Senin, 24 September 2018

NYALAKAN TERUS PELITA DI DALAM DIRIMU










Senin, 24 September 2018 

AMSAL 3:27-34 
MAZMUR 15:2-5 
LUKAS 8:16-18 

Lukas 8:18 
Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya. 

Bacaan Injil Lukas hari ini mengenai perumpamaan tentang pelita yang sering kita dengar dan kali ini kita coba telusuri kenapa Yesus mengatakan (ayat 16a): 

Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan

Tentu aneh jika ada orang berbuat seperti ini; mosok pelita menyala ditutupi dengan tempayan? 

Ternyata ada latar belakangnya kenapa Yesus mengatakan demikian. 
Mari kita baca Hakim-hakim pasal 7. 

Gideon menyiapkan 300 orang dengan buluh di dalam buyung kosong dan obor dipegang di tangan kiri dan sangkakala di tangan kanan sesuai dengan perintah Tuhan sehingga pasukan Midian dapat dikalahkan dengan sinar terang obor seraya meniup sangkakala. 

Hakim 7:16, 20 
Sesudah itu dibaginyalah ketiga ratus orang itu dalam tiga pasukan dan ke tangan mereka semuanya diberikannya sangkakala dan buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu. Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru: "Pedang demi Tuhan dan demi Gideon!" 

Suluh2 tentara Gideon disembunyikan saat berada ditengah musuh dan baru dikeluarkan saat Gideon memberi sinyal untuk memecahkan buyung dan memulai perang dan akhirnya menang. 

Lukas 8:17 
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. 

Apa maknanya bagi kita? 

Terang melambangkan kita umat kristiani karena iman percaya kita pada Yesus dan tempayan melambangkan sikap manusia lama kita. 

Kita tidak dapat bersinar sebagai terang di dunia ini dan menangkan peperangan rohani selama kita masih ditutupi sikap hidup manusia lama kita. 

Inilah yang dimaksudkan Yesus pada ayat 16-17 di perumpamaan tentang pelita. 

Tuhan memberikan terang kepada kita dengan maksud agar kita dapat melawan kuasa kegelapan dan juga agar kita mampu menjadi terang bagi dunia. 

1 Petrus 2:9 
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib. 

Kita tidak boleh egois tetapi mesti mau memberikan cahaya terang kepada orang lain setelah kita berhasil mengalahkan kegelapan di dalam diri kita. 

Manusia lama kita harus dihancurkan Terang Kristus, seperti tentara Gideon memecahkan buyung dan menyalakan pelita dibawah tempayan dengan obor ketika melawan tentara Midian. 

Selanjutnya, 

Apa makna ayat 18? 
siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil 

Orang yang menerima kebenaran Tuhan akan semakin dibukakan oleh Tuhan agar semakin mengerti

Lukas 8:10 
Yesus menjawab : "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti."  

Iblis itu pencuri yang suka mengambil kebenaran Firman Tuhan sehingga iman seseorang bisa mati karena tidak pernah atau tidak mau mendengarkan Firman Tuhan; bahkan bisa mengambil iman yang sedang bertumbuh. 

Yohanes 10:10a 
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. 

Itu sebabnya, iman yang kita miliki makin ditambahkan hikmat Tuhan agar kita semakin memahami Kebenaran Allah 

Mazmur 1:2-3 
Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 

Bagi orang yang tidak mau mendengar atau tidak peduli pada Kebenaran Tuhan maka iman yang ada padanya akan dicuri oleh Iblis (=Lukas 8:5,12). 

Orang yang tidak mau mendengar Firman Tuhan karena merasa tidak penting bagi dirinya dan beranggapan kemampuan dirinya lebih dari cukup diandalkan namun akibatnya orang ini tidak tahu Kebenaran Tuhan bahwa: 

Amsal 13:13 
Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan. 

Oleh sebab itu, mari saudara/i-ku seiman dalam Yesus Kristus, 
Kita nyalakan terus pelita dalam diri kita agar makin disingkapkan dan dinyatakan Kebenaran Tuhan yang memerdekakan kita dari belenggu dosa. 

