Sabtu, 25 Juli 2015

PERUMPAMAAN TENTANG SEORANG PENABUR











Shalom,
Bacaan hari Jumat 23 Juli 2015 menurut kalender liturgi katolik :
Keluaran 20:1-17
Matius 13:18-23
Mazmur 19:8-11
Bacaan Injil Matius hari ini mengenai makna perumpamaan tentang
seorang penabur yang menaburkan benih.

mari kita simak penjelasan Yesus tentang benih yang ditaburkan itu
ada yang jatuh :
1. di pinggir jalan
2. di tanah yang berbatu-batu
3. di tengah semak berduri
4. di tanah yang baik
1. BENIH YANG JATUH DI PINGGIR JALAN

ayat 19
setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak
mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati
orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.

jika tidak serius menanggapi firman Tuhan yang telah didengar dan
bukan merupakan prioritas utama dalam hidupnya maka tidak heran
tipu daya Iblis yang menawarkan kenikmatan hidup duniawi memperdaya
dirinya dan dengan mudah ia berpaling dari kebenaran firman Tuhan.

Amsal 13:13 
siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya tetapi
siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.

2 Korintus 11:14 
hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar
sebagai malaikat Terang.
jika kita mendengarkan sungguh-sungguh firman Tuhan maka
kita akan tahu dan mengenal manakah jalan-jalan Tuhan dan
yang manakah adalah jalan-jalan yang ditunjukkan Iblis.
Yohanes 8:43-44
apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku?
sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.
Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan
keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan
tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran.
apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia
adalah pendusta dan bapa segala dusta.
tidak semua yang tertipu oleh bujuk rayu Iblis itu disebabkan ia tidak
tahu dan tidak mengerti firman Tuhan.
terkadang orang beriman sesungguhnya sadar bahwa tawaran Iblis
seharusnya ia tolak  sebab bertentangan dengan kehendak Tuhan
namun ia tergiur dan tergoda seperti Hawa tergoda bujuk rayu Iblis
untuk makan buah terlarang tersebut.

Kejadian 3:6
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan
sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi
pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan
diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia,
dan suaminyapun memakannya.
oleh sebab itu seriuslah dan pelajarilah makna firman Tuhan supaya
kita tidak tersesat dan disesatkan Iblis yang seringkali memutar-balikkan
kebenaran firman Tuhan seperti yang terjadi pada Hawa.

Kejadian 3:1b-3
ular itu berkata kepada perempuan itu: "tentulah Allah berfirman:
semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "buah pohon-pohonan dalam
taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: jangan kamu makan ataupun
raba buah itu, nanti kamu mati." 
2. BENIH YANG JATUH DI TANAH YANG BERBATU-BATU
ayat 20-21
Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang
mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja.
apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu,
orang itupun segera murtad.


paling berat jika kita diperhadapkan pada penindasan dan penganiayaan
sebab membutuhkan iman yang luar biasa teguh untuk menanggungnya. 


sebab membutuhkan iman yang luar biasa teguh untuk menanggungnya.
hanya orang yang memiliki hubungan dengan Tuhan sangat erat dan
sangat intim yang mau menghadapi segala penindasan dan aniaya
sebab ia telah mengenal isi hati Tuhan dan sudah tidak memikirkan diri
sendiri lagi bahkan rela menyerahkan nyawa demi ketaatan kepada-Nya.
orang yang telah mengosongkan diri dari hawa nafsu dan menaklukkan
keinginan ego dalam dirinya adalah orang yang akan sanggup menerima
penderitaan penindasan dan penganiayaan.
dan orang ini berani mengatakan :
Mazmur 26:2-3
Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku;
selidikilah batinku dan hatiku sebab mataku tertuju
pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.


Mazmur 139:23-24
selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan
kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan
tuntunlah aku di jalan yang kekal!
3. BENIH YANG JATUH DI TENGAH SEMAK BERDURI

ayat 22
yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman
lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu
sehingga tidak berbuah.
ada dua (2) sifat kita manusia yaitu : 
1. banyak keinginan
2. tidak sabar menunggu.

yang selalu dipakai Iblis untuk merayu dan menggodai diri kita sehingga
kita terperangkap dalam jerat mautnya Iblis yang sulit dilepaskan jika
tanpa tekad yang keras dan dibantu oleh kekuatan Tuhan.
ada dua (2) senjata utama Iblis yang menyerang manusia, yaitu :
1. tipu daya kekayaan duniawi
2. kekuatiran dunia

dari sejak jaman Adam-Hawa,
kita manusia maunya instanst, maunya langsung ada yang kita inginkan
dan kecenderungan kita tergoda oleh segala sesuatu yang ada di dunia ini.

