Selasa, 09 Oktober 2018

SIAPAKAH SESAMA MANUSIA?












Senin, 8 Oktober 2018 

GALATIA 1:6-12 
MAZMUR 111:1-2,7-10 
LUKAS 10:25-37 

Lukas 10:36 
Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu? 

Injil Lukas hari ini, mengisahkan tentang dialog antara seorang ahli taurat dengan Yesus mengenai mengasihi sesama. 

Pertama 
Apa yang harus diperbuat agar memperoleh hidup kekal ? (ayat 25) 

Kedua 
Perbuatlah sesuai hukum Allah maka engkau akan hidup. (ayat 27) 

Ketiga 
Miliki hati penuh belas kasihan agar mampu mengasihi sesama (ayat 36-37) 

Seperti biasanya Yesus menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan ajarannya dan kali ini tentang orang Samaria yang baik hati menolong orang lain yang dirampok dan dianiaya oleh penyamun/perampok. 

Yang menarik adalah diceritakan ada seorang Imam, seorang Lewi, selain seorang Samaria yang melihat orang yang terkapar habis dirampok itu. 

Pertama : Imam 
Kedua : Orang Lewi 

Maksudnya adalah seorang dari suku Lewi yang ditetapkan sebagai suku yang bertugas mengurusi segala keperluan mezbah Allah.  

Ketiga : Orang Samaria 

Orang Yahudi tidak suka dengan orang Samaria; dihakimi sebagai orang kafir dan jaman itu mereka dianggap orang berdosa. 

dari ke 3 orang tersebut, hanya orang Samaria yang TERGERAK BELAS KASIHAN dan segera menolong. 

Orang Samaria itu (kafir) tidak tahu kitab taurat dan bukan petugas yang melayani mezbah Allah, justru memiliki hati yang berbelas kasihan kepada orang lain.

Pertanyaannya : 
Mengapa seorang imam dan lewi tidak tergerak hati menolong orang tergeletak sehabis dirampok di pinggir jalan? 

Padahal imam/lewi mengetahui dan memahami firman Tuhan dan melakukan tugas pelayanan tetapi apa gunanya jika tidak memiliki hati berbelas kasihan. 

Seharusnya iman yang kita miliki; melalui pendengaran dan pengetahuan tentang ajaran kebenaran firman Tuhan, akan berbuah kasih jika kita memberi diri sepenuhnya dalam melakukan pelayanan yang menjadi tugas perutusan kita selama masih berada dalam perziarahan didunia ini. 

Memang tidak banyak orang memiliki hati yang tulus penuh belas kasihan dan tanpa pamrih mau menolong seperti dilakukan seorang Samaria dari perumpamaan Yesus itu. 

Realita membuktikan bahwa dunia ini dipenuhi oleh hawa nafsu, egoisme, mementingkan diri sendiri dan sedikit sekali mengutamakan kepedulian kepada orang lain. 

Oleh sebab itu, 
mengetahui dan memahami Firman Tuhan itu adalah penting. 

Lukas 10:26 
Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" 

Mazmur 111:2 
Besar perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. 

supaya perbuatan baik menurut kita sudah kita lakukan itu berkenan bagi Tuhan dan jangan sampai terjadi pada diri kita seperti yang dikatakan dalam : 

Matius 7:22-23 
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! 

Alleluya, Puji Tuhan. 
Jika tanpa mengenal Firman Tuhan tetapi mampu berbuat kebaikan tulus kepada orang lain yang sama sekali tidak dikenal (seperti orang Samaria) daripada tahu akan kebenaran Firman Tuhan tetapi tak mau berbuat baik kepada sesama. 

MAKNA BACAAN INJIL HARI INI 

Kita sudah ditebus dan diselamatkan dari alam maut oleh Yesus namun kita harus hidup dengan melakukan perintah Allah yakni : 
+ mengasihi Allah 
+ mengasihi sesama manusia 
agar Anugerah Allah berupa hidup kekal dapat kita nikmati. 

Supaya dapat mengasihi sesama, maka hati kita harus dipenuhi belas kasihan. 
Yesus beritahu caranya, yaitu: 
perbuatlah seperti seorang Samaria yang hatinya berbelas kasihan ketika melihat orang lain menderita. 

Lukas 10:37 
Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!" 

Semoga sepanjang hari ini kita berbuat banyak perbuatan kasih yang mengalir keluar dari dalam hati kita yang dipenuhi belas kasihan. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Minggu, 07 Oktober 2018

KUASA TUHAN DICURAHKAN










Sabtu, 6 Oktober 2018 

AYUB 42:1-3,5-6,12-17 
MAZMUR 119:66,71 91,125,130
LUKAS 10:17-24 

Lukas 10:19 
Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. 