Yohanes 8:31-32 
"Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." 

Roma 8:1-2 
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Sabtu, 22 September 2018

MAUKAH DIRIMU BERTUMBUH










Sabtu, 22 September 2018 

1 KORINTUS 15:35-37,42-49 
MAZMUR 56:10-14 
LUKAS 8:4-15 

Lukas 8:10 
Lalu Yesus menjawab: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti. 

Injil Lukas hari ini bicara soal perumpamaan tentang benih yang ditabur oleh seorang penabur. 
Kita sudah sering mendengar dan mengetahui arti dari perumpamaan ini namun tidak ada salahnya hari ini kita merenungkannya kembali. 

Seringkali ada hal baru yang Tuhan sampaikan meskipun sudah berkali-kali kita mengetahui firman tersebut. Mungkin saja sebelumnya pemahaman kita atas firman yang kita dengar atau kita baca hari ini masih dangkal namun seiring sejalan waktu yang mengubah pemahaman kita menjadi semakin dalam memahami arti benih firman tersebut sesuai pertumbuhan iman kita. 

Seperti dikatakan dalam Injil hari ini
ketika benih firman ditaburkan, tidak semua umat yang hadir sungguh-sungguh menyimak sehingga pemahaman akan benih firman, beragam penerimaannya. 

Ada yang tidak mendengar benih firman itu karna pikiran dan hatinya sedang fokus ke hal yang lain. Ada yang langsung mengamini benih firman itu tapi sebetulnya ia spontan berharap terjadi padanya. Ada yang tidak mengerti apa arti benih firman itu. Ada yang tersentuh dan mengena di hatinya atas benih firman itu. 

Jadi keseriusan kita menanggapi benih firman merupakan awal pertumbuhan benih firman itu didalam hati kita. 

Istilahnya apa yang kita tabur maka menentukan apa yang akan kita tuai dan karunia iman akan kita peroleh saat kita menanggapi benih firman itu. 

Galatia 6:8 
Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. 

Persoalan apakah benih firman itu bertumbuh menjadi tunas-tunas yang semakin berkembang sampai tiba saat menghasilkan buah yang manis, gurih dan enak dimakan adalah menyangkut seberapa banyak waktu yang kita berikan dan kegigihan kita memelihara benih itu agar tidak terkena hama yang akan menghambat dan merusak pertumbuhan menjadi buah. 

Bahasa singkatnya adalah :
Kita mesti membuang semua prinsip hidup tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan agar hati dan pikiran dapat dimasuki dan ditumbuhi oleh benih firman agar menghasilkan buah-buah roh tercantum dalam Galatia 5:22. 

Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus sangat keras dalam hal ini mengingatkan jemaatnya di Korintus seperti kita baca ayat dibawah ini : 

1 Korintus 15:36 
Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. 

Bahkan lebih jauh lagi Rasul Paulus mengatakan bahwa : 
1 Korintus 15:44 
Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada tubuh rohaniah. 

Beliau hendak menjelaskan bahwa apa yang Yesus perbuat bagi kita dalam wafat dan kebangkitannya adalah penggenapan firman Allah. 

Semula Adam diciptakan dan dijadikan sebagai manusia pertama yang kemudian mati akibat dosa kemudian dibangkitkan Yesus yang adalah firman telah menjadi manusia. 

1 Korintus 15:46-47 
Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. 

Pada akhirnya dikatakan kita sekarang hidup di dunia ini bergelut dengan hal-hal bersifat duniawi akan berhasil mengatasi jika kita hidup dalam kebenaran firman Tuhan sehingga memperoleh kehidupan kekal di Sorgawi. 

1 Korintus 15:49 
Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi. 

MAKNA RENUNGAN HARI INI 

Allah telah memberikan roh yang baru  kedalam hati kita dan memberikan pengertian akan hidup ini. 

