Rabu, 15 November 2017

HIDUP KRISTIANI (BAGIAN-2)










Selasa, 14 November 2017 

A. BACAAN PERTAMA 
KEBIJAKSANAAN 2:23-3:9  

Jiwa orang benar di tangan Allah dan bagi orang percaya dan setia kepadaNya akan dilindungi Allah. 

B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 34:2-3,16-19   

Tuhan mendengar dan melepaskan orang dari segala kesesakannya sebab Tuhan menentang perbuatan jahat. 

C. BACAAN INJIL 
LUKAS 17:7-10 

Yesus mengatakan bagaimana hubungan tuan dengan hambanya. 
Tuan memerintah hambanya bekerja dan hamba melakukan tugasnya tanpa bisa menuntut balas jasa. 

RENUNGAN HARI INI 

Kita manusia diciptakan Tuhan serupa dan segambar Allah namun berjalannya waktu manusia jatuh ke dalam dosa dan akibatnya manusia semakin jauh dari Tuhan dan perbuatan manusia semakin hari semakin jahat karena ditunggangi setan yang mempengaruhi sifat manusia. 

Kebijaksanaan 2:23-24 
Allah telah menciptakan manusia untuk kebakaan, dan dijadikanNya gambar hakekatNya sendiri. Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia, dan yang menjadi milik setan mencari maut itu

Bahkan orang yang percaya kepada Yesus tidak luput dari incaran setan melalui pesona dunia menggoda kedagingan agar menjauhi Tuhan. 

Semakin hari semakin kencang godaan dunia yang melemahkan iman kristiani dan tekanan hidup memporak-poranda pertahanan iman seseorang. 

Masalah duit/harta dunia adalah sumber utama masalah hidup. 

Salahsatu terkena dampaknya adalah hubungan majikan/tuan dengan pegawai atau hamba, seperti misalnya masalah upah buruh menjadi persoalan pelik dari masa ke masa. 

Perbedaan kepentingan memicu silang pendapat masing-masing pihak dan tak jarang timbul kekerasan dan kejahatan. 

Seorang buruh/pegawai menuntut upah yang tinggi sedangkan majikan/boss menuntut kenierja dan hasil maksimal dari buruh sehingga sulit menemukan titik temunya dan terus menerus terjadi. 

Dari sisi rohani, terlihat jelas bahwa tidak ada kasih di dalam hubungan tuan/boss dengan hamba/pegawai sebab fokusnya hanya tertuju pada uang atau upah/gaji. 

Jaman dahulu seorang hamba dibeli oleh tuannya sehingga si hamba tidak punya hak memperjuangkan hidupnya. 

Semakin menurut dan taat pada tuannya maka semakin ia mendapatkan perhatian lebih dari tuannya mencukupi keperluan hidupnya. 

Prinsip ketaatan sangat penting dan amat menentukan perjalanan hidup dan mempengaruhi tujuan hidup seseorang. 

Dalam segala hal di dunia ini ketaatan menjadi hal utama untuk menilai sampai sejauh mana kesetiaan seseorang. 

Ketaatan bisa disalah-gunakan untuk tujuan kejahatan, misalnya anggota geng atau mafia dituntut setia melakukan hal hal kejahatan yang menghasilkan uang dan bila tidak taat akan dibunuh. 

Ketaatan untuk tujuan kebaikan fokusnya pada kasih, yaitu memberi perhatian dan bukan menuntut balas jasa. 

Standar kebaikan tertuju pada Tuhan dan bukan standar kebaikan menurut ukuran manusia untuk kepentingan diri sendiri. 

Hubungan Tuan dan hamba dalam urusan dunia, sangat kental berkaitan dengan urusan uang dan balas jasa. 

Sedangkan dalam hal rohani, hubungan tuan dan hamba di dasari oleh kasih. 
Tuan mengasihi hamba dan sebaliknya hamba juga mengasihi tuannya. 
sepertinya ini lebay dan teoritis belaka. 

Hubungan Tuhan Allah dengan manusia seperti hubungan Tuan dan hamba dari sisi pelaksanaan tugas melaksanakan perintah Tuhan (baca Lukas 7:7-10). 

Lukas 17:10 
Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan. 

Tetapi hubungan Tuhan dan manusia lebih mengarah kepada hubungan kasih sebab Tuhan lebih mengasihi bahkan sangat mengasihi manusia. 

Buktinya, manusia seringkali berbuat dosa dan Tuhan seringkali mengampuni karena kasih karuniaNya. 

Yesaya 1:18 
Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. 

Kenyataannya, kita manusia terus saja berbuat dosa bahkan dosa yang sama yang sebelumnya sudah diampuni tetapi dilakukan kembali. 

Roma 6:1-2 
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? 

Oleh sebab itu, 
Hendaknya kita umat kristiani menjaga kekudusan dan menjalani hidup sesuai kehendak Tuhan yaitu supaya kita mau berbuat kebaikan kepada sesama. 

Yesaya 1:16-17 
Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mataKu. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! 


Salam Kasih, 
Surya Darma 

1 komentar:

theresia paatris mengatakan...

Terima kasih, ini sangat bermanfaat dan membantu saya

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com