Injil Lukas hari ini menjelaskan bahwa kuasa Allah diberikan pada saat kita melakukan tugas perutusan dariNya. 

Banyak yang ragu-ragu ketika.melakukan tugas perutusan karena mereka kurang menekuni makna kebenaran firman Allah. 

Allah itu tahu batas kemampuan kita sehingga IA memperlengkapi kita dengan kuasaNya namun kita sadari bahwa Allah memberikan kuasaNya jika kita sungguh-sungguh melayani dengan tulus hati. 

Itu sebabnya Yesus menasehati 70 murid-muridnya agar mereka bersikap rendah hati, hindari kesombongan sebab apa yang mereka kerjakan itu karena ada kuasa Allah menyertainya. 

Lukas 10:20 
Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga. 

Pada bacaan pertama, 
Ayub mengakui bahwa Allah sanggup melakukan segala sesuatu sehingga ia menyadari bahwa sakit kusta yang dideritanya adalah bagian rencana Allah untuk mendidik dirinya menjadi semakin kuat dan teguh imannya. 

Sebelumnya Ayub hanya tahu akan keberadaan Allah dari orang lain namun sekarang ia mengalaminya betapa hebat Allah itu. 

Ayub 42;2,5 
Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri
memandang Engkau

Dari pengalaman Ayub ini, kita ketahui bahwa : 
DIBALIK PENDERITAAN HIDUP
ADA RENCANA ALLAH YANG LEBIH INDAH TERHADAP DIRI KITA. 

Rasul Paulus sudah menangkap arti dan maksud Allah tersebut diatas dimana ia juga tadinya mengeluh atas penganiayaan yang dialaminya tetapi Allah menegornya seperti Allah juga menegor Ayub. 
(pasti Allah juga menegor kita) 

2 Korintus 12:7-9 
supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, agar utusan Iblis itu mundur dari padaku. 
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 

Luar Biasa! 
Kenyataan yang dialami Rasul Paulus mencelikkan mata hati kita bahwa kuasa Allah justru menjadi sempurna disaat kita lemah dan butuh kuasa tersebut. 

Ketika kita bertugas dalam pelayanan seringkali kita tak tahu mesti berbuat bagaimana bila berhadapan dengan orang yang mengalami luka batin atau orang yang sedang kerasukan setan; maka dari itu kita butuh kuasa Allah untuk membebaskan orang tersebut. 

Jelas sudah makna firman Allah hari ini bahwa justru didalam kelemahan kita maka kuasa Allah bekerja dan yang terpenting adalah kita mau bersikap terbuka, rendah hati supaya kuasa Allah dinyatakan sehingga iman kita semakin diteguhkan melihat mukjijat Allah dan kita menjadi bagian dari terjadinya mukjijat tersebut. 

2 Korintus 12:10  
Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. 

Kita perlu terus menerus belajar untuk mengetahui dan mengenal Allah melalui bacaan di Alkitab agar relasi kita semakin dekat dan intim denganNya, semakin peka terhadap Kuasa Allah yang hendak dinyatakan pada saat kita sedang melakukan tugas pelayanan. 

Mazmur 119:66 
Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintahMu. 

Semoga kita menjadi perpanjangan tangan Allah untuk menjangkau banyak orang yang membutuhkan Kuasa Allah yang akan memulihkan hidup mereka. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Sabtu, 06 Oktober 2018

TUHAN, AKU MEMPERCAYAIMU










Jumat, 5 Oktober 2018 

AYUB 38:1,12-21; 39:36-38 
MAZMUR 139:1-3,7-10,13-14 
LUKAS 10:13-16 

Lukas 10:13-15 
Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. 
Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. 
Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! 

Yesus mengecam ke 3 kota di Galilea yakni Khorazim,Betsaida, Kapernaum padahal banyak mukjijat terjadi disana namun penduduknya tidak bertobat, tidak menerima ajaran Yesus yang menawarkan pembebasan dosa, kesembuhan dan hidup baru. 

Yesus mengingatkan bahwa pada hari penghakiman ke 3 kota tersebut akan menerima hukuman lebih keras daripada kota Tirus dan Sidon di jaman perjanjian lama dimusnahkan Allah. 

Apa yang terjadi pada 3 kota tersebut juga terjadi keadaan di dunia saat ini. 

Coba kita tengok disekeliling kita; masih banyak orang tidak peduli dengan urusan rohani dan tidak percaya mukjijat masih bisa terjadi. 

Mereka lebih tertarik mencari "mesias" lain yang dapat menjamin hidupnya dalam kelimpahan materi. 