Yehezkiel 11:19 
Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, 

Namun semuanya tergantung pada kita, apakah menanggapinya ataukah menolaknya.
Kita diperhadapkan pada pilihan : 

Apakah kita mau mendengar dan menanggapi benih firman Tuhan dengan hidup didalam kebenaranNya ataukah kita memilih jalan hidup sendiri sesuai yang kita mau tanpa bersandar pada benih firman Tuhan? 

Kita di ingatkan bahwa kehidupan di dunia ini sifatnya sementara dan ada tugas yang mesti kita kerjakan sebelum kita masuk dalam kehidupan kekal di Surgawi. 

Semoga sepanjang hari ini kita tidak salah memilih dan mau hidup sesuai apa yang dikehendaki Allah sebab kita telah menerima kasihNya. 

Mazmur 56:14 
Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Jumat, 21 September 2018

MATIUS, RASUL DAN PENGINJIL









Jumat, 21 September 2018 

EFESUS 4:1-7,11-13 
MAZMUR 19:2-5 
MATIUS 9:9-13 

Matius 9:9 
Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. 

Gereja Katolik menetapkan hari ini sebagai pesta St Matius Rasul, PengInjil. 
Matius profesinya pemungut cukai mau mengikuti Yesus menjadi murid-Nya (ayat 9) dan Ia mengadakan perjamuan dengan Yesus di rumahnya bersama kolega sesama pemungut cukai (ayat 10). 

Seperti biasa, orang Farisi mengkritik Yesus dan berkata : 
Lukas 9:11 
Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 

Ada tiga (3) hal menarik dari jawaban Yesus, yaitu : 

PERTAMA 
ORANG SAKIT BUTUH TABIB 

Lukas 9:12 
Yesus mendengarnya dan berkata: "bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. 

Ada tiga jenis penyakit yaitu : 
1) sakit tubuh jasmani / fisik  
2) sakit jiwa / psikis  
3) sakit rohani 

Kita harus segera bertindak mengatasi sakit sebab bila dibiarkan akan semakin parah sakitnya. 
Tabib adalah seorang ahli yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit, misal:

Seorang dokter umum/spesialis ahli sakit tubuh, solusi : diberi obat, operasi. 
Seorang psikiater/psikolog ahli sakit jiwa solusi : konseling, terapi. 
Seorang Pastor/Romo ahli sakit rohani solusi : sakramen tobat, absolusi. 

Yesus Kristus adalah Tabib Agung; diatas segala tabib! sanggup menyembuhkan segala jenis penyakit. 

Sering terjadi saat seseorang menjerit histeris saat didoakan disebabkan jiwanya tertekan dan perlu ditangani melalui konseling pastoral karena menyangkut sakit jiwa dan sakit rohani, bahkan pengaruhi kesehatan tubuhnya. 

Di jaman sekarang ini banyak orang beriman mengalami kesulitan di dalam hidupnya dan membuat dirinya tertekan. 

Bila imannya belum bertumbuh maka mudah terluka batinnya akibatnya iman percayanya kepada Yesus Kristus bisa jadi luntur dan tidak percaya lagi. 

Padahal sangat jelas Yesus datang untuk menyembuhkan namun banyak orang beriman mencari alternatif lain diluar Yesus untuk kesembuhannya. 

Matius bekerja sebagai pemungut cukai, tidak disukai  masyarakat Yahudi dan dicap orang berdosa; ia menanggapi tawaran Yesus memanggilnya sebagai murid. Berarti Matius mau bertobat dari dosanya dan mau berubah dari cara hidup dari seorang pemungut cukai menjadi 
murid Yesus. 

Orang yang mengakui dirinya "sakit" pasti mau sembuh dan ia akan mencari tabib. 
Kasihan sekali, ada orang yang tahu dirinya "sakit" tapi tidak mau berobat karena keangkuhan diri yakin mampu mengatasinya dengan mengandalkan kemampuan dirinya dan tidak mau datang kepada Yesus. 

