Selasa, 30 Januari 2018

TALITA KUM









Selasa, 30 JANUARI 2018 

2 SAMUEL 18:9-10,14,24-25,30 
MAZMUR 86:1-6 
MARKUS 5:21-43 


MARKUS 5:41-42 
Lalu dipegangNya tangan anak itu, kataNya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. 

Talita kum!  Bangunlah! 
Seruan ini berlaku juga bagi orang yang keadaannya seperti anak Yairus yang mati dibangkitkan oleh Yesus. 

Memang tidak harus mati dulu kemudian dibangunkan atau dibangkitkan. 
Tetapi situasi dan keadaan seperti orang mati menunjukkan suatu kondisi yang tidak ada harapan lagi; sudah mati segala pengharapan untuk hidup kembali atau untuk hidup dalam pengharapan bahwa segala persoalan telah terselesaikan. 

Situasi yang dialami seorang perempuan mengalami sakit pendarahan selama 12 tahun termasuk sakit parah yang sulit disembuhkan. 

Dua situasi yang terjadi dalam bacaan Injil hari ini menggambarkan situasi yang dialami juga diantara kita umat kristiani. 

Kita bisa contoh keinginan sembuh dari perempuan pendarahan ini yang tetap memperjuangkan agar sakitnya sembuh. 

Peremouan ini pasti sudah kesana kemari berusaha menyembuhkan pendarahannya selama 12 tahun tetapi kenyataannya belum sembuh juga. 

Apa artinya? 
Hanya datang kepada Yesuslah akhirnya ia mengalami kesembuhan. 
Kegigihannya membangkitkan imannya maka ia sembuh meski hanya menjamah jumbai jubah Yesus. 

Kesembuhan bisa terjadi meski tidak didoakan secara langsung sebab Yesus melihat keyakinan imannya. 

Pelajaran buat kita bahwa yang penting keyakinan iman percaya bahwa Yesus menyembuhkan. 

Pertanyaannya : 
Bagaimana ternyata belum sembuh padahal sangat yakin Tuhan sanggup menyembuhkan dirinya? 

Mari kita simak apa yang terjadi pada anak Yairus? 

Yairus itu kepala rumah ibadat dan tentu tidak perlu diragukan keyakinan imannya dan ia memohon kepada Yesus agar anak perempuannya sakit parah disembuhkan (Markus 5:21-23). 

Kenyataannya setelah ia memohon pada Yesus; anak perempuannya mati. 
Kita tidak tahu perasaan Yairus melihat kenyataan tersebut. 

Bukankah serupa dengan doa kita pada Tuhan memohon disembuhkan atau dipulihkan keadaan kita tetapi ternyata makin parah atau persoalan hidup kita semakin berat? 

Ada waktunya Tuhan; anak perempuan Yairus disembuhkan Yesus tetapi tidak sesuai yang Yairus inginkan. 
Anaknya mesti mati dulu, kemudian Yesus bangkitkan dan sembuhkan. 

Demikian juga kejadian serupa bisa terjadi pada kita. Waktu dan cara Tuhan berbeda dengan waktu dan cara kita. 

Yesaya 55:8-9 
Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu. 

Sekarang kita tidak bisa berjumpa langsung dengan Yesus karena Yesus sudah naik ke Surga tetapi Firman Tuhan adalah pedoman hidup kita. 

Kita kudu mesti yakin Firman Tuhan katakan sebab Tuhan pasti menepatinya dan tidak ingkar janji. 

Yesaya 55:11 
demikianlah firmanKu yang keluar dari mulutKu: ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya

Tuhan Allah mau lihat seberapa dalam iman kita sebelum menyembuhkan, memulihkan dan memberkati kita. 

Hal ini terjadi pada seorang perwira di Kapernaum yang dipuji Yesus memiliki keyakinan iman yang besar. 

Matius 8:10 
Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikutiNya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. 

Hendaknya kita itu sadar bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita adalah sepengetahuan Tuhan dan DIA tahu bagaimana kita bergumul mengatasi keperluan dan kebutuhan hidup kita. 

Matius 6:31-32 
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 

Iman kita mesti kita bangun atau bangkit agar semakin kokoh dan tidak goyah saat menghadapi keadaan hidup yang sulit, bahkan menurut dunia; mustahil dapat diatasi, dipulihkan, atau disembuhkan. 

Jawaban Tuhan jauh lebih bermanfaat bagi hidup kita dibandingkan dengan pengharapan dan keinginan doa2 kita. 

Efesus 3:20 
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita. 

Persoalan utama adalah diri kita sendiri; 
1) keyakinan iman kita 
2) penyerahan diri kita 
3) tujuan hidup kita 

Ketiga hal ini sangat menentukan kearah mana jalan hidup yang kita tempuh; apakah jalan kehidupan kekal di Surga ataukah jalan kehidupan di dunia? 

Iman bekerja sama dengan ketiga hal tersebut sehingga sikap dan perbuatan sesuai dengan kehendak Tuhan Allah. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com