Banyak orang tidak siap menerima penderitaan fisik dan hidup di dalam kekurangan materi sehingga fokus hidup mereka adalah mencari duit sebanyak-banyaknya yang lebih dapat menjamin hidup mereka daripada fokus pada sesuatu yang tidak nyata apa yang mereka peroleh saat ini juga. 

Bagi mereka hidup adalah untuk hari ini apa yang bisa aku terima dan yang bisa aku nikmati saat ini. 

Jika ternyata yang dialami adalah penderitaan penyakit atau hidup pas-pasan padahal sudah rajin berdoa, ke gereja, dan terlibat dalam aktifitas pelayanan maka pada umumnya, tidak mau terima "salib" dalam bentuk apapun. 

Apa yang terjadi pada Ayub adalah suatu contoh bagaimana Ayub rela menerima sakit kusta dan kehilangan anak dan harta kekayaannya. 

Meskipun istri Ayub tidak bisa terima kenyataan hidup menimpa keluarganya, ia kecewa kepada Allah dan hatinya kesal kepada suaminya yang tetap percaya kepada Allah. 

Ayub 2:9-10 
Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. 

Ujian iman ini membuat Ayub sempat terguncang dan mempertanyakan nasibnya kepada Allah dan pada akhirnya Ayub mengakui kebijaksanaan Allah terhadap dirinya. 

Ayub 39:37 
Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan. 

Kecendrungan kita maunya menerima yang baik, yang menyenangkan jika kita mengikuti cara hidup seperti yang tertulis di Alkitab. 

Itu sebabnya salah satu alasan kenapa orang tidak mau membaca Alkitab adalah lebih baik tidak tahu cara hidup seperti yang tertulis di Alkitab karena hati kecil mereka tahu bahwa diri mereka tidak mau cara hidup seperti itu. 

Namun jika Allah sudah menjaring kita seperti Petrus dijaring Yesus untuk menggembalakan umatNya maka kita tidak bisa melarikan diri seperti yang terjadi pada nabi Yunus. 

Allah itu Maha tahu. 
apa yang ada di benak kita, DIA tahu.
pemazmur mengakuinya betapa hebat dashyatnya Allah kita dan dituliskan pada kitab mazmur terutama pada pasal 139. 

Mazmur 139:7,13 
Kemana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. 

MAKNA RENUNGAN HARI INI 

satu kata yang perlu dipegang teguh.
PERCAYA SAJA KEPADA YESUS ! 
Tak usah banyak mikir dan analisa sebab intelektual kita bak sebutir pasir di mata Allah. 

apa yang sudah kita ketahui 
apa yang sudah kita dengar 
apa yang sudah kita lihat 
kita renungkan dan kita lakukan 
niscaya kita akan menyaksikan dan mengalami MUKJIJAT ALLAH dalam hidup kita. 

seperti yang dinasehati Rasul Paulus. 
Filipi 4:9 
Apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Kamis, 04 Oktober 2018

TUGAS PERUTUSAN DAN PELAYANAN










Kamis, 4 Oktober 2018 

AYUB 19:21-27 
MAZMUR 27:7-9,13-14 
LUKAS 10:1-12 

Lukas 10:1 
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahuluiNya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungiNya. 

Ada yang skeptis mengatakan bahwa tugas perutusan memberitakan Injil itu hanya ditujukan pada ke-12 murid Yesus (Matius 28:16-20) tetapi Injil hari ini menunjukkan Yesus mengutus 70 murid selain ke-12 murid utama (=Rasul). 

Janganlah banyak alasan atau berdalih (Lukas 9:57-62) bila anda tidak mau melaksanakan tugas perutusan beritakan Injil yang Yesus perintahkan. 

Rasul Paulus mengatakan : 
1 Korintus 9:16 
Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. 

Mengapa Yesus mengutus 70 murid (Lukas 10:1) untuk menyembuhkan orang sakit dan memberitakan Injil? 

Kita simak jawaban Yesus : 
Lukas 10:9 
Sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada merekaKerajaan Allah sudah dekat padamu.  

Setelah mengetahui ada Firman Tuhan ini, apakah anda yang skeptis masih berdalih bahwa itu perintah Yesus untuk 70 murid dan bukan ditujukan kepada kita umat kristiani? 

Baiklah, kita gali Firman Tuhan berikutnya supaya anda yang skeptis tidak dapat lagi mengelak dengan berbagai alasan. 

Markus 16:17-18,20 
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. 

Orang-orang percaya kepada Yesus, artinya setiap kita umat kristiani diberi kuasa untuk menolong orang sakit dan kuasa untuk memberitakan Injil. 