Lebih tragis, 
Ada orang yang tidak tahu dirinya "sakit" padahal orang lain melihatnya sedang sakit tetapi mengabaikan nasehat untuk segera berobat. 

Seringkali seseorang dipakai Tuhan untuk menegor, menasehati orang lain lewat pewartaan, tulisan, renungan, agar mau 
bertobat dan berubah kelakuannya. 

Namun dikarenakan sibuk cari duit atau sedang asyik menikmati kesenangan duniawi sehingga "tidak sempat" memperhatikan kesehatan dirinya. 

KEDUA : BELAS KASIHAN 

Lukas 9:13a 
Pergilah dan pelajarilah arti firman ini : yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan 

Banyak orang membutuhkan uluran tangan kasih dan hati yang berbelas kasihan secara nyata. 

Yang terjadi justru ketidak-pedulian pada orang lain dan bila membantu juga hanya berupa lipservice dan kamuflase belaka mengatasnamakan "persembahan kasih" padahal untuk kepentingan sendiri. 

Yesus menyuruh kita untuk memahami dan melakukan kehendak-Nya. 
(pelajarilah dan pergilah ...ayat 13a). 

Memberikan persembahan itu baik tapi yang terutama adalah hati dipenuhi belas kasihan, senantiasa tergerak melakukan perbuatan kasih tanpa pamrih. 
Sedangkan persembahan, dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan akal budi, kerapkali demi keuntungan/kepentingan diri sendiri. 

Rasul Paulus menasehati umat di Efesus supaya kita senantiasa berbuat kasih..
Efesus 2:4 
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 

Rendah hati, lemah lembut, dan sabar mencerminkan karakter Ilahi, artinya terjadi perubahan transformasi diri yang semula dipenuhi keinginan diri sendiri menjadi berubah karena hatinya dipenuhi belas kasihan. 

KETIGA 
YESUS DATANG MEMANGGIL ORANG BERDOSA 

Lukas 9:13b 
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar melainkan orang berdosa. 

Suatu kabar baik bagi orang yang tersisihkan, terkucilkan, dan bagi orang yang berdosa sebab Yesus memanggil agar bertobat dan akan diampuni. 

1 Yohanes 1:9 
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 

Kita harus akui bahwa diri kita sangat lemah dan cenderung berbuat dosa maka setiap hari sepantasnya mengakui dosa. 

Dosa karena pikiran, perkataan dan perbuatan, sering terjadi sampai kita bisa kosongkan diri dari segala keinginan daging yang kerapkali mendominasi diri kita, dan kita berupaya mengutamakan keinginan roh di dalam hidup kita. 

Yesus memanggil Matius menjadi murid-Nya meskipun latar belakang pekerjaan pemungut cukai. Orang yang dipilih Allah dan dipanggil sebagai utusan/nabi, bukan termasuk orang suci sebab mereka juga lemah dan berdosa, seperti misalnya : 

Abraham menipu Abimelekh, raja Gerar bahwa Sarah adalah  saudaranya padahal isterinya (Kejadian pasal 20). 

Daud berzinah dgn Batsyeba dan merekayasa membunuh Uria, suaminya Batsyeba (2 Samuel pasal 11).  

Matius juga tadinya pemungut cukai tetapi ia menyadari keadaan dirinya, lalu bertobat dan menjadi murid Yesus. 

Sebab Yesus memanggil muridnya bukan dari kalangan intelektual justru dari latar belakang yang tidak berpendidikan. 

Yang terpenting adalah kita bersedia menanggapi dan menjawab panggilan Allah seperti Matius. Mari kita refleksi diri dengan : 
1) dengarkanlah suara hatimu  
2) berbuatlah penuh kasih  
3) Jawablah panggilan Tuhan  


Salam Kasih, 
Surya Darma 

BERSYUKURLAH DOSAMU DIAMPUNI










Kamis, 20 September 2018 

1 KORINTUS 15:1-11  
MAZMUR 118:1-2,16-17,28 
LUKAS 7:36-50 

Lukas 7:47 
Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih. 

