Sabtu, 23 Juni 2018

HARTA DI BUMI ADA NGENGAT DAN KARAT









Jumat, 22 Juni 2018 

1 RAJA 11:1-4,9-18,20 
MAZMUR 132:11-14,17-18 
MATIUS 6:19-23 

Matius 6:19 
Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 

Harta di bumi itu apa? 
Menurut kamus bahasa Indonesia, harta di bumi adalah kumpulan benda-benda yang ada di bumi dan bernilai ekonomis. 

Harta di bumi bisa dimiliki oleh setiap orang bila terjadi pertukaran jual-beli yang di meteraikan secara hukum dan menjadi sah menjadi milik kepunyaan seseorang. 

Ngengat adalah binatang kecil yang suka makan kertas, pakaian, dsbnya. 
Ngengat dan karat adalah sesuatu yang merusak sedangkan pencuri merampas. 
Berarti ngengat, karat, dan pencuri akan menghabisi harta seseorang. 

Sekaya-kayanya seseorang memiliki harta di bumi, sewaktu-waktu akan lenyap atau hilang seketika. 

Seperti yang dialami Ayub; hanya dalam waktu sehari hartanya dirampas oleh orang syeba dan kasdim (Ayub 1:13-19). 

Di jaman sekarang, perampok bisa datang ke rumah seseorang menjarah hartanya atau harta bisa ludes akibat kalah main judi/saham atau usahanya bangkrut. 

Harta juga seringkali menjadi sumber pertikaian di marketplace dan di keluarga yang merusak hubungan antar sesama. 

Tetapi kenapa hampir sebagian besar orang sangat terobsesi mengejar dan menimbun harta di bumi? 

Kita semua sudah tahu bahwa seseorang semakin memiliki harta makin semangat melipat-gandakan harta yang dimilikinya sebab setiap hari fokus hidupnya tertuju pada hartanya dan ia tidak pernah puas terhadap harta yang sudah dimilikinya karena tanpa disadari ia makin mencintai uang dan harta dunia. 

Pengkotbah 5:9 
Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. 

Matius 6:21
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Ketika kita memperoleh kesuksesan, kita bergembira dan merasakan hidup ini begitu indahnya dan menyenangkan hati. 

Kita memanjatkan puji syukur kepada Tuhan, yang telah memberkati diri kita dan keluarga kita. 

Tidak ada yang salah, kita sukses meraih banyak uang dan harta jika kita mau memberkati orang lain, seperti Tuhan sudah memberkati kita. 

Namun sayangnya, masih ada orang yang tidak tahu dan tidak mengerti bahwa pada saat kita memperoleh uang dari hasil jerih payah usaha kita, sesungguhnya ada bagian mesti kita bagikan pada sesama 
sebab memang demikian tujuan Tuhan memberkati kita. 
2 Korintus 9:10 
Allah yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu 

Namun seringkali orang lupa karena asyik mengumpulkan harta sehingga tanpa disadari muncul nafsu serakah dan tidak mau berbagi kepada sesama atau orang lain yang membutuhkan. 

Sekiranya mau berbagi juga, sempoa-nya jalan, ia akan seleksi sedemikian rupa uang yang akan disumbangkannya, bila bermanfaat untuk menunjang kelancaran bisnisnya / kariernya. 

Tidak sedikit, yang congkak hati sebab merasa ia memperoleh harta karena kepintaran dan kehebatan dirinya, dan merasa tidak lagi membutuhkan Tuhan di dalam menjalankan usahanya, bahkan ia merasa tidak ada sama sekali campur tangan Tuhan membantunya meraih kesuksesan karier / bisnisnya; dia lupa bahwa sesungguhnya : 

Ulangan 8:17-18
Janganlah kaukatakan dalam hatimu: kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang
memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan. 
Seharusnya, kita banyak berbuat kebaikan sebab dengan demikian memperbanyak harta rohani kita dicatat dan disimpan di sorga. 

Mari kita baca dan renungkan nasehat dari kitab Amsal berikut ini : 

Amsal 11:24 
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. 

Kita akan semakin diberkati Tuhan 
dan bertambah kaya; bukan hanya kaya dalam hal harta tetapi juga kita kaya dalam rohani, dimana harta rohani kita tercatat di sorga. 

Lalu, kenapa banyak orang tidak percaya pada Amsal 11:24? 
Banyak orang pelit, tidak mau berbagi, atau memberi dengan pamrih untuk keuntungan pribadi karena ia cinta uang. 

1 Timotius 610-11
Akar segala kejahatan ialah cinta uang sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. 

Sangat simple jika kita mau percaya pada kebenaran Sabda/Firman Tuhan bahwa: 

Untuk mengumpulkan harta rohani atau harta sorgawi maka berbuatlah banyak kebaikan kepada semua orang dengan tulus hati tanpa embel-embel demi citra diri dan keuntungan pribadi

Mikha 6:8 
Hai manusia, telah diberitahukan padamu apa yang baik. apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil,mencintai  kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu? 
Akhir kata, 

Hendaknya kita ikuti nasehat Yesus supaya kita mengumpulkan harta di sorga dan bukan harta di bumi. 

Mengumpulkan harta di bumi akibatnya kita bisa kehilangan harta di bumi dan sekaligus kita kehilangan harta di sorga. 

Mengumpulkan harta di Sorga justru kita dapat memiliki harta di bumi yang dapat kita gunakan untuk berbuat kebaikan karena Tuhan memberkati orang yang memberi atau berbagi kepada orang lain. 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com