Yesus menyadari keadaan manusia di dunia ini dalam cengkeraman dosa dan akibatnya hidupnya menderita sehingga dibutuhkan pekerja-pekerja rohani untuk menolong orang-orang yang masih terbelenggu oleh dunia dan hidup dalam gelimang dosa. 

Lukas 10:2 
Kata Yesus kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. 

Pekerja-pekerja rohani bukanlah orang yang suci tidak berdosa lagi tetapi mereka paling tidak mau bekerja di ladang Tuhan dan mereka telah sadar untuk hidup di dalam kebenaran Tuhan meskipun tidak luput berbuat dosa bila tergoda kembali oleh pesona dunia yang menjerumuskan ke perbuatan dosa. 

Lukas 10:3 
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. 

Oleh sebab itu Yesus mewanti-wanti dan berpesan kepada pekerja-pekerja rohani yang diutusNya : 

HAL PERTAMA 
Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut (Lukas 10:4a) 

artinya : percayalah kepada Tuhan yang menyediakan segala keperluan untuk pelayanan/perutusan dan untuk segala kebutuhan hidupmu (=Jehovah Jireh). 

Yesus mengatakan : 
Lukas 10:8 
Jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu. 

Rasul Paulus mengatakan : 
1 Korintus 9:13-14 
Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu. 

Dengan demikian seorang pekerja rohani yang diutus Yesus akan fokus pada tugas pelayanan/perutusan dan tidak perlu pusing biaya pelayanan/perutusan dan biaya hidupnya atau keluarganya. 

2 Timotius 2:4 
Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 

Filipi 4:19 
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus. 

Jika anda tidak diutus oleh Tuhan Yesus
jangan coba-coba meninggalkan keluarga atau melepaskan pekerjaanmu mencari nafkah untuk kebutuhan hidupmu dan keluargamu sebab Tuhan tidak pernah menghendaki keluarga dan keadaanmu mengalami penderitaan hidup. 

Pertanyaannya : 
Darimana kita tahu Tuhan mengutus kita untuk tugas pelayanan dan perutusan? 

Roma 12:3 
Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. 

Bagaimana relasimu dengan Tuhan setiap hari; intimkah atau kadang2 atau on-off ? 

Relasi intim dengan Tuhan membuat kita mengenal kehendak Tuhan (Roma 12:2). 
Yohanes 10:14 
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku. 

Bila engkau dipanggil Tuhan untuk tugas pelayanan/perutusan maka terimalah dan laksanakan dengan kerelaan hati. 

Yesaya 6:7-8 
Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni." Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" 

HAL KEDUA  
Janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan 
(Lukas 10:4) 

artinya tidak menyimpang kesana-kemari tetapi fokuslah pada tugas pelayanan dan tugas perutusan. 

Seringkali kepentingan pribadi menjadi penghalang utama menghambat tugas pelayanan/perutusan, yakni

1) Motivasinya mencari uang/bisnis 

Roma 16:17-18  
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya. 

2) Mencari pujian untuk kemuliaan diri 

1 Korintus 1:28-29 
Apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. 

3) Mengejar status/jabatan 

Markus 10:35,37 
Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepadaNya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!" Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaanMu kelak, yang seorang lagi di sebelah kananMu dan yang seorang di sebelah kiriMu." 

HAL KETIGA 
Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu (Lukas 10:5-6). 

artinya: kehadiran seorang pekerja rohani hendaknya membawa damai sejahtera dan sukacita Ilahi dimanapun ia berada. 

Jangan sampai menimbulkan ketakutan karena pemberitaan Injil tetapi hendaknya dengan lemah lembut dan kasih agar mereka merasakan damai sejahtera Allah 

Juga diantara sesama pekerja rohani hendaknya saling bekerjasama dan tidak iri hati, apalagi sampai bertengkar dan menimbulkan perpecahan. 

2 Timotius 2:23-24a 
Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. 

J A D I 

Tujuan utama pelayanan dan pewartaan Injil adalah membawa jiwa-jiwa datang pada Yesus Kristus agar supaya mereka diselamatkan dan mengalami hidup di dalam Kasih Tuhan. 

Semoga kita yang terpanggil diutus untuk melaksanakan tugas perutusan dan tugas pelayanan dengan kesungguhan hati sebab kita boleh mengambil bagian dalam karya penyelamatan Kristus. 

Dan bagi yang tidak terpanggil secara khusus untuk tugas perutusan dan tugas pelayanan maka jadilah saksi Kristus di dalam hidupmu sehingga terangmu juga bersinar menyinari banyak orang sehingga mereka juga mengalami Kasih Tuhan di dalam hidup mereka. 


Salam Kasih, 
Surya Darma