Bacaan hari ini, baik dari Injil maupun dari surat Rasul Paulus pada umat di Korintus, sama-sama menjelaskan bahwa orang yang mengakui dirinya berdosa, merasa dirinya hina dan tidak layak menerima pengampunan, justru banyak berbuat kasih karena sebagai ungkapan syukur telah diampuni oleh Tuhan Yesus. 

1 Korintus 15:9-10 
Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. 

Mengapa bisa terjadi demikian? 
Tentu saja sebagai manusia normal bila masalah hidupnya yang berat itu ditolong oleh seseorang maka ia akan berusaha keras menyenangkan hati si penolongnya apalagi penolongnya itu adalah Tuhan. 

Orang yang telah mengalami jamahan Tuhan (=hadirat Tuhan) biasanya hatinya dipenuhi sukacita dan mau membagikan pengalaman imannya kepada banyak orang agar mereka mengalami seperti yang dialaminya. 

Terlebih bila dosa kita yang bejibun buanyaknya telah diampuni Tuhan maka semakin hati kita gembira dan penuh sukacita, itu sebabnya dalam kitab Roma disebut orang bahagia. 

Roma 4:7-8 
Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya dan yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya. 

Namun bukan berarti, lebih baik dosa banyak supaya kasih karunia Tuhan semakin berlimpah dalam diri kita. Tidak demikian, sebab jamahan Tuhan lewat Roh Kudus akan merubah hati kita yang dipenuhi oleh kasih Allah sehingga kita tidak mau berbuat dosa yang berarti menyakiti hati Tuhan. 

1 Yohanes 3:6 
Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia. 

Sering terjadi setelah bertobat, kemudian hari ada potensi mengulangi dosa yang sama karena pertobatannya belum tuntas dan masih menyimpan sesuatu yang belum sepenuhnya diungkapkan dan diakuinya di hadapan Tuhan. Kedagingannya masih melekat pada dosa meskipun keinginan rohnya mau bertobat dan tidak mau mengulangi dosa lagi. 

Pertobatan itu seharusnya mencakup

Pertama : Kejujuran 

Dalam perumpamaan anak yang hilang, dimana si anak bungsu menyadari bahwa dirinya telah berdosa kepada bapanya. 

Dia mau mengakui keadaannya tidak beres setelah habiskan uang warisan yang ia paksa bapanya berikan padanya. 

Lukas 15:17 
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 

Daud juga menyadari kesalahannya telah berzinah dengan Batsyeba dan telah membunuh suami Batsyeba melalui tentaranya. 

Mazmur 51:5 
Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. 

Kedua : kerendahan hati 

Kemauan untuk berubah dan kesadaran bahwa kita memerlukan bantuan Allah sebab menurut Firman Tuhan : 

Markus 14:38 
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah 

Si anak bungsu mengakui dirinya telah bersalah terhadap bapanya. 

Lukas 15:18-19 
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. 

Ketiga : Penyangkalan Diri 

Meninggalkan segala perbuatan salah yang tidak baik dan bertentang dengan kehendak Tuhan, kemudian memutuskan untuk tidak melakukan dosa lagi. 

Si anak bungsu memutuskan kembali ke bapanya dan siap menanggung akibat dari perbuatannya (Lukas 15:20a). 

Keempat : Mohon Ampun 

Mazmur 51:3-4 
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! 

Si anak bungsu mohon ampun kepada bapanya atas segala dosanya.  
Lukas 15:20 
Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 

MAKNA RENUNGAN HARI INI 

Sebagai anak-anak Allah, hendaknya kita mengenal Allah; apa yang disukaiNya dan apa yang tidak disukaiNya agar supaya kita tidak sampai hati melukai perasaanNya karena kita telah merasakan betapa KasihNya kepada diri kita. 

Semoga sepanjang hari ini perbuatan kita tidak melanggar ketentuan Allah dan mau hidup dalam kebenaranNya. 


Salam Kasih, 
Surya Darma