-buah roh maka disitu akan ada perbuatan kasih namun sebelumnya kita di proses terlebih dahulu melalui pengharapan dan iman. 

Selanjutnya, 

Bagaimana caranya menerapkan prinsip benih jika kondisi hidup kita sedang dalam kekurangan dan penderitaan? 

Mazmur hari ini mengajarkan kepada kita tentang menumbuhkan benih yang dapat menghasilkan buah. 

Mazmur 126:5-6 
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. 

Pada saat kita menabur benih atau dengan kata lain pada saat kita mau hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan maka akan banyak rintangan dan hambatan terutama dari dalam diri kita sendiri, selain dari ujian dan pencobaan. 

Semakin kita hidup dalam kekurangan atau sedang dalam kesulitan hidup maka hendaknya kita menabur benih dengan pengharapan dan dengan iman bahwa benih tersebut akan kita tuai di kemudian hari meskipun lewat banyak airmata. 

Airmata disini menggambarkan bentuk penyangkalan diri yang bergumul melawan kedagingan dan ego kita. 

Menabur benih tidak selalu berbentuk uang/harta duniawi. 
Misalnya :  kita bisa berdoa syafaat buat orang lain, kita mendoakan orang lain meski kita sendiri sedang susah. 
Memang uang seringkali menjadi ukuran suatu perbuatan baik. 

Seperti suku Yehuda dan Benyamin mau memberikan hartanya yang tentu saja tidak banyak dan hidup mereka sedang susah, dijajah oleh bangsa Babel namun pengharapan dan iman mendorong mereka berbuat seperti demikian. 

Kita hendaknya percaya bahwa benih atau Firman Tuhan jika kita mau sungguh-sungguh mempercayainya dan kita amat berharap digenapi dalam hidup kita maka pengharapan kita menjadi kenyataan. 

Yesaya 55:11 
demikianlah firmanKu yang keluar dari mulutKu: ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 
renunganpdkk.blogspot.co.id