1 Yohanes 2:16
sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan
keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa,
melainkan dari dunia.
berita-berita dunia sangat sensitif mempengaruhi kekuatiran diri kita
sehingga mudah panik, tidak dapat mengendalikan diri, dan sering
terjadi segera berpaling dari jalan-jalan yang Tuhan mau kita mengikutinya.
karena ingin hidup senang dan tidak mau hidup menderita maka
tidak heran hampir setiap hari kuatir ;
apakah itu kuatir tentang tidak tersedianya kebutuhan pokok berupa
sandang-pangan-papan ataukah kuatir tentang keamanan hartanya.
Matius 6:34
janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai
kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.
meski sudah tahu dan mengenal firman Tuhan tetapi jika tidak diikuti
dengan kemauan untuk mempraktekkan firman Tuhan tersebut di dalam
kehidupan sehari-hari maka firman itu tidak berbuah di dalam diri kita.
4. BENIH YANG JATUH DI TANAH YANG BAIK

ayat 23
yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman
itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat,
ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
orang yang rendah hati biasanya mau membuka lebar-lebar hatinya
menerima taburan firman Tuhan sebab ia membutuhkannya dan ia
menyadari dirinya lemah dan perlu kekuatan firman Tuhan menopangnya.
orang yang tinggi hati alias congkak hati atau orang yang sombong
adalah orang yang percaya pada diri sendiri dan biasanya tidak merasa
perlu untuk menekuni firman Tuhan sebab ia merasa kepintarannya
sudah cukup untuk mengatur hidupnya, apalagi jika sudah terbukti
ia memperoleh kesuksesan, tidak bergantung pada firman Tuhan tetapi
melalui kehebatan intelektualnya.
tanah yang baik artinya hati yang terbuka menerima firman Tuhan.

butuh kesadaran dan keyakinan untuk menerima firman Tuhan
dan butuh tekad yang kuat untuk melakukan firman Tuhan.

dengan demikian dirinya lebih mudah diproses oleh firman Tuhan dan
tidak heran jika firman Tuhan itu hidup dan berbuah di dalam dirinya
sehingga berkat-berkat Tuhan mengalir deras membasahi hidupnya.
biasanya hidup orang yang berbuah itu tidak hanya untuk diri sendiri
tetapi ia membagikan keharuman dan manisnya buah tersebut supaya
dapat dinikmati oleh banyak orang.
bahkan tidak hanya pada saat hidupnya dalam kelimpahan materi dan
kelimpahan berkat Tuhan lainnya melainkan ia mampu mengatasi
semua dinamika peritiwa kehidupan ini.
ia akan mampu mengatasi kesulitan hidup dan berbagai masalah hidup
dengan tabah, sabar, dan karakter Ilahi nampak dalam dirinya.
ia mampu menjaga sukacita dan damai sejahtera di dalam hatinya
sehingga tidak kehilangan di dalam hidupnya.
Pertanyaannya adalah :
adakah orang seperti ini yang menghidupi firman Tuhan dan
telah berbuah di dalam hidupnya?
ada dong, meskipun kenyataannya lebih banyak orang beriman yang
belum menghasilkan buah-buah yang ranum dan manis sebab
tidak mudah berhasil melalui proses pemurnian.
KESIMPULAN
benih = firman Tuhan
tanah = hati nurani yang menanggapi firman Tuhan
penabur = orang yang menyampaikan firman Tuhan
dari perumpamaan ini terlihat sangat jelas bahwa :
jika pemberitaan firman Tuhan tidak membuat orang yang mendengarnya
bertobat dan membuat tidak membuat orang tersebut mau berubah sesuai
yang dikehendaki firman Tuhan.

berarti orang tersebut yang memilih tidak mau menanggapi firman Tuhan
yang didengarnya atau dibacanya atau dimengertinya sedangkan yang
memberitakan firman Tuhan itu sudah melakukan tugasnya. 
(ingat perkataan Yesus, kebaskan debu ...Markus 6:11).
realitanya, seringkali yang disalahkan adalah pemberita firman Tuhan;
apakah ia seorang romo / penginjil / pewarta / siapa saja yang membawa
berita tentang kabar sukacita firman Tuhan.
padahal yang mendengar / membaca firman Tuhan tersebut yang
menutup pintu hatinya tidak mau menanggapinya.

seharusnya iman seseorang menjadi bertumbuh jika hatinya seperti
"tanah yang baik" dan menjawab panggilan Yesus yang mau masuk
ke dalam hati kita.
Roma 10:17
jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Wahyu 3:20
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang
mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk
mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan
ia bersama-sama dengan Aku.
Semoga renungan hari ini menyentuh hati sanubari kita dan mau
menerima dan mendengarkan seruan Yesus yang mengajak kita
hidup di dalam kebenaran-Nya.

Salam Kasih,
Surya Darma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar Anda atau mungkin membutuhkan doa dan konseling, ke alamat email saya : surya.pdkk@